cover
Contact Name
Megan Asri Humaira
Contact Email
megan.asri@unida.ac.id
Phone
+6281314039779
Journal Mail Official
karimah.tauhid@unida.ac.id
Editorial Address
Universitas Djuanda cc. Badan Pengembangan Keilmuan Jl Tol Ciawi No 1, Bogor, Jawa Barat, Indonesia email: karimah.tauhid@unida.ac.id
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Karimah Tauhid
ISSN : -     EISSN : 2963590X     DOI : https://doi.org/10.30997/karimahtauhid.v2i5
Karya Ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian maupun pengabdian yang mencakup semua bidang ilmu baik dalam bidang sosial maupun eksakta.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,459 Documents
Analisis Kemampuan Dasar Bahasa Inggris Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar : Presepsi, Kesulitan dan Strategi Pembelajaran Nurhasanah, Chantika
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22570

Abstract

Penguasaan Bahasa Inggris sangat penting bagi mahasiswa. Di era global seperti sekarang ini, akan semakin banyak perkembangan yang terjadi sehingga bahasa Inggris dapat mengurangi potensi terjadinya kesalahpahaman selama proses komunikasi berlangsung. Belajar bahasa Inggris termasuk kedalam pembelajaran yang penting oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengklaim pentingnya menguasai bahasa Inggris dan apa saja mamfaat menguasai bahasa ini, agar mudah mencapai cita cita dan mempermudah dalam akses mencari perkerjaan, metode penelitian ini dengan cara mewawancarai tiga orang mahasiswa dari fakultas agama islam dan pendidikan guru dan melakukan kajian Pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun para mahasiswa telah belajar bahasa Inggris sejak sekolah dasar, kemampuan mereka belum berkembang secara optimal. Hambatan utama yang mereka hadapi meliputi metode pengajaran yang kurang efektif, kesulitan memahami grammar, keterbatasan kosa kata, serta rendahnya rasa percaya diri. Untuk mengatasi hal tersebut, mahasiswa menggunakan berbagai strategi, seperti mengikuti kursus, memanfaatkan aplikasi pembelajaran seperti Duolingo, menggunakan Google Translate. kesimpulannya, mahasiswa sudah belajar bahasa Inggris sejak sekolah dasar, namun kemampuan mereka masih rendah karena metode pengajaran kurang efektif dan grammar sulit dipahami. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa mencoba beberapa cara sederhana seperti ikut kursus dan menggunakan aplikasi belajar. Motivasi utama mereka adalah melanjutkan studi ke luar negeri dan meningkatkan peluang karier.
Analisis Kesulitan Mahasiswa Calon Guru Sekolah Dasar dalam Memahami Materi Present Simple Tense dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Hanani, Rania Najla; Sya, Mega Febriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22571

Abstract

Bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang sering digunakan dalam sarana komunikasi Internasional. Tense merupakan salah satu aspek mendasar dalam tata bahasa Inggris karena berfungsi menandai waktu terjadinya suatu peristiwa melalui bentuk kata kerja. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami hambatan dalam menguasai dan menggunakan aturan present simple tense dengan tepat. Akan tetapi, kesulitan tersebut sering tidak disadari sehingga berdampak terhadap pembelajaran present simple tense. Artikel ini disusun bertujuan untuk menganalisis berbagai kesulitan yang dialami oleh mahasiswa dalam memahami materi present simple tense dalam pembelajaran bahasa Inggris. Dalam penelitian ini, pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif dengan fokus pada analisis data yang diperoleh melalui wawancara 2 mahasiswa calon guru sekolah dasar. Hasil wawancara menunjukkan bahwa banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam memahami perbedaan tata bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Salah satu tantangan utama dalam mempelajari adalah penggunaan akhiran -s atau -es pada kata kerja. Implikasi dari penelitian ini menunjukan bahwa pemahaman mahasiswa calon guru sekolah dasar terhadap pembelajaran present simple tense perlu ditingkatkan, sehingga diperlukan media pembelajaran yang lebih menarik, efektif dan mudah dipahami.
Media Visual sebagai Pendukung Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Siswa SD: Indonesia Nur Fauziah, Nabila; Sya, Mega Febriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22575

