cover
Contact Name
Sean Institute
Contact Email
editorjournal@seaninstitute.or.id
Phone
+6281264451404
Journal Mail Official
editorjournal@seaninstitute.or.id
Editorial Address
Komplek New Pratama ASri Blok C, No.2, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM)
Published by SEAN INSTITUTE
ISSN : -     EISSN : 28293738     DOI : https://doi.org/10.54076
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute.M-PKM merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains,PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum, PKM diterbitkan 3 kali dalam setahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 143 Documents
Peserta Didik dalam Perspektif Empirisme, Naturalisme, Nativisme, Konvergensi, dan Pendidikan Islam: Sebuah Kajian Filosofis Pendidikan Andi Hasriani Asfar; Ana Dhigfaini Sultan; Yuspiani Yuspiani; Muhammad Sabir U; Andi Syafrul Bahri; Andi Ferina Herbourina Bonita
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peserta didik merupakan komponen utama dalam proses pendidikan yang memiliki karakteristik, potensi, serta perkembangan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal. Pemahaman mengenai hakikat peserta didik menjadi penting untuk membangun sistem pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan manusia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep peserta didik berdasarkan pandangan teori empirisme, naturalisme, nativisme, konvergensi, serta tinjauan pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui analisis berbagai literatur ilmiah, buku filsafat pendidikan, dan sumber pendidikan Islam yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori empirisme memandang peserta didik sebagai individu yang berkembang melalui pengalaman dan lingkungan, sedangkan naturalisme menekankan perkembangan alami sesuai fitrah manusia. Nativisme memandang faktor bawaan sebagai penentu utama perkembangan peserta didik, sementara teori konvergensi menempatkan perpaduan antara faktor bawaan dan lingkungan sebagai unsur yang saling memengaruhi. Dalam perspektif pendidikan Islam, peserta didik dipandang sebagai makhluk yang memiliki fitrah, potensi akal, spiritual, dan moral yang harus dikembangkan secara seimbang melalui proses pendidikan yang holistik. Artikel ini menegaskan bahwa integrasi antara teori pendidikan Barat dan nilai-nilai pendidikan Islam dapat menjadi landasan dalam memahami peserta didik secara komprehensif dan humanis.
Digitalisasi Pendidikan Islam: Analisis Tantangan dan Strategi Transformasi Madrasah di Indonesia Andi Hasriani Asfar; Jabal Rahmah; Syahruddin Usman; Syarifuddin Ondeng
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam sistem pendidikan, termasuk pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia. Madrasah sebagai institusi pendidikan Islam dituntut untuk mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas keislamannya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis tantangan yang dihadapi madrasah dalam era digital serta strategi transformasi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan digitalisasi pendidikan, madrasah, dan transformasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa madrasah menghadapi berbagai tantangan multidimensional, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital tenaga pendidik, perubahan karakter peserta didik generasi digital, kesenjangan akses teknologi, serta ancaman degradasi moral akibat arus informasi global. Di sisi lain, era digital juga memberikan peluang besar bagi madrasah untuk melakukan inovasi pembelajaran, pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi, serta penguatan akses pendidikan Islam yang lebih luas dan fleksibel. Strategi transformasi yang dapat dilakukan meliputi penguatan literasi digital, peningkatan kompetensi guru, integrasi teknologi dalam pembelajaran berbasis nilai-nilai Islam, pengembangan infrastruktur digital, serta penguatan pendidikan karakter dan etika digital. Artikel ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi pendidikan Islam sangat bergantung pada kemampuan madrasah dalam mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai keislaman secara seimbang dan berkelanjutan.
Inovasi-Inovasi dalam Pendidikan Islam Andi Hasriani Asfar; Yusri Handayani; Syarifuddin Ondeng; Syahruddin Usman
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini membahas berbagai inovasi dalam pendidikan Islