cover
Contact Name
Choiril Anwar
Contact Email
choirilanwar@unissula.ac.id
Phone
+6281931704317
Journal Mail Official
choirilanwar@itpd.or.id
Editorial Address
Gang Melati 8 Ds. Mlaten, Mijen, Demak, Jawa Tengah. 59583
Location
Kab. demak,
Jawa tengah
INDONESIA
Community Empowerment Journal
Published by CV. Yudhistt Fateeh
ISSN : -     EISSN : 30248558     DOI : https://doi.org/10.61251/cej
The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, and opportunities; and reporting on studies of impact in the areas of public service, outreach, empowerment, extension, engaged research, community-based research, community-based participatory research, action research, public scholarship, service-learning, and community services. Focus Community Empowerment Journal aims to provide a forum for international researchers on applied Society Development and Empowerment to publish the original articles. The scope of Community Empowerment Journal is Society Development and Empowerment.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 128 Documents
Analisis komperhensif penyuluhan non-komersial sebagai sarana diseminasi Undang-Undang Cipta Kerja Fadzlurrahman, Fadzlurrahman; Yaqin, Muhammad Ainul; Afriyanti, Heni; Wahyudi, Azkaa Maharani; Putra, Muhamad Malvino Surya; Setyawan, Shava Nicky; Vindraputri, Rizqi Mei; Rahmawati, Indi; Aditia, Rahmat; Putra, Nicolas Ade Wika
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.308

Abstract

Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja masih menghadapi berbagai tantangan di tingkat masyarakat, terutama dalam hal pemahaman dan penerimaan terhadap regulasi tersebut, sehingga diperlukan strategi komunikasi yang efektif dan inklusif. Undang-Undang Cipta Kerja bertujuan untuk mempercepat investasi dan penciptaan lapangan kerja, namun penerapannya di tingkat lokal masih menghadapi tantangan, termasuk kurangnya pemahaman masyarakat terhadap isi regulasi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi, implementasi, dan hambatan dalam penyuluhan non-komersial sebagai sarana diseminasi UU Cipta Kerja guna mendukung pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Pedurungan Lor. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi partisipatif, serta analisis dokumentasi terkait kegiatan penyuluhan yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan non-komersial yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat dapat meningkatkan pemahaman regulasi serta mendorong keterlibatan aktif warga dalam implementasi kebijakan. Strategi berbasis komunitas dengan pendekatan partisipatif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan respons positif masyarakat terhadap UU Cipta Kerja. Namun, penelitian juga menemukan beberapa hambatan utama, seperti resistensi terhadap kebijakan, kurangnya akses terhadap informasi resmi, serta keterbatasan sumber daya dalam penyelenggaraan penyuluhan. Kesimpulannya, penyuluhan non-komersial dapat menjadi instrumen yang efektif dalam mengedukasi masyarakat mengenai kebijakan publik, terutama jika didukung dengan metode komunikasi yang adaptif dan kolaborasi yang lebih erat antara mahasiswa, pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat. Implikasinya, perlu adanya peningkatan sinergi antara berbagai pemangku kepentingan serta optimalisasi penggunaan teknologi informasi agar penyebarluasan kebijakan lebih luas dan berkelanjutan. The implementation of the Job Creation Law still faces various challenges at the community level, especially in terms of understanding and acceptance of these regulations, so an effective and inclusive communication strategy is needed. The Job Creation Law aims to accelerate investment and job creation, but its implementation at the local level still faces challenges, including a lack of public understanding of the contents of the regulation. This research aims to analyze the strategy, implementation and obstacles in non-commercial counseling as a means of disseminating the Job Creation Law to support sustainable development in Pedurungan Lor Subdistrict. The method used in this research is a qualitative approach using in-depth interview techniques, participatory observation, and analysis of documentation related to the extension activities that have been carried out. The research results show that non-commercial outreach involving students and the community can increase understanding of regulations and encourage active involvement of citizens in policy implementation. Community-based strategies with a participatory approach have proven effective in building awareness and positive responses from the community towards the Job Creation Law. However, research also found several main obstacles, such as resistance to policies, lack of access to official information, and limited resources in providing extension services. In conclusion, non-commercial outreach can be an effective instrument in educating the public about public policy, especially if supported by adaptive communication methods and closer collaboration between students, local government and community leaders. The implication is that there is a need to increase synergy between various stakeholders and optimize the use of information technology so that policy dissemination is wider and more sustainable.
Penerapan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan di SDN Siwalan Semarang sebagai upaya pencegahan DBD Adillah, Siti Ummu; Azis, Muhammad Ibrahim Nur; Praticia, Dyah Ayu; Puspita, Vera; Kurniawan, Andi; Pamungkas, Satria Bayu Aji; Muzakky, Achmad; Salsabila, Ayu Fitriana; Candra, Irene Ardella; A’dawiyah, Robi’atul; Septiani, Tria Abel
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.315

