cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
From pictures to words: Introducing young learners’ vocabulary at TK Al-Qur'an Ulfa Padangsidimpuan Wildan Iskandar Lubis; Lollo Rosa Lubis; Aulia Fitrah Ananda Ritonga; Diah Nanda Amelia Siregar; Fadillah Nursakinah; Indah Wulan Safitri; Kiky Aryani; Lelawani Hutasuhut; Lufiah Hutasuhut; Poppy Nurianda
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.407

Abstract

This community service activity aimed to improve English vocabulary mastery among early childhood learners at TK Al-Qur’an Ulfa through the From Pictures to Words approach. The activity employed a Learning by Playing method utilizing visual media (flashcards) and audio media (songs), focusing on vocabulary related to colors and fruits. A pre-test and post-test design was used to evaluate students’ vocabulary improvement. The participants consisted of 30 kindergarten students. The results indicated a substantial increase in students’ vocabulary mastery, with the mean score improving from 53.13 in the pre-test to 75.63 in the post-test, resulting in a mean gain of 22.50 points. The paired-sample t-test analysis revealed a statistically significant difference between pre-test and post-test scores (t = 195.70, df = 29, p < .05), indicating that the intervention had a significant positive effect on students’ learning outcomes. Furthermore, the N-Gain score was 0.487 (48.7%), which falls into the moderate improvement category. In addition to the quantitative findings, students demonstrated high levels of enthusiasm and active participation throughout the learning process. These findings suggest that the integration of visual and audio media through the From Pictures to Words approach is effective in enhancing English vocabulary mastery and engagement among young learners.
Peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu hamil dalam mendukung keberhasilan ASI eksklusif Hanifatur Rosyidah; Noveri Aisyaroh; Rizki Amalia Syajidah; Erika Novi Astuti
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.410

Abstract

Pemberian ASI eksklusif masih menjadi tantangan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Rendahnya pengetahuan dan kurangnya kepercayaan diri ibu dalam menyusui menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu hamil terkait menyusui melalui edukasi pada kelas antenatal. Kegiatan dilaksanakan di Balai Desa Kalirandu Gede, Kecamatan Cepiring, Kabupaten Kendal dan diikuti oleh 10 ibu hamil, sebagian didampingi oleh suami. Kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Edukasi diberikan menggunakan metode ceramah, demonstrasi, diskusi, dan tanya jawab interaktif mengenai manfaat ASI, teknik menyusui, posisi dan perlekatan menyusui, serta ASI eksklusif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 pertanyaan pengetahuan dan 5 pertanyaan terkait tingkat kepercayaan diri ibu dalam menyusui. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta, ditandai dengan kenaikan nilai rata-rata dari 84,4 menjadi 96,7. Selain itu, tingkat kepercayaan diri ibu dalam menyusui juga meningkat dengan nilai rata-rata dari 4,3 menjadi 7,8. Sebagian besar persepsi yang kurang tepat terkait menyusui mengalami perbaikan setelah edukasi diberikan. Edukasi menyusui melalui kelas antenatal terbukti dapat meningkatkan pengetahuan dan kepercayaan diri ibu hamil dalam mempersiapkan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung keberhasilan menyusui dan meningkatkan kesehatan ibu serta bayi. Exclusive breastfeeding remains a challenge in many countries, including Indonesia. Limited knowledge and low maternal confidence in breastfeeding are among the factors affecting the success of exclusive breastfeeding practices. This community service program aimed to improve pregnant women’s knowledge and confidence regarding breastfeeding through antenatal breastfeeding education. The activity was conducted at Kalirandu Gede Village Hall, Cepiring District, Kendal Regency, and involved 10 pregnant women, some of whom were accompanied by their husbands. The program consisted of three stages: Preparation, implementation, and evaluation. Breastfeeding education was delivered through lectures, demonstrations, discussions, and interactive question-and-answer sessions covering the benefits of breastfeeding, breastfeeding techniques, positioning and attachment, and exclusive breastfeeding practices. Evaluation was carried out using pre-test and post-test questionnaires consisting of 10 knowledge questions and 5 questions related to breastfeeding confidence. The results showed an improvement in participants’ knowledge, with the average score increasing from 84.4 to 96.7. Maternal confidence in breastfeeding also increased, with the average score rising from 4.3 to 7.8. Most misconceptions regarding breastfeeding decreased after the educational intervention. Breastfeeding education through antenatal classes was effective in improving pregnant women’s knowledge and confidence in preparing for exclusive breastfeeding. This activity is expected to support successful breastfeeding practices and improve maternal and infant health outcomes.
Cerdas digital islami sejati: Penguatan literasi digital ramah anak bagi peserta didik TPQ At Taqwa Sedayu regency kota semarang Sari Yustiana; Muhamad Afandi; Ulfa Maghfiroh Ittaqillah
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.411

