cover
Contact Name
Widayat Widayat
Contact Email
widayat@live.undip.ac.id
Phone
+6281329163105
Journal Mail Official
pspi@live.undip.ac.id
Editorial Address
Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Jl. Prof. Sudarto SH Tembalang Semarang 50275 Semarang Jawa Tengah Indonesia www. pspi.undip.ac.id; Email pspi@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 29858100     DOI : 10.14710/jpii.xxxx.xxxxx
Fokus dari JPII ini adalah mempublikasikan setiap artikel ilmiah dari dari para peneliti, insinyur, Insinyur Profesional. Artikel yang diterbitkan dapat berbentuk Artikel Riset, Artikel Review, Artikel dari Studi Kasus, Review Artikel baik Singkat maupun Lebar. Pekerjaan Keinsinyuran diantaranya dalam bidang keteknikan /rekayasa, pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ruang lingkup dari jurnal ini adalah: - Teknik Industri yang meliputi teknik mesin, teknik elektro, teknik kimia, teknik industri - Teknik Sipil dan Rekayasa Bangunan yang meliputi perairan, sungai dan bendungan - Teknik Informatika, Komputer dan Sistem Informasi - Rekayasa Sumber Daya Hayati yang meliput pertanian, peternakan dan perikanan
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2024): JPII" : 10 Documents clear
Analisis Penambahan Item Pekerjaan Guna Efisiensi Waktu pada Proyek Penyambungan Listrik Rusun KITB Lubis, Reza Pahlefi; Indriyantho, Bobby Rio; Sulardjaka, Sulardjaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24268

Abstract

Rumah susun pekerjan industri Batang merupakan fasilitas tempat tinggal yang diberikan kepada para pekerja industri di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), yang terletak di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Mengingat aktivitas kawasan sedang masa pembangunan, dan belum memerlukan pekerja, untuk mendukung fasilitas rusun diperlukan pasokan listrik sebesar 130 kVA untuk masing-masing tower. Dalam masa tahap pembangunan dengan penyelesaian pada jangka waktu tertentu, penerapan percepetan dari isu instruksi pengguna jasa dibahas mendalam dalam kasus ini. Penelitian pada kasus ini memiliki tujuan menciptakan metode pekerjaan baru dan evaluasi optimasi pada penambahan dan perubahan di masa pelaksanaan pekerjaan dengan metode penyempurnaan tenaga kerja dan urutan waktu setiap pekerjaan. Hasil penelitian kasus adalah perbandingan schedule pelaksanaan waktu normal dan percepatan kombinasi dengan produktivitas penambahan tenaga dan jam kerja. Pelaksanaan pekerjaan normal membutuhkan waktu 101 hari dan pekerjaan percepatan membutuhkan waktu 82 hari. Menyimpulkan perubahan metode pada networking dan penambahan tenaga kerja dan jam kerja berpengaruh besar terhadap efesiensi waktu dengan penamabahan biaya di batas wajar pada pelaksanaan pekerjaan penyambungan listrik pada rusun KITB. Kata kunci: manajemen konstruksi, percepatan, Microsoft Project
Kajian Peranan dan Penerapan Kode Etik Profesi Keinsinyuran dalam Praktik Pekerjaan Bidang Sipil dan Lingkungan di Indonesia untuk Meningkatkan Efisiensi dan Perlindungan Keselamatan Kerja Handika, Rizki Andre; Istikhoratun, Titik; Buchori, Luqman
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.%Y.23056

