cover
Contact Name
Bayu Eka Riarsa Thira
Contact Email
bayu.thira@stikesrespati-tsm.ac.id
Phone
+6281223004727
Journal Mail Official
lppm@stikesrespati-tsm.ac.id
Editorial Address
Jl. Singaparna KM. 11 Cikunir Singaparna Tasikmalaya Jawa Barat 46181
Location
Kab. tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bidkemas
ISSN : 20879822     EISSN : 29882699     DOI : 10.48186/bidkemas
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan BIDKEMAS STIKes Respati Tasikmalaya, terlahir dari motivasi dan inovasi para dosen untuk ikut berkiprah mengembangkan dunia riset dalam bidang kesehatan. Adanya tuntutan informasi yang semakin berkembang maka keberadaan jurnal kesehatan BIDKEMAS ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi lingkungan akademik khususnya bidang kesehatan dan berdaya guna bagi institusi lainnya yang sangat membutuhkan informasi riset dalam lingkup profesi Kebidanan dan Kesehatan Masyarakat. Jurnal Kesehatan BIDKEMAS akan diterbitkan setiap pertengahan tahun (6 bulan sekali) dan memuat hasil riset untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan baik dalam kebidanan maupun kesehatan masyarakat. Keberadaan jurnal BIDKEMAS mendapatkan pengelolaan khusus dari dewan redaksi sehingga setiap terbitan diharapkan mampu mendapatkan penerimaan yang baik dikalangan pengguna.
Articles 192 Documents
GAMBARAN PERSEPSI KELIRU TENTANG GIZI PADA IBU HAMILYANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2019 chanty Yunie HR; Rita Ayu N
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 1 (2019): Februari 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i1.332

Abstract

Budaya pada masa kehamilan dan persalinan di sebagian daerah telah terjadi pergeseran namun di sebagian lain masih dipertahankan. Hal ini seperti yang dijelaskan oleh O’Neil (2006) bahwa semua budaya yang diwariskan cenderung untuk berubah tetapi ada kalanya juga dipertahankan. Berdasarkan studi pendahuluan melalui wawancara singkat yang dilakukan di Di Wilayah Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalayaterdapat ibu hamil yang memiliki kepercayaan-kepercayaan tentang acara makanan dan kebiasaan makan yang sudah turun-temurun dilakukan seperti contoh larangan untuk makan dipiring besar, makanan pedas, nanas, duren, tape dan yang lainya dengan alasan akan membahayakan kesehatan bayi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil sebanyak 41 orang pada tahun 2018. jumlah sampel sebanyak 41 orang. Pengumpulan data primer diperoleh langsung dari responden melalui kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dengan menggunakan rumus persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur ibu hamil mengubah persepsi keliru tentang mitos gizi pada masa kehamilan sebagai upaya pencegahan kejadian stunting sebanyak 18 orang (43,9%), Yang Melakukan Budaya/Tradisi Syukuran Empat Bulanan dan Tujuh Bulanan sebanyak 32 yang melakukan (78,0%), Memiliki Pantangan sebanyak 12 pantangan (29,3%). Bagi ibu hamill hendaknya lebih memperhatikan kesehatan selama kehamilan, dengan cara mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang (makan makanan bergizi) dan tidak ada pantangan pada ibu selama kehamilan dan sering memeriksakan kehamilan kepada petugas kesehatan/bidan.
GAMBARAN PARITAS PADA IBU YANG MEMILIKI BALITA STUNTING DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2019 Hapi Apriasih; Reynalda Aprilia
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.333

