cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Implementasi program DIGI-TALK melalui workshop partisipatif untuk meningkatkan literasi digital dan kemampuan Bahasa Inggris siswa Evie Kareviati; Ratih Inayah; Hendra Husnussalam; Cynantia Rachmijati; Rasi Yugafiati; Sri Supiah Cahyati
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.384

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah pola komunikasi dan pembelajaran, sehingga menuntut siswa tidak hanya memiliki kemampuan berbahasa, tetapi juga literasi digital dan etika dalam penggunaan teknologi. Selain itu, penguasaan Bahasa Inggris sebagai lingua franca global serta pengembangan keterampilan abad ke-21 menjadi kompetensi penting dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terkait literasi digital, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran Bahasa Inggris, mengembangkan keterampilan abad ke-21, serta meningkatkan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan partisipatif melalui model workshop yang dilaksanakan di SMK Mathla’ul Anwar dengan melibatkan 60 siswa dan 6 guru. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara informal, angket, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait literasi digital dan etika digital, serta meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya Bahasa Inggris sebagai kompetensi global. Selain itu, kegiatan ini juga berkontribusi dalam pengembangan keterampilan berpikir kritis dan komunikasi yang terlihat dari partisipasi aktif peserta dalam diskusi. Peningkatan motivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan juga menjadi temuan penting dalam kegiatan ini. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan kontribusi dalam bentuk integrasi literasi digital, pembelajaran Bahasa Inggris, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 dalam satu kerangka pembelajaran yang holistik. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan workshop partisipatif efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kesiapan siswa menghadapi tantangan pendidikan di era digital. The rapid development of digital technology has transformed communication and learning practices, requiring students to possess not only language proficiency but also digital literacy and ethical awareness in technology use. In addition, mastery of English as a global lingua franca and the development of 21st-century skills are essential competencies for addressing contemporary educational challenges. Therefore, this community service program aims to enhance students’ understanding of digital literacy, optimize the use of technology in English language learning, develop 21st-century skills, and increase students’ motivation to pursue higher education. This program employed a participatory approach through a workshop model conducted at SMK Mathla’ul Anwar, involving 60 students and 6 teachers. The implementation consisted of three stages: preparation, execution, and evaluation. Data were collected through observation, informal interviews, questionnaires, and documentation. The results indicate an improvement in students’ understanding of digital literacy and digital ethics, as well as increased awareness of the importance of English as a global competence. The program also contributed to the development of critical thinking and communication skills, as reflected in students’ active participation during discussions. Furthermore, an increase in students’ motivation to continue their education to higher levels was observed. Overall, this program contributes to the integration of digital literacy, English language learning, and 21st-century skills within a holistic learning framework. The findings suggest that a participatory workshop approach is effective in enhancing learning quality and preparing students for educational challenges in the digital era.
Optimalisasi pembelajaran digital melalui pelatihan pengembangan media interaktif berbasis android bagi guru Sima Fatmawati; Yulina Ismiyanti; Galih Cahya Pratama
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.385

