cover
Contact Name
Arief Yanto
Contact Email
arief.yanto@unimus.ac.id
Phone
+6285852926840
Journal Mail Official
jurnal.pengmasppni@gmail.com
Editorial Address
Jl. Yos Sudarso No. 47-49 Genuk, Ungaran Barat, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Perawat
ISSN : -     EISSN : 28298713     DOI : https://doi.org/10.32584/jpp
Core Subject : Health,
Jurnal Pengabdian Perawat (eISSN: 28298713) is a national journal that publishes the work of nurses service to the community. This journal publishes two editions in 1 year (May and November). Jurnal Pengabdian Perawat was created to facilitate nurses who want to disseminate the performance of community service that has been carried out. This journal is published by Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025" : 6 Documents clear
Model Pemberdayaan Kader Kesehatan dan Pra Lansia Melalui Pengelolaan Kebun Herbal dengan Sistem Irigasi Kapiler untuk Menunjang Healthy and Active Aging Widhowati, Siwi Sri; Yuniarsih, Sri Mumpuni; Mahbub, Khafid; Sajuri; Afifah, umul; Ajeng, Miftahul
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus merupakan permasalahan kesehatan masyarakat yang signifikan di antara populasi pra-lansia di Indonesia. Program pengabdian masyarakat di Desa Tratebang, Pekalongan, bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pra-lansia dan kader kesehatan melalui pengelolaan kebun herbal dengan sistem irigasi kapiler. Program ini dilaksanakan pada bulan September hingga November 2024 dengan melibatkan 30 orang pra-lansia dan 10 orang kader kesehatan. Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi mengenai penuaan yang sehat, pelatihan budidaya tanaman herbal dengan sistem irigasi kapiler, pembuatan kompos organik, pengolahan minuman herbal dan simplisia, serta pelatihan branding dan pemasaran. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan penanaman tanaman herbal di antara para peserta, peningkatan keterampilan dalam memproduksi dan memasarkan simplisia, dan manajemen kesehatan yang lebih baik untuk hipertensi dan diabetes melitus. Prevalensi hipertensi menurun dari 52% menjadi 39%, dan kadar glukosa darah puasa menurun secara signifikan (p = 0,049). Meskipun penurunan tekanan darah tidak signifikan secara statistik, para peserta melaporkan peningkatan kesehatan dan berkurangnya gejala. Proyek ini menyoroti potensi pengobatan herbal berbasis komunitas untuk manajemen penyakit kronis dan penuaan yang sehat, di samping membentuk kelompok kesehatan herbal yang berkelanjutan dalam layanan kesehatan lokal.
Selflove untuk Menjaga Kesehatan Jiwa Ibu Rumah Tangga melalui Edukasi Kesehatan Jiwa dan Pengenalan Peran Psikolog di Desa Tambakboyo Wulansari; Vifri Ismiryam, Fiktina; Muntamah, Ummu
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Selflove merupakan satu kata yang memiliki makna mencintai diri sendiri yang dilakukan dengan bukti konkrit dalam memperlakukan diri sendiri. Untuk membuktikan cinta pada diri sendiri dilakukan dengan mengenali apa yang terjadi pada diri. Mengenali sesuatu lebih lanjut dapat dilakukan dengan adanya peningkatan pengetahuan. Salahsatu yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pengetahuan adalah melalui mengikuti kegiatan edukasi. Pemahaman tentang seputar masalah kesehatan jiwa nantinya dapat digunakan untuk mencapai kesehatan jiwa. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan pada ibu rumah tangga tentang masalah kesehatan jiwa dan penanganannya sehingga nanti meningkatkan selflove pada diri serta membagi pengetahuan ke ibu rumah tangga lainnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode pembelajaran contextual teaching and learning dan metode pembelajaran deduktif, yang mana pemateri memberikan materi dan didalamnnya peran aktif peserta ditonjolkan serta penjelasan dari hal umum terkait permasalahan hingga penanganan. Untuk metode penulisan yang digunakan adalah metode diskriftif. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan edukasi kesehatan yang tergambar dari kepemahaman tentang kesehatan jiwa pada ibu rumah tangga hingga apa Upaya yang dapat dilakukan untuk menjaganya serta kapan harus melakukan perawatan lanjutan. Hasil menunjukkkan tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan menunjukkan pengetahunnya baik yaitu mencapai 30 (73,17%) peserta, sebaran benar pertanyaan merata terkait seluruh pertanyaan.  Dan pada tingkat pengetahuan cukup sebesar 11 (26,83%), dan setelah kegiatan tidak ada lagi yang pengetahuannya dalam kelompok kurang. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah edukasi kesehatan yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan yang nantinya merangsang selflove. Saran dalam kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan tentang pelatihan pelatihan intervensi mandiri untuk mereduksi masalah kesehatan jiwa.