Abstract

Kejadian balita pendek atau biasa disebut dengan stunting merupakan masalah gizi utama yang dihadapi Indonesia saat ini, data RISKESDAS menunjukkan bahwa prevalensi balita stunting pada 2018 mencapai 30,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang mengalami masalah kesehatan masyarakat yang berat dalam kasus balita stunting, wilayah kerja Puskesmas Singaparna termasuk kedalam zona merah stunting. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui gambaran paritas dari ibu yang memiliki balita stunting di Desa Cikunir Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif untuk menggambarkan paritas pada ibu yang memiliki balita dengan stunting. Populasi adalah semua semua ibu yang memiliki balita dengan stunting sebanyak 139 orang, dengan total sampling. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret s.d April 2019, bertempat di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kab Tasikmalaya Tahun 2019. Prosedur pengambilan data dilakukan dengan data primer yaitu diperoleh dengan survey langsung kepada responden ibu yang memiliki balita stunting dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dalam bentuk table. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari 139 orang ibu yang memiliki balita dengan stunting adalah dengan paritas primipara (jumlah anak 1) sebanyak 35 orang (25%) , paritas multipara (jumlah anak 1-4) sebanyak 86 orang (62%) dan paritas grande mulitapara (lebih dari 4) sebanyak 18 orang (13%). Simpulan dari penelitian ini adalah kejadian balita stunting tidak terlepas dari status paritas ibu dimana semakin banyak ibu memiliki anak semakin besar peluang terjadinya kejadian stunting pada anak yang dapat diakibatkan oleh faktor pola pemberian makan, ataupun pola asuh dikeluarga, sehingga diharapkan para bidan dapat membantu ibu dalam upaya membatasi jumlah anak yaitu dengan penggunaan alat kontrasepsi.
GAMBARAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU YANG MEMILIKI BAYI BALITA STUNTING DI DESA CIKUNIR TASIKMALAYA TAHUN 2019 Tupriliany Danefi; astri Novia Nurfalah
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 10 No. 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v10i2.334

Abstract

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting disebabkan oleh dua faktor yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Secara langsung yaitu ASI Eksklusif, penyakit infeksi, asupan makan, dan berat badan lahir. Dan yang merupakan faktor secara tidak langsung pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan status ekonomi keluarga. Desa Cikunir merupakan desa tertinggi ke 2 kejadian sebanyak 139 kasus stunting dan Desa Cikunir merupakan desa binaan dari STIKes Respati. (Laporan Hasil BPB Puskesmas Singaparna, 2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambara pemberian ASI eksklusif pada ibu yang memiliki bayi balita stunting di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Tahun 2019. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh bayi balita yang stunting di desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya pada bulan April 2019 sebanyak 32 orang dengan tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa sebagian besar Pada bayi balita Stunting Desa Cikunir Kecamatan Singaparna mendapatkan ASI Eksklusif sebanyak 21 orang (65,63%), sebagian besar Kejadian Stunting pada Pada bayi balita Stunting di Desa Cikunir Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasikmalaya ada pada kategori Stunted (pendek) yaitu sebanyak 24 orang (75%), dan hasil tabulasi silang didapatkan sebesar 19,05% bayi balita dengan Stunted (pendek) yang pemberian ASI nya secara ekslusif, sedangkan sebanyak 54,54 % bayi balita dengan Stunted (pendek) yang pemberian ASI nya secara ekslusif. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat Sebagian besar bayi balita stunting di Desa Cikunir ada pada kategori Stunted (pendek). Sebagian besar bayi balita stunting di Desa Cikunir mendapat ASI secara Ekslusif. Saran bagi Bagi tenaga kesehatan untuk lebih dapat mendukung dan memotivasi dengan melakukan pendampingan kepada ibu dan keluarga sejak hamil agar ibu memberikan ASI eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan
PENGARUH SENAM HAMIL TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUKAMERANG KABUPATEN GARUT TAHUN 2018 Kintan Yulianti Avifah; Dede Gantini; Helmi Diana
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.335

Abstract

Masa kehamilan dan sesudah melahirkan merupakan masa yang rawan bagi seorang wanita untuk mengalami gangguan tidur, gangguan tidur yang dialami oleh sebagian besar ibu hamil disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi selama kehamilan. Berdasarkan studi pendahuluan pada 10 orang ibu hamil trimester III 4 diantaranya mengalami durasi tidur rendah (5-6 jam), 5 orang mengalami durasi tidur sedang (7-8 jam), dan 1 orang dengan durasi tidur tidak baik (9-10 jam). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh senam hamil terhadap kualitastidur ibu hamil trimester III. Metode yang digunakan adalah pre-eksperimen dengan one group pretestposttest.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut yang berjumlah 100 ibu hamil, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Stratifeid Random Samplingyaitu sebanyak 50 orang. Hasil menunjukkan bahwa Sebelum dilakukan senam hamil sebagian besarpada kategori sedang yaitu sebanyak 33 orang (66,0%). Sesudah dilakukan senam hamil seluruhnya 50 orang (100%) ada pada kategori baik. Berdasarkan hasil uji statistik diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil daripada nilai  (0,05),maka H0 ditolak yang artinya bahwa ada pengaruh senam hamil terhadap kualitas tidur ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Sukamerang Kabupaten Garut tahun 2018. Senam hamil berpengaruh terhadap kualitas tidur ibu hamil trimester III.Hendaknya ibu hamil selalu melakukan gerakan atau senam hamil yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan ibu terutama kualitas tidur ibu
PERBEDAAN PENGARUH TEKNIK SLOW STROKE BACK MASSAGE DENGAN TEKNIK ENDORPHIN MASSAGE TERHADAP PENURUNAN NYERI PERSALINAN FASE AKTIF DI PUSKESMAS IMBANAGARA KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2018 Maemunawaroh Maemunawaroh; Dede Gantini; Uly Artha Silalahi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.336