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut guru untuk memiliki kompetensi dalam mengembangkan media pembelajaran inovatif, salah satunya berbasis Android. Guru di SMK PGRI 1 Salatiga masih menghadapi kendala rendahnya literasi digital dan ketergantungan pada metode pembelajaran konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis Android melalui metode hands-on training dan model product-based learning. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari pada Desember 2025 dengan melibatkan 25 guru sebagai peserta. Instrumen evaluasi yang digunakan meliputi pre-test, post-test, angket respon peserta, serta penilaian kualitas produk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi digital peserta yang sangat signifikan, dengan kenaikan skor rata-rata dari 42,6 menjadi 86,4. Selain itu, sebanyak 88% peserta berhasil menghasilkan prototipe aplikasi pembelajaran interaktif yang fungsional dan siap diimplementasikan. Simpulan dari kegiatan ini adalah pelatihan berbasis praktik langsung sangat efektif dalam menurunkan hambatan teknis bagi guru dan mendorong terciptanya ekosistem inovasi media pembelajaran digital di lingkungan sekolah. Digital transformation in education requires teachers to have the competence to develop innovative learning media, including Android-based ones. However, teachers at SMK PGRI 1 Salatiga still face obstacles such as low digital literacy and reliance on conventional teaching methods. This community service activity aims to improve teacher competence in creating interactive Android-based learning media through hands-on training and product-based learning models. The activity was conducted over three days in December 2025 involving 25 teachers as participants. Evaluation instruments included pre-tests, post-tests, participant response questionnaires, and product quality assessments. The results showed a significant increase in participants' digital literacy, with an increase in the average score from 42.6 to 86.4. Additionally, 88% of participants successfully produced functional and ready-to-implement interactive learning application prototypes. The conclusion of this activity is that practice-based training is highly effective in reducing technical barriers for teachers and encouraging the creation of a digital learning media innovation ecosystem within the school environment.
Implementasi Smart HRM dan pengukuran digital Employee-Human Development Index untuk kesejahteraan karyawan Nurhidayati Nurhidayati; Olivia Fachrunnisa; Ardian Adhiatma
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.386

Abstract

Transformasi digital yang massif telah mendorong perubahan signifikan dalam pengelolaan sumber daya manusia melalui konsep Smart Human Resource Management (Smart HRM). Namun, implementasi Smart HRM masih fokus pada efisiensi operasional dan belum sepenuhnya diarahkan pada pembangunan manusia secara holistik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman manajer SDM mengenai kontribusi Smart HRM terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Digital Employee-Human Development Index (DE-HDI). Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif-partisipatif melalui FGD dan knowledge sharing  yang melibatkan 10 manajer perusahaan manufaktur di Jawa Tengah yang sudah mengimplementasi Smart HRM di perusahaannya. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran dan pemahaman manajer SDM terhadap fungsi implementasi Smart HRM sebagai pendorong (enabler) kesejahteraan karyawannya. Selain itu, kontribusi efek spillover dari tempat kerja ke masyarakat dalam bentuk peningkatan literasi digital dan kesejahteraan sosial. Dengan demikian, Smart HRM tidak hanya berperan sebagai alat manajerial, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam pembangunan manusia berbasis digital. Massive digital transformation has driven significant changes in human resource management through the concept of Smart Human Resource Management (Smart HRM). However, the implementation of Smart HRM has primarily focused on operational efficiency and has not been fully directed toward holistic human development. This community service activity aims to enhance HR managers’ understanding of the contribution of Smart HRM to the Human Development Index (HDI) and the Digital Employee-Human Development Index (DE-HDI). The method employed was an educational-participatory approach through focus group discussions (FGDs) and knowledge-sharing sessions involving 10 managers from manufacturing companies in Central Java that have implemented Smart HRM in their organizations. The results of the activity indicate an increased awareness and understanding among HR managers regarding the role of Smart HRM implementation as an enabler of employee well-being. In addition, there were spillover effects from the workplace to the community in the form of improved digital literacy and social welfare. Therefore, Smart HRM functions not only as a managerial tool but also as a strategic instrument for digital-based human development.
Language, land, and learning: Teaching through an ecopedagogical lens in rural Aceh classrooms Moriyanti Moriyanti; Endah Anisa Rahma; Nyak Mutia Ismail
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.388

