Bharasumba Jurnal Multidispliner
Jurnal Multidisipliner Bharasumba is a quarterly journal that is published in January, April, July, and October. Jurnal Multidisipliner Bharasumba seeks Review articles, Case reports and original contributions from all areas of: Social Science and Humanities; Life Sciences; Health Science; Physical, Chemical Science and Engineering. The Journal invites original Research Papers, Review articles, Technical or Case reports and Short communications that are not published or not being considered for publication. This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration Jurnal Multidisipliner Bharasumba seeks Review articles, Case reports and original contributions from all areas of: Social Science and Humanities: Arts and Humanities, Business Management, Hotel Management, Management, Tourism, Accounting, Decision Science, Education, Economics, Law, Finance, Psychology, Political Science, Physical Education, English Literature, Social Work and History. Life Sciences: Agricultural, Biological Sciences, Biotechnology, Biochemistry, Genetics, Molecular Biology, Environmental Science, Ecology, Arachnology, Biodiversity and Conservation, Entomology, Limnology, Ichthyology, Malacology, Immunology and Microbiology, Neuroscience, Marine Biology. Health Science: Medicine and Dentistry, Nursing and Health Professions, Pharmacology and Toxicology, Pharmaceutical Science, Veterinary Science, Veterinary Medicine. Physical, Chemical Science and Engineering: Chemical Engineering, Chemistry, Computer Science, Earth and Planetary Science, Energy, Mathematics, Physics and Astronomy, Engineering, Material Science, Statistics. The Journal invites original Research Papers, Review articles, Technical or Case reports and Short communications that are not published or not being considered for publication.
Articles
246 Documents
GANGGUAN GEJALA DISLEKSIA PADA ANAK USIA DINI
Oktamarina, Lidia;
Rosalina, Evita;
Utami, Lucia Septiana;
Duati, Syah Fitri Kurnia;
Dzakiyyah, Cyndi;
Sari, Riska Puspa;
Julita, Monika Sales
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.189
This research is entitled Disorders of Dyslactic Symptoms in Early Childhood. The purpose of this research is to find out the symptoms of dyslaxia in early childhood. The research method is the type of research used is qualitative research with a case study method. Case studies are a type of qualitative research that has a function to investigate processes, obtain information and obtain in-depth information. While the case studied is the development of cognitive abilities of dyslexic children. Data obtained from observations of children and conducting interviews with parents and educators Dyslexic patients will have difficulty in identifying spoken words and converting them into letters or sentences. The results showed that Dyslexia is classified as a neurological disorder in the part of the brain that processes language. Dyslexia can cause symptoms that vary, depending on age and severity. In toddlers, symptoms can be difficult to recognise, but once the child reaches school age, symptoms will begin to show, especially when the child learns to read. Detection and treatment from an early age is proven to be effective in improving the ability of patients to read. Learning media in the form of pictures to help make it easier to introduce letters, distinguish letters until finally dyslexic children are able to read and write fluently in order to stimulate the development of dyslexic children by supporting what the child is doing, provoking the child to tell what is being done, for example, making triangles, squares, taking time to refreshing the child, helping the child to observe what is seen, for example in games, teaching children to understand symbols and playing puzzles together.
PARENTING LANGKAH MENDIDIK ANAK DAN MENGAMALKAN AJARAN ISLAM
Izzah, Nurul;
Sonia, Gina;
Haromiah, Ismi;
Lisa, Hellya Ramona;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.190
Mendidik generasi penerus atau anak di dalam ajaran agama Islam memiliki tata cara serta aturan tersendiri yang harus dapat kita jadikan pedoman dalam memilih metode atau cara mendidik anak yang akan kita terapkan atau amalkan nantinya. Dalam mendidik anak setiap proses yang dilalui tentu tidaklah mudah namun, terdapat berbagai langkah yang dapat membantu dalam tercapainya kepribadian berakhlak mulia pada diri setiap anak, diantaranya : menjaga komunikasi yang baik; mengetahui Trend yang di gandrungi anak agar tahu cara memfilternya; menyisikan waktu luang untuk anak; bersikap lemah lembut pada anak; menggali informasi tentang aktifitas anak; membekali anak dengan pendidikan agama yang kuat dan mendo’akan anak. Dalam mengamalkan halter sebut tentunya perlu dikaitkan dengan ajaran Islam yang berarti menerapkan atau menjalankan segenap ikatan yang harus dipegang dan dipatuhi oleh manusia berkaitan pula dengan ajaran yang diwahyukan Tuhan kepada manusia melalui Nabi dan Rasul Allah SWT. yakni Muhammad SAW.
