cover
Contact Name
Budi Februari
Contact Email
office@kampusakademik.co.id
Phone
+6282284525773
Journal Mail Official
budifebuari992@gmail.com
Editorial Address
Jl.Pedurungan Kidul IV rt.03/01 No.62 Kel. Pedurungan Kidul/ Kec.Pedurungan Semarang 50192 , Semarang, Provinsi Jawa Tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Sains Student Research
ISSN : -     EISSN : 30259851     DOI : https://doi.org/10.61722/jssr.v2i1.552
Core Subject : Education,
Fokus & Ruang Lingkup Jurnal Sains Student Research (JSSR), ISSN: (cetak), ISSN: (online) adalah jurnal yang ditujukan untuk publikasi artikel ilmiah yang diterbitkan oleh CV. Kampus Akademik Publising . Jurnal Sains Student Research (JSSR) merupakan platform publikasi jurnal Karya suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh dosen atau mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Manajemen, Ekonomi, Ekonomi Syariah, Akuntansi, Kewirausahaan, Bisnis, Ilmu Sosial Humaniora, Sastra, Bahasa, Pertanian, Kesehatan, Peternakan, perikanan, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Sistem Informasi, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Ilmu Komunikasi,Hukum, . Jurnal ini terbit 1 tahun 6 kali (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,496 Documents
Mazahib At-Tafsir: Konstruksi Epistemologis dan Peta Aliran Dalam Tradisi Penafsiran Al-Qur'an Rizki Rahmadani; Lasmiati Radiah; Akhmad Dasuki
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10270

Abstract

The interpretive plurality in the study of the Qur'an reflects fundamental differences in the way of answering fundamental questions of hermeneutics that have a direct impact on the law, ethics, and social life of the Muslim community. This research aims to identify the main streams of interpretation along with their epistemological and methodological characteristics, analyze the theoretical and intellectual genealogy foundations of each stream, examine the tensions between streams in their historical development, and formulate an integrative framework for the development of contemporary interpretation methodologies. The method used is qualitative with a library research approach and data analysis through three stages: descriptive-analytical content analysis, comparative analysis, and integrative synthesis. This study found five main schools of mazahib al-tafsir with distinctive epistemological characteristics, namely al-tafsir bil-ma'tsur which relies on the authority of transmission, al-tafsir bil-ra'yi which activates rational ijtihad, al-tafsir al-ishari which prioritizes the esoteric-spiritual dimension, al-tafsir al-'ilmi which connects the text with the findings of modern science, and al-tafsir al-maudhu'i which prioritizes thematic coherence. The dialectical tension between flows is patterned on two main axes, namely between textual authority and contextual relevance, and between transmission and transformation. This research has implications for the need for an integrative approach that recognizes the legitimacy of each school according to its function while establishing a clear methodological hierarchy in the study of interpretation
Upaya Meningkatkan Keaktifan Peserta Didik pada Materi Gunung Berapi melalui Media Interaktif dan Percobaan Sederhana di Kelas VIII SMP YP PGRI Disamakan Makassar Aqil Rahmatul Fiqram; Nadila Pasomba; Asri Malisan; Sitti Saenab; Ramlawati Ramlawati; Hasjunika Hasbi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10277

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada materi gunung berapi melalui penerapan media interaktif dan percobaan sederhana di kelas VIII SMP YP PGRI Disamakan Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas dua siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media interaktif dan percobaan sederhana mampu meningkatkan keaktifan belajar peserta didik. Pada kondisi awal, peserta didik cenderung pasif, kurang fokus, dan kurang berpartisipasi dalam pembelajaran. Pada siklus I, penggunaan PowerPoint interaktif mulai meningkatkan perhatian dan keterlibatan peserta didik, meskipun belum optimal. Pada siklus II, melalui percobaan sederhana gunung api bikarbonat, peserta didik menjadi lebih aktif bertanya, berdiskusi, melakukan percobaan, dan mempresentasikan hasil pengamatan. Peserta didik juga menunjukkan antusiasme dan rasa ingin tahu yang lebih tinggi selama proses pembelajaran berlangsung. Dengan demikian, penerapan media interaktif dan percobaan sederhana dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada materi gunung berapi di kelas VIII SMP YP PGRI Disamakan Makassar.
Gambaran Perilaku Merokok Pada Siswa Sekolah Mozza Hendra Azhara; Nor Fatmah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10297

