cover
Contact Name
Karimah Dwika Gustandra
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+62273-322610
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Kampus Akper Giri Satria Husada Jalan Menur RT 04 RW IV Joho Lor Giriwono Wonogiri KP 57613
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : 2964156X     DOI : https://doi.org/10.56840/jkgsh.v12i2.92
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Keperawatan GSH adalah jurnal keperawatan untuk perawat, akademisi, dan praktisi. Jurnal Keperawatan GSH ini menerima artikel penelitian asli dan relevan di bidang keperawatan, serta studi literatur dan laporan kasus khususnya keperawatan atau kesehatan. Fokus dan scope jurnal ini adalah Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Anak, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Komunitas, Keperawatan Dasar, Keperawatan Komplementer, Keperawatan Paliatif, Kesehatan, Reproduksi, Kebidanan, HIV/AIDS, Tuberculosis dan masalah kesehatan lainnya. Jurnal ini diterbitkan secara berkala pada bulan Januari dan Juli setiap tahun.
Articles 128 Documents
EFEKTIFITAS PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG PUBERTAS TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA REMAJA DESA GEMBLEGAN KALIKOTES KLATEN Y. Wahyunti Kristiningtyas; Sri Widayatni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puberty is the period dividing childhood and adolescence. For women, physical sexual maturity is marked by the presence of menstruation for the first time and for men it is marked by the beginning of the release of sperm or the beginning of wet dreams. In adolescence, usually adolescents will experience physical changes and psychological changes. This situation causes them to be afraid and confused in overcoming it. One way to prepare these adolescents is by providing education or counseling to adolescents about puberty in schools. By providing this information, their knowledge will increase. So, teenagers will know how they will deal with it. The purpose of this study was to determine the effectiveness of health education about puberty on increasing adolescent knowledge in Desa Gemblegan Kalikotes Klaten. This type of research is a pre-experiment with One Group Pre-test and Post-test research designs. The population in this study were 219 teenagers who attended Junior High School (SMP) in Gemblegan Village. The sample in this study were 67 adolescents. The sampling technique is simple random sampling. The research instrument used a questionnaire. Bivariate data analysis used paired T test. Based on the results of the research, the majority of adolescent knowledge before being given health education was in the poor category (65.67%), and after being given health education, the majority of adolescent knowledge was in the good category (52.24%). From the analysis, it was found that the average knowledge before being given health education was 51.19 with a standard deviation of 12.063 and the average knowledge after being given health education was 73.21 with a standard deviation of 11.339. The mean value of the difference between knowledge before and after being given health education was 22.015 with a standard deviation of 17.168. The statistical test results obtained p value = 0.0001, it can be concluded that there is a significant difference in the average knowledge of adolescents before and after being given health education about puberty, which means that health education about puberty is proven to be effective in increasing adolescent knowledge in Gemblegan Village, Kalikotes, Klaten. Pubertas adalah periode pembagi antara masa kanak-kanak dengan masa remaja. Bagi perempuan kematangan seksual secara fisik ditandai adanya menstruasi pertama kali dan laki-laki ditandai dengan awal keluarnya sperma atau saat awal mimpi basah. Pada masa remaja ini biasanya remaja akan mengalami perubahan fisik dan perubahan psikologis. Keadaan ini menyebabkan mereka takut dan bingung dalam mengatasinya. Salah satu cara untuk mempersiapkan remaja tersebut adalah dengan memberikan pendidikan atau penyuluhan kepada remaja tentang pubertas di sekolah-sekolah. Dengan memberikan penyuluhan tersebut, maka pengetahuan mereka akan bertambah. Sehingga, remaja akan tahu bagaimana mereka akan menghadapinya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas pendidikan kesehatan tentang pubertas terhadap peningkatan pengetahuan remaja di Desa Gemblegan Kalikotes Klaten. Jenis penelitian ini adalah pra eksperimen dengan rancangan penelitian One GroupPre-test dan Post-test. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Desa Gemblegan sebanyak 219 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 67 remaja. Teknik sampling dengan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data bivariat menggunakan uji T berpasangan. Berdasarkan hasil penelitian pengetahuan remaja sebelum diberikan pendidikan kesehatan mayoritas berada dalam kategori kurang (65,67%), dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan pengetahuan remaja mayoritas berada dalam kategori baik (52,24%). Dari hasil analisis diperoleh rata- rata pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan adalah 51,19 dengan standar deviasi 12,063 dan rata- rata pengetahuan sesudah diberikan pendidikan kesehatan adalah 73,21 dengan standar deviasi 11,339. Nilai mean perbedaan antara pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan adalah 22,015 dengan standar deviasi 17,168. Hasil uji statistik didapatkan nilai p = 0,0001 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan rata-rata pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang pubertas yang artinya pendidikan kesehatan tentang pubertas terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja di Desa Gemblegan Kalikotes Klaten.
PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRIH MERAH EFEKTIF MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA DIABETES MELLITUS Nita Yunianti Ratnasari; Rimbaini Budi Nurhana
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 2 (2019): Juli 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes comes from the Greek meaning "to drain or divert" (siphon). Mellitus comes from the Latin meaning sweet or honey. Diabetes Mellitus Disease (DM) can be interpreted as individuals who drain a large volume of urine with high glucose levels.Diabetes Mellitus (DM) is a disease characterized by an absolute presence of insulin or a relative decrease in cell insensitivity to insulin. DM can also be interpreted as a metabolic disorder characterized by hyperglycemia associated with abnormalities in themetabolism of carbohydrates, fats, and proteins caused by a decrease in insulin secretion or a decrease in insulin sensitivity or both leading to chronic complications of microvascular, macrovascular, and neuropathy. Indonesia is the 7th country with 8.5million DM sufferers after China, India, and the United States, Brazil, Russia, Mexico. Dm incidence rate according to Basic Health Research (RISKESDAS) in 2014, there was an increase from 1.1 % in 2007 increased to 2.1 % in 2013 from the overall population of250 million people. Develop a resume of nursing care in patients with DM with the act of giving a decoction of red betel leaves to lower blood sugar levels. This study uses a case study method. Participants were 3 respondents. The instruments used are red betel leaves, glasses, hot water, and stationery. The majority of respondents said blood circulation was smooth. This is in accordance with the criteria of results that have been determined by researchers at the stage of nursing planning so that the problem of ineffectiveness of peripheral tissue perfusion can be resolved. A decoction of red betel leaf water is proven to overcome the ineffectiveness of peripheral tissue
GAMBARAN DUKUNGAN KELUARGA PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR DI DESA GUMIWANG KECAMATAN WURYANTORO Susana Nurtanti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah pentingnya dukungan keluarga bagi anak usia sekolah dasar karena dengan adanya dukungan keluarga anak-anak bisa mengontrol perilakunya. Dari 200 anak telantar yang diteliti di Surabaya, diketahui hanya 3,5%responden yang mengaku tidak pernah diperlakukan salah oleh kedua orang tuanya atau keluarganya. Hampir semua anak telantar mengaku pernah menjadi objek tindak kekerasan dalam keluarga (96,5%), dan bahkan 61% di antaranya mengaku sering diperlakukan kasar. Ke-200 anak telantar tersebut, 70% mengaku sering menjadi korban pemukulan di rumah, 66% mengaku dimaki secara kasar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dukungan keluarga pada anak usia sekolah dasar. Desain penelitian ini adalah Descriptive , jumlah sampel 50 responden dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkandukungan keluarga pada anak usia sekolah dasar di Desa Gumiwang Kecamatan Wuryantoro ditunjukkan dengan hasil olah data statistik bahwa distribusi frekuensi dukungan keluarga dengan nilai baik sebesar 35 (70.0%), sedangkan distribusi frekuensi dukungan keluarga dengan nilai buruk sebesar 15 (30.0%).