Abstract

Nyeri persalinan merupakan pengalaman subjektif tentang sensasi fisik yang terkaitdengan kontraksi uterus dilatasi dan penipisan serviks, serta penurunan janin selamapersalinan. Nyeri persalinan menjadi penyebab terjadinya partus lama dengansumbangsih 5 % terhadap penyebab kematian. Penanganan nyeri persalinan dapatdiberikan dengan beberapa teknik non farmakologi yaitu Slow stroke back massage danendorphin massage.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Stroke BackMassage dan Endorphin Massage terhadap Penurunan Nyeri Persalinan di PuskesmasImbanagara Kabupaten Ciamis.Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian iniadalah Quasi eksperimental. Penelitian ini masuk dalam bentuk two group pretest posttest design. Populasi penelitian adalah semua ibu Inpartu Fase Aktif di Wilayah KerjaPuskesmas Imbanagara Kabupaten Ciamis sebanyak 32 orang. Teknik pengambilansampel dalam penelitian ini menggunakan Total Sampling. Jumlah sampel padapenelitian ini yaitu 32 orang yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan 2 perlakuan yangberbeda.Hasil penelitian kedua teknik efektif menurunkan nyeri namun jika dilihat daripersentase setelah pemberian intervensi pada teknik Slow Stroke Back Massagesebagian besar nyeri sedang 62,5% lebih efektif dibandingkan penurunan nyeri padateknik Endorphin Massage sebagian besar nyeri berat 75%. Diperoleh nilai p-valuesebesar 0,03 karena p-value< α (0,05), maka Ho ditolak, yang berarti bahwa adaperbedaan pengaruh teknik Slow Stroke Back Massage dengan teknik EndorphinMassage. Penelitian ini direkomendasikan kepada bidan agar dapat memenuhikebutuhan ibu akan rasa nyaman dalam nyeri persalinan
Perbedaan Pengaruh Media Slide Dengan Booklet Terhadap Perubahan Kecemasan Wanita Premenopause di Wilayah Puskesmas Cibeureum Kota Tasikmalaya Tahun 2018 Rani Rasyidatul Mutmainnah; Siti Patimah; Sinar Pertiwi
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.337

Abstract

Premenopause adalah fase seorang wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi.Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan peneliti terhadap 10 responden, didapatkan hasil bahwaada 7 responden yang mengatakan cemas dikarenakan menstruasi yang tidak teratur, kurangnyapengetahuan mengenai perubahan fisik dan psikis yang terjadi saat masa premenopause, sisanyamengatakan biasa saja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh promosikesehatan menggunakan media slide dengan booklet terhadap perubahan kecemasan pada wanitapremenopause.Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan Two Group Pretest-Posstest. Populasi dalam penelitian ini adalah wanita usia 45-59 tahun yang datang ke posbindu diWilayah Puskesmas Cibeureum sebanyak 197 orang, teknik pengambilan sampel menggunakan teknikPurposive Sampling yaitu sebanyak 80 orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan dan kecemasan wanitapremenopause sebelum dan sesudah diberikan promosi kesehatan dengan menggunakan media slide danbooklet dengan nilai p sebesar 0,038 dan 0,011 Terdapat perbedaan penurunan kecemasan pada wanitapremenopause antara yang menggunakan promosi kesehatan dengan media slide dan media bookletdengan nilai signifikan sebesar 0,021. Disarankan agar menggunakan media booklet kepada wanitapremenopause dalam meningkatkan pengetahuan dan menurunkan kecemasan dalam menghadapimenopause, karena penggunaannya yang mudah dan praktis, serta murah dalam pembuatannya
HUBUNGAN KONSUMSI TABLET FE DAN LAMA KONSUMSI TABLET FE TERHADAP ANEMIA DALAM KEHAMILAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS CISAYONG KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Santi Susanti; Marpungah Tunisa
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.338