Abstract

Perilaku merokok pada siswa sekolah masih menjadi permasalahan sosial dan pendidikan yang dipengaruhi oleh lingkungan pertemanan, keluarga, serta lemahnya pengawasan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku merokok pada siswa sekolah serta menganalisisnya dalam perspektif patologi sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang dilakukan di lingkungan sekolah dengan subjek siswa yang memiliki perilaku merokok serta pihak terkait lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mulai merokok karena rasa ingin tahu, pengaruh teman sebaya, serta kebiasaan merokok yang ditemukan dalam lingkungan keluarga. Aktivitas merokok umumnya dilakukan secara sembunyi-sembunyi di luar pengawasan sekolah dan sering dilakukan bersama kelompok pertemanan. Perilaku merokok memberikan dampak terhadap kedisiplinan, konsentrasi belajar, dan interaksi sosial siswa di lingkungan sekolah. Dalam perspektif patologi sosial, perilaku merokok pada siswa dipandang sebagai bentuk penyimpangan sosial karena bertentangan dengan norma kesehatan dan pendidikan. Oleh karena itu, upaya pencegahan memerlukan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat melalui pengawasan, layanan konseling, serta edukasi mengenai bahaya merokok. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kontrol sosial dan penciptaan lingkungan pendidikan yang lebih sehat guna mencegah perilaku merokok pada siswa.
Implementasi Sensor DHT22 dan SHT31 di Ruang Komputer dan Perancangan Gedung Laboratorium Elektronika Polnep untuk Pengendalian AC (Air Conditioner) Otomatis Muhammad Al Khawarizmi; Satriyo; Mohd. Ilyas Hadikusuma; Teguh M. Fiqri
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10306

Abstract

Inefficient use of Air Conditioners (AC) in computer rooms leads to energy waste and potential device damage due to uncontrolled temperature. This study designs and implements an automatic AC control system based on an ESP32 microcontroller equipped with DHT22 and SHT31 temperature sensors in the Computer and Design Room of the Electronics Laboratory Building at Politeknik Negeri Pontianak. The system uses an IR transmitter module to send infrared signals to the AC, an I2C LCD to display data locally, and the Blynk IoT platform for remote monitoring. Test results show that the SHT31 sensor has higher accuracy with an average error of 2.16°C compared to the DHT22 sensor with an average error of 3.36°C. The system successfully monitors room temperature in real-time and controls the AC through the Blynk application, and can serve as a foundation for the development of a fully automatic temperature-based AC control system.
Peran Media Sosial dalam Membangun Citra Positif Perguruan Tinggi di Era Digital: Tinjauan Pustaka Akhmad Fakhrul Rozi; Sapuadi Sapuadi
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10314

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perguruan tinggi untuk memanfaatkan media sosial sebagai instrumen strategi dalam membangun dan mempertahankan citra positif institusi di tengah persaingan pendidikan tinggi yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran media sosial dalam membangun citra positif perguruan tinggi di era digital melalui analisis terhadap berbagai temuan penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (systematic literatur review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran pustaka pada database ilmiah seperti Google Scholar, Neliti, SINTA, Taylor & Francis Online, dan Frontiers, dengan menggunakan kata kunci dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Sebanyak sembilan belas sumber pustaka yang diterbitkan dalam rentang tahun 2016 hingga 2026 dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan dan dianalisis menggunakan analisis isi serta analisis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran sentral dalam pembentukan citra perguruan tinggi melalui empat aspek utama, yaitu strategi pengelolaan konten kreatif, pemanfaatan user-generated content dari mahasiswa dan alumni, diferensiasi penggunaan platform sesuai karakteristik audiens, serta strategi integrasi digital dalam perencanaan komunikasi humas institusi secara menyeluruh. Temuan juga mengungkapkan bahwa konten yang autentik dan berbasis pengalaman nyata terbukti lebih efektif dalam membentuk persepsi positif dan mempengaruhi keputusan calon siswa dibandingkan konten promosi berbayar. Konsistensi pengelolaan media sosial dalam jangka panjang berkontribusi pada terbentuknya ekuitas merek institusi yang kuat dan peningkatan kepercayaan publik. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi pengelola humas perguruan tinggi dalam merancang strategi komunikasi digital yang efektif, terukur, dan berkelanjutan.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi Materi Cerita Tentang Daerahku Kelas IV MIS Al-Jihad Palangka Raya Muhammad Syabrina; Puan Asmara; Anisa Sofi Anbiya; Ika Wulandari; Wulan Atikaputri
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10322