Pemberdayaan Lansia Penderita Diabetes Melitus dan Keluarga Berbasis Model Caring Elderly Muntamah, Ummu; Susilo, Tri; Purwaningsih, Puji
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keterlibatan keluarga adalah kunci untuk memastikan keberlanjutan perawatan dan pengelolaan diabetes secara mandiri. Oleh karena itu, pemberdayaan lansia dan keluarganya sangat penting untuk mencapai pengelolaan diabetes yang optimal. Pendekatan Caring Elderly Model menawarkan solusi inovatif yang menempatkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan dukungan emosional sebagai inti pemberdayaan. Model ini mengintegrasikan konsep manajemen perawatan diri diabetes untuk menciptakan sinergi antara pasien lansia dan anggota keluarga dalam mengelola penyakit secara bersama-sama. Pengabdian Masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan manajemen perawatan diri diabetes. Bagi keluarga, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan untuk mendukung lansia secara holistik. Kegiatan Pengabdian Masyarakat terdiri dari 3 tahap, yaitu: survei pendahuluan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan pemberdayaan lansia penderita DM dan keluarganya berbasis model lansia peduli terbukti efektif dalam meningkatkan manajemen perawatan diri diabetes (p value 0.001). Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat berupa pemberdayaan lansia penderita DM dan keluarganya berbasis model lansia peduli bermanfaat bagi lansia penderita DM, keluarga dan Puskesmas
Pelatihan Senam Persendian untuk Menurunkan Gangguan Sistem Muskuloskeletal pada Lansia Altiara Cahya Pengestu, Nasya; Martiani, Tri Martiani; Aulia Sani, Shaffa; Randi, Cristiawan; Nurviana, Risma; Puspita, Yulia; Dwi, Vera
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan usia harapan hidup di Indonesia menyebabkan bertambahnya jumlah lansia, yang secara langsung menuntut perhatian lebih terhadap kesehatan fisik dan mental mereka. Salah satu masalah yang umum dialami oleh lansia adalah gangguan pada sistem muskuloskeletal, terutama penurunan fungsi persendian yang berdampak pada keterbatasan gerak dan kualitas hidup. Dalam rangka mendukung upaya promotif dan preventif terhadap kondisi tersebut, perlu diadakannya senam lansia. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan sendi serta melatih lansia agar mampu melakukan gerakan senam secara mandiri dan rutin. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi pemberian materi edukatif, demonstrasi langsung oleh instruktur, serta praktik bersama yang dibimbing secara intensif. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para lansia, peningkatan pengetahuan tentang fungsi sendi, serta kemampuan mengikuti gerakan senam dengan baik. Peserta juga mengungkapkan keinginan agar kegiatan ini dapat dilakukan secara berkala sebagai bagian dari kegiatan rutin posyandu. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para lansia dapat menjaga fleksibilitas dan kekuatan sendi, mengurangi risiko cedera, serta meningkatkan kualitas hidup secara menyeluruh. Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi tim PKM dalam pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan kesehatan preventif.
Pemberdayaan Orang Tua dalam Meningkatkan Nafsu Makan Balita melalui Akupresur Titik Zhongwan (CV12) sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sari, Dewi Kartika; Anggraeni, Enggar; Kuswinarti, Enny; Suprihartini, Cucuk; Arif Budiman, Frenky
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan orang tua dalam meningkatkan nafsu makan balita melalui akupresur pada titik Zhongwan (CV12) merupakan upaya untuk mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua di Desa Tunjung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, mengenai manfaat akupresur dalam meningkatkan nafsu makan balita. Kegiatan dimulai dengan survei awal, dilanjutkan dengan sosialisasi dan pelatihan teori serta praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pemahaman orang tua setelah pelatihan. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman orang tua mengenai teknik akupresur; sebelum pelatihan, 80% peserta memiliki pemahaman "Kurang", sementara setelah pelatihan, 90% peserta menunjukkan pemahaman "Baik". Program ini berhasil meningkatkan keterampilan orang tua dalam mengaplikasikan teknik akupresur di rumah, yang diharapkan dapat mendukung peningkatan nafsu makan balita secara alami. Evaluasi lebih lanjut diperlukan untuk menilai dampak jangka panjang dari penerapan teknik ini terhadap kesehatan balita dan keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini.
Edukasi Manfaat Baby Spa untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Trisnawati, Indah; Fidelia, Fidelia; Lia Santoso, Diajeng; Toyibah; Dina Maulina, Nafis; Kristiyana, Dona
Jurnal Pengabdian Perawat Vol. 4 No. 1 (2025): Mei 2025
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jawa Tengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan tumbuh kembang pada anak merupakan kondisi di mana anak yang lahir cukup bulan mengalami hambatan dalam pertumbuhan fisik, disertai kekurangan gizi serta keterlambatan perkembangan sosial dan motorik, yang dapat berdampak pada masa depannya. Baby spa merupakan salah satu bentuk stimulasi yang mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan bayi secara menyeluruh. Dalam pelaksanaannya, baby spa menggabungkan pijat bayi (massage) dan terapi air (hydrotherapy) untuk menyeimbangkan tubuh, pikiran, dan emosi bayi. Rangkaian kegiatan dalam baby spa biasanya meliputi baby massage, baby gym, dan baby swim. Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada ibu-ibu tentang manfaat baby spa terhadap pertumbuhan dan perkembangan bayi. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada hari Rabu, tanggal 7 Mei 2025 di Klinik Elthy Mom & Baby Care Salatiga. Peserta Pengabdian ini yaitu ibu-ibu yang mempunyai bayi yang berjumlah 5 peserta. Metode pengabdian Masyarakat ini yaitu dengan ceramah, tanya jawab serta demonstrasi. Hasil evaluasi penilaian setelah edukasi dan praktik langsung, sebanyak 85% peserta dapat menjelaskan kembali tentang manfaat baby spa untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi serta prosedur pijat bayi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6