Articles
240 Documents
peningkatan PENINGKATAN PENGETAHUAN WUS TENTANG HB0
nur aliyah rangkuti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 5 No 2 (2023): Vol. 5 No. 2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v5i2.1065
Hepatitis B adalah salah satu penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan termasuk masalah kesehatan masyarakat di dunia termasuk Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan wanita usia subur (WUS) tentang imunisasi Hepatitis 0. Sampel dalam pengabdian ini WUS yang berjumlah 30 orang. Metode yang digunakan ceramah, tanya jawab, diskusi dan pembagian kuesioner dengan cara pre dan post test. Berdasarkan hasil yang telah dikemukakan di atas dapat diketahui bahwa sebagian besar WUS yang mempunyai bayi di Desa Sayurmatinggi mempunyai pengetahuan yang cukup tentang imunisasi HB0. Berdasarkan kesimpulan didapati peningkatan pengetahuan WUS dengan pemberian imunisasi Hb0 pada bayi desa sayurmatinggi, artinya semakin baik tingkat pengetahuan WUS tentang imunisasi Hb0 maka WUS akan memberikan imunisasi Hb0 kepada bayinya. Berdasarkan saran diharapkan pengabdian ini dapat sebagai bahan informasi dan sebagai referensi bagi tenaga kesehatan khusunya WUS yang memiliki bayi dan dapat mengembangkan pengetahuan serta memberikan imunisasi dasar pada bayinya.
Lisna Khairani, Normayanti Rambe PENYULUHAN DAMPAK PERNIKAHAN DINI PADA KESEHATAN REPRODUKSI DI HUTA HOLBUNG KECAMATAN ANGKOLA MUARATAIS KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Lisna Khairani Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 1 (2022): Vol.4 No. 1 April 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i1.755
Pernikahan dini merupakan suatu pernikakan yang dilakukan oleh seseorang yang relatif muda. Umur yang relatif muda yang dimaksud adalah usia pubertas yaitu usia antara 10-19 tahun. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang pernikahan dini pada kesehatan reproduksi. Walaupun belum dapat dilakukan secara serentak dan keseluruhan, namun dengan dimulainya dalam komunitas yang kecil diharapkan dapat menjadi awal yang baik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor Desa Huta Holbung. Populasi dan sampel pengabdian ini adalah kepada remaja yang masih memerlukan pemahaman terhadap dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi sebanyak 30 orang. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan cara penyuluhan Untuk metode pelaksanaan kegiatan dilakukan penyuluhan dengan diawali melakukan pendataan bagi pasangan remaja yang menikan usia dini setelah itu dilakukan pemaparan materi. Hasil pengabdian masyarakat ini diterima antusias oleh peserta yang terlihat dari banyaknya masyarakat yang bertanya seputar informasi tentang pemahaman peserta sosialisasi mengenai bagaimana menyikapi dampak pernikahan dini pada kesehatan reproduksi, bagaimana pencegahan dan komplikasi yang ditimbulkan ,dengan memberikan materi melalui media power point yang disertai dengan gambar yang dapat menunjang kemampuan peserta sosialasisasi agar dapat memahami dengan mudah terkait materi yang diberikan. Disarankan agar kegiatan penyuluhan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat untuk terus aktif dalam menggali pengetahuan terkait bagaimana pola hidup yang baik sehingga dapat terhindar dari penyakit reproduksi
Akupresur Titik Perikardium 6 pada Ibu Hamil Trimester I
Wiwi Wardani Tanjung;
Eva Yusnita Nasution
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 1 (2021): Vol.3 No.1 April 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Nausea and vomiting usually occur in the morning, but some occur at any time of the day and occur as a result of changes in the endocrine system that occur during pregnancy, especially the increase in the hormone hCG in pregnancy. Data in Indonesia 50% to 80% of pregnant women experience nausea and vomiting and approximately 5% of pregnant women require treatment for fluid replacement and correction of electrolyte imbalances. One of the non-pharmacological therapies to treat nausea and vomiting is acupressure at the point of the Pericardium 6 (P6). The stimulatory effect at this point can increase the release of beta-endorphins in the pituitary and adrenocorticotropic (ACTH) along the chemoreceptor tringger zone (CTZ) which can inhibit the vomiting center. Based on the results of interviews conducted with pregnant women, they said that they had never heard the term pericardium 6 and also did not know the benefits of this action. Therefore, it is necessary to increase knowledge in an effort to reduce nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester. Activities carried out in this community service are acupressure at the point of pericardium 6 in trimester I pregnant women. This activity aims to reduce the intensity of nausea and vomiting experienced by the mother. trimester I pregnancy. The result of this activity is that there is a change in the intensity of nausea and vomiting that is felt by trimester I pregnant women after acupressure is carried out at the pericardium point 6