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit menular yang masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia akibat infeksi virus dengue yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Rendahnya kesadaran terhadap kebersihan lingkungan dan sanitasi air menjadi faktor utama tingginya kasus DBD. Program ini bertujuan untuk menerapkan strategi pengendalian DBD berbasis ekosistem dengan mengintegrasikan sanitasi air bersih dan pemanfaatan kolam ikan nila merah (Oreochromis niloticus) sebagai metode alami dalam menghambat pertumbuhan jentik nyamuk. Program dilaksanakan di SDN Siwalan Semarang dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi sanitasi air bersih, observasi dan pembersihan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, serta pembuatan dan pemanfaatan kolam ikan nila merah sebagai pengendali biologis jentik nyamuk. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa dan guru dalam menjaga kebersihan lingkungan serta penurunan jumlah jentik nyamuk setelah program diterapkan. Selain itu, kolam ikan juga menjadi sarana edukatif dalam memahami ekosistem perairan. Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan berbasis ekosistem dapat menjadi solusi efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan dalam pengendalian DBD. Dengan partisipasi aktif warga sekolah, SDN Siwalan dapat menjadi contoh dalam menerapkan strategi pencegahan DBD berbasis lingkungan. Dengue fever is an infectious disease that is still a public health problem in Indonesia due to dengue virus infection transmitted by Aedes aegypti and Aedes albopictus mosquitoes. Low awareness of environmental hygiene and water sanitation is a major factor in the high number of DHF cases. This program aims to implement an ecosystem-based dengue control strategy by integrating clean water sanitation and the use of red tilapia (Oreochromis niloticus) ponds as a natural method in inhibiting the growth of mosquito larvae. The program was implemented at SDN Siwalan Semarang with several stages, namely socialization of clean water sanitation, observation and cleaning of areas that have the potential to become mosquito nests, as well as the construction and utilization of red tilapia ponds as biological control of mosquito larvae. The results showed an increase in student and teacher awareness in maintaining environmental cleanliness and a decrease in the number of mosquito larvae after the program was implemented. In addition, the fish pond also became an educational tool in understanding aquatic ecosystems. The success of this program proves that an ecosystem-based approach can be an effective, sustainable and environmentally friendly solution to dengue control. With the active participation of the school community, SDN Siwalan can be an example in implementing an environmentally-based dengue prevention strategy.
Pelatihan keterampilan berbicara melalui program DISMA bagi santri Pondok Pesantren MTA Mojogedang Amrulloh, Ahmad Saiful Izza; Chamalah, Evi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.348

