Articles
154 Documents
Pengaruh Terapi Relaksasi Benson Terhadap Kecemasan Dalam Menghadapi UKK Pada Anak Usia Sekolah Kelas V Di SDN Baros Mandiri 5 Kota Cimahi
Lina Safarina;
Rahmi Imelsia
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 14 No. 3 (2019): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v14i3.115
Usia sekolah merupakan periode anak yang rentan terhadap permasalahan kesehatan yang akan berpengaruh terhadap kualitas hidup anak. Sekolah selain tempat untuk memperoleh pendidikan, juga dapat memicu stres pada anak. Salah satunya ketika anak menghadapi ujian di sekolah. Dampak kecemasan pada anak, menyebabkan anak tidak produktif dan terganggu dalam memecahkan masalah. Intervensi yang dapat dilakukan untuk menurunkan kecemasan, yaitu dengan melakukan relaksasi benson yang merupakan terapi religus yang melibatkan keyaninan agama secara langsung. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi relaksasi benson terhadap kecemasan dalam menghadapi UKK pada anak usia sekolah kelas V. Metode penelitian menggunakan pre eksperimen dengan desain one group pretest post test. Populasi penelitian adalah seluruh anak kelas V di SDN Baros Mandiri 5 Cimahi dengan besar sampel 18 anak. Tehnik pengambilan sampel menggunakan propusive sampling. Instrumen penelitian menggunakan SACS dan analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji T dependent. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbendaan mean kecemasan sebelum dan setelah diberikan terapi relaksasi benson, dan hasil uji menunjukkan terdapat pengaruh relaksasi benson terhadap kecemasan (pValue =0.001). Disarankan kepada sekolah untuk melakukan terapi besnson secara berkelanjutan ketika anak mengalami kecemasan menghadapi UKK.
Promosi Kesehatan Melalui Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Premenstrual Syndrome (Pms) Dan Dismenorhoe Pada Remaja Putri
Cherly Marlina;
Sulastri;
Budi Setyono
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.116
Gangguan haid merupakan gangguan kesehatan yang terjadi pada 30-50% remaja. Kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi khususnya menstruasi pada remaja puteri berdampak pada kesiapan atau ketidaksiapan dalam menghadapi menarche yang dapat menimbulkan reaksi positif maupun negatif pada saat menstruasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas Media Video Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang PMS dan Dismenorhoe Pada Remaja Putri SMP. Desain yang digunakan adalah Quasi Eksperimen. One Group Pretest Posttest Pretest. Populasi, remaja puteri SMPN I dan SMP Negeri IX. Sampel, accidental sample sebanyak 30 orang remaja puteri. Hasil penelitian uji statistik didapat nilai p= 0,012 dimana nilai p < 0,05 sehingga ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan setelah diberikan intervensi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, maka dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan tentang dismenorhoe dan pre menstrual syndrome yang signifikan baik pada kelompok intervensi maupun kelompok kontrol.
