cover
Contact Name
Rully Damayanti
Contact Email
puslit@petra.ac.id
Phone
+62312983147
Journal Mail Official
acesa@petra.ac.id
Editorial Address
Jl. Siwalankerto 121-131
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
ISSN : -     EISSN : 27160890     DOI : https://doi.org/10.9744/acesa
Core Subject : Engineering,
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture (ACESA) (ISSN: 2716-0890) is an open access international journal aims to provide a medium for the academic community to publish the latest research results in all fields of civil engineering and architecture. The journal is published biannually, in March and September, by Petra Christian University, Surabaya INDONESIA. The journal welcomes contributions in the form of original research articles, case and technical reports, review articles, and extended abstracts.
Articles 65 Documents
STUDI EVALUASI DAN POTENSI SENSE OF PLACE PADA BALKON APARTEMEN METROPOLIS SURABAYA Cynthia Christianty Carolina Eka Yudo; Rully Damayanti; Lintu Tulistyantoro
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12943

Abstract

Apartemen merupakan bangunan bertingkat yang terdiri dari beberapa unit hunian yang dilengkapi dengan fasilitas umum bersama, juga balkon pada tiap unitnya. Balkon termasuk ruang luar tambahan yang berfungsi untuk mengakomodasi aktivitas penghuninya. Namun sekarang balkon berubah fungsi menjadi ruang penyimpanan dan ruang peletakan outdoor AC. Hal ini tentunya mempengaruhi persepsi dan interaksi pengguna terhadap balkon. Penelitian ini mengidentifikasi masalah dan potensi sense of place khususnya pada balkon Apartemen Metropolis Surabaya. Metode penelitian yang dipakai adalah deskriptif kualitatif dengan mengevaluasi faktor sense of place yaitu physical feature, activities, meanings dan individual features melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi eksisting balkon berpotensi terhadap hadirnya sense of place khususnya melalui tiga kondisi pada balkon, yaitu penambahan dan penggunaan properti untuk kebutuhan servis, kebutuhan servis, dan penambahan properti untuk fasilitas. Kondisi yang berpotensi paling tinggi adalah bentuk balkon; pada bentuk balkon L dapat menampung aktivitas pengguna beserta propertinya dengan lebih berkualitas. Selain itu, balkon berbentuk huruf L juga memberikan kenyamanan bagi penghuni untuk tetap berada disana dikarenakan lebih private dan didukung oleh view yang optimal dari dua arah. Sedangkan pada balkon berbentuk persegi sense of place kurang terjadi karena peletakan property yang kurang memadai dan kurang nyaman dalam mengakomodasi aktivitas pengguna.
Pengaruh Elemen Persisten Terhadap Kualitas Street Front Kawasan Kota Kediri Christopher Daniel Suprapto; Rony Gunawan Sunaryo
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13449

Abstract

Pusat Kota Kediri merupakan kawasan awal dalam morfologi kota Kediri yang merupakan pusat perdagangan yang dulunya merupakan kawasan persawahan. Selain itu, tipologi bangunan Kota Kediri dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Kolonial, Tionghoa maupun Eropa. Seiring berjalannya waktu, area pusat Kota Kediri dipenuhi oleh street front pertokoan ruko tipikal di sepanjang jalan. Kualitas street front merupakan salah satu pembentuk identitas dan karakter kawasan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas street front di kawasan Kediri Kota, dengan menganalisis pengaruh perkembangan kawasan terhadap kualitas street front dan mengidentifikasi tipologi yang menghasilkan kualitas street front tertentu. Penelitian dilakukan pada urban tissue seluas 1000 m x 1000 m di sekitar pusat Kota Kediri. Hasil penelitian menunjukan adanya berbagai macam kualitas street front pada kawasan tersebut. Pada kawasan ini, rata rata street front mendapat nilai acceptable sedangkan kualitas vibrant sangat sedikit. Kualitas vibrant didapatkan ketika adanya aktivitas, detail pada bangunan, fasad, fasilitas dan fungsi bangunan yang beragam.
PERCEPTUAL STUDY OF PLASTIC WASTE BRICKS FOR SHARIA APARTMENT IN INDONESIA Muhammad Mutammam Musthofa; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 1 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i1.11187

Abstract

Bricks from plastic waste have the potential to become the wall material for apartment units because they are lightweight and have an interlock system that makes it easy to dismantle and reuse. Sharia Apartments in Indonesia exist because of the market potential for the majority of Muslims who are interested in a halal lifestyle. This article identifies Muslim perceptions of the application of bricks from plastic waste to sharia apartment residential units. The perception is carried out by comparing three plastic waste brick product companies. The method used is through questionnaires and interviews based on regional demographics. It was found that brick of plastic waste can be received positively by Muslim respondents, but its use is limited to particular spaces to avoid negative perceptions.
Keragaman Bentuk dan Struktur Ume Kbubu di Pulau Timor Aditya Hanggara Timbulong; Christopher Daniel; Doni Chandra; Yvonne Krisna Putri; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 1 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i1.13393

