cover
Contact Name
Andree Wijaya Setiawan
Contact Email
fpb.andre@uksw.edu
Phone
+628156580993
Journal Mail Official
jurnal.agric@adm.uksw.edu
Editorial Address
Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Gedung I, Jl. Diponegoro 52-60 Salatiga 50711 Jawa Tengah - Indonesia
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
AGRIC
ISSN : 08549028     EISSN : 25499343     DOI : https://doi.org/10.24246/agric.2023.v35.i1
AGRIC Journal of Agricultural Science is a peer-reviewed and published two times a year by Agriculture and Business Faculty of Universitas Kristen Satya Wacana. Agric journal publishes original articles on agronomy, horticulture, plant breeding, plant science, pest or diseases of plant, agriculture and food processing, food science, microbiology, biotechnology, agribusiness.
Articles 197 Documents
DAYA SAING EKSPOR REMPAH INDONESIA KE EUROPEAN UNION-15 Fadhlan Zuhdi; Lola Rahmadona; Achmad S Maulana
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p139-162

Abstract

Komoditas rempah sejak lama telah menjadi andalan ekspor Indonesia ke dunia. Oleh sebab itu, ekspor komoditas rempah perlu dijaga dan ditingkatkan nilainya agar dapat menyeimbangkan neraca perdagangan Indonesia. Potensi European Union 15 sebagai pasar ekspor rempah Indonesia yang besar, maka ekspor komoditas rempah harus ditingkatkan. Situasi yang memburuk saat ini (perang dagang Tiongkok-Amerika Serikat) telah membuat urgency ekspor Indonesia ke negara lain menjadi meningkat. Secara spesifik penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan ekspor rempah-rempah Indonesia ke European Union 15 secara komparatif. Revealed Comparative Advantage (RCA), Revealed Symmetric Comparative Advantage (RSCA) dan Trade Balance Index (TBI) digunakan untuk menetukan posisi daya saing ekspor komoditas rempah-rempah di European Union 15. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai RCA untuk pala, lada, dan cengkeh 1 sehingga komoditas tersebut merupakan komoditas rempah yang memiliki daya saing dan sudah berada dalam tahap kematangan karena memiliki TBI > 0.8. Jahe tidak memiliki daya saing dan masih berada dalam tahap pertumbuhan ekspor. Berdasarkan RSCA, variasi daya saing rempah pala, lada, dan cengkeh selama periode 2008 – 2018 memiliki nilai > 0 yang artinya memiliki daya saing komparatif, sedangkan untuk jahe nilainya < 0 sehingga jahe tidak memiliki daya saing komparatif. Upaya yang dapat ditempuh untuk semakin meningkatkan daya saing ekspor di pasar global adalah dengan mengembangkan produksi dan produktivitas agar dapat melakukan ekspor ke pasar potensial lainnya seperti ke benua Amerika dan Asia.
ANALISA EKONOMI PENGEMBANGAN KOMODITAS BAWANG MERAH DI KABUPATEN PADANG LAWAS UTARA Shabil Hidayat; M.A Girsang; Sarman P. Tobing; Palmarum Nainggolan; Lermansius Haloho
Agric Vol. 32 No. 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2020.v32.i2.p163-172

Abstract

There are still many problems faced by shallot farmers in North Padang Lawas district, as horticultural farmers in other areas in Indonesia, become an obstacle in efforts to develop shallot commodities in North Padang Lawas Regency, so that it has not been able to provide optimal welfare to farmers. Although this commodity has traditionally been cultivated by farmers in several sub-districts within this district and The Ministry of Agriculture of the Republic of Indonesia has also designated North Padang Lawas Regency as one of the Development of National Shallot Commodity Agricultural Areas through Keputusan Menteri Pertanian Nomor 472 Tahun 2018 Regarding the National Agricultural Area, but it needs to be studied further to analyze the potential and economic development strategy of shallots as the aim of this study. This study was conducted from June to November 2019. The method used was a survey, followed by direct observation about the development of shallots in 6 (six) districts, interview with field extension officers, retailers and wholesalers in North Padang Lawas Regency. Data and information were analyzed descriptively and analyzed by R / C ratio. The results of the study show that shallot farming activities in North Padang Lawas Regency are very economically and financially feasible, with an ideal R / C ratio of 2.04 with a profit of Rp.76.108.500,- for each hectare of land cultivated for shallot cultivation.
ANALISIS DETERMINAN PENDAPATAN BURUH WANITA PERKEBUNAN SAWIT: Studi di P.T. Agro Muko Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu Devi Retno Sari; Nyayu Neti Arianti; Basuki Sigit Priyono
Agric Vol. 33 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i1.p29-42

