cover
Contact Name
Ahyuni
Contact Email
geografi@ppj.unp.ac.id
Phone
+6281374313571
Journal Mail Official
geografi@ppj.unp.ac.id
Editorial Address
Departemen Geografi FIS UNP
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Buana
ISSN : -     EISSN : 26152630     DOI : https://doi.org/10.24036/student.v3i1
The journal welcomes contributions in such areas of current analysis in: Geography Education Geography Education
Articles 725 Documents
KONDISI EKSISTING ALIRAN SUNGAI CIBARUKRUK, CITARUM DAN CIBOGO DAN MENGHITUNG DEBIT SUNGAI DENGAN TEKNIK MENGUNAKAN CURRENT METER Abellia Fanny Aldeta; Abdul Hadi Putra; Aditya Herfianda; Aditya Saputra; Apriadi Agussalim; Nurfadhilla Nurfadhilla; Nurul Rahmadilla Edgar; Randu Prayoga Putra; Shintia Franzela; Tasa Anike; Widya Prarikeslan; Aprizon Putra
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1396

Abstract

This research was conducted at three locations, Cibarukruk River, Citarum River and Cibogo River. Based on the background of this study aims to determine the geological conditions of the constituent rock at location surveyed, the river profile and river flow calculation techniques using current meters. By using the river flowrate calculation method. But when the authors conducted a field survey, the area surveyed was in the dry season so the three rivers could not be counted for river discharge. From this study, it was found that the Cibarukruk River has a U-shaped morphology located in the Alluvial region, which has soil constituent rocks and sedimentary rocks which form the average constituent rocks in the river area. This river has a length of A-B which is 10 cm, and width A is 4 m and width B is 6 m. Citarum River is located in Cisanti which is at the foot of Wayang Windu Mountain. Cisanti is one of upstream Citarum 0 Kilometers river. Citarum is an artificial river that has only soil constituent rocks. The Cibogo River is also in the Alluvial area which has a constituent rock in the form of sedimentary rock consisting of clay and sand. The length of this river is 9.8 meters and 6.2 meters wide. This river has the same morphology as the Cibarukruk river which has a cross-section in the shape of the letter U.
KAKTERISTIK DAERAH RAWAN BANJIR DI DESA BUMIWANGI KECAMATAN CIPARAY KABUPATEN BANDUNG Anggi Pumar; Naufal Muhammad Akram; Rizky Prabowo; Ririn Eriska; Silvi Widya Rahmi; Tri Agustia; Rahmat Ilham; Ahyuni Ahyuni
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian permukiman berdasarkan parameter tingkat kerawanan banjir , serta kesingapan dan tanggapan masyarakat terhadap bencana tersebut Penelitian bertujuan untuk mengetahui kondisi Karakteristik masyarakat daerah rawan banjir. Penelitian dilakukan di Desa Bumiwangi atas dasar pertimbangan bahwa di daerah tersebut sering terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara terbuka, observasi, dan telaah dokumen, selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menggunakan Peta dan Tabel Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kondisi wilayah Desa Bumiwangi sebagian besar terdiri dari dataran tinggi berupa pegunungan yang terjal dan merupakan daerah mata air serta hulu sungai, sangat rawan terhadap bencana alam yang berupa banjir dan tanah longsor. Bencana alam banjir yang terjadi di Desa Bumiwangi terutama disebabkan oleh penggundulan hutan, pendangkalan dasar sungai, dan menyempitnya lebar sungai. Upaya yang dilakukan oleh masyarakat untuk penanggulangan bencana alam banjir yaitu dengan memberi penyuluhan dan penyadaran kepada warga tentang manfaat penghijauan dan dampak pembuangan sampah sembarangan, pengerukan dasar sungai, serta pelebaran sungai ataupun pelarangan terhadap bangunan di bantaran sungai. Sedangkan bencana alam tanah longsor disebabkan karena beralihnya wilayah konservasi menjadi pemukiman penduduk, penebangan hutan, dan tata ruang yang kurang baik. Upaya penanggulangan yang dilakukan yaitu dengan difungsikan kembali wilayah konservasi, penyadaran warga terhadap pentingnya penghijauan, dan memperbaiki tata ruang yang lebih baik seperti pelarangan mendirikan bangunan di lereng terjal dan perbaikan drainase. Berdasarkan Analisis menggunakan system informasi geografis maka dapat disimpulkan bahwa Bumi Wangi merupakan daerah yang cukup rawan terhadap bencana alam terutama banjir dan tanah longsor. Upaya penanggulangan bencana alam sangat diperlukan partisipasi dan kesadaran dari semua pihak (aparat pemerintah daerah, organisasi sosial, tokoh masyarakat, warga masyarakat, keluarga) baik dalam mengelola hutan, menjaga kelancaran arus sungai, drainase, menjaga wilayah konservasi, dan tata ruang kota yang lebih baik
INDUSTRI BERBASIS SINGKONG DI DESA CITATAH, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG BARAT Dian Sepiati; Siska Siska; Febby Fitri Yolanda; Rizki Oktaviandra; Resma Yani; Agusti Handoko; Widya Meisya Hardin; Popy Ariani; Ananta Wijaya; Bima Aulia Fikri; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1398