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi kehidupan anak-anak, termasuk peserta didik di lingkungan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ). Anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan menggunakan perangkat digital, tetapi juga perlu dibekali etika, kehati-hatian, dan nilai keislaman dalam berinteraksi di ruang digital. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman literasi digital Islami ramah anak bagi peserta didik TPQ AT TAQWA Sedayu Regency. Program dilaksanakan dengan edukasi dengan pendekatan berbasis Islam. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan desain pretest dan posttest terhadap 32 peserta. Data dianalisis menggunakan uji paired sample t-test. Hasil menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 71,34 meningkat menjadi 81,34 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 10,00 poin. Hasil uji t menunjukkan nilai t = -15,154, df = 31, dan Sig. (2-tailed) = 0,000 atau p < 0,001, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan literasi digital Islami ramah anak efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik tentang penggunaan media digital secara bijak, aman, dan sesuai nilai-nilai Islam. The development of digital technology has impacted the lives of children, including students in the Al-Qur'an Education Park (TPQ). Children not only need the ability to use digital devices, but also need to be equipped with ethics, caution, and Islamic values ​​​​in interacting in the digital space. This community service activity aims to improve the understanding of child-friendly Islamic digital literacy for students of TPQ AT TAQWA Sedayu Regency. The program is implemented through education, introduction to Islamic digital content, interactive learning, creative practice, reflection, and a pledge to use digital media wisely. The activity evaluation was carried out using a pretest and posttest design on 32 participants. Data were analyzed using a paired sample t-test. The results showed that the average pretest score of 71.34 increased to 81.34 in the posttest, with an average difference of 10.00 points. The t-test results showed a t value = -15.154, df = 31, and Sig. (2-tailed) = 0.000 or p < 0.001, indicating a significant difference between the pretest and posttest scores. This finding indicates that child-friendly Islamic digital literacy activities are effective in improving students' understanding of the wise, safe, and Islamic-based use of digital media.
Pelatihan pembuatan e-comic berbasis Artificial Intelligence dan Culturally Responsive Teaching bagi guru Hevy Risqi Maharani; Imam Kusmaryono; Mochamad Abdul Basir; Mohamad Aminudin; Dyana Wijayanti; Nila Ubaidah; Muhamad Rifki Maulana Ramadhany; Ananda Jullailatul Azizia
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.412