Abstract

Kode etik memberikan pegangan bagi para insinyur untuk menjaga integritas dan menopang keberhasilan pekerjaannya. Sementara penerapannya terus berkembang dalam pekerjaan perekayasaan, ulasan dan praktik-praktik baik penerapannya di Indonesia masih belum banyak didiskusikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran dan implementasi kode etik profesi insinyur dalam pekerjaan bidang sipil dan lingkungan di Indonesia dengan mencari dan menemukan literatur yang relevan berdasarkan metode PRISMA. Dari 500 referensi yang dikumpulkan, tersaring 30 dengan semuanya adalah artikel yang layak untuk dianalisis dan direviu lebih lanjut. Ditemukan bahwa penekanan kode etik insinyur bidang sipil dan lingkungan di Indonesia secara teoritik terdapat pada dua aspek, norma dan profesionalisme, dimana penerapannya sudah meluas mulai dari kegiatan pembangunan, operasional dan pemeliharaan, hingga dalam pengembangan program-program unggulan daerah. Namun demikian, faktor-faktor relevan lainnya di lapangan masih diperlukan, baik sifatnya internal (berupa kemampuan interpersonal maupun atribut dan kemampuan teknis dan spesifik) dan eksternal (antara lain budaya organisasi, lingkungan kerja, gaya kepemimpinan, komitmen organisasi, dan kompensasi). Peran pendidikan etik dalam pembelajaran keinsinyuran menjadi krusial dan dituntut untuk selalu diperbarui sesuai dengan kebutuhan profesional insinyur agar membantu menyiapkan insinyur muda yang berintegritas, bertanggung jawab dan mampu diandalkan di lapangan. Kata kunci: kode etik, insinyur, profesional, integritas, pendidikan
Analisis Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan Metode Hazard Analysis Maharani, Ifa Agustin; Indriyantho, Bobby Rio; Sumardi, Sumardi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24266

Abstract

Penelitian kali ini bertujuan untuk mengevaluasi ancaman yang berhubungan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada pembangunan Gedung Teknik Informatika Politeknik Negeri Cilacap. Motivasi penelitian ini adalah besarnya bahaya kecelakaan kerja berakibat pada menghambat penyelesaian proyek konstruksi. Sehingga, adanya manajemen risiko K3 yang efisien penting dalam menjamin keselamatan dan kesejahteraan tenaga kerja. Metodologi HIRADC (Hazard Identification, Risk Assesment, and Determination of Controls) diterapkan dalam penelitian. Hal ini mencakup identifikasi potensi bahaya, penerapan pengendalian risiko, seperti kebijakan K3, pelatihan, audit rutin, dan alat pelindung diri (APD), serta pelaksanaan penilaian risiko menggunakan matriks evaluasi. Hasilnya menunjukkan bahwa 26 risiko diidentifikasi dan dikategorikan berdasarkan sumber daya berikut: personel, keuangan, material, dan metodologi kerja. Analisis risiko menunjukkan bahwa risiko pekerja terjatuh dari ketinggian tergolong ekstrim, tidak adanya kebijakan K3 tergolong tinggi, risiko pekerja tertimpa material tergolong sedang, dan risiko tersandung pada benda, kuku tergolong rendah, selain itu penerapan kebijakan K3 yang efektif, pemberian pelatihan secara berkala, pelaksanaan audit berkala, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta kepatuhan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) dapat meningkatkan manajemen risiko K3. Penting juga dalam menggunakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan (SMK3L) serta kode etik untuk mengurangi risiko kecelakaan dan menjamin keselamatan dan kesejahteraan karyawan. Kata kunci: Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), manajemen risiko, proyek konstruksi
Evaluasi Waktu Pekerjaan Bored Pile dengan Lean Construction Metode Last Planner System pada Proyek RSWS Makassar Sekarningtyas, Nazifa; Priastiwi, Yulita Arni; Widayat, Widayat
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.22768

Abstract

Permasalahan yang umum pada pelaksanaan proyek konstruksi di antaranya keterlambatan waktu, peningkatan biaya, dan adanya penyimpangan pekerjaan. Keterlambatan waktu menyebabkan efek domino terhadap pelaksanaan pekerjaan lain dan biaya yang membengkak. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan lean construction dan mengevaluasi waktu pelaksanaan pekerjaan pada saat pelaksanaan pekerjaan bored pile. Penelitian ini dilakukan pada Proyek RSWS yang berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan. Aktivitas awal yang dilakukan adalah pekerjaan pondasi bored pile. Pelaksanaan pekerjaan bored pile khususnya pada tahap pengeboran tanah dan pengecoran bored pile sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Apabila pekerjaan pondasi bored pile mengalami keterlambatan, hal ini akan berpengaruh terhadap pekerjaan-pekerjaan selanjutnya. Evaluasi dan pengendalian terhadap waktu pelaksanaan proyek dievaluasi dengan penerapan lean construction atau konstruksi ramping menggunakan metode last planner system. Hasil penelitian didapatkan hasil Percent Plan Complete (PPC) rata-rata sebesar 66,48%. Penyebab keterlambatan waktu yang perlu dijadikan perhatian pada pekerjaan bored pile yang dilaksanakan pada musim hujan adalah cuaca dan alat. Kata kunci: bored pile, lean construction, last planner system, percent plan complete, proyek rumah sakit
Kajian Potensi Timbulan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Balai Pengujian dan Peralatan (BP2) Provinsi Jawa Tengah Setyorini, Rita Agus; Syafrudin, Syafrudin; Zaman, Badrus
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23068

