cover
Contact Name
Teresia Noiman Derung
Contact Email
teresiaderung@gmail.com
Phone
+6282143778367
Journal Mail Official
sapa@stp-ipi.ac.id
Editorial Address
Jln. Seruni No 6 MALANG 65141, Jawa Timur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sapa: Jurnal Kateketik dan Pastoral
ISSN : 25035150     EISSN : 26543214     DOI : https://doi.org/10.53544/sapa
Core Subject : Religion, Education,
SAPA merupakan jurnal yang dikelola oleh STP-IPI Malang. Nama SAPA, bukan sebuah nama kebetulan dan juga bukan singkatan. Melainkan memiliki makna yang amat mendalam. Sapa tidak hanya sekedar menyapa para pembaca melainkan mengajak para pembaca untuk semakin mendalami karya pastoral dan katekese, sehingga juga menjadi terlibat dalam kegiatan pastoral dan katekese di manapun berada
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2022)" : 8 Documents clear
DINAMIKA PENDAMPINGAN KERASULAN KITAB SUCI DI KEUSKUPAN AGUNG PONTIANAK DAN RELEVANSINYA Nainggolan, Gempar; Firmanto, Antonius Denny; Aluwesia , Nanik Wijiyati
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.346

Abstract

Kitab Suci merupakan sumber iman Gereja akan Yesus Kristus. Gereja melihat Kitab suci ini sebagai buku iman yang berisikan perjalanan hidup Yesus 2000 tahun lalu. Berangkat dari kesadaran itu, anggota Gereja atau umat Allah sendiri harus melihat Kitab Suci dan aktivitas membaca Kitab Suci adalah bagian yang sangat sentral dan penting, apalagi jika mengambil waktu khusus untuk merenungkannya. Maka dari itu, Gereja harus juga mengambil sikap demi ketertarikan dan keinginan umat dalam bergumul pembacaan Kitab suci serta berdinamika sedemikian rupa sehingga mengantar umat untuk sampai kepada Allah. Apalagi di masa pandemi covid-19 seperti saat ini, di mana orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah bersama keluarga atau pun sendirian. Gereja perlu menggalakkan kegiatan yang berorientasi pada praktek pembacaan dan merenungkan Kitab suci sebagai upaya menumbuhkan dan mendewasakan iman mereka akan Yesus Kristus, seperti seminar Kitab Suci daring, pendalaman iman daring atau luring, dan banyak cara yang dapat digunakan sebagai sarana bina cinta Kitab suci di kalangan umat beriman maupun kaum klerus sendiri. Dengan demikian, cita-cita Gereja sebagai persekutuan iman yang mendasarkan hidupnya pada sabda Allah yang ditemukan dan direnungkan berkat bacaan Kitab suci dapat menjadi corak positif dan menunjukkan kasih yang sanga mendalan akan Allah. Konteks Gereja yang akan dibahas pada tulisan ini ialah konteks Gereja Keuskupan Agung Pontianak. Dalam hal ini, umat Allah diharapkan secara aktif menanggapi tugas dan panggilan mereka di Gereja, yang dimulai dari bina cinta Kitab Suci, terlebih di masa pandemi covid-19 ini.
GEREJA DAN ATEISME: SEBUAH TINJAUAN ATAS KONSTITUSI PASTORAL TENTANG GEREJA DI DUNIA MODERN DALAM GAUDIUM ET SPES 21 Join , Martinus
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.347

Abstract

Fokus tulisan ini menaruh perhatian bagi kaum ateis yang akhir-akhir ini banyak meninggalkan Gereja dan meragukan kebenaran akan eksistensi Allah. Kaum ateis tidak lagi mengandalkan fides dalam kepenuhan hidupnya akan tetapi lebih mengandalkan ratio. Segala kesuksesan dan kepenuhan hidupnya bukan lagi berasal dari rahmat Allah, tetapi hasil daya naluri akal budi murni. Dalam tulisan ini penulis mefokuskan diri bagaimana sikap Gereja terhadap kaum ateis yang dibahas secara detail dalam Gaudium et Spes 21. Ada pun metodologi yang dipakai berupa kajian kepustakaan berupa buku-buku, jurnal, dokumen KWI, dan media internet. Studi ini menemukan bahwa peran kaum ateis sangatlah penting untuk membangun dunia. Meskipun kaum ateis menolak akan eksistensi Allah namun Gereja dengan penuh kasih merangkul kaum ateis berpartisipasi untuk membangun dunia melalui jasa-jasanya. Hal ini secara gamblang bagaimana sikap Gereja terhadap kaum ateis dalam Gaudium et Spes 21. Gereja dengan sikap cinta kasih menerima kaum ateis untuk mengambil bagian dalam dunia meskipun kaum ateis menyangkal akan keagungan Allah, karena dengan hal demikian Gereja tetap mewartakan Kerajaan Allah demi keselamatan semua orang dengan Cahaya Injil Kristus.
MANFAAT ULAH KESALEHAN UMAT DALAM MENGHAYATI MASA PRAPASKAH DI PAROKI GEMBALA YANG BAIK LUBUK PAKAM Simamora, Evani; Marbun, Titin; Fajariyanto, Tri Chandra; Kurniadi , Benediktus Benteng
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.348