Abstract

Penelitian studi kasus kualitatif ini mengeksplorasi integrasi prinsip ekopedagogi dalam pembelajaran bahasa Inggris di pedesaan Aceh, Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pengalaman guru dan siswa dalam mengaitkan tema lingkungan serta budaya lokal dengan pembelajaran bahasa Inggris, persepsi mereka terhadap praktik tersebut, dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan wawancara semi-terstruktur dengan delapan guru dari SMP Negeri 1 Peukan Bada, SMP Negeri 1 Lhong Raya, SMP Negeri 1 Kuta Cot Glie, dan SMP Negeri 2 Muara Tiga, Pidie, masing-masing dua guru dari setiap sekolah. Data juga diperkuat melalui analisis dokumen sebagai bentuk triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki antusiasme untuk menghubungkan pembelajaran bahasa Inggris dengan realitas lokal siswa. Namun, integrasi ekopedagogi masih bersifat permukaan, terutama terbatas pada penulisan deskriptif dan pengenalan kosakata tentang lingkungan, desa, atau kehidupan sehari-hari. Pembahasan yang lebih kritis, seperti diskusi masalah ekologis dan pemecahan masalah lingkungan, masih jarang dilakukan. Hambatan utama meliputi kurangnya bahan ajar kontekstual, keterbatasan waktu, dan rendahnya kepercayaan diri guru dalam membahas topik kompleks menggunakan bahasa Inggris. Meskipun demikian, guru menilai pendekatan ini mampu meningkatkan keterlibatan siswa dan menumbuhkan kebanggaan terhadap lingkungan lokal. Studi ini menegaskan perlunya dukungan sistemik berupa pengembangan bahan ajar lokal dan pelatihan guru agar integrasi bahasa, lingkungan, dan pembelajaran dapat berlangsung lebih bermakna. This qualitative case study explores the integration of ecopedagogical principles in English language teaching in rural Aceh, Indonesia. Focusing on both teachers’ and students’ experiences, the research investigates how environmental and local cultural themes are woven into English lessons, the perceptions of these practices, and the challenges encountered in their implementation. Data were collected through classroom observations and semi-structured interviews with 8 teachers SMP Negeri 1 Peukan Bada, SMP Negeri 1 Lhong Raya, SMP Negeri 1 Kuta Cot Glie, and SMP Negeri 2 Muara Tiga, Pidie, (2 teachers from each school) with findings triangulated by document analysis. Results show that while teachers express enthusiasm for connecting English learning to local realities, such integration remains mostly superficial—limited to descriptive writing or vocabulary related to the environment or village life. Deeper engagement, such as critical discussion or problem-solving about ecological issues, is rare due to a lack of contextually relevant materials, time constraints, and limited teacher confidence in discussing complex topics in English. Teachers perceive the approach as beneficial for student engagement and local pride, but structural limitations, such as curriculum demands and textbook content, hinder sustained implementation. The study highlights the need for systemic support, including the development of locally relevant teaching resources and ongoing professional development. By documenting these complex classroom realities, the research addresses a gap in the literature on ecopedagogical English teaching in underexplored rural Indonesian contexts and calls for coordinated educational reforms to foster meaningful integration of language, land, and learning.
Penyuluhan kemampuan Speaking Bahasa Inggris melalui media visual dan metode aplikatif pada Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang Moehamad Ridhwan; Tiur Simanjuntak; Evi Agustinasari; Sunani Sunani
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.389