Abstract

Peuyeum is a special food in West Java regency whose main raw material is cassava. Citatah Village is one of the villages in West Bandung regency which is the center of cassava peuyeum processing. Data obtained from interviews, observations and questionnaires. The method used in this research is quantitative descriptive method by describing the findings in the field. Both by using storytelling and visual thinking techniques, then depicting using a canvas model to illustrate the overall business of the Peuyem Industry. The result is that there is no innovation in processing peuyeum into other products that have a higher selling value.
PARIWISATA TERPADU DI KAWASAN STONE GARDEN DESA GUNUNG MASIGIT, KECAMATAN CIPATAT, KABUPATEN BANDUNG Ade Perdana Putra; Tio Buana Putra; Andrio Saputra; Yusuf Baihaqi; Wely Yelvia Sartika; Fella Melifa; Suci Allara Putri; Rika Reskika; Suci Rahmadani; Amrin Sobirin; Yurni Suasti; Sri Mariya; Murni Sulastri
JURNAL BUANA Vol 4 No 5 (2020)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v4i5.1399

Abstract

This study was designed to describe and manage integrated tourism areas in the Masigit Village, Cipatat District, West Bandung Regency. The method used in this study is a survey method using primary and secondary data. The results of this study produce a description of the debate in the tourist area such as opposing the road to the location which is still a dirt road and bumpy and when it rains it becomes very muddy. Then in the development of the amount of money from three attractions in Indiana Camp Monthly income can reach Rp. 2,000,000-Rp. 20,000,000. The percentage of the number of visits also increased, Winus visits in 2014 amounted to 93.27% increased in 2018 to 98.35% while foreign tourists in 2014 amounted to 0.065% increased to 1.65% in 2018.
PEMETAAN KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN TANAMAN ALPUKAT (PERSEA AMERICANA MILL) DI KECAMATAN LIMA KAUM, KABUPATEN TANAH DATAR, PROVINSI SUMATERA BARAT AGUSTI HANDOKO; Triyatno Triyatno
JURNAL BUANA Vol 5 No 4 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i4.1400

Abstract

Peningkatan kebutuhan lahan disertai persaingan penggunaan lahan sektor pertanian dengan non pertanian memerlukan rencana serta evaluasi agar lahan termanfaatkan secara optimal. Wilayah Indonesia secara umum sangat cocok untuk sektor pertanian, baik tanaman pangan maupun hortikultura, salah satunya adalah alpukat. Produksi alpukat nasional terus berkembang, namun produktivitas alpukat di Kab. Tanah Datar terus menurun diikuti pada tingkat Kecamatan Lima Kaum. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran karakterstik lahan dan kesesuaian lahan untuk tanaman Alpukat di Kecamatan Lima Kaum. Metode yang digunakan adalah matching karakteristik lahan dengan parameter syarat tuumbuh tanaman alpukat, dimana faktor pembatas/penghambat terberat sebagai penentu kelas kesesuaian lahan. Hasil menunjukan Curah hujan tahunan di Kecamatan lima kaum berkisar 2000- 2592,2 mm dan rata-rata lama bulan kering 1-4 bulan. Tekstur tanah didapati kategori halus, agak halus dan agak kasar. Drainase tanah memiliki kategori baik dan agak baik/sedang. Kedalaman efektif tanah diantaranya 25 cm, 50 cm, 70 cm dan >100 cm. Kemasaman tanah (pH) dengan nilai 5, 6 dan 7. Nilai KTK pada rentang 16,753 – 25,186. Hasil matching diperoleh 6 subkelas kesesuaian lahan. Subkelas S2- CH dengan luas 2134,96 ha, S2-CH.pH dengan luas 263,19 ha, S3-KET dengan luas 476,34 ha, S3-TKS dengan luas 59,26 ha, S3-TKS.KET 14,91 ha dan N-KET dengan luas 115,64 ha.
kARAKTERISTIK PEDAGANG KAKI LIMA (PKL) DI KOTA PAYAKUMBUH Ririn Aurelia N; Fitriana Syahar
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.1401

