cover
Contact Name
Mawan Eko Defriatno
Contact Email
mawan.ekodefriatno@gmail.com
Phone
+6285233457727
Journal Mail Official
jernih.unipar@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas PGRI Argopuro Jember Jl Jawa No 10, Sumbersari, Jember Jawa Timur, Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
ISSN : -     EISSN : 30253853     DOI : https://doi.org/10.31537/jernih.v1i01.1075
Core Subject : Social, Engineering,
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene adalah Jurnal Teknik Lingkungan UNIPAR Jember yang menerbitkan artikel tentang teknik lingkungan dari berbagai perspektif, baik studi literatur maupun studi lapangan. Jurnal ini menekankan pada aspek-aspek yang berkaitan dengan:  Pengolahan Air dan Air Limbah  Manajemen lingkungan  Limbah Padat dan Berbahaya  Polusi Udara dan Suara  Ketahanan dan Mitigasi Perubahan Iklim  Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan
Articles 53 Documents
Evaluasi Sistem Pengelolaan Sampah di Lokasi Wisata Kalipait Ijen dan Perancangan Sistem Pengelolaan Sampah Berkelanjutan: Evaluation of Waste Management System at Kalipait Ijen Tourism Site and Design of Sustainable Waste Management System Eko Defriatno, Mawan
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 02 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i02.2162

Abstract

Kali Pahit Ijen di kawasan Gunung Ijen, Jawa Timur, merupakan destinasi wisata alam yang menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Namun, peningkatan aktivitas pariwisata membawa dampak negatif berupa penumpukan sampah yang mengancam ekosistem dan keindahan alam setempat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi pengelolaan sampah saat ini di Kali Pahit Ijen dan merancang sistem pengelolaan sampah berkelanjutan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif-kualitatif dan kuantitatif melalui survei lapangan, wawancara, kuesioner, serta analisis data statistik dan SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengelolaan sampah di lokasi ini belum optimal, dengan produksi sampah mencapai rata-rata 100 kg per hari. Faktor utama yang memengaruhi pengelolaan sampah meliputi rendahnya kesadaran masyarakat, kurangnya infrastruktur, dan ketiadaan kebijakan khusus. Penelitian ini merekomendasikan pengadaan fasilitas pemilahan sampah, pengembangan TPS 3R, jadwal pengangkutan sampah teratur, serta edukasi dan kampanye kesadaran lingkungan untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kali Pahit Ijen.
Analisis Kualitas Air Hujan Berdasarkan Parameter Temperatur, pH, TDS, DHL dan ORP di Wilayah Kota Jember: Rainwater Quality Analysis Based on Temperature, pH, TDS, DHL and ORP Parameters in Jember City Area Mustika, Adi
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 02 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i02.2184

Abstract

Penelitian difokuskan pada analisis kualitas air hujan berdasarkan parameter suhu, pH, TDS, DHL, dan ORP di wilayah Kota Jember. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kualitas air hujan di wilayah perkotaan dan kelayakannya untuk dikonsumsi. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, selama tiga hari berturut-turut pada musim hujan. Parameter yang diamati meliputi suhu, DHL, TDS, pH, dan ORP yang selanjutnya dibandingkan dengan baku mutu air minum yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu air hujan berkisar antara 24 sampai dengan 25,1°C yang memenuhi baku mutu air bersih. Nilai DHL berkisar antara 169 sampai dengan 428 µS/cm yang menunjukkan adanya ion-ion terlarut dalam air. Kadar TDS berkisar antara 113 sampai dengan 290 mg/L yang juga memenuhi baku mutu air bersih. Nilai pH berkisar antara 6,7 ??sampai dengan 7,3 yang termasuk dalam baku mutu air minum. Namun, nilai ORP lebih rendah dari kisaran standar 200 hingga 600 mV, yang menunjukkan bahwa mungkin diperlukan pengolahan lebih lanjut agar aman digunakan. Penelitian ini merekomendasikan untuk melakukan penelitian yang lebih luas dengan lebih banyak parameter untuk mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang kualitas air hujan di Kabupaten Jember.
Identifikasi Pola Spasial Kejadian Banjir di Jawa Timur Tahun 2018 Menggunakan Pendekatan Analisis Spasial: Identification of Spatial Patterns of Flood Events in East Java in 2018 Using a Spatial Analysis Approach achmadin, wahyu Nur; Herdianto, Agung
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 02 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i02.2185

