cover
Contact Name
Musa Thahir
Contact Email
musa.thahir@uin-suska.ac.id
Phone
+6285263678409
Journal Mail Official
musa.thahir@uin-suska.ac.id
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.94, Kp. Melayu, Kec. Sukajadi Kota Pekanbaru, Riau 28122
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
At-Tajdid: Journal of Islamic Studies
ISSN : -     EISSN : 28093941     DOI : http://dx.doi.org/10.24014/at-tajdid.vxix.xxxxx
At-Tajdid: Journal of Islamic Studies (E-ISSN: 2809-3941) diterbitkan oleh Pascasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau pertama kali pada bulan Oktober tahun 2021. At-Tajdid: Journal of Islamic Studies terbit 4 (empat) kali setahun pada bulan Oktober, Januari, April dan Juli berisi tulisan/artikel hasil pemikiran dan hasil penelitian yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam disiplin ilmu pendidikan dan pembelajaran, hukum kontemporer dan Islam, ekonomi kontemporer dan Islam.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023" : 5 Documents clear
Perekonomian pada Masa Nabi Muhammad Saw: Ditinjau dari Kebijakan Fiskal Ichsan, Atikah Nurul; Despileny, Iren; Jannah, Niza Zahratul; H, Herlinda; Alpizar, Alpizar
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.27835

Abstract

This research aims to learn about the economics of the time of the Prophet Muhammad SAW which is reviewed from fiscal policy. The study uses the library research approach as a method of gathering data by involving an understanding and study of the theories that exist in various relevant literary sources. The economy of the Prophet Muhammad began after his Hijrah to Medina with the establishment of Medina as a peaceful and civilized country according to the principles of economic Shariah. The principle of fiscal policy in Islam aims to develop a society based on a balanced distribution of wealth by placing material and spiritual values on an equal and balanced level. During the time of the Prophet Muhammad SAW, the income of the state was derived from primary and secondary sources of income. This source of income is collected first and then spent according to the needs of the country. The status of the property belongs to the state and not to individuals. The place where the funds are gathered is called Baitul Mal using the balance-of-budget basis, which means that all receipts are spent on state expenditure. Thus the Prophet laid the foundations of fiscal wisdom based on justice since the time of Islamic rule.Keywords : Islamic Economy, Fiscal Policy, Prophet Muhammad SAW
Inovasi Kurikulum dan Pembelajaran dalam Pembelajaran Quantum Fauzan, Mohd.; M, Amril
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.20753

Abstract

Pembelajaran   pada   kurikulum   2013   telah   menerapkan   pembelajaran   yang berpusat pada peserta didik serta menyenangkan. Proses pembelajaran bertujuan untuk membangun perkembangan peserta didik secara utuh, meliputi aspek keagamaan, aspek sosial, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Proses pembelajaran juga melibatkan keseluruhan potensi baik potensi psikis maupun potensi  fisik.  Salah  satu  model  pembelajaran  yang  dapat  mengaktivkan  segala aspek adalah model pembelajaran quantum. Inovasi pembelajaran quantum merupakan cara yang digunakan oleh guru dalam mengkomunikasikan materi kepada peserta didik, sehingga proses belajar mengajar berlangsung secara efektif untuk mencapai perkembangan yang optimal. Model pembelajaran quantum menyajikan lingkungan belajar secara terkonsep, meliputi lingkungan mikro, lingkungan makro, maupun lingkungan formal. Model quantum memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar karena sebagian besar yang ada di alam akan sering  ditemui  oleh  peserta  didik.  Semakin  banyak  sumber  belajar  maka  hasil belajar akan bervariasi sehingga pengetahuan yang didapatkan peserta didik pun lebih banyak.
Pola Pendidikan Nabi Muhammad Saw dalam Hadist Setiawati, Ika; Yuliharti, Yuliharti
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.28687

Abstract

Pola pendidikan Islam Rasulullah SAW  sejalan dengan tahapan-tahapan dakwah yang disampaikan kepada kaum Quraisy melalui tiga tahapan, yaitu pendidikan secara rahasia dan perorangan, pendidikan secara terbuka dan terang-terangan serta pendidikan yang dilakukan secara meluas. Pendidikan fase Mekkah dan Madinah memiliki persamaan dan perbedaan, fase Mekkah ada dua lembaga pendidikan yakni rumah Arqam dan Kuttab, sedangkan Madinah lembaga pendidikan rumah para sahabat dan masjid yang multifungsi. Tujuan dari kajian ini adalah membahas tentang pola pendidikan Nabi Muhammad SAW dalam Hadist. Kajian ini merupakan studi pustaka dengan data yang diperoleh melalui dokumen buku dan artikel yang relevan. Data yang telah diambil kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data dan kesimpulan.
Pendanaan, Kurikulum dan Guru sekolah Islam: Kebijakan Pendidikan Islam di Jerman Hakim, Masrul; Husti, Ilyas; Nurhadi, Nurhadi
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.28688

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk menunjukkan kebijakan negara Jerman terhadap sekolah-sekolah Islam. Fokus kajian mencakup tiga hal yang saling terkait: kebijakan pendanaan pendidikan, Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI), dan pemberdayaan guru PAI. Data dari literatur yang relevan dikumpulkan dan dianalisis menggunakan pendekatan analitik kualitatif. Hasil utama dari survei ini adalah: Pertama, dari sisi pendanaan, Jerman hanya mendanai gaji guru PAI. Kedua, Jerman memasukkan PAI di sekolah umum untuk kebijakan kurikulum. Ketiga, Jerman mewajibkan guru untuk mengambil kuliah teologi Islam.
Pemberdayaan Komite Madrasah dalam Pelaksanaan Manajemen berbasis Madrasah untuk Meningkatkan Mutu Pendidikan di MI Kecamatan Bathin Solapan Mariani, Mariani; Zaitun, Zaitun; Sohiron, Sohiron
At-Tajdid : Journal of Islamic Studies Vol 3, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Pacsasarjana UIN Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/at-tajdid.v3i3.26683

Abstract

implementasi Manajemen Berbasis Madrasah akan berlangsung secara efektif dan efisien apabila didukung oleh sumber daya manusia yang profesional. Komite madrasah adalah suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan Manajeman Berbasis Madrasah (MBM). Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Bathin Solapan telah membentuk komite madrasah sebagai mitra kerja kepala madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk memberdayakan komite madrasah dalam pelaksanaan manajemen berbasis madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan di MI Kecamatan Bathin Solapan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data yang di gunakan yakni metode wawancara, dokumentasi dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa Komite Madrasah MI Kecamatan Bathin Solapan Bangkalis telah menjalankan perannya sebagai pemberi pertimbangan (advisory agency), pendukung (supporting agency), pengontrol (controlling agency) dan peran Komite Madrasah sebagai Mediator dengan baik. Pelaksanaan manajemen berbasis madrasah di MI Kecamatan Bathin Solapan dianggap sudah cukup baik. Komite Madrasah sudah cukup berperan di Madrasah, namun belum optimal. Hal ini dikarenakan peran madrasah tersebut hanya memenuhi 6 dari 8 Standar Mutu Pendidikan. Upaya yang bisa dilakukan dalam mengatasi hal ini adalah Komite Madrasah dapat membentuk tim kerja yang terdiri dari anggota komite dan tenaga pendidik untuk mengevaluasi kinerja madrasah dan merumuskan rencana aksi perbaikan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5