cover
Contact Name
Rudi Kurnianto
Contact Email
rudi.kurnianto@ee.untan.ac.id
Phone
+6285252665807
Journal Mail Official
j3eit@untan.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Hadari Nawawi, Pontianak 78124, Indonesia
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology
ISSN : -     EISSN : 30261856     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/j3eit.v11i2
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) (E-ISSN: 3026-1856) is the latest name for the JTE UNTAN, which underwent a name change. This journal has been in circulation within UNTAN since 2013 under its previous name. The name change reflects an evolution in the topics covered by the journal, encompassing the fields of electrical engineering, energy, and information technology. With the establishment of J3EIT, it is expected to become a significant resource for the academic and research community in this discipline, fostering the exchange of knowledge and innovation among professionals in the field of electrical engineering and related areas. By consistently publishing high-quality scientific papers, this journal is expected to play a vital role in advancing knowledge in its field. J3EIT is published three times a year, April, August and December.
Articles 513 Documents
PEMETAAN COVERAGE AREA BTS (BASE TRANSCEIVER STATION) DI KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS MENGGUNAKAN SOFTWARE QGIS (QUANTUM GEOGRAPHIC INFORMATION SYSTEM) - Kamaludin; Fitri Imansyah; Jannus Marpaung
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.49147

Abstract

Coverage area BTS (Base Transceiver Station) yang ada di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dengan menggunakan Software QGIS . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daerah yang sudah terlayani oleh jaringan telekomunikasi di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas dengan berbantuan menggunakan software QGIS versi 3.8 yang hasilnya berupa peta. Hasil peta yang telah dibuat berfungsi dapat membantu pemerintah daerah dalam menentukan kebijakan mengenai pembangunan Menara telekomunikasi. Metode yang digunakan pada penelitian kali ini menggunakan metode deskriptif analisis. Berdasarkan dari hasil olahan pemetaan coverage area BTS yang ada di Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas memiliki BTS sebanyak 25 titik koordinar dan antena sectoral sebanyak 96 antena sectoral. Untuk Daya Mitratel, memiliki 2 BTS dan mempunyai 9 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° dan +-90° serata memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. Indosat, memiliki 2 BTS dan mempunyai 6 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° dan +-90° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. Protelindo, memiliki 13 BTS dan mempunyai 47 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° dan +-90° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. Telkomsel, memiliki 6 BTS dan mempunyai 26 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° , +-90° dan +-180° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km. XL-STP, memiliki 2 BTS dan mempunyai 8 antena sectoral dengan masing-masing polarisasi sebesar +-45° , +-90° dan +-180° serta memiliki jarak jangkauan sebesar 6-7 Km.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MINIHIDRO BERBANTUAN PROGRAM TURBNPRO DI DESA SINAR PEKAYAU KECAMATAN SEPAUK KABUPATEN SINTANG Firman Jamali .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 1: Januari 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i1.5556

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat sangat luas dan banyak desa-desa yang belum teraliri listrik. Sumber energi yang digunakan untuk membangkitkan listrik hingga saat ini masih didominasi oleh bahan bakar fosil. Minihidro merupakan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan yang memiliki potensi untuk menggantikan bahan bakar fosil dan potensinya banyak terdapat di daerah Kalimantan Barat. Skripsi ini membahas tentang perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro(PLTM) yang berlokasi di Desa Sinar Pekayau Kecamatan Sepauk Kabupaten Sintang. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan mengumpulkan data langsung dari lapangan yang berupa pengukuran langsung kemudian menggunakan bantuan program Google Earth untuk menentukan lokasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro. Selanjutnya mengolah data dan melakukan simulasi dengan menggunakan piranti lunak TURBNPRO Version 3.2 serta melakukan analisis dan memberikan desain turbin hasil simulasi.Dari hasil data di lapangan dilakukan pengukuran sebanyak 2 kali pengukuran dengan mengacu berdasarkan pada rata-rata curah hujan pertahun sebagai data sekunder atau data penguat untuk menghasilkan debit. Pada perencanaan desain PLTM data diambil dari nilai debit terendah yaitu pada pengukuran 1 dengan debit sebesar 0,8983 m3/det dan head efektif sebesar 37,5m. Dengan piranti lunak TURBNPRO menunjukkan bahwa debit air Sinar Pekayau mampu menghasilkan daya mekanik sebesar 303 kW dan desain turbin yang dipilih pada pembangkit listrik tenaga mikrohidro Sinar Pekayau adalah turbin Propeller. Sedangkan daya listrik yang dapat dihasilkan generator sebesar 353,75 kVA sehingga generator yang dipilih adalah rating daya sebesar 385 kVA(3 fasa) dengan cara pemasangan kopel langsung. Kata Kunci: PLTM, TURBNPRO, Generator, Turbin.
SIMULASI DISTRIBUSI POTENSIAL DAN MEDAN LISTRIK PADA KABEL BAWAH TANAH MENGGUNAKAN FEMM Juanda Parasian Sijabat; Danial -; Managam Rajagukguk
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 1: Januari 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i1.40770

