cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 46 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2: Juli 2021" : 46 Documents clear
IDENTIFIKASI PERFORMANSI RSL TRANSMISI DUA ARAH MICROWAVE LINK END SITE DENGAN LINK BACKBONE MENGGUNAKAN iMASTER NCE Alpianto Noti Lante; Redi Ratiandi Yacoub; Dedy Suryadi; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.50169

Abstract

Penelitian ini membahas kinerja transmisi dua arah microwave link endsite Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak berdasarkan pengukuran nilai RSL yang mengacu kepada International Telecomunnication Union (ITU). Adapun tujuan dalam penelitian ini ialah menganalisis kinerja transmisi dua arah mircowave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan jaringan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak dengan meninjau pengaruh cuaca, dimana nilai RSL diperoleh dari website iMaster NCE. Hasil yang diperoleh dari kinerja transmisi microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung dan backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak ialah sangat baik, cukup baik dan buruk/tidak layak beroperasi. Pada microwave link end site Palem Jaya ke Bodok Ujung nilai RSL terburuk terjadi  pada pengukuran ke-15 sebesar -94,9 dBm dan -88,6 dBm sedangkan pada microwave link backbone MGW Pontianak ke Bappeda Pontianak nilai RSL terburuk terjadi pada pengukuran ke-15 sebesar -91,8 dBm. Penurunan nilai RSL terjadi dikarenakan faktor intensitas curah hujan yang tinggi, jarak dan obstacle sehingga transmisi gelombang radio dalam perambatannya menyebabkan daya sinyal melemah yang disebabkan oleh penyerapan daya sinyal pada benda yang dilalui saat pentransmisian sinyal.
PENENTUAN ARUS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT SISTEM KHATULISTIWA PADA PT.PLN (PERSERO) UP3B KALIMANTAN BARAT Oscar Saul Barita P; Bonar Sirait; Rudy Gianto
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48392

Abstract

Pelayanan Penyaluran Daya Listrik Yang Andal Merupakan Tuntutan Yang Diharapkan Oleh Konsumen Kepada PT.PLN, Tujuan Penelitian Ini Untuk Menentukan Nilai Arus Gangguan Hubung Singkat Dengan Bantuan Gambar Simulasi Aliran Daya Dan Untuk Mengetahui Besar Tegangan Bus Sebelum Terjadi Gangguan Hubung Singkat Serta Mengetahui Nilai Arus Gangguan Saat Keadaan Sistem Dalam Kondisi Tidak Normal. Metode penelitian ini adalah metode newton raphson. hasil perhitungan arus gangguan hubung singkat. hubung singkat di bus 5 sebesar 2.169,7 [A], gangguan tiga fasa 5.819,0 [A], gangguan dua fasa ke tanah 4.975,4 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 5.829,2 [A], gangguan fasa-fasa. Arus hubung singkat yang terjadi pada bus 37 sebesar 7.080,5 [A], gangguan tiga fasa, 3.734,0 [A], gangguan dua fasa ke tanah, 1.801,4 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 4.111,5 [A], gangguan fasa-fasa. Arus hubung singkat yang terjadi pada bus 29 sebesar 1.861,04 [A], gangguan tiga fasa, 1.822,4 [A], gangguan dua fasa ke tanah, 1.600,4 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 8.905,3 [A], gangguan fasa-fasa. Arus hubung singkat yang terjadi pada bus 39 sebesar 1.737,7 [A], gangguan tiga fasa, 6.649,4 [A], gangguan dua fasa ke tanah, 1.632,3 [A], gangguan fasa ke tanah, dan 6.659,6 [A], gangguan fasa-fasa. hasil perhitungan arus gangguan bahwa arus hubung singkat fasa-fasa lebih tinggi dari arus hubung singkat yang lainnya, hal ini disebabkan arus gangguan hubung singkat fasa-fasa dipengaruhi bus 7 memiliki jarak yang lebih pendek diantara bus lainnya.
UPDATE TIME DELAY PADA PERALIHAN FASE PENYALAAN LAMPU LALU LINTAS MENGGUNAKAN TEKNIK OVER THE AIR (OTA) Olin Ananda; Bomo Wibowo Sanjaya; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48646

