cover
Contact Name
Mawan Eko Defriatno
Contact Email
mawan.ekodefriatno@gmail.com
Phone
+6285233457727
Journal Mail Official
jernih.unipar@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl Jawa No 10, Sumbersari, Jember Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
ISSN : -     EISSN : 30253853     DOI : https://doi.org/10.31537/jernih.v1i01.1075
Core Subject : Social, Engineering,
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene adalah Jurnal Teknik Lingkungan UNIPAR Jember yang menerbitkan artikel tentang teknik lingkungan dari berbagai perspektif, baik studi literatur maupun studi lapangan. Jurnal ini menekankan pada aspek-aspek yang berkaitan dengan:  Pengolahan Air dan Air Limbah  Manajemen lingkungan  Limbah Padat dan Berbahaya  Polusi Udara dan Suara  Ketahanan dan Mitigasi Perubahan Iklim  Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
Articles 53 Documents
PENGARUH PUPUK ORGANIK LIMBAH BUAH DAN SAYUR TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber Oficinale var. Rubrum) Herdianto, Agung
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1075

Abstract

Kendala yang dihadapi para petani untuk mengembangkan jahe organik adalah produksi yang rendah dan ukuran rimpang yang kecil sehingga harga jahe merosot drastis serta menurunkan kualitas eksport. Karena itu perlu dilakukan penelitian mengenai budidaya jahe secara organik dengan memanfaatkan sampah sayuran dan buah dan dicari perlakuan yang tepat sehingga dapat mengatasi masalah tersebut serta dapat meningkatkan produksi jahe organik dan sebagai langkah dalam mengurangi tumpukan sampah yang mencemari lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunanakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. 5 perlakuan tersebut diantaranya kontrol, organik padat 200 mg, organik padat 250 mg, organik cair 250 mL dan organik cair 300 mL. Parameter produktifitas yang di ukur adalah panjang rimpang (cm) dan berat rimpang (gr). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis Oneway (ANOVA) pada taraf signifikasi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap berat rimpang jahe merah yakni pada perlakuan organik 300 ml. Pemberian pupuk organik padat berpengaruh nyata terhadap berat rimpang yakni pada perlakuan organik cair 300 mg memberikan hasil yang paling bagus diikuti dengan pemberian perlakuan 250 mg, namun pemberian pupuk organik padat tidak berpengaruh terhadap panjang rimpang jahe merah.
PEMETAAN PHYLUM ECHINODERMATA (KELAS ASTEROIDEA) DI ZONA LITORAL PANTAI PASIR PUTIH SITUBONDO Purwandari, Anggraini Ratih
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1076

Abstract

Class Asteroidea is a member of the phylum Echinodermata Asteroidea with high diversity, diversity will be found the similarities and differences that can be used as a key identification and classification. Pasir putih Situbondo beach has many invertebrate animals, particularly Asteroidea class that can be used to research about their abundance. The problems that arise are animals Echinodermata (classes Asteroidea ) What are some which can be found on the shore of Pasir Putih Situbondo beach can be used as a source data about their abundance. The results showed that the white sand beach Situbondo is found one type of the class Asteroidea namely Linckia laevigata acquisition this study of transects 1 to 15 only one transect contained starfish is on transect 14 wherein the transects , measuring 100 m sea littoral zone. Reason discovery of starfish on the shore of Pasir Putih Situbondo beach slightly due to limited types of starfish Asteroidea because in this month is going east wind season so that the starfish is hard to find.
PEMANFAATAN AMPAS TEBU DAN AMPAS TEH SEBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI MERAH KERITING (Capsicum annum L.) DITINJAU DARI INTENSITAS PENYIRAMAN AIR TEH Eko Defriatno, Mawan
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1085