Abstract

Tugas akhir ini membahas tentang distribusi potensial dan medan listrik pada kabel bawah tanah tegangan menengah 20 kV jenis NA2XSEYBY 3 X 150 mm2 secara simulasi, menggunakan metode elemen hingga, yang di komputasi menggunakan program Finite Element Method Magnetics (FEMM). Hasil dari penelitian ini menjelaskan nilai distribusi potensial dan medan listrik pada lapisan material isolasi kabel dari inti konduktor sampai pada lapisan selubung/sheath kabel. Berdasarkan hasil simulasi yang dilakukan dengan konfigurasi konduktor 1 berada pada sudut 900, konduktor 2 berada pada sudut 2100, dan konduktor 3 berada pada sudut 3300 (sudut listrik), maka di dapat nilai distribusi potensial listrik maksimum sebesar >20 kV yang berada pada  jari-jari konduktor 1 dan nilai distribusi medan listrik maksimum sebesar >3,793 kV/mm yang berada lapisan isolasi (XLPE)  yang terletak pada lapisan isolasi konduktor 1.                                 Kata kunci: distribusi potensial listrik, medan listrik, kabel bawah tanah, tegangan menengah, Finite Element Method Magnetic (FEMM).
RANCANG BANGUN ANTENA ARRAY MIKROSTRIP PATCH TRIANGULAR-CIRCULAR UNTUK APLIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) Alif Farino .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 7, No 1: Januari 2019
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v7i1.30888

Abstract

Pada tugas akhir ini menguraikan tentang proses perancangan, simulasi, pembuatan dan implementasi membangun antena array mikrostrip patch triangular-circular yang digunakan dalam komunikasi antar titik jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal wireless adapter terhadap sinyal wifi. Proses rancang bangun dilakukan melalui perhitungan dimensi secara teori dan kemudian menggunakan software Ansoft HFSS v13 sebagai alat simulasi sebelum melakukan rancang bangun. Bentuk rancangan antena mikrostrip terdiri dari sebuah patch triangular-circular elemen tunggal yang di modif menjadi 4 elemen array, modifikasi elemen tunggal menjadi 4 elemen array  bertujuan untuk menaikan gain dari antena. Pada antena mikrostrip dengan bentuk patch triangular dengan spesifikasi panjang sisi segitiga a = 39,7 mm dan patch circular dengan spesifikasi jari-jari a = 17,1 mm. Spesifikasi media dasar rancangan menggunakan substrat FR-4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dengan konstanta dielektrik 4,4. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik micostrip line feed. Setelah melakukan beberapa simulasi diperoleh hasil yang terbaik pada frekuensi 2,45 GHz dengan return loss -19,42, VSWR sebesar 1,87 dan gain sebesar 3,13 dB dengan pola radiasi directional. Hasil simulasi tersebut telah memenuhi standar yaitu VSWR ≤ 2 dan Return Loss ≤ 10. Berdasarkan hasil pengujian di laboratorium telekomunikasi diperoleh hasil penguatan daya (gain) rata-rata dari antena pada jarak 5 meter sebesar 3,13 dBm, pada jarak 10 meter sebesar 1,93 dBm, pada jarak 15 meter sebesar 5,87 dBm, pada jarak 20 meter sebesar 10,2 dBm dan pada jarak 25 meter sebesar 6,6 dBm. Untuk meningkatkan nilai kualitas sinyal (Signal Strength) dan penguatan daya (gain) yang lebih bagus lagi, sebaiknya dilakukan penambahan jumlah elemen array patch antena menjadi 8 elemen. 
PERANCANGAN MULTILEVEL BOOST CONVERTER EMPAT TINGKAT UNTUK PENGISIAN BATERAI MOBIL LISTRIK Muhammad Reza Pahlevi; Ayong Hiendro; Syaifurrahman -
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 11, No 1: Januari 2023
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v11i1.62233