Abstract

Suatu traffic light berfungsi mengatur fase-fase perlintasan kendaraan di suatu persimpangan jalan, khususnya empat persimpangan jalan. Fase perlintasan diatur dengan mengubah (setting) waktu tunda pada program aplikasi yang dibuat. Dengan bertambahnya jumlah kendaraan pada suau jalur jalan di persimpangan traffic light mengakibatkan panjangnya antrian, jika tidak diubah waktu fase perlintasan maka akan terjadi antrian dan menimbulkan kemacetan. Pengubahan waktu fase perlintasan bisa dilakukan secara hardwired maupun nirkabel, kelemahan menggunakan hardwired adalah teknisi menunju control box untuk menghubungkan laptop dengan mikrokontroler yang digunkan. Dan biasanya sistem akan direstart atau traffic light akan padam sementara selama proses pemrograman. Dengan update OTA yang menggunakan ESP32, waktu fase perlintasan atau delay timer diprogram menggunakan media udara, jadi sistem tidak terganggu saat proses pemrograman. Agar proses update delay timer bisa bekerja maka diperlukan IP address dari ESP32, IP address ini lah yang membuat laptop dan ESP32 terhubung. IP address diperoleh saat pertama sekali membuat program dimana ESP32 terhubung dengan wifi setempat (credential wifi). Setelah diperoleh maka IP address tersebut dapat digunakan di lapangan tanpa menggunakan jaringan wifi lain, ESP32 sudah bisa membangkitkan gelombang berfrekuensi 2,4 GHz. Untuk menguji jarak jangkauan sinyal wifi maka ESP32 terlebih dahulu diprogram sebagai akses point, dari pengujian dengan jarak terjauh 22,28m dipeoleh nilai RSSI -64 dBm yang termasuk kategori normal sesuai standar THIPON. Selanjutnya adalah proses update OTA, ESP32 difungsikan sebagai webserver. Dengan antar muka yang dibuat (mengandung username dan password) dan proses pengubahan sketch berekstensi ino diubah menjadi berekstensi bin maka proses update berhasil dilakukan, dampaknya adalah peralihan fase perlintasan benar-benar terjadi sesuai dengan program yang dibuat.
UPAYA PERBAIKAN JATUH TEGANGAN PADA JARINGAN DISTRIBUSI TEGANGAN MENENGAH PT. PLN (PERSERO) RAYON TUMBANG TITI KETAPANG Adrianto Dwi Prasetyo; Bonar Sirait; Purwoharjono -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48388

Abstract

Penyulang Pawan 11 merupakan penyulang struktur radial terpanjang yang terdapat pada PT.PLN Rayon Tumbang Titi mempunyai panjang 168 kms Dari pengolahan data penyulang Pawan 11 terdiri dari 112 bus dengan total beban aktif sistem penyulang Pawan 11 sebesar 5.165,310 kW, dan beban reaktif sebesar 3.220,790 kVAR. Persentase jatuh tegangan yang terjadi pada ujung penyulang mencapai sebesar 18,5% atau 16,3 kV. Salah satu upaya perbaikan penyaluran daya listrik dan kualitas tegangan pada dapat dilakukan pemasangan kapasitor bank pada penyulang tersebut. Pada penelitian ini penyelesaian aliran daya sistem distribusi radial menggunakan metode injeksi arus dikembangkan oleh Jen-Hao Teng (2003) dan dalam menentukan bus lokasi penempatan dan besarnya nilai injeksi daya reaktif dari kapasitor bank berdasarkan hasil analisa aliran daya dengan kondisi bus yang mempunyai persentase jatuh tegangan diatas 5% atau nilai tegangan dibawah 19 kV. Pada kondisi sebelum pemasangan kapasitor bank (eksisting), tegangan bus yang tidak memenuhi standar SPLN No. 72  Tahun 1987 yaitu persentase jatuh tegangan diatas 5% atau tegangan bus dibawah 19 kV terdapat sebanyak 86 bus. Adapun tegangan bus minimal terdapat pada bus 82 (Gardu distribusi TT 0022) yaitu sebesar 16,565 kV, dengan persentase jatuh tegangan bus sebesar 17,343%. Pada kondisi eksisting total daya aktif yang dibangkitkan PLTD pada penyulang Pawan 11 sebesar 5.614,239 kW, sedangkan total daya reaktif sebesar 3.794.020 kVAR.serta total rugi-rugi daya aktif sebesar 448,994 kW.Setelah pemasangan kapasitor bank dengan dengan total sebesar 3.400 kVAR, tegangan bus tidak ada yang dibawah 19 kV. Tegangan bus minimal pada bus 82 (Gardu distribusi TT 0022) meningkat sebesar 2,780 kV menjadi 19,345 kV, dengan persentase jatuh tegangan bus sebesar 4,493%. Total daya aktif yang dibangkitkan PLTD pada penyulang Pawan 11 berkurang menjadi 5.510,735 kW, sedangkan total daya reaktif berkurang sebesar 261,870 kVAR disebabkan beban daya reaktif disupply sebagian oleh injeksi daya reaktif yang dihasilkan kapasitor bank. Total rugi-rugi daya aktif setelah pemasangan kapasitor bank pada penyulang Pawan 11 sebesar berkurang sebesar 103,569 kW menjadi 345,425 kW.
IDENTIFIKASI PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MEDAN ELEKTROMAGNETIK PADA BASE TRANSCEIVER STATION DI KOTA SAMBAS - Jekki; Fitri Imansyah; Dedy Suryadi
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48618