Abstract

Provinsi NTT merupakan salah satu daerah yang memiliki berbagai suku, beragam rumah tradisional yang menyesuaikan dengan daerah tempat para suku berhuni. Salah satunya adalah suku Atoni yang merupakan penghuni asli pulau Timor yang menempati bagian barat dan bagian tengah pulau Timor. Keturunan dari suku Atoni adalah suku Boti yang mendiami Timor Tengah Selatan, dan juga mendiami desa Maslete dan Kaenbaun yang terletak di Timor Tengah Utara. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan dan persamaan terhadap keaslian Ume Kbubupada desa ketiga melalui analisis bentuk dan struktur. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode arsip dengan studi literatur. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis lebih dalam dengan membuat model 3D. Adanya perbedaan letak geologis menyebabkan perbedaan bentuk, struktur, dan material Ume Kbubu dari berbagai desa, namun juga terdapat beberapa perjanjian. Perbedaan pada Ume Kbubu di tiga desa berbeda disebabkan oleh sumber daya alam, kebiasaan dan sifat masyarakat yang berbeda-beda.
Millennial Generation (Generation Y) in Surabaya Construction Projects: Perspective towards Generation Y Characteristics Alfonsus Dwiputra Widjaja
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 2 No. 1 (2019): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v2i1.8540

Abstract

Generation Y has important role in construction projects and will dominate the Indonesia demographic bonus period. Each generation has unique characteristics that impact ethics, work relations, attitudes toward change, and organization view. The purpose of this research is to analyze generation Y characteristics in Surabaya construction projects. Understanding its characteristics may maximize the potency and overcome the generation gap. The research begins with finding variables relate to generation Y characteristics. Data analysis is done by descriptive, inferential and factor analyses. According to generation Y, the highest characteristics that they agree is like to develop continuously. Generation Y in consultant and contractor companies has different perspectives toward their characteristics. Generation Y characteristics can be grouped into five groups, namely short-term thinking, creative, multitasking, detailed work instruction, and individualist. Mentoring and guidance is one of the methods that can be done to manage generation Y. 
Persepsi Penghuni Rusunawa Terkait Aspek Privasi Pada Bukaan Jendela di Unit Kamar Rusunawa Surabaya Reinaldo Nathanael William; Agus Dwi Hariyanto; Aris Budhiyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13455

Abstract

Kenyamanan privasi yang terdapat pada unit kamar rusunawa terbentuk melalui batasan ruang yang terdiri dari elemen vertikal dan horizontal. Bukaan jendela dan pintu sebagai bagian dari batasan ruang yang berperan penting dalam mengontrol interaksi antara bagian dalam dengan bagian luar unit kamar. Penerapan bukaan jendela dan pintu pada unit kamar mempengaruhi kuat atau lemahnya batasan ruang dan tingkat privasi yang terdapat pada ruangan tersebut. Berdasarkan teori Hall tentang batasan dan privasi ruang dipengaruhi oleh respon panca indera manusia. Bukaan jendela dan pintu diartikan sebagai bagian yang mengontrol respon indera manusia dalam pembentukan batasan ruang.  Hasil analisis menunjukkan bukaan jendela dan pintu memiliki pengaruh yang erat dalam pembentukan privasi dan kontrol akan parameter privasi ruang. Dalam analisis terdapat tiga dari lima indera yang secara dominan mempengaruhi batasan ruang dan privasi unit kamar rusunawa yaitu penglihatan, aksesibilitas dan proximity atau kedekatan.
Studi Alternatif Desain Tatanan Koridor Apartemen Melalui Aspek Environment Pada Konsep Human Well-Being Rudy Putra Setyantara; Maria Imaculata Hidayatun; Rully Damayanti
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 3 No. 1 (2021): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v3i1.11125

Abstract

Isu pertumbuhan penduduk yang pesat, menjadikan perubahan sistem hunian horizontal menjadi vertikal. Namun dengan perubahan tersebut apakah dapat sesuai dan menunjang kualitas hidup penghuninya, sama dengan hunian horizontal. Perubahan hunian menyebabkan mengakibatkan perbedaan kebiasaan pada hunian horizontal yang belum dapat ditinggalkan. Hal tersebut terlihat dalam sebuah apartemen utamanya pada bagian koridor, yang sering digunakan untuk berkegiatan sepertitempat bermain anak-anak karena ruang unit tidak cukup ruang bermain, ataupun menjadi ruang berbincang dengan sesama pengguna unit. Hal tersebut tidak sesuai dengan fungsi koridor yang diperuntukkan hanya untuk ruang sirkulasi. Adanya hal tersebut ruang koridor harus di perbaiki dengan menyesuaikan kebutuhan pengguna, sehingga dapat mendukung aktivitas yang tinggal di dalamnya. Oleh karena itu melalui dimensi environment pada konsep human well-being menjadikan koridor mampu untuk mendukung aktivitas pengguna yang masih dalam tahap transisi dari hunian horizontal ke hunian vertikal.
Hubungan Sistem Adat dengan Tahapan Konstruksi dan Sistem Struktur pada Rumah Vernakular di NTT terhadap Gempa Edwin Hariadi Sundoro; I Putu Trisna; Felicia Ranita; Princess Griffith; Agus Dwi Hariyanto
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 5 No. 2 (2023): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v5i2.13461