Abstract

Cabai merah keriting adalah buah dan tumbuhan yang termasuk dalam genus Capsicum. Tanaman cabe cocok ditanam pada tanah yang kaya humus, gembur dan tidak tergenang air. pH tanah yang ideal untuk tanaman cabe sekitar 5-6. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui pengaruh media tanam ampas tebu dan ampas teh terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum. L) serta untuk mengetahui pengaruh intensitas penyiraman air teh terdadap pertumbuhan cabai merah keriting (Capsicum annum. L). Parameter pengamatan meliputi tinggi batang tanaman dan jumlah daun. Hasil penelitian yang dianalisis dengan SPSS 20 menggunakan uji Friedman Test menunjukkan bahwa tanaman yang ditanam pada media ampas teh dengan intensitas penyiraman air teh dua hari sekali merupakan tanaman yang mengalami pertumbuhan yang lebih baik dari ketiga media yang lain. Tetapi tanaman cabai yang ditanam pada media tanah memiliki nilai rata-rata lebih tinggi dari semua perlakuan, hal itu disebabkan karena ampas tebu dan ampas teh akan memiliki kwalitas yang baik jika dijadikan sebagai pupuk organik. Meskipun pertumbuhan tanaman pada media tanah (kontrol) lebih besar, akan tetapi selisihnya hanya sedikit, yaitu sekitar 1,1% (untuk tinggi tanaman) dan 1,2% (untuk jumlah daun). Dari hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh dan perbedaan tinggi tanaman dan jumlah daun pada setiap tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) yang ditanam pada setiap media yang digunakan. Sedangkan intensitas penyiraman air teh tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.).
UJI KUALITAS AIR SUMUR BERDASARKAN KANDUNGAN BAKTERI COLIFORM NON FECAL SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA KULIAH MIKROBIOLOGI: Studi Kasus di Perumahan Taman Gading, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember Ayu Suryani, Fitri
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air sumur berdasarkan jumlah kandungan bakteri Coliform non fecal di kawasan perumahan Kaliwates terkait standar persyaratan kualitas air untuk konsumsi, dan untuk mengetahui apakah penelititan ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar mata kuliah mikrobiologi. Penelitian ini berupa penelitian deskriptif laporan diri yang dilakukan di Laboratorium Biologi dengan menggunakan metode Most Probable Number (MPN) tabung seri 3-3-3 dengan dua tahap uji yaitu uji penduga dan uji penegas untuk mengetahui keberadaan bakteri Coliform non fecal. Pengambilan sampel menggunakan metode disproportionate stratified random sampling dengan sampel sebanyak empat yang mewakili setiap tipe rumah. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan membandingkan hasil uji laboratorium dengan Permenkes RI No.416/MENKES/PER/IX/1990 dan Permenkes RI No.492/MENKES/PER/IV/2010. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat sampel yang telah diuji dari 4 tipe rumah semuanya mengandung bakteri Coliform non fecal dengan indeks MPN/100 ml yaitu 20 MPN/100 ml, 11 MPN/100 ml, 15 MPN/100 ml dan 9 MPN/100 ml sampel air. Semua sampel yang diuji memenuhi standar baku kualitas air bersih, sehingga kualitas air sumur di wilayah perumahan Kecamatan Kaliwates (Perumahan Taman Gading) tergolong baik dan layak digunakan sebagai sumber penyedia air bersih. Sesuai dengan Permenkes RI Nomor 492/ MENKES/PER/IV/2010, kualitas air sumur tersebut tergolong rendah, tidak memenuhi standar baku mutu kualitas air minum sehingga perlu pengolahan sebelum dikonsumsi.Teknik uji kualitas air dengan metode MPN ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar pada mata kuliah mikrobiologi.
PENGARUH PUPUK ORGANIK LIMBAH SAYURAN DAN BUAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TANAMAN JAHE MERAH (Zingiber Oficinale var. rubrum) SEBAGAI SUMBER BELAJAR MATA KULIAH EKOLOGI Krisdhianto, Andhi
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1087

