cover
Contact Name
Rona Taula Sari
Contact Email
ronataulasari@bunghatta.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalesabi@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Bung Hatta Kampus Proklamator II: Jl. Bagindo Aziz Chan By Pass Aie Pacah Padang, Sumatera Barat.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi)
Published by Universitas Bung Hatta
ISSN : -     EISSN : 2620584X     DOI : https://doi.org/10.37301/esabi
This journal publishes articles on research results related to biology education and biology science. The scope contained in this journal includes: Biology 1. Botany 2. Zoology 3. Environmental 4. Physiology 5. Biotechnology 6. Applied Science using objects biology Biology Education 1. Teaching and learning biology 2. Biology teaching materials 3. Technology in biology learning 4. Innovation in teaching and learning biology 5. Evaluation in biology learning 6. Exploration of the potential of nature as a source of learning biology, 7. Teaching and learning of environment
Articles 7 Documents
Search results for , issue "vol. 8 no. 1 (2026)" : 7 Documents clear
Filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif untuk pengamatan jaringan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.) Zahrina Ikrami; Hafnati Rahmatan; Wardiah Wardiah; Muhibbuddin Muhibbuddin; Nazar Muhammad
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.95

Abstract

Pada pengamatan jaringan organ tanaman, penggunaan pewarnaan merupakan salah satu komponen yang perlu diperhatikan. Jika tidak tersedia pewarna sintetis maka dapat digunakan pewarna alami, salah satunya adalah rimpang kunyit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan penggunaan filtrat kunyit (Curcuma domestica Val.) sebagai pewarna alternatif pada pengamatan jaringan organ tumbuhan rumput gajah (Pennisetum purpureum Schum.). Penelitian ini menggunakan metode survey dengan jenis penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan mengamati jaringan akar, batang, dan daun rumput gajah menggunakan pewarna filtrat kunyit, safranin, dan aquadest melalui mikroskop. Data dianalisis secara kualitatif berdasarkan penilaian validator ahli terhadap hasil tangkapan layar yang disimpulkan layak atau tidak dengan kriteria persentase kelayakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filtrat kunyit layak digunakan sebagai pewarna alternatif baik yang disayat secara manual maupun mikrotom berturut-turut pada jaringan akar diperoleh 73,3% dan 73,3%, batang 73,3% dan 93,3%, dan daun 80% dan 73,3% semuanya dalam kategori layak. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan filtrat kunyit sebagai pewarna alternatif memiliki potensi layak dalam memperjelas preparat pada pengamatan jaringan organ tumbuhan rumput gajah melalui mikroskop.
Analisis soal esai materi bioteknologi berdasarkan literasi biologi pada buku teks dan buku sekolah elektronik biologi SMA Shofwatun Nada; Nurhofifah Dian; Yunita Yunita
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.98

Abstract

Buku Sekolah Elektronik (BSE) dan buku teks cetak berfungsi sebagai instrumen utama dalam proses pembelajaran biologi, termasuk sebagai acuan penyusunan alat evaluasi berupa soal esai. Materi bioteknologi menjadi fokus krusial dalam kurikulum karena keterkaitannya yang erat dengan perkembangan sains serta teknologi global. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk menganalisis muatan aspek literasi biologi pada soal esai materi bioteknologi dalam enam buku teks kelas XII SMA. Sampel penelitian terdiri atas tiga buku teks komersial (A, B, C) dan tiga BSE (D, E, F) terbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa soal esai pada keenam buku tersebut merepresentasikan lima aspek literasi biologi, meliputi K1, K3, K4, K5, dan K6. Buku BSE E dan Buku Teks A mencatatkan persentase tertinggi (83,33%) dengan sebaran jumlah soal paling dominan, mengindikasikan kualitas instrumen evaluasi yang lebih komprehensif. Sebaliknya, Buku Teks B, C, serta BSE D dan F memiliki persentase yang sama (50%) dengan kuantitas soal yang terbatas, sehingga dikategorikan cukup baik. Temuan ini mengindikasikan perlunya peningkatan variasi serta kedalaman muatan aspek literasi biologi pada instrumen esai guna menstimulasi kompetensi abad ke-21 peserta didik secara optimal.
Studi in silico senyawa metabolit sekunder kelor (Moringa oleifera F) sebagai antidiabetes Rafidho Rafidho; Miftahul Jannah
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.100

