cover
Contact Name
Karimah Dwika Gustandra
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+62273-322610
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akper Giri Satria Husada Jalan Menur RT 04 RW IV Joho Lor Giriwono Wonogiri KP 57613
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : 2964156X     DOI : https://doi.org/10.56840/jkgsh.v12i2.92
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 128 Documents
PERBANDINGAN PENGARUH PEMBERIAN KOMPRES HANGAT DAN MINUMAN KUNYIT ASAM DALAM PENURUNAN NYERI HAID (DISMENOREA) PADA REMAJA PUTRI DI KECAMATAN MOJOSONGO Titik Anggraeni; Bambang Sudono Dwi Saputro; Nuraini Wikanti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorea rate in Indonesia is 64,25% that consist of primary dismenorea is 54,98% and secondary dismenorea is 9,36%. Primary dismenorea is sufferedby 60 – 75% of the teenagers. Dismenorea causes the woman can’t walk, can’t sleep well, get badmood, lost concentration and the other activities. Disorder one way to decrease dismenorea is by compressing using warm water and consuming turmeric acid. The goal of the research is to knoe the comparison of the influences of compressing using warm water and consuming turmeric acid towrd the decreasing of dismenorea of teenagers in Mojosongo district. This research uses Quasi exsperiment design, with pre and post test with coparation group, where the researcher compares the influences of compressing using warm water and comsuming turmeric acid in this experiment that the samples has benn observed before and after that the sample was reobserved. This research use 30 responndents as the samples by using purposive sampling technique. The data is processed by using SPSS program to analyze univariate and bivariate with Wilcoxon and Mann Withney U test was got the minimum and maximum score, for warm compress is 0 and 7 and comsuming tumericacid is 0 and 4, with p score is 0,313 so ita can be concluded thereis no significant difference between the group that compressing using warm water and consuming turmeric acid, both of them have influencesfor decreasing disminorea rate.Angka kejadian dismenorea di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari 54,89% dismenorea primer dan 9,36% dismenorea sekunder. Dismenorea primer dialami oleh 60-75% remaja. Dismenorea dapat menyebabkan wanita jadi tidak bisa berjalan, kesulitan tidur, suasana hati menjadi buruk, kehilangan konsentrasi dan gangguan aktivitas. Salah satu alternatif yang dapat menurunkan nyeri haid yaitu kompres hangat dan kunyit asam. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui perbandinganpengaruh kompres hangat dan minuman kunyit asam terhadap penurunan skala nyeri haid (dismenorea) pada remja putri di Kecamatan Mojosongo. Penelitian ini menggunakan desain Quasi Experiment Design, dengan rancangan Pre Test and Post Test With Comparation Group, dimana peneliti membandingkan pengaruh kompres hangat dan minuman kunyit asam pada eksperimen yang sampelnya di observasi terlebih dahulu sebelum dan sesudah diberikan sampel tersebut di observasi kembali. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 30 responden dengan teknik purposive sampling. Data diolah dengan program SPSS untuk menganalisis univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon dan Mann Withney U Test. Berdasar hasil uji Wilcoxon dan Mann Withney U Test didapatkan nilai Minimum dan maksimum kompres hangat 0 dan 7 dan minuman kunyit asam dengan nilai 0 dan 4, dengan nilai p value 0.313 sehingga dapat disimpulkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok kompres hangat dan minuman kunyit asam, keduanya sama sama perpengaruh untuk menurunkan skala nyeri haid.