Abstract

Indonesia merupakan negara yang memiliki keanekaragaman budaya dan adat istiadat serta sering mengalami gempa bumi, baik itu tektonik maupun vulkanik. Salah satu daerah yang sering terjadi gempa bumi adalah NTT. Di NTT, terdapat beberapa arsitektur vernakular yang memiliki bentuk yang unik. Arsitektur vernakular yang dipilih adalah Wae Rebo, Ammu Hawu dan Sao Ria. Ada beberapa penelitian yang melihat sistem adat dan konstruksinya, namun belum banyak yang melihat keterkaitan adat dengan respon gempa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari hubungan sistem adat dengan tahapan konstruksi dan sistem struktur pada rumah vernakular di NTT terhadap gempa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan literatur review untuk menganalisis hubungan sistem adat dan respon gempa. Hasil dari analisis menyimpulkan bahwa tahapan konstruksi tidak ada kaitannya dengan respon gempa, melainkan sistem struktur dan detail konstruksi yang merespon terhadap konteks gempa.
Kajian Pendekatan Tactile Regionalisme dalam Arsitektur Osing Stephanus Wirawan Dharmatanna; Maria Imaculata Hidayatun
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 3 No. 1 (2021): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v3i1.11038

Abstract

Regionalisme dalam arsitektur merupakan cara menampilkan kembali gaya arsitektur kedaerahan ke dalam bangunan masa kini. Suku Osing adalah penduduk asli Banyuwangi atau juga di sebut sebagai Laros (akronim dari pada Lare Osing) atau Wong Blambangan merupakan penduduk mayoritas di beberapa kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Saat ini di Kabupaten Banyuwangi banyak bangunan yang didesain dengan menampilkan kembali ciri kedaerahannya beberapa di antaranya Aula Politeknik Banuwangi, Bandara Blimbingsari dan Hotel Sahid Osing yang dapat terlihat pada penggunaan elemen arsitektur masa lampau (AML) yaitu arsitektur osing. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif yaitu dengan melihat secara langsung Aula Politeknik Banuwangi, Bandara Blimbing Sari dan Hotel Sahid Osing. Tujuan penelitain ini adalah mengetahui elemen arsitektur yang mempengaruhi Aula Politeknik Banyuwangi, Bandara Blimbingsari dan Hotel Sahid Osing sebagai regionalisme arsitektur. Hasil dari penelitian ini adalah tactile sangat dapat di rasakan pada semua elemen terutama pada elemen atap dan langit - langit yang merupakan reinterpretasi, modifikasi dan inovai dari arsitektur rumah Osing.
APLIKASI TEORITIS KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA LINGKUNGAN PERKANTORAN Gelbriel Michelle Gracella Nartha Sambira; Rully Damayanti; Laksmi Kusuma Wardani
Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture Vol. 4 No. 2 (2022): Advances in Civil Engineering and Sustainable Architecture
Publisher : Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/acesa.v4i2.12939

Abstract

Usia dewasa merupakan usia yang rentan terkena stres karena besarnya kewajiban dan peran yang harus dipenuhi. Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat stres kaum dewasa muda adalah lingkungan kerja karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja. Menurut Okezone.com, 64% pekerja di Indonesia mengalami peningkatan stres kerja dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu faktor yang menyebabkan peningkatan stres tersebut adalah perusahaan yang lebih mementingkan faktor ekonomi dibandingkan kenyamanan karyawannya. Ketika karyawan kurang merasa nyaman dengan lingkungan kerjanya maka tingkat stres mereka akan bertambah dan dapat mengakibatkan dampak negatif pada kinerja karyawan dan pada perusahaan. Oleh karena itu diperlukan parameter desain lingkungan kerja perkantoran yang dapat menurunkan stres dan meningkatkan produktivitas karyawan. Konsep Healing Environment merupakan sebuah teori perancangan yang menghubungkan antara ruang dengan kesehatan dan well-being manusia agar menciptakan ruang yang membuat pengguna merasa lebih baik dan lebih bahagia. Untuk itu penelitian ini dilakukan untuk mengetahui parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada gedung perkantoran dengan menggunakan metode studi literatur yaitu metode yang dilakukan hanya dengan berdasarkan karya tertulis yang relevan dengan teori Healing Environment, data yang didapatkan dari hasil analisis kemudian saling dikaitkan dan dirangkum untuk menghasilkan parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada perkantoran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat enam parameter Healing Environment yang dapat diterapkan pada perkantoran yaitu heirarki, daylight & lighting, natural air & penghawaan, view & nature, material & colors, dan can rest.