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi spasial kejadian banjir di Jawa Timur pada tahun 2018. Data yang digunakan diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, mencakup jumlah kejadian banjir di setiap kabupaten/kota. Analisis dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif dan pemetaan spasial untuk mengidentifikasi pola distribusi risiko banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa kabupaten, seperti Trenggalek, Ponorogo, Situbondo, Jember, dan Banyuwangi, termasuk dalam kategori High-High, yaitu daerah dengan kejadian banjir tinggi dan dikelilingi oleh wilayah berisiko tinggi lainnya. Faktor utama yang mempengaruhi pola ini meliputi topografi rendah, curah hujan tinggi, deforestasi, serta buruknya infrastruktur drainase. Sebaliknya, kabupaten seperti Pacitan, Blitar, dan Tulungagung termasuk dalam kategori Low-Low, yang ditandai dengan kejadian banjir rendah akibat topografi yang lebih tinggi dan vegetasi alami yang masih terjaga. Pola peralihan seperti High-Low dan Low-High juga ditemukan di beberapa wilayah, menunjukkan pengaruh lokal dari mitigasi bencana dan penggunaan lahan. Penelitian ini menegaskan pentingnya mitigasi struktural dan non-struktural untuk mengurangi risiko banjir, seperti peningkatan infrastruktur drainase dan pengelolaan tata guna lahan. Dengan pendekatan spasial-temporal, penelitian ini dapat menjadi landasan untuk perencanaan kebijakan mitigasi bencana banjir yang lebih efektif di Jawa Timur.
Analisis SWOT Penentuan Strategi Pengembangan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Sumbersalak Kecamatan Ledokombo Kabupaten Jember: SWOT Analysis of Determining the Strategy for Developing a Clean Water Supply System in Sumbersalak Village, Ledokombo District, Jember Regency Krisdhianto, Andhi
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 02 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i02.2186

Abstract

Air bersih adalah kebutuhan dasar setiap manusia harus terpenuhi jika kebutuhan dasar tersebut tidak terpenuhi maka akan berpengaruh terhadap kesehatan dan bisa mengakibatkan kematian. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sudah menyatakan bahwa air bersih dan sanitasi sebagai hak asasi manusia. Sebagai salah satu negara yang menyetuji resolusi air bersih dan sanitasi sebagai hak asasi manusia, Pemerintah Indonesia mempunyai kewajiban untuk menyediakan akses air bersih kepada semua orang dalam jumlah yang cukup, aman, dan terjangkau secara fisik serta finansial. Wilayah perdesaan memiliki ketersediaan akses air bersih dan sanitasi masih minim karena didominasi oleh masyarakat berpendapatan rendah maka terutama di desa tertinggal. Pemerintah Indonesia dalam upaya memenuhi hak atas air bersih khususnya di wilayah perdesaan banyak membangun intalasi SPAM namun kodisi di lapangan pengelolaan sarana penyediaan air bersih atau SPAM belum semua terkelola dengan baik. Banyak SPAM yang dibangun oleh pemerintah menjadi SPAM yang gagal dan terbengkalai. Berdasarkan analisis SWOT dan Matrik IE SPAM sampel penelitian ini tergolong pada SPAM sosial dan gagal karena tidak mampu mengumpulkan retribusi dari pengguna yang dapat menyebabkan berhentinya oprasi SPAM dalam neyalurkan air bersih kerusakan jaringan yang parah karena tidak adanya dana untuk biaya operasional, pemeliharaan dan perbaikan. Sebagai upaya untuk memperbaiki hal tersebut beberapa hal yang dapat dilakukan adalah pembentukan lembaga pengelola, pembentukan badan pengawas, pembuatan aturan untuk pengguna SPAM, menentukan nominal retribusi dan inventarisasi jaringan SPAM.
Optimasi Kelembaban untuk Penguraian Sampah Organik Kampus Unipar Menjadi Kompos dengan Metode Maggot: Optimization of Humidity for Decomposition of Unipar Campus Organic Waste into Compost Using the Maggot Method Eko Defriatno, Mawan; Nur Rikhmasari, Dwi; Syaifudin Aswan, Muhammad
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 2 No. 02 (2024): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v2i02.2203

