cover
Contact Name
Mawan Eko Defriatno
Contact Email
mawan.ekodefriatno@gmail.com
Phone
+6285233457727
Journal Mail Official
jernih.unipar@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl Jawa No 10, Sumbersari, Jember Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
ISSN : -     EISSN : 30253853     DOI : https://doi.org/10.31537/jernih.v1i01.1075
Core Subject : Social, Engineering,
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene adalah Jurnal Teknik Lingkungan UNIPAR Jember yang menerbitkan artikel tentang teknik lingkungan dari berbagai perspektif, baik studi literatur maupun studi lapangan. Jurnal ini menekankan pada aspek-aspek yang berkaitan dengan:  Pengolahan Air dan Air Limbah  Manajemen lingkungan  Limbah Padat dan Berbahaya  Polusi Udara dan Suara  Ketahanan dan Mitigasi Perubahan Iklim  Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
Articles 59 Documents
Studi Karakteristik dan Potensi Daur Ulang Sampah di Bantaran Sungai Desa Sukorejo Kecamatan Bangsalsari Kabupaten Jember: Study of Characteristics and Potential of Waste Recycling on the Riverbanks of Sukorejo Village, Bangsalsari District, Jember Regency Defriatno, Mawan Eko; Fadlurrahman, Rifky; L, Muhammad Farhan Ferdiansyah
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i02.1565

Abstract

Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Kabupaten Jember, menghadapi tantangan pengelolaan sampah tradisional yang menimbulkan dampak negatif terhadap sungai Sukorejo. Dengan penduduk sekitar 12.000 jiwa, kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah telah mengakibatkan pencemaran sungai dan mengancam kualitas air. Upaya pembersihan sungai melalui kerja bakti belum mencukupi, dan pembakaran sampah menyebabkan polusi udara. Penelitian ini menganalisis potensi daur ulang sebagai solusi berkelanjutan. Penelitian melibatkan survei sampah sungai, analisis komposisi sampah, dan wawancara dengan pihak terkait di Desa Sukorejo. Sampel timbulan sampah diambil dari kantor desa dan bantaran sungai. Metode penghitungan nilai ekonomi sampah perumahan digunakan untuk menilai potensi ekonomi dari sampah yang dihasilkan. Warga Sukorejo memiliki beragam pendekatan dalam mengelola sampah, termasuk pembakaran, pembuangan di tempat sampah, dan pemilahan untuk dijual. Penelitian menyoroti permasalahan utama berupa rendahnya kesadaran masyarakat, terutama terkait pembuangan sampah ke sungai. Komposisi sampah melibatkan sampah organik (41%) dan anorganik (59%), dengan plastik menjadi perhatian utama. Potensi daur ulang sampah, terutama organik, menciptakan peluang untuk pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan melalui edukasi intensif tentang pengelolaan sampah. Peran pemerintah sangat penting dengan menerapkan kebijakan yang mendukung praktik 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait diharapkan dapat menciptakan solusi yang holistik. Penelitian ini memberikan dasar untuk perbaikan kebijakan dan strategi guna mengatasi permasalahan sampah sungai secara efektif dan berkelanjutan.
Kajian Penerapan Eko-Drainase di Perumahan Bumi Mangli Permai Jember : Study of the Implementation of Eco-Drainage in Bumi Mangli Permai Housing, Jember Mustika, Adi; Ayu, Hesti Mewah Indah
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i02.1567

Abstract

Kawasan perumahan Bumi Mangli Permai Jember adalah kawasan pemukiman yang tergolong padat dan dilalui oleh sungai Semangir, sehingga perlu perhatian lebih. Perubahan iklim menyebabkan curah hujan pada tahun-tahun terakhir cenderung meningkat, sehingga debit limpasan air hujan dari kawasan perumahan meningkat. Penerapan drainase berwawasan lingkungan, disebut juga ekodrainase, adalah salah satu upaya mengurangi debit limpasan air hujan dengan meresapkan air hujan ke dalam tanah, misalnya dengan sumur resapan. Ekodrainase juga bermanfaat dalam upaya konservasi air tanah. Berdasarkan hal tersebut, dilakukian kajian penerapan sumur resapan. Lokasi penelitian di perumahan Bumi Mangli Permai Jember. Analisis hidrologi didasarkan dari 3 stasiun hujan yang berdekatan. Analisis hidrolika untuk menghitung debit limpasan air hujan dari kawasan perumahan dan debit sumur resapan. Berdasarkan hasil analisis dan perhitungan, didapatkan debit limpasan air hujan dari kawasan perumahan adalah 3,14 m3/detik. Asumsi sumur resapan dibangun di setiap rumah yaitu sejumlah 1780 buah di perumahan tersebut mampu meresapkan air hujan sebesar 0,516 m3/detik. Penerapan sumur resapan air hujan ini dapat mengurangi debit limpasan air hujan sebesar 16,42%.
Analisis Kualitas Air Pada Sumber Mata Air di Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember: Analysis of Water Quality at Water Sources in Sumbersalak Village, Ledokombo District, Jember Regency Krisdhianto, Andhi; Kumala, Findi
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 1 No. 02 (2023): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v1i02.1568

