cover
Contact Name
Imam Santoso
Contact Email
mpbindonesia@unisma.ac.id
Phone
+6285649611196
Journal Mail Official
mpbindonesia@unisma.ac.id
Editorial Address
Jl. Mayjend Haryono 193 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmiah NOSI
ISSN : 23378425     EISSN : 29883547     DOI : 10.33474
1. Penelitian linguistik, sosiolinguistik, dan psikolinguistik 2. Analisis wacana 3. Penelitian sastra (teori, kritik, dan sejarah sastra) 4. Keterampilan dan pembelajaran sastra 5. Keterampilan dan pembelajaran bahasa 6. Evaluasi pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 7. Kurikulum pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 8. Model atau media pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia 9. Kajian kebudayaan Indonesia 10. Penelitian lain yang relevan
Articles 109 Documents
ANALISIS PESAN MORAL DALAM NOVEL “CANTIK ITU LUKA” KARYA EKA KURNIAWAN DAN IMPLIKASI DALAM PEMBELAJARAN SASTRA Aminullah Aminullah; Hasan Busri; Akhmad Tabrani
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Sastra salah satu ungkapan personal manusia berupa history, pemikiran, perasaan, gagasan, dan keyakinan. Dalam bentuk kongkrit yang membangkitkan pesona dengan alat-alat bahasa. Juga mempunyai makna yang luas jika dikaji lebih mendalam lagi. Bahkan sastra mempunyai makna dan kaidah dalam sebuah karya puisi, cerpen, dan novel. Novel “Cantik Itu Luka” karena novel ini medeskripsikan dan menceritakan tentang  segi bermasyarakat dan juga menceritakan segi kasih sayang di dalam sebuah hubungan.Pesan Moral ialah pesan yang menjelaskan ajaran, aturan, etika dan wejangan lisan mau pun tulisan, tentang bagaimana manusia itu harus hidup dan bertindak, agar ia menjadi manusia. yang baik dan mempunyai raga sosial. Novel ini juga menyajikan dan mempelajari kesejatian yang akan menuju kemesraan harus melalui dan dibutuhkan proses yang lanjut, dan rasa sabar yang penuh dengan penantian. Novel. ini juga menyuruh menaiki tanjakan spiritual dengan variable tinggi, adalah cinta kepada Rabby. Fokus masalah ini adalah Pesan Moral, apa saja yang bisa diambil dalam Novel. “Cantik Itu Luka” Karya Eka Kurniawan? Masalah penelitian ini dibatasi pada pesan moral yang berkaitan dengan, relasi hamba kepada tuhannya, relasi hamba kepada personal, dan relasi hamba kepada personal ruang sosial.. Pembahasan ini bermaksud untuk menjabarkan,. menghayati,. dan mempretasikan Pesan Moral yang  terdapat  Novel. “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan..Pendekatan ini menggunakan pendekatan sosiologis.. Sesuai dengan hakikatnya, sebagai sumber estetika, dan karya sastra tidak bisa digunakan secara langsung. Kode pembahasa ini diolah dengan menggunakan cara analisis.. secara kualitatif yaitu analisis dilakukan dengan teknis interaktif dan berlangsung secara terus-menerus sampai selesai.. Kegiatan dalam analisis data yaitu mereduksi data,. menyajikan data,, dan menyimpulkan data..Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel “Cantik Itu Luka.” Karya Eka Kurniawan. Ini mengandung tiga Pesan Moral, yaitu: moral yang berkaitan dengan, hubungan manusia dengan tuhannya, hubungan manusia dengan diri sendiri,. dan hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial.. hubunga manusia dengan tuhannya adalah hubungan yang mengatur antara sesama dengan Tuhannya dalam hal ini adalah ibadah. Karena manusia merupakan makhluk personal,,  makhluk sosial,, dan makhluk Tuhan. Manusia memiliki tuntunan untuk bertanggung jawab.. Keharusan yang kita miliki terhadap diri sendiri. dan tidak terlepas dari hubungan kita dengan orang lain,, karena kewajiban kita tidak hanya pada diri sendiri tapi kewajiban kita pada orang tua, kepada Tuhannya,, kepada Rosulullah,, kepada tetangga dan kepada suami atau istri kita.. Pesan moral tidak membentuk suatu kawasan khusus yang terpisah dari pesan lain. Jika kita kaitkan pesan moral, kita tidak perbuat sesuatu yang lain dari hal yang biasa.Kata kunci: Pesan Moral, “Cantik Itu Luka”. Karya Eka Kurniawan.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN LITERASI BACA TULIS DI SEKOLAH INKLUSI SDN SUMBERSARI 2 MALANG Liyya Mutimmatud Daroini
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 1 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Literasi baca tulis di kelas I merupakan literasi baca pemula. Membaca dan menulis mempunyai hubungan erat, ketika peserta didik sering membaca maka hasil tulisan peserta didik akan baik, karena dengan membaca peserta didik mempunyai banyak pengetahuan dan wawasan mengenai kosa kata. Fokus penelitan ini yaitu pelaksanaan pembelajaran literasi baca tulis  dengan kurikulum merdeka belajar di kelas I sekolah inklusi SDN Sumbersari 2 Malang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran literasi baca tulis dengan kurikulum merdeka belajar dengan kurikulum merdeka belajar di kelas I sekolah inklusi SDN Sumbersari 2 Malang. Pendekatan pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kelas (deskriptif), karena penelitian ini dilakukan didalam kelas dan  menghasilkan data dalam bentuk mengenai implementasi pembelajaran literasi baca tulis di sekolah inklusi SDN Sumbersari 2 Malang. Kehadiran peneliti sangat diperlukan karena peneliti sebagai pengamat, pengumpul, penganalisis, penyimpul, serta pelapor data. Latar penelitian berada di SDN Sumbersari 2 Malang. Hasil penelitian pada pelaksanaan pembelajaran literasi baca tulis dengan kurikulum merdeka belajar di kelas I dilakukan di ruang kelas/ kelas reguler (inklusi penuh) pada pelaksanaannya pendidik menggunakan media visual berupa buku paket dan papan tulis untuk peserta didik reguler, hiperaktif/ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorders) dan gangguan pendengaran ringan. Tidak ada perbedaan media pembelajaran yang digunakan pendidik kepada peserta didik reguler, hiperaktif/ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorders) dan gangguan pendengaran ringan. Materi yang diberikan pendidik sesuai dengan modul ajar, perbedaan pendidik lebih memperhatikan peserta didik hiperaktif/ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorders) dan gangguan pendengaran ringan pada saat pembelajaran literasi baca tulis. Metode yang digunakan pendidik yaitu metode membaca suku kata dan mengeja. Pendidik juga memberikan waktu lebih untuk peserta didik hiperaktif/ADHD (Attention Deficit/Hyperactivity Disorders) dan gangguan pendengaran ringan. Kesimpulan pada penelitian peserta didik melakukan pemnbelajaran literasi baca tulis di kelas inklusi penuh. Media yang digunakan pendidik berupa buku paket dan papan tulis. Pendidik menggunakan metode mambaca dan menulisa pemulaan dengan metode eja dan suku kata.Kata kunci: Literasi, hiperaktif/ADHD, pelaksanaan.