Abstract

Multilevel boost converter adalah sebuah konverter DC-DC berbasis PWM yang mengkombinasikan antara boost converter konvensional dan fungsi switched capacitor untuk menghasilkan tegangan output yang berbeda dan stabil dengan hanya menggunakan 1 driven switch, 1 induktor, 2N-1 dioda dan 2N-1 kapasitor. Keuntungan multilevel boost converter dibandingkan boost converter konvensional yaitu memiliki rating tegangan yang lebih kecil pada komponen, dan rasio konversi yang luas untuk menaikkan tegangan DC dengan nilai duty cycle yang kecil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang multilevel boost converter 4 tingkat untuk pengisian baterai mobil listrik dan membandingkan kinerjanya dengan boost converter konvensional. Penelitian dimulai dengan merancang boost converter menggunakan program simulasi Matlab Simulink untuk mendapatkan nilai komponen yang optimal untuk digunakan. Dari hasil simulasi, dibuat bentuk fisik rangkaian boost converter konvensional dan multilevel boost converter 4 tingkat untuk dilakukan pengujian lebih lanjut. Pada pengujian menaikkan tegangan secara otomatis didapat error rata-rata yang terjadi pada boost converter konvensional adalah sebesar ±1.2375V, sedangkan untuk multilevel boost converter adalah sebesar ±1.61125V. Rata-rata kenaikan tegangan per 10% duty cycle dalam keadaan tanpa beban pada boost converter konvensional adalah 24,93V sedangkan pada multilevel boost converter adalah sebesar 36,34V. Rata-rata efisiensi dengan menggunakan beban 100Ω, 200Ω dan 300Ω secara berurut pada boost converter konvensional adalah 83,75%, 83,52% dan 85,49%, sedangkan pada multilevel boost converter adalah 28,35%, 49,41% dan 70,11%. Kemampuan pengisian boost converter konvensional adalah sebesar 0,02A dan kemampuan pengisian multilevel boost converter adalah sebesar 0,06A namun kemampuan pengisian yang diperlukan adalah sebesar 3A. Boost converter konvensional dan multilevel boost converter 4 tingkat berhasil dirancang dan dibuat namun belum berhasil untuk melakukan pengisian baterai mobil listrik.
ANALISIS PERUBAHAN PHYSICAL TUNNING ANTENNA SECTORAL UNTUK MEMAKSIMALKAN LAYANAN JARINGAN GSM Imam Tarmizi .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 5, No 1: Januari 2017
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v5i1.19843

Abstract

Perubahan physical tunning antenna sectoral pada 2 BTS dengan masing-masing 1 sektor antena. Proses perubahan dimulai pada BTS terdekat dengan area Komplek Bali Agung 3 dengan nama TB_Purnama2, pada BTS tersebut dilakukan perubahan dengan metode azimuth tilt yang merubah arah pancar antena sektor 3 yang melayani jaringan 3G dengan kondisi sebelum perubahan berada di 240o menjadi 280o, pengujian melalui drive test dengan merujuk parameter KPI yang digunakan PT. Telkomsel Pontianak untuk layanan 3G yaitu RSCP dan Ec/No dan menghasilkan peningkatan layanan jaringan GSM untuk RSCP dengan kualitas sangat baik 54.57% menjadi 91.10% dengan selebihnya kualitas baik 8.90% dan tidak ada kualitas cukup baik ataupun kualitas buruk pada area tersebut, sedangkan untuk parameter Ec/No mengalami kenaikan untuk kategori sangat baik 28.10% dengan nilai sebelum perubahan 69.75% menjadi 97.85%  terjadi peningkatan untuk layanan 3G pada area tersebut dengan melakukan perubahan untuk BTS TB_Purnama2 secara azimuth tilt. Proses perubahan selanjutnya dilakukan pada BTS Perum Perdana untuk menanggulangi keluhan pada jaringan 4G, pada BTS tersebut dilakukan perubahan dengan metode electrical tilt yang merubah fasa sinyal antena sektor 2 untuk layanan 4G dengan kondisi sebelum perubahan berada di 10o menjadi 5o, selanjutnya dalam penelitian ini layanan jaringan GSM pada area tersebut kembali diuji melalui drive test dengan merujuk parameter KPI yang digunakan PT. Telkomsel Pontianak untuk layanan 4G yaitu RSRP dan SNR yang menghasilkan peningkatan layanan jaringan GSM pada area yang dikeluhkan dengan kenaikan untuk RSRP dengan kualitas baik 12.93% dengan selebihnya didominasi kualitas cukup baik dan tidak ada kualitas buruk pada area tersebut, sedangkan parameter SNR mengalami kenaikan 9.42% untuk kualitas cukup baik dengan selebihnya didominasi dengan kualitas buruk dan 0.00%  kualitas baik untuk parameter SNR pada penelitian ini dengan kesimpulan terjadi peningkatan untuk layanan 4G pada area tersebut dengan melakukan perubahan untuk BTS Perum Perdana secara electrical tilt. Kata kunci : Physical Tunning, Antenna sectoral
ANALISIS PENERAPAN ACCESS POINT DALAM RENTANG FREKUENSI 2400 – 2500 MHz DI BALMON KELAS II PONTIANAK Tomy Aswin; Fitri Imansyah; F. Trias Pontia W; Jannus Marpaung; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 9, No 2: Juli 2021
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v9i2.51176

