Bharasumba Jurnal Multidispliner
Jurnal Multidisipliner Bharasumba is a quarterly journal that is published in January, April, July, and October. Jurnal Multidisipliner Bharasumba seeks Review articles, Case reports and original contributions from all areas of: Social Science and Humanities; Life Sciences; Health Science; Physical, Chemical Science and Engineering. The Journal invites original Research Papers, Review articles, Technical or Case reports and Short communications that are not published or not being considered for publication. This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration Jurnal Multidisipliner Bharasumba seeks Review articles, Case reports and original contributions from all areas of: Social Science and Humanities: Arts and Humanities, Business Management, Hotel Management, Management, Tourism, Accounting, Decision Science, Education, Economics, Law, Finance, Psychology, Political Science, Physical Education, English Literature, Social Work and History. Life Sciences: Agricultural, Biological Sciences, Biotechnology, Biochemistry, Genetics, Molecular Biology, Environmental Science, Ecology, Arachnology, Biodiversity and Conservation, Entomology, Limnology, Ichthyology, Malacology, Immunology and Microbiology, Neuroscience, Marine Biology. Health Science: Medicine and Dentistry, Nursing and Health Professions, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Science, Veterinary Science, Veterinary Medicine. Physical, Chemical Science and Engineering: Chemical Engineering, Chemistry, Computer Science, Earth and Planetary Science, Energy, Mathematics, Physics and Astronomy, Engineering, Material Science, Statistics. The Journal invites original Research Papers, Review articles, Technical or Case reports and Short communications that are not published or not being considered for publication.
Articles
246 Documents
GANGGUAN PERKEMBANGAN SOSIAL AGAMA DAN MORAL DILIHAT DARI PANDANGAN: PSIKOANALISA, PSIKOLOGI SOSIAL, PSIKOLOGI ISLAM (GANGGUAN BIPOLAR)
Lasmini, Lasmini;
Pingky, Lisa;
Raudho, Evi Sri;
Oktamarina, Lidia
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.200
Penelitian ini membahas tentang gangguan perkembangan sosial agama dan moral pada anak usia dini dari pandangan : 1. Psikoanalisa, 2. Psikologi Sosial, 3. Psikologi islam. Penelitian ini bersifat Kualitatif Deskriptif. Manusia adalah makhluk ciptaanAllah yang paling sempurna di antara seluruh makhluk di muka bumi ini. Manusia memiliki banyak masalah yang dihadapi dibandingkan makhluk lain dalam menjalain kehidupan, baik dari kontak sosial dan lain sebagainya. Psikologi memiliki berbagai macam ilmu, salah satu diantaranya adalah psikologi yang membahas tentang perkembangan kejiwaan manusia dari prenatal sampai hampir meninggal. Pada kesematan ini akan mengkaji dan memahami salah satu aliran psikologi yaitu aliran psikoanalisa. Selain dikaji ruang lingkup psikoanalisa serta kaitannya dengan psikologi islam pada gangguan perkembangan sosial agama dan moral pada anak usia dini.Gangguan bipolar merupakan gangguan kronis berulang ditandai dengan munculnya fluktuasi keadaan mood dan energi. Gangguan ini dialami lebih dari 1% populasi dunia terlepas dari kebangsaan, asal etnis, atau status sosial ekonomi. Gangguan bipolar ialah gangguan yang lebih jarang dibandingkan dengan gangguan sepresif berat. Prevelanesi antara laki-laki dan perempuan sama besar. Onset gangguan bipolar adalah dari masa anak-anak (usia 5-6 tahun) - 50 tahun atau lebih rata-rata usia yang terkenal adalah usia 30tahun.Penyebab terjadinya gangguan bipolar dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti studi genetik, disregulasi neurotransmitter, struktur anatomis otak, regulasi neuroendoktrin, dan faktor psikososial. Risiko anak-anak dengan orang tua yang mengalami gangguan bipolar adalah empat kali lebih besar dibandingkan dengan risiko anak dengan orang tua sehat.Penanganan saat ini untuk pasien gangguan bipolar berfokus pada pemberian terapi non-farmakologi dan farmakologi untuk gangguan bipolar meliputi: terapi interpersonal, terapi perilaku, terapi kognitif, dan terapi lainnya.