Abstract

Penyuluhan ini bertujuan untuk berbagi pengetahuan tentang metode mengekspresikan diri dalam bahasa Inggris secara terstruktur dengan bantuan alat bantu visual. Metode pelaksanaan program penyuluhan ini dilakukan melalui pendekatan edukatif dan komunikatif dengan memanfaatkan media visual sebagai alat bantu pembelajaran bahasa Inggris. Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman mengenai pentingnya tata bahasa (grammar) dalam komunikasi sehari-hari. Materi disampaikan secara sederhana agar peserta tidak menganggap grammar sebagai aturan yang rumit, melainkan sebagai pedoman dalam menyusun kalimat secara tepat dan mudah dipahami. Dalam pelaksanaannya, pemateri menggunakan media visual seperti gambar, diagram pola kalimat, kartu kosakata, dan tayangan audiovisual untuk membantu peserta memahami struktur bahasa Inggris secara lebih menarik dan interaktif. Selanjutnya, peserta diberikan latihan praktik melalui diskusi kelompok, permainan bahasa, serta penyusunan kalimat berdasarkan gambar dan video. Metode ini bertujuan agar peserta dapat mempelajari grammar secara komunikatif tanpa terbebani oleh hafalan aturan semata. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta lebih aktif dan antusias dalam menggunakan bahasa Inggris selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penggunaan media visual dan audiovisual membantu peserta memahami penggunaan grammar dalam komunikasi sehari-hari secara lebih mudah. Program ini juga meningkatkan kepercayaan diri peserta dalam mengekspresikan diri menggunakan bahasa Inggris dengan pola kalimat yang lebih terstruktur dan komunikatif. This counseling aims to share knowledge about methods of self-expression in English in a structured manner with the help of visual aids. This extension program is implemented through an educational and communicative approach, utilizing visual media as an aid to learning English. The activity began with providing an understanding of the importance of grammar in daily communication. The material is delivered simply so that participants do not view grammar as a complicated set of rules, but rather as a gu, in a structured manner with the help of visual aids, knowledge of methods of self-expression in Englishideline for composing sentences that are appropriately structured and easily understood. In its implementation, the presenter uses visual media, such as pictures, sentence pattern diagrams, vocabulary cards, and audiovisual presentations, to help participants understand the structure of the English language in a more engaging and interactive way. Furthermore, participants were given practical exercises through group discussions, language games, and sentence preparation based on pictures and videos. This method aims to enable participants to learn grammar communicatively without being burdened by memorizing rules alone. The results of the activity showed that participants were more active and enthusiastic in using English during the learning process. In addition, the use of visual and audiovisual media helps participants better understand grammar in daily communication. This program also increases participants' confidence in expressing themselves in English by using a more structured, communicative sentence pattern.
Pendampingan Guru Bahasa Inggris dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka di tingkat Madrasah Tsanawiyah Enni Akhmad; Yuwin Rustam Saleh; Nur Wahidah Thayib Pido; Sintiya S. Daud; Nur Fidyah Kaluku; Lukman Arsyad
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.391

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pendampingan guru bahasa Inggris dalam mengimplementasikan kurikulum merdeka pada tingkat Madrasah Tsanawiyah. Penelitian ini hadir untuk mengisi kekosongan informasi mengenai integrasi pendampingan perangkat pembelajaran dan implementasinya pada mata pelajaran Bahasa Inggris di madrasah tsanawiyah, yang jarang dikaji dalam penelitian sebelumnya. Penelitian ini menggunakan metode Community Based Research (CBR) dengan model Cooperative Inquiry yang melibatkan dua orang guru bahasa Inggris sebagai mitra utama dalam proses penyusunan perangkat pembelajaran dan implementasi pembelajaran di kelas. Pengumpulan data dilakukan melalui in-job training dan on-job training selama empat kali pertemuan dengan durasi 32 JPL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru menganalisis capaian pembelajaran, menyusun ATP, merancang modul ajar, dan menerapkan pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran mendalam meningkat. Guru juga mampu mengimplementasikan kurikulum merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam, sehingga target pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Kesimpulan penelitian ini adalah pendampingan guru oleh dosen sebagai mitra sekolah dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan guru dan kemampuan siswa. Implikasi penelitian ini adalah sangat penting menjalin kemitraan antara sekolah dan perguruan tinggi, karena dua lembaga tersebut saling membutuhkan untuk melahirkan dosen, guru, dan siswa yang memiliki kompetensi yang baik. This study aims to describe the process of teacher mentoring in implementing the Merdeka Curriculum (Kurikulum Merdeka) for English language instruction at the Madrasah Tsanawiyah level. The research addresses a gap in the existing literature concerning the integration of instructional device development and its implementation within English subject teaching at Islamic junior secondary schools, a context that has received limited scholarly attention. Employing a Community-Based Research (CBR) approach through a Cooperative Inquiry model, the study engaged two English language teachers as primary partners in the collaborative process of designing learning tools and implementing classroom instruction. Data were collected through a combination of in-job training and on-job training across four sessions totaling 32 teaching hours (JPL). The findings indicate significant improvements in teachers' ability to analyze learning outcomes (capaian pembelajaran), develop learning objective sequences (Alur Tujuan Pembelajaran/ATP), design instructional modules (modul ajar), and apply a deep learning instructional approach (pembelajaran mendalam). Furthermore, both teachers demonstrated the capacity to implement the Merdeka Curriculum through the deep learning approach, enabling the attainment of targeted learning outcomes. This study concludes that faculty-led mentoring as a school partnership model is essential for enhancing both teacher competence and student achievement. The implications underscore the critical importance of establishing sustained partnerships between secondary schools and higher education institutions, as both sectors are mutually dependent in cultivating competent academics, educators, and learners.
Pengembangan media pembelajaran Match Board pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi Hak dan Kewajiban Kelas IV Sekolah Dasar Mei Palupi Tri Maharani; Nuhyal Ulia
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.396

