cover
Contact Name
Gina Khairinisa
Contact Email
editor.jkk@fts.unjani.ac.id
Phone
+6285720197346
Journal Mail Official
editor.jkk@fts.unjani.ac.id
Editorial Address
Jl. Terusan Jenderal Sudirman Cimahi
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Kartika
ISSN : 19073879     EISSN : 2477054X     DOI : https://doi.org/10.29084/litkartika.v17i3
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Kartika ((P-ISSN 1907-3879; E-ISSN 2477-054X; DOI 10.29084, http://journal.stikesayani.ac.id/index.php/litkartika) provides a forum for publishing the original research articles related to: Public health Nursing Midwifery Molecular biology
Articles 154 Documents
Analisis Faktor Reinforcing Pada Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Dede, Dede Waslia
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i2.95

Abstract

Breast cancer is a major issue of women's health in the world, especially in developingcountries which have limited resources such as in Indonesia. The reason is because of thelack of an effective screening program to detect pre-cancerous and cancer conditions at earlystage including treatment before a further invasive process. Early detection of breast cancerneeds to be done to reduce mortality rate. Breast self-examination can find breast cancer up to75-85% if done regularly. Willingness to perform breast self-examination is one form ofbehavior which is influenced by many factors,one of which is reinforcing. The aim of theresearch is to identify the relationship between reinforcing factors and breast selfexamination(BSE). The method used is a quantitative with a cross sectional approach. Thepopulations were reproductive age women with a sample of 120 people by random samplingtechnique. Data collection was done through direct interview using questionnaire. The resultsconcluded that from 120 respondents, most respondents (74.2%) perform breast selfexamination.The reinforcing factors associated with breast self-examination are friendssupport (Pvalue 0,000), husband/ family support (Pvalue 0,000), and health personnel support(Pvalue 0,000).The most related reinforcing factor is husband / family support.
Faktor Lingkungan Sebagai Faktor Risiko Derajat Kepaparan Penyakit Paru Obstruktif Kronik Pada Lansia Novie, Novie Elvinawaty Mauliku; Desintra, Desinta Estri Dianis
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i2.97

Abstract

Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a disease characterized by limited airflow that is not entirely reversible. The People with COPD in Indonesia are estimated toreach 4.8 million with a prevalence of 5.6% and rank first with morbidity(35%).COPD cancause damage to the structure of the respiratory tract and result in narrowing of therespiratory tract. This study aims to determine the relationship of environmental factors withthe severity of COPD in the elderly at BBKPM Bandung. The study design was used crosssectional.The population of this study was all the elderly who treated at BBKPM Bandung in2017 as many as 51 people with a total sampling technique. A questionnaires and GPSDistance Meters were used as the research instruments. The results showed that there was arelationship between smoking history (p = 0.038) and house distance to pollutant sources (p= 0.014). Whereas the unrelated variables were occupational history (p = 0.956) andbiomass exposure at home(p = 0.189), it can be concluded that there is a correlation betweenthe history of smoking and distance of the house with COPD severity in the elderly.
Gambaran Kualitas Tidur Lansia Di Satuan Pelayanan Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kabupaten Garut Jemi, Jemi Rahmani A; Setiawan, Setiawan; Udin, Udin Rosidin
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i2.98

Abstract

Elderlies experience various changes, both in physical and psychological aspect.Degenerative diseases is also experienced by the elderlies. This situation is a high risk andcan caused poor sleep quality due to various factors. Elderlies in the elderly socialrehabilitation service units are less productive during the day and sometimes do notparticipate in existing programs or activities.The purpose of this research was to find out thedescription of sleep quality in elderlies in the Elderly Social Rehabilitation Services Unit ofGarut Regency. Population in this research was 75 people, and 53 people became sampletaken by consecutive sampling technique. The Pittburgh Sleep Quality Index (PSQI)instrument was used to measure sleep quality. Data analysis used univariate to determine thefrequency distribution of quality sleep of the elderlies. The study was conducted from April toJune 2019.The results of this study found that the elderly sleep quality category in the ElderlySocial Rehabilitation Service Unit of Garut Regency was dominant in the bad category(64.2%). Other results were components of sleep disorders (96.2%), sleep duration (30.2%),and activity dysfunction during the day (32.1%) were the causes of poor quality sleep in theelderly. Nurses and nursing homes are expected to know the quality of sleep in the elderly tobe able to provide appropriate interventions for elderly who experience sleep disorders bymaintaining an adequate sleeping environment so that the elderly can meet their sleep needs
Efektifitas Model Self Management Behavior Terhadap Pengendalian Gula Darah Puasa Pada Pasien DM Di Kelompok Prolanis Kota Bandung Tahun 2019 Ridwan Setiawan; Atin Karjatim; Cherly Marlina
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.108