STRATEGI PENGELOLAAN PEMASARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Rinta, Anggi Sirka;
Febriana, Dike;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.201
Topik kajian Artikel ini yaitu membahas mengenai bagaimana strategi - strategi pengelolaan pemasaran Yang digunakan di lingkungan Pendidikan Anak usia dini. Yang dimana disetiap lembaga di perlukan adanya strategi pemasaran untuk menarik orang tua anak didik atau lingkungan sekitar terhadap lembaganya. Yang dimana pemasaran ini dilakukan untuk mencapai suatu tujuan yang dimiliki oleh lembaga satuan pendidikan. Di dalam lingkupan lembaga satuan pendidikan anak usia dini, juga dilakukannya pemasaran tersebut. Yang dimana Pemasaran lembaga formal dan non formal dimaksudkan agar layanan pendidikan sejak dini di wilayah tersebut terpenuhi. Oleh karena itu, orientasi dari pemasaran kelembagaan formal dan non formal adalah sosialisasi progam dan pentingnya memberi layanan edukasi pada anak anak sejak usia dini. Untuk itulah sebelum melakukan pemasaran tersebut perlu adanya pengelolaan atau perencanaan dan strategi dalam melakukan pemasaran. Untuk mengembangkan produk yang dimilikinya, dengan strategi yang digunakan atau tindakan yang tepat. Hal ini dikarenakan mempermudah bagi masyarakat sekitar dan menjadi tempat acuan pembelajaran untuk jenjang selanjutnya. Adapun pokok-pokok bahasan yang dibahas yaitu mengenai bagaimana strategi yang baik dalam manajemen pemasaran dilembaga pendidikan anak usia dini. Dengan menggunakan beberapa media yang dijelaskan dalam artikel ini.
ANALISIS PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI PADA TONTONAN KONTEN YOUTUBE THOMAS AND FRIENDS (JUDUL PERMOHONAN AJAIB ULANG TAHUN THOMAS)
Pingky, Lisa;
Sari, Nisa Permata;
Anisa, Feny;
Septianingrum, Dila;
Nurjanah, Nurjanah;
Sofyan, Fuaddilah Ali
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.202
Perkembangan sosial emosional anak merupakan perkembangan tingkah laku pada anak dimana anak diminta untuk menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam lingkungan masyarakat. Dengan kata lain, perkembangan sosial emosional merupakan proses belajar anak dalam menyesuaikan diri dengan norma, moral dan tradisi dalam sebuah kelompok. Banyak faktor yang berpengaruh dalam perkembangan sosial emosional anak. Faktor tersebut antara lain faktor hereditas/genetis/keturunan, faktor lingkungan, faktor umum/interaksionisme antara genetis dan lingkungan. Youtube adalah situs video daring yang menyediakan suatu informasi dalam bentuk gambar bergerak atau video yang dpaat bersifat interaktif, serta dapat diakses oleh siapa saja yang ingin mendapatkan informasi tersebut, serta mengizinkan setiap pengunjungnya untuk dapat berpartisipasi dengan menggunggah video ke server Youtube dan kemudian membaginya pada seluruh dunia. Anak merupakan amanah yang diberikan oleh Allah SWT yang harus dididik agar menjadi manusia shaleh. Selain itu, anak merupakan investasi paling besar yang dimiliki keluarga dan masyarakat sebagai generasi penerus bangsa, aktor masa depan, yang akan membawa warna bagi bangsa ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk membantu perkembangan sosial-emosional anak usia dini dengan bantuan konten Youtube pada Channel Thomas and Friends. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif sebagai prosedur penelitian untuk menghasilkan data deskriptif berupa eksposur secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah “analisi isi”. sumber data utama untuk penelitian ini adalah Konten Youtube dari Channel Thomas and Friends yang berjudul “Thomas dan Semut”. Alat penelitian yang digunakan adalah Obsservasi pustaka dari Youtube Thomas and Friends. Peneliti mengkaitkan perkembang Sosial emosional anak dengan konten Youtube Thomas and Friends setelah menontonya, peneliti pun menemukan betapa bagusnya konten itu untuk dijadikan batu lonjakan peneliti sebagai bantuan mengembangkan perkembangan sosial emosional anak ini.