Abstract

Setiap proses pembelajaran di sekolah dasar membutuhkan strategi yang tepat agar siswa dapat memahami materi dengan lebih mudah dan efektif. Namun, tampaknya masih banyak pengajar yang mengalami kesulitan dalam memilih, membuat, dan memanfaatkan pembelajaran, sehingga materi yang disampaikan sering kali terasa kurang menarik dan cenderung membosankan bagi siswa SD, seperti saat memilih atau membuat media pembeleajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah fungsi dan manfaat media visual sebagai alat bantu atau pendukung dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk siswa SD. Metode penelitian yang diterapkan adalah dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada partisipan yaitu guru sekolah dasar dan siswa sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media visual mampu meningkatkan fokus, dorongan, dukungan dan keterlibatan siswa selama kegiatan belajar, karena menyediakan pembelajaran yang mudah dipahami. Media visual juga terbukti mampu membantu siswa memperluas kosa kata, memahami arti kata, serta menautkan konsep bahasa dengan pengalaman sehari-hari. Penelitian ini juga memberikan kemudahan bagi guru sebagai panduan dalam memilih, merancang, dan mengimplementasikan media visual yang sesuai untuk meningkatkan mutu pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar.
Menganalisis Pemahaman Mahasiswa Terhadap Grammar Bahasa Inggris Melalui Perbandingan Present Simple Tense dan Present Continuos Tanse Widiani, Yulpi
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22582

Abstract

Perbandingan guna antara Present Simple serta Present Continnuous Tanse ialah kenyataan linguistik yang tidak terbantahkan dalam kajian grammar Bahasa Inggris. Tetapi dalam aplikasi pendidikan, mahasiswa masih mengalami permasalahan actual bberupa kesusahan membedakann pemakaian kedua tanse tersebut dalam konteks komunikasi nyata. Oleh sebab itu, tujuan dari tulisan ini merupakan menganalisis uraian mahasiswa terhadap kedua tanse lewat perbandingan wujud, guna, dan pelaksanaannya dalam kalimat. riset ini memakai tata cara kualitatif lewat kajian literatur serta wawancara semi- terstruktur terhadap 2 responden buat menggali pengalaman, uraian, dan hambatan yang mereka temui sepanjang menekuni grammar. Hasil riset membuktikan kalau mahasiswa sudah menguasai konsep bawah Present simple serta Present Continuous, namun penguasaannya masih terletak pada tingkatan pengetahuan deklaratif sehingga belum sanggup menetapkan secara otomatis. Tidak hanya itu, ditemui kalau kesalahan sangat dominan timbul pada aspek morfologis, paling utama pemakaian to be serta akhiran - ing yang tidak ada pada bahasa Indonesia. Dengan ini, riset berimplikasi pada perlunya strategi pendidikan yang lebih multimodal, Latihan kesekian, dan penyediaan contoh kontekstual supaya mahasiswa sanggup menggapai keahlian procedural dalam memakai kedua tanse secara aktif.
Pemahaman Grammar Mahasiswa dalam Pengembangan Kemampuan Speaking Hanifa, Siti Sifa; Sya, Mega Febriani
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22584