Abstract

BTS (Base Transceiver Station) operator komunikasi seperti Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri  yang tersebar diberbagai daerah memiliki daya pancar yang dapat mencakup area komunikasi yang diinginkan. Namun BTS-BTS tersebut memiliki instensitas radiasi yang masih belum diketahui oleh masyarakat. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang identifikasi pengukuran intensitas radiasi medan elektromagnetik pada Base Transceiver Station di kota Sambas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar intensitas radiasi yang dihasilkan oleh antena BTS oleh  operator Telkomsel, XL, Indosat, dan Tri. Perencanaan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu pengumpulan data, rancangan analisis data, perencanaan sistem identifikasi intensitas radiasi medan elektromagnetik BTS pada lokasi yang telah ditentukan. Hasil pengukuran nilai intensitas radiasi diperoleh dari alat ukur EMF-827 yang memiliki satuan µT dengan melakukan perlakuan jarak sebesar 10 m, 20 m, 30 m, dan 40 m dari pusat BTS ke alat ukur, yang kemudian dilakukan perbandingan hasil pengukuran dengan standar radiasi yang telah ditetapkan oleh ICNIRP. Berdasarkan hasil pengukuran pada jarak terdekat yaitu 10 m Telkomsel memiliki intensitas radiasi sebesar 0,135 µT, XL sebesar 0.09 µT, Indosat sebesar 0,071667 µT, dan Tri sebesar 0,05 µT. Sedangkan pada jarak terjauh yaitu 40 m Telkomsel memiliki intensitas radiasi sebesar 0,115 µT, XL sebesar 0,07 µT,  Indosat sebesar 0,058333 µT, dan Tri sebesar 0,086667 µT. Berdasarkan hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa nilai intensitas radiasi jauh dari batas ketentuan ICNIRP sehingga intensitas radiasi aman bagi kesehatan masyarakat yang bermukim disekitar BTS.
PEMETAAN COVERAGE AREA BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) DI KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN SOFTWARE QGIS (QUANTUM GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) - Kamaludin; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.49147

Abstract

Coverage area BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dengan menggunakan Software QGIS . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang sudah terlayani oleh jaringan telekomunikasi di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dengan berbantuan menggunakan software QGIS versi 3.8 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dapat membantu pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan mengenai pembangunan Menara telekomunikasi. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif analisis. Berdasarkan dari hasil olahan pemetaan coverage area BTS yang ada di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas memiliki BTS sebanyak 25 titik koordinar dan antena sectoral sebanyak 96 antena sectoral. Untuk Daya Mitratel, memiliki 2 BTS dan mempunyai 9 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° dan +-90° serata memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. Indosat, memiliki 2 BTS dan mempunyai 6 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° dan +-90° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. Protelindo, memiliki 13 BTS dan mempunyai 47 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° dan +-90° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. Telkomsel, memiliki 6 BTS dan mempunyai 26 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° , +-90° dan +-180° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. XL-STP, memiliki 2 BTS dan mempunyai 8 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° , +-90° dan +-180° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km.
ANALISIS PENERAPAN ACCESS POINT DALAM RENTANG FREKUENSI 2400 – 2500 MHz DI BALMON KELAS II PONTIANAK Tomy Aswin; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.51176

