Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Integration Between Religion and Science in Islamic Studies in Integrated Islamic Junior High School Asmaldi, Asmaldi; Husti, Ilyas; Zamsiswaya, Zamsiswaya; Syafril, Syafrimen
Khalifa Journal of Islamic Education Vol 6 No 2 (2022): September
Publisher : Islamic Studies and Development Center (ISDC) Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/kjie.v6i2.274

Abstract

This study aims to analyze how the integration of Islam and science in Islamic Religious Education subjects at the Integrated Islamic Junior High School in Batam City so far and to find out a model of the integration of religion and science in Islamic Religious Education subjects that are relevant to the context of the Integrated Islamic Junior High School in Batam City. To answer the research questions, the research approach used is a qualitative approach. Research data were collected using observation, interviews, and documentation. The collected data is then analyzed using a qualitative approach. The results of the analysis show that first, there has been no integration of religion and science in Islamic Religious Education subjects at the Integrated Islamic Junior High School in Batam City so far. Second, based on field data and analysis of the relevant literature, the researcher found a model of the integration of religion and science in Islamic Religious Education subjects that was relevant to the context of the Integrated Islamic Junior High School in Batam City. The model in question is a Two-Way Thematic model. With the design of this integration model based on problems and needs in the field as well as relevant theories, this model is considered capable of being a solution for the unimplemented integration of religion and science in Islamic Religious Education subjects at the Integrated Islamic High School in Batam City.
Hubungan Keterampilan Dan Aktivitas Belajar Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru Sunardi, Sunardi; Husti, Ilyas; Anwar, Khairil
Jurnal Sustainable Vol 6 No 2 (2023): Sustainable
Publisher : Lembaga Penjaminan Mutu, IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32923/kjmp.v6i2.3986

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui; a) Bagaimana Hubungan Keterampilan Guru Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru ?; b) Bagaimana Hubungan Aktivitas Belajar Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru ?; c) Bagaimana Hubungan Keterampilan Guru Dan Aktivitas Belajar Dengan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru ?. Adapun Populasi dalam Penelitian ini adalah siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru yang dibatasi pada kelas VIII, sebanyak 149 siswa sedang sampelnya 38 siswa. Adapun tekhnik yang digunakan adalah tekhnik random sampling, tekhnik pengumpulan data Penelitian menggunakan menggukan angket dan dokumentasi, tekhnik analisa data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan, 1) Ada hubunga signifikan Keterampilan terhadap Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru sebesar 0,760 dengan sig 0,000; 2) Ada hubunga signifikan Aktivitas Belajar terhadap Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru sebesar 0,768 dengan sig 0,000; 3) Ada hubunga signifikan menajemen sumber saya manusia dan Aktivitas Belajar secara bersama-sama terhadap Hasil Belajar di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Pekanbaru . yang dibuktikan dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 dengan sumbangan hubunga variabel Keterampilan (X1) dan Aktivitas Belajar (X2) terhadap Hasil Belajar (Y) adalah sebesar 63,4%
Nabi Muhammad SAW Bicara Model Integrasi Ilmu Amri, Khoirul; Husti, Ilyas; Febriyani, Nola
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.11760

Abstract

Hadits sebagai sumber kedua ajaran Islam setelah Al-Qur’an, cukup banyak terekam dalam berbagai kitab Hadits yang memotivasi umatnya untuk menuntut ilmu. Dalam literatur Hadits dijumpai bab khusus mencantumkan Hadits-Hadits tentang keutamaan ilmu dan penuntut ilmu. Dalam Shahih al-Bukhari misalnya terdapat 85 bab Hadits mengenai ilmu, 29 bab pada Shahih Muslim, 26 bab pada Sunan Abi Dawud, 42 bab pada Sunan at-Tirmizi, dan 113 bab pada Sunan Ibnu Majah berisikan tentang pengobatan, Nabi Muhammad Saw yang memuji ilmu dan penuntut ilmu, mendorong umatnya untuk belajar dan mengembangkan keilmuan. Artikel ini hendak mendiskusikan proses integrasi dua keilmuan yang mempunyai dimensi berlainan, yaitu kajian studi Hadits (dimensi ketuhanan) dengan ilmu-ilmu sosial (dimensi kemanusiaan). Dalam konteks ini Hadits Nabi didudukkan sebagai objek material dan ilmu-ilmu sosial dipergunakan sebagai objek formalnya. Dengan maksud lain Hadits Nabi di interpretasikan dengan pendekatan disiplin ilmu-ilmu sosial yang ada. Diharapkan dengan adanya tulisan ini akan menambah semarak kajian-kajian integrasi agama dan dan ilmu untuk ilmu-ilmu sosial yang salah satunya termasuk ke dalam ranah ilmu Pendidikan, yang mana konsep integrasi hadits dalam ilmu saat ini sedang banyak digalakkan dalam lembaga pendidikan. Mengingat pentingnya konsep Integrasi Hadits yang diperoleh dari konsep Diam, Perkataan, dan Perbuatan yang telah Nabi Muhammad Saw lakukan akan diintegrasikan dalam disiplin ilmu, maka penulis akan membahas tentang “Nabi Muhammad Saw Bicara Model Integrasi Ilmu."
Implementasi Materi Moderasi Beragama pada Kurikulum Pendidikan Agama Islam Nova Eliza, Winda; Husti, Ilyas; Alpizar, Alpizar
Journal of Islamic Education El Madani Vol. 3 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Yayasan Marwah Madani Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55438/jiee.v3i1.79

