Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi
JIKG dibentuk oleh Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya. JIKG merupakan wadah bagi akademisi, praktisi serta profesi kesehatan lain yang berminat mempublikasikan hasil riset yang telah mereka lakukan khususnya dalam bidang KESEHATAN GIGI dan ilmu lainnya. Journal JIKG ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kemajuan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan Teknologi Kesehatan khususnya dalam bidang KESEHATAN GIGI. Temanya adalah sebagai berikut: 1. Dental Nursing 2. Dental Health 3. Dentistry 4. Community Dental Health 5. Dental Health Promotion 6. Dental Health Management 7. Dental Health Remedies and Dental Disease Prevention 8.General/Service Public Health 9.Health Education and Promotion 10.Health Management 11.Disease Prevention 12.Maternity and Child care 13.Health and Social Behavior 14.Nutrition and Health 14.Environmental Health
Articles
130 Documents
HUBUNGAN KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK TERHADAP KEJADIAN KARIES GIGI PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR
Listia Nur Farizah;
I.G.A. Kusuma Astuti;
Ratih Larasati
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 2 (2021): Juli 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v2i2.710
Pendahuluan : Karies gigi merupakan salah satu masalah kesehatan mulut yang dapat mempengaruhi kesehatan masyrakat. Kejadian karies gigi banyak dialami baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Masalah gigi yang sering terjadi adalah karies gigi yaitu salah satunya terjadi pada kelompok anak dibawah usia 15 tahun. Banyak faktor yang dapat menyebabkan karies gigi pada anak karena pada anak usia sekolah cenderung lebih menyukai makanan manis-manis seperti coklat, kue-kue, gula dan lain-lain. Makanan kariogenik tersebut termasuk dalam karbohidrat yang bisa menyebabkan terjadinya karies gigi. tingkat konsumsi makanan kariogenik yang tinggi cenderung akan meningkatkan risiko kejadian karies, sedangkan anak yang rendah konsumsi makanan kariogenik akan mempunyai resiko rendah terhadap kejadian karies. Tujuan : Menjelaskan hubungan konsumsi makanan kariogenik terhadap kejadian karies pada anak usia Sekolah Dasar. Metode : Protokol dan evaluasi literature review ini menggunakan PRISMA checklist untuk menentukan penyeleksi seleksi studi. Academic database yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu Google Scholar dan DOAJ dengan kata kunci pencarian mengguanakn metode Boolean searching yaitu Dental Caries, karies gigi, cariogenic food, Makanan Kariogenik dan artikel yang didapat berjumlah 52 artikel. Kemudian dievaluasi dengan menggunakan PRISMA Checklist yang mengacu pada kriteria inklusi dan eksklusi berdasarkan PICOS. Hasil : Berdasarkan hasil review dari 9 artikel didapatkan bahwa makanan kariogenik bukan satu-satunya penyebab terjadinya karies. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kejadian karies pada anak usia sekolah yang mengkonsumsi makanan kariogenik yaitu faktor perilaku anak terhadap kesehatan gigi dan mulut serta frekuensi konsumsi makanan kariogenik. Semakin baik perilaku anak terhadap kesehatan gigi dan mulut serta frekuensi konsumsi makanan kariogenik maka semakin rendah resiko kejadian karies gigi pada usia sekolah dasar.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU DENGAN KEJADIAN PERSISTENSI GIGI PADA ANAK USIA 6-12 TAHUN DI MI NAGARAKASIH 2
Dewi, Tita Kartika;
Syafitri, Rani Rahayu
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 3 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v1i3.594