GAMBARAN TINGKAT PENGETAHUAN PENDERITA HIPERTENSI TERKAIT PENYAKIT HIPERTENSI Justinho Soares; Domingos Soares; Alfonsa Ivoni L. Seran; Mariance E. Lepa; Marni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: hypertension is an increase in blood pressure at> 140/90 mmhg. Hypertension is a disease that can kill people secretly or the silent killer. Efforts to treat hypertension and possible complications need to be increased to reduce morbidity and mortality. Aims: to identify the level of knowledge of hypertensive patients on hypertension in the sikumanakupang health center. Method: This Method use Description design. The research instrument used questionnaires and tension meters. The population in this study were 30 people sampling techniques using non probability sampling methods. Results: The description of the level of knowledge based on the score set means Good knowledge consisting of 8 people (26.7%), sufficient knowledge of 12 people (40.0%), and knowledge that is considered less than 10 people.. Conclusion: Through the research results it can be seen that the respondent's level of knowledge is sufficient.Latar belakang : Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah di > 140/90 mmhg. Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang dapat membunuh orang secara diam-diam atau silent killer. Upaya penanganan penyakit hipertensi dan komplikasi yang mungkin terjadi perlu ditingkatkan untuk menurunkan tingkat morbiditas dan mortalitas. Tujuan: untuk menggambarkan pengetahuan pasien hipertensi terhadap penyakit hipertensi di Puskesmas Sikumana Kupang. MetodePenelitian: metode ini mengunakan penelitian deskriptif. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan tensi meter. Populasi pada penelitian ini 30 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan metode non probablity sampling. Hasil : Gambaran tingkat pengetahuan berdasarkan skor yang di tetapkan maka pengetahuan Baik terdiri dari 8 orang (26,7%), pengetahuan Cukup jumlah 12 orang (40,0%), dan pengetahuan Kurang berjumlah 10 orang.Kesimpulan: Melalui hasil penelitian dapat diketahui bahwa tingkat pengetahuan responden cukup.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN CUCI TANGAN PERAWAT DAN BIDAN DI RUMAH SAKIT EMPAT LIMA Sutanta
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indicators of good health services, especially in hospitals, are low or no incidence of nosocomial infections. So that it is the obligation of every hospital to make preventive and promotive in an effort to prevent the occurrence of nosocomial infections in its services. One of the efforts to reduce nosocomial infections is to require and monitor compliance with the hand washing of health workers in the hospital work environment. Hand washing compliance certainly cannot be separated from the knowledge obtained by health workers. Nurses and midwives are one of the front lines in providing services in hospitals so that nurses and midwives. So that researchers are interested in examining whether there is a relationship between knowledge level and compliance with clean hand washing. This research is a quantitative study with a cross-sectional method with a sample of 30 respondents using the Kendal-tau statistical test. The result of this study is that there is a relationship between the level of knowledge and compliance with hand washing of nurses and midwives with a correlation of 0.01.Indikator pelayanan kesehatan yang baik khususnya di rumah sakit adalah rendahnya atau tidak adanya kejadian infeksi nosokomial. Sehingga hal ini merupakan kewajiban setiap rumah sakit melakukan upaya preventif dan promotif dalam upaya mencegah terjadinya infeksi nosokomial dipelayannnya. Salah satu upaya menurunkan infeksi noskomial adalah dengan mewajibkan dan memonitor kepatuhan cuci tangan tenaga kesehatan yang berada di lingkungan kerja rumah sakit tersebut. Kepatuhan cuci tangan tentunya tidak bisa lepas dari pengetahuan yang didapatkan oleh tenaga kesehatan. Perawat dan bidan adalah salahsatu garda terdepan dalam memberikan pelayanan di rumah sakit sehingga perawat dan bidan. Sehingga peneliti tertarik ingin meneliti adakah hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan bersih. Penelitian ini adalahpenelitian kuatitatif dengan metode croscectional dengan sampel 30 responden menggunakan uji statistic Kendal=tau. Hasil penelitian ini adalah ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan cuci tangan perawat dan bidan dengan hasil korelasi 0.01.