PENGARUH GAYA HIDUP DENGAN KUALITAS HIDUP LANSIA DI PANTI WREDHA WONOGIRI Kristiana Puji Purwandari; Nugroho Priyo Handono
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A healthy lifestyle describes daily behavior patterns that lead to efforts to maintain a positive physical, mental, social condition. A healthy lifestyle includes sleeping, eating, weight control, not smoking, or drinking alcohol, exercising regularly and being skilled in managing stress experienced by Lisnawati (2006). This study aims to analyze the effect of lifestyle (physical activity, nutrition / diet, sleep rest, behavior) on the health status of the elderly at the Wredha Wonogiri Home. The method used in this research is descriptive research method conducted at the Wredha Wonogiri Home. Descriptive research design, namely research conducted to present a complete description of data and picture of the lifestyle of the elderly using a questionnaire. This study used a survey method approach, namely to collect extensive and large factual data. In this study, the data collection tool was a questionnaire. This questionnaire is defined as a well-structured list of questions, where respondents only need to provide answers or provide certain signs. The results of staistical data processing show that 14 respondents (100%) have a good quality of life. The lifestyle of the elderly at the Wredha Home is classified as good because it is found that a high percentage indicates that the elderly with good physical activity, good diet / nutrition, good resting patterns, and good behavior so that they have a good quality of life as well. This fairly good physical activity shows that the elderly take walks outside the home, light exercise, perform worship, sweep, mop, wash dishes, wash clothes, sunbathe, and breathe fresh air. For diet or nutrition, the elderly at the Wredha Home receive nutritious and balanced food intake. By eating fruits, drinking 8 glasses of water, drinking tea and drinking milk. Fulfillment of the need for sleep rest for the elderly in Wredha orphanage shows a high percentage of the need for sleep rest both during the day and at night. The elderly also have time such as recreation by watching television and reading newspapers or books. The behavior of the elderly, such as praying, surrendering, fasting on certain days shows a high percentage so that it provides a sense of security, reduces anxiety and loneliness felt by the elderly. Gaya hidup sehat menggambarkan pola perilaku sehari-hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik, mental, sosial berada dalam keadaan positif. Gaya hidup sehat meliputi kebiasaan tidur, makan, pengendalian berat badan, tidak merokok, atau minum-minuman beralkohol, berolahraga secara teratur dan terampil dalam mengelola stres yang dialami Lisnawati (2006). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya hidup (aktifitas fisik, nutrisi/pola makan, istirahat tidur, perilaku) terhadap status kesehatan lanjut usia (lansia) di Panti Wredha Wonogiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian diskripsi yang dilakukan di Panti Wredha Wonogiri. Desain penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukanuntuk menyajikan suatu data dan gambaran lengkap mengenai gambaran gaya hidup lansia dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode survey yaitu untuk pengumpulan data secara faktual yang luas dan banyak. Dalam penelitian ini alat pengumpul data adalah kuisioner. Kuisioner ini diartikan sebagai daftar pertanyaan yang sudah tersusun dengan baik, dimana responden tinggal memberikan jawaban atau dengan memberikan tanda-tanda tertentu. Dari hasil olah data statistik menunjukkan bahwa 14 responden (100%) memiliki kualitas hidup yang baik. Penerapan gaya hidup lansia di Panti Wredha tergolong baik karena ditemukan persentasi yang tinggi menunjukkan lansia dengan aktifitas fisik yang baik, pola makan/nutrisi yang baik, pola istirahat yang baik, dan perilaku yang baik sehingga memiliki kualitas hidup yang baik juga. Aktifitas fisik yang cukup baik ini menunjukkan lansia melakukan kegiatan jalan-jalan di luar rumah, olahraga ringan, melakukan ibadah, menyapu, mengepel, mencuci piring, mencuci pakaian, berjemur matahari, dan menghirup udara segar. Untuk pola makan atau nutrisi lansia di Panti Wredha menerima asupan makanan yang bergizi dan seimbang. Dengan mengonsumsi buah-buahan, minum air putih sebanyak 8 gelas, minum teh dan minum susu. Pemenuhan kebutuhan istirahat tidur untuk lansia di panti Wredha persentasi yang tinggi menunjukkan kebutuhan istirahat tidur terpenuhi baik pada siang hari maupun malam hari. Lansia juga memiliki waktu seperti rekreasi dengan menonton televisi dan membaca koran atau buku. Untuk perilaku lansia seperti melakukan ibadah, berserah diri, melakukan puasa di hari-hari tertentu menunjukkan persentasi yang tinggi sehingga memberikan rasa aman, mengurangi rasa cemas dan kesepian yang dirasakan oleh lansia.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN KUNJUNGAN IBU KE POSYANDU DI KABUPATEN SRAGEN Retno Ambarwati; Nita Yunianti Ratnasari; Kristiana Puji Purwandari