Abstract

Transformasi digital pada era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 menuntut guru memiliki kemampuan literasi digital dan keterampilan mengembangkan media pembelajaran yang inovatif, adaptif, serta relevan dengan karakteristik peserta didik. Salah satu teknologi yang mulai banyak dimanfaatkan dalam pendidikan adalah Artificial Intelligence (AI), termasuk untuk pengembangan media pembelajaran digital berbasis e-comic. Namun, pengembangan media pembelajaran tidak hanya perlu memperhatikan aspek teknologi, tetapi juga konteks budaya peserta didik melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi profesionalisme guru dalam merancang dan mengembangkan e-comic berbasis AI dengan pendekatan CRT. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan platform AI dalam penyusunan narasi, ilustrasi, dan desain visual e-comic yang terintegrasi dengan budaya lokal peserta didik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital, kreativitas, dan kompetensi pedagogis guru dalam mengembangkan media pembelajaran digital. Guru mampu menghasilkan e-comic yang lebih menarik, kontekstual, dan relevan dengan kehidupan peserta didik sehingga berpotensi meningkatkan motivasi belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Selain itu, guru juga memahami pentingnya integrasi nilai budaya lokal dalam proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi lebih inklusif dan bermakna. Meskipun demikian, implementasi AI dalam pembelajaran masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan literasi digital, akses teknologi, dan pemahaman etika penggunaan AI. Oleh karena itu, diperlukan pendampingan berkelanjutan serta dukungan sarana teknologi dan kebijakan sekolah agar inovasi pembelajaran berbasis AI dan CRT dapat diimplementasikan secara optimal. Digital transformation in the era of the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 requires teachers to possess digital literacy skills and the ability to develop innovative, adaptive, and relevant learning media aligned with students’ characteristics. One of the technologies increasingly utilized in education is Artificial Intelligence (AI), including for the development of e-comic-based digital learning media. However, the development of learning media should not only focus on technological aspects but also consider students’ cultural backgrounds through the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach. This community service program aimed to improve teachers’ professional competence in designing and developing AI-based e-comics integrated with the CRT approach. The program was implemented through training and mentoring activities on the use of AI platforms for developing narratives, illustrations, and visual designs of e-comics integrated with students’ local cultural contexts. The results showed improvements in teachers’ digital literacy, creativity, and pedagogical competence in developing digital learning media. Teachers were able to produce more engaging, contextual, and meaningful e-comics that were relevant to students’ daily lives, thereby potentially increasing learning motivation and student engagement in the learning process. In addition, teachers gained a deeper understanding of the importance of integrating local cultural values into classroom instruction to create more inclusive and meaningful learning experiences. Despite these positive outcomes, the implementation of AI in education still faces challenges related to limited digital literacy, technology access, and ethical understanding of AI use. Therefore, continuous mentoring, adequate technological support, and school policy reinforcement are necessary to ensure the sustainable implementation of AI- and CRT-based learning innovations.
Penguatan kompetensi orang tua dalam mendukung pembelajaran anak melalui international parenting session di Thammislam Tait School, Thailand Nirwanto Maruf; Putra Kasle; Elis Suminar; Nur Fitri Yana
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.417

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional ini dilaksanakan untuk menguatkan kompetensi orang tua dalam mendukung pembelajaran anak di lingkungan keluarga. Perkembangan teknologi, perubahan pola belajar, dan tantangan pendidikan global menuntut keterlibatan aktif orang tua dalam mendampingi anak belajar secara efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan di Thammislam Tait School, Thailand, pada 17–19 Desember 2024 dengan melibatkan 35 orang tua/wali murid. Metode pelaksanaan mencakup tahap persiapan, pelaksanaan parenting session, diskusi interaktif, refleksi, dan evaluasi kualitatif. Instrumen evaluasi berupa lembar observasi partisipasi, panduan diskusi reflektif, dan catatan respons peserta. Materi kegiatan meliputi keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, strategi pendampingan belajar di rumah, komunikasi positif, motivasi belajar, serta pengelolaan teknologi digital. Kegiatan disampaikan dalam bahasa Inggris dan dibantu penerjemahan ke bahasa Thai oleh guru mitra sekolah. Hasil evaluasi kualitatif menunjukkan bahwa peserta aktif berdiskusi, mampu mengidentifikasi tantangan pendampingan belajar, serta menyampaikan rencana penerapan komunikasi positif, pengaturan waktu belajar, dan pendampingan penggunaan gawai di rumah. Program ini berkontribusi dalam memperkuat kolaborasi sekolah dan keluarga untuk mendukung keberhasilan pembelajaran anak. This international community service program was conducted to strengthen parents’ competence in supporting children’s learning within the family environment. Technological development, changing learning patterns, and global educational challenges require active parental involvement in assisting children to learn effectively and sustainably. The program was implemented at Thammislam Tait School, Thailand, on December 17–19, 2024, involving 35 parents/guardians. The implementation method consisted of preparation, parenting sessions, interactive discussions, reflection, and qualitative evaluation. The evaluation instruments included a participation observation sheet, reflective discussion guidelines, and participant response notes. The materials covered parental involvement in children’s education, home learning assistance strategies, positive communication, learning motivation, and digital technology management. The sessions were delivered in English and translated into Thai by partner school teachers. The qualitative evaluation indicated that participants actively engaged in discussions, identified challenges in assisting children’s learning, and expressed plans to apply positive communication, learning-time management, and supervised gadget use at home. This program contributed to strengthening school-family collaboration in supporting children’s learning success.
Media terapi wicara Smart Hipo Talk untuk meningkatkan keterampilan berbicara pada anak penderita speech delay di Kelompok Dawis Kacang Tanah III, Kota Semarang Meilan Arsanti; Aida Azizah; Oktarina Wardani
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.418