GAMBARAN PENGETAHUAN KELUARGA PASIEN TENTANG PENYAKIT TBC PARU DI CLINIC SÃO JOAQUIM MAUBISSE POSTO ADMINISTRATIVO MAUBISSE Domingas Soares dos Santos; Marni; Hermenengildo Herculano; Domingos Soares
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Knowledge of pulmonary tuberculosis is needed by the public because pulmonary tuberculosis is a contagious disease. The tendency in community life in which there are family members suffering from tuberculosis will have a risk of transmission for family members who live in one house. Purpose: This study is to describe the knowledge of the family about pulmonary tuberculosis in Clinica São Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse. Methods: The design in this study was descriptive. The population is all heads of families whose family members suffer from pulmonary tuberculosis in the Clinica São Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse, with a sample of 39 respondents using probability sampling techniques using the Simple Random Sampling type. This research variable is family knowledge about pulmonary tuberculosis. Data collection used questionnaires, while data processing by editing, coding, scoring, tabulating, data analysis using frequency distribution tables and narration. Results: it was found that some families of TB patients who had sufficient knowledge about TB disease were (67%) respondents and those who obtained good knowledge were (33%) and with less knowledge there were no respondents (0%).Conclusion: most respondents have sufficient knowledge about pulmonary tuberculosis. So the respondent is expected to increase their knowledge about Tuberculosis and how it is transmitted both from printed and electronic media counseling which is useful to prevent the increase of TuberculosissufferersPendahuluan : Pengetahuan terhadap Tuberkulosis paru sangat dibutuhkan masyarakat dikarenakan Tuberkolosis paru merupakan penyakit yang mudah menular. Kecenderungan didalam kehidupan masyarakat yang didalamnya ada anggota keluarga yang menderita Tuberkulosis akan mempunyai risiko penularan bagi anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Tujuan: penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengetahuan keluarga tentang penyakit Tuberkulosis paru di Clinica SãoJoaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse. Metode : Desain dalam penelitian ini adalah deskriptif. Populasinya seluruh kepala keluarga yang salah satu anggota keluarganya menderita penyakit Tuberkulosis paru yang ada di Clinica São Joaquim Maubisse Posto Administrativo Maubisse, dengan sampel 39 responden dengan menggunakan teknik probability samplingmenggunakan tipe Simple Random Sampling. Variable penelitian ini adalah pengetahuan keluarga tentang penyakit Tuberculosis paru. Pengumpulan data menggunakan kusioner sedangkan pengolahan data dengan cara editing, coding, skoring, tabulating, analisis data menggunakan tabel distribusi frekuensi dan narasi. Hasil: didapatkan bahwa sebagian keluarga pasien Tbc yang mempunyai pengetahuan yang cukup mengenai penyakit Tbc sebanyak (67%) responden dan yang memperoleh pengetahuan baik sebanyak (33 %) dan dengan pengetahuan kurang tidak ada responden (0%).Kesimpulan: sebagian besar responden berpengetahuan cukup tentang penyakit Tuberkulosis Paru. Maka responden diharapkan menigkatkan pengetahuannya tentang Tuberculosis dan cara penularannya baik dari penyuluhan media cetak dan elektronik yang berguna untuk mencegah meningkatnya penderita Tuberkulosis.
PERBEDAAN PEMBERIAN KUNYIT ASAM DAN TEKNIK NAFAS DALAM MENGATASI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI Putri Halimu Husna