Abstract

Penelitian tentang pendapatan buruh wanita perkebunan ini dilakukan di P.T. Agro Muko (Mukomuko Estate). Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) menganalisis kontribusi pendapatan buruh wanita terhadap pendapatan rumah tangga, dan 2) menganalisis faktor- faktor yang mempengaruhi pendapatan buruh wanita. Jumlah buruh wanita di P.T. Agro Muko (Mukomuko Estate) sebanyak 297 orang. Berdasarkan rumus Slovin maka jumlah responden penelitian adalah 75 orang. Kontribusi pendapatan buruh wanita terhadap pendapatan rumah tangga diperoleh dari persentase kontribusi pendapatan buruh wanita terhadap total pendapatan rumah tangga. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan buruh wanita adalah umur, lama pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, pendapatan anggota keluarga dan pengalaman bekerja dan akan dianalisis dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata buruh wanita adalah Rp 1.481.680 per bulan dengan kontribusi rata-rata 55,17% terhadap pendapatan rumah tangga. Semua variabel bebas berpengaruh nyata terhadap pendapatan buruh wanita, dimana umur dan pendapatan anggota keluarga berpengaruh negatif, sementara pendidikan formal, jumlah tanggungan keluarga, dan pengalaman bekerja berpengaruh positif.
OPTIMALISASI PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI MELALUI PEMANFAATAN KOMBINASI DEKANTER CAKE DENGAN PUPUK KANDANG (Glycine max (L.) Merril) Made Deviani Duaja
Agric Vol. 33 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i1.p1-12

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi terbaik dari decanter cake (DC) danpupuk kandang ayam (PKA) terhadap hasil kedelai. Rancangan penelitian yang digunakan adalahRancangan Acak Kelompok dan perlakuannya adalah kombinasi dari DC dan PKA yaitu kontrol(pupuk anorganik dosis rekomendasi: 100 kg/ha NPK), DC 15 ton/ha +PKA 0 ton/ha, DC 10 ton/ha + PKA 5 ton/ha, DC 7,5 ton/ha + PKA 7,5 ton/ha, DC 5 ton/ha + PKA 10 ton/ha, DC 0 ton/ha+PKA 15 ton/ha. Parameter yang diamati : Jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman, jumlah polong berisi, hasil biji kedelai. Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkandengan Uji DMRT pada taraf α =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi DC danPKA dapat memperbaiki sifat kimia tanah, jumlah cabang produktif, jumlah polong per tanaman,jumlah polong berisi dan hasil biji kedelai. Kombinasi terbaik terhadap hasil kedelai tertinggiadalah pada kombinasi DC 5,0 ton/ha dan PKA 10,0 ton/ha.
ANALISIS METABOLIT SEKUNDER DARI KALUS RAMBUTAN Nephelium lappaceum L Fahrauk Faramayuda; Elfahmi Elfahmi; Weni Widy Astuti
Agric Vol. 33 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i1.p13-22

Abstract

Rambutan plant (Nephelium lappaceum L.) is a member of the Sapindaceae family. The rambutan plant is one of the natural ingredients that can be developed as traditional medicine. Rambutan peel has the potential for good antioxidant and anticancer activity. Rambutan fruit does not grow every time it needs efforts to produce the active substance in rambutan, using plant tissue culture techniques. The use of the correct variety of mediums and hormones at the right concentration is the key to thriving tissue culture. Explants derived from rambutan leaves were planted precisely on solid media Murashige and Skoog (MS) and WoddyPlant Medium (WPM) containing Indole-3-Butyric Acid (IBA) and Kinetin. After seven days, the callus was subcultured, then after 35 days, the subculture callus was collected and dried. Dry callus and rambutan leaves (Wild type) were macerated with n-hexane, ethyl acetate, and ethanol. The concentrated extract was then applied to a GF 254 silica gel plate with the mobile phase Toluene-Acetone (7: 3) and n-hexane-EthylAsetate (3: 7). The results showed that the concentration of IBA 2 ppm and kinetin three ppm was the best combination because it produced callus. TLC results of rambutan leave with plant tissue culture containing flavonoids and triterpenoids. This study provides new information regarding the induction of rambutan callus and can become the basis for producing active metabolites in rambutan with cell suspension culture development.
PERAN PUPUK HAYATI UNTUK PENINGKATKAN HASIL CAISIM, RESIDU KETERSEDIAAN N DAN P SERTA SERAPANNYA PADA TANAMAN Reginawanti Hindersah; Adita Rizky Syntianis; Ade Setiawan; Rina Devnita
Agric Vol. 33 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i2.p93-102