Abstract

Keterlambatan berbicara (speech delay) pada anak usia dini menjadi permasalahan perkembangan bahasa yang semakin banyak ditemukan akibat rendahnya stimulasi komunikasi dan tingginya penggunaan gawai pada anak. Kondisi tersebut juga ditemukan pada anak-anak di Kelompok Dawis Kacang Tanah III Kota Semarang yang mengalami hambatan dalam penguasaan kosakata, respons verbal, dan komunikasi dua arah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak penderita speech delay melalui penerapan media terapi wicara Smart Hipo Talk. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahapan observasi dan wawancara mitra, pelatihan penggunaan media kepada orang tua, pendampingan terapi wicara, implementasi media terapi, serta evaluasi perkembangan kemampuan berbicara anak. Media Smart Hipo Talk dikembangkan berbasis audio-visual interaktif dengan pendekatan bermain sambil belajar untuk meningkatkan stimulasi bahasa anak secara lebih menarik dan komunikatif. Dari hasil pelaksanaan kegiatan diketahui bahwa penggunaan media Smart Hipo Talk mampu meningkatkan kemampuan anak dalam menyebutkan kosakata, menirukan bunyi dan kata, merespons instruksi verbal, serta melakukan komunikasi dua arah. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam proses terapi juga meningkat sehingga stimulasi bahasa dapat dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan rumah. Implikasi kegiatan ini menunjukkan bahwa media Smart Hipo Talk berpotensi menjadi alternatif media terapi wicara yang inovatif, praktis, dan aplikatif untuk mendukung penanganan anak penderita speech delay di lingkungan masyarakat. Speech delay in early childhood is an increasingly common language development problem due to low communication stimulation and high use of gadgets. This condition was also found in children in the Dawis Kacang Tanah III Group in Semarang City who experienced difficulties in vocabulary mastery, verbal responses, and two-way communication. This community service activity aims to improve the speaking skills of children with speech delay through the application of Smart Hipo Talk speech therapy media. The implementation method of the activity was carried out through the stages of observation and partner interviews, training on media use for parents, speech therapy assistance, implementation of therapy media, and evaluation of the development of children's speech abilities. Smart Hipo Talk media was developed based on interactive audio-visual with a play-while-learning approach to increase children's language stimulation in a more interesting and communicative way. From the implementation of the activity, it was known that the use of Smart Hipo Talk media was able to improve children's abilities in naming vocabulary, imitating sounds and words, responding to verbal instructions, and conducting two-way communication. In addition, parental involvement in the therapy process also increased so that language stimulation could be carried out continuously in the home environment. The implications of this activity demonstrate that Smart Hipo Talk media has the potential to be an innovative, practical, and applicable alternative speech therapy tool to support the treatment of children with speech delays in the community.
Peningkatan kompetensi guru MGMP SMP di Kabupaten Tuban dalam penulisan buku teks melalui workshop kepenulisan berbasis praktik kolaboratif Ratna Susanti; Eni Lestari; Indri Purwanto
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.420