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Dismenore adalah nyeri pada daerah perut hingga bagian bawah sampai dengan panggul, disaat menstruasi yang disebabkan oleh produksi zat kimia yang bernama prostaglandin yang dinyatakan dapat meningkatkan nyeri haid. Dismenore berdampak pada gangguan aktivitas fisik seseorang. Penanganan dismenore sangat penting untuk mencegah terjadinya dampak buruk akibat dismenore.Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat dismenore sebelum dan setelah pemberian teknik relaksasi nafas dalam dan rebusan kunyit asam di Desa Wonoharjo Nguntoronadi Wonogiri tahun 2020.Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Dengan jumlah populasi 16 remaja putri yang mengalami dismenore di Desa Wonoharjo Nguntoronadi Wonogiri. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 6 informan yaitu remaja putri yang mengalami dismenore. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, pengukuran nyeri menggunakan skala numerik.Hasil: Didapatkan data skala nyeri pada informan yang diberikan teknik relaksasi nafas dalam, sebelum tindakan rentang nyeri berat dan sedang dan setelah tindakan pada rentang nyeri sedang dan ringan. Skala nyeri pada informan yang diberikan rebusan kunyit asam, sebelum tindakan seluruhnya pada rentang sedang dan setelah tindakan seluruhnya pada rentang ringan. Rata-rata penurunan skala nyeri pada tindakan teknik relaksasi nafas dalam adalah sebesar 1.83 dan tindakan rebusan kunyit asam sebesar 3.33. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya perbedaan tingkat nyeri sebelum dan sesudah pemberian tindakan antara teknik relaksasi nafas dalam dan pemberian kunyit asam. Pemberian ramuan herbal seperti kunyit asam sebaiknya lebih sering diberikan kepada remaja putri yang mengalami dismenore untuk mencegah terjadinya dampak buruk akibat dismenore.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL DENGAN KETUBAN PECAH DINI DI RUMAH SAKIT NACIONAL GUIDO VALADARES DILI TIMOR-LESTE Edinha da Silva Pinto Baptista; Marni; Alcinda Pinto Fernandes; Domingos Soares
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Angka kematian ibu (TMI) menurut World Health Organization (WHO) dengan jumlah besar seperti 216/100.000 lahir hidup. Pada tahun 2018 maternal morbidity 16%, perinatal morbidity 33%, Timor Leste Demografi Health Survey TLDHS 2003; 2010 dan 2016 menunjukkan bahwa Maternal Mortality Rate (MMR) ada penurunan pada angka mortality ibu hamil adalah; 889; 557 dan 218. Pada Rumah Sakit Nacional Guido Valadares (RSNGV) departamen Obgyn ruang meternitas periode Januari hingga Juli 2018 ibu mengalamai ketuban pecah dini sebanyak 211 orang. Tujuan: 1) untuk menjamin dan utilisasi pengkajian kebidanan pada ibu hamil dengan ketuban pecah dini, 2) untuk melakukan interpretasi data yang telah terkumpul 3) untuk melakukan indentifikasi diagnosa potensi, 4) untuk melakukan antisipasi munculnya masalah yang serius, 5) untuk melakukan perencanaan tindakan komprehensif 6) untuk melakukan implementasi pada perencanan yang telah ditetapkan serta 7) untuk melakukan evaluasi pada tindakan kebidanan yang telah dilakukan. Metode: studi kasus ini berbentuk deskripsi pendekatan kualitatif, data dikumpulkan 24-25 November 2020 Rumah Sakit Nacional Guido Valadares Dili Timor-Leste. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan analisa dokumentasi. Peneliti memperoleh persetujuan dari komite etika Instituto Nacional de Saúde, Informed concent, pasien tidak diberi identitas lengkap, menghargai hak pasien serta kerahasiaan. Hasil : Ibu mengeluh perut bawah sakit, air ketuban menetes sedikit-sedikit. Diagnosa kebidanan ibu berusia 28 tahun G1 P0 A0 kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Menjelaskan hasil pengkajian pada ibu ,observasi tanda-tanda vital ibu, kontraksi, DJJ, fital moviment; observasi proses persalinan, kolaborasi dengan dokter untuk penanganan segerea. Evaluasi SOAP pada diagnosa. Maka tetap ada kecocokan atau konkordansi antara teori dan kasus sesuai teori Varney (1997) dalan Nita Norma & Mustika Dwi (2013). Kesimpulan: studi kasus lakukan di ruang maternitas HNGV pada tanggal 24-25 November 2020 dengan ibu hamil berusia 28 tahun, pendidikan SMP hamil pertama dan pekerjaan ibu rumah tangga. Pengkajian menghasilkan data seperti perut merasa askit, cairan ketuban keluar, diagnosa G1 P0 A0 dengan usia kehamilan 36 6/7 minggu dengan ketuban pecah dini dan diagnosa potensial infeksi (fiber) dan Fetal Distres. Kolaborasi dengan dokter memberikan penanganan segera. Terjadi penurunan kecemasan ibu karena sakit di perut hingga ke belakang.
