Articles
240 Documents
PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Lansia Sehat : Lansia Aktif, Mandiri Dan Produktif Di Panti Jompo Basilam
Natar Fitri Napitupulu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 3 (2020): Vol. 2 No. 3 Desember 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Community Service (PKM) carried out in this manuscript is the healthy elderly must be empowered so that they can remain healthy and independent as long as possible. One of the efforts to empower the elderly in the community is through the formation and development of Elderly Groups, namely the Elderly Posyandu or Elderly Posbindu. Through this group, the elderly can carry out activities that can keep them active, and motivate the elderly to regulate a healthy lifestyle by following the Healthy Living Community Movement (Germas) and empowering the elderly to have a commitment to live, be active and productive in everyday life. This counseling was carried out to all the elderly living in the Basilam nursing home. They are 25 elderly, which was carried out for one day using LCD, Poster, leafleat and evaluation was carried out by observers using a check list through evaluation through the process and the results of the counseling that all elderly understood and active and committed to doing Germas (Healthy Living Community Movement) and being active and productive in everyday life.
Edukasi Dan Skrining Kesehatan Penyakit Degeneratif Pada Masyarakat Desa Tosale, Kabupaten Donggala
Arya Dibyo Adisaputra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i3.879
Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagian besar merupakan penyakit degeneratif yang berkait dengan proses penuaan. Penyakit degeneratif merupakan kondisi kesehatan dimana organ atau jaringan terkait keadaan yang terus menurun seiring waktu. Tujuan pelaksanaan penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan untuk masyarakat Desa Tosale, Kabupaten Donggala adalah meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan berupa cek tekanan darah, gula darah, kolestero total dan asam urat, meningkatkan pengetahuan serta memberikan motivasi kepada masyarakat terkait pentingnya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Metode yang digunakan yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan dengan menggunakan alat pengukur tekanan darah, dan meggunakan alat digital yang terhubung dengan menggunakan strip untuk mengukur kadar gula darah, kolesterol dan asam urat. Jumlah peserta yang hadir saat pemeriksaan berjumlah 50 masyarakat dengan rentang umur 20-70 tahun. Setelah dilakukan pemeriksaan diperoleh sebanyak 23 orang (46%) mengalami hipertensi dan peningkatan kolesterol, pada pemeriksaan gula darah sebanyak 7 orang (14%) yang mengalami peningkatan dari normal, selanjutnya sebanyak 9 orang (18%) yang mengalami peningkatan kadar asam urat, sementara 11 orang (22%) dalam kondisi normal.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG MAKANAN BERISIKO DAN DAMPAK BAGI KESEHATAN
Arinil Hidayah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 2 (2022): Vol.4 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i2.846
Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Hidup sehat dapat dicapai dengan cara perilaku menjaga kebersihan diri, dan perilaku menjaga kebersihan diri dapat dilakukan dengan hal yang paling mudah salah satunya dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun.Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang teknik mencuci tangan pakai sabun melalui media menyanyikan lagu cuci tangan pakai sabun. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak, orang tua dan guru dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini, salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan. Perilaku hidup bersih dan sehat adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya sendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di masyarakat. Hidup sehat dapat dicapai dengan cara perilaku menjaga kebersihan diri, dan perilaku menjaga kebersihan diri dapat dilakukan dengan hal yang paling mudah salah satunya dengan cara mencuci tangan menggunakan sabun.Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan tentang teknik mencuci tangan pakai sabun melalui media menyanyikan lagu cuci tangan pakai sabun. Melalui kegiatan ini diharapkan anak-anak, orang tua dan guru dapat menyadari pentingnya kebersihan dan mampu membiasakan diri untuk berperilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini, salah satunya dengan terbiasa mencuci tangan menggunakan sabun dengan cara yang baik dan benar setelah selesai melakukan kegiatan di dalam maupun di luar ruangan. Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perilaku hidup bersih dan sehat melalui cuci tangan setelah dilaksanakan penyuluhan mengalami peningkatan signifikan.
PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) Upaya Pencegahan Covid 19 Di Area Mesjid/ Musholla Di Lingkungan Ujung Gurap Kota Padangsidimpuan
Natar Fitri Napitupulu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 2 No 1 (2020): Vol. 2 No. 1 April 2020
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Community Service (PKM) carried out in this manuscript is the whole community. The virus that causes Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is mainly transmitted through droplets (saliva splashes) produced when an infected person coughs, sneezes, or exhales. These droplets are too heavy and cannot stay in the air, so they quickly fall and stick to the floor or other surface. We can get infected when we breathe air that contains the virus if we are too close to people who are already infected with COVID-19 (WHO, 2020). As an effort to end the COVID-19 pandemic, the COVID-19 Handling Task Force invites all people to be at the forefront by implementing 3 steps (wearing masks, maintaining distance and washing hands. This counseling is carried out to all members of the community to break the chain of transmission of Covid-19 in the Ujung Gurap neighborhood Padangsidimpuan City and carried out for one day using posters, leaflets and evaluations were carried out using a check list with an evaluation assessment through the process and results of counseling that all residents carried out the Health Protocol.
PENYULUHAN DAN PRAKTEK PIJAT BAYI PADA BAYI DI DESA MANUNGGANG JAE KECAMATAN PADANG SIDEMPUAN TENGGARA KOTA PADANG SIDEMPUAN TAHUN 2022
Nurhayati SST, MKM - -
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i3.897
COUNSELING AND TRAINING FOR BABY MASSAGE TO BABY IN MANUNGGANG JAE VILLAGE, PADANG SIDEMPUAN SOUTHEAST DISTRICT PADANG SIDEMPUAN CITY ON 2022 NURHAYATI Lecturer in the D-III Midwifery Study Program at the Central Midwifery Academy Nurhayatihasibuan77@yahoo.com ABSTRACT Baby Massage is a technique that can be applied in optimizing baby's growth and development. optimization Given the importance of sleep time for the development of the baby, the need for sleep must really be met so as not to adversely affect its development. The need for sleep is not only seen from the aspect of quantity but also quality. If the quality of the baby's sleep is good, the baby's growth and development can be achieved optimally. One way that can be used to meet these needs is with baby massage. Babies who are massaged will be able to sleep soundly, while when they wake up, their concentration power will be fuller. One way is Baby Massage. The purpose of implementing this community service is to add insight to the community, especially mothers during their productive age, especially mothers who have babies, so they can better understand the benefits of doing baby massage to help improve the development and growth of babies. The material used in this Community Service is the lecture method and direct practice of carrying out baby massage to babies. The results of the implementation found that mothers who had baby massage said that they felt a change in their baby's sleep patterns, where after the massage their babies slept more soundly than usual. The conclusion obtained from the implementation of the lecture and practice method is that mothers in the village of Manunggang Jae have not been able to do massage for their babies themselves, so it is hoped that with the counseling and practice provided by mothers and also health cadres they can better understand baby massage techniques and be able to do it yourself without the help of others to their babies. Keywords: Infant Massage, sleep quality, counseling and practice
Pelayanan KB Gratis di Desa Mompang Kecamatan Padangsidimpuan Angkola Julu Tahun 2021
Novita Sari Batubara;
delfi - ramadhini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Program keluarga berencana memberikan kesempatan untuk mengatur jarak kelahiran atau mengurangi jumlah kelahiran dengan menggunakan metode kontrasepsi hormonal atau non hormonal. Tujuan PKM ini adalah untuk memaksimalkan pelayanan kesehatan ibu dan anak dengan harapan dapat menekan laju pertambahan penduduk. Kegiatan PKM ini dilakukan dengan metode pemberian informasi tentang KB dan pelayanan KB Gratis kepada WUS akseptor KB di desa Mompang berjumlah 15 orang. Hasil dari kegiatan pelayanan KB Gratis ini dilanjutkan dengan memberikan evaluasi kedapa akseptor yaitu Tanya jawab seputar KB dan monitoring evaluasi. Peserta KB dapat penyawab dan menjelaskan dengan baik pertanyaan yang diajukan dan mau dipasang KB IUD atau Implant. Kegiatan PKM yang dilaksanakan berjalan dengan baik. Peserta KB di desa Mompang yang mengikuti terlihat antusias dalam mengikuti kegiatan. Family planning programs provide an opportunity to regulate birth spacing or reduce the number of births by using hormonal or non-hormonal contraceptive methods. The purpose of this PKM is to maximize maternal and child health services in the hope of reducing the rate of population growth. This PKM activity was carried out by the method of providing information about family planning and free family planning services to 15 people in WUS family planning acceptors in Mompang village. The results of this free family planning service activity were continued by providing evaluations to the acceptors, namely questions and answers about family planning and evaluation monitoring. KB participants can answer and explain well the questions asked and want to install an IUD or Implant KB. PKM activities carried out went well. Family planning participants in Mompang village who participated seemed enthusiastic in participating in the activity.