Hubungan Perilaku Makan dengan Status Gizi pada Anak Usia Preschool di Wilayah Kerja Puskesmas Purwasari Desa Tamelang Kota Karawang
Fauziah Rudhiati;
Afgal F.Fudoli;
Rini Mulyati
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.117
Latar Belakang: Hal yang mempengaruhi status gizi secara langsung di Desa Tamelang Kota Karawang diantaranya adalah asupan makanan. Perilaku makan akan mempengaruhi jumlah dan asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak. Anak dengan perilaku makan yang tidak baik atau negatif dapat mengalami masalah pada status gizinya. Berdasarkan prevalensi perilaku makan pada anak preschool terkait picky eater antara lain kurangnya variasi pangan (58.1%), penolakan pada sayur, buah, daging, dan ikan (55,8%), dan kesukaan pada metode pemasakan tertentu sebesar 51,2% Berdasarkan Riskesdas (2013) yang mengalami gizi kurang di Jawa Barat mencapai (13,8%). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku makan dengan status gizi pada anak usia preschool di Wilayah Kerja Puskesmas Purwasari Desa Tamelang Kota Karawang. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 71 responden ibu dan anak yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data perilaku makan anak dan status gizi anak dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil uji statistic didapatkan perilaku makan anak dan status gizi anak didapatkan p value (0,01) <α (0,05). Hal ini menunjukan terdapat hubungan antara perilaku makan dengan status gizi pada anak usia preschool di wilayah kerja puskesmas purwasari desa tamelang kota karawang. Saran: Penelitian ini diharapkan memperkaya teori mengenai perilaku makan. Selain itu dapat mengembangkan upaya pencegahan kejadian kekurangan gizi pada anak usia Preschool
Kompres Hangat Payudara untuk Meningkatkan Kecukupan ASI Ibu Postpartum di Wilayah Kerja Puskesmas Cimahi Tengah
Hemi Fitriani;
Dena Apriliyani;
Murtiningsih
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.118
Latar Belakang: Banyak ibu mengeluhkan produksi ASI tidak mencukupi kebutuhan bayinya pada minggu pertama setelah kelahiran. Hal ini menyebabkan ibu dengan cepat memutuskan untuk memberi pengganti Air Susu Ibu (PASI), sehingga kegagalan pemberian ASI eksklusif telah terjadi di minggu pertama kehidupan bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi pengaruh kompres hangat payudara terhadap kecukupan ASI pada ibu postpartum di minggu pertama setelah melahirkan. Metode: Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini Pra eksperimen rancangan Statis Group Comparison ini dilakukan pada ibu primipara pasca melahirkan hari ketiga di Wilayah Kerja Puskesmas Cimahi Tengah pada bulan April-Mei 2018. Total sampel 22 responden diambil dengan teknik quota. 11 responden untuk kelompok intervensi dan 11 responden untuk kelompok kontrol. Pengumpulan data kecukupan ASI dilakukan dengan observasi selama 24 jam dan wawancara. Kompres hangat payudara diberikan selama 15 menit pada setiap payudara, 3 kali sehari selama tiga hari. Analisa univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan Chi square. Penelitian mendapatkan persetujuan etik dari komisi etik STIKes A.Yani Cimahi dengan nomor 023/KEPK/II/2018. Hasil Penelitian menyatakan 90,9% ibu posrpartum yang tidak mendapatkan kompres hangat payudara mengalami ketidakcukupan ASI dan 90,9% ibu postpartum yang mendapat kompres hangat payudara mengalami kecukupan ASI. Hasil uji Chi square diperoleh p value 0,001 yakni p ≤ α 0,05 yang berarti terdapat pengaruh kompres hangat payudara ibu postpartum terhadap kecukupan ASI. Simpulan Hasil. Kompres hangat payudara dapat meningkatkan kecukupan ASI ibu postpartum pada minggu pertama setelah kelahiran. Saran: Perawat dapat melakukan intervensi kompres hangat payudara untuk mengatasi ketidakcukupan ASI pada ibu post partum pada minggu pertama setelah kelahiran
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Tekanan Darah Pada Lansia Yang Mengalami Hipertensi Di Kelompok Prolanis Wilayah Puskesmas Padasuka Cimahi Tahun 2018
Susilowati;
Novitasari Dewiyana
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.119
Latar belakang: Hipertensi adalah penyakit umum yang terjadi pada orang tua. Berdasarkan Riskesdas 2013 penderita hipertensi sebesar 25,8%. Prevalensi kejadian hipertensi di pusat kesehatan di Padasuka adalah 4,47%. Salah satu penatalaksanaan hipertensi dapat berupa terapi nonfarmakologis, yaitu senam lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Metode: Desain penelitian adalah Quasy Eksperiment dengan Time Series Design. Jumlah sampel 13 orang yang dipilih dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data melalui dua tahap, yaitu univariat untuk melihat distribusi frekuensi dan bivariat untuk melihat hubungan (Paired T Test dan Test Repeat Anova). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tekanan darah tampaknya mengalami penurunan yang signifikan pada hari ke 12 dengan p = 0,001. Kesimpulan: senam lansia memiliki pengaruh signifikan terhadap tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi pada kelompok prolanis Puskesmas Padasuka Cimahi. Saran: dianjurkan agar puskesmas dapat meningkatkan frekuensi olahraga lanjut usia dalam kelompok prolanis sebanyak 2 minggu secara teratur.