Abstract

Jahe (Zingiber oficinale roscoe) merupakan salah satu komoditas ekspor rempah-rempah, permintaan jahe di pasar internasional salah satunya jahe organik namun kendala pengembangan jahe organik adalah produksi yang rendah dan ukuran rimpang yang kecil. Perlu dilakukan penelitian mengenai budidaya jahe secara organik dengan memanfaatkan sampah sayuran dan buah sehingga sehingga dapat meningkatkan produksi jahe organik dan dapat mengurangi sampah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pupuk Organik Limbah Sayuran dan Buah terhadap Produktivitas Tanaman Jahe Merah (Zingiber oficinale var. rubrum) sebagai Sumber Belajar Mata Kuliah Ekologi pada Sub Bahasan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian ini dilakukan dengan menggunanakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan. 5 perlakuan tersebut diantaranya kontrol, organik padat 200 mg, organik padat 250 mg, organik cair 250 mL dan organik cair 300 mL. Parameter produktifitas yang di ukur adalah panjang rimpang (cm) dan berat rimpang (gr). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis Oneway (ANOVA) pada taraf signifikasi 5%. Apabila ada perbedaan nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk organik cair berpengaruh nyata terhadap berat rimpang jahe merah pada perlakuan 300 mL. Pada perlakuan kontrol dan organik cair 250 mL tidak memberikan pengaruh yang nyata. Pemberian pupuk organik cair tidak berengaruh nyata terhadap panjang rimpang. Pemberian pupuk organik padat berpengaruh nyata terhadap berat rimpang yakni pada perlakuan 200 mg memberikan hasil yang paling bagus diikuti dengan pemberian perlakuan 250 mg, namun pemberian pupuk organik padat tidak berpengaruh terhadap panjang rimpang jahe merah.
TINJAUAN EUTROFIKASI TERHADAP BANGUNAN IRIGASI (STUDI KASUS BENDUNG WALAHAR, KABUPATEN KARAWANG) Mustika, Adi
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1184

Abstract

Bendung Walahar dibangun untuk mengatur debit Sungai Citarum guna mengairi 87.306 ha sawah di Kabupaten Karawang. Bendung Walahar sendiri membentuk area genangan seluas 15 ha. Sungai Citarum yang mensuplai air ke bendung ini di bagian hulu telah mengalami pencemaran baik dari limbah domestik, industri, maupun limbah pertanian yang kaya unsur hara. Pencemaran oleh bahan-bahan organik tersebut menyebabkan eutrofikasi, yang dapat diindikasikan dengan pertumbuhan fitoplankton dan tumbuhan air seperti eceng gondok (Eichornia crassipes) yang menutupi permukaan genangan di bendung Walahar. Setiap tahun Perum Jasa Tirta II (PJT II) mengangkat 20 ton eceng gondok dari bendung Walahar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pencemaran air di bendung Walahar berdasarkan parameter fisika dan kimia kemudian menentukan status mutu air, mengetahui pengaruh eutrofikasi terhadap pertumbuhan eceng gondok, dan untuk mengetahui pengaruh keberadaan eceng gondok terhadap bangunan irigasi. Sebanyak 3 (tiga) sampel air dikumpulkan dari 3 titik sampling yang selanjutnya dianalisis di laboratorium PJT II. Hasil analisis laboratorium dibandingkan dengan Baku Mutu Air (BMA) berdasarkan PP No. 82/2001 tentang pengelolaan kualitas air, kemudian ditentukan status mutu air menggunakan metode Indeks Pencemaran. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui di titik 1 dan 2, yang berada di bagian hulu bendung Walahar, parameter kualitas air memenuhi BMA, sedangkan di titik 3 yang berada di bendung Walahar parameter BOD melampaui ambang batas BMA. Dari perhitungan Indeks Pencemaran diketahui di titik 1 dan 2 memenuhi BMA sedangkan di titik 3 menunjukkan tercemar ringan. Pencemaran yang berasal dari bahan-bahan organik memberikan nutrisi bagi tumbuhan air eceng gondok yang tumbuh menutupi hampir 20% dari luas area genangan. Penutupan permukaan perairan oleh eceng gondok ini di satu sisi akan meningkatkan laju evapotranspirasi sehingga kehilangan air lebih tinggi dibanding perairan terbuka, di sisi lain keberadaan eceng gondok menyebabkan pendangkalan oleh karena adanya sisa-sisa seresah dari eceng gondok. Pendangkalan tersebut akan menurunkan kapasitas tampungan bendung Walahar dan memperpendek umur fungsi bending.
STUDI PERMASALAHAN SANITASI WILAYAH PESISIR DESA MANTIGOLA KABUPATEN WAKATOBI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Warsita Mahapati, Wa Ode Sitti; Ahmad, Siti Nurjanah; Juryani, Juryani
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 01 (2023): Jernih: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i01.1192