Abstract

Program DISMA (Diskusi Santri Muda Aktif) dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan keterampilan berbicara santri Pondok Pesantren MTA Mojogedang. Pelatihan ini memadukan metode diskusi dan media pembelajaran interaktif untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, diperoleh hasil bahwa santri mengalami perkembangan signifikan dalam keberanian berbicara, kelancaran menyampaikan gagasan, dan kemampuan berargumen secara runtut. Selain itu, program ini turut menumbuhkan nilai-nilai karakter seperti sopan santun, kerja sama, dan etika berkomunikasi. Program DISMA efektif menjadi model pelatihan yang mampu meningkatkan keterampilan berbicara sekaligus memperkuat karakter santri di lingkungan pesantren. The DISMA (Active Young Santri Discussion) program was developed to enhance the speaking skills of students at MTA Islamic Boarding School Mojogedang. This training integrates discussion methods with interactive learning media to create an active, collaborative, and engaging learning experience. Using a descriptive qualitative approach through observation, interviews, and documentation, the results show significant improvements in students' speaking confidence, fluency, and ability to present ideas coherently. The program also strengthens character values such as politeness, cooperation, and communication ethics. DISMA proves to be an effective training model that improves speaking skills while reinforcing students’ character within the Islamic boarding school environment.
Pemberdayaan masyarakat Desa Karangasem melalui program penghijauan untuk mewujudkan ruang hijau berkelanjutan Suyanto, Suyanto; Nurrohmat, Bagus; Aprilian, Arda Maulana; Laistania, Iftita; Saputra, Ivan Wira; Musta'manah, Laila; Putri, Mega Ulisia; Afif, Naufal Muhammad; Fatiha, Syifa Salaisya Amani; Uzma, Zurifa Izzatul
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.356

Abstract

Program Pemberdayaan Masyarakat Desa Karangasem melalui penghijauan untuk Mewujudkan Ruang Hijau Berkelanjutan dilaksanakan sebagai wujud pengabdian masyarakat yang memadukan tujuan ekologis dengan pemberdayaan warga. Latar belakang kegiatan ini adalah terbatasnya ruang terbuka hijau, tingginya risiko abrasi pesisir, meningkatnya potensi banjir, serta menurunnya kualitas udara di Desa Karangasem, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Program dirancang dengan mengintegrasikan prinsip Green Economy, yang menekankan keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dan deskriptif kualitatif, meliputi observasi lapangan, pengumpulan data lingkungan, sosialisasi manfaat penghijauan, serta penanaman pohon pada titik strategis desa. Seluruh kegiatan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, kelompok pemuda, serta warga dari berbagai usia. Hasil yang diharapkan mencakup peningkatan kualitas udara, terciptanya ruang terbuka hijau yang fungsional, berkurangnya risiko banjir dan abrasi, serta meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan. The Karangasem Village Community Empowerment Program through Greening to Create Sustainable Green Spaces is implemented as a form of community service that combines ecological goals with citizen empowerment. The background to this activity is the limited green open space, the high risk of coastal abrasion, the increasing potential for flooding, and the declining air quality in Karangasem Village, Sayung District, Demak Regency. The program is designed by integrating the principles of the Green Economy, which emphasizes the balance between environmental sustainability, economic growth, and social welfare. The implementation method uses a participatory and qualitative descriptive approach, including field observations, environmental data collection socialization of the benefits of greening, and tree planting at strategic points in the village. All activities involve village officials, community leaders, youth groups, and residents of various ages. Expected results include improved air quality, the creation of functional green open spaces, reduced risks of flooding and abrasion, and increased awareness and active participation of the community in maintaining environmental sustainability in a sustainable manner.
Peningkatan kemampuan kader Warga Peduli AIDS Genuksari melalui pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique Amal, Ahmad Ikhlasul; Setyawati, Retno; Muawanah, Agustia Abidatul
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.369