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM “DILAN 1990” (KAJIAN PRAGMATIK) idrus idrus
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendeskripsikan jenis tindak tutur  lokusi yang terdapat pada percakapan antartokoh dalam film “Dilan 1990”, 2) mendeskripsikan fungsi ilokusi yang terdapat pada percakapan antartokoh dalam film “Dilan 1990”Jadi jenis penelitian yang akan peneliti lakukan adalah kualitatif deskriptif Sumber data penelitian adalah film “Dilan 1990” yang dirilis tanggal 25 Januari 2018 yang berdurasi 110 menit. Data dalam penelitian ini adalah tindak tutur kata, ataupun kalimat yang mengandung tindak tutur ilokusi dalam film Dilan 1990. Pengumpulan data  dilakukan dengan metode simak. Data dianalisis dengan metode padan untuk memperoleh deskripsi jenis tindak tutur dan fungsi ilokusi.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) ditemukan lima jenis tindak tutur ilokusi pada percakapan antartokoh dalam film “Dilan 1990” yaitu tindak tutur representatif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, tindak tutur ekspresif dan tindak tutur deklaratif, 2) ditemukan empat fungsi  ilokusi pada percakapan antartokoh dalam film “Dilan 1990” yaitu fungsi kompetitif, konvivial, kolaboratif dan konfliktif.Kata kunci : Tindak tutur, ilokusi dan film “Dilan 1990”
PENGEMBANGAN MEDIA INFOGRAFIS UNTUK PEMBELAJARAN TEKS CERITA PENDEK Ervin Dwi Anggun T.I.A; Hasan Busri
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 11, No 2 (2023): Bahasa, Sastra dan Pembelajarannya Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Program
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Kondisi pembelajaran di MA Jabal Nuur Wates Kediri belum terlaksana dengan baik sebab penggunaan media yang belum maksimal. Oleh karena itu media perlu dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Produk media Infografis dalam materi pembelajaran Bahasa Indonesia pada materi teks cerita pendek disajikan dalam bentuk peta konsep dan rangkuman singkat dengan ilustrasi gambar yang diberikan kepada siswa agar siswa lebih tertarik dan termotivasi dalam mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan pengembangan media infografis untuk pembelajaran teks cerita pendek kelas XI MA Jabal Nuur Wates Kediri. 2) mendeskripsikan kelayakan media infografis untuk pembelajaran teks cerita pendek kelas XI MA Jabal Nuur Wates Kediri. Media infografis ini dikembangan berdasarkan model pembelajaran ADDIE (Dick & Carey, 1996). Dapat diketahui validitas produk yang dikembangkan melalui kegiatan validasi ahli materi, validasi ahli media dan validasi praktisi. Efektivitas produk dapat diketahui melalui kegiatan ujicoba kelompok kecil, serta uji pengukuran minat belajar siswa sesudah memakai media “Pamflet”. Hasil uji coba menunjukkan bahwa pertama yaitu penilaian ahli perancangan pembelajaran, diperoleh hasil penilaian sebesar 92% dengan kategori “sangat layak”. Yang kedua yaitu penilaian ahli materi/isi, diperoleh hasil penilaian sebesar 87% dengan kategori “layak”. Yang ketiga yaitu penilaian ahli kebahasaan, diperoleh hasil penilaian sebesar 93% dengan kategori “sangat layak”. Keempat penilaian ahli media, diperoleh hasil penilaian sebesar 94% dengan kategori “sangat layak”. Kelima penilaian ahli praktisi, diperoleh hasil penilaian sebesar 97% dengan kategori “sangat layak”. Selain dinilai oleh para ahli, produk juga dinilai oleh pengguna baik itu guru maupun peserta didik. Penilaian yang dilakukan pengguna guru terbagi menjadi tiga aspek yaitu aspek materi/isi, aspek kebahasaan, dan aspek media. Penilaian aspek materi/isi diperoleh hasil sebesar 97% dengan kategori “sangat layak”. Penilaian aspek kebahasaan diperoleh hasil sebesar 95% dengan kategori “sangat layak”. Sedangkan penilaian aspek media diperoleh hasil sebesar 97% dengan kategori “sangat layak”. Berikutnya penilaian dari pengguna peserta didik, diperoleh hasil penilaian sebesar 93% dengan kategori “sangat layak”. Dengan perolehan tersebut, maka dapat dikategorikan bahwa produk media Infografis untuk pembelajaran teks cerpen bagi kelas XI MA layak digunakan dalam proses pembelajaran.Kata kunci: Pengembangan, Media Infografis, Cerita Pendek