Daya Beli Masyarakat Kota Padangsidimpuan Terhadap Produk Koperasi Agrina Parsalakan
nazaruddin nasution;
Intan Nisa Azhar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 2 (2021): Vol. 3 No. 2 Agustus 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i2.466
Salah satu komponen dalam Tridharma Perguruan tinggi adalah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat. Setiap dosen memiliki kewajiban untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk membagikan ilmu yang dimiliki untuk menunjang kemajuan masyarakat. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam kegiatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk. Meningkatkan “Daya Beli Masyarakat Kota Padangsidimpuan Terhadap Produk Koperasi Agrina Parsalakan” Kegiatan pengabdian ini juga sejalan dengan program pemerintah yang mendorong kemajuan usaha kecil dan menengah. Program pengabdian ini dilaksanakan selama 1 hari (5Agustus 2020). Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan bagaimana cara meningkatkan daya beli masyarakat kota Padangsidimpuan terhadap produk Koperasi Agrina Parsalakan. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan. Untuk kegiatan pengabdian berikutnya diharapkan dapat memberikan pelatihan yang berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan pelaku industri kecil dan menengah dalam melaksanakan pengelolaan keuangan. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kwalitas dari hasil produksi semakin tinggi juga daya beli masyarakat terhadap produk dari Koperasi Agrina Parsalakan. One of the components in the Tridharma of Higher Education is carrying out community service activities. Every lecturer has an obligation to carry out community service which aims to share the knowledge possessed to support the progress of society. Implementation of community service in this activity. This research aims to. Increasing the "Purchasing Power of the People of Padangsidimpuan City towards Agrina Parsalakan Cooperative Products" This service activity is also in line with government programs that encourage the progress of small and medium enterprises. This service program is carried out for 1 day (August 5, 2020). The method used is to provide training on how to increase the purchasing power of the people of the city of Padangsidimpuan towards the products of the Agrina Parsalakan Cooperative. The results of this service showed that the participants were very enthusiastic in participating in the training. For the next service activity, it is expected to provide continuous training to improve the ability of small and medium industry players in carrying out financial management. It can be concluded that the higher the quality of the production, the higher the purchasing power of the people towards the products of the Agrina Parsalakan Cooperative.
Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Eksklusif Bagi Ibu Bekerja Di Desa Sigumuru
Lola Pebrianthy
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 4 No 3 (2022): Vol. 4 No. 3 Desember 2022
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v4i3.950
ASI eksklusif menurut World Health Organization (WHO) yaitu memberikan hanya ASI saja tanpa memberikan makanan dan minuman lain kepada bayi sejak lahir sampai berumur 6 bulan, kecuali obat dan vitamin. Namun bukan berarti setelah pemberian ASI eksklusif pemberian ASI eksklusif pemberian ASI dihentikan, akan tetapi tetap diberikan kepada bayi sampai bayi berusia 2 tahun. Bagi ibu bekerja, memberikan ASI Eksklusif bukanla hal yang mudah, banyak faktor yang dapat menghambat pemberian ASI Eksklusif pada ibu bekerja antara lain : persepsi bahwa ASI tidak cukup, kurangnya pengetahuan ibu tentang manajemen laktasi saat bekerja, fasilitas yang tidak kondusif untuk menyusui dan memrah ASI dan tidak ada nya dukungan dari pimpinan. Kegiatan pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif bagi ibu bekerja ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu menyusui tentang