Abstract

Access Point merupakan node yang telah dikonfigurasi secara khusus pada sebuah WLAN (Wireless Local Area Network). fungsi access point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client. Pengukuran dilakukan dengan pemasangan antena yang berfungsi sebagai penerima pada rentang frekuensi wifi 2.4 GHz-2.5 GHz. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penggunaan frekuensi 2.4 GHz dalam keperluan internet wireless di Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan datanya dengan melakukan in-depth interview kepada Balai monitoring. teknologi sinyal yang diaplikasikan, level sinyal (dBm) dan titik access point pengambilan data menggunakan Spectrum Analyzer (SPA) dan software wifi analyzer dari handphone. dimana dilantai 1 before terdapat area blank spot di ruangan lobby lantai bawah. Access point dilantai 1 before terletak di ruangan tata usaha dan ruangan kepala kantor. Dan hasil pengukuran after dilantai 1 terdapat 1 penambahan access point di ruangan lobby lantai 1 SSID nya RUANG_KABALMON. Di lantai 2 before terdapat area blank spot di ruangan kasi pemantauan dan penertiban (Pantib), ruang operator, ruang lobby lantai atas dan ruang rapat balmon. Access point lantai 2 terletak di ruangan staf pemantauan dan penertiban (Pantib) dan ruang staf sarana dan pelayanan (Sarpel). Dan hasil pengkuran lantai 2 after terdapat 2 penambahan access point yaitu di ruangan staf pantib SSID nya PANTIB2020 jadi di ruang staf pantib terdapat 2 perangkat  access point dan 1 access point lagi yang berada di ruang lobby atas SSID nya RUANG-RAPAT-BALMON.  Penambahan access point dikarenakan adanya terdapat area blank spot, fungsi utama dari access point sebagai pemancar sinyal internet. Penyebaran access point mempengaruhi kualitas sinyal wifi disetiap ruangan Balai Monitoring Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Pontianak. Kualitas layanan sangat berpengaruh terhadap jarak pemancar terhadap penerima, semakin jauh jarak yang digunakan berbanding lurus dengan kualitas layanan.
RANCANG BANGUN ACCESS POINT MENGGUNAKAN EMPAT PERANGKAT NANOSTATION2 LOCO (NS2L) PADA OUTDOOR HOTSPOT SYSTEM Rasky Aditya Putra1 .
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 2, No 2: Juli 2014
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v2i2.7129

Abstract

NanoStation2 Loco (NS2L) adalah salah satu jenis perangkat Access Point dari vendor perusahaan IT terkemuka Ubiquiti Networks. Kelemahan dari perangkat ini adalah jenis antena terintegrasi yang digunakan yaitu directional antenna dengan cakupan 60°, maka arah pola pancaran sinyal cenderung diarahkan dan tidak dapat menjangkau client yang berada jauh di belakang perangkat. Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana merancang bangun untuk mengimplementasi dan mengoptimalisasi 4 (empat) buah perangkat NanoStation2 Loco tanpa menggunakan antena tambahan dalam upaya meningkatkan kualitas serta daya jangkau pada suatu sistem jaringan nirkabel (wireless local area network), sehingga dapat memperoleh cakupan yang lebih luas. Perancangan dilakukan di Laboratorium Telekomunikasi Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura. Pengujian dilakukan pada seluruh wilayah komplek kampus dengan radius maksimum 250 meter, dengan paramater kekuatan sinyal yang diterima, pingtest, dan kualitas koneksi, serta rugi-rugi lintasan (pathloss) dengan model propagasi Friis. Dari hasil pengujian tanpa halangan atau line of sight (LOS), membuktikan bahwa perangkat access point dapat mencapai jangkauan 250 meter, dan dari hasil pengujian site survey, dapat disimpulkan bahwa lokasi pengamatan dengan kualitas koneksi yang baik hingga sangat baik rata-rata berada dalam radius kurang dari 100 meter dari access point. Sedangkan lokasi pengamatan dengan kualitas koneksi kurang baik rata-rata berada di luar 100 meter dari access point, serta terdapat beberapa lokasi yang tidak dapat melakukan koneksi sama sekali dikarenakan sinyal yang diterima terlalu lemah. Kata kunci : Access Point, NanoStation2 Loco, Pathloss, Model Propagasi Friis
PERANCANGAN ANTENA MIKROSTRIP PATCH TRIANGULAR-DIPOLE MENGGUNAKAN METODE ARRAY 2X4 UNTUK APLIKASI WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) Andri Setiawan; Dedy Suryadi; F. Trias Pontia W
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 8, No 2: Juli 2020
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v8i2.42020