Abstract

Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui jenis ulah kesalehan dan manfaat ulah kesalehan bagi umat dalam menghayati masa Prapaskah Di Paroki Gembala Yang Baik Lubuk Pakam. Penelitian tersebut dilaksanakan di Paroki Gemmbala yang Baik Lubuk Pakam. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik penentuan informan dilakukan dengan Purposive Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu, pertimbangan dilakukan tersebut dianggap menguasai bahan objek atau situasi penelitian. Temuan penelitian ini adalah jenis ulah kesalehan pada masa prapaskah di Paroki Gembala Yang Baik Lubuk Pakam masih belum terjalankan sepenuhnya seperti devosi jalan ibunda atau tujuh kedukaan dan tablo. Sejumlah jenis ulah kesalehan yang diikuti oleh umat pada masa prapaskah memiliki manfaat yang dapat dilihat umat ketika merasakan apa yang dialami oleh Yesus ketika sengsara dan wafat.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL PESERTA DIDIK SMA SWASTA ST. MARIA KABANJEHE Sipangkar, lbina; Ginting, Aser Wiro; Sembiring, Mimpin; Sitepu , Abdi Guna
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.349

Abstract

Keterampilan sosial merupakan kecakapan yang perlu dimiliki oleh setiap peserta didik karena bagian dari kecakapan hidup, keberhasilan dalam kehidupan sosialnya di sekolah maupun di masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari pergaulan peserta didik yang baik dapat menumbuhan keterampilan sosialnya. Lewat keterampilan sosial, peserta didik akan mampu berhubungan serta merespon orang lain dengan baik. Penelitian ini dilakukan untuk melihat peran guru Pendidikan Agama Katolik dalam meningkatkan keterampilan sosial peserta didik SMA Swasta Santa Maria Kabanjahe dengan informan sebanyak duabelas orang yang terdiri dari: seorang Guru Pendidikan Agama Katolik, seorang kepala Sekolah dan sepuluh peserta didik. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru Pendidikan Agama Katolik sudah dijalankan sebaik mungkin dalam meningkatkan keterampilan sosial peserta didik, sehingga peserta didik memiliki keterampilan sosial yang baik. Peran guru Pendidikan Agama Katolik sebagai suri teladan; pengelola pembelajaran; motivator; dan pelaksana kurikulum.
KEBERANIAN DAN SEMANGAT EUGENE BOSSILKOV DALAM MEWARTAKAN KRITUS TERSALIB DAN RELAVANSINYA BAGI PEWARTAAN PASIONIS DI INDONESIA Epo, Nobertus; Firmanto, Antonius Denny; Aluwesia , Nanik Wijiyati
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.350

Abstract

Dalam kehidupan para kaum berjubah, setiap komunitas baik ordo maupun tarekat pasti memiliki sosok atau figur yang dapat diteladani hidupnya. Biasanya hal yang diteladani dari figur tersebut ialah kesucian hidupnya, kesetiaannya, keberaniannya dalam mewartakan firman Tuhan, bahkan rela kehilangan nyawanya demi misi perutusannya dan lain sebagainya. Singkat kata, figur yang diteladani dalam kehidupan kaum berjubah dalam komunitas maupun ordo adalah pribadi yang tangguh, baik dalam hal rohani maupun jasmani serta memiliki pengaruh bagi kehidupan Gereja pada zamannya. Karya tulis ini hendak membahas mengenai salah satu figur tersebut, yaitu Eugene Bossilkov. Dia adalah seorang biarawan Kongregasi Pasionis (CP). Siapa Eugene Bossilkov? Bagaimana situasi kehidupan Gereja pada zamannya? Apa yang istimewa dari figur Eugene Bossilkov? Bagaimana relevansinya bagi para Pasionis yang berkarya di Indonesia ini? Pertanyaan inilah yang hendak penulis tampilkan dalam karya tulis ini. Tujuan penulis mengangkat tema ini karena penulis sendiri ingin mendalami dan mengetahui Eklesiologi dan pergulatan-pergulatan Eugene Bossilkov mewartakan Kristus Tersalib dalam pelayanannya. Setelah mendalaminya penulis menelisik apa sumbangannya atau relevansinya bagi Pasionis dalam menjalankan misinya di Indonesia. Tema ini penulis garap dengan metode kualitatif dengan menggunakan kajian kepustakaan. Dari studi ini penulis menemukan bahwa dalam menjalankan misinya di Indonesia, para Pasionis berhadapan dengan keberagaman agama dan masyarakat yang majemuk. Oleh karena itu, semangat yang dimiliki Beato Eugene Bossilkov ini masih relevan untuk diaplikasikan oleh para Pasionis dalam berkarya di Indonesia.
SEMANGAT PERSAUDARAAN TAREKAT HIDUP BAKTI DALAM KESATUAN DENGAN YESUS Radja, Nikolaus Tabe; Endi , Yohanes
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.351