Abstract

Latar belakang, Prevalensi diabetes untuk semua kelompok umur di seluruh dunia diperkirakan 2,8% pada tahun 2000 dan 4,4% pada tahun 2030. Adanya keterampilan memecahkan masalah pada penyakit DM, memungkinkan pasien untuk membuat suatu keputusan tentang pengelolaan yang terbaik untuk dirinya yaitu Model Pengendalian Kadar Gula Darah DM Tipe 2 dengan self managemen behavior. Tujuan, Efektifitas Pemberian model self management behavior terhadap pengendalian gula darah puasa pada penderita DM Type 2. Metoda : quasi experiment pre-post test with control group design, sampel 60 orang multi stage random sampling, analisa menggunakan wilcoxon sign ranks test serta Mann Whitney Test. Hasil : Analisa uji beda Mean pre 4,2333 serta post 1,5000 p Value 0,022 dimana <0,005 maka Ho ditolak ada perbedaan signifikan. Kesimpulan: Ada pengaruh Pemberian model self management behavior terhadap pengendalian gula darah puasa pada penderita DM Type 2 di wilayah kerja Puskesmas Kota Bandung tahun 2019
Pengetahuan dan Sikap Tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) Pada Siswi Di SMK Pasundan Putra Cimahi Flora Honey Darmawan; Anita Puspitasari
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.109

Abstract

Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan-perubahan fisik dan emosional yang kompleks, dramatis serta penyesuaian sosial yang penting untuk menjadi dewasa. Pada kondisi ini remaja belum memiliki kematangan mental karena masih mencari identitas atau jati dirinya sehingga sangat rentan terhadap berbagai pengaruh dalam lingkungan pergaulan termasuk dalam perilaku seksualnya. Salah satu masalah yang menonjol adalah Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) seiring dengan meningkatnya perilaku seks di luar nikah pada remaja. Remaja yang hamil di luar pernikahan akan mencoba melakukan aborsi tidak aman atau tetap melanjutkan kehamilannya dengan berbagai dampak yang bisa ditimbulkan, misalnya perdarahan yang berujung pada kematian ibu maupun bayi. Semua ini dapat berawal dari ketidaktahuannya mengenai KTD sehingga mengambil sikap yang tidak tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap mengenai Kehamilan Tidak Diinginkan pada siswi di SMK pasundan Putra Cimahi. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diteliti siswi sejumlah 61 orang menggunakan kuesioner berjumlah 30 pertanyaan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan hampir seluruh siswi memiliki pengetahuan yang baik tentang Kehamilan Tidak Diinginkan (98,4%), sebagian besar memiliki sikap negatif (50,8%), tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap tentang KTD pada siswi di SMK Pasundan Putra Cimahi (p>0,05). Pihak sekolah diharapkan dapat memprioritaskan pendidikan moral dan akhlak secara terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran.
Pemberdayaan Pekerja Kebersihan, Keindahan, dan Kenyamanan Lingkungan Unpad Melalui Pengembangan Kelompok Usaha Bersama dalam Perspektif Teori Strukturasi Wahyu Gunawan; Setiawan; Dadang Purnama
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.110