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mother's education and knowledge about child development is one of the important factors in child development. Mother's education is good, so being able to receive all information from outside, especially on how to take good care of children and maintain good health of the child, a visit to the posyandu is also a very important factor for monitoring the growth and development of toddlers.The objective is to analyze the relationship between mother's education level and the level of mother's knowledge about the growth and development of children under five with the mother's visit to the posyandu at santa Anna Sragen kindergarten. This research is observational with cross sectional approach. Research subjects by 27 respondents. Sampling with a simple random sampling system. Data on mother's education, mother's knowledge, and mother's visit to the posyandu were obtained through questionnaires. Data analysis using Chi-Square test. The relationship between mother's education level with visits to the posyandu for mothers in Santa Anna Sragen Kindergarten with a 2 count value of 6.217 (p= 0.013 <0.05) so that H0 was rejected and Ha was accepted. The relationship between the level of mother's knowledge about the growth and development of children under five with a visit to the posyandu in mothers in Santa Anna Sragen Kindergarten with a value of 2 count was 10.919 (p= 0.004 <0.05) so that H0 was rejected and Ha was accepted. There is a positive and significant relationship between mother's education level with visits to osyandu for mothers in Santa Anna Sragen Kindergarten. There is a positive and significant relationship between mother's level of knowledge about the growth and development of children under five with visits to osyandu for mothers in Santa Anna Sragen Kindergarten. Pendidikan dan pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak merupakan salah satu faktor yang penting dalam tumbuh kembang anak. Pendidikan ibu baik, maka dapat menerima segala informasi dari luar terutama tentang cara mengasuh anak yang baik dan menjaga kesehatan anak yang baik kunjungan ke posyandu juga merupakan faktor yang sangat penting bagi pemantauan tumbuh kembang balita. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan tingkat pendidikan ibu dan dengan tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak balita dengan kunjungan ibu ke posyandu di TK santa Anna Sragen.Penelitian ini bersifat obvservasional dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebesar 27 responden. Pengambilan sampel dengan sistem simple random sampling. Data pendidikan ibu, Pengetahuan ibu, dan kunjungan ibu ke posyandu didapatkan melalui pengisian kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hubungan antara tingkat pendidikan ibu dengan kunjungan ke posyandu pada ibu di TK Santa Anna Sragen dengan nilai 2 hitung adalah sebesar 6,217 (p= 0,013 < 0,05) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Hubungan antara Tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak balita dengan kunjungan ke posyandu pada ibu di TK Santa Anna Sragen dengan nilai 2 hitung adalah sebesar 10,919 (p= 0,004 < 0,05) sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Ada hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dengan kunjungan ke posyandu pada ibu di TK Santa Anna Sragen, Ada hubungan yang positif dan signifikan antara Tingkat pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang anak balita dengan kunjungan ke posyandu pada ibu di TK Santa Anna Sragen.
GAMBARAN STATUS GIZI REMAJA PUTRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURETNO Sri Handayani
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nutritional status of adolescents which is determined by their diet will greatly determine whether they can achieve optimal physical growth according to their genetic potential. This research is an analytical survey that aims to see an overview of the nutritional status of young women. This research was conducted in December 2018 in the working area of the Baturetno Health Center. The population of this study were all young women in the working area of Baturetno Health Center. The sample of thisstudy was 700 young women who met the inclusion and exclusion criteria. The results showed that the nutritional status of underweight was 266 or 38%, respondents with normal nutritional status were 335 or 47.9%, respondents with fat nutritional status were 46 or 6.6% and respondents with obesity nutritional status were 53 or 7.6%. .Based on the results of the study, it was found that most of the nutritional status of young women in the working area of Baturetno Health Center was normal nutritionalstatus. Status gizi remaja yang dicermikan oleh pola makannya akan sangat menentukan apakah mereka bisa mencapai pertumbuhan fisik yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang dimilikinya. Rancangan penelitian ini adalah survey analitik yang bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada remaja putri.Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2018 di wilayah kerja Puskesmas Baturetno. Populasi penelitian ini adalah semua remaja putri yang berada di wilayah kerja Puskesmas Baturetno. Sampel penelitian ini adalah remaja putri yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 700 responden. Hasil penelitian menunjukkan responden dengan status gizi kurus sebanyak 266 atau 38%, responden dengan status gizi normal sebanyak 335 atau 47.9%, responden dengan status gizi gemuk sejumlah 46 atau 6.6% dan responden dengan status gizi obesitas sebanyak 53 atau 7.6%. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa sebagian besar status gizi pada remaja putri di wilayah kerja Puskesmas Baturetno adalah status gizi normal.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI BPM PERMATA BUNDA SLOGOHIMO WONOGIRI Y. Wahyunti Kristiningtyas; Triwahyuniastuti
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antenatal screening is an important part of antenatal care shaping the way services are delivered. In accordance with the role of a midwife as stipulated in the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia number 28 / MENKES / PER / X / 2017 concerning the license and implementation of midwife practice which includes maternal health services, child health services and women's reproductive health services and family planning. Antenatal care aims to prevent complications and ensure that complications in childbirth can be detected early and treated properly. Antenatal examinations are an important part of antenatal care shaping the way services are delivered. Routine initial visits at least nine examinations which include: weighing, measuring blood pressure, nutritional status (measure upper arm circumference), measuring fundal height, determining fetal presentation and Fetal Heart Rate (FHR), giving complete tetanus toxoid immunization, giving iron tablets of at least 90 tablets, tests for sexually transmitted diseases (STDs) and talks in preparation for referrals (Sullivan. A, Kean. L and Cryer. A, 2009). According to the data obtained, the ANC visit at BPM Permata Bunda is classified as higher than at the surrounding BPM. At BPM Permata Bunda in 1 year in 2018 there were 754 visits by pregnant women. This is because the services provided by midwives are very satisfying and the check rates are very affordable. The purpose of this study is to describe the factors that affect the utilization of ANC services at BPM Permata Bunda, Waru Slogohimo Village in 2018. The sample in this study were all pregnant women who examined at BPM Permata Bunda in Waru Village, Slogohimo as many as 62 people and the sample was taken by way of accidental sampling. The research design used was descriptive with a cross-sectional approach. This study uses a questionnaire instrument that has been tested for validity and reliability. The results showed that (1) the characteristics of the respondents were: 66.1% of respondents were 20-35 years old, 14.5% of respondents were <20 years old and 19.4% of respondents were> 35 years old. The factors that influence the utilization of ANC services are knowledgeable (53.2%), have graduated from junior high school (38.7%), the decision makers are done by themselves (51.6%). Based on the distance traveled, respondents said that the distance was close (53.2%). Based on economic status, respondents have low income (56.4%). Then based on the actions taken by the midwife, respondents said that the actions taken by the midwife were good or according to standards (96.8%). Pemeriksaan antenatal merupakan bagian penting dalam asuhan antenatal yang membentuk cara pemberian layanan. Sesuai dengan peran bidan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 28/MENKES/PER/X/2017 tentang izin dan penyelenggaraan praktek bidan yang meliputi pelayanan kesehatan ibu, pelayanan kesehatan anak dan pelayanan kesehatan reproduksi perempuan dan keluarga berencana. Pelayanan antenatal bertujuan untuk mencegah komplikasi dan menjamin bahwa komplikasi dalam persalinan dapat terdeteksi secara dini serta ditangani secara benar. Pemeriksaan antenatal merupakan bagian penting dalam asuhan antenatal yang membentuk cara pemberian layanan. Kunjungan awal rutin setidaknya sembilan pemeriksaan yang meliputi: timbang berat badan, ukur tekanan darah, nilai status gizi (ukur lingkar lengan atas), ukur tinggi fundus uteri, tentukan presentasi janin dan Denyut Jantung Janin (DJJ), pemberian imunisasi tetanus toxoid lengkap, pemberian tablet besi minimal 90 tablet, tes terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS) dan temu wicara dalam rangka persiapan rujukan (Sullivan. A, Kean. L dan Cryer. A, 2009). Menurut data yang diperoleh kunjungan ANC di BPM Permata Bunda tergolong tinggi daripada di BPM sekitarnya. Di BPM Permata Bunda dalam 1 tahun pada tahun 2018 terdapat 754 kunjungan ibu hamil. Hal ini dikarenakan pelayanan yang dilakukan oleh bidan sangat memuaskan dan tarif periksanya sangat terjangkau. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan ANC di BPM Permata Bunda Desa Waru Slogohimo tahun 2018. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil yang periksa di BPM Permata Bunda di Desa Waru, Slogohimo sebanyak 62 orang dan sampel diambil dengan cara accidental sampling. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini menggunakan instrument kuesioner yang sudah melalui uji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian diketahui (1) karakteristik responden: 66,1% responden berumur 20-35 tahun, 14,5% responden berumur <20 tahun dan 19,4% responden berumur >35 tahun. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemanfaatan pelayanan ANC berpengetahuan baik (53,2%), berpendidikan tamat SMP (38,7%), pengambilkeputusan dilakukan diri sendiri (51,6%). Berdasarkan jarak tempuh, responden mengatakan bahwa jarak tempuh dekat (53,2%). Berdasarkan status ekonomi, responden berpendapatan rendah (56,4%). Kemudian berdasarkan tindakan yang dilakukan oleh bidan, responden mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan bidan baik atau sesuai standar (96,8%).
PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP STATUS NUTRISI IBU HAMIL Putri Halimu Husna; Kristia Murni
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Menurut World Health Organization (WHO) Kematian ibu masih cukup tinggi, setiap hari diseluruh dunia sekitar 808 perempuan meninggal akibat komplikasi dalam kehamilan atau persalinan. Menurut WHO, 40% kematian ibu dinegara berkembang disebabkan oleh KEK dan anemia selama kehamilan. Kurang energi kronis (KEK) merupakan keadaan dimana ibu menderita kekurangan makanan yang berlangsung menahun (kronis) yang mengakibatkan timbulnya gangguan kesehatan pada ibu. Ibu hamil yang mengalami KEK lima kali berisiko untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR). Untuk mengetahui ibu hamil mengalami KEK atau tidak dilakukan pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui status gizi pada ibu hamil yang mengalami resiko KEK sebelum dan setelah pemberian pendidikan kesehatan di Dusun Tunggul Giriwono Wonogiri tahun 2018. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan case study research (studi kasus). Dengan jumlah populasi 16 ibu hamil di Dusun Tunggul, Desa Giriwono wonogiri. Dalam penelitian ini peneliti mengambil 3 informan yaitu ibu hamil multigravida trimester II. Pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, pengukuran LILA menggunakan pita LILA. Hasil: Didapatkan data pengukuran LILA sebelum pendidikan kesehatan adalah informan 1 dengan LILA sebesar 22,5 cm, informan II 23,5 cm dan informan III 22,0 cm. Pengukuran LILA 2 bulan setelah pendidikan kesehatan didapatkan hasil adalah LILA informan I sebesar 24,5 cm, LILA informan II sebesar 25 cm dan LILA informan III sebesar 24 cm. Kesimpulan: Hasil penelitian ini menunjukan adanya peningkatan status nutrisi ibu hamil yang mengalami resiko KEK sebelum dan sesudah pemberian pendidikan kesehatan. Program pencegahan KEK pada ibu hamil sebaiknya dijalankan dengan baik terutama dalam pemberian makanan tambahan saat kelas ibu hamil dan pemeriksaan LILA secara rutin. Background: According to the World Health Organization (WHO) Mother's death is still quite high, every day around the world about 808 women die from complications in pregnancy or childbirth. According to WHO, 40% of maternal deaths in developing countries are caused by CED and anemia during pregnancy. Chronic energy deficiency (CED) is a condition where the mother suffers from chronic food shortages (chronic) resulting in the occurrence of health problems in the mother. Pregnant women who have CED five times more risk to give birth to babies with low birth weight (LBW). To know pregnant women have CED or not, measurement were madeof mid-upper arm circumference (MUAC). Purpose: The purpose of this study was to determine the nutritional status of pregnant women who experience the risk of KEK before and after providing health education in Tunggul Giriwono Village, Wonogiri in 2018. Method: This research used a qualitative research with case study research approach.. Thepopulation were 16 pregnant women in Tunggul Village, Giriwono Wonogiri Village. In this study researchers took 3 samples of pregnant women multigravida trimester II. Data collection by using interview, observation, measurement of MUAC to know pregnant women have CED risk. Results: The data obtained from measurement of MUAC before health education are informan 1 with MUAC of 22.5 cm, informan II is 23.5 cm and informan III is 22.0 cm. Measurement of MUAC 2 months after health education, the results obtained were MUAC informan I was 24.5 cm MUAC, informan II was 25 cm and MUAC informan III was 24 cm. Conclusion: The results of this study indicate an increase in the nutritional status of pregnant women who experience the risk of CED before and after the provision of health education. The CED prevention program for pregnant women should be carried out well, especially in providing additional food during pregnancy classes and routine MUAC examinations.