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apasajakah materi moderasi beragama pada kurikulum Pendidikan Agama Islam di Madrasah Aliyah Masmur Pekanbaru dan untuk mengetahui bagaimana implementasi materi moderasi beragama pada kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Madrasah Aliyah Masmur Pekanbaru. Jenis penelitian pada artikel ini adalah kualitatif studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di Madarasah Aliyah Masmur Pekanbaru Hasil penelitian ini yaitu Materi  Moderasi Beragama Di Madrasah Aliyah Masmur Pekanbaru. Muatan Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam bingkai Moderasi Beragama Di Madrasah Aliyah Masmur Pekanbaru,   Moderasi beragama tercermin dalam komitmen kebangsaan yang menjunjung keberagaman, toleransi yang menghargai perbedaan keyakinan, penolakan terhadap segala bentuk kekerasan atas nama agama, serta penerimaan dan akomodasi terhadap kekayaan budaya dan tradisi yang ada dalam masyarakat. Implikasi pada penelitian ini adalah memberi masukan pada lembaga yang menerapkan moderasi pada kurikulum Pendidikan Agama Islam.
Strukturalisasi kurikulum pendidikan dalam Hadits sebagai landasan kurikulum pendidikan modern Nuryanti, Nuryanti; Husti, Ilyas; Nurhadi, Nurhadi
Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 9 No. 2 (2024): Al-Liqo: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam STAI Auliaurrasyidin Tembilahan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46963/alliqo.v9i2.2490

Abstract

The hadiths of Prophet Muhammad SAW, as one of the primary sources of Islamic teachings, hold significant potential as a foundation for curriculum development in education. However, their utilization in curricula remains limited, with the integration of their values often lacking systematic structure. This study aims to analyze the application of hadith structuralization in the development of modern educational curricula. The research employs a qualitative method with a case study approach, using in-depth interviews, observations, and document analysis from several Islamic educational institutions implementing hadith-based curricula. The findings reveal that the structuralization of hadiths provides a solid foundation for balanced education, integrating academic achievement with moral character development. Hadithsresponsibilitiesnsultation, and social responsibility are relevant in designing curricula that are adaptive to globalization while remaining rooted in Islamic values. Thus, hadiths serve as a cornerstone for curricula that produce knowledgeable and virtuous individuals.
Curriculum innovation in the part-time madrasah learning system in Singapore Sarkiman, Akhmudi; Zamsiswaya; Husti, Ilyas; Salman, Nola Fibriyani Bte
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 6 No. 1 (2025)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v6i1.17496

