cover
Contact Name
Anindya Rachma Dwicahyani
Contact Email
anindya.dwicahyani@itats.ac.id
Phone
+6282134163782
Journal Mail Official
adipati.journal@itats.ac.id
Editorial Address
Kampus Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya Jl. Arif Rachman Hakim No. 100, Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi
ISSN : -     EISSN : 28285980     DOI : -
Jurnal ADIPATI (Pengabdian kepada Masyarakat dan Aplikasi Teknologi) adalah jurnal nasional yang dikelola oleh Jurusan Teknik Industri, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ADIPATI berfokus pada bidang pengabdian kepada masyarakat, difusi teknologi, serta penerapan hasil penelitian untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat produktif serta pengembangan industri di Indonesia.
Articles 113 Documents
Pengembangan Teaching Factory Mulia Bread dan Cakes sebagai Model Kewirausahaan di SMK Muhammadiyah 5 Kencong Jember Sutikno Sutikno; Feti Fatimah; Nely Ana Mufarida; Amri Gunasti; Iswahyudi Iswahyudi
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol 05 No 02: Oktober 2026 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i2.8395

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan mengembangkan Teaching Factory Mulia Bread Cakes sebagai model kewirausahaan berbasis produksi di SMK Muhammadiyah 5 Kencong Jember untuk meningkatkan kompetensi siswa, manajemen unit usaha, dan pengalaman bisnis nyata. Sebelum pengembangan, nilai keterampilan praktik siswa rata-rata 65%, konsistensi kualitas produk 60%, waktu produksi 120 menit per batch, kapasitas produksi 20–30 unit per hari, tingkat penjualan sekitar 50%, pencatatan keuangan belum tertib, dan pendapatan unit usaha sekitar Rp1.500.000 per bulan. Program dilaksanakan melalui analisis kebutuhan, pelatihan teknis pembuatan roti dan kue sesuai standar industri, pendampingan manajemen usaha, pemasaran digital, serta uji coba produksi dan distribusi. Setelah pengembangan, nilai keterampilan siswa meningkat menjadi 85–90%, konsistensi kualitas 85%, waktu produksi lebih efisien (75–80 menit per batch), kapasitas produksi meningkat menjadi 60–80 unit per hari, tingkat penjualan 85–90%, dan seluruh transaksi keuangan tercatat. Pendapatan unit usaha naik menjadi Rp4.500.000–Rp6.000.000 per bulan. Kesimpulannya, Teaching Factory Mulia Bread Cakes efektif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan industri.
Peningkatan Literasi Etika Artificial Intelligence (AI) bagi Guru SMP Negeri 18 Gresik Rahadian Bisma; Ghea Sekar Palupi; Anggraeni Widya Purwita; Aries Dwi Indriyanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol 05 No 02: Oktober 2026 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i2.8642

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara Beretika untuk Pembelajaran” telah dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA) di SMP Negeri 18 Gresik dengan tujuan meningkatkan literasi digital dan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi AI secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab. Workshop interaktif selama tiga jam ini mengenalkan berbagai aplikasi AI seperti ChatGPT, Canva AI, Quillionz, dan DALL·E yang dapat digunakan untuk pembuatan soal, desain media pembelajaran, serta asesmen otomatis. Selain aspek teknis, pelatihan menekankan pentingnya etika AI dengan mengacu pada prinsip UNESCO (2021) dan OECD (2023), meliputi tanggung jawab, privasi data, keadilan, transparansi, dan akuntabilitas. Guru dilatih memahami AI Ethics Literacy melalui studi kasus bias algoritmik, penerapan human-in-the-loop, dan integritas akademik. Kegiatan berbasis collaborative workshop ini menghasilkan rancangan RPP sederhana yang mengintegrasikan etika digital, serta meningkatkan kesadaran peran guru sebagai agen pembentuk kepekaan digital siswa. Program ini mencerminkan komitmen UNESA dalam memperkuat literasi AI dan mendorong transformasi digital pendidikan melalui riset dan pengabdian yang berfokus pada etika dan tata kelola teknologi pembelajaran
Setetes Darah, Sejuta Harapan: Edukasi Donor Darah melalui Kolaborasi Lintas Institusi Desak Nyoman Surya Suameitria Dewi; Arief Gunawan Darmanto; Maria Jessica Rachman; Natalia Yuwono; Patricia Priscilla
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan aplikasi Teknologi Vol 05 No 02: Oktober 2026 (in progress)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.adipati.2026.v5i2.8793

Abstract

Donor darah merupakan kegiatan kemanusiaan yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok darah, namun partisipasi masyarakat dirasa kurang maksimal dikarenakan masih dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan, kecemasan akan efek dari donor darah, persepsi yang kurang tepat, dan kepercayaan diri calon pendonor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai manfaat donor darah, keamanan prosedur, dampak sosial dari kegiatan donor darah serta kesiapan calon pendonor melalui intervensi edukasi berbasis audiovisual yang dikombinasikan dengan pelaksanaan donor darah kolaboratif. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pengerjaan pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah intervensi diberikan (p = 0.0001) dengan sebagian besar responden mendapatkan skor post-test yang lebih tinggi dibandingkan pre-test. Di samping itu, pendonor juga menunjukkan tingkat kepuasan yang baik serta keinginan untuk menjadi pendonor ulang di masa mendatang. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis audiovisual efektif dalam meningkatkan pemahaman pendonor dan berpotensi menjadi strategi dalam peningkatan partisipasi donor darah di masyarakat. Namun, penelitian lanjutan masih sangat diperlukan untuk membandingkan efektivitas metode audiovisual dengan metode edukasi lainnya secara langsung.

Page 12 of 12 | Total Record : 113