Abstract

Pengelolaan sampah organik di lingkungan kampus menjadi tantangan utama karena tingginya volume limbah biodegradable yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kelembaban dalam proses biodegradasi sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot di Kampus Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR). Penelitian dilakukan dengan pendekatan eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima tingkat kelembaban (40%, 50%, 60%, 70%, dan 80%). Variabel yang diamati meliputi efisiensi penguraian sampah organik dan kualitas kompos (C/N ratio, pH, dan kandungan unsur hara). Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji post-hoc Tukey. Hasil menunjukkan bahwa tingkat kelembaban 80% memberikan efisiensi penguraian tertinggi sebesar 62% serta menghasilkan kompos berkualitas terbaik dengan C/N ratio 17:1, pH 7.5, dan kandungan unsur hara (N: 1.9%, P: 0.8%, K: 1.2%). Hubungan linier positif antara kelembaban dan efisiensi/kualitas kompos mengindikasikan bahwa kelembaban adalah faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah menggunakan maggot BSF. Penelitian ini mendukung penerapan metode maggot BSF sebagai solusi pengelolaan limbah organik yang efisien dan ramah lingkungan di kampus UNIPAR, dengan potensi manfaat tambahan berupa produk kompos berkualitas tinggi untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Analisa dan Desain Pelat Lantai Beton Bertulang pada Bangunan Madrasah Tsanawiyah 1 Boalemo: Analysis and Design of Reinforced Concrete Floor Slabs in Madrasah Tsanawiyah 1 Boalemo Building Muhammad, Ahmad; Datau, Zainun
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2329

Abstract

Bangunan sekolah merupakan bagian penting dari fasilitas pendidikan yang harus memenuhi persyaratan keselamatan, kenyamanan dan keamanan sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan. Madrasah Tsanawiyah I Boalemo tidak memiliki fasilitas yang memadai sehingga pemerintah memberikan dukungan berupa rekonstruksi bangunan. Salah satu elemen penting dalam bangunan madrasah adalah pelat lantai yang berfungsi menerima dan mentransmisikan beban-beban yang bekerja pada bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelat lantai beton bertulang dan mendesain pelat lantai yang optimal pada Gedung Madrasah Tsanawiyah I Boalemo. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode manual dengan perhitungan analisis terhadap pelat lantai yang digunakan pada bangunan madrasah dan mendesain pelat lantai dengan menggunakan metode koefisien momen perhitungan pelat dua arah. Hasil penelitian terhadap analisis pelat lantai menunjukkan bahwa nilai momen nominal kekuatan lentur setelah direduksi lebih besar daripada nilai momen ultimate sehingga dapat dinyatakan aman dan nyaman untuk difungsikan karena memenuhi standar keamanan terhadap batas momen nominal tereduksi dan batas lendutan jangka panjang (lebih dari 5 tahun). Pelat lantai didesain dengan 5 (lima) segmen yang berbeda. Segmen 1a, 1b, 2a dan 2b memiliki dimensi 900 mm x 250 mm dengan tebal 120 mm. Detail penulangan yang digunakan pada segmen-segmen tersebut seragam, yaitu menggunakan diameter 10 mm dengan jarak antar tulangan 225 mm, baik untuk tulangan lapangan maupun tumpuan. Segmen 3 memiliki ukuran yang lebih kecil, yaitu 430 mm x 300 mm dengan ketebalan pelat 120 mm dan detail penulangan yang sama, yaitu tulangan diameter 10 mm dengan jarak 225 mm untuk tulangan lapangan dan tumpuan.
Pengaruh Waktu Aerasi dan Sedimentasi Terhadap Penurunan Kadar Besi (Fe) Pada Air Sumur: The Effect of Aeration and Sedimentation Time on the Decrease in Iron (Fe) Levels in Well Water Rosidah, Choirur; Pramitasari, Noven; Kartini, Audiananti Meganandi; Kumalasari, Tika; Aselna, Intan Har
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2344