EFEKTIFITAS RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI DUSUN KRISAK WETAN SELOGIRI Nugroho Priyo Handono; Sepita Yamadella Saputri
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Hypertension is one of the main health problems in every country that is considered serious because we often don't realize its arrival. Hypertension if not treated immediately will cause complications, such as stroke, myocardial infarction, kidney failure, brain damage, seizures, and death. The nonpharmacological measures that can be used to treat hypertension are by soaking the feet of warm water, which is one of the natural therapies that aims to improve blood circulation, reduce edema, increase muscle relaxation, nourish the heart, relax muscles, relieve stress, increase permeability capillaries, so it is very useful for therapy in reducing blood pressure in people with hypertensionPurpose: Gaining real experience and effectiveness of soaking foot warm water to reduce blood pressure in people with hypertension to overcome the problem of high blood pressure.Method: Descriptive case study which is one type of strategy in qualitative research, with a case study research approach (case study). The population in this study is the residents of Krisak Wetan Hamlet, Selogiri District, Wonogiri Regency who suffer from hypertension. Sample of 3 respondents. The instrument uses standard operational procedures (SOP) and observation sheets.Results: Observations that have been made from all respondents showed that after soaking feet of warm water for 3 days there was a decrease in blood pressure in all respondents. Respondent 1 moderate to mild hypertension with blood pressure 143/81 mmHg. Respondents 2 mild to moderate hypertension with blood pressure 164/83 mmHg. Respondents 3 moderate to mild hypertension with blood pressure 149/88 mmHg.Conclusion: The results of the analysis conducted from all respondents obtained data that after soaking a foot of warm water, all respondents experienced a decrease in blood pressure and a change that is sore on the neck and dizziness reduced. Thus the problem was partly resolved and the intervention continued. Latar Belakang : Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama setiap negara yang dianggap serius karena kedatangannya seringkali tidak kita sadari. Hipertensi jika tidak segera diatasi akan menyebabkan komplikasi, seperti stroke, infark miokard, gagal ginjal, kerusakan otak, kejang, dan kematian. Adapun tindakan nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk mengatasi hipertensi yaitu dengan cara rendam kaki air hangat, yang merupakan salah satu terapi alamiah yang bertujuan untuk meningkatkan sirkulasi darah, mengurangi edema, meningkatkan relaksasi otot, menyehatkan jantung, mengendorkan otot-otot, menghilangkan stres, meningkatkan permeabilitas kapiler, sehingga sangat bermanfaat untuk terapi penurunan tekanan darah pada penderita hipertensiTujuan : Diperolehnya pengalaman nyata dan efektivitas rendam kaki air hangat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi.Metode : Studi kasus deskriptif yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kualitatif , dengan pendekatan case study research (studi kasus). Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk Dusun Krisak Wetan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri yang menderita hipertensi. Sampel sebanyak 3 responden. Instrumen menggunakan standar operasional prosedur (SOP) dan lembar observasi.Hasil : Hasil pengamatan yang telah dilakukan dari keseluruhan responden menunjukkan bahwa sesudah dilakukan rendam kaki air hangat selama 3 hari terjadi penurunan tekanan darah pada seluruh responden. Responden 1 hipertensi sedang menjadi ringan dengan tekanan darah 143/81 mmHg. Responden 2 hipertensi berat menjadi sedang dengan tekanan darah 164/83 mmHg. Responden 3 hipertensi sedang menjadi ringan dengan tekanan darah 149/88 mmHg.Kesimpulan : Hasil analisa yang dilakukan dari keseluruhan responden didapatkan data bahwa sesudah dilakukan rendam kaki air hangat , semua responden mengalami penurunan tekanan darah dan perubahan yaitu pegal pada tengkuk dan pusing berkurang. Dengan demikian masalah teratasi sebagian dan intervensi dilanjutkan.
