cover
Contact Name
Iwan Rumalean
Contact Email
rumaleaniwansa@gmail.com
Phone
+6285228918677
Journal Mail Official
rumaleaniwansa@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ir. M. Putuhena Poka Ambon
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
JENDELA PENGETAHUAN
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19797842     EISSN : 30218314     DOI : https://doi.org/10.30598/jp16iss1pp1-12
Core Subject : Education,
JENDELA PENGETAHUAN was first published in April 2007 (Print ISSN 2979-7842) and is published by the Alumni of the Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Pattimura in collaboration with LP2M-Maluku. JENDELA PENGETAHUAN serves as a medium of scientific information and communication for the development and professionalism that contributes to the expansion of knowledge in the field of education, particularly through the application of curriculum, instruction, learning, policy, and teacher preparation, with the goal of advancing the understanding of educational theory and practice. This journal is published twice a year in April and October, and it accepts manuscripts or articles from academics and researchers both from within and outside the country.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 103 Documents
Pengembangan dan Pengelolaan Destinasi Wisata Batu Kapal Desa Liliboi Kabupaten Maluku Tengah Marni Rumakat; Daniel Anthoni Sihasale; Robert Berthy Riry
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp147-159

Abstract

Destinasi wisata Batu Kapal di Desa Liliboi, Kabupaten Maluku Tengah, merupakan salah satu objek wisata alam yang memiliki keunikan bentang alam berupa formasi batu karang menyerupai kapal, panorama pesisir yang indah, serta lingkungan yang masih relatif alami. Namun, potensi tersebut belum didukung oleh pengelolaan dan pengembangan yang optimal sehingga pemanfaatannya sebagai destinasi wisata unggulan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata Batu Kapal, menganalisis kondisi pengelolaannya, serta mengungkap berbagai kendala yang dihadapi dalam upaya pengembangan destinasi wisata tersebut. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang melibatkan pemerintah desa, pengelola wisata, pelaku usaha lokal, masyarakat, dan wisatawan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Batu Kapal memiliki potensi wisata yang kuat berdasarkan keunikan geomorfologi, keindahan panorama laut, peluang pengembangan wisata bahari, serta dukungan sosial budaya masyarakat setempat. Meskipun demikian, pengelolaan destinasi masih bersifat sederhana dan didominasi oleh partisipasi masyarakat secara swadaya dengan keterbatasan pada aspek fasilitas pendukung, promosi, kelembagaan, dan perencanaan pengembangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata Batu Kapal memerlukan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan potensi alam, pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan, dan prinsip pariwisata berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan infrastruktur, promosi digital, pembentukan pengelolaan berbasis komunitas, serta kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha untuk meningkatkan daya saing destinasi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pengaruh Iklim Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Nelayan di Desa Garara Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Asianti F, Rahanyaan; Ferdinand Salomo Leuwol; Johan Riry
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp160-172

Abstract

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.Kata Kunci: Perubahan Iklim, Kondisi Sosial Ekonomi, NelayanPerubahan iklim menjadi salah satu tantangan utama yang memengaruhi kehidupan masyarakat pesisir, terutama nelayan yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan laut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perubahan iklim terhadap kondisi sosial ekonomi nelayan di Desa Garara, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 10 orang nelayan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim ditandai oleh pergeseran musim, peningkatan frekuensi cuaca ekstrem, perubahan pola curah hujan, dan gelombang laut yang semakin tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan berkurangnya frekuensi melaut, menurunnya hasil tangkapan ikan dengan rata-rata 21,5 kg per hari, serta ketidakstabilan pendapatan nelayan. Dampak sosial yang muncul meliputi berkurangnya kemampuan memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan keluarga, meningkatnya ketergantungan pada pekerjaan sampingan, serta kerentanan ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan iklim tidak hanya memengaruhi produktivitas perikanan, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan sosial masyarakat pesisir. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kapasitas adaptasi nelayan melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, diversifikasi mata pencaharian, serta dukungan kebijakan yang berkelanjutan guna meningkatkan ketahanan sosial ekonomi masyarakat nelayan.
Penguatan dan Penanaman Nilai Adat dalam Tradisi Tiga Gandong Tamilouw, Hutumuri, dan Siri Sori Nisa H. Nusalelu; Melianus Salakory; Ferdinand Salomo Leuwol
JENDELA PENGETAHUAN Vol 19 No 1 (2026): JENDELA PENGETAHUAN
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/jp19iss1pp173-187

Abstract

Tradisi Tiga Gandong di Negeri Tamilouw, Hutumuri, dan Siri-Sori merupakan sistem kekerabatan adat yang berfungsi menjaga persaudaraan, solidaritas, dan keharmonisan masyarakat Maluku. Namun, arus globalisasi, modernisasi, dan perubahan pola hidup generasi muda menyebabkan terjadinya penurunan pemahaman terhadap nilai-nilai adat yang terkandung dalam tradisi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai adat dalam Tradisi Tiga Gandong, menganalisis bentuk penguatan nilai adat, mengkaji strategi penanaman nilai adat kepada generasi muda, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam proses pelestariannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pemerintah negeri, tokoh agama, pemuda, dan masyarakat pada tiga negeri gandong. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai adat yang terkandung dalam Tradisi Tiga Gandong meliputi solidaritas, gotong royong (masohi), toleransi, nilai religius dan spiritual, penghormatan kepada leluhur, tanggung jawab kolektif, dan loyalitas antar-negeri. Penguatan nilai adat dilakukan melalui ritual adat, peran lembaga adat, kegiatan sosial budaya, serta hubungan kerja sama antarnegeri. Penanaman nilai adat berlangsung melalui keluarga, pendidikan formal, keterlibatan dalam ritual adat, keteladanan tokoh adat, dan pembiasaan sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa keberlanjutan Tradisi Tiga Gandong tidak hanya bergantung pada pelaksanaan ritual, tetapi juga pada integrasi nilai adat dalam pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pewarisan nilai adat kepada generasi muda secara berkelanjutan. Temuan ini memperkaya kajian tentang pelestarian sistem kekerabatan adat berbasis budaya lokal di wilayah kepulauan Maluku. Berdasarkan hasil penelitian, nilai-nilai adat perlu diintegrasikan secara lebih sistematis dalam pendidikan, dokumentasi digital, dan program pemberdayaan pemuda guna menjaga keberlanjutan identitas budaya dan memperkuat kohesi sosial masyarakat.

Page 11 of 11 | Total Record : 103