Abstract

Access Point merupakan node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah WLAN (Wireless Local Area Network). fungsi access point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client. Pengukuran dilakukan dengan pemasangan antena yang berfungsi sebagai penerima pada rentang frekuensi wifi 2.4 GHz-2.5 GHz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penggunaan frekuensi 2.4 GHz dalam keperluan internet wireless di Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan in-depth interview kepada Balai monitoring. teknologi sinyal yang diaplikasikan, level sinyal (dBm) dan titik access point pengambilan data menggunakan Spectrum Analyzer (SPA) dan software wifi analyzer dari handphone. dimana dilantai 1 before terdapat area blank spot di ruangan lobby lantai bawah. Access point dilantai 1 before terletak di ruangan tata usaha dan ruangan kepala kantor. Dan hasil pengukuran after dilantai 1 terdapat 1 penambahan access point di ruangan lobby lantai 1 SSID nya RUANG_KABALMON. Di lantai 2 before terdapat area blank spot di ruangan kasi pemantauan dan penertiban (Pantib), ruang operator, ruang lobby lantai atas dan ruang rapat balmon. Access point lantai 2 terletak di ruangan staf pemantauan dan penertiban (Pantib) dan ruang staf sarana dan pelayanan (Sarpel). Dan hasil pengkuran lantai 2 after terdapat 2 penambahan access point yaitu di ruangan staf pantib SSID nya PANTIB2020 jadi di ruang staf pantib terdapat 2 perangkat  access point dan 1 access point lagi yang berada di ruang lobby atas SSID nya RUANG-RAPAT-BALMON.  Penambahan access point dikarenakan adanya terdapat area blank spot, fungsi utama dari access point sebagai pemancar sinyal internet. Penyebaran access point mempengaruhi kualitas sinyal wifi disetiap ruangan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. Kualitas layanan sangat berpengaruh terhadap jarak pemancar terhadap penerima, semakin jauh jarak yang digunakan berbanding lurus dengan kualitas layanan.
Rancang Bangun Prototype Turbin Angi Tipe Darrieus Dengan Kecepatan Angin Di Desa Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas - Abdurrahim; Ismail Yusuf; Ayong Hiendro
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48385

Abstract

Energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup fleksibel, karena energi angin bisa digunakan sebagai pembangkit listrik. Energi angin merupakan salah satu sumber energi yang perlu diteliti, salah satunya di daerah jauh dari jangkaun listrik. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang, dan melakukan uji coba dari sebuah turbin angin tipe darrieus dalam kapasitas kecil, agar menghasilkan energi listrik dari kecepatan angin rendah yang ada di Desa Temajuk. Metodologi penelitian meliputi perancangan desain turbin angin darrieus menggunakan tiga buah sudu, bahan sudu menggunakan plat alumunium 0,5 mm, melakukan eksperimental dari turbin angin darrieus dan observasi. Hasil pengujian menunjukkan nilai kecepatan angin terendah didapat 1,8 m/s dengan tegangan terukur 0,06 volt, arus 0,01 ampere, dan keluaran daya sebesar 0,0006 watt, sedangkan kecepatan angin tertinggi 3,9 m/s dengan tegangan terukur 1,23 volt, arus 0,02 ampere, dan keluaran daya sebesar 0,0246 watt, untuk efisiensi sebesar 0,005%, dan nilai cut-in speed yang diperoleh sebesar 1,8 m/s.
Studi Perencanaan Instalasi Proteksi Tegangan Lebih Petir Pada Gedung Kantor Bupati Bengkayang Septino Adrian; M. Iqbal Arsyad; Danial -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48544