PENGARUH JUS TOMAT TERHADAP PENURUNAN GULA DARAH SEWAKTU PADA PENDERITA DIABTES MELLITUS TIPE 2 DI DUSUN GEMANTAR KECAMATAN SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI. Yohanes Wahyu Nugroho
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus (DM) type 2 is a disease of excess blood sugar levels in the body resulting in increased blood sugar levels due to lack of insulin. DM type 2 is a chronic disease, not infrequently patients with DM depends on drugs throughout life. Drug consumption brings economic impact besides side effects of course. Therefore it is necessary alternative treatment in preventing the occurrence of DM type 2 disease by using vegetables and fruits. Tomato juice is a drink that is associated with the decrease of blood glucose levels. This study were designed to prove the effect of tomato juice on blood glucose levels in Patients Diabetes Mellitus type 2. The study design used was quasyexperimetal by using the draft of pre-test post-test control group design. The populations of DM type 2 patient were in the village of Gemantar, Wonogiri. the total sample of them were 38 respondents. The sampling tehnique used was purposive sampling. Statistical analysis used was paired t-test and independent t-test, with the significance of p <0.05 which means that H0 is rejected. The statistical test result of treatment group showed that there was effect of tomato juice to decrease before-meal blood glucose level. with the value of p = 0.000, while the statistical results of Unpaired t-test for comparison between two groups obtained blood glucose level (GDS) of p value <0.05 which means significant decrease of blood glucose level (GDS). The conclusion of this study is the statistical test showed there are significant differences on blood glucose levels decrease before and after being given tomato juice. Objective : To find out the effectiveness significant results thattomato juice can be an alternative choice in decreasing blood sugar levels (GDS) in diabetics mellitus type 2.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Keluarga Tentang Diet Hipertensi Dengan Kekambuhan Hipertensi Pada Lansia Di Wilayah Puskesmas Karanganyar Dwi Lestari Mukti Palupi
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 10 No. 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hypertension is a primary risk factor for heart disease and stroke. Currently hypertension is the third largest risk factor for premature death. The prevalence of hypertension in Indonesia is 26%, which is diagnosed by health workers at 9.4%. Meanwhile, the prevalence of hypertension belonging to the elderly aged 55-64 years in Indonesia is 45.9%, the elderly aged 65-74 years is 57.6% and the elderly aged 75+ years is 63.38%. hypertension in the elderly. The type and design in this research is descriptive correlative with a population of 49 respondents. The sampling technique was purposive sampling method with a total sample size of 33 respondents. Data collection used questionnaires and interviews. The analysis in this study used univariate and bivariate analysis. The results of the Spearman Rank test show a p value of 0.000 α ≤0.05, so it can be stated that there is a relationship between the level of family knowledge about hypertension diet and hypertension recurrence in the elderly in the Karanganyar Community Health Center Area. in the elderly, while the lack of family knowledge of the hypertensive diet will result in recurrence of hypertension.Hipertensi merupakan faktor resiko primer penyakit jantung dan stroke. Pada saat ini hipertensi adalah faktor resiko ketiga terbesar yang menyebabkan kematian dini. Prevalansi hipertensi di Indonesia sebesar 26% yang didignosa oleh tenaga tenaga kesehatan sebesar 9.4%. Sedangkan, prevalensi hipertensi yang tergolong lansia umur 55-64 tahun di Indonesia mencapai 45.9%, lansia umur 65-74 tahun sebesar 57.6% dan lansia umur 75+ tahun sebesar 63.38%.Penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi dengan kekambuhan hipertensi pada lansia. Jenis dan rancangan dalam penelitian ini diskriptif korelatif dengan jumlah populasi 49 responden. Teknik pengambilan sampel dengan metode purposive sampling dengan jumlah sample 33 responen, Pengumpulan data menggunakan Kuesioner dan wawancara. Analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat. Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p sebesar 0.000 α ≤0.05, sehingga dapat dinyatakan bahwa ada hubungan tingkat pengetahuan keluarga tentang diet hipertensi dengan kekambuhan hipertensi pada lansia di Wilayah Puskesmas Karanganyar.Tingkat pengetahuan keluarga yang baik terhadap diet hipertensi pada lansia maka akan mengurangi resiko kekambuhan pada lansia sedangkan pengetahuan keluarga terhadap diet hipertensi yang kurang akan mengakibatkan kekambuhan pada hipertensi..