Abstract

Ketersediaan sarana sanitasi belum seluruhnya terpenuhi menurut standar kesehatan seperti tempat pembuangan sampah, sistem pengelolaan air limbah, penyediaan air bersih, serta pembuangan kotoran manusia kondisi ini menggambarkan sistem dasar masih dibawah standar sanitasi lingkungan sehat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang mengacu pada persyaratan sanitasi sanitasi perumahan yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No. 892 tahun 1999. Panel penilaian terdiri dari konstruksi rumah, sarana sanitasi dan perilaku penghuni. Objek penelitian ini dilakukan kepada 72 rumah tangga Desa Mantigola. Hasil menunjukkan Penyediaan air bersih memenuhi syarat 100%, SPAL tidak memenuhi syarat 100%, Jamban memenuhi syarat 33% dan tidak memenuhi syarat 67%, Sarana tempat sampah tidak memenuhi syarat 100%, Konstruksi rumah 100% tidak memiliki langitlangit, dinding 2,3% terbuat dari bambu, 70,8% semi permanen, 26,4% permanen. Upaya yang dapat dilakukan berupa kerjasama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga terkait seperti dinas sanitasi, dinas perumahan, dan organisasi masyarakat setempat sangat penting. Dukungan finansial, pengawasan, serta program pendidikan dan kesadaran masyarakat akan memainkan peran kunci dalam menyelesaikan permasalahan yang ada dan meningkatkan kondisi sanitasi dan hunian di Desa Mantigola Kecamatan Kaledupa.
PERSEPSI PENGGUNA (USER) TERHADAP KONDISI INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN PADA KAWASAN PERUMAHAN DI KOTA KENDARI Mahapati, Wa Ode Sitti Warsita; Agustan, Agustan; Nugrawati, Nugrawati
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i02.1498