Abstract

This study aims to develop teaching materials based on differentiated learning on the material of Stories About My Region for fourth grade students of MIS Al-Jihad Palangka Raya. This research is motivated by the use of teaching materials that are still general and have not been able to accommodate differences in abilities, interests, and learning styles of students optimally. The research method used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model which includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Product validation is carried out by material experts and design experts, then tested on teachers and fourth grade students. The results of the study show that the teaching materials obtained a very feasible category with a percentage of validation from material experts of 97.2%, design experts of 93.1%, teacher assessment of 89.4%, and student assessment of 88.2%. The results of the effectiveness test show an increase in student learning outcomes as evidenced by the T test with a significance value of 0.000 <0.05. Furthermore, the N-Gain test results obtained an average of 0.88, categorized as high, and an effectiveness score of 83.19, categorized as effective. Thus, the differentiated learning-based teaching materials for the "Story About My Region" topic are declared feasible and effective for use in the learning process to improve student learning outcomes.
Analisis Kapabilitas Keamanan Sistem Informasi Perbankan dalam Menghadapi Evolusi Kejahatan Siber Dio Rendra Rinanto; Evy Nurmiati
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10330

Abstract

Transformasi digital dalam industri perbankan memberikan efisiensi layanan namun sekaligus memicu evolusi kejahatan siber yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan ancaman siber pada sektor perbankan, mengevaluasi kapabilitas keamanan sistem informasi yang diterapkan, serta mengidentifikasi strategi peningkatan ketahanan siber di era digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi literatur, yang menelaah berbagai jurnal ilmiah, laporan keamanan siber, dan dokumen standar keamanan informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sektor perbankan menghadapi ancaman utama berupa phishing, malware/ransomware, serangan DDoS, dan social engineering. Meskipun perbankan telah mengintegrasikan teknologi modern seperti multi-factor authentication (MFA), firewall, dan kecerdasan buatan (AI) serta mengadopsi standar internasional seperti ISO 27001 dan NIST, faktor kesalahan manusia (human error) dan kompleksitas infrastruktur tetap menjadi tantangan utama. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa strategi ketahanan siber masa depan harus melibatkan pendekatan komprehensif melalui konsep Zero Trust Security, penguatan tata kelola TI, peningkatan literasi keamanan, serta kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan
Gerakan Sosial Berbasis Keagamaan dalam Penolakan Kandang Ayam di Cibetus Padarincang Ahmad Alimun Ali Musa Firdaus; Nayla Sri Ayudya Pratiwi; Azahra Nur Annisa
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10338

Abstract

Abstract. This study analyzes how religious identity is reconstructed and mobilized by activists in the social movement opposing the construction of a large-scale chicken farm in Cibetus Village, Padarincang, Serang Regency, Banten, with the aim of explaining the role of religion as a moral framework, symbolic resource, and political language in local environmental conflict. Employing a qualitative phenomenological approach, the research focuses on capturing the lived experiences and subjective interpretations of activists who directly accompanied residents affected by environmental pollution, health risks, and criminalization. Data were collected through in-depth interviews with activists from various organizations, observations of religious and protest activities, and analysis of movement documents and media reports. The findings show that religious identity was not the initial cause of resistance but became increasingly central as the conflict escalated and formal political and legal channels were perceived as unresponsive. Religious practices such as pengajian, istighosah, collective prayers, and sermons functioned as spaces of moral reflection and social consolidation, enabling activists to transform environmental and health grievances into narratives of moral injustice, religious obligation, and collective responsibility to protect God’s creation. Through this process, religion provided moral legitimacy for resistance, strengthened solidarity, and helped construct a clear antagonistic boundary between “us” as a community of believers defending life, health, and the environment, and “them” as state and corporate actors associated with capital-oriented development. The study concludes that religious identity operates as a dynamic and contingent discursive resource that not only mobilizes collective action but also challenges dominant development narratives, contributing to a deeper understanding of religion, identity politics, and environmental movements in contemporary Indonesia. Keywords: Religious Identity Mobilization; Social Movements; Environmental Conflict Abstrak. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana identitas keagamaan direkonstruksi dan dimobilisasi oleh aktivis dalam gerakan penolakan pembangunan kandang ayam skala besar di Desa Cibetus, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Banten, serta menjelaskan peran agama sebagai kerangka moral, sumber daya simbolik, dan bahasa politik dalam konflik lingkungan di tingkat lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi untuk menangkap pengalaman hidup dan pemaknaan subjektif para aktivis yang terlibat langsung dalam pendampingan warga yang terdampak pencemaran lingkungan, ancaman kesehatan, dan kriminalisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan aktivis dari berbagai organisasi, observasi terhadap praktik keagamaan dan aksi penolakan, serta analisis dokumen gerakan dan pemberitaan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas keagamaan bukanlah pemicu awal perlawanan, tetapi menjadi semakin sentral seiring eskalasi konflik dan tertutupnya jalur formal politik serta hukum yang dianggap tidak responsif terhadap keluhan warga. Praktik keagamaan seperti pengajian, istighosah, doa bersama, dan ceramah berfungsi sebagai ruang refleksi moral dan konsolidasi sosial yang memungkinkan aktivis mentransformasikan persoalan lingkungan dan kesehatan menjadi narasi ketidakadilan moral, kewajiban keagamaan, dan tanggung jawab kolektif untuk menjaga ciptaan Tuhan. Melalui proses tersebut, agama memberikan legitimasi moral bagi perlawanan, memperkuat solidaritas kolektif, serta membentuk batas antagonistik yang jelas antara “kami” sebagai komunitas warga beriman yang memperjuangkan kehidupan, kesehatan, dan lingkungan, dan “mereka” sebagai negara serta korporasi yang diasosiasikan dengan logika pembangunan berorientasi modal. Penelitian ini menegaskan bahwa identitas keagamaan merupakan sumber daya diskursif yang dinamis dan kontingen dalam mobilisasi gerakan sosial, sekaligus menantang wacana pembangunan dominan dalam konteks Indonesia kontemporer. Kata kunci: Mobilisasi Identitas Agama; Gerakan Sosial; Konflik Lingkungan
HUBUNGAN STIGMA KELUARGA TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN PENGOBATAN PADA PASIEN GANGGUAN JIWA DI PUSKESMAS LANGSA BARAT Cut Lianda Faradila; Ajma’in; Husaini
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10353

Abstract

Background: Mental disorders are a global health issue with widespread impacts, not only on individuals affected but also on their families and society. One of the factors influencing the success of mental disorder treatment is the level of stigma experienced by the patient's family. This stigma can affect the family's support for the patient's adherence to treatment. Objective: General Objective: To determine the relationship between family stigma and medication adherence among patients with mental disorders at Langsa Barat Public Health Center. Specific Objectives: To examine the relationship between family stigma and the level of medication adherence in patients with mental disorders at Langsa Barat Public Health Center. Methods: This study used a quantitative method with a descriptive correlational design and a cross-sectional approach. The sample consisted of 60 families of mental disorder patients selected using purposive sampling. Data were collected through the Family Stigma Questionnaire and the Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8) and analyzed using the chi-square test. Results: The study found that the majority of families experienced a moderate level of stigma (85%). Meanwhile, patient treatment adherence was categorized as high (33.3%), moderate (48.3%), and low (18.3%). Statistical analysis showed no significant relationship between family stigma and treatment adherence in mental disorder patients (p-value = 0.07 > 0.05). Conclusion: The majority of families of patients with mental disorders at the Langsa Barat Community Health Center experience a moderate level of stigma, which includes social discrimination, shame, and avoidance in social interactions. This stigma significantly affects the family's support for the patient. Most patients exhibit a moderate level of medication adherence. Family involvement plays a crucial role in improving medication adherence in patients with mental disorders. There is no significant relationship between family stigma and medication adherence in patients with mental disorders at the Langsa Barat Community Health Center.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Pembelajaran Berdiferensiasi pada Materi Keberagaman Budaya dan Kearifan Lokal di Kelas IV MI NU Palangka Raya Muhammad Syabrina; Alfadiah Asyifa; Siti Normaya; Iffatun Nadiah
JOURNAL SAINS STUDENT RESEARCH Vol. 4 No. 3 (2026): Juni: Jurnal Sains Student Research
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jssr.v4i3.10358

Abstract

This research was motivated by the diversity of students’ learning characteristics which requires teaching materials that accommodate students’ needs, interests, and learning abilities. The purpose of this study was to develop differentiated learning-based teaching materials on cultural diversity and local wisdom for fourth-grade students at MI NU Palangka Raya and to determine the feasibility and effectiveness of the developed teaching materials. This study employed a Research and Development (R&D) method using the Four-D (4D) model consisting of define, design, develop, and disseminate stages. Data collection techniques included observation, interviews, documentation, questionnaires, and learning outcome tests. The results showed that the developed teaching materials obtained a material expert validation score of 96.87% and a media expert validation score of 95.37%, both categorized as very feasible. Teacher responses reached 91.17% and student responses reached 90.92%, both categorized as very good. The N-Gain test results showed an average score of 0.62 in the moderate category, while the effectiveness percentage reached 61.61% in the fairly effective category. These findings indicate that differentiated learning-based teaching materials are feasible and fairly effective for use in science and social studies (IPAS) learning because they support contextual, engaging, and student-centered learning. This study implies that the development of differentiated learning-based teaching materials can serve as an alternative learning resource to improve student engagement and learning outcomes.