Abstract

Kader Warga Peduli AIDS (WPA) di Kelurahan Genuksari, Semarang, menghadapi tantangan dalam memberikan dukungan psikospiritual yang memadai kepada Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Dibutuhkan intervensi untuk meningkatkan kompetensi kader dalam menangani tekanan emosional.Pengabdian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pelatihan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik kader WPA. Kegiatan melibatkan 15 kader WPA melalui tiga tahap: (1) pre-test dan pemberian materi teori, (2) pelatihan praktik dan simulasi SEFT, (3) post-test dan pendampingan lanjutan. Data pengetahuan diukur dengan kuesioner, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi langsung. Analisis data menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Karakteristik mayoritas kader adalah perempuan (80,0%), berusia 35-54 tahun (93,4%), dan berpendidikan menengah (60,0%). Hasil analisis menunjukkan peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (skor rata-rata meningkat dari 45,33 menjadi 86,53; p<0,001) dan keterampilan praktik (skor observasi meningkat dari 2,47 menjadi 9,20; p<0,001). Kader melaporkan peningkatan kepercayaan diri dalam pendampingan ODHA. Pelatihan SEFT terbukti efektif meningkatkan kapasitas kader WPA Genuksari secara signifikan. Teknik ini direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam program pelatihan berkelanjutan bagi kader kesehatan komunitas, didukung forum supervisi rutin untuk keberlanjutan. Community AIDS Care Volunteers (Kader Warga Peduli AIDS/WPA) in Genuksari Village, Semarang, face challenges in providing adequate psychosocial support to People Living with HIV/AIDS (PLWHA). An intervention is required to enhance the volunteers' competence in managing emotional distress. This community service aims to evaluate the effectiveness of Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) training in improving the knowledge and practical skills of WPA volunteers. The activity involved 15 WPA volunteers through three stages: (1) pre-test and delivery of theoretical material, (2) practical training and simulation of SEFT, and (3) post-test and follow-up mentoring. Knowledge data was measured using a questionnaire, while skills were assessed through direct observation. Data analysis employed the Wilcoxon Signed-Rank Test. The majority of the volunteers were female (80.0%), aged 35-54 years (93.4%), and had a secondary education (60.0%). The analysis results showed a significant improvement in knowledge (mean score increased from 45.33 to 86.53; p<0.001) and practical skills (observation score increased from 2.47 to 9.20; p<0.001). The volunteers reported increased confidence in assisting ODHA. SEFT training has proven to be effective in significantly enhancing the capacity of WPA volunteers in Genuksari. This technique is recommended for integration into ongoing training programs for community health volunteers, supported by regular supervision forums to ensure sustainability. (Times New Roman 10, single space, and italics).
Pengaruh game-based learning berbantuan kahoot terhadap higher order thinking skills materi bangun datar kelas III SD Supriyadi, Fendy; Ismiyanti, Yulina
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.373

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan Higher Order Thinking Skills (HOTS) siswa sekolah dasar yang disebabkan oleh pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya pemanfaatan media pembelajaran inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Game Based Learning (GBL) berbantuan media kuis interaktif berbasis Kahoot terhadap kemampuan HOTS siswa pada materi bangun datar. Metode yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain Pre-Experimental Design tipe One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SD Negeri Tlogosari Kulon 04 yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes berupa pretest dan posttest berbasis HOTS. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas dan uji hipotesis menggunakan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pretest sebesar 66,7 meningkat menjadi 86,81 pada posttest. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Dengan demikian, penerapan model GBL berbantuan Kahoot berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan HOTS siswa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran inovatif berbasis permainan dan teknologi digital dapat menjadi alternatif yang efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa serta mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi di sekolah dasar. This study is motivated by the low level of Higher Order Thinking Skills (HOTS) among elementary school students, which is caused by teacher-centered learning and the limited use of innovative learning media. This study aims to analyze the effect of the Game Based Learning (GBL) model assisted by Kahoot-based interactive quiz media on students’ HOTS in the topic of plane geometry. The method used is a quantitative approach with a Pre-Experimental Design of the One Group Pretest-Posttest Design type. The research subjects were 28 third-grade students of SD Negeri Tlogosari Kulon 04. Data collection techniques used tests in the form of HOTS-based pretest and posttest. Data analysis was conducted through normality testing and hypothesis testing using the Paired Sample T-Test. The results showed that the average pretest score of 66.7 increased to 86.81 in the posttest. The hypothesis test results indicated a significance value (Sig. 2-tailed) of 0.000 < 0.05, which means there is a significant difference before and after the treatment. Thus, the implementation of the GBL model assisted by Kahoot has a significant effect on improving students’ HOTS. The implication of this study indicates that the use of innovative learning models based on games and digital technology can be an effective alternative in increasing student engagement and developing higher-order thinking skills in elementary schools.
Pencegahan stunting sejak dini melalui penyuluhan gizi dengan media leaflet untuk ibu yang memiliki anak stunting di Desa Waru Urfaturrizqi, Salsabila; Nugroho, Kalisnada Namba Rohmad; Ibad, Irsyadul; Afiatillah, Nur Mukti; Auliatuzzahra, Adhisty; Agustiana, Rima; Sebriyana, Novi; Rusliawati, Siska Adhani; Abdillah, Rahman Karunia Sandi; Rahayu, Sefani; Suparmi, Suparmi
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i1.398