Abstract

Pada Tugas Akhir ini menguraikan tentang proses perancangan, simulasi, pembuatan dan implementasi membangun antena array mikrostrip patch triangular-dipole yang digunakan dalam komunikasi antar titik jaringan WLAN (Wireless Local Area Network) dengan tujuan untuk memperkuat daya tangkap sinyal wireless adapter terhadap sinyal wifi. Proses rancang bangun dilakukan melalui perhitungan dimensi secara teori dan kemudian menggunakan software Ansoft HFSS v13 sebagai alat simulasi sebelum melakukan rancang bangun. Bentuk rancangan antena mikrostrip terdiri dari sebuah patch triangular-dipole elemen tunggal yang di modif menjadi 8 elemen array, modifikasi elemen tunggal menjadi 8 elemen array bertujuan untuk menaikan gain dari antena. Pada antena mikrostrip dengan bentuk patch triangular dengan spesifikasi panjang sisi segitiga a = 39,7 mm dan patch dipole dengan spesifikasi panjang dipole L = 37,33 mm, lebar dipole W = 5 mm, dan celah gap Wgap = 2 mm. Spesifikasi media dasar rancangan menggunakan substrat FR-4 Epoxy dengan ketebalan 1,6 mm dengan konstanta dielektrik 4,4. Teknik pencatuan yang digunakan adalah dengan teknik micostrip line feed. Setelah melakukan beberapa simulasi diperoleh hasil yang terbaik pada frekuensi 2,45 GHz dengan return loss -27,74, VSWR sebesar 0,7 dan gain sebesar 2,81 dB dengan pola radiasi directional. Hasil simulasi tersebut telah memenuhi standar yaitu VSWR ? 2 dan Return Loss ? 10. Berdasarkan hasil pengujian di Asrama Mahasiswa Kabupaten Sintang diperoleh hasil penguatan daya (gain) rata-rata dari antena pada jarak 5 meter sebesar 7,4 dBm, pada jarak 10 meter sebesar -0,4 dBm, pada jarak 15 meter sebesar -0,2 dBm, pada jarak 20 meter sebesar 1,6 dBm, pada jarak 25 meter sebesar 4 dBm dan pada jarak 30 meter sebesar 4,6 dBm. Untuk meningkatkan nilai kualitas sinyal (Signal Strength) dan penguatan daya (gain) yang lebih bagus lagi, sebaiknya dilakukan penambahan jumlah elemen array patch antena
Sistem Monitoring Rekayasa Kecerahan Ikan Arwana Aditya Rizky Wildani; Jannus Marpaung; Leonardus Sandy Ade Putra; Fitri Imansyah; Redi Ratiandi Yacoub
Journal of Electrical Engineering, Energy, and Information Technology (J3EIT) Vol 10, No 1: Januari 2022
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/j3eit.v10i1.52392

Abstract

Salah satu faktor penting dalam pemeliharaan ikan Arwana di aquarium adalah aspek kualitas air yang tergambar pada beberapa parameter fisik antara lain suhu dan derajat keasaman (pH), yang secara langsung mempengaruhi pertumbuhan dan daya tahan ikan Arwana. Maka, perlu melakukan pemantauan secara intensif yakni dengan merancang alat monitoring parameter air menggunakan teknologi ESP32. Tujuan penelitian ini merancang sensor parameter air menggunakan teknologi ESP32 dan meningkatkan warna ikan Arwana super red, untuk mengetahui keberhasilan dari penelitian ini maka peningkatan warna ikan Arwana super red akan di skala warna berdasarkan kecerahan dan di bandingkan dengan ikan pembanding arwana super red, dimana hasil skala warna ikan yang di berikan penyinaran naik 17 skala pada bagian sisik sedangkan untuk bagian pipi naik 9 skala dan untuk rata-rata hasil data yang keluar dari sensor dengan dua parameter air adalah suhu 27.33 ℃ dan pH 6.85.