GANGGUAN KECEMASAN (AXIETY DISORDER) PADA ANAK USIA DINI
Oktamarin, Lidia;
Kurniati, Fika;
Sholekhah, Maratus;
Nurjanah, Silpa;
Oktaria, Sri Wahyuni;
Sukmawati, Sukmawati;
Apriyani, Tantri
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.192
Kecemasan pada anak usia dini merupakan suatu keadaan saat anak merasakan sesuatu kekhawairan yang berlebihan yang dapat mempengaruhi emosi anak menjadi tidak stabil. Faktor umum penyebab terjadinya gangguan kecemasan pada anak, terutama pada anak yang baru memasuki lingkungan sekolah, merupakan pengaruh dari keluarga. Pemberian intervensi yang dilakukan sejak dini dapat menangani gangguan kecemasan ataupun mencegah gejala kecemasan menjadi gangguan yang lebih serius. Melibatkan orang tua dalam intervensi anak dengan gangguan kecemasan dirasa dapat lebih membantu anak menuju perkembangan yang lebih positif dan membantu orang tua dalam mengubah perilaku ketika menghadapi masalah anaknya dan masalahnya sendiriTeknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti berdasarkan sumber bacaan atau literatur berupa buku, jurnal, dan majalah.
PENGASUHAN : SERTA PENGASUHAN MENURUT RAGAM SOSIAL BUDAYA
Miranti, Windi;
Balqista, Azah Nadya;
Maharani, Esi;
Triagustriani, Jeni;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.193
This article discusses the method of measuring and assessing parenting and parenting according to socio-cultural diversity. The purpose of this article is to find out how the methods of measuring and assessing in parenting are, as well as knowing the various kinds of parenting in various socio-cultural contexts. Parenting itself can be interpreted as a series of activities carried out by parents to carry out their role as parents. Measurement is defined as an action to identify the size of the symptoms. Assessment is a process of collecting data to determine to what extent, and in what ways, how educational goals have been achieved, what and how they have not been achieved and what are the causes and follow-up actions. Parenting according to socio-cultural diversity, as we know that social and cultural greatly influences every aspect of children's education as human beings who grow through beliefs and practices designed to promote a healthy adaptation. Cultural values are also used to build links between the present and the past.
PENGASUHAN : SERTA PENGASUHAN MENURUT RAGAM SOSIAL BUDAYA
Dzakiyyah, Cyndi;
Melina, Hesti;
Mardiah, Mardiah;
Marselina, Novita;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.194
Mendidik dan membimbing anak merupakan tanggung jawab orang dewasa karena anak merupakan amanat yang di berikan kepada Tuhan kepada orang tua. Dalam hal ini orang tua harus mampu menerapkan pendidikan dan mengamalkan nilai-nilai positif dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Pendidikan anak harus didasari pada ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist terutama tentang keberadaan kewajiban dan larangan-larangan dalam agama Islam. Orang tua juga harus memulai mengasuh perkembangan anak sejak ia lahir hingga tumbuh dewasa, dengan makanan yang halal dan baik, menciptakan lingkungan fisik dan suasana batin dalam rumah tangga yang nyaman.Dalam mendidik anak usia dini maka harus menerapkan beberapa langkah-langkah
PROPHETIC PARENTING : KONSEP IDEAL POLA ASUH ISLAMI
Julita, Monika Sales;
Utari, Nifty;
Handayani, Rahmah;
Yanti, Vira Dwi Putri;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.195
Keberadaan anak dalam suatu keluarga menjadikan keluarga itu terasa hidup, harmonis, dan menyenangkan, sebaliknya ketiadaan anak dalam keluarga menjadikan keluarga tidak berarti apa-apa, karena kehilangan salah satu ruh yang dapat menggerakkan keluarga itu. Di mata seorang bapak, anak akan menjadi penolong, penunjang, pemberi semangat, dan penambah kekuatan. Di mata seorang ibu, anak menjadi harapan hidup, penyejuk jiwa, penghibur hati, kebahagiaan hidup, dan tumpuan di masa depan. Dalam pola asuh orangtua terjadi interaksi dengan anak yang disebut dengan pola asuh. Pola asuh disebut dengan Parenting control yang bertujuan untuk mendidik anak untuk menyesuaikan diri terhadap harapan sosial yang layak dan dapat diterima. Hakekat mengasuh anak adalah sebuah usaha yang nyata dari orang tua dalam bentuk mensyukuri nikmat dan karunia Allah SWT dan dalam mengemban amanah yang diberikan oleh-Nya sehingga anak menjadi sumber kebahagiaan, penerus keturunan dan menjadi manusia yang mandiri. Dari materi di atas dapat disimpulkan bahwa pola asuh adalah sikap yang dilakukan orangtua dalam berinteraksi dengan anak dengan melihat cara orangtua memberikan kedisiplinan, hadiah, hukuman, perhatian dan tanggapan sehingga mempengaruhi pembentukan kepribadian anak, karena orangtua sebagai model awal bagi anak dalam berhubungan dengan orang lain.