Abstract

Air sebagai kebutuhan pokok bagi makhuk hidup di bumi, bagi kehidupan air ialah senyawa kimia yang sangat penting termasuk juga untuk manusia. Pemanfaatan sumber mata air ialah salah satu alternatif bagi sebagian masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan air bersih dan tidak selamanya air jernih yang berasal dari mata air itu sehat dan tidak tercemar. Oleh karena itu amat berarti untuk kita buat mengenali air yang kita konsumsi sudah sesuai dengan persyaratan baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah atau belum. Hal ini sangat penting karena jika kita mengkonsumsi air yang tercemar maka akan berpengaruh terhadap kesehatan kita. Riset ini bertujuan untuk mengatahui kualitas air yang berasal dari mata air di Desa Sumber Salak, Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember dan membandingkan dengan standart baku mutu yang tertuang dalam Lampiran VI Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Penelitian melakukan beberapa uji, diantaranya uji parameter fisika, kimia dan bakteriologis. Berdasarkan hasil penelitian dan kemudian membandingkan dengan standart baku mutu air nasional yang terdapat dalam Lampiran VI Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup maka dapat ditarik kesimpulan bahwa air dari mata air Dusun Salak dan mata air Dusun Karanganyar termasuk dalam Golongan Kelas 1. Golongan air Kelas 1 ialah air yang peruntukkannya bisa dipakai buat air dasar air minum, serta atau ataupun peruntukkan lain yang mempersyaratkan kualitas air yang serupa dengan khasiat itu.
Evaluasi Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Domestik dan Limbah Padat B3 Berbasis Bank Sampah Unit (BSU) di RSU Srikandi IBI Jember: Evaluation of Operational Techniques for Domestic Waste Management and B3 Solid Waste Based on the Waste Bank Unit (BSU) at Srikandi IBI Jember Hospital Pramayanti, Citra Diamantina; Defriatno, Mawan Eko; Herdianto, Agung
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2600

Abstract

Menyadari dampak yang dihasilkan dari konsep ekonomi linear, Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengadaptasi praktik ekonomi sirkular yang dituangkan kedalam regulasi Permen-LHK No. 13 Tahun 2012. Selain Kemen-LHK, Kemenkes juga turut serta bersinergi dengan mendukung praktik konsep ekonomi sirkular berbasis Bank Sampah di sektor kesehatan. Salah satu rumah sakit yang telah mengadaptasi praktik ekonomi sirkular berbasis Bank Sampah yaitu RSU Srikandi IBI Jember. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian teknik operasional berdasarkan standar Permenkes No.7 Tahun 2019, timbulan dan komposisi sampah, neraca massa, efektivitas BSU, serta strategi optimalisasi BSU. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mix method exploratory). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian teknik operasional terhadap Permenkes No. 7 Tahun 2019 yaitu sebesar 65%, yang berarti belum sepenuhnya memenuhi standar. Timbulan mingguan sampah domestik tercatat sebesar 211,9 kg dengan volume 4.825,9 liter, sedangkan timbulan limbah padat B3 sebesar 196,7 kg dengan volume 2.577,4 liter. Komposisi sampah domestik didominasi sisa makanan (51,2% berat; 73,4% volume), sementara limbah padat B3 didominasi limbah APD, popok, dan underpad (56,4% berat; 51,4% volume). Analisis neraca massa menunjukkan bahwa seluruh timbulan sampah dapat tertangani oleh mitra pengelola, namun efektivitas BSU masih rendah, hanya sebesar 22,37% (berat) dan 22,60% (volume), yang termasuk dalam kategori sangat tidak efektif. Strategi optimalisasi BSU berada pada kuadran I (Strength-Opportunity), sehingga disarankan penerapan strategi pertumbuhan agresif (growth strategy) melalui pemanfaatan peluang eksternal dan penguatan operasional internal.
Kajian Kualitas Air Sumur di Beberapa Wilayah Kabupaten Jember Berdasarkan Parameter Turbiditas, pH, dan TDS : Study of Well Water Quality in Several Areas of Jember Regency Based on Turbidity, pH, and TDS Parameters Mustika, Adi; Dini , Aisha Meilyna Rima; Ramadan , Moch Noval; Sofia , Nadifatus; Hasanah, Siti Lailatul Homsil; Zuhro , Fatimatuz
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2641