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah gizi kronis yang berdampak pada kualitas hidup anak di masa depan. Kondisi ini ditandai dengan keterlambatan pertumbuhan fisik akibat kekurangan gizi, pola asuh yang tidak tepat, serta sanitasi lingkungan yang kurang baik. Dampak stunting tidak hanya memengaruhi tinggi badan, tetapi juga perkembangan otak, daya tahan tubuh, hingga produktivitas saat dewasa. Upaya pencegahan dan penanggulangan stunting perlu dilakukan sejak dini, khususnya pada keluarga yang anaknya telah teridentifikasi mengalami stunting. Sebagai bentuk kontribusi nyata, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 30 Universitas Islam Sultan Agung Semarang melaksanakan penyuluhan pencegahan stunting di Desa Waru. Sasaran utama kegiatan ini adalah ibu yang memiliki anak stunting. Penyuluhan dilakukan dengan media leaflet edukatif yang berisi informasi singkat mengenai gizi seimbang, ASI eksklusif, pemberian MP-ASI bergizi, serta perilaku hidup bersih. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman ibu terkait pentingnya pemenuhan gizi anak dan pola hidup sehat keluarga. Media leaflet terbukti efektif sebagai sarana edukasi karena mudah dipahami, praktis, dan dapat dijadikan rujukan kembali oleh peserta. Program ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam mendukung upaya penurunan prevalensi stunting di tingkat desa. Stunting is a chronic nutritional problem that impacts a child's future quality of life. This condition is characterized by delayed physical growth due to malnutrition, inappropriate parenting, and poor environmental sanitation. The impact of stunting not only affects height but also brain development, endurance, and productivity in adulthood. Efforts to prevent and address stunting need to be implemented early, especially in families whose children have been identified as stunted. As a concrete contribution, Community Service Program (KKN) students from Group 30 of Sultan Agung Islamic University Semarang conducted stunting prevention outreach in Waru Village. The primary target group for this activity was mothers with stunted children. The outreach included educational leaflets containing concise information on balanced nutrition, exclusive breastfeeding, providing nutritious complementary foods, and practicing good hygiene. The results of the activity showed an increase in mothers' understanding of the importance of meeting children's nutritional needs and maintaining a healthy family lifestyle. The leaflets proved effective as an educational tool because they were easy to understand, practical, and could be used as a reference by participants. This program is expected to be a sustainable step in supporting efforts to reduce stunting prevalence at the village level.
Upaya pengembangan profesional guru bahasa Inggris SMP melalui diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet di kabupaten Sumedang Audi Yundayani; Maya Puspitasari; Maximus Gorky Sembiring; Dadan Dadan
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.327