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SMA Negeri 5 Malang Titik Wulandari
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Keterampilan berliterasi merupakan salah satu keterampilan dasar di abad 21. Kemampuan berliterasi sangat diperlukan oleh pemangku kepentingan di dunia pendidikan, utamanya peserta didik. Kemampuan berliterasi berhubungan dengan kemampuan pemahaman informasi secara efektif, kritis, dan analisis. Fakta tentang kondisi literasi sekolah di Indonesia adalah bangsa Indonesia dianggap tidak memiliki budaya membaca. Fakta pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkannya dengan baik. Tuntutan keterampilan abad 21 yang harus dikuasai dan pembelajaran di sekolah yang belum mampu menumbuhkan keterampilan atau kompetensi yang dibutuhkan menjadi dasar utama literasi harus dikembangkan.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perencanaan (Guru Bahasa Indonesia, Petugas Perpus, Perangkat Pembelajaran dalam GLS, dan Media Pembelajaran), pelaksanaan  yang meliputi tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran, dan evaluasi pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) di SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif.  Data dalam penelitian ini berupa informasi yang diperoleh dari dokumen tertulis yang terkait langsung dengan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi penerapan GLS. Sumber data dalam penelitian ini ialah warga SMA Negeri 5 Malang, yaitu mulai dari guru bahasa Indonesia, kepala perpustakaan,  dan karyawan sekolah. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dan angket.  Instrumen utama penelitian ini adalah peneliti sendiri, yang mana peneliti bertugas menetapkan fokus penelitian, memilih data dan sumber data, menilai kualitas data yang telah dikumpulkan, menganalisis data, memaparkan dan menafsirkan data, dan membuat laporan penelitian. Data penelitian ini adalah informasi tentang gerakan literasi sekolah yang diterapkan di lingkungan SMA Negeri 5 Malang.Hasil penelitian ini ditunjukkan (1) Perencanaan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dilakukan oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan SMA Negeri 5 Malang. Perencanaan gerakan literasi sekolah oleh guru Bahasa Indonesia dapat dilihat dari perangkat pembelajaran yang digunakan, yaitu RPP, silabus, media, dan bahan pembelajaran. Perencanaan oleh petugas perpustakaan dapat dilihat dari program kerja perpustakaan dalam melaksanakan program gerakan literasi diintegrasikan dengan muatan literasi di SMA Negeri 5 Malang. Selain itu, sekolah telah membentuk Tim Gerakan Literasi Sekolah (GLS)  menjadi bukti bahwa sekolah mempunyai perencanaan yang matang dalam mewujudkan gerakan literasi sekolah. Pelaksanaan kegiatan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) telah memenuhi tahapan-tahapan literasi di sekolah, antara lain tahap pembiasaan, tahap pengembangan, dan tahap pembelajaran. Kegiatan evaluasi literasi sekolah yang diadakan SMA Negeri 5 Malang masih difokuskan pada pencatatan hasil kegiatan literasi sekolah dalam jurnal yang dilakukan oleh guru dan petugas perpustakaan. Setelah itu, jurnal-jurnal yang merupakan catatan hasil kegiatan literasi tersebut dianalisis dan dinilai oleh guru wali kelas.Berdasarkan hasil penelitian dan bahasan, maka disarankan kepada pihak-pihak yang terkait sebagai berikut. (1) Guru Bahasa Indonesia disarankan memahami kurikulum yang berlaku terlebih dahulu, dan mengordinasikan dengan guru bahasa Indonesia yang lain, sehingga penyusunan RPP yang  sesuai dengan perkembangan peserta didik dan perkembangan kurikulum; (2) Kepala perpustakaan sebaiknya tidak hanya koordinasi dengan guru mata pelajaran  bahasa Indonesia saja, tetapi juga guru pelajaran yang lain, sehingga dapat mewujudkan gerakan literasi yang berwawasan literasi luas dan menyenangkan; dan  (3) Kepala sekolah perlu berkoordinasi dengan guru dalam menyusun penilaian tindak lanjut, sehingga penilaian tidak hanya dilakukan hanya oleh guru Bahasa Indonesia dan petugas perpustakaan saja. Kata kunci: Pelaksanaan, Gerakan Literasi Sekolah (GLS), Pembelajaran Bahasa Indonesia, Perpustakaan.