cara memberikan ASI Eksklusif walaupun sedang dalam keadaan bekerja, karena banyak nya ibu yang tidak memberika ASI Eksklusif pada bayi nya dengan alasan sedang bekerja atau cuti bekerja telah habis. ASI Eksklusif tetap dapat diberikan walaupun ibu sedang dalam keadaan bekerja, banyak metode perah ASI, penyimpanan ASI dan pemebrian ASI yang dapat dilakukan, sehingga bayi tidak harus mengkonsumsi susu formula ataupun makanan tambahan lainnya sebelum berusia 6 bulan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang apa itu ASI Eksklusif dan bagaiamana cara pemberian ASI pada bayi yang ditinggalkan di rumah bersama pengasuhnya di saat ibu sedang bekerja dengan jumlah peserta sebanyak 12 orang. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan hampir seluruh peserta telah paham dan tahu bagaimana cara memberikan ASI Eksklusif walaupun ibu sedang bekerja. Dengan adanya pendidikan kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan ibu bekerja tentang ASI Eksklusif sehingga capaian ASI Eksklusif dapat meningkat
PENDIDIKAN KESEHATAN BAGI LANSIA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA AEK NABARA KECAMATAN ANGKOLA BARAT KABUPATEN TAPANULI SELATAN
Febrina Angraini Simamora;
Adi Antoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 3 No 3 (2021): Vol. 3 No. 3 Desember 2021
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51933/jpma.v3i3.501
Hipertensi masih menjadi masalah kesehatan yang cukup besar untuk tetap di atasi. Penyebab hipertensi hingga saat ini secara pasti belum dapat di ketahui, tetapi gaya hidup berpengaruh besar terhadap kasus ini. Hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipertensi adalah dengan senam hipertensi dan dukungan keluarga melalui pemberdayaan keluarga. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini di lakukan dengan penyuluhan kepada masyarakat yang bertujuan memberikan pengetahuan mengenai hipertensi kepada masyarakat dapat melakukan upaya pencegahan penyakit hipertensi. Hasil penyuluhan kesehatan masyarakat tentang hipertensi dengan jumlah peserta 20 orang yang telah di lakukan sehingga meningkatkan pengetahuan peserta akan penyakit hipertensi mengatur pola makan dan gaya hidup yang lebih baik lagi, serta mengetahui tanda dan gejala serta cara mencegah penyakit hipertensi.
Penyuluhan Hidup Sehat Cegah Kejadian Diabetes Melitus Di Lapas Kelas II B Padangsidimpuan
Arinil Hidayah;
Adi Antoni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Vol 1 No 1 (2019): Vol. 1 No. 1 Desember 2019
Publisher : Universitas Aufa Royhan Di Kota Padangsidipuan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit gangguan metabolic menahun akibat penkreas tidak tidak memproduksi cukup insulin atau tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang diproduksi secara efekstif. Insunlin adalah hormone yang mengatur keseimbangan kadar gula darah. Akibatnya terjadi peningkatan konsentrasi glukosa di dalam darah (hiperglikemia). Penderita diabetes mellitus seharusnya menerapkan pola makan seimbang untuk menyesuaikan kebutuhan glukosa sesuai dengan kebutuhan tubuh melalui pola makan sehat. Suyono (2002) menyebutkan bahwa dalam rangkapengendalian kadar glukosa darah 86,2%penderita DM mematuhi pola diet diabetes mellitus yang diajurkan, namun secara faktual jumlah penderita diabetes mellitus yang disiplin menerapkan program diet hanya berkisar 23,9%. Hal ini menjadi salah satu faktor risiko memperberat terjadinya gangguan metabolisme tubuh sehingga berdampak terhadap keberlangsungan hidup penderita diabetes mellitus. Maka berdasarkan permasalahan diatas, kami bermaksud untuk mengadakan pengabdian masyarakat berupa Penyuluhan tentang Hidup Sehat Cegah Komplikasi Diabetes Melitus pada Penderita Diabetes Melitus sebagai salah satu upaya mencegah kejadian komplikasi. Antusias masyarakat penghuni lapas sangat bagus, dan mereka merasakan manfaat dari penyuluhan dengan meningkatnya pengetahuan mereka terkait pencegahan diabetes mellitus dengan pola hidup sehat.