KONSEP DASAR PENDIRIAN PENGELOLAAN LEMBAGA KELOMPOK BERMAIN
Aisyah, Siti;
Malinda, Wini;
Selvia, Eriska;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.204
Penelitian ini menjelaskan tentang konsep dasar pendirian lembaga kelompok bermain.Hal ini dilatarbelakangi oleh tahapan pendirian lebaga kelompok bermain yang masih terjadi dikarenakan adanya beberapa kendala sehingga dala pendirian lebaga kelompok bermain tidak tercapai secara maksimal. Oleh sebeb itu dalam konsep dasar penirian pengelolaan kelompok bermain terapat pendiri, syarat pendirian, tata cara pendirian, masa berlaku izin, dan rujukan pendirian. Dalam mendirikan sebuah lebaga paud harus dipersiapkan secara serius sehingga lembaga tersebut berdiri dengan semaksimal mungkin. Kelompok bermain merupakan salah satu bentuk pendidikan anak usia di pada jalur pendidikan nonformal yang memberikan layanan pendidikan bagi anak usia 2-6 tahun, untuk membantu petumbuhan dan perkembangan anak agar kelak nanti siap memasuki pendiikan yang lebih lanjut. Adapun pengelolaan merupakan pengaturan atau managemen, dan pengajaran adalah sebuah proses belajar-mengajar. Jadi, pengelolaan dapat diartikan suatu usaha mengatur proses belajar mengajar agar ssuai dengan konsep dan prinsip-prinsip pengajaran agar tercapainya tujuan pengajaran secara efektif danefisien.
PENGELOLAAN KURIKULUM KELOMPOK BERMAIN (KB)
Puput Anggraini;
Eka Robiul Khasanah;
Rini Nopita Sari;
Retno Wulandari
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 July (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dalam penelitian ini dibahas mengenai pengelolaan kurikulum Kelompok Bermain yang mencakup dari pengertian, fungsi pengelolaan, prinsip penyusunan, komponen kurikulum dan ruang lingkup pengelolaan kurikulum pada Kelompok Bermain (KB). Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan bahwa pengelolaan kurikulum pada Kelompok Bermain itu sangat pengting dalam hal membantu mewujudkan tujuan pendidikan sebuah lembaga tercapai dengan baik. Dengan pengelolaan kurikulum yang baik maka proses pembelajaran dan hal-hal yang berkaitan dengan administrasi sekolah akan berjalan dengan lancar tanpa adanya ketimpang tindihan tugas di dalam pelaksanaannya. Serta pengelolaan kurikulum ini juga sangat penting untuk lembaga yang salah satunya adalah KB dimana kurikulum ini pada dasarnya adalah seperangkat rencana yang akan dilakukan selama proses pembelajaran, sehingga mutlak diperlukan oleh setiap satuan pendidikan, dan juga kurikulum dalam lembaga pendidikan itu harus dikelola agar dapat menciptakan kurikulum yang sesuai dengan lembaga dan sesuai dengan pembelajaran anak dan seorang pendidik harus teliti terhadap kurikulum . Kurikulum juga harus memiliki kerangka acuan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik, tahapan perkembangan, dan tingkat pencapaian belajar pada peserta didik. Dan juga dalam pendidikan anak usia dini atau lembaga kelompok bermain (KB) tentu saja harus memiliki suatu tujuan, tujuan diadakannya kurikulum yaitu untuk membantu anak usia dini atau peserta didik mengembangkan berbagai potensi baik fisik maupun psikis yang meliputi nilai agama dan moral, sosial emosional, kognitif, fisik motorik, seni dan bahasa, agar anak siap untuk memasuki jenjang pendidikan dasar. Di kelompok bermain tentu saja kurikulum menjadi hal yang sangat penting dikarekan kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan, dikarekan kurikulumlah yang Mengatur dan mengarahkan agar tujuan pendidikan itu dapat tercapai dan tidak melenceng dari tujuan yang telah disusun dan direncanakan dengan sangat baik.
PENGELOLAAN HUBUNGAN SEKOLAH DAN MASYARAKAT DICIPTA KREATIF BANGSA (CKB) PLAYGROUP
Rahmah, Annisa Ajeng Tri;
Salsabila, Salsabila;
Rahayu, Desti Sri;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.215
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan sekolah Cipta kreatif bangsa dengan masyarakat di sekitar sekolah penelitian ini membahas tentang bagaimana hubungan pihak sekolah dengan orang tua anak dan bagaimana optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah serta mengetahui bagaimana strategi sekolah dalam mengenalkan sekolah pada masyarakat luar. Dengan melihat dan mengetahui bagaimana hubungan sekolah dengan masyarakat penelitian ini tentu dilakukan untuk membuktikan bahwa pengelolaan hubungan sekolah dengan masyarakat sangat penting untuk mewujudkan tujuan pendidikan yang yang baik bagi suatu lembaga agar tercapai dengan baik pula Tujuan dari sekolah tersebut dan dengan adanya pengelolaan hubungan sekolah dan lingkungan masyarakat yang baik maka proses pembelajaran dan hal lainnya yang berkaitan dengan pendidikan atau proses belajar mengajar di sekolah juga akan berjalan dengan baik dan lancar tanpa adanya hambatan.