Abstract

Gedung Kantor Bupati Bengkayang merupakan pusat Pemerintahan Kabupaten Bengkayang yang mempunyai fungsi penting dalam jalannya Pemerintahan. Bangunan ini mempunyai dimensi bangunan dengan tinggi 27 meter, lebar 49 meter dan panjang 88,5 meter. Perencanaan instalasi proteksi tegangan lebih petir dilakukan untuk melindungi bangunan dari sambaran petir langsung maupun sambaran petir tidak langsung dengan mengacu pada standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004. Dengan menggunakan metode elektrogeometri akan dilakukan perhitungan jarak sambar petir dan radius perlindungan penangkal petir yang dipasang pada bangunan. Berdasarkan PUIPP, Gedung Kantor Bupati Bengkayang mempunyai nilai indeks perkiraan bahaya sambaran petir (R) = 15, yaitu perkiraan bahaya sambaran petir sangat besar sehingga sangat perlu untuk memiliki sistem proteksi petir. Penentuan tingkat proteksi berdasarkan SNI 03-7015-2004, dengan rata-rata jumlah hari guruh 136 hari/tahun dapat ditentukan nilai kepadatan sambaran petir (Ng) 18,5773 sambaran/km2/tahun, nilai area cakupan ekivalen bangunan yang menarik sambaran petir (Ae) 33.172,5 m2, nilai frekuensi sambaran petir (Nd) 0,6162 sambaran/ tahun, dan nilai efesiensi sistem panangkal petir (E) 0,83 sehingga Gedung Kantor Bupati Bengkayang mempunyai tingkat proteksi tingkat IV. Setelah melakukan perhitungan menggunakan metode elektrogeometri, untuk melindungi Gedung Kantor Bupati Bengkayang dari sambaran petir dengan nilai arus maksimum 5 kA, diperlukan 5 penangkal petir dengan sudut perlindungan sebesar 45°, jarak sambar tiap penangkal petir 22,77 meter dan radius perlindungan tiap penangkal petir sebesar 22,37 meter sebagai sistem proteksi eksternal. Untuk proteksi internal Gedung Kantor Bupati Bengkayang pada arus dibawah 5 kA dilakukan dengan pemasangan arrester pada panel utama/ Main Distribution Panel (MDP) tipe 1 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 50 kA,  pada panel pembagi/ Sub Distribution Panel (SDP) dengan arrester tipe 2 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 20 kA dan pada peralatan listrik dengan arrester tipe 3 dengan nilai arus discharge maksimum sebesar 7 kA.
STUDI PENGARUH HEAT RATE TERHADAP KINERJA PADA PLTU BIOMASSA DI PT. HARJOHN TIMBER Ikhwan Nanda Kumara; Kho Hie Khwee; Yandri -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.48817

Abstract

Sebagai salah satu upaya mengurangi penggunaan bahan bakar fosil sekaligus pemanfaatan limbah kayu sisa hasil produksi pada PLTU Biomassa dengan kapasitas 7,5 MW di PT. Harjohn Timber yang merupakan perusahaan kayu lapis yang telah beroperasi selama 15 tahun. Salah satu upaya untuk menjaga kinerja dari pembangkit di perusahaan tersebut adalah dengan melakukan evaluasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung specific fuel consumption, heat rate, dan efisiensi termal. Metode langsung digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data dari pembangkit sehingga dapat dilakukan analisis perhitungan.Nilai kalori dari serbuk kayu adalah 5.940,44 kcal/kg dan HHV dari sebuk kayu sebesar 24.854,8 kJ/kg. Hasil perhitungan menunjukan specific fuel consumption bruto dan netto terendah sebesar 0,68 kg/kWh dan 0,77 kg/kWh pada beban 6877 kW dan tertinggi sebesar 0,99 kg/kWh dan 1,2 kg/kWh pada beban 4171 kW, kemudian heat rate bruto dan netto terendah sebesar 16.876,82 kcal/kWh dan 19.256,99 kcal/kWh pada beban 6877 dan tertinggi sebesar 24.518,69 kcal/kWh dan 29.908,11 kcal/kWh pada beban 4171 kW, serta efisiensi termal bruto dan netto terendah sebesar 3,5% dan 2,9% pada beban 4147 kW dan tertinggi sebesar 5,1% dan 4,5% pada beban 6877 kW. Daya tertinggi yang dihasilkan pembangkit sebesar 6877 kW dari nilai kerja aktual berdasarkan spesifikasi 7088 kW dengan nilai heat rate bruto dan netto sebesar 16.876,82 kcal/kWh dan 19.256,99 kcal/kWh dan daya terendah yang dihasilkan pembangkit sebesar 4147 kW dari nilai kerja aktual berdasarkan spesifikasi 7088 kW dengan nilai heat rate bruto dan netto sebesar 24.518,69 kcal/kWh dan 29.908,11 kcal/kWh.