Abstract

Balai Pengujian dan Peralatan (BP2) Provinsi Jawa Tengah menghasilkan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dari kegiatan pengujian mutu konstruksi dan air. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa pengelolaan limbah B3 di BP2 belum sesuai dengan regulasi yang berlaku. Limbah B3 yang dihasilkan belum dikelola dengan baik dan benar, terutama karena kurangnya sarana prasarana yang memadai. Penelitian ini menyoroti pentingnya perbaikan pengelolaan limbah B3 di BP2. Beberapa rekomendasi yang diajukan meliputi penyediaan sarana prasarana yang sesuai standar, pengurangan limbah B3 melalui pemanfaatan kembali, serta perolehan izin-izin yang diperlukan untuk pengelolaan limbah B3. Selain itu, meskipun belum bersertifikasi ISO 45001:2018, penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang baik tetap perlu dijaga untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman. Tujuan akhir dari upaya ini adalah untuk mengurangi dampak negatif limbah B3 terhadap lingkungan, meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan memberikan nilai tambah bagi BP2. Dari penelitian ditemukan potensi limbah B3 yang dihasilkan dari pengujian mutu konstruksi dan mutu air adalah pengujian besi sebanyak 126,143 kg, aspal sebanyak 25,7927 gr dan air sebanyak 22,3 L. Kata kunci: pengujian mutu konstruksi dan mutu air, pengelolaan limbah, SMK3
Penerapan Value Stream Mapping (VSM) untuk Menurunkan Lead Time Process dan Meningkatkan Kinerja Aktivitas Pengadaan di Site Tambang Arunizal, Sultan; Wardhani, Dyah Hesti; Windarta, Jaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23282

Abstract

Pengadaan sebagai fungsi inti dalam suatu organisasi perlu dikelola agar kinerjanya sesuai dengan tujuan dan kebutuhan perusahaan. PT AI, sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan dan energi, tentu memiliki fungsi pengadaan di site tambang. Salah satu cara untuk mengukur kinerja pengadaan adalah dengan mengukur total lead time process yang dibutuhkan. Kinerja pengadaan site di PT AI berdasarkan Key Performance Indicator (KPI) periode Januari – Juni 2023 masih belum mencapai target di bawah 30 hari untuk satu kali proses pengadaan. Perlu dilakukan perbaikan terus-menerus agar kinerja pengadaan dapat meningkat dan target KPI dapat tercapai. Lean thinking adalah salah satu pendekatan perbaikan terus-menerus untuk meningkatkan nilai tambah dengan menghilangkan pemborosan. Value Stream Mapping (VSM) adalah salah satu metode lean yang dapat mengidentifikasi pemborosan dari penggambaran aliran proses aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah. Dari studi kasus yang dilakukan di PT AI, pada current state, diperoleh waktu pengadaan sebesar 48.060 menit atau 33,38 hari dengan persentase aktvitas bernilai tambah sebesar 32,65%. Pemborosan yang terjadi yaitu waiting dan excess processing yang selanjutnya dicari akar permasalahannya menggunakan fishbone diagram. Setelah diperoleh akar permasalahan, kemudian disusun rencana perbaikan. Hasil penerapan rencana perbaikan digambarkan pada peta aliran proses future state yang diperoleh waktu siklus pengadaan setelah perbaikan sebesar 27.420 menit atau 19,04 hari dengan persentase aktivitas bernilai tambah sebesar 57,22%. Terdapat penurunan rata-rata waktu siklus pengadaan sebesar 20.640 menit atau 14,33 hari dengan persentase sebesar 42,95% dan peningkatan efisiensi proses dari aktivitas bernilai tambah sebesar 24,57%. Dengan demikian penerapan lean menggunakan metode VSM mampu menurunkan lead time process dan meningkatkan kinerja untuk mencapai target KPI di bawah 30 hari dalam aktivitas pengadaan site di PT AI.Kata kunci: pengadaan, pemborosan, lean thinking, value stream mapping, fishbone diagram
Sistem Monitoring dan Evaluasi Proses Belajar Mengajar Berbasis Outcome Based Education di Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Handayani, Naniek Utami; Handayani, Noer Abyor; Sulardjaka, Sulardjaka
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24263