ANALISIS PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN PAUD NONFORMAL KELOMPOK BERMAIN DI DAERAHNYA
Anisa, Feny;
Septianingrum, Dila;
Triwinanti, Arum;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.216
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara komprehensif tentang analisis partisipasi masyrakat dalam pengelolaan PAUD nonformal kelompok bermain di daerahnya. Kelompok bermain dapat mengembangkan pribadi seorang anak secara positif dan terarah karena dalam setiap kelompok bermain menggunakan metode bermain dalam setiap pendekatannya dengan anak didik. Bermain dipandang sebagai suatu cara dari pendidikan dan anak dapat meniru kehidupan orang dewasa dengan baik. Melalui kegiatan bermain anak akan mengembangkan kemampuan dalam menyelesaikan masalah, belajar menampilkan emosi yang diterimanya dan juga belajar bersosialisai agar kelak terampil dan berhasil menyesuaikan diri dari kelompok teman. Anak adalah individu yang unik, dengan keunikannya anak berhak mendapat layanan pendidikan yang sesuai kebutuhannya. Anak membutuhkan perawatan, pengasuhan, dan pendidikan yang layak di rumah, sekolah, dan masyarakat. Anak membuthkan perawatan, pengasuhan, dan pendidikan yang layak di rumah, sekolah, dan masyarakat. Anak memerlukan perhatian yang intensif dari orang dewasa untuk mengembangkan dirinya. Salah satu upaya meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal adalah pedoman penyelenggaraan PAUD. Pedoman tersebut berupa acuan untuk memudahkan pelaksaan kegiatan agar berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Partisipasi masyarakat dalam PAUD sangat penting. Karena partisipasi masyarakat dapat mensukseskan PAUD. Terutama keluarga atau orang tua karena merupakan penanggung jawab utama dalam optimalisasi tumbuh kembang anak. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa jurnal-jurnal terlebih dahulu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi. Hasil penelitian yang ingin dicapai berupa analisis partisipasi masyarakat dalam pengelolaan PAUD nonformal kelompok bermain di daerahnya yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh individu atau lembaga yang membutuhkannya.
PROGRAM PARENTING KELAS PERTEMUAN ORANG TUA (KPO) DAN KETERLIBATAN ORANG TUA DALAM KELOMPOK/ KELASANAK (KOK)
Rahmah, Annisa Ajeng Tri;
Salsabila, Salsabila;
Septiani, Vesi Tri;
Fatya, InasSafira;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.217
Keberhasilan pendidikan anak usia dini dipengaruhi oleh 3 faktor utama, yakni kurikulum, keterlibatan orang tua, dan kualitas program (Weikert dalam Mulyasa ,2012:38). Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pendidikan anak usia dini berhasil manakala didukung oleh komponen-komponen yang saling berkaitan, yakni pendidik, peserta didik, dan orang tua peserta didik. Peran orangtua dalam keberhasilan pendidikan anak usia dini cukup besar. Hal tersebut dikarenakan keluarga, terutama orang tua adalah pendidik utama dan pertama bagi anak. Konsekuensi yang ada bahwa orang tua perlu memperhatikan pola pengasuhan (parenting) yang digunakan dalam mengasuh dan mendidik anak dirumah. Pada dasarnya parenting adalah proses interaksi berkelanjutan antara orang tua dengan anak yang meliputi aktivitas-aktivitas sebagai berikut: member makan (nourishing), member petunjuk (guiding), dan melindungi (protecting) anak-anak ketika mereka tumbuh berkembang (Ishak S. Wonohadidjojo,2001:22). Di sisilain, Euis Sunarti (2004:3) menyatakan bahwa pengasuhan dapat diartikan sebagai implementasi serangkaian keputusan yang dilakukan orang tua atau orang dewasa kepada anak, sehingga memungkinkan anak menjadi bertanggungjawab, menjadi anggota masyarakat yang baik, memiliki karakter yang baik. Parenting merupakan sebuah proses interaksi orang tua terhadap anak. Orang tua penting memperhatikan nutrisi makanan yang akan diberikan kepada anak. Selain itu, orang tua juga harus dapat memberikan arahan
MENYUSUN STRATEGI PEMASARAN KELOMPOK BERMAIN DI ERA NEW NORMAL