Anak berumur 6-12 tahun sudah mulai memasuki periode pertumbuhan gigi tetap, periode tersebut juga disebut periode gigi campuran. Periode gigi campuran adalah masa yang sangat kritis dimana periode gigi geligi susu diganti oleh gigi geligi tetap. Tingkat pengetahuan ibu mengenai erupsi gigi adalah faktor yang penting dalam mempengaruhi kesadaran kesehatan gigi anak, terutama dalam mencegah terjadinya persistensi gigi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian persistensi gigi pada anak usia 6-12 tahun di MI Nagarakasih 2 Kecamatan Cibeureum Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei yang bersifat analitik dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 62 orang ibu serta 62 orang anak. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang terdiri dari 19 soal dan lembar observasi persistensi gigi. Analisa data dilakukan menggunakan SPSS versi 16.0 dengan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian diperoleh nilai p-value: 0,040 (p kurang dari 0,05) dengan kekuatan correlation coefficient (r) 0,262 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kejadian persistensi gigi, dengan kekuatan korelasi yang lemah
THE RELATION BETWEEN MOTHER’S BEHAVIOR REGARDING FORMULA FEEDING AND DENTAL CARIES IN PRESCHOOL CHILDREN
Anisa Rahmawati;
Hadiyat Miko;
Eliati Sri Suharja
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 4, No 2 (2023): Juli
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v4i2.1064
Background: The national prevalence of dental and oral health problems is 57.6%. In the age group 3-4 years the percentage of those who experienced dental caries was 81.5%. Whereas in the age group 5-9 years it was 92.6%. There are many causes of caries in milk teeth, one of which is formula milk. Parents especially mothers play a very important role in giving formula milk to children. Purpose: this study aims to analyze the relationship between mother’s behavior regarding formula feeding and dental caries in preschool-aged children at TK Tunas Ciremai Giri, Cirebon City. Methods: this study used a cross-sectional study design. The population in this study were children from Kindergarten Tunas Ciremai Giri Cirebon City and their mothers totaling 130 people with a total sample of 38 people each and using a purposive sampling technique. The measuring tool for this study was a questionnaire to determine the behavior of mothers regarding formula feeding and caries examination using the def-t index. Data analysis used the Spearman Rank test. Results: mother's behavior regarding giving formula milk was included in the sufficient and good category for the same number of 19 respondents (50%) in each category and the majority of children who experienced caries were in the low category of 15 children (39.5%). Spearman's Rank test results obtained a significance value of 0.001 where sig 0.05. Conclusion: there is a relationship between mother's behavior regarding formula feeding and dental caries in preschool children at Tunas Ciremai Giri Kindergarten, Cirebon City.
MOTIVASI PENAMBALAN GIGI DENGAN CAPAIAN PERFORMANCE TREATMENT INDEX (PTI) PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Nur Anisa Galuh Pertiwi;
Endang Purwaningsih;
Siti Fitria Ulfah
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v3i2.912
Anak usia sekolah dasar merupakan salah satu kelompok usia yang rentan terhadap karies gigi. Karies gigi pada anak yang dibiarkan dan tidak dilakukan perawatan akan menimbulkan masalah kesehatan seperti adanya rasa nyeri, gangguan tidur, dan penanggalan dini gigi. Masalah dalam penelitian ini adalah nilai PTI siswa di SDN Tambakrejo 1 Kec. Krembung Kab. Sidoarjo termasuk dalam kategori tidak tercapai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara motivasi penambalan gigi dengan capaian Performance Treatment Index (PTI) pada siswa di SDN Tambakrejo 1 Kec. Krembung Kab. Sidoarjo. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 100 siswa yang diambil dari kelas 4-6 dengan jenis teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar kuesioner dan lembar observasi pemeriksaan gigi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji statistic chi-square dengan tingkat kepercayaan α (0,05). Hasil penelitian menunjukkan 43 siswa memiliki motivasi sedang (43%) dan nilai Performance Treatment Index (PTI) dengan kategori tidak tercapai pada 90 siswa (90%). Hasil uji chi square menunjukkan bahwa nilai p value (0,042) kurang dari α (0,05) sehingga H1 diterima. Kesimpulan ada hubungan antara motivasi penambalan gigi dengan capaian Performance Treatment Index (PTI) pada siswa di SDN Tambakrejo 1 Kec. Krembung Kab. Sidoarjo.