Abstract

Kurikulum OBE merupakan salah satu indikator dalam penilaian akreditasi Program Studi (Prodi) baik akreditasi nasional maupun internasional. Pelaksanaan kurikulum OBE pada Perguruan Tinggi melibatkan perancangan kurikulum, proses belajar mengajar dengan pendekatan student centered learning, dan penilaian capaian pembelajaran. Monitoring dan evaluasi dalam konteks Outcome-Based Education (OBE) memiliki tujuan untuk memastikan efektivitas implementasi sistem pendidikan. Selain itu, juga untuk menilai sejauh mana tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan berhasil dicapai; melibatkan penilaian metode pengajaran, keberhasilan strategi pembelajaran, dan penggunaan sumber daya pembelajaran; memberikan umpan balik yang berharga untuk melakukan perbaikan terhadap proses pembelajaran; memastikan konsistensi dalam penerapan kurikulum; membantu menilai kualitas instrumen penilaian, keadilan dalam penilaian, dan sejauh mana penilaian mencerminkan pencapaian tujuan pembelajaran; membantu mengukur sejauh mana siswa terlibat dalam pembelajaran dan apakah metode pengajaran mendorong keterlibatan aktif mahasiswa. Kata kunci: sistem, monitoring dan evaluasi, outcome based education, indikator, rubrik penilaian
Pengaruh Pelepasan Wave Trap terhadap Operasi Sistem Transmisi Alam, Aji Suryo; Sumardi, Sumardi; Denis, Denis; Prasetia, Hikmah
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.23915

Abstract

Wave trap merupakan suatu peralatan yang dipasang secara seri pada saluran transmisi dan berfungsi menyaring arus frekuensi tinggi yang dikirim dari gardu induk lawan maupun dari gardu induk sendiri. Penyaringan arus frekuensi tinggi berguna agar pancaran tidak mengganggu peralatan gardu induk yang lain, sehingga penyaluran listrik dan komunikasi tidak saling mempengaruhi. Pada gardu induk Pegangsaan terpasang wave trap hanya pada fasa R dan T, pemasangan wave trap ini diduga menyebabkan ketidakseimbangan arus yang mengalir pada ruas tersebut. Tujuan dari studi kasus ini adalah untuk mengetahui dampak pelepasan wave trap yang terpasang pada saluran terhadap operasi sistem. Metode yang dilakukan adalah memasang alat power quality monitoring pada ruas tersebut guna mengetahui karakteristik power quality (ketidakseimbangan arus dan harmonisa) sebelum dan sesudah dilakukan pelepasan wave trap sekaligus dilakukan perhitungan ketidakseimbangan hasil pengukuran lapangan. Hasil studi kasus didapatkan ketidakseimbangan arus sebelum pelepasan wave trap adalah 29,19% sedangkan setelah wave trap dilepas turun menjadi 15%. Harmonisa tegangan total sebelum pelepasan wave trap sebesar 1,433% dan setelah pelepasan wave trap 1,481%. Harmonisa arus sebelum pelepasan wave trap sebesar 22,53% dan setelah pelepasan wave trap sebesar 46,61%. Dari hasil yang sudah didapatkan, dapat disimpulkan pelepasan wave trap berdampak pada ketidakseimbangan arus, tetapi tidak berdampak pada harmonisa arus dan tegangan. Kata kunci: wave trap, monitoring, ketidakseimbangan arus, harmonisa, power quality
Minimalisasi Segregasi dalam Pekerjaan Penghamparan Material Lapis Pondasi Atas Terhadap Produktivitas Alat Berat Pada KM. 13 Proyek Rekonstruksi dan Pelebaran Jalan Semarang-Demak-Trengguli-Jepara/Kudus Wardhani, Hutami Kusuma; Hermawan, Ferry; Silviana, Silviana
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.24269