TINDAK TUTUR EKPRESIF DALAM FILM RUDY HABIBIE YANG DISUTRADARAI OLEH HANUNG BRAMANTYO Muhammad Alif Pambudi
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Bahasa secara umum menurut Hikmat (2013:21-22) fungsinya ada dua, pertama fungsi secara luas dan kedua fungsi secara khusus. Fungsi bahasa secara luas sebagai sarana untuk menyampaikan isi hati dan isi fikiran atau mengekspresikan sesuatu dalam diri, sebagai sarana percakapan, sebagai media untuk bersatu dan berbaur dalam kehidupan sosial, sedangkan fungsi secara khusus bahasa dipergunakan untuk membuat hubungan dan pergaulan setiap hari, menciptakan karya, mempelajari ucapan-ucapan kuno, dan menyerap IPTEK. Selain itu fungsi bahasa secara umum yaitu bahasa dapat dijadikan untuk mengekspersikan gejolak jiwa, menyampaikan sebuah kenyataan, mempengaruhi kawan maupun lawan, mengucapkan bahasa, berbincang dan sebagainya (Rani, 2013:26).Sehubungan dengan keterampilan berbicara, saat berbicara seseorang menuturkan sesuatu untuk mengungkapkan maksudnya. Tuturan dalam KBBI (Depdiknas, 2005:1231) mengartikan sesuatu yang dituturkan atau dituturkan, dibicarakan, atau diujarkan. Kemudian Leech (1993:20) mengartikan tuturan dalam pragmatik adalah sebagai suatu tindakan verbal.Salah satu tuturan yang digunakan manusia dalam berkomunikasi adalah tuturan ekspresif. Hal-hal yang merupakan cerminan perasaan penuturan adalah jenis tindak tutur ekspresif. Tindak percakapan ini dimunculkan dengan banyak jenis ekspresi yang ditampilkan dengan perbuatan atau ucapan berupa kesenangan, kesukaran, kecintaan, kedengkian, kesukaan, atau kesedihan. Hal ini sama dengan ucapan Wijana (1996:56) yang memaparkan tuturan ekspresif dipakai untuk memutuskan respon psikologis pembicara terhadap sebuah kondisi. Tindak percakapan ekspresif mudah dijumpai pada sekitar tempat pekuliahan, sekolah, kantor, rumah sakit dan masih banyak lingkungan sosial lain.Gumperz dan Hymes (dalam Putrayasa, 2015:96) membuat akronim SPEAKING untuk menjelaskan komponen tutur dalam kajian linguistik, kedelapan komponen tersebut yaitu; S: setting (latar), P: participants (peserta tutur), E: ends (hasil), A: act (pesan atau amanat), K: key (cara), I: instrumentalities (sarana), N: norm (norma), dan G: Genre (jenis).Peneliti tertarik untuk meneliti percakapan di dalam film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo didasari oleh tiga sebab, diantaranya a) banyaknya pemakaian modus tuturan yang sering tidak pas dengan maksud sesungguhnya, b) pembicaraan antar penutur hanya alakadar dilihat sebagai salah satu poin dari untaian alur pembicaraan untuk memenuhi maksudnya, c) masing-masing tokoh dalam film mempunyai sepuluh model, cara, dan gayanya sendiri pada saat tawar-menawar untuk mendapatkan atau memenuhi hasratnya.Film-film pilihan peneliti yang disutradarai Hanung Bramantyo diatas memiliki tempat tersendiri bagi penontonnya. Selain karena pesan yang ingin disampaikan sutradara, tokoh-tokoh penting dalam masing-masing film bukan merupakan tokoh sembarangan, melainkan tokoh-tokoh penting di Indonesia.Secara garis besar banyak nilai moral, pendidikan, toleransi, Dsb. yang bisa diambil dari masing-masing film yang disutradarai Hanung Bramantyo yang telah peneliti pilih, seperti halnya dalam film Rudy Habibie(2016) difilm ini penonton bisa mengambil banyak pelajaran dari kejeniusan seorang Habibie dalam setiap kisah perjalanan hidupnya semasa kuliah di Jerman.Dari film yang peneliti pilih cukup beralasan bahwa film Rudy Habibie(2016) yang disutradari Hanung Bramantyo ini mampu menarik minat masyarakat. Didasarkan atas minat masyarakat tersebut peneliti tertarik untuk menganalisis tuturan ekspresif, konteks tuturan, modus tuturan, dan ranah sosial film Rudy Habibie(2016) yang disutradari Hanung Bramantyo tersebut. Kata kunci:  tuturan ekspresif, modus tuturan, konteks tuturan, sutradara Hanung Bramantyo.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MENULIS TEKS PUISI RAKYAT BERBASIS PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS VII SMP/MTs Muftikha Lulyana Mahirotul Aisyiah; Akhmad Tabrani; Hasan Busri