Abstract

Singapore is a secular government system, where every policy does not include religious elements, including education. However, the Singapore government is quite responsive in providing support for the sustainability of Islamic educational activities. This study aims to analyze the management and curriculum of part-time madrassas and also find out how the role of part-time madrassas in equipping Muslim children of various ages with secular education to understand and practice Islam as a way of life especially in facing the challenges of the times. This study offers an overview and look at the management, curriculum and role of part-time madrasas in Singapore. Using a qualitative method that includes a literature review and field study, the research is a combination of object research conducted directly at the research site, combined with literature research. Data was obtained through interviews with several parties involved in part-time education as well as research papers related to the basics of Islamic education in Singapore either in the form of books or journal articles, as well as other documents. The results show that the Islamic Religious Council of Singapore (MUIS) plays a major role in monitoring and managing the development of Islamic education in Singapore. Since the Muslim community in Singapore needs to display progressive characteristics and have a vision of a model community that creates a distinctive Singaporean Islamic thought, MUIS introduced the aL.I.V.E (Learning Islamic Values Everyday) Program curriculum established through SIES (Singapore Islamic Education System) for part-time madrassas. Abstrak Singapura adalah sistem pemerintahan sekuler, di mana setiap kebijakan tidak memasukkan unsur agama, termasuk pendidikan. Namun, pemerintah Singapura cukup responsif dalam memberikan dukungan bagi keberlangsungan kegiatan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen dan kurikulum madrasah paruh waktu dan juga mengetahui bagaimana peran madrasah paruh waktu dalam membekali anak-anak Muslim dari berbagai usia yang berpendidikan sekuler untuk memahami dan mengamalkan Islam sebagai pandangan hidup terutama dalam menghadapi tantangan zaman. Penelitian ini menawarkan gambaran dan melihat manajemen, kurikulum dan peran madrasah paruh waktu di Singapura. Dengan menggunakan metode kualitatif yang mencakup tinjauan literatur dan studi lapangan, dimana penelitian yang dilakukan merupakan gabungan antara penelitian obyek yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian, dipadukan dengan penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui wawancara dengan beberapa pihak yang terlibat dalam pendidikan paruh waktu serta penelitian makalah yang berkaitan dengan dasar-dasar pendidikan Islam di Singapura baik dalam bentuk buku atau artikel jurnal, serta dokumen lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) berperan besar dalam memantau dan mengelola perkembangan pendidikan Islam di Singapura. Karena komunitas Muslim di Singapura perlu menampilkan karakteristik progresif dan memiliki visi model komunitas yang menciptakan pemikiran Islam khas Singapura, MUIS memperkenalkan kurikulum Program aL.I.V.E (Learning Islamic Values Everyday) yang dibentuk melalui SIES (Singapore Islamic Education System) untuk madrasah paruh waktu.
Analysis of character education in the perspective of hadith Ithnin, Noraini Bte; Zailani; Husti, Ilyas
Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education Vol. 4 No. 3 (2023)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/itjmie.v4i3.15346

Abstract

not only emphasizes intellectual aspects but also involves aspects of emotional and spiritual intelligence. For this reason, the main source of character teaching is needed as the main value base in the concept of Islamic education. This article aims to analyze character education extracted from the sunnah of the Prophet Muhammad and see the main and basic values that exist in character education based on the Prophet's hadith. The research method used is qualitative research (library research), emphasizing meaning. The research data comes from hadith books and character education. Data analysis uses hermeneutics or text interpretation by means of content analysis. Textual and contextual discussions are associated with educational issues in order to obtain a more contextual and applicable meaning. The results showed that the concept of character education from the perspective of the Prophet's hadith aims to develop the students' nature of having good morals and being able to live in a social environment. The main and fundamental values that exist in character education based on the Prophet's hadith are to strengthen the human nature and basic character of a Muslim. Abstrak Dalam dunia global yang penuh tantangan dekadensi moral dibutuhkan pendidikan karakter yang bukan hanya sekedar menekankan pada aspek intelektual, tapi juga harus melibatkan aspek kecerdasan emosional dan spiritual. Untuk itu dibutuhkan sumber utama pengajaran karakter sebagai basis dasar nilai utama dalam konsep pendidikan Islam. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pendidikan karakter yang digali dari sunnah Nabi Muhammad SAW serta melihat nilai-nilai utama dan mendasar yang ada dalam pendidikan karakter berbasis hadis Nabi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif (library research), menekankan kepada meaning. Data penelitian berasal dari kitab-kitab hadis dan pendidikan karakter. Analisis data menggunakan hermeneutika atau interprestasi teks dengan cara content analysis. Pembahasan secara tekstual dan kontekstual dikaitkan dengan masalah-masalah pendidikan guna mendapatkan makna yang lebih kontesktual dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep pendidikan karakter dalam perspektif hadis Nabi bertujuan untuk mengembangkan fitrah peserta didik dalam memiliki akhlak yang baik dan mampu hidup di lingkungan sosial.keadaan. Adapun nilai-nilai utama dan mendasar yang ada dalam pendidikan karakter berbasis hadis Nabi adalah untuk memantapkan fitrah kemanusiaan dan karakter dasar seorang muslim.
Prinsip Keharmonisan Keluarga Dalam Al Qur’an: Studi Kontekstual Terhadap Tantangan Modern Yuda, M Fikri; Winarko, Arbi; Ismail, Hidayatullah; Husti, Ilyas
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6479