Abstract

This study aims to: (1) Know how the street vendors in Payakumbuh City, (2) Knowing how the distribution of the area of origin of street vendors buyers in Payakumbuh City. This type of research is descriptive with a quantitative approach using primary data and secondary data obtained through observation, interviews, questionnaires and documentation. Respondents of this research are 75 street vendors who are on Jalan Soekarno-Hatta to Jalan Jendral Sudirman Payakumbuh market. The data analysis technique used is the data analysis technique using the Rank Size Rules and Breaking Point methods. This study found: (1) The characteristics of the street vendors consist of street vendors and street vendors. (2) The distribution of areas of origin for buyers within the City of Payakumbuh is in the Parit Rantang, Ibuh, and Padang Tinggi Piliang villages. Buyers outside Payakumbuh come from Pekanbaru, Bukittinggi, and Batusangkar.
ANALISIS PERUBAHAN LUAS TANAH ULAYAT DI NAGARI SUPAYANG KECAMATAN PAYUNG SEKAKI KABUPATEN SOLOK Yulia permata sari; Yudi Antomi
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.1408

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Posisi tanah ulayat di nagari Supayang Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok. (2) Membuat peta perubahan luas tanah ulayat yang sudah terjual dan belum terjual. (3) Faktor-faktor peyebab terjualnya tanah ulayat. Jenis penelitian ini digolongkan menjadi penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan metode wawancara untuk menggali informasi mengenai posisi tanah ulayat nagari, batas-batas tanah ulayat nagari yang terjual dan faktor-faktor penyebab terjualnya tanah ulayat di nagari Supayang Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu : (1) Posisi tanah ulayat di nagari Supayang Kecamatan Payung Sekaki Kabupaten Solok adalah sama halnya dengan posisi tanah ulayat diseluruh wilayah Minangkabau yakni dimiliki bersama oleh anggota kaum atau suku.tanah ulayat tidak boleh diperjualbelikan, hanya boleh digadai apabila suku atau kaum tersebut sedang berada dalam kondisi : a.maiak tabujua diateh rumah, b. rumah gadang katirisan, c. gadih rando indak balaki, dan d. mambangkik batang tarandam. (2) Batas tanah ulayat yang terjual adalah tanah milik Dt. Lompong sati dari suku Caniagodi arah utara seluas 142 Ha dan Dt. Rangsang baduri dari suku Malayu disebelah selatan dengan luas 232 Ha. (3) Faktor-faktor penyebab terjualnya tanah ulayat adalah : a. adanya kesempatan akibat dorongan ekonomi, b. faktor lokasi, dan c. faktor pendidikan masyarakat.
PENENTUAN LOKASI TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH AKHIR KAWASAN PERKOTAAN BATUSANGKAR KABUPATEN TANAH DATAR Rahma Dani Putra; Widya Prarikeslan
JURNAL BUANA Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i2.1425