PARENTING ISLAMI DAN KEDUDUKAN ANAK DALAM ISLAM
Amalia, Tiara;
Lasmi, Farika;
Septiani, Rismana;
Putri, Meutia Adelia;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.196
Parenting Islami adalah dua kata yang berasal dari bahasa inggris, Islamic merupakan kata sifat (adjektif) bagi parenting. Islamic Parenting dalam bahasa Indonesia diterjemahkan dengan pareting Islami. Kata “Parenting” mempunyai kata dasar Parent yang dalam bahasa Inggris berarti orang tua. Kata kedudukan dalam Islam diistilahkan dengan kata nasab, nasab itu akan menunjuk pada hubungan keluarga yang sangat dekat, yaitu hubungan anak dengan orang tua terutama orang tua laki-laki.Pola asuh Islami lebih menekankan pada praktik pengasuhan, tidak hanya fokus pada gaya pengasuhan dalam keluarga, akan tetapi lebih fokus pada bagaimana orangtua membentuk insan al-kamil pada anak-anaknya. Orangtua memiliki kewajiban membimbing dan mendidik anak berdasar kan syariat agama.
PENGELOLAAN MANAJEMEN KURIKULUM ANAK USIA DINI DI KELOMPOK BERMAIN BUNDA ROSA DESA LANGKAN 1 BANYUASIN III
Choirun’nisa, Febra Mayora;
Aisy, Nurjihan Rohadatul;
Riduan, Riduan;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.197
Tulisan ini, membahas tentang Pengelolaan Manajemen Kurikulum Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain Bunda Rosa Desa Langkan 1 Banyuasin III yang ada disuatu lembaga. Data dalam artikel ini diperoleh dari observasi ke lembaga, buku, artikel dan internet yang berhubungan dengan manajemen kurikulum anak usia dini, kemudian data-data ini diolah dengan bahasa sendiri sehingga mendapatkan data-data yang sesuai dengan apa yang sedang dibahas. Hasil dari artikel ini menunjukkan bahwa ada beberapa point yang berkaitan dengan manajemen kurikulum anak usia dini yakni pengertian kurikulum, tujuan dan fungsi kurikulum, pengelolaan kurikulum dalam manajemen di Kelompok Bermain Bunda Rosa Desa Langkan 1 Banyuasin III, standar kurikulum PAUD Di KB Bunda Rosa, pengertian pengeloaan Kelompok Bermain, tujuan dan dasar hukum pengelolaan Kelompok Bermain, latar belakang pentingnya pengelolaan kegiatan di Lembaga PAUD (KB). Artikel ini diharapkan dapat menjadi bahan kajian untuk pembahasan-pembahasan selanjutnya mengenai manajemen kurikulum anak usia dini.