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya pemanfaatan media dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila pada materi hak dan kewajiban di kelas IV sekolah dasar. Pembelajaran yang masih didominasi metode ceramah yang menyebabkan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang interaktif dan menarik untuk mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih aktif dan melibatkan siswa secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran Match Board serta mengetahui tingkat kelayakan dan kepraktisannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analisis, perancangan, pengembangan, implementasi dan evaluasi yang dilakukan secara sistematis dan bertahap. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN 03 Pegongsoran serta guru kelas IV. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validasi oleh ahli materi dan ahli media, serta angket guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Match Board memperoleh tingkat kelayakan sebesar 94% dari ahli materi dan 92% dari ahli media dengan kategori “Sangat Layak”. Selain itu, tingkat kepraktisan media memperoleh nilai sebesar 96% dari guru dan 90% dari siswa dengan kategori “Sangat Praktis”. Hal ini menunjukkan bahwa media Match Board layak dan praktis digunakan sebagai alternatif media pembelajaran yang dapat mendukung pembelajaran interaktif, menarik dan melibatkan secara aktif dalam kegiatan pembelajaran. This research is motivated by the limited use of media in Pancasila Education learning on the material of rights and obligations in grade IV elementary school. Learning is still dominated by lecture methods which causes student engagement in learning activities to be less than optimal. Therefore, interactive and interesting learning media are needed to support the creation of more active learning and involve students directly. This study aims to develop Match Board learning media and determine the level of feasibility and practicality. The method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation and evaluation carried out systematically and in stages. The subjects of this study were grade IV students of SDN 03 Pegongsoran and grade IV teachers. Data collection was carried out through validation questionnaires by material experts and media experts, as well as teacher and student questionnaires. The results showed that the Match Board media obtained a feasibility level of 94% from material experts and 92% from media experts with the category "Very Feasible". In addition, the level of practicality of the media obtained a value of 96% from teachers and 90% from students with the category "Very Practical". This shows that the Match Board media is suitable and practical to use as an alternative learning media that can support interactive, interesting learning and actively involve students in learning activities.
Islamic Financial Planning for Entrepreneur di komunitas Gen Z Persatuan Pelajar Indonesia-Turki Provita Wijayanti; Pungky Lela Saputri; Ibnu Khajar; Arifathul Khoiriyah; Isna Rafika Dewi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.399