Abstract

Artikel ini membahas prinsip keharmonisan keluarga dalam perspektif Al-Qur’an, dengan pendekatan kontekstual terhadap tantangan modern. Keharmonisan keluarga ideal dijelaskan melalui konsep sakīnah, mawaddah, dan rahmah sebagaimana termaktub dalam Qs. Ar-Rūm ayat 21. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya ketakwaan dan nilai spiritual sebagai pondasi, serta bagaimana musyawarah (syūra) dan etika komunikasi Islami memperkuat hubungan keluarga di era digital yang penuh tantangan, seperti penyalahgunaan media sosial dan dominasi gawai. Metode yang digunakan berupa studi kepustakaan dengan analisis deskriptif kualitatif dari tafsir kontemporer, jurnal mutakhir, dan praktik keluarga Muslim modern. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa pendidikan karakter Qur’ani, penguatan nilai akhlak di rumah, strategi penanaman nilai Islami pada anak, serta dukungan sekolah dan masyarakat menjadi faktor penopang ketahanan keluarga. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya sinergi antara orang tua, lembaga pendidikan, dan komunitas dalam mewujudkan keluarga Qur’ani yang harmonis, tangguh, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Learning methods according to hadith: interactive perspectives in education Muasmara, Ramli; Husti, Ilyas; Zamsiswaya, Zamsiswaya; Fibriyani, Nola
ATTARBIYAH: Journal of Islamic Culture and Education Vol. 10 No. 1 (2025): Attarbiyah: Journal of Islamic Culture and Education
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/attarbiyah.v10i1.51-67

Abstract

The learning methods currently used by educators are still not optimal in fostering students' understanding of the subject matter. This contributes to problems related to developing students' character and skills. This research examines learning methods based on the Prophet Muhammad's hadith by highlighting interactive educational perspectives. The Prophetic Hadiths not only provide spiritual and moral guidance but also contain pedagogical principles that are relevant to modern learning contexts. This research uses a descriptive qualitative approach through a literature review, collecting references from books, scientific articles, and theoretical documents related to curriculum innovation strategies. The research findings reveal that interactive methods modeled by the Prophet, such as question and answer, habituation, and discussion, can improve academic performance, build moral character, and develop students' practical skills. This research highlights the relevance of interactive learning methods in modern education, focusing on active student participation and addressing the challenges of contemporary educational needs, particularly 21st-century skills.
IMPLEMENTASI KONSEP MAWADDAH WA RAHMAH DALAM KELUARGA ISLAM MODERN Almadison, Almadison; Anla Pater, Rizki; Ismail, Hidayatullah; Husti, Ilyas
ANDREW Law Journal Vol. 4 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : ANDREW Law Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61876/alj.v4i1.66

Abstract

Makna dan Pemahaman Konsep Mawaddah wa Rahmah dalam Al-Qur’an, Konsep mawaddah wa rahmah dalam QS. Ar-Rum ayat 21 menggambarkan fondasi spiritual dan emosional dalam relasi suami istri. Mawaddah mencerminkan cinta yang aktif dan penuh perhatian, sedangkan rahmah adalah kasih sayang yang melahirkan empati dan pengorbanan. Kedua nilai ini tidak hanya merupakan anugerah ilahi, tetapi juga menjadi prinsip moral yang menuntun relasi pasangan agar tidak semata-mata bersifat fisik atau kontraktual, melainkan transendental dan berorientasi pada ketenangan batin (sakinah). Implementasi Nilai Mawaddah wa Rahmah dalam Kehidupan Keluarga Islam Modern, Dalam konteks keluarga Islam kontemporer, nilai mawaddah wa rahmah dapat diimplementasikan melalui komunikasi yang empatik, pembagian peran yang adil, dan penciptaan ruang spiritual bersama seperti shalat dan diskusi keagamaan. Meskipun tantangan zaman membuat relasi rumah tangga menjadi lebih kompleks, pasangan yang menjadikan cinta dan kasih sayang sebagai nilai utama akan lebih mampu membangun keluarga yang harmonis, resilien, dan religius. Tantangan dan Strategi Penguatan Nilai Mawaddah wa Rahmah, Tantangan utama yang dihadapi keluarga Muslim masa kini meliputi pengaruh teknologi digital, perubahan peran gender, tekanan ekonomi, dan melemahnya pendidikan spiritual. Strategi penguatan yang dapat dilakukan antara lain melalui pendidikan pranikah berbasis nilai Qur’ani, komunikasi keluarga yang sehat, pemanfaatan dakwah digital, serta peran aktif lembaga agama dan negara dalam mendukung ketahanan keluarga. Dengan pendekatan yang adaptif dan berbasis nilai ilahiah, mawaddah wa rahmah tetap relevan sebagai fondasi keluarga harmonis di era kontemporer.