Abstract

Pengembangan profesional guru bahasa Inggris menjadi hal yang penting. Mereka dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan dalam paradigma pembelajaran dan kemudian menyesuaikan hal tersebut dengan bagaimana skenario pembelajaran harus dikembangkan. Tetapi hal ini menjadi menantang karena berbagai hal misalnya kesempatan mereka untuk mengembangkan diri yang terbatas bahkan mungkin nyaris tidak ada, tidak adanya komunitas belajar yang memadai, sulitnya mengatur pembagian waktu antara menjalankan tugas sebagai guru bahasa Inggris dan waktu untuk mengembangkan diri, serta keterbatasan akses. Kegiatan pengabdian ini ditujukan untuk mengenalkan penggunaan platform Padlet sebagai media yang dapat digunakan untuk diskusi kolaboratif antarguru bahasa Inggris sebagai upaya pengembangan professional mereka. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pemaparan materi dan praktik dengan melibatkan komunitas guru bahasa Inggris di Kabupatan Sumedang. Kegiatan pengabdian ini diinisiasi untuk dilakukan berdasarkan hasil analisis kebutuhan yang terlebih dahulu dilakukan. Angket untuk mengumpulkan data digunakan untuk mengetahui respons peserta terkait dengan diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet. Hasil analisis data menunjukkan bahwa mayoritas guru bahasa Inggris antusias dan tertarik untuk terlibat aktif dalam diskusi kolaboratif menggunakan Padlet yang ditujukan untuk peningkatan profesional mereka. Meskipun sebagian besar dari mereka telah memiliki pengalaman mengajar lebih dari lima tahun, tetapi mereka meyakini bahwa diskusi kolaboratif dengan berbantuan Padlet akan memberikan pengalaman belajar dan berkolaborasi yang menyenangkan. Kegiatan pengabdian ini menjadi rujukan bagi team peneliti untuk selanjutnya mengembangkan model diskusi kolaboratif berbantuan Padlet yang merefleksikan nilai-nilai inklusivitas di dalamnya. The professional development of English teachers is important. They are required to adapt to various changes in the learning paradigm and adjust the learning scenario accordingly. However, this is challenging due to various factors, such as limited or even non-existent opportunities for self-development, the absence of adequate learning communities, the difficulty of balancing time between performing duties as an English teacher and time for self-development, and limited access. This community service activity aimed to introduce the Padlet platform as a medium for collaborative discussions among English teachers as part of their professional development. This activity was carried out in the form of a material presentation and practice involving the English teacher community in Sumedang Regency. This community service activity was initiated based on the results of a prior needs analysis. A questionnaire was used to collect data on participants' responses to collaborative discussions using Padlet. The results of the data analysis showed that the majority of English teachers were enthusiastic and interested in actively participating in collaborative discussions using Padlet for their professional development. Although most of them had more than 5 years of teaching experience, they believed that collaborative discussions using Padlet would provide an enjoyable learning experience. This community service activity served as a reference for the research team to develop a model of collaborative discussion, further using Padlet that reflects the values of inclusivity.
Peran orang tua dalam membentuk karakter anak yang berakhlak mulia di MTsN 2 Klaten Jawa Tengah Nur Hadi; Ahmad Tauchid; Taufiq Nur Muftiyanto; Puput Mulyono; Sri Kuncoro Dibyo Sarjono Maskuri; Muhamad Habib; Abdul Ayiz
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.361