Abstract

Angka kematian maternal dan perinatal merupakan indikator keberhasilan pelayanan kesehatan, khususnya pelayanan kebidanan dan perinatal. Sampai saat ini angka kematian maternal dan perinatal di Indonesia masih cukup tinggi. Perdarahan sebagai penyebab tertinggi merupakan dampak dari komplikasi atau penyakit saat kehamilan dan persalinan seperti anemia. Prevalensi anemia pada ibu hamil berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya tahun 2016 berkisar 3.137 orang (6,3%) dari 49.853 orang. Data Puskesmas Cisayong kasus anemia pada kehamilan tahun 2015 sebanyak 207 orang (20,82%) dari 994 ibu hamil, sedangkan pada tahun 2016 mengalami peningkatan dimana jumlah ibu hamil anemia sebanyak 244 orang (21.65%) dari 1127 ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara faktor konsumsi tablet Fe dan faktor lama mengkonsumsi tablet Fe terhadap kejadian anemia dalam kehamilan.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil di wilayah puskesmas Cisayong periode Januari sampai dengan April 2018 berjumlah 454 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Tekhnik pengambilan data adalah menggunakan data sekunder. Instrumen yang digunakan adalah format ceklist untuk mengetahui anemia pada ibu hamil, konsumsi tablet fe, dan lama mengkonsumsi tablet Fe. Analisis data menggunakan analisis bivariate dengan menggunakan Uji kai kuadratHasil penelitian menunjukkan hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan anemia dalam kehamilan menunjukkan nilai p=0,00 sehingga disimpulkan bahwa hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan anemia dalam kehamilan signifikan. Hubungan antara lama mengkonsumsi tablet Fe dengan anemia dalam kehamilan menunjukkan nilai p sama dengan 0,62. Jika menggunakan tingkat signifikansi α sama dengan 0,05 maka nilai p(0,62) lebih dari α(0,05), sehingga disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara lama mengkonsumsi tablet Fe dengan anemia dalam kehamilan.Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara konsumsi tablet Fe dengan anemia dalam kehamilan dan tidak ada hubungan antara lama mengkonsumsi tablet Fe dengan anemia dalam kehamilan. Saran untuk ibu hamil dianjurkan untuk mengkonsumsi tablet Fe selama kehamilan secara rutin dan teratur. Ibu hamil juga disarankan untuk mengkonsumsi multivitamin sehingga dapat meningatkan penyerapan Fe dalam mencegah anemia dalam kehmailan.
GAMBARAN PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI DAN TUJUAN KELUARGA BERENCANA PADA PASANGAN USIA SUBUR DI DUSUN GUNUNG KAWUNG DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA TAHUN 2017 annisa Rahmidini; Milan milan
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.339

Abstract

Menurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016 presentase KB aktif sebesar 74,8% dan presentase KB tidak aktif sebesar 12,77%. Berdasarkan laporan Puskesmas Singaparna tahun 2016 didapatkan data dari 10.675 pasangan usia subur, jumlah akseptor KB aktif adalah 7.954 atau 74,5%. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui jenis alat kontrasepsi dan tujuan KB yang digunakan oleh PUS di wilayah Dusun Gunung Kawung tahun 2017Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode deskristif. Populasi dalam penelitian ini adalah pasangan usia subur di wilayah Dusun Gunung Kawung yaitu 61 orang. Tehnik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah total sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah jenis alat kontrasepsi dan tujuan KB. Instrumen yang digunakan adalah format isian yang tehnik pengambilan data penelitiannya dilakukan secara langsung terhadap responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yang dihitung persentasenya kemudian disajikan dalam bentuk persentase dan naratif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kontrasepsi hormonal suntik cenderung dipilih oleh karena kemudahan dalam menggunakan serta tujuan KB menjarangkan kehamilan. Petugas kesehatan dalam hal ini yang dimaksud adalah dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dokter umum, bidan atau perawat memiliki peran serta dalam pemberian informasi, penyuluhan dan penjelasan mengenai alat kontrasepsi hormonal maupun non hormonal. Calon akseptor KB yang masih ragu dalam memakai alat kontrasepsi memutuskan memakai alat kontrasepsi non hormonal sesuai anjuran dari petugas dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian dari alat kontrasepsi tersebut. Petugas kesehatan merupakan pihak yang mengambil peran dalam tahapan akhir proses pemakaian alat kontrasepsi
HUBUNGAN ANTARA INISIASI MENYUSU DINI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DI DESA SINGASARI KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2018 Erwina Sumartini; Nurul Herawati
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i2.340