Abstract

Air sumur di salah satu perumahan di Kabupaten Lumajang memiliki kadungan besi (Fe) sebesar 3,7 mg/L. Kandungan besi pada air sumur tersebut telah melebihi dari syarat yang telah ditetapkan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 tentang persyaratan kualitas air minum kandungan besi (Fe) pada air yaitu 0,3 mg/L. Kandungan besi dalam air dapat diturunkan dengan menggunakan metode aerasi, sedimentasi dan filtrasi. Proses aerasi pada penelitian ini menggunakan diffuser Aerator untuk melarutkan oksigen ke dalam air sehingga meningkatkan kadar oksigen terlarut dalam air. Proses sedimentasi menggunakan bak pengendap untuk untuk mengendapkan padatan terlarut dan tersuspensi sedangkan proses filtrasi dengan menggunakan media zeolit dan pasir silika serta kerikil sebagai media penyangga. Total waktu yang digunakan untuk proses aerasi dan sedimentasi yaitu 35 menit. Nilai efisiensi penyisihan besi yang tertinggi yaitu pada reaktor A1B4 dengan waktu aerasi selama 10 menit dan waktu sedimentsi selama 25 menit. Nilai efisiensi penyisihan besi yang didapatkan ada sebesar 70,74 – 86,27% Berdasarkan hasil analisis statistik waktu aerasi dan waktu sedimentasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar besi (Fe) pada air sumur Kata Kunci: Aerasi; Air Sumur; Besi; Filtrasi; Sedimentasi.
Perencanaan Pengelolaan Sampah Desa Sangkima Kecamatan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur: Waste Management Planning for Sangkima Village, South Sangatta District, East Kutai Regency Zuhroh, Syawalliyah Siti; Nugroho, Searphin; Meicahayanti, Ika; Adnan, Fahrizal; Zulya, Febrina
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2357

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Desa Sangkima telah mendorong peningkatan konsumsi masyarakat, yang berdampak langsung pada peningkatan timbulan sampah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang target pengurangan dan penanganan sampah serta menghitung kebutuhan fasilitas tempat penampungan sementara (TPS) dalam periode perencanaan 2023–2042. Data dikumpulkan melalui pengambilan sampel sampah sektor perumahan dan non-perumahan berdasarkan SNI 19-3964-1994, dan dianalisis secara tabulatif dengan merujuk pada Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Kutai Timur 2019 serta Permendagri No. 7 tahun 2021. Hasil jangka pendek hingga panjang ditarget mencapai 100% pengelolaan sampah, dengan kontribusi pengurangan oleh masyarakat sebesar 30% dan penanganan oleh pemerintah sebesar 70% pada jangka menengah dan panjang. Kebutuhan TPS diproyeksikan sebanyak empat unit pada tahap awal hingga menengah, dan meningkat menjadi lima unit pada jangka panjang. Temuan ini dapat menjadi dasar perencanaan strategis dalam pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan perdesaan.
Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Dalam Konteks Pencegahan Pencemaran Air : Household Waste Management in the Context of Water Pollution Prevention Mustika, Adi; Simbolon, Imelda Amelia; Yuliani, Veni; Alifiana, Selvita Risca; Sari, Rini Nur Indah
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2392