PENGELOLAAN PEMBELAJARAN DI KELOMPOK BERMAIN (KB)
Anisa, Izzatil;
Monicha, Widuri;
Wulandari, Retno
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 02 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i02.198
Penyelenggaran Kelompok Bermain adalah seorang yang memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan di Kelompok Bermain. Tenaga kependidikannya, meliputi orang-orang yang bertugas menyelenggarakan pembelajaran, bimbingan, pelatihan, penelitian, perencanaan, pengembangan, pengawasan, penilaian, pengelolaan, dan pelayanan teknis dalam bidang pendidikan. Membahas kualitas pembelajaran PAUD tentu tidak terlepas dari kegiatan utamanya, yaitu proses pengelolaan pembelajaran (perencanaan, pelaksanaan dan penilaian) yang berlangsung atau dilaksanakan di lembaga PAUD yang bersangkutan. Proses pengelolaan pembelajaran yang tepat dapat menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas .Pengelolaan Pembelajaran KB Itu sangat penting karena ini berfungsiuntuk menyusun proses pembelajaran pada anak usia dini sehingga dapat tertata sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diramcang sebelumnya. Selanjutnya tujuan dari penyelengaraan KB yaitu untuk membina, menumbuhkan, dan mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh anak pada usia dini secara optimal sehingga terbentuk perilaku dan kemampuan dasar sesuai dengan tahap perkembangannya. Dalam Khusunya di KB, tujuannya agar memiliki kesiapan untuk memasuki Pendidikan selanjutnya. Salah satu jalur terselenggaranya PAUD adalah jalur pendidikan non formal. PAUD non formal memiliki peran yang sangat besar dalam membantu pemerintah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan. Dalam pengelolaan kegiatan terdapat beberapa tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan penilaian. Dalam tahap proses pembelajaran aktivitas yang dilakukan yaitu (1) penataaan lingkungan main, (2) penyambutan anak, (3) main pembukaan, (4) transisi 10 menit, (5) kegiatan inti masing-masing kelompok, (6) makan bekal bersama dan (7) kegiatan penutup. Proses kegiatan terlibatnya semua sumber daya manusia, dana dan sarana sesuai dengan pedoman dan petunjuk, waktu dan tempat yang telah ditetapkan, dalam melaksanakan programUntuk itu seyogyanya pemerintah saat ini memberikan perhatian lebih terhadap PAUD terutama sarana prasarana, pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan, dan memberikan sosialisasi pada masyarakat tentang kepedulian terhadap PAUD.
KESEHATAN DIRI DAN LINGKUNGAN : PENTINGNYA GIZI BAGI PERKEMBANGAN ANAK
Juairia, Juairia;
Malinda, Wini;
Hayati, Zalmi;
Ramadhanty, Nora;
Putri, Yecha Febrieanitha
Jurnal Multidisipliner Bharasumba Vol 1 No 03 (2022): Jurnal Multidisipliner Bharasumba
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.62668/bharasumba.v1i03.199
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pentingnya gizi bagi perkembangan anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data berupa jurnal dan buku terlebih dahulu. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis isi. Hasil penelitian yang ingin dicapai berupa kesehatan diri dan lingkungan : pentingnya gizi bagi perkembangan anak usia dini yang dapat dijadikan pedoman bagi seluruh individu dan lembaga yang membutuhkannya. Anak usia dini berada pada masa yang disebut dengan masa keemasan atau golden age. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut pertumbuhan dan perkembangan manusia sedang terjadi dengan pesatnya. Gizi atau nutrisi merupakan komponen yang harus ada dan keberadaannya sangat diperlukan oleh tubuh terutama dalam proses tumbuh kembang fisik, sistem saraf dan otak, serta tingkat intelektualitas dan kecerdasan manusia. Pemenuhan kebutuhan gizi (nutrien) merupakan faktor utama untuk mencapai hasil tumbuh kembang agar sesuai dengan potensial genetik. Pertumbuhan adalah setiap perubahan tubuh yang dihubungkan dengan bertambahnya ukuran-ukuran tubuh secara fisik dan struktural. Sedangkan perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh anak yang lebih komplek.Banyak faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang manusia adalah nutrisi/gizi. Kebutuhan akan gizi pada anak usia dini sangatlah penting untuk pertumbuhan dan perkembangannya, terutama perkembangan otaknya. perkembangan otak sangat tergantung pada asupan gizi yang dikonsumsi. Setiap makanan yang dikonsumsi memiliki manfaatnya masing-masing bagi tubuh anak, ini dikarenakan kandungan nutrisi pada makanan berbeda-beda. Anak-anak sangat dianjurkan untuk mengonsumsi makan yang beragam dengan jumlah yang sesuai dengan kutuhan tubuhnya. Ini dikarenakan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak-anak dan dewasa berbeda demikian juga dengan asupan nurisi yang dibutuhkan anak laki-laki juga berbeda dengan anak perempuan. Artikel ini membahan tentang peran kandungan nutrisi pada makanan serta kegunaanya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.