Abstract

Generasi Z merupakan kelompok usia produktif kelahiran 1997–2010 yang sebagian besar sedang menempuh pendidikan tinggi sekaligus mulai merintis usaha mandiri, termasuk pelajar Indonesia yang tergabung dalam Persatuan Pelajar Indonesia di Turki. Namun, semangat berwirausaha tersebut sering kali belum diimbangi dengan literasi perencanaan keuangan berbasis nilai-nilai Islam. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola keuangan secara terstruktur, sehat, dan berkelanjutan melalui pendekatan Islamic Financial Planning sesuai prinsip syariah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu persiapan secara daring, pelaksanaan pelatihan secara luring di Istanbul, Turki, serta pelaporan dan evaluasi. Tahap persiapan dilaksanakan pada 6–12 Juni 2025 melalui koordinasi online bersama pengurus PPI Turki, identifikasi kebutuhan peserta, serta penyusunan materi kegiatan. Tahap pelaksanaan dilaksanakan pada 13–20 Juni 2025 di Istanbul, Turki. Selanjutnya, tahap pelaporan dan evaluasi dilaksanakan pada April–Mei 2026 melalui penyusunan laporan kegiatan dan penelaahan hasil program. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan, kemampuan menyusun rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjang, serta penerapan prinsip keuangan Islami dalam aktivitas ekonomi. Implikasi kegiatan ini adalah terbentuknya kesadaran finansial yang lebih baik, meningkatnya kesiapan wirausaha, serta tumbuhnya kemandirian ekonomi pelajar Indonesia di Turki yang diharapkan mampu berkontribusi pada pengembangan ekonomi halal secara berkelanjutan. Generation Z is a productive age group born between 1997 and 2010, most of whom are currently pursuing higher education while beginning to develop independent business ventures, including Indonesian students who are members of the Indonesian Student Association in Türkiye. However, this entrepreneurial spirit is often not accompanied by adequate financial planning literacy based on Islamic values. This community service program aims to improve participants’ understanding and skills in managing finances in a structured, healthy, and sustainable manner through an Islamic Financial Planning approach in accordance with sharia principles. The implementation method was carried out through three main stages: online preparation, offline training in Istanbul, Türkiye, and reporting and evaluation. The preparation stage was conducted on June 6–12, 2025, through online coordination with the management of PPI Türkiye, identification of participants’ needs, and preparation of training materials. The implementation stage was conducted on June 13–20, 2025, in Istanbul, Türkiye. Furthermore, the reporting and evaluation stage was carried out in April–May 2026 through the preparation of activity reports and review of program outcomes.The results of the program showed an increase in participants’ understanding of financial management, their ability to prepare short-term and long-term financial plans, and the application of Islamic financial principles in economic activities. The implications of this program include the development of better financial awareness, increased entrepreneurial readiness, and the growth of economic independence among Indonesian students in Türkiye, which is expected to contribute to the sustainable development of the halal economy.
Strengthening students’ literacy, numeracy and character by traditional Angkola games revitalization Gabby Maureen Pricilia; Habib Rahmansyah; Ayustina Julia; Sahrul Batubara; Okta Amalia; Dimas Eri Sujiwo; Salsa Dillah Tijahra; Nurhusainah Nurhusainah; Mutiara Harahap; Lidya Resti Minta Ito
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.405

Abstract

Literacy, numeracy, and character are important foundations for life skills in the 21st century and the indicators of a nation’s progress, so they must receive serious attention. The partners in this activity are children in Rimba Soping Village who show low literacy, numeracy skills and need character strengthening. Strengthening children's literacy, numeracy and character is done by implementing community service in revitalizing Angkola traditional games program for students in Rimba Soping Village. Traditional Angkola games such as marsimbak, markuling-kuling acca, markalas-kalas, marjambatan Tapanuli, adong ma sada carito stimulate children to build communication each other, tell what they think, count and so on which are basic literacy and numeracy skills that are needed. And through these traditional games, the characters of cooperation, honesty, love of culture, friendship, communicative, caring, discipline, orderly are instilled and strengthened. With this, children’s literacy, numeracy and character experience positive changes while preserving traditional Angkola games.
Applying picture walk and read aloud strategies with supporting audio activities to enhance vocabulary mastery of Elementary School Students at SD Negeri 200104 Padangsidimpuan Aprida Irmayana; Nina Nurbaidah; Kamisah Kamisah; Azril Maulana; Fatimah Junita Nasution; Juni Sharah Lubis; Nia Rahmadani Hasibuan; Riski Tresya; Suci Rahmadini Harahap; Yolanda Vanesa Andrini
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.406

Abstract

This community service program (PKM) aims to improve English vocabulary mastery among sixth-grade students at SD Negeri 200104 Padangsidimpuan. The program implemented "Picture Walk" and "Read Aloud" strategies, structured within a systematic instructional design. To optimize the learning environment, audio technology via speakers was utilized for educational songs during ice-breaking sessions. The study involved 30 students, focusing on vocabulary related to fruits, human anatomy, and days of the week. Results indicated that the integration of audio technology and visual-based reading strategies significantly improved student engagement and vocabulary retention, fulfilling the predefined instructional objectives.

Page 12 of 13 | Total Record : 128