Abstract

Fakta bahwa tenaga kebersihan yang dipekerjakan oleh Unpad didominasi oleh perempuan dengan pendidikan sekolah dasar, menjadi bukti bahwa pekerja kebersihan merupakan masyarakat miskin. Meskipun Unpad sudah menunjukkan kepedulian dengan mempekerjakan mereka, namun dengan jumlah jam kerja hanya 4 jam dan upah yang dibawah standar minimum sangat sulit bagi pekerja tersebut untuk meningkatkan kesejahteraanya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui bagaimana kewirausahaan sosial dapat meningkatkan kesejahteraan tenaga kebersihan dengan memproduksi sabun herbal. Metode yang dipergunakan pada penelitian ini adalah desktriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Teori strukturasi dipergunakan untuk melihat bagaimana peran agen dalam mempertemukan struktur. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa agen menjadikan pengebangan kelompok usaha bersama sebagai cara untuk mempertemukan dua kepentingan, hanya saja dalam berjalannya proses ini diperlukan upaya pengawasan secara berkala dan terukur.
Hubungan Beban Kerja, Masa Kerja, Umur, dan Iklim Organisasi Dengan Stress Kerja Pada Karyawan Bagian Produksi PT. X R. Setijo Widodo; Hesti Lestari; Novie E. Mauliku
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.111

Abstract

Gangguan psikis merupakan potensi bahaya yang sering terabaikan, bahaya psikis ini juga merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan kesehatan mental seseorang pekerja. Terjadinya konflik dalam diri tenaga kerja sebagai akibat yang timbul dari gangguan psikologis apabila tidak segera diatasi akan berdampak pada timbulnya stres kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja, masa kerja, umur dan iklim organisasi dengan stres kerja pada karyawan bagian produksi PT. X. Desain penelitian yang digunakan metode cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan di bagain produksi yang berjumlah 58 orang. Tekhnik sampel menggunakan total sampilng. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran tekanan darah untuk mengukur beban kerja. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan umur (p-value= 0.001; OR= 109.667; 95% CI: 9.964-1206.976) dan masa kerja (p-value= 0.004; OR= 0.127; 95% CI: 0.64-0.254) dengan stres kerja, sedangkan beban kerja (p-value= 0.100; OR= 0.818; 95% CI: 0.082-8.207) dan iklim organisasi (p-value= 0.253; OR= 0.429; 95% CI: 0.099-1.857) tidak berhubungan dengan stres kerja. Perlunya mengadakan rekreasi bersama para karyawan dengan manajer untuk membina hubungan interpersonal yang baik, memberikan reward kepada karyawan agar memberikan motivasi dalam bekerja sehingga mampu meningkatkan kinerjanya.
PENDIDIKAN FEAR ARROUSING WARNING UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN SIKAP, SERTA MENURUNKAN INTENSI MENGKONSUMSI JUNK FOOD PADA ANAK SEKOLAH DASAR Agus Riyanto; Mona Megasari; Sutanto Priyo Hastono
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.112

Abstract

Gizi yang terkandung didalam junk food umumnya mengandung kalori, lemak, kolesterol, sodium, karbohidrat tinggi, dan serat makanan serta protein yang rendah. Dampak jangka panjang junk food meningkatkan berbagai penyakit seperti serangan jantung, diabetes, memicu sel kanker berkembang, dan penyakit hipertensi. Riset kesehatan dasar (2018) melaporkan bahwa penduduk Indonesia mengkonsumsi makanan/minuman manis ≥1 kali dalam sehari (53,1%), mengkonsumsi makanan berlemak, berkolesterol, dan makanan gorengan ≥1 kali per hari (40,7%), mengkonsumsi penyedap ≥1 kali dalam sehari (77,3%). Pada tahun 2017 di Kota Cimahi ada 65% anak SD terbiasa mengkonsumsi junk food dan ada 23% anak SD mengalami obesitas. Penelitian ini kami mengevaluasi pengaruh pendidikan fear arrousing warning terhadap pengetahuan dan sikap, serta menurunkan intensi mengkonsumsi junk food pada anak di Madrasah Ibtidaiyah Layyina Cimahi. Kami menggunakan desain one group pre-test/post-test dengan 97 anak SD kelompok intervensi. Kelompok intervensi pada anak SD kelas empat di SD Cimahi Selatan yang kasus obesitasnya tinggi. Anak SD diambil secara random sampling. Penelitian ini dilakukan selama enam bulan, dimana pendidikan fear arrousing warning tentang bahaya junk food menggunakan video, promosi kesehatan setiap minggu, dengan durasi 50-60 menit selama enam bulan. Setelah pendidikan enam bulan, pengetahuan dan sikap anak ada peningkatan signifikan, serta intensi mengkonsumsi junk food ada menurunan signifikan (P<0.05). Pengetahuan baik anak meningkat dari 82,3% (sebelum intervensi) menjadi 92,4% (setelah intervensi), sikap positif anak meningkat dari 53,2% (sebelum intervensi) menjadi 55,7% (setelah intervensi), Intensi anak mengkonsumsi junk food turun dari 78,5% (sebelum intervensi) menjadi 46,8% (setelah intervensi). Penelitian ini membuktikan bahwa pendidikan fear arousing warning pada anak SD selama enam bulan meningkatkan pengetahuan dan sikap anak dan menurunkan intensi anak mengkonumsi junk food.
Hubungan Pengetahuan Perawat Pelaksana dengan Penerapan Model Asuhan Keperawatan Profesional di Ruang Penyakit Dalam dan Bedah RSUD Cibabat Kota Cimahi Setiawati; Lilis Rohayani; Irman Akmaludin
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.113

Abstract

Latar Belakang, Model Praktik Keperawatan Profesional merupakan suatu model untuk meningkatkan standar mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit dengan menerapkan suatu sistem, struktur, proses, dan nilai yang berlaku. Penerapan MPKP di Rumah Sakit akan diterapkan apabila terdapat kebijakan dari manajerial mengenai kebutuhan MPKP. Pengetahuan adalah salah satu faktor penting untuk menunjang Optimalnya Penerapan MPKP. Penelitian bertujuan mengetahui hubungan pengetahuan perawat pelaksana dengan penerapan MPKP di ruang penyakit dalam dan bedah RSUD Cibabat Kota Cimahi Tahun 2015. Metode penelitian ini dirancang secara analitik dengan melakukan pendekatan model deskrptif korelasional dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 73 Perawat Pelaksana yang berada di ruang penyakit dalam dan bedah RSUD Cibabat dengan melakukan stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan dengan kuesioner yang diolah dengan analisis univariat (distribusi frekuensi) dan bivariat (Chi-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mempunyai pengetahuan yang Baik sebanyak 34 responden (46,6%). Sebagian besar responden telah Optimal dalam melaksanakan penerapan MPKP 39 responden (53,4%). Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat pelaksana mengenai MPKP dengan keoptimalan penerapan MPKP yang dilaksanakan oleh perawat pelaksana di ruangan (p value 0,0001 ≤ nilai α 0,05). Diharapkan kepada pihak manajerial rumah sakit untuk melaksanakan pelatihan MPKP yang dilakukan secara merata kepada seluruh Perawat Pelaksana
Pengaruh Buah Naga Merah Terhadap Kadar HB Ibu Hamil Trisemester II dan III di Puskesmas Batujajar Rika Nurhasanah; Indria Astuti
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.114

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah bagi kesehatan ibu. Anaemia dapat menimbulkan komplikasi pada ibu maupun bayi. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya anemia pada ibu hamil adalah dengan mengkonsumsi buah naga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh buah naga terhadap kadar HB ibu hamil trisemester II dan III. Desain penelitian menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan postest only group design. Populasi dalam penelitian adalah ibu haml trisemster II dan III yang berjumlah 30 orang yang terbagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan Uji T. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan kadar HB ibu yang mengkonsumsi buah naga denga yang tidak mengkonsumsi. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk memberikan sosialisasi kepada ibu hamil untuk mengkonsumsi buah naga merah sebagai alternative dalam meningkatkan kadar HB

Page 3 of 16 | Total Record : 154