Abstract

Fokus dari tulisan ini adalah merefleksikan persatuan dengan Kristus melalui semangat persaudaraan tarekat hidup bakti. Metodologi yang dilakukan adalah refleksi kritis atas dokumen Vita Concecrata dan menghubungkannya dengan ajaran Hukum Gereja mengenai Tarekat Hidup Bakti (Kan. 662-672). Dokumen Vita Concecrata dengan sangat rinci menjelaskan dinamika hidup membiara serta semangat yang menjiwai tarekat hidup bakti. Persekutuan merupakan hal yang sangat vital dalam hidup religius karena berakar dari dari semangat Kristus dan ajaran-ajaran tradisional Gereja. Semangat persaudaraan sangat berpengaruh bagi panggilan hidup religius. Temuan tulisan ini adalah semangat persaudaraan merupakan jalan penting dalam mencintai Kristus melalui tiga nasihati Injil. Dalam perjuangannya mencintai Kristus, religius membutuhkan yang lain dari rekan seperjalanan dalam semangat kebersamaan serta persaudaraan. Para religius diajak untuk membangun suatu persekutuan kasih, di mana tidak ada yang lebih mendominasi, hidup dalam persatuan, namun tetap teguh pada otonomi masing-masing. Religius diajak hidup dalam pembebasan sejati, yakni kembali merasakan kasih dan mewujudkan persekutuan sebagaimana diteladankan Trinitas dalam keabadian.
DAMPAK PENGGUNAAN HANDPHONE TERHADAP KEGIATAN ROHANI ORANG MUDA KATOLIK DI COR JESSU DAN SOLUSI BAGI PEMBINA Resi, Hironimus; Pius X , Intansakti
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.352

Abstract

Perkembangan zaman dari waktu ke waktu menunjukkan kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan termasuk salah satunya adalah kemajuan IT yang sangat pesat. Perkembangan yang pesat ini melahirkan berbagai alat komunikasi dan informasi, salah satunya adalah handphone. Adanya handphone dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Banyak orang “terperangkap” di dalam penggunaannya, terlebih Orang Muda Katolik saat ini. Pendekatan yang dilakukan oleh peneliti dengan cara observasi dan wawancara langsung menemukan dampak penggunaan handphone terhadap Orang Muda Katolik adalah ketidakterlibatan dalam kegiatan rohani di Paroki, lingkungan, dasa wisma, dan panca wisma. Peneliti juga menemukan dua aspek pribadi yang indvidualis dan egosentis. Orang Muda Katolik mulai mengabaikan kegiatan rohani yang mendukung tumbuh kembangnya iman Kristiani. Untuk mengatasi masalah ketidakterlibatan, egosentris dan individualistis, peneliti menganjurkan melakukan pendekatan komunikasi oleh orangtua, peran petugas Gereja untuk melibatkan mereka dalam kegiatan artinya memberi tugas dan tanggungjawab, serta penyegaran rohani melalui rekoleksi atau retret Orang Muda Katolik.
KETERLIBATAN REMAJA KATOLIK DALAM KEGIATAN PANCA TUGAS GEREJA DI PAROKI ST. VINCENTIUS A PAULO MALANG Yuliati, Yuliana Eni; Jumilah, Bernadeta Sri; Goa, Lorentius; Yulius, Martinus Irwan; Maeja , Jhon Daeng
SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral IPI Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53544/sapa.v7i1.353

Abstract

Para remaja katolik (rekat) di paroki santo Vincentius a Paulo adalah anggota Gereja yang sudah dibaptis. Sebagai anggota Gereja, mereka mempunyai kewajiban untuk melaksanakan panca tugas Gereja. Rumusan masalah yang ada dalam penelitian ini adalah bagaimana keterlibatan remaja katolik dalam kegiatan panca tugas gereja di paroki santo Vincentius a Paulo Malang. Tujuan penelitian adalah mengetahui keterlibatan remaja katolik dalam kegiatan panca tugas Gereja di paroki santo Vincentius a Paulo Malang. Metode yang dipakai adalah metode kuantitatif deskriptif, dengan populasi Remaja Katolik yang berada di wilayah gereja St. Vinsensius a Paulo Malang yaitu Remaja Katolik kelas 5 Sekolah Dasar sampai kelas 10 Sekolah Menengah Atas. Indikator-indikator yang dipakai adalah kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam bidang Liturgia, Kerygma, Koinonia, Diakonia, dan Martyria. Metode pengambilan data menggunakan angket dengan skala Likert 4 dan penyebarannya menggunakan aplikasi google form. Tehnik analisa data menggunakan tehnik analisa data deskriptif dengan penghitungan persentase. Hasil yang diperoleh adalah keaktifan bidang Liturgia sebesar 54,82% masuk kategori sedang, bidang Kerygma sebesar 56,03% masuk kategori sedang, bidang Koinonia sebesar 50,63% masuk kategori sedang, bidang Diakonia sebesar 62,23% masuk kategori sedang dan bidang Martyria sebesar 73,08% termasuk kategori tinggi. Rata-rata keaktifan sebesar 59,36% yang termasuk dalam kategori sedang.

Page 1 of 1 | Total Record : 8