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Pengembangan karakter siswa sangatlah penting atau utama dalam sistem pendidikan nasional Indonesia integrasi antara puisi rakyat dengan pendidikan karakter sangatlah erat karena puisi rakyat yang berupa sastra lisan ini, sangat perlu diberikan perhatian lebih besar sebab dalam sastra lisanlah terkandung berbagai bentuk pendidikan, khususnya pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar menulis teks puisi rakyat berbasis penguatan pendidikan karakter siswa kelas VII SMP/MTs. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pengembangan. prosedur pengembangan ini mereduksi langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall meliputi empat pokok tahapan sebagai berikut, (1) Penelitian dan pengumpulan informasi awal; (2) Pengembangan produk awal; (3) uji coba; (4) membuat produk akhir. Hasil kelayakan produk bahan ajar menulis teks puisi rakyat berbasis penguatan pendidikan karakter untuk kelas VII siswa SMP/MTs ini memenuhi kriteria dan layak digunakan dalam proses pembelajaran di kelas. Kata Kunci: teks puisi rakyat, penguatan pendidikan karakter
EKOLOGI BUDAYA DALAM SASTRA BAHARI IKO-IKO MASYARAKAT BAJO DI KEPULAUAN SAPEKEN Rizal Mahsyar; Akhmad Tabrani; Ari Ambarwati
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Karya sastra merupakan suatu produk budaya yang juga menjadi bentuk atau cara penyampaian dan pola prilaku masyarakat dalam mencapai tujuan tertentu yang memiliki keterkaitan dengan lingkungannya. Karena lingkungan juga telah menjadi faktor penting dalam proses pembentukan suatu karya sastra. Kelompok masyarakat suku Bajo memiliki suatu bentuk sastra lisan yang disebut dengan Iko-Iko. Sastra lisan Iko-Iko merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tuturan secara langsung yang berkembang di masyarakat pesisir kepulauan Sapeken. Sastra lisan tersebut sudah mulai berkembang dan eksis dituturkan oleh nenek moyang masyarakat suku Bajo dari generasi ke generasi. Setiap kisah yang ditampilkan dalam Iko-Iko diyakini memiliki nilai-nilai pendidikan, pesan moral atau norma yang harus dipatuhi bersama guna memberikan keseimbangan dan ketertiban ataupun keharmonisan dalam melestarikan alam. Seiring dengan perkembangan zaman, Eksistensi Iko-Iko di dalam lingkungan masyarakat kepualauan Sapeken telah mengalami masa yang sulit dan terancam punah sehingga diperlukan upaya yang sistematis untuk pelestarian budaya lisan Iko-Iko tersebut. Salah satu usaha yang bisa dilakukan untuk melestarikan budaya sastra bahari Iko-Iko tesebut ialah dengan cara mengumpulkan semua jenis satra bahari yang kemudian dijadikan dalam satu buku Ensiklopedia sastra bahari masyarakat kepulauan Sapeken sehingga sastra tersebut mudah untuk diakses dan dipelajari oleh masyarakat umum.Kata Kunci: Ekologi Budaya, Sastra Bahari, budaya Iko-Iko, Kepulauan Sapeken
REPRESENTASI NILAI-NILAI MORAL DALAM SYAIR LAGU DAERAH MADURA sutriyadi sutriyadi
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan budaya yang berbeda termasuk masyarakat Madura. Kekayaan budaya yang masih eksis di tanah garam itu adalah syair lagu daerah yang kental dengan kekhasannya. Sebagai karya sastra syair lagu mengandung nilai positif yang dapat kita pelajari. Tulisan ini bertujuan mendeskripsikan nilai moral dalam syair lagu daerah Madura. Representasi merupakan wujud sosial atau pikiran yang dialami dan diproses sehingga menghasilkan kontruksi bahasa, perilaku, gambar, atau benda visual yang dapat mewakili. Nilai moral merupakan tindakan atau perilaku baik yang didasari oleh niat yang baik (1) nilai moral individu merupakan nilai yeng berkaitan dengan eksistensi diri seperti percaya diri, harga diri pandangan pribadi, (2) nilai moral sosial merupakan perilaku individu terhadap individu lainnya, lingkungan dan alam sekitar, (3) dan nilai moral religius merupakan kepercayaan dan ketaatan dalam beragama serta perasaan yang menaati atau menjalankan tanpa motif apapun. Syair lagu merupakan bagian dari sastra lama yang lahir dari pikiran dan perasaan pengarang yang dipengaruhi oleh keadaan jiwa dan lingkungannya serta dibawakan dengan iringan musik. Penelitian berupa kualitatif deskriptif dengan pendekatan parafrasis dengan cara menafsirkan dengan bantuan kata-kata atau kalimat yang berbeda dari karya aslinya. Sumber data berupa kata-kata syair lagu daerah Madura. Teknis analisis konten dan triangulasi data guna memastikan keabsahan data.     