Gambaran Indeks Masa Tubuh (IMT) pada Aktivitas SGPT Usia Remaja
Fini Ainun Qolbi Wasdili;
Gina Khairinisa
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.120
Latar belakang: Masalah gizi remaja perlu mendapatkan perhatian khusus karena berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tubuh serta dampaknya akan berhubungan dengan tubuh pada saat dewasa. Indikator status gizi berdasarkan berat badan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) yang merupakan perbandingan antara berat badan dan tinggi badan dengan tinggi badan. Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menimbulkan perlemakan pada organ hati. Parameter laboratorium yang digunakan untuk menentukan fungsi hati adalah melalui pemeriksaan aktivitas enzim, yaitu Serum Glutamic Pyruvic Transaminase (SGPT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran Indeks Massa Tubuh (IMT) pada aktivitas SGPT usia remaja. Metode: Desain penelitian ini bersifat observasional dengan sampel terdiri dari 30 orang mahasiswa dengan kategori usia remaja. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan untuk menentukan nilai IMT serta pengukuran aktivitas SGPT, kemudian data yang diperoleh dianalisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan status IMT kurus (10%), normal (40%), kegemukan (27%), obesitas I (13%) dan obesitas II (10%). Hasil penelitian pengukuran aktivitas SGPT adalah 93% adalah normal dan 7% abnormal. Hanya terdapat 2 orang dengan SGPT abnormal pada status IMT kegemukan sedangkan 6 orang lainnya memiliki nilai SGPT normal. Kesimpulan variasi status IMT pada usia remaja masih menunjukkan nilai aktivitas enzim SGPT yang normal.
Hubungan Pengetahuan Keluarga dengan Dukungan Keluarga tentang Pemeriksaan Tumbuh Kembang Balita di Puskesmas Garuda Kota Bandung
Berlyna Saragih;
Theresia Mani Ratu;
Ria Angelina
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.121
Latar belakang: Pengetahuan tentang pemeriksaan tumbuh kembang balita sangat penting diketahui oleh orang tua ataupun anggota keluarga lainnya sehingga mudah mendeteksi bila ada penyimpangan tumbuh kembang. Dengan memiliki pengetahuan yang baik, maka keluarga akan memberi dukungan terhadap kegiatan pemeriksaan tumbuh kembang yang dilakukan oleh petugas kesehatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan keluarga dengan dukungan keluarga tentang pemeriksaan tumbuh kembang balita di Puskesmas Garuda Kota Bandung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 93 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data penelitian menggunakan kuesioner. Hasil penelitian sebanyak 53 responden (57 %) memiliki pengetahuan yang baik tentang pemeriksaan tumbuh kembang dan 91 responden (97,8 %) mendukung pemeriksaan tumbuh kembang balita. Berdasarkan uji korelasi spearman rank didapatkan nilai p-value = 0,015 (p < 0,05), artinya terdapat hubungan. Kesimpulan :Pengetahuan berhubungan dengan dukungan keluarga tentang pemeriksaan tumbuh kembang balita di Puskesmas Kota Bandung. Disarankan bagi petugas kesehatan untuk tetap memberikan informasi tentang pentingnya pemeriksaan tumbuh kembang kepada semua anggota keluarga yang memiliki anak balita.