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis dengan prevalensi yang terus meningkat secara global. Keterbatasan efektivitas dan efek samping terapi konvensional mendorong pencarian obat baru yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi dua metabolit sekunder daun kelor (Moringa oleifera), yaitu kuersetin dan kaempferol, sebagai antidiabetes melalui pendekatan in silico. Tahapan metode meliputi identifikasi senyawa via KNaPSAcK, validasi via PubChem, prediksi aktivitas biologis via PASS Online, serta evaluasi toksisitas via ProTox-II. Hasil menunjukkan bahwa kuersetin dan kaempferol memiliki probabilitas aktivitas ( ) > 0,7 sebagai inhibitor -glukosidase. Kedua senyawa memiliki profil toksisitas rendah dengan nilai LD50 masing-masing sebesar  dan . Selain itu, kuersetin dan kaempferol tidak menunjukkan potensi efek mutagenik, karsinogenik, maupun hepatotoksik. Keunggulan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan bioinformatika terintegrasi untuk menyaring kandidat fitofarmaka secara sistematis. Temuan ini menjadi dasar ilmiah pengembangan herbal antidiabetes berbasis kelor, meskipun konfirmasi uji in vitro dan in vivo lanjutan tetap diperlukan.
Pengaruh model pembelajaran RADEC berbantuan Google Classroom terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar biologi Niken Fanisa Rahayu; Shefa Dwijayanti; Weni Anggraini
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.121

Abstract

Keterampilan berpikir kritis berperan penting dalam pemahaman materi biologi peserta didik. Motivasi belajar yang tinggi juga diperlukan untuk mendorong keterlibatan aktif peserta didik. Kenyataan di lapangan menunjukkan kedua aspek tersebut belum berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC berbantuan Google Classroom terhadap keterampilan berpikir kritis dan motivasi belajar biologi. Penelitian kuasi-eksperimen ini menerapkan rancangan pretest-posttest control group design. Populasi penelitian mencakup seluruh peserta didik kelas XI SMAN 3 Temanggung. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling, yaitu kelas XI 2 (eksperimen) dan kelas XI 3 (kontrol dengan model Discovery Learning). Data dikumpulkan menggunakan tes keterampilan berpikir kritis dan kuesioner motivasi belajar. Uji Mann-Whitney menunjukkan peningkatan keterampilan berpikir kritis kelas eksperimen sebesar 22,09%, sedangkan kelas kontrol sebesar 6,90% ( ). Uji independent sample t-test menunjukkan perubahan motivasi belajar tidak berbeda signifikan antara kelas eksperimen (-0,99%) dan kelas kontrol (0,56%) dengan nilai . Dengan demikian, model RADEC berbantuan Google Classroom terbukti meningkatkan keterampilan berpikir kritis, tetapi tidak memengaruhi motivasi belajar biologi peserta didik.
Pengaruh gel ekstrak Aloe vera (L.) terhadap proses penyembuhan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan Mahmud Rudini; Uun Febriyani; Hanifah Azzahra; Eka Candra Kurniawati
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.140

Abstract

Penanganan cedera kulit akibat luka bakar menuntut intervensi terapeutik yang mampu mempercepat regenerasi jaringan sekaligus menekan risiko komplikasi. Potensi sediaan topikal berbasis bahan alam seperti lidah buaya (Aloe vera (L.)) dapat dikembangkan karena kaya akan kandungan senyawa bioaktif. Penelitian eksperimental ini menguji efektivitas gel ekstrak lidah buaya dalam memulihkan luka bakar pada mencit (Mus musculus) jantan. Pengujian menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan: tiga variasi konsentrasi gel (15%, 30%, dan 45%) serta satu kelompok kontrol positif. Parameter evaluasi mencakup sifat fisik gel, meliputi organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, dan daya lekat, serta tingkat pemulihan luka yang diukur melalui penyusutan diameter luka selama pengamatan 25 hari. Data kuantitatif dianalisis secara statistik dan deskriptif. Hasil evaluasi fisik mengonfirmasi sediaan gel bersifat homogen, stabil dalam penyimpanan, bertekstur semi-padat, dan berwarna bening kehijauan. Seluruh sediaan uji terbukti memperkecil diameter luka. Namun, konsentrasi 45% mencatatkan persentase kontraksi luka terbesar, melampaui konsentrasi yang lebih rendah maupun kelompok kontrol positif. Sediaan gel ekstrak Aloe vera dengan konsentrasi optimal 45% berpotensi kuat sebagai kandidat sediaan topikal untuk pemulihan luka bakar.
Efektivitas model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap hasil belajar kognitif IPA siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati Guntur Nurcahyanto; Ananda Nazwa Shalsabilla
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.148