PKM Edukasi pembelajaran bahasa indonesia yang efektif pada siswa kelas VII sekolah MTSs Idrisiyah Pasir Nauli Kecamatan Angkola Muara Tais
Juliana Juli Siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i2.783
Edukasi pembelajaran yaitu dasar proses pembelajaran suatu bahasa.Model pembelajaran ini bisa mempermudah dan membantu siswa didalam proses pembelajaran dengan tujuan agar menciptakan prestasi belajar sisiwa.pembelajaran bahasa harus mempertimbangkan minat,fisik,kecerdasan,dan lingkungan belajar siswa.pendidikan bahasa indonesia merupakan salah satu asfek yang sangat penting dan yang perlu diajarkan kepada siswa disekolah.tidak heran apabila mata pelajaran ini diberikan sejak masih dibangku SD sampai lulus SMA.dari sana siswa tersebut mamapu memahami dan menguasai dan dapat mengimplementasikan keterampilan dalam berbahasa.yaitu menyimak,membaca,menulis dan berbicara.dalam pendidikan di era moderen ini dituntut dalam suatu hal yang baru,hal itu dikarenajkan dalam pembelajaran disuatu sekolah secar khusus sangat berbeda-beda dan tergantung pada materi,metode dan media yang digunakan.
Sosialisasi Upaya Pencegahan Covid 19 di Area Mesjid Taqwa Desa Huta Koje Kecamatan Angkola Barat Kabupaten Tapanuli Selatan
Hotma Royani Siregar;
Sukhri Herianto Ritonga
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 3 (2020): Vol. 2 No. 3 Desember 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Covid-19 is a disease caused by a new type of corona virus that first appeared at the end of 2019 in Wuhan, China, which is currently causing a pandemic in almost the entire world. In an effort to prevent the spread of Covid-19 from spreading. The government urges all levels of society to take various preventive measures such as physical distancing, wearing masks, regularly washing hands, increasing body resistance and maintaining health. This socialization activity for the prevention of Covid 19 in the mosque area aims to increase knowledge and change the behavior of the community, especially the Taqwa mosque worshipers and mosque caretaker so that they can continue to make efforts to prevent the transmission of covid 19 during worship that will be carried out at the mosque during the month of Ramadan. This activity is carried out using posters. The results of the evaluation during the activity process resulted in an increase in participants' knowledge regarding efforts to prevent COVID-19.
Penyuluhan PHBS dan Cara Menggosok Gigi yang Benar di TK RA Hasbunah Desa Joring Natobang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu
Ratna Dewi Siregar;
Eki Maryo Harahap
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i2.447
Kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan penanganan yang berkesinambungan karena memiliki dampak yang sangat luas, sehingga perlu penanganan khusus sebelum terlambat. Ketepatan dalam menggosok gigi adalah hal terpenting dalam merawat gigi. Tujuan PKM ini adalah memberi motivasi kepada siswa TK RA Hasbunah tentang pentingnya melakukan PHBS dan Cara Menggosok Gigi yang Baik dan Benar. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode penyuluhan kesehatan dengan menggunakan media alat peraga kepada siswa TK RA Hasbunah di desa Joring Natobang berjumlah 25 orang. Hasil dari kegiatan penyuluhan ini dilanjutkan dengan memberikan evaluasi kedapa siswa yaitu tanya jawab seputar materi PHBS dan cara menggosok gigi yang baik dan benar. Siswa dapat menjawab dan menjelaskan dengan baik pertanyaan yang diajukan oleh sipenyuluh. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berjalan dengan baiksiswa TK RA Hasbunah di desa Joring Natobang yang mengikuti terlihat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Dental and oral health is one of the health problems that require continuous handling because it has a very broad impact, so it needs special treatment before it's too late. Accuracy in brushing your teeth is the most important thing in taking care of your teeth. The purpose of this PKM is to motivate kindergarten students RA Hasbunah about the importance of doing PHBS and How to Brush Teeth Properly and Correctly. This PKM activity is carried out by health extension method by using the medium of props to kindergarten students RA Hasbunah in Joring Natobang village numbering 25 people. The results of this extension activity are continued by providing an evaluation of how students are question and answer about PHBS material and how to brush their teeth properly and correctly. Students can answer and explain well the questions asked by sipenyuluh. PKM activities that were carried out went well, kindergarten RA Hasbunah in Joring Natobang village who followed looked excited and enthusiastic in participating in the activities.