Abstract

Segregasi adalah kondisi di mana terjadi pemisahan agregat kasar dari adukannya akibat campuran yang kurang lecak. Kendala tersebut dapat menjadi penyebab terhadap kualitas konstruksi jalan. Segregasi dapat terjadi pada pekerjaan pelaksanaan penghamparan lapis pondasi atas. Karena alat berat tidak bekerja secara optimal, kondisi cuaca yang kurang mendukung. Alat berat yang digunakan antara lain dump truck, motor grader, vibro roller. Penelitian ini dilakukan dengan analisa produktivitas alat berat guna menentukan langkah agar kondisi segregasi dapat dihindari atau dikurangi. Hasil analisa produktivitas alat berat dump truck per jam adalah sebesar 5,34 m³/jam, dan produktivitas per hari dengan durasi pekerjaan 8 jam/hari adalah sebesar 42,73 m³/hari. Motor grader produksi per jam adalah sebesar 311,8 m³/jam, dan produktivitas per hari dengan durasi pekerjaan 8 jam/hari adalah sebesar 2494 m³/hari. Vibrator roller produksi per jam adalah sebesar 86,06 m³/jam, dan produktivitas per hari dengan durasi pekerjaan 8 jam/hari adalah sebesar 688,5 m³/hari. Water tank truck produksi per jam adalah sebesar 64,29 m³/jam, dan produktivitas per hari dengan durasi pekerjaan 8 jam/hari adalah sebesar 514,32 m³/hari. Setelah melakukan optimalisasi kinerja alat, maka jumlah alat berat yang perlu ditambahkan adalah dump truck ditambah menjadi 17 unit dan juga water tank truck ditambah menjadi 2 unit. Kata kunci: segresi, dump truck, water tank truck, vibro roller, produktivitas alat berat
Analisis Risiko Proyek Pembangunan PLTU Kalselteng-2 (2x100MW) di PT PLN (Persero) Primasatya, Dimas; Sulardjaka, Sulardjaka; Anggoro, Didi Dwi
Jurnal Profesi Insinyur Indonesia Vol 2, No 3 (2024): JPII
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpii.2024.22947

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis risiko proyek Pembangunan PLTU Kalselteng-2 (2x100 MW) dengan menggunakan matrik level risiko antara kriteria kemungkinan dan kriteria dampak terjadinya risiko. Metode penelitian ini mencakup survei, publikasi yang relevan dan penilaian empiris terhadap penerapan risiko proyek yang sebenarnya. Data masukan telah disediakan dari pengalaman proyek pembangkit sebelumnya. Penerapan manajemen risiko ini mencakup 6 tahap berurutan yaitu menentukan sasaran/tujuan, uji sasaran/tujuan, penetapan deskripsi risiko, penetapan kriteria kemungkinan dan dampak, penentuan tingkat risiko terkendali dan penetapan aksi mitigasi. Adapun hasil analisis risiko proyek Pembangunan PLTU Kalselteng-2 terdapat total 53 risiko yang teridentifikasi dengan tingkat risiko ekstrem sejumlah 7 risiko, tingkat risiko tinggi sejumlah 18 risiko dan sisanya tingkat risiko rendah. Disimpulkan bahwa manajemen risiko dapat dilakukan dengan identifikasi risiko dan menerapkan teknik atau strategi yang dipilih untuk pengurangan risiko, pengalihan risiko dan retensi risiko untuk mengantisipasi seluruh risiko yang terjadi pada proyek Pembangunan PLTU. Sistem manajemen risiko harus dijalankan dengan baik agar risiko dapat diminimalkan. Kata kunci: identifikasi, analisis, tingkat risiko, mitigasi, manajemen risiko 

Page 1 of 1 | Total Record : 10