EFEKTIFITAS SENAM LANSIATERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA KELOMPOK LANSIA HIPERTENSI DI KELURAHAN SUKOHARJO Kristiana Puji Purwandari; Siska Ade Suwarno
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 9 No. 2 (2020): Juli 2020
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: hypertension is a non-comunicable disease or often referred to as the main non-communicable disease but is often found in Indonesia. It is estimated that in 2025 the number of hypertension sufferers will reach 1.5 billion people and 10.4 million people are predicted to die from hypertension and complications. In Indonesia alone 55.2% of hypertension sufferers are dominated by the elderly (Riskesdakes 2018). Hypertension exercise is part of an effort to reduce body weight and manage stress, which are two factors that increase the risk of hypertension (Vitahealth, 2004). Hypertension exercise is one way of maintaining physical fitness or physical exercise that can be done to reduce body weight and manage stress so that it can increase the body's metabolic activity and can stimulate the work of the heart and can strengthen the heart muscles. The purpose of this study was to determine the effect of elderly hypertension exercise on blood pressure in elderly with hypertension in Sukoharjo Village. Methods: This research method used a pre-experimental design method, onegroup pretest-posttest. The number of samples was 30 people who were taken using purposive sampling technique. Data collection by observation of blood pressure before and after the intervention, which was carried out twice a week for four weeks. Blood pressure data were analyzed using paired sample t-test with α <0.05. Results: From the results of the study, it can be concluded that the average systolic blood pressure before theelderly hypertension exercise was 151.30 mmHg and the average diastolic blood pressure was 93.83 mmHg. Most of the respondents were classified as Stage 1 hypertension. The average systolic blood pressure after the elderly hypertension exercise was 135.15 mmHg and the average diastolic blood pressure was 90.20 mmHg, which was included in the pre-hypertension classification. Latar belakang :hipertensi merupakan salah satu penyakit non-comunicable disease atau sering disebut dengan penyakit tidak menular utama tapi sering dijumpai di Indonesia. Diperkirakan tahun 2025 jumlah penderita Hipertensi mencapai 1,5 miliar jiwa dan 10,4 juta jiwa diprediksi akan meninggal akibat hipertensi dan komplikasi. Di Indonesia sendiri 55,2 % penderita Hipertensi didominasi oleh lansia (Riskesdakes 2018). Senam hipertensi adalah bagian dari usaha untuk mengurangi berat badan dan mengelola stress yang merupakan dua faktor yang mempertinggi resiko hipertensi (Vitahealth,2004). Senam hipertensi merupakan salah satu cara pemeliharaan kesegaran jasmani atau latihan fisik yang dapat dilakukan untuk mengurangi berat badan dan mengelola stress sehingga dapat meningkatkan aktivitas metabolisme tubuh dan dapat merangsang aktifitas kerja jantung dan dapat menguatkan otot-otot jantung. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh senam hipertensi lansia terhadap tekanan darah lansia dengan hipertensi di Kelurahan Sukoharjo. Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode rancangan pre-eksperimen, onegroup pretest-posttest. Jumlah sampel 30 orang yang diambil dengan teknik Purposive Sampling. Pengumpulan data dengan observasi tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi, yang dilakukan dua kali seminggu selama empat minggu. Data tekanan darah dianalisa menggunakan paired sampel t-test dengan α < 0,05.Hasil : Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik sebelum dilakukan senam hipertensi lansia yaitu 151,30 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik 93,83 mmHg. Sebagian besar responden masuk dalam klasifikasi hipertensi Stadium 1. Rata-rata tekanan darah sistolik sesudah dilakukan senam hipertensi lansia yaitu 135,15 mmHg dan rata-rata tekanan darah diastolik yaitu 90,20 mmHg, masuk dalam klasifikasi prehipertensi.

Page 2 of 13 | Total Record : 128