cover
Contact Name
Sean Institute
Contact Email
editorjournal@seaninstitute.or.id
Phone
+6281264451404
Journal Mail Official
editorjournal@seaninstitute.or.id
Editorial Address
Komplek New Pratama ASri Blok C, No.2, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM)
Published by SEAN INSTITUTE
ISSN : -     EISSN : 28293738     DOI : https://doi.org/10.54076
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute.M-PKM merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains,PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum, PKM diterbitkan 3 kali dalam setahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
PENGUATAN SPIRITUALITAS HIDUP PERSAUDARAAN DALAM KOMUNITAS BASIS GEREJAWI SEBAGAI UPAYA MEWUJUDKAN GEREJA SINODAL YANG PARTISIPATIF, INKLUSIF, DAN BERKELANJUTAN Sihol Situmorang
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 01 (2023): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Januari-Maret 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan sosial, penggunaan media digital, dan meningkatnya individualisme memengaruhi kualitas relasi antarumat dalam Komunitas Basis Gerejawi. Kondisi tersebut tampak pada menurunnya partisipasi, lemahnya komunikasi dialogis, terbatasnya kemampuan penyelesaian konflik, serta belum berkelanjutannya pembinaan spiritualitas komunitas. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas hidup persaudaraan sebagai dasar terwujudnya Gereja Sinodal yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program dilaksanakan melalui pendekatan pastoral, partisipatif, reflektif, dan kontekstual dengan metode ceramah interaktif, Focus Group Discussion, refleksi Kitab Suci, pelatihan komunikasi pastoral, simulasi dialog dan rekonsiliasi, serta penyusunan rencana aksi komunitas. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, rubrik kemampuan komunikasi, angket kepuasan, dan monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 54,2 menjadi 84,8 pada aspek spiritualitas persaudaraan, komunikasi pastoral, dialog dan rekonsiliasi, partisipasi umat, serta budaya hidup sinodal. Peserta juga menunjukkan keterbukaan yang lebih baik dalam mendengarkan, menyampaikan pendapat, dan merumuskan penyelesaian konflik secara pastoral. Program ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan pemahaman teologis, latihan komunikasi, refleksi pengalaman, dan komitmen bersama dapat memperkuat fungsi KBG sebagai ruang persekutuan, partisipasi, dan misi. Keberlanjutan diarahkan melalui agenda pembinaan rutin, pendampingan pengurus KBG, dan monitoring implementasi rencana aksi.
PENGUATAN SPIRITUALITAS PENERIMAAN DAN KEMATANGAN PRIBADI BERBASIS KETELADANAN SANTO YOSEF DALAM MEMBENTUK KARAKTER FRATER CALON IMAM DIOSESAN Alfonsus Ara
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 02 (2022): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Juni-September 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kematangan pribadi dan spiritualitas penerimaan merupakan fondasi penting dalam formasi calon imam diosesan. Namun, dinamika kehidupan seminari menunjukkan bahwa sebagian frater masih menghadapi kesulitan dalam menerima diri, orang lain, kritik, arahan formator, dan realitas panggilan yang tidak selalu sesuai dengan harapan pribadi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas penerimaan dan kematangan pribadi melalui rekoleksi tematik berbasis keteladanan Santo Yosef. Program menggunakan pendekatan integratif, reflektif, partisipatif, dan pastoral melalui pendalaman Kitab Suci, refleksi Patris Corde, sharing pengalaman, studi kasus, role play menerima kritik, latihan mendengarkan aktif, jurnal refleksi, dan penyusunan komitmen formasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, lembar observasi, rubrik komunikasi interpersonal, refleksi tertulis, serta umpan balik peserta. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 55,0 menjadi 86,6 pada aspek penerimaan diri, penerimaan kritik, empati dan komunikasi, kematangan emosional, serta ketaatan dan keterbukaan iman. Peserta juga menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam membedakan kritik terhadap perilaku dari penolakan terhadap pribadi, mengelola respons emosional, dan menafsirkan arahan formator sebagai bagian dari proses pertumbuhan panggilan. Program ini memperlihatkan bahwa keteladanan Santo Yosef dapat menjadi kerangka spiritual yang relevan untuk mengintegrasikan dimensi manusiawi dan rohani dalam formasi imam. Keberlanjutan diarahkan melalui pendampingan personal, jurnal refleksi berkala, evaluasi komunitas, dan tindak lanjut bersama formator.
PENGUATAN KESADARAN MORAL MELALUI PEMBINAAN HATI NURANI SEBAGAI SANGGAR SUCI MANUSIA PADA NOVIS FCJM Antonius Moa
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2022): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, Oktober- Desember 2022
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembinaan hati nurani merupakan unsur mendasar dalam formasi religius karena membantu novis membedakan nilai moral, menilai tindakan secara rasional, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kesadaran moral para novis FCJM melalui pemahaman hati nurani sebagai sanggar suci manusia. Kegiatan dilaksanakan di Novisiat Greccio FCJM, Pematangsiantar, dengan pendekatan partisipatif, reflektif, dialogis, dan kontekstual. Metode yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah, studi kasus moral, refleksi pribadi, serta penyusunan komitmen moral tertulis. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, lembar refleksi, dan penilaian terhadap analisis kasus. Draf hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta pada aspek konsep hati nurani, kemampuan menganalisis dilema moral, kedalaman refleksi personal, dan penerapan nilai dalam kehidupan komunitas. Rata-rata nilai peserta meningkat dari 59,0 menjadi 85,3. Seluruh peserta juga menghasilkan komitmen moral tertulis sebagai pedoman tindakan dan bahan pendampingan lanjutan. Kegiatan ini memperlihatkan bahwa pembinaan yang mengintegrasikan filsafat moral, teologi Katolik, refleksi pengalaman, dan praktik pemecahan masalah dapat membantu novis menginternalisasi nilai moral secara lebih konkret. Keberlanjutan program diarahkan melalui pendampingan berkala, penggunaan jurnal refleksi, dan evaluasi moral yang terstruktur oleh formator.