Abstract

Kemampuan Speaking (berbicara) dalam pembelajaran Bahasa inggris merupakan keterampilan penting yang harus dikuasai oleh mahasiswa di era globalisasi saat ini.Konsep dasar dalam pembelajaran Grammar  sebagai fondasi untuk meningkatkan kemampuan Speaking (berbicara) yang efektif.Namun,banyak mahasiswa yang masih mengalami kesulitan karena pemahaman Grammar  yang kurang,yang berdampak pada kualitas Speaking  mereka.Tujuan penelitian ini untuk mengekplorasi bagaimana pemahaman Grammar  yang baik dapat memahami dan meningkatkan kemampuan Speaking  mahasiswa.Metode yang di gunakan meliputi wawancara mendalam dengan responden mahasiswa dan kajian pusaka.Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa dapat memahami dan meningkatkan kemampuan Grammar  lebih baik memiliki Speaking  yang efektif dan percaya diri dalam berbicara.Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa pemahaman Grammar  memberikan dampak baik pada kelancaran dam ketepatan Speaking  mahasiswa.Akhirnya,dengan adanya present continuous sangat penting dalam Speaking ,namun tidak banyak mahasiswa yang memahami sepenuhnya,artikel ini mendorong kesadaran dan latihan lebih lanjut.
Pembelajaran Konstektual melalui Tugas Presentasi untuk Meningkatkan Penguasaan Grammar dan Vocabulary Mahasiswa Anggraeni, Lisniawati
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22589

Abstract

Penguasaan tata Bahasa (grammar) dan kosakata (vocabulary) merupakan aspek penting dalam pembelajaran bahasa Inggris karena menjadi fondasi utama keterampilan komunikasi. Namun pada kenyataannya masih banyak mahasiswa yang belum memahami konsep dasar penggunaan grammar dan vocabulary, terutama dalam konteks komunikasi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa terhadap grammar dan vocabulary melalui penerapan pembelajaran kontekstual menggunakan tugas presentasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dengan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan kajian literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tugas presentasi efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa terhadap grammar dan vocabulary, mendorong penerapan bahasa dalam situasi nyata, memperluas kosakata, serta meningkatkan kepercayaan diri dan ketelitian dalam menyusun kalimat. Implikasi temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran kontekstual melalui tugas presentasi dapat menjadi metode yang relevan dan efektif untuk mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa secara menyeluruh.
Bahasa Inggris sebagai Cermin Diri: Pemaknaan Mahasiswa terhadap Kemampuan Berbicara dalam Konteks Akademik Maulida, Laya
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22595

Abstract

Bahasa Inggris berfungsi sebagai media internasional yang memainkan peran penting dalam bidang akademik dan profesional. Penguasaan bahasa Inggris lisan dianggap sebagai indikator penting keberhasilan mahasiswa di era globalisasi. Namun, banyak mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam mengartikulasikan pikiran mereka secara verbal karena perasaan gugup dan kurangnya kepercayaan diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pentingnya kemahiran bahasa Inggris lisan sebagai cerminan persepsi diri mahasiswa dalam konteks akademik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang memanfaatkan wawancara mendalam dengan dua mahasiswa di samping tinjauan pustaka dari sumber belajar bahasa Inggris. Temuan mengungkapkan bahwa siswa menganggap kemampuan bahasa Inggris lisan mereka sebagai manifestasi dari kepercayaan diri dan kesiapan untuk lingkungan akademik global. Faktor-faktor seperti keberanian untuk berbicara, dukungan lingkungan, dan latihan berkelanjutan diidentifikasi sebagai elemen kunci yang berkontribusi pada keberhasilan.
Analisis Kesulitan dalam Pengucapan Bahasa Inggris pada Siswa Sekolah Dasar Fathur Rohmah, Reva
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22597