Abstract

Kualitas air merupakan faktor penting dalam menjaga kesehatan lingkungan dan ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air sumur di lima wilayah Kabupaten Jember—Desa Slateng (Ledokombo), Desa Gumuksari (Kalisat), Desa Bendelan (Arjasa), Desa Semboro, dan Kelurahan Sumbersari—berdasarkan parameter turbiditas, pH, dan total dissolved solids (TDS). Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni 2025, dengan pengukuran langsung di lapangan dan analisis deskriptif kuantitatif terhadap hasil pengukuran. Nilai turbiditas, pH, dan TDS dibandingkan dengan baku mutu kualitas air kelas I sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai turbiditas berkisar 0–0,9 NTU, pH antara 6,8–7,92, dan TDS antara 207–427 mg/L. Seluruh parameter tersebut masih berada dalam batas baku mutu air kelas I, sehingga kualitas air di kelima lokasi tergolong baik dan layak digunakan sebagai sumber air baku setelah pengolahan sederhana. Variasi kecil antar lokasi menunjukkan pengaruh kondisi geologis dan aktivitas domestik terhadap karakteristik air tanah setempat. Penelitian ini merekomendasikan pemantauan berkala dan perluasan analisis terhadap parameter kimia serta mikrobiologis untuk memperoleh gambaran kualitas air yang lebih komprehensif.
Tinjauan Metode Pengolahan Sampah Organik Skala Rumah Tangga di Indonesia: Review of Household Organic Waste Processing Methods in Indonesia Muyasaroh, Siti
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2685

Abstract

Sampah organik (material berbahan organik dan/atau bisa dikomposkan) merupakan jenis sampah rumah tangga dengan komposisi paling dominan di Indonesia, dengan persentase sisa makanan 39,26%, kayu dan ranting 12,58%, serta kertas dan karton 11,24% dari total timbulan sampah secara keseluruhan. Untuk mencapai keberlanjutan pengelolaan sampah di Indonesia, terdapat beberapa metode pengolahan sampah organik yang dapat diimplementasikan di skala rumah tangga, seperti pengomposan, vermikompos, maggot BSF, biogas, dan eco-enzim. Pemilihan metode pengolahan sampah organik skala rumah tangga sebaiknya tidak hanya didasarkan pada kondisi lingkungan sekitar, namun juga kemampuan dan kesediaan tiap anggota keluarga dalam menerapkan pengolahan sampah organik di sumber. Pemanfaatan hasil pengolahan, baik kompos, maggot, biogas, bioslurry, pupuk kandang, maupun eco-enzyme, juga bisa menjadi dasar pertimbangan metode yang akan dipilih. Agar program pengelolaan sampah organik skala rumah tangga dapat berjalan dengan baik, maka diperlukan partisipasi aktif masyarakat, dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait, serta strategi edukasi yang efektif.
Pengolahan Air Bersih di Instalasi Pengolahan Air Way Sepagasan PDAM Way Sekampung Kabupaten Pringsewu: Clean Water Treatment at the Way Sepagasan Water Treatment Plant, PDAM Way Sekampung, Pringsewu Regency Nasoetion, Panisean; Natalina, Natalina; Mukti, Audy Dasaela Junia
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2750