Anggraini, Ade Merly;
Novitasari, Dini;
Oktaria, Sri Wahyuni;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.218
Tulisan ini membahas tentang menyusun strategi pemasaran kelompok bermain di era normal. Oleh karena itu pertumbuhan lembaga Kelompok Bermain(KB) dan animo masyarakat yang tinggi masih kurang diikuti oleh manajemen pemasaran yang dilakukan secara profesional. Kegiatan pemasaran tidak hanya harus dilakukan oleh lembaga pendidikan yang baru berdiri, tetapi juga lembaga pendidikan yang sudah lama berdiri atau lembaga pendidikan yang sudah dianggap terkenal sekalipun. Pemasaran juga dapat dijadikan sebagai mekanisme penjelasan dan rasionalisasi suatu penawaran program dengan berbagai keunggulannya. Pemasaran pendidikan merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan pendayagunaan sumber daya yang dilakukan secara efisien dan efektif guna menawarkan jasa pendidikan. Kelompok bermain adalah salah satu bentuk satuan PAUD yang menyelenggarakan program pendidikan dan pengasuhan bagi anak usia 3-4 tahun. Era New Normal adalah perubahan perilaku untuk tetap melakukan aktivitas normal dengan ditambahkan penerapan protokol kesehatan disetiap kegiatan seseorang baik didalam ruangan maupun diluar ruangan guna mencegah terjadinya penulatan virus covid-19. sebabnya Setiap lembaga pendidikan anak usia dini berlomba-lomba menawarkan keunggulannya untuk menarik minat masyarakat. Dibutuhkan koordinasi yang baik antara guru dengan kepala sekolah dalam menciptakan inovasi memasarkan jasa pendidikan. Data dalam artikel ini diperoleh dari buku artikel dan internet yang berhubungan dengan menyusun strategi pemasaran kelompok bermain di era new normal ini, kemudian data-data ini diolah dengan bahasa sendiri sehingga mendapatkan data-data yang sesuai dengan apa yang sedang dibahas. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa ada beberapa poin yang berkaitan dengan pemasaran kelompok bermain di era new normal. Artikel ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian untuk pembahasan pembahasan selanjutnya mengenai pemasaran kelompok bermain di era new normal.
EFEKTIVITAS MANAJEMEN KELAS KELOMPOK BERMAIN DI KB NUSANTARA INDAH
Rahmini, Latifa;
Pratama, Yuda;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.219
Efektivitas manajemen kelas kelompok bermain pada KB Nusantara Indah dimaksudkan untuk menciptakan proses pembelajaran efektif. Hal tersebut dilakukan dengan 1).Menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, 2).Melakukan pengaturan sedemikian rupa pada waktu untuk melakukan aktivitas bagi anak ini dilakukan dengan pertimbangan fleksibelitas dan mengacu pada karakteristik anak, 3). Mengatur Ruang Kelas, dengan cara mengatur ruang kelas, posisi duduk, pengaturan perabot dan alat permainan, serta membagi ruangan. Adapun faktor yang mempengaruhi efektivitas manajemen kelas kelompok bermain pada KB Nusantara Indah adalah 1). Lingkungan fisik yang tidak mendukung, Seperti: kondisi kelas yang gaduh karena aktivitas anak seperti megobrol, berselisih, berteriak dan lain sebagainya sehingga mengganggu aktivitas belajar dikelas, b). Terdapat anak tidak bisa tenang seperti berlari-lari di dalam kelas, dan anak-anak lainnya tampak berkeluyuran tanpa tujuan, c). Ruangan kelas yang kacau balau akibat aktivitas anak, d). Penempatan perabot yang tidak mempertimbangkan penggunaan oleh anak sehingga mengganggu aktivitas anak lainnya, 2) Lingkungan fisik yang mendukung seperti: Hasil pekerjaan anak-anak dipajangkan, tumbuhan hijau yang sehat di seluruh ruangan, poster berwarna-warni di dinding, dan gorden baru di jendela, ruangan diatur dalam area aktivitas yang berbeda, terdengar senandung berbicara dan tertawa, tetapi tidak ada teriakan, anak- anak sedang mengerjakan beberapa aktivitas yang diatur oleh para guru, material disimpan di atas rak terbuka yang rendah, dan anak-anak dapat menjangkaunya dengan mudah, fasilitas dan peralatan ditempatkan berdekatan dengan aktivitas yang akan dilakukan anak.