Abstract

Menurut data Riskesdas 2013, persentase nasional proses mulai menyusu kurang dari satu jam (IMD) setelah bayi lahir adalah 34,5 %. Persentase di Jawa Barat untuk proses mulai menyusu kurang dari satu jam (IMD) setelah bayi lahir adalah 29,0 %; masih jauh dari angka persentase nasional. Persentase IMD di Kecamatan Singaparna adalah 28,5% (Dinkes Tasikmalaya, 2017); juga masih jauh dari angka persentase nasional, sehingga menyebabkan penulis untuk melakukan penelitian mengenai hubungan IMD dengan pemberian ASI eksklusif di Singaparna.Jenis penelitian ini adalah observasional analitik pendekatan kasus kontrol study, melalui angket dan pengukuran. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik non probability samplingyaitu pengambilan sampel bukan secara acak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling yaitu sebanyak 50 responden dengan populasi semua ibu menyusui di Desa Singasari di Kecamatan. Alat ukur yang digunakana pada penelitian ini yaitu wawancara terpimpin, angket dan pengukuran. Pada penelitian ini penliti mengguankan 2 analisa data yaitu, univariat dan bivariate. dapat diketahui bahwa ada hubungan antara inisiasi menyusu dini dengan asi ekslusif (p kurang dari 0,05).
GAMBARAN PENGETAHUAN SISWI TENTANG MENJAGA ORGAN REPRODUKSI DI SMA X KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2017 Widya Maya Ningrum; Susyanti Susyanti
JURNAL KESEHATAN BIDKEMAS RESPATI Vol. 9 No. 1 (2018): Februari 2018
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/bidkes.v9i1.342

Abstract

Masalah kesehatan yang dapat diakibatkan karena kebersihan organ reproduksi yang kurang baik yaitu timbul beberapa penyakit kelamin seperti kanker serviks, keputihan, iritasi kulit genital, alergi, peradangan atau infeksi saluran kemih. Di Indonesia sebanyak 75% wanita pernah mengalami keputihan minimal 1 kali dalam hidupnya dan 45% diantaranya mengalami keputihan sebanyak dua kali atau lebih.Data statistik Indonesia 2008, dari 43,3 juta jiwa remaja perempuan yang berusia 15-24 tahun berperilaku tidak sehat seperti saat mengalami menstruasi mengganti pembalut harus menunggu penuh (Maghfiroh, 2010). Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Gambaran pengetahuan siswi tentang menjaga organ reproduksi di SMA X Kabupaten Tasikmalaya tahun 2017Desain penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah Siswa kelas X dan XI di SMA X Tahun 2017. Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Pengambilan sampel pada penelitian ini adalah siswi yang memenuhi kriteria inklusi: remaja putri, bersedia menjadi responden sebanyak 68 orang.Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan tentang menjaga kesehatan organ reproduksi. Instrumen yang digunakan adalah format isian yang tehnik pengambilan data penelitiannya dilakukan secara langsung terhadap responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yang dihitung persentasenya kemudian disajikan dalam bentuk persentase dan naratif.Berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan termasuk kategori kurang yaitu 45 (66,2%).Berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa mayoritas responden kurang mengetahui tentang cara membersihkan vagina secara benar, memiliki persepsi membersihkan vagina harus menggunakan sabun, penyakit akibat tidak menjaga kebersihan organ reproduksi, cara menjaga kesehatan reproduksi saat menstruasi serta aktifitas yang merugikan organ reproduksi.Berdasarkan tabel diatas didapatkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan termasuk kategori kurang yaitu 45 (66,2%).Saran bagi pihak sekolah, dapat melakukan kerjasama dengan instansi kesehatan seperti puskesmas untuk melakukan pembinaan kesehatan reproduksi remaja melaluikegiatanedukasi kesehatan secara berkesinambungan