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Wilayah Perkotaan Batusangkar dan Mengetahui Kesesuaian Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Berdasarkan Hasil Analisis Dengan Pola Ruang Wilayah Perkotaan Batusangkar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dengan menggunakan metode overlay yang dilakukan pada setiap parameter yang dijadikan acuan dalam membuat tahapan dalam menentukan lokasi TPA sampah dan kesesuaian terhadap pola ruang perkotaan Batusangkar. Hasil penelitian menunjukan bahwa 1) luas lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Tahap Regional yang sesuai adalah 3156,28 Ha, dan tidak sesuai 203,05 Ha. Selanjutnya luas Lokasi TPA Tahap Penyisihan yang sesuai adalah 12,458856 Ha, dan tidak sesuai 3346,852 Ha. 2) Hasil Kesesuaian Lokasi TPA hasil analisis dengan Pola Ruang Perkotaan Batusangkar menunjukan bahwa Lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sesuai dengan Pola Ruang Perkotaan Batusangkar dengan luas 12,458856 Ha, yang terletak di Nagari Saruaso dan yang tidak sesuai dengan luas 3346,852 Ha.
KAJIAN PSIKOLOGIS PENGGUNA DOMPET ELEKTRONIK DI KOTA JAMBI Alifia Syarna Salika; Sri Mariya
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.1432

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat tentang penggunaan dompet elektronik. Informan dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Jambi yang menggunakan maupun yang tidak menggunakan dompet elektronik. Teknik pengumpulan data menggunakan metode indepth inteview. Teknik analisa yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sikap masyarakat tentang penggunaan dompet elektronik memberikan sikap positif, dimana mereka mendukung dompet elektronik yang sangat membantu (2) minat masyarakat untuk menggunakan dompet elektronik sudah terbukti dari hasil wawancara 17 responden yang sudah berminat menggunakan dompet elektronik (3) Masyarakat sudah memahami penggunaan nya serta manfaat nya karena dompet elektronik lebih praktis dan efisien sehingga masyarakat termotivasi untuk menggunakan dompet elektronik (4) harapan masyarakat terhadap penyelenggara dompet elektronik yaitu meningkatkan sosialiasasi kepada masyarakat tentang kemudahan penggunaan serta manfaat yang di dapat dari dompet elektronik sehingga masyarakat lebih tertarik untuk menggunakaan nya. Kata Kunci: Psikologis; Pengguna; Dompet Elektronik ABSTRACT The purpose this research is to find out the public perception of the use of electronic wallet. The informant in this research is the citizen of Jambi as a electronic wallet user or not. Data collection techniques by using indepth interview to 17 informant with different professions and ages background. The analysis technique by using descriptive qualitative method. The result showed (1) Attitude of society towards the use of electronic wallet is positive, they support it because it very helpful. (2) the public interest to use electronic wallet has been proven from interviews 17 informants who were interested in using electronic wallet. (3) The society already understand the usage and benefits of it because using electronic wallet is more practical and efficient so the people are motivated to use electronic wallet. (4) The society hope the operator of electronic wallet ro increase socialization to the public about the easiness using it and the benefits so people are more interesed to using it. Keywords: Psychological; Users; Electronic Wallet
IMPLEMENTASI LITERASI TEKNOLOGI DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 15 PADANG Khairani Anisya putri; Nofrion Nofrion
JURNAL BUANA Vol 5 No 1 (2021)
Publisher : JURUSAN GEOGRAFI FIS UNP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/student.v5i1.1447

Abstract

This study aims to describe the implementation of technological literacy in geography learning at SMA Negeri 15 Padang as seen from the indicators of technological literacy skills, namely content, process, context, and attitudes. This type of research is a quantitative descriptive study. The population of this study were students of class X majoring in social studies and MIA at SMA Negeri 15 Padang, totaling 252 students. The technique used in this sampling was simple random sampling, the sample was taken randomly, totaling 72 students. The data source of this research is primary data, namely data obtained from class X students and secondary data, namely data obtained from Administration of SMA Negeri 15 Padang. The research instrument was a questionnaire and the data were processed using a percentage formula. The results showed that the implementation of technological literacy in geography learning at SMA Negeri 15 Padang is in a good category with a score range of 113.6-138.6 and the number of students answered at a percentage of 65%, with details: (1) The content indicator is at good category with a value range of 21.4-25.2 with the number of students answering at a percentage of 68.1%. (2) The process indicator is in the good category with a score range of 28.2-33.6 with the number of students answering at a percentage of 54.2%. (3) The context indicator is in a fairly good category with a score of 14-17 with the number of students answering at a percentage of 51.4%. (4) The attitude indicator is in the good category with a score of 48.6-58.8 with the number of students answering at a percentage of 62.5%.