Abstract

Perkembangan kurikulum, transformasi digital dalam pendidikan, serta tuntutan pengembangan keprofesian berkelanjutan mendorong guru untuk tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pengembang sumber belajar yang inovatif. Namun, pada praktiknya masih banyak guru yang belum memiliki karya berupa buku pendidikan yang dapat digunakan sebagai bahan ajar di kelas. Kondisi ini juga ditemukan pada guru-guru yang tergabung dalam MGMP SMP Kabupaten Tuban, di mana sebagian besar guru masih bergantung pada buku terbitan umum dan belum memiliki pengalaman yang memadai dalam penulisan buku pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan literasi profesional guru dalam menyusun buku pendidikan melalui pelatihan kepenulisan berbasis praktik kolaboratif. Kegiatan dilaksanakan melalui kerja sama antara MKKS dan MGMP SMP se-Kabupaten Tuban dengan Penerbit Erlangga, serta melibatkan 80 guru peserta. Metode yang digunakan meliputi ceramah untuk memberikan pemahaman konseptual tentang penulisan buku pendidikan, diskusi untuk mengidentifikasi tantangan dan berbagi pengalaman, serta praktik untuk membimbing peserta menyusun draft buku sesuai bidang studi masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kompetensi peserta yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata nilai pretest dari 61,8 menjadi 84,6 pada posttest. Selain itu, peserta berhasil menghasilkan rancangan buku pendidikan sebagai luaran nyata kegiatan. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik kolaboratif efektif dalam meningkatkan kapasitas guru dalam penulisan buku pendidikan sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi, kolaborasi profesional, dan produktivitas akademik di lingkungan MGMP. Kegiatan serupa berpotensi direplikasi sebagai model pengembangan profesional guru yang berkelanjutan. Professional development requires teachers not only to serve as educators but also as developers of innovative learning resources. However, in practice, many teachers have not yet produced educational books that can be utilized as teaching materials in the classroom. This condition was also identified among teachers participating in the Junior High School Subject Teacher Forum (MGMP) in Tuban Regency, where most teachers still rely on commercially published textbooks and have limited experience in educational book writing. This community service program aimed to enhance teachers’ professional literacy and competencies in developing educational books through collaborative practice-based writing training. The program was conducted through a partnership between the Association of Junior High School Principals (MKKS), the MGMP of Junior High Schools throughout Tuban Regency, and Erlangga Publishing. A total of 80 teachers participated in the program. The training employed three methods: lectures to provide conceptual understanding of educational book writing, discussions to identify challenges and facilitate experience sharing, and practical sessions to guide participants in developing book drafts according to their respective subject areas. The results demonstrated a significant improvement in participants’ competencies, as reflected in the increase of the average pre-test score from 61.8 to 84.6 in the post-test. Furthermore, participants successfully produced educational book drafts as tangible outputs of the program. These findings indicate that collaborative practice-based training is effective in enhancing teachers’ capacities in educational book writing while fostering a culture of literacy, professional collaboration, and academic productivity within the MGMP community. Similar programs have the potential to be replicated as a sustainable model for teacher professional development.
Improving students’ English language skills through English Camp method for 3 days at Pondok Pesantren Syafi’i Akrom Pekalongan Ifan Rikhza Auladi; Nani Hidayati; Putri Arifatul Ilmiyah; Alfiyyah Nur Kautsar; Monika Muhtiromi Maulidah; Nia Putri Rizki Alfitri; Sukma Putrawan
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.434

Abstract

English language proficiency is one of the essential competencies that Islamic boarding school students (pesantren) should possess to meet the needs of global education and communication. However, English learning in Islamic boarding schools (pesantren) still faces several challenges, such as limited understanding, limited opportunities for language practice, and a lack of confidence in communicating in English. The purpose of this community service activity was to improve the English skills of female students through a three-day English Camp programme at the Syafi'i Akrom Islamic Boarding School in Pekalongan. The activity was held from November 14–16, 2025, with 50 participants. The learning process includes several stages: preparation, implementation, and evaluation. The experiential learning and play-based learning approaches are implemented through activities such as vocabulary games, role-play, speaking practice, interactive quizzes, and motivational sessions for learning English. Evaluation is conducted through observation of participants' participation, learning motivation, speaking confidence, and vocabulary mastery. The results of the activities show increased participant engagement in learning, increased confidence in using English, and increased vocabulary mastery related to daily activities at the Islamic boarding school. In addition, this activity successfully strengthens collaboration between universities and Islamic boarding schools in developing language skills by creating an interactive, communicative, and enjoyable learning atmosphere. The English Camp programme has proven to be an effective learning alternative for improving teachers' English skills.

Page 13 of 13 | Total Record : 128