Abstract

Predominansi metode ceramah dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) kerap membatasi partisipasi aktif siswa. Implikasinya, pemahaman konseptual merosot dan sebagian besar capaian belajar gagal memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Model pembelajaran inkuiri terbimbing hadir sebagai solusi pedagogis untuk mengatasi hambatan tersebut melalui eksplorasi ilmiah terarah. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas model inkuiri terbimbing terhadap peningkatan hasil belajar kognitif siswa kelas VII di MTs Negeri 1 Surakarta pada topik Ekologi dan Keanekaragaman Hayati. Metode kuasi-eksperimen berdesain pretest-posttest control group diterapkan dengan melibatkan Kelas VIIA sebagai kelompok eksperimen dan Kelas VIIB sebagai kelompok kontrol. Data dikumpulkan menggunakan instrumen tes sebelum dan sesudah intervensi. Hasil analisis N-Gain menunjukkan peningkatan kognitif kelompok eksperimen berada pada kategori sedang dengan skor 0,49, jauh melampaui kelompok kontrol yang tergolong rendah di angka 0,18. Selanjutnya, uji hipotesis non-parametrik Mann–Whitney mengonfirmasi perbedaan signifikan antar kedua kelompok ( ). Temuan ini menegaskan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berdaya guna secara signifikan dalam mengoptimalkan pemahaman kognitif siswa pada materi ekologi dan keanekaragaman hayati.
Dinamika kurva tumbuh sawi (Brassica juncea) pada media hidroponik dan konvensional Mar'atus Sholihah; Nisfina Hanifatuz Zulfa; Marinda Sari Sofiyana
Jurnal Esabi (Jurnal Edukasi dan Sains Biologi) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Bung Hatta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37301/esabi.v8i1.141

Abstract

Kebutuhan pangan yang meningkat di tengah menyusutnya lahan subur menuntut adopsi sistem budidaya yang lebih efisien seperti hidroponik. Namun, pemahaman mendalam mengenai dinamika pertumbuhan matematisnya dibandingkan dengan metode konvensional masih perlu diperjelas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kurva pertumbuhan tanaman sawi (Brassica juncea) pada media hidroponik dan konvensional sebagai indikator efisiensi sistem produksi hortikultura. Metode penelitian menggunakan eksperimen kuantitatif dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas dua perlakuan media tanam dan tiga ulangan. Pengamatan dilakukan secara intensif selama dua minggu dengan fokus pada parameter luas daun yang dihitung melalui pendekatan morfometri daun tanpa merusak tanaman. Data dianalisis secara deskriptif untuk memetakan tren pertumbuhan vegetatif dalam bentuk kurva. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan luas daun pada kedua media mengalami peningkatan seiring bertambahnya waktu pengamatan, namun media hidroponik secara konsisten menghasilkan rata-rata luas daun yang lebih tinggi dibandingkan media tanah. Kurva pertumbuhan mengonfirmasi bahwa laju ekspansi daun pada sistem hidroponik jauh lebih progresif dan lebih cepat. Simpulannya, sistem hidroponik mampu memberikan stabilitas suplai nutrisi yang lebih optimal untuk memacu fase vegetatif sawi secara maksimal. Kebaruan penelitian ini terletak pada visualisasi dinamika pertumbuhan yang membuktikan bahwa efektivitas budidaya hidroponik dapat menjadi alternatif budidaya tanaman sayur seperti tanaman sawi yang lebih efektif dan lebih singkat dari segi waktu dibandingkan dengan media tanah.

Page 1 of 1 | Total Record : 7