LITERATURE REVIEW : PENURUNAN PLAK DITINJAU DARI AKTIVITAS BERKUMUR DENGAN SEDUHAN TEH HIJAU
Tazkya Nafs El Hawwa;
Sri Hidayati;
Sunomo Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 1 (2021): Maret
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v2i1.648
Anak usia remaja memiliki tingkat kebersihan gigi dan mulut yang rendah. Penelitian yang sebelumnya menyatakan bahwa rata-rata 41,1% anak usia remaja mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut, sehingga diperlukan adanya upaya dalam peningkatan kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penurunan indeks plak ditinjau dari aktivitas berkumur dengan seduhan teh hijau. Metode penelitian ini menggunakan Systematic Literature Review. Berdasarkan hasil review menunjukkan penurunan indeks plak setelah berkumur dengan seduhan teh hijau. Berkumur dengan teh hijau dapat menurunkan indeks plak karena terdapat kandungan senyawa aktif didalamnya yaitu senyawa polifenol
HUBUNGAN POLA KONSUMSI IKAN LAUT DENGAN KARIES GIGI PADA NELAYAN DI PELABUHAN PERIKANAN PASONGSONGAN TAHUN 2020
Septiarsih, Nuris Tri;
Hadi, Sunomo;
Hidayati, Sri
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 3 (2020): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v1i3.545
Karies merupakan salah satu penyakit gigi dan mulut yang prevalensinya di Indonesia masih cukup tinggi. Karies gigi adalah penyakit jaringan gigi yang ditandai dengan kerusakan jaringan, dimulai dari permukaan gigi (ceruk, fisura, dan daerah interproksimal) meluas kearah pulpa. Nelayan biasanya pergi melaut di sore hari dan pulang di pagi hari, terkadang beberapa hari mereka berada di laut sehari semalam. Hal ini yang menyebabkan perhatian terhadap kebersihan gigi dan mulut menjadi kurang. Kebersihan gigi dan mulut apabila kurang terjaga maka dapat meningkatkan terjadinya karies gigi. Masalah dalam penelitian ini yaitu tingginya indeks karies gigi pada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pasongsongan Tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pola konsumsi ikan dengan karies gigi pada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pasongsongan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 82 orang. Metode pengumpulan data dengan cara observasi dan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square (uji altenatif Pearson Correlation) dengan hasil nilai signifikan 0,827. Hasil penelitian yaitu tidak ada hubungan pola konsumsi ikan dengan karies gigi pada nelayan di Pelabuhan Perikanan Pasongsongan tahun 2020
EFEKTIVITAS XYLITOL DALAM MENCEGAH KARIES GIGI
Rosi Bachtiar Ramadhani;
Sri Hidayati;
Agus Marjianto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 3 (2022): November
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v3i3.1026
Latar Belakang : Karies gigi merupakan proses multifaktor yang terjadi melalui interaksi antara gigi dan saliva sebagai host, bakteri di dalam rongga mulut, serta makanan yang mudah difermentasikan. Menurut data riset kesehatan dasar (RISKESDAS) menyebutkan rata-rata DMF-T tahun 2008 adalah 4,85, tahun 2013 adalah 4,6, tahun 2018 adalah 7,1. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan. Oleh karena itu perlu adanya penceggahan karies gigi dengan produk xylitol, karena xylitol tidak dapat dimetabolisme oleh Streptococeus mutans, selhingga xylitol aman untuk gigi. Masalah penelitian : Berdasarkan uraian diatas timbul pertanyaan yaitu “Bagaimanakah efektivitas xylitol dalam mencegah Karies gigi” Tujuan : penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi efektifitas xylitol dalam mencegah karies. Metode : pengumpulan data dengan menggunakan literature review yang diperoleh dari 3 database yaitu melalui ScinceDirect, Google Schoolar dan Garuda Hasil : Berdasarkan hasil literature review 10 artikel mengenai efektivitas xylitol dalam mencegah karies gigi dapat disimpulkan bahwa efektifitas xylitol dalam mencegah karies gigi.