Abstract

Penelitian ini dilakukan agar dapat mengevaluasi persepsi penghuni terhadap kondisi perumahan di Kota Kendari. Kawasan perumahan mencakup sekitar 27 hektar tipe 36. Meskipun berdasarkan kondisi topografinya dapat mengurangi risiko banjir, ketiadaan transportasi umum dan keterbatasan air bersih menjadi tantangan bagi penghuni. Infrastruktur yang kurang memadai, seperti drainase dan ruang terbuka hijau yang minim, berkontribusi pada ketidaknyamanan termal. Masalah fisik, termasuk retaknya dinding dan kerusakan atap akibat badai pada Desember 2021, menunjukkan potensi kekurangan dalam pembangunan perumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi infrastruktur yang ada berdasarkan persepsi pengguna, dengan penekanan pada kualitas bangunan dan fasilitas perumahan. Pengumpulan data melibatkan kuesioner yang disebarkan kepada penghuni, dengan analisis data primer menggunakan metode persentase eksploratif. Variabel penelitian mencakup kualitas bangunan dan infrastruktur/utilitas perumahan, termasuk jalan, drainase, pasokan air, pengelolaan sampah, dan air limbah. Analisis menunjukkan bahwa penghuni umumnya puas dengan kualitas bangunan (71%) tetapi memiliki kekhawatiran terhadap infrastruktur/utilitas perumahan (55%). Variasi signifikan terdapat pada aspek tertentu, seperti kondisi jalan (45% tidak puas) dan efektivitas drainase (57% puas). Secara keseluruhan, meskipun ada tantangan yang diidentifikasi, penghuni menunjukkan tingkat kepuasan yang cukup dengan infrastruktur dan utilitas yang tersedia.
OPTIMALISASI SISTEM PENGANGKUTAN SAMPAH DI WILAYAH KABUPATEN JEMBER STUDI KASUS : KECAMATAN KALIWATES, PATRANG, DAN SUMBERSARI Herdianto, Agung
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah Kota Kabupaten Jember, terdiri dari kecamatan Kaliwates, Patrang, dan Sumbersari, menghadapi tantangan signifikan dalam penanganan sampah. Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember bertanggung jawab atas hal ini. Keberagaman geografis dan demografis setiap kecamatan menciptakan permasalahan unik dalam pengelolaan sampah. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengangkutan sampah, fokusnya di Kota Jember, sebagai langkah awal optimalisasi kebersihan lingkungan. Penelitian ini melibatkan evaluasi jumlah armada pengangkutan sampah dan analisis laju timbulan sampah per kecamatan. Data tahun 2008 dari Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Jember digunakan untuk analisis. Metodologi mencakup evaluasi jumlah dan ritasi dump truck serta analisis volume sampah per kecamatan. Penelitian ini diharapkan memberikan solusi untuk meningkatkan volume sampah terangkut sesuai dengan target kebijakan persampahan. Luas wilayah dan kepadatan penduduk masing-masing kecamatan mempengaruhi laju timbulan sampah. Meskipun laju timbulan sudah dihitung, volume sampah terangkut masih di bawah target kebijakan persampahan. Evaluasi terhadap 12 unit dump truck yang beroperasi menunjukkan bahwa kapasitas angkut belum memadai. Hal ini menandakan kekurangan dalam sistem pengangkutan sampah yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Studi ini memberikan gambaran bahwa sistem pengangkutan sampah di Kota Jember perlu ditingkatkan untuk mencapai target kebijakan persampahan. Evaluasi fasilitas yang ada dan penambahan armada pengangkutan sampah menjadi langkah kunci. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar bagi pihak terkait, terutama Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang, untuk meningkatkan efisiensi dalam penanganan sampah di wilayah tersebut. Dengan demikian, optimalisasi sistem pengangkutan sampah dapat berkontribusi pada kebersihan lingkungan di Kabupaten Jember.
STUDI KARAKTERISTIK DAN POTENSI DAUR ULANG SAMPAH DI BANTARAN SUNGAI DESA SUKOREJO, KECAMATAN BANGSALSARI, KABUPATEN JEMBER Defriatno, Mawan
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i02.1565

Abstract

Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menghadapi tantangan pengelolaan sampah tradisional yang menimbulkan dampak negatif terhadap sungai Sukorejo. Dengan penduduk sekitar 12.000 jiwa, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah telah mengakibatkan pencemaran sungai dan mengancam kualitas air. Upaya pembersihan sungai melalui kerja bakti belum mencukupi, dan pembakaran sampah menyebabkan polusi udara. Penelitian ini menganalisis potensi daur ulang sebagai solusi berkelanjutan. Penelitian melibatkan survei sampah sungai, analisis komposisi sampah, dan wawancara dengan pihak terkait di Desa Sukorejo. Sampel timbulan sampah diambil dari kantor desa dan bantaran sungai. Metode penghitungan nilai ekonomi sampah perumahan digunakan untuk menilai potensi ekonomi dari sampah yang dihasilkan. Warga Sukorejo memiliki beragam pendekatan dalam mengelola sampah, termasuk pembakaran, pembuangan di tempat sampah, dan pemilahan untuk dijual. Penelitian menyoroti permasalahan utama berupa rendahnya kesadaran masyarakat, terutama terkait pembuangan sampah ke sungai. Komposisi sampah melibatkan sampah organik (41%) dan anorganik (59%), dengan plastik menjadi perhatian utama. Potensi daur ulang sampah, terutama organik, menciptakan peluang untuk pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan melalui edukasi intensif tentang pengelolaan sampah. Peran pemerintah sangat penting dengan menerapkan kebijakan yang mendukung praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan dapat menciptakan solusi yang holistik. Penelitian ini memberikan dasar untuk perbaikan kebijakan dan strategi guna mengatasi permasalahan sampah sungai secara efektif dan berkelanjutan.