Abstract

Pembuangan sampah rumah tangga ke sungai masih menjadi masalah lingkungan yang serius di Kabupaten Jember, terutama di desa-desa seperti Ajung dan Klompangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis timbulan sampah rumah tangga yang berkontribusi terhadap pencemaran Sungai Bedadung serta mengidentifikasi solusi yang dapat diterapkan untuk mitigasi dampaknya. Metode penelitian yang digunakan bersifat deskriptif kuantitatif, dengan pendekatan survei dan pengukuran langsung timbulan sampah berdasarkan SNI 19-3964-1994. Pengambilan sampel dilakukan di 17 rumah tangga dengan total 109 jiwa di kawasan bantaran sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata timbulan sampah per orang per hari adalah 0,174 kg, terdiri dari 58% sampah organik, 19% botol plastik, 10% kertas, dan 13% residu. Perbandingan dengan rata-rata nasional menunjukkan angka ini lebih rendah dibandingkan estimasi 0,3 – 0,7 kg per orang per hari, yang kemungkinan disebabkan oleh pola konsumsi, sistem pengelolaan sampah, serta faktor sosial ekonomi. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah ini berpotensi menyebabkan penurunan kualitas air, pencemaran mikroplastik, gangguan ekosistem, serta risiko kesehatan bagi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan strategi berbasis edukasi pemilahan sampah, peningkatan infrastruktur pengelolaan limbah, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta revitalisasi ekosistem sungai. Implementasi pendekatan berkelanjutan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air Sungai Bedadung dan menjaga keseimbangan lingkungan bagi masyarakat sekitar.
Analisis Efektivitas Operasional Unit Pengelola Sampah (UPS) Pulau Merah Terhadap Jumlah dan Komposisi Sampah Terkelola di Kawasan Wisata Pantai Pulau Merah Banyuwangi: Analysis of the Operational Effectiveness of the Pulau Merah Waste Management Unit (UPS) on the Amount and Composition of Managed Waste in the Pulau Merah Beach Tourism Area, Banyuwangi Muyasaroh, Siti; Defriatno, Mawan Eko; Yanik, Carri Noer Fida; Achmadin, Wahyu Nur
JERNIH : Journal of Environmental Engineering and Hygiene Vol. 3 No. 1 (2025): JERNIH: Journal of Environmental Engineering and Hygiene
Publisher : Universitas PGRI Argopuro Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31537/jernih.v3i1.2443

Abstract

Implementasi Unit Pengolahan Sampah (UPS) di kawasan wisata Pantai Pulau Merah, Banyuwangi, bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan sampah melalui pemilahan, daur ulang, dan pengomposan. Penelitian ini menganalisis dampak UPS terhadap perubahan timbulan dan komposisi sampah dengan membandingkan data bulanan sebelum (November 2020–Oktober 2021) dan setelah implementasi (November 2021–November 2022). Data diperoleh dari laporan bulanan UPS dan divalidasi melalui wawancara terstruktur. Analisis statistik deskriptif dan inferensial (Independent T-test, uji Chi-square) digunakan untuk menguji signifikansi perubahan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan volume sampah dari rata-rata 5.298,56 kg/bulan (SD = ±2.092,77) menjadi 13.010,15 kg/bulan (SD = ±6.278,42), diduga akibat perluasan cakupan layanan dan peningkatan kunjungan wisatawan. Komposisi sampah mengalami perubahan dengan dominasi organik meningkat dari 42,1% menjadi 63,2%, residu turun dari 46,3% menjadi 30,5%, dan anorganik daur ulang berkurang dari 11,6% menjadi 6,3%. Temuan ini mengindikasikan efektivitas UPS dalam meningkatkan pemilahan organik dan mengurangi residu, meskipun perlu penguatan sistem daur ulang anorganik. Implikasi penelitian menekankan pentingnya integrasi UPS dengan pendekatan ekonomi sirkular dan edukasi 3R (Reduce, Reuse, Recycle) untuk optimalisasi pengelolaan sampah di kawasan wisata pesisir.