PERBEDAAN PENGETAHUAN TENTANG KARIES GIGI SEBELUM DAN SETELAH PROMOSI KESEHATAN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA FLIP CHART (Studi pada Ibu Hamil K1 di Puskesmas Bendo Kabupaten Magetan)
Ayu Nur Fatimatuz Zahra;
Ida Chairanna Mahirawatie;
Sunomo Hadi
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 3, No 2 (2022): Juli: In Press
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v3i2.899
Karies gigi adalah masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak menyerang ibu hamil. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang akibat dari karies gigi selama kehamilan. Ibu hamil cenderung malas untuk membersihkan gigi dan mulut disebabkan oleh pengaruh hormonal yang akan menimbulkan rasa mual Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukannya upaya promotif, salah satunya dengan melakukan promosi kesehatan menggunakan media cetak yaitu berupa flip chart. Perawatan gigi pada ibu hamil akan meningkatkan derajat kesehatan ibu dan bayi. Masalah penelitian ini tingginya persentase karies gigi ibu hamil K1 di Puskesmas Bendo Kabupaten Magetan yaitu sebesar 55,37% dari target bebas karies 2030. Tujuan penelitian ini diketahuinya perbedaan pengetahuan tentang karies gigi sebelum dan setelah promosi kesehatan dengan menggunakan media flip chart pada ibu hamil K1 di Puskesmas Bendo Kabupaten Magetan Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperiment design dengan rancangan one group pretest-posttest design. Sasaran dalam penelitian ini adalah ibu hamil kunjungan pertama (K1) yang berkunjung ke Puskesmas Bendo selama bulan Januari-Februari 2022 sebanyak 32 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan tentang karies gigi sebelum dan setelah promosi kesehatan dengan menggunakan media flip chart pada ibu hamil K1 di Puskesmas Bendo Kabupaten Magetan.
SLR: KARIES PADA ANAK SEKOLAH DASAR DITINJAU DARI PERILAKU MENGGOSOK GIGI DI INDONESIA
Ilmi Choirotun Nissa;
Sunomo Hadi;
Agus Marjianto
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 2, No 3 (2021): NOVEMBER
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v2i3.768
Penyakit karies gigi merupakan masalah utama dalam rongga mulut anak sampai saat ini. Karies gigi merupakan penyakit kronis dengan prevalensi yang cukup tinggi pada anak usia sekolah dasar 6-11 tahun. Tujuan penulisan ini untuk diketahuinya karies pada anak sekolah dasar ditinjau dari perilaku menggosok gigi di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah analitik, cross sectional. Pencarian jurnal tahun 2015-2020 pada database Google Schoolar, GARUDA, Resechgate, dan DOAJ dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris. Hasil : Berdasarkan hasil literature review pada 10 jurnal, perilaku menggosok gigi anak berdasarkan frekuensi menggosok gigi anak sudah menggosok gigi 2 kali sehari (77,8%) tetapi masih memiliki karies, berdasarkan waktu menggosok gigi anak belum menerapkan menyikat gigi dengan benar (63,9%), berdasarkan cara menggosok gigi anak salah sehingga gagal dalam mempraktikkan cara menggosok gigi (70%) dan masih banyaknya anak yang mengalami karies gigi yang tinggi 41,7%.
KEBERSIHAN MULUT DAN KONDISI JARINGAN PERIODONTAL PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS KOTA TASIKMALAYA
Rahayu, Culia;
Sopianah, Yayah
Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi Vol 1, No 2 (2020): Juli
Publisher : Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37160/jikg.v1i2.522
Diabetes melitus adalah suatu penyakitkronik yang bersifat kompleks akibat gangguanmetabolisme karbohidrat karena kekuranganinsulin absolut atau relatif yang ditandai adanyakadar gula darah yang lebih tinggi dari normal. Pada penyakit diabetes mellitusyang tidak terkontrol terdapat beberapa komplikasi berupa gigi mudah goyang, gingivitis dengan pendarahan, periodontitis, pengendapan kalkulus yang cepat, kandidiasis, dan peningkatan risiko karies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebersihan mulut dan kondisi jaringan periodontal pada penderita diabetes melitus di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kasus kontrol.Sampel penelitian ini berjumlah 40 orangpenderita periodontitis dan 40orang non periodontitis Pasien di Puskesmas Kota Tasikmalaya. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square dengan taraf signifikan α kurang dari 0,05 dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kebersihan mulut pada penderita diabetes mellitus dengan non diabetes mellitus. Terdapat perbedaan kodisi jaringan periodontal pada penderita diabetes mellitus dengan non diabetes mellitus. Penderita diabetes mellitus memiliki risiko mengalami periodontitis 4 kali dibandingkan dengan penderita non diabetes mellitus.