Abstract

Consortium biofertilizer containing Nitrogen (N) Fixing Bacteria and Phosphate (P) Solubilizing Bacteria may substitute inorganic fertilizer in vegetable production. A greenhouse experiment was conducted to evaluate the effect of some combinations and doses of consortium biofertilizer and NPK compound fertilizer on available N and P in the soil, fresh weight of caysim (Brassica chinensis L. var. parachinensis.), and their uptake by caisim shoots after grown in low fertility soil. The experimental design was a randomized block design consisting of seven combinations and doses of consortium biofertilizer and compound fertilizer; and three control treatments. All treatments were repeated three times. The results showed that the combination of the which combination treatment of inorganic fertilizer and biofertilizer had a significant effect on the fresh weight of caysim shoots, available P and N and P uptake after harvesting compared to the biofertilizer treatment alone or without fertilization. Several treatments of combined doses of biofertilizers and NPK compound fertilizer produced the same yield as NPK compound fertilizer alone. The application of 300 kg/ha of compound fertilizer combined with 3,75 L/ha of biofertilizer enabled to increase the yield up to 16% compared to NPK fertilizer alone. This experiment explained that inoculation of biofertilizers can reduce the dose of NPK fertilizer to maintain yield, available P residue in soil and P uptake
DAYA SAING DAN POTENSI PENGEMBANGAN EKSPOR TEPUNG SAGU INDONESIA Andi Pangeran Rivai; Musran Munizu; Mahyuddin Mahyuddin
Agric Vol. 33 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i1.p43-56

Abstract

Ekspor merupakan salah satu parameter perekonomian suatu negara yang mampu memajukan perekonomian negara yang harus selalu dijaga dan ditingkatkan nilainya. Dalam sepuluh tahun terakhir mulai tahun 2010 hingga 2019 kinerja ekspor Indonesia berfluktuasi dan mengalami penurunan sehingga terjadi defisit neraca perdagangan di tahun 2012-2014 dan 2018-2019. Melihat kondisi tersebut, Indonesia perlu melakukan upaya strategis. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengembangan ekspor pertanian. Salah satu produk yang berpotensi untuk dikembangkan adalah tepung sagu Penelitian ini menganalisis tentang daya saing dan potensi ekspor tepung sagu Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder, data yang digunakan adalah data panel yang terdiri dari data time series dan data cross section. Metode yang digunakan adalah metode RCA, EPD, dan X-Model. Hasil analisis dengan menggunakan RCA dan EPD disimpulkan tepung sagu indonesia memiliki daya saing yang kuat di pasar ekspor. Kemudian hasil analisis X-model, ekspor pati sagu memiliki potensi pengembangan pasar optimis di pasar Filipina, Thailand, dan Cina. dan pasar ekspor potensial adalah di Jepang, Malaysia, Hongkong dan Sri Lanka.
PERBANYAKAN KANTONG SEMAR (Nepenthes gracilis KORTH. DAN Nepenthes reinwardtiana MIQ.) MELALUI INDUKSI KALUS Yeyen Novitasari; Yupi Isnaini
Agric Vol. 33 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i2.p81-92