PELAKSANAAN PENYULUHAN TENTANG BENCANA BANJIR DI BATUNADUA JULU KOTA PADANGSIDIMPUAN
Adi Antoni;
haslinah ahmad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i3.931
Bencana adalah kejadian umum di dunia, dan penyebabnya mungkin alami, buatan manusia, teknologi, atau konflik antar kelompok manusia. Edukasi yang kurang mengenai pencegahan terjadinya banjir bandang menjadi salah satu faktor penyebab berisiko. Tujuan kegiatan Penyuluhan ini untuk memberikan edukasi kepada warga di daerah Lingkungan II kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan tentang pengetahuan terkait bencana banjir. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode ceramah dan aplikasi Leaflet . Kegiatan ini dilakukan selama 2 jam pada Hari Rabu 14 Desember 2022 yang bertempat di daerah Lingkungan II kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara. Hasil yang didapatkan setelah kegiatan penyuluhan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat di daerah Lingkungan II kelurahan Batunadua Julu Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan Sumatera Utara akan pencegahan terjadinya bencana banjir bandang.
IBM Pengendalian Hipertensi dengan Pemakaian Obat secara Rasional, Kontrol dan Olahraga Teratur di Desa Simirik Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua Kota Padangsidimpuan
Nanda Masraini Daulay;
Arinil Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i2.469
The prevalence of hypertension has increased over the last few decades and has become a major health problem because awareness of treatment and the level of hypertension control are still very low (Li Y, Yang L et al, 2017). This educational activity aims to increase the knowledge of hypertension sufferers in controlling hypertension with rational use of drugs, control and regular exercise. The activities carried out consisted of measuring blood pressure, distributing knowledge questionnaires, and education about controlling hypertension. The number of participants was 25 people with hypertension. The results of this activity found 20 people (80%) with hypertension who understood hypertension control with good knowledge category. Meanwhile, 5 people (20%) did not understand hypertension control with the category of lack of knowledge. The average value of systolic blood pressure is 176 mmHg and the average value of diastolic blood pressure is 103 mmHg. The community seemed enthusiastic and able to mention hypertension control. PKM on hypertension control education with rational use of drugs, control and regular exercise can be carried out routinely with additional complementary therapies such as herbal therapy in lowering blood pressure.
PKM PENTINGNYA BERBAHASA INDONESIA YANG BAIK DAN BENAR DALAM DUNIA PENDIDIKAN DAN PENGAJARAN
juliana siregar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i3.926
Pada Era teknologi canggih ini makin dirasakan betapa pentingnya fungsi bahasa sebagai alat komunikasi.kenyataan yang dihadapi dewasa ini adalah selain ahli-ahli bahasa,semua ahli yang bergerak dalam bidang pengetahuan yang lain semakin memperdalam dirinya dalam bidang teori dan peraktik bahasa.semua orang menyadari bahwa interaksi dan segala macam kegiatan dalam masyarakat akan lumpuh tanpa bahasa.melaui bahasa,kebudayaan suatu bangsa dapat dibentuk,dibina,dan dikembangkan serta dapat diturunkan kepada generasi-generasi mendatang.dengan adanya bahasa sebagai alat komunikasi,maka semua yang berada disekitar manusia,peristiwa-peristiwa,binatang-binatang,tumbuh-tumbuhan,hasil cipta karya manusia dan sebagainya mendapat tanggapan dalam pikiran manusia disusun dan diungkapkan kembali kepada orang-orang lain sebagai bahan komunikasi.komunikasi melalui bahasa ini memungkinkan tiap orang untuk menyesuaikan dirinya dengan lingkungan fisik dan lingkungan sosialnya.bahasa memungkinkan tiap orang untuk mempelajari kebiasaan,adat istiadat,kebudayaan serta latar belakangnya masing-masing.