EFEKTIVITAS DIET JUS TOMAT UNTUK MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI SELOGIRI KABUPATEN WONOGIRI Yohanes Wahyu Nugroho; Linta Widi Nuasirina
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Hypertension is a disorder of the circulatory system which is quite disturbing to public health, this is due to non-tangible symptoms which are often fatal and if not treated immediately can cause damage to organs in the body such as the heart, kidneys, eyes and vessels blood. Tomato fruit is the most nutritious part to cure diseases, one of which is high blood pressure. The most important compounds are solanine alkaloids, saponins, folic acid, malic acid, citric acid, sugar (glucoa, fructose), adenine, trigonelin, kholin, tomatin, and histamine which can overcome high blood pressure in hypertension. Objective : Obtained real experience and effectiveness of tomato juice diet to reduce blood pressure in patients with hypertension to overcome the problem of high blood pressure. Method : Descriptive case study which is one type of strategy in qualitative research, with a case study research approach. From several respondents, the authors only took 20 respondents to be usedas case studies. Results : From the study found an average decrease systolic blood pressure of group experiment was 9,6 mmHg with standard deviation 0,843 and diastolic was 5,2 mmHg with standard deviation 1,229. Result Paired Sample T Test of experiment group is p<0, 05, indicating a tomato juice can lower blood pressure. In the Independent T Test values obtained significance p<0,05, which means there is significant difference in blood pressure reduction between experiment group and control group. Patients with hypertension are advised to consume tomato juicefor high blood pressure treatment. banyak mengganggu kesehatan masyarakat, hal ini disebabkan gejalanya yang tidak nyata yang sering kali berakibat fatal. Buah tomat merupakan bagian yang paling berkhasiat untuk menyembuhkan penyakit salah satunya adalah penyakit darah tinggi. Senyawa yang paling penting adalah alkaloid solanin, saponin, asam folat, asam malat, asam sitrat, gula (glukoa, fruktosa), adenin, trigonelin, kholin, tomatin, dan histamin yang mampu mengatasi tekanan darah tinggi pada penyakit hipertensi.Tujuan : Diperolehnya pengalaman nyata dan efektivitas diet jus tomat untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi untuk mengatasi masalah tekanan darah tinggi. Metode : Quasi Experimental yang merupakan salah satu jenis strategi dalam penelitian kuantitatif, dengan pendekatan case study research (studi kasus). Dari beberapa responden, penulis mengambil 20 responden. Dianalisa dengan bivariat dan menggunakan uji wilcoxon. Dimana perlakuannya adalah pemberian jus tomat sebesar 200 ml sebanyak 1 kali sehari selama 7 hari terhadap pasien hipertensi. Hasil : hasil tekanan darah sebelum dilakukan perlakuan yaitu rata – rata sistolik sebesar 167,10 mmHg dan diastolik sebesar 92, 20 mmHg. Dimana hasilnya tingkat tekanan darah tinggi yang dirasakan responden menurun dengan rerata penurunan tekanan darah sistolik kelompok eksperimen adalah 9,60 mmHg dengan standar deviasi 0,843 mmHg dan rerata penurunan diastolik adalah 5,20 mmHg dengan standar deviasi 1,229 mmHg.
PENDIDIKAN KESEHATAN INHALASI SEDERHANA TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN KELUARGA DENGAN ASMA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELOGIRI Nita Yunianti Ratnasari; Vena Yuliana
Jurnal Keperawatan GSH Vol. 8 No. 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Asthma is a chronic inflammation of the airways. Chronic airways that have chronic inflammation are hyperresponsive so that when stimulated by certain risk factors, the airway becomes blocked and the air flow is obstructed due to bronchial constriction, mucous congestion, and increased inflammation. Lack of patient and family knowledge can increase the risk of asthma complications. To improve the prevention of complications, health education in simple inhalation therapy is given. The purpose of this study was to determine the effect of health education on simple inhalation therapy on the level of knowledge of families of asthmatics. The method used in this research is descriptive case study which is one type of strategy in qualitative research with a case study research approach (case study). The population in this study was all of the Tandan Village, Kepatihan Village, Selogiri Subdistrict, which are included in the work area of the Selogiri Community Health Center who suffer from asthma. Sample of 3 family respondents with asthma. The action taken was simple inhalation health education. This health education is carried out 1 day for 1 hour. All three family respondents experienced an increase in knowledge as evidenced by the ability to answer the questionnaire before and after being given health education, from the inadequate category (33% - 53%) to the moderately good category (73% -100%). From the case study it was found that the level of respondents' knowledge increased as evidenced by the ability to answer the questionnaire before and after being given health education, from the category of inadequate (33% -53%) to the category of fairly good (73% - 100%). The increase in the level of knowledge is influenced by the level of education, socioeconomic, age, and experience of obtaining previous health education.

Page 5 of 13 | Total Record : 128