Abstract

Air bersih merupakan unsur vital yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan manusia untuk memenuhi berbagai keperluan, mulai dari kebutuhan rumah tangga, kegiatan industri, hingga pelayanan publik. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk, perkembangan wilayah, dan keragaman kondisi geografis, kebutuhan akan air bersih terus mengalami peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, keberadaan lembaga penyedia layanan air bersih menjadi sangat penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Pringsewu, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Way Sekampung memegang peranan utama dalam menyediakan air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat luas. Pengolahan air bersih oleh PDAM Way Sekampung dilakukan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Way Sepagasan, yang memanfaatkan sumber air baku dari Curup Tujuh. Kerja praktik ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam proses pengolahan air yang diterapkan di IPA Way Sepagasan, termasuk efisiensi tiap tahapan dan peran instalasi dalam mendukung penyediaan air bersih di Kabupaten Pringsewu. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa proses pengolahan air di IPA ini meliputi beberapa tahapan penting, yaitu koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan desinfeksi. Tahapan tersebut berfungsi untuk menghilangkan partikel tersuspensi, kotoran, serta mikroorganisme berbahaya sehingga menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas air bersih sesuai peraturan yang berlaku. IPA Way Sepagasan memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan dan distribusi air bersih di Kabupaten Pringsewu dan mendukung upaya peningkatan pelayanan air bersih yang berkelanjutan di wilayah tersebut.
Analisis Dampak Lingkungan Akibat Kegiatan Geothermal: Studi Literatur Hubungan Life Cycle Cost Dengan Kerusakan Lingkungan: Environmental Impact Analysis Due to Geothermal Activities: Literature Study of the Relationship between Life Cycle Cost and Environmental Damage Utami, Resti Dwi; Putra, Adji Maulana; Al Rosyid, Latifa Mirzatika
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2841

Abstract

Energi panas bumi merupakan sumber energi terbarukan dengan potensi signifikan untuk mendukung upaya pengurangan emisi dan transisi menuju sistem energi yang lebih bersih. Setiap tahapan pengembangannya, mulai dari eksplorasi hingga penutupan, masih memiliki dampak lingkungan yang memerlukan pemahaman yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Biaya Siklus Hidup (Life Cycle Cost/LCC) dan dampak lingkungan berdasarkan ringkasan berbagai literatur tentang pembangkit listrik tenaga panas bumi. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif-komparatif melalui telaah artikel yang diterbitkan antara tahun 2000 dan 2025 dari beberapa basis data, seperti Scopus, ScienceDirect, dan Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fase pengeboran dan konstruksi tetap menjadi komponen biaya terbesar, masing-masing sekitar 20–30% dan 50–60% dari total biaya siklus hidup. Sementara itu, fase operasi merupakan penyumbang emisi utama, yaitu sekitar 41,94 g CO2-eq/kWh atau 96,9% dari total emisi. Temuan ini menunjukkan bahwa investasi substansial pada tahap awal berperan penting dalam mengurangi dampak lingkungan pada fase operasi melalui peningkatan efisiensi teknologi dan pengelolaan fluida. Oleh karena itu, integrasi antara penilaian LCA dan LCC penting untuk mendukung perencanaan proyek panas bumi yang lebih berkelanjutan, baik dari perspektif ekonomi maupun lingkungan.
Analisis Potensi Fitoremediasi Vegetasi Akuatik Terhadap pH dan TDS pada Mata Air Sumber Suci 1: Analysis of the Potential of Aquatic Vegetation Phytoremediation on pH and TDS in the Sumber Suci 1 Spring Bahari, Maulidatul Ula; Utami, Resti Dwi; Hersita , Melda; Putra, Adji Maulana; Pratama, Pradityana Putra Akbar; Galuh, Senki Desta
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 2 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i2.2887

Abstract

Mata air merupakan sumber air bersih yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem, namun kualitasnya dapat menurun akibat aktivitas lingkungan dan perubahan tutupan lahan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi fitoremediasi vegetasi akuatik terhadap kualitas air berdasarkan parameter pH dan Total Dissolved Solids (TDS), serta menilai kondisi biologis perairan melalui analisis keanekaragaman fauna menggunakan metode biotilik di Mata Air Sumber Suci Jalur I, Desa Suci, Kecamatan Panti, Kabupaten Jember. Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif observasional pada lima titik pengamatan dengan jarak antar titik sekitar 5 meter. Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi flora dan fauna, serta pengukuran pH dan TDS yang dianalisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan nilai pH berkisar antara 7,10–7,46 dan nilai TDS berada pada rentang 80–88 mg/L, yang masih memenuhi baku mutu air berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Analisis biotilik fauna menghasilkan nilai indeks sebesar 3,07 yang mengindikasikan kondisi perairan tidak tercemar, ditandai dengan keberadaan organisme akuatik yang cukup sensitif terhadap pencemaran. Keberadaan vegetasi akuatik dan riparian, seperti talas (Colocasia sp.) dan paku-pakuan, berperan dalam menjaga stabilitas kualitas air melalui fungsi biofilter alami serta penyediaan habitat bagi fauna perairan. Kata kunci: fitoremediasi, vegetasi akuatik, indeks biotilik, pH, TDS, mata air