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menyelidiki berbagai jenis kesulitan dalam pengucapan bahasa Inggris yang dialami oleh siswa sekolah dasar, serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Pengucapan merupakan aspek krusial dalam pembelajaran bahasa asing, namun temuan dari berbagai penelitian menunjukkan bahwa siswa di tingkat sekolah dasar masih menghadapi banyak hambatan dalam menghasilkan bunyi-bunyi yang tidak ada dalam bahasa Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan wawancara dengan melibatkan siswa sekolah dasar untuk mengumpulkan data langsung. Hasil analisis wawancara mengungkapkan bahwa rintangan utama meliputi pelafalan fonem vokal dan konsonan tertentu, intonasi yang tidak sesuai, serta penerapan tekanan kata yang kurang tepat. Penyebab kesulitan ini mencakup paparan terhadap bahasa Inggris yang minim, keterbatasan kesempatan latihan berbicara, metode pengajaran yang belum sepenuhnya mendukung pengembangan keterampilan lisan, dan pengaruh kuat dari bahasa ibu. Berdasarkan temuan ini, penelitian mendorong penerapan strategi pembelajaran yang lebih berfokus pada komunikasi, pemanfaatan media audio-visual, serta peningkatan aktivitas praktik berbahasa untuk mengoptimalkan kemampuan pengucapan siswa.
Media Film Berbahasa Inggris dalam Pembelajaran Listening Prasepty, Erina
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22603

Abstract

Bahasa itu adalah alat komunikasi hal yang sering kita butuhin setiap hari, dan penguasaan bahasa Inggris, khususnya keterampilan listening, sering kali menjadi tantangan bagi mahasiswa. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas penggunaannya media film berbahasa Inggris, seperti Harry Potter dan Avengers Marvel, dalam meningkatkan kemampuan listening mahasiswa semester satu calon guru PGSD Universitas Djuanda. Metode penelitian kualitatif digunakan melalui wawancara dan angket terhadap mahasiswa semester satu, dengan fokus pada pengalaman mereka dalam belajar bahasa Inggris melalui film. Hasil penelitian menunjukkannya bahwa menonton film berbahasa Inggris dapat ada peningkatannya kemampuan listening, motivasi belajar, dan kosakata baru secara bertahap. Mahasiswa merasa lebih semangat dan tidak bosan karena adanya elemen visual dan cerita yang menarik. Namun, terdapat kendala seperti variasi aksen yang sulit dipahami, kecepatan dialog, dan ketergantungan pada subtitle. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa media film efektif sebagai alat pembelajaran listening bahasa Inggris, meskipun diperlukan latihan tambahan untuk mengatasi kendala tersebut guna mencapai pemahaman yang lebih baik dan mandiri. Penelitian ini mendorong pemanfaatan teknologi seperti film dalam pendidikan bahasa untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa.
Analisis Kesulitan Mahasiswa dalam Berbicara Bahasa Inggris dan Upaya yang Dilakukan Untuk Mengatasinya Hanipah , Siti Zahra Aulia
Karimah Tauhid Vol. 5 No. 2 (2026): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v5i2.22631

Abstract

Kemampuan berbicara merupakan aspek penting dalam proses belajar bahasa Inggris karena berperan besar dalam kegiatan komunikasi. Namun, banyak mahasiswa masih menghadapi berbagai hambatan ketika harus berbicara dalam bahasa Inggris, seperti keterbatasan kosakata, munculnya kecemasan, dan kesulitan dalam pelafalan. Kendala pengucapan sering kali dipengaruhi oleh perbedaan bunyi antara bahasa Inggris dan bahasa asli. Selain itu, faktor psikologis seperti rasa gugup dan kurangnya kepercayaan diri turut menjadi penyebab utama mahasiswa mengalami kesulitan berbicara. Penelitian ini bertujuan mengkaji berbagai jenis kesulitan yang dialami mahasiswa serta mengidentifikasi langkah-langkah yang mereka lakukan untuk mengatasinya. Pendekatan penelitian meliputi wawancara dengan dua mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan didukung oleh analisis literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan utama meliputi kurangnya kosakata, ketakutan melakukan kesalahan, dan minimnya kesempatan latihan rutin. Upaya yang dilakukan mahasiswa untuk mengatasi kendala tersebut antara lain mendengarkan percakapan berbahasa Inggris, berlatih dialog bersama teman, serta memanfaatkan media seperti lagu dan video sebagai bahan pembelajaran tambahan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyediaan fasilitas latihan yang lebih memadai serta pemanfaatan media edukasi yang optimal dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri mahasiswa dalam berbicara bahasa Inggris.