Abstract

Perbanyakan kantong semar secara in vitro masih terbatas menggunakan biji, sedangkan metode perbanyakan in vitro menggunakan eksplan daun untuk embriogenesis, organogenesis, dan kultur kalus masih belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah melihat respon pertumbuhan eksplan daun pada dua jenis kantong semar (Nepenthes gracilis dan Nepenthes reinwardtiana) yang membentuk kalus pada beberapa kombinasi media perlakuan. Potongan daun diambil dari kultur kantong semar yang berumur 4 bulan dikulturkan pada media modifikasi Murashige & Skoog setengah konsentrasi (1/2 MS) yang ditambahkan 2.4-Diklorofenoksiasetat (2.4-D) dengan konsentrasi 0, 0.5, 1, 1.5, dan 2 mg L-1 dan kinetin (0.5 mg L-1). Perlakuan kemudian disimpan dalam lingkungan gelap untuk menginduksi pembentukan kalus. Hasil pengamatan selama 12 minggu menunjukkan bahwa waktu mulai terbentuk kalus pada kedua jenis kantong semar yang diamati tidak berbeda nyata. Kedua jenis kantong semar mulai membentuk kalus pada minggu keempat setelah perlakuan. Eksplan daun yang ditanam pada media kontrol tanpa hormon tidak ada yang membentuk kalus. Media terbaik untuk induksi kalus pada N. gracilis adalah media ½ MS yang ditambahkan 2 mg L-1 2.4-D dan 0.5 mg L-1 kinetin, dengan morfologi kalus berwarna putih kecoklatan dengan tekstur remah. Sedangkan media induksi kalus pada N. reinwardtiana menggunakan eksplan daun belum didapatkan, sehingga penelitian lanjutan masih perlu dilakukan.
SEMUT (Hymenoptera: Formicidae) YANG DITEMUKAN DI HUTAN KOTA BENDOSARI, KOTA SALATIGA Yohanes Hendro Agus; Titus Septianjaya
Agric Vol. 33 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i2.p215-224

Abstract

Pada rantai makanan di ekosistem darat, semut berperan sebagai, predator terhadap artropoda lainya, pemakan biji, nektar, sekresi tumbuhan, sekresi kutu daun, dan pencacah (fragmenter) bahan organik yang mati. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman spesies semut yang dominan di Hutan Kota Bendosari, Kota Salatiga. Teknik pengambilan sampel semut menggunakan perangkap sumuran (pitfall-trap) pada 10 zona yang setiap zona memiliki komposisi pohon yang berbeda. Setiap zona dipasang lima perangkap sumuran selama 2x12 jam yang diambil 06.00 dan 18.00. Pengamatan dilakukan delapan kali setiap dua minggu. Dari hasil penelitian ini diperoleh sebanyak lima subfamili, 16 genus, 20 morfospesies dan 1462 individu. Indeks kekayaan spesies pada jam 06.00 dan 18.00 adalah 2,48 dan 2,35 Indeks kemerataan spesies pada jam 06.00 dan 18.00 adalah 0,76 dan 0.54 Indeks keanekaragaman spesies pada jam 06.00 dan 18.00 adalah 2,19 dan 1,60. Indeks keanekaragaman spesies semut yang relatif tinggi ditemukan pada zona 2 dan yang relatif rendah ditemukan pada zona 6walaupun tidak menunjukan perbedaan nyata antar zona.
KOMPARASI POTENSI HASIL DARI BEBERAPA VARIETAS UNGGUL PADI SAWAH Kiki Kusyaeri Hamdani; Yati Haryati
Agric Vol. 33 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24246/agric.2021.v33.i1.p57-66

Abstract

New superior varieties (VUB) are a reliable technological innovation to increase rice productivity. This study aims to determine the yield potential of some lowland rice VUB. The assessment was carried out on land owned by a member of the Sumber Rejeki Farmer Group, Cintaratu Village, Lakbok District, Ciamis Regency at Dry Season II in June-September 2020. The study used a randomized complete block design (RCBD) with six varieties of treatment and was repeated ten times. The varieties tested were Inpari 32, Inpari 42, Padjadjaran, Cakrabuana, Inpari IR Nutrizinc, and Siliwangi varieties. The variables observed included the growth component, yield component, and yield component. Data were analyzed using the F test followedby the Duncan Multiple Range Test at the Q=5% level. In addition, a correlation test was conducted between the growth components, yield components, and yields. The results of the study indicated that the new superior rice varieties studied had different performance in growth, number of tillers, yield, and yield components. Inpari 42 variety produced the highest productivity, namely 6.88 ton ha-1 which was supported by the number of grains per panicle, percentage of filled grains per panicle, and percentage of empty grain per panicle which were better than other varieties. Plant height and number of grains per panicle were positively correlated with yield.

Page 11 of 20 | Total Record : 197