Abstract

Transformasi sosial-digital menuntut penguatan peran keluarga dalam pendidikan karakter remaja, khususnya pada jenjang madrasah tsanawiyah. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan model T.A.D.A.R.U.S. sebagai kerangka operasional dalam membina akhlak berbasis kolaborasi antara keluarga dan sekolah di MTsN 2 Klaten, Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif partisipatif dengan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi yang dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman dan keterlibatan orang tua dalam pendidikan karakter anak, serta perubahan perilaku siswa terutama dalam kedisiplinan ibadah, komunikasi, dan penggunaan gawai secara bijak. Program pembiasaan ibadah, literasi keluarga, serta penguatan adab digital terbukti efektif dalam membentuk karakter siswa secara holistik, sementara kemitraan antara sekolah dan orang tua semakin kuat melalui komunikasi terstruktur dan kegiatan parenting berkelanjutan. Evaluasi melalui rapor akhlak keluarga menunjukkan peningkatan pada indikator kejujuran, tanggung jawab, adab lisan, disiplin ibadah, dan adab digital. Dengan demikian, model T.A.D.A.R.U.S. dapat menjadi pendekatan aplikatif dan berkelanjutan dalam penguatan pendidikan karakter berbasis nilai Islam serta berpotensi direplikasi di madrasah lain dengan karakteristik serupa. Socio-digital transformation demands the strengthening of the family’s role in adolescent character education, particularly at the madrasah tsanawiyah (Islamic junior secondary school) level. This community service program aims to develop and implement the T.A.D.A.R.U.S. model as an operational framework for fostering moral character through collaboration between families and schools at MTsN 2 Klaten, Central Java. The method employed is a participatory qualitative approach consisting of three main stages: preparation, implementation, and evaluation. Data were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation, and analyzed using descriptive qualitative techniques. The results indicate a significant improvement in parents’ understanding and involvement in their children's character education, as well as positive changes in students’ behavior, particularly in religious discipline, communication, and responsible use of digital devices. Programs such as habituation of worship, family literacy, and strengthening digital ethics proved effective in shaping students’ character holistically, while the partnership between school and parents became stronger through structured communication and continuous parenting programs. Evaluation through the family moral report card showed improvements in indicators such as honesty, responsibility, verbal manners, religious discipline, and digital ethics. Therefore, the T.A.D.A.R.U.S. model can serve as an applicable and sustainable approach to strengthening character education based on Islamic values and has the potential to be replicated in other madrasahs with similar characteristics.
Rancang bangun unit produksi biodiesel berbasis minyak jelantah untuk mewujudkan ekonomi sirkular pada agroindustri Nurwidiana Nurwidiana; Wiwiek Fatmawati; Pungky Lela Saputri; Taufiq Hidayat
Community Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2026)
Publisher : CV. Yudhistt Fateeh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61251/cej.v4i2.376

Abstract

Kegiatan produksi bawang goreng di Bangsal Pangsa Panen Gebang Mulyo menghasilkan limbah minyak jelantah dalam jumlah yang cukup besar. Limbah tersebut belum dimanfaatkan secara optimal, sehingga berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi pengelolaan limbah melalui pengembangan unit produksi biodiesel berbasis minyak jelantah sebagai implementasi konsep circular economy. Metode yang digunakan meliputi identifikasi potensi limbah, perancangan unit produksi biodiesel skala kecil, pelatihan proses produksi biodiesel, serta pendampingan operasional kepada mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa unit produksi biodiesel berbasis metode transesterifikasi berhasil dibangun dan dioperasikan. Unit ini mampu mengolah hingga 95% limbah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan kualitas yang memenuhi standar SNI, sehingga dapat mengurangi limbah produksi sekaligus menghasilkan bahan bakar alternatif. Selain memberikan manfaat lingkungan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Pengembangan unit biodiesel pada industri bawang goreng ini berpotensi menjadi model penerapan circular economy pada sektor agroindustri skala kecil. Pendampingan lanjutan masih diperlukan, khususnya dalam pengolahan gliserol sebagai produk samping proses biodiesel, agar seluruh limbah dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai tambah. Fried shallot production activities at the Gebang Mulyo post-harvest facility generate a significant amount of waste cooking oil. This waste has not been optimally utilized, leading to potential environmental pollution. This community service program aims to assist waste management through the development of a small-scale biodiesel production unit using waste cooking oil as an implementation of the circular economy concept. The methods employed include waste potential identification, design and development of a biodiesel production unit, training on biodiesel production processes, and operational assistance for the partners. The results show that the biodiesel production unit based on the transesterification method was successfully constructed and operated. The unit is capable of converting up to 95% of waste cooking oil into biodiesel that meets Indonesian National Standard (SNI) quality requirements, thereby reducing production waste while generating an alternative fuel source. In addition to environmental benefits, this program also creates new economic opportunities for the community. The development of this biodiesel unit in the fried shallot industry has the potential to serve as a model for circular economy implementation in small-scale agroindustries. Further assistance is required, particularly in the processing of glycerol as a by-product, to ensure that all waste can be transformed into value-added products).

Page 10 of 13 | Total Record : 128