Temuanya berupa, (1) nilai moral individu, (a) prinsip menghamba mengakui sebagai hamba, (b) jujur apa adanya dan berpandangan segala sesuatu harus dimulai dari diri masing-masing, (c) individualis dan reaktif terutama mengenai agama, (d) dan berkarakter berbudi bahasa patuh kepada ulama atau kyai, (2) nilai moral sosial, (a) solidaritas terhadap tretan dan tetanggeh serta totalitas kepada ulama atau kyai, (c) reaktif terhadap perusakan kenyaman atau alam dan cinta tanah air, (d) dan saling menjaga, mengingatkan dan mengajak dalam kebaikan bersama terutama soal agama, (3) nilai moral religius, (a) yakin dan beriman kepada Allah dan rasulNya, (b) percaya terhadap ketentuan Allah dan sunnah rasul, (c) segala persoalan dipecahkan dengan agama dan dikembalikan kepada qada dan qadar Allah, (d) dan nenek moyang atau sesepuh terdahulu menjalankan agama ikhlas karena Allah, generasi Madura saat ini karena takut kepada dosa dan hari pembalasan.Kata kunci: representasi, nilai, moral, karya sastra, lagu daerah
REALISME SOSIAL DALAM NOVEL BUMI MANUSIA DAN ANAK SEMUA BANGSA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER Syahriel A’innur Rifan
Jurnal Ilmiah Sastra dan Pembelajaranya Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ilmiah NOSI
Publisher : NOSI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: perkembangan sastra sosial yang terjadi di Indonesia dewasa ini terjadi dari orang-orang Indonesia yang memiliki jiwa sosialis yang menentang adanya kaum kapitalis yang menyengsarakan masyarakat pribumi. Perkembangannya lahir ketika masyakat pribumi menderita keadilan sosial, mula-mula bertahap dari kekerasan sampai kematian yang didapatkan Realisme sosial adalah sebuah istilah dengan maknanya yang telah pasti di negeri manapun ia berada. Masyarakat manusia terdiri dari beragam kelompok yang ciri-ciri pembedanya bisa berupa warna. Sekelompok orang yang dieksploitasi oleh kelompok lainnya, yang merupakan minoritas sementara yang dieksploitasi adalah mayoritas. Masing-masing kelas diaggap sebagai turunan dari corak produksi masyarakat.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. penelitian ini berupaya menginterpretasi  atau mendeskripsikan objek penelitian  dengan menggunakan gambaran realisme sosial. Data yang dimaksud dalam penelitian yang ada dalam novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa dengan menggambarkan perjuangan dan pertentanga kelas. Novel Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa penerbit Lentera Dipantara 2012 setebal 535 halaman  dan 352 halaman. Dalam penelitian ini, peneliti bertindak sebagai instrumen utama yakni peneliti bertindak sebagai perencana, pelaksana, pengumpul data, penafsir data, dan menjadi pelapor hasil penelitian.  Dalam  penelitian ini digunakan kajian tekstual yang menganalisis dua novel  Tetralogi Buru karya Pramoedya Ananta Toer yang dalam hal ini berupa kosakata denganlangkah-langkah (1) mengidentifikasi data,(2) Pengklasifikasian dan pengkategorisasian keseluruhan data,  (3)Intepretasi data , dan (4) Eksplanasi data.Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut, pertama, terdapat dua kontruksi realisme sosialis yang terepresentasikan dalam pertentangan kelas, yakni (1) Borjuis, (2) Proletar. Kedua terdapat tiga kontruksi perjuangan kaum proletar terhadap kaum borjuis, yakin (1) perjuangan ekonomi, (2) perjuangan politik, dan (3) perjuangan ideologi.Kata-kata kunci: Realisme, Sosialis, Realisme Sosialis

Page 9 of 11 | Total Record : 109