Hubungan Tingkat Kecukupan Protein, Fe dan Diare dengan Kejadian Anemia Pada Anak Sekolah Dasar Di MI PUI Kota Cimahi
Teguh Akbar Budiana;
Lela Juariah
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.122
Latar belakang: anemia merupakan salah satu masalah gizi mikro yang cukup serius dengan prevalensi cukup tinggi di Indonesia. Anemi pada anak sekolah dasar merupakan satu masalah gizi yang perlu mendapat perhatian khusus. Kejadian anemia di pengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya asupan zat gizi yang kurang dan kejadian infeksi. Metode: penelitian ini dilakukan di MI PUI Kota Cimahi dengan desain penelitian cross sectioanal, subjek penelitian anak sekolah kelas 5 yang berjumlah 44 anak. Kejadian diare di ukur menggunakan form kuesioner, recall 2 x 24 jam untuk mencatat asupan protein, dan Fe, kadar hemoglobin dianalisis menggunakan metode cyanmethemoglobin, analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian hasil penelitian diperoleh responden anemia sebesar 20,5%, tingkat kecukupan protein kurang 27.3%, tingkat kecukupan Fe kurang 45.5%, dan kejadian diare 18.2%. Analisis chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara asupan protein dengan kejadian anemia (p=0.007), terdapat hubungan yang signifikan antara asupan Fe (p=0.006) dengan kejadian anemia dan tidak terdapat hubungan antara diare dengan kejadian anemia (p=0.326). Kesimpulan: asupan protein dan Fe yang rendah berperan terhadap resiko terjadinya anemia pada anak sekolah
Analisis Investasi Pengobatan Rabun Mata dengan Metode Lasik di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung
Laili Rahmiyati, Ayu;
Rachmadi, Huzen;
Ayu Maharani, Nadya
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 1 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i1.143
Latar belakang: Investment Analysis digunakan untuk menganalisis invetasi yang sudah dikeluarkan untuk pengobatan metode lasik dari sisi provider, dengan cara menghitung biaya dan manfaat dari investasi pembelian alat lasik. Pada tahun 2016-2018 di Pusat Mata Nasional (PMN) Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung, berdasarkan data layanan untuk tindakan operasi lasik belum mencapai target sehingga kemungkinan pendapatan yang hilang sebesar Rp 3.526.521.284. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan manfaat dan biaya dalam rupiah dari pengeluran investasi metode lasik di PMN Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung Tahun 2019. Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Analisis perhitungan menggunakan Payback Period (PP), Benefit Cost Ratio (BCR), Net Present Value (NPV), dan Internal Rate Of Return (IRR). Hasil penelitian Hasil perhitungan Payback Period didapatkan bahwa biaya investasi untuk metode lasik akan tertutup dalam waktu 8 tahun 5 bulan. Nilai rasio benefit-cost didapatkan rasio 1,347 (hasil rasio ≥ 1). NPV dapat diterima, karena NPV > 0. IRR berada pada 7%, artinya bahwa lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku dan investasinya menguntungkan. PMN Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung diharapkan dapat melanjutkan metode lasik dan meningkatkan pemantauan secara berkala mengenai pendapatan dan biaya pengeluaran dari metode lasik agar manfaat (benefit) selalu lebih besar dibandingkan dengan biaya (cost).
PENGGUNAAN KUTEKS SEBAGAI ALTERNATIF MOUNTING MEDIA PADA PEMBUATAN PREPARAT JARINGAN
Khristian, Erick;
Purnama, Jeri Nobia
JURNAL KESEHATAN KARTIKA Vol. 15 No. 2 (2020): Jurnal Kesehatan Kartika
Publisher : Faculty of Health Science and Technology, University of Jenderal Achmad Yani
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.26874/jkkes.v15i2.151
Mounting media is one of the important components in making tissue slides. Mounting media serves to cover the tissue on the slide to protect it from damage and also creates a refractive index between the tissue and objective lens approach, so that it can be seen clearly when observed using a microscope. Mounting media commonly used in the laboratory for tissue slide include entelan, Canada balsam and DFX. The aim of this research is to find an alternative mounting media that is cheap, easy to obtain and has a value comparable to the commonly used mounting media. The study used various organs of the liver, kidney, testes and brain stained with Haematoxylin Eosin. The analysis used is descriptive analysis by comparing the quality of the tissue slides using different mounting media, that is entelan and nail polish. The test parameters to see the quality of the results from the use of mounting media are the contrast of the tissue slides, the details of the nucleus and the brightness of the cytoplasm. The results of the study showed comparable values for tissue slide contrast, nucleus detail and the brightness of the cytoplasm for all the organs made. It is advisable to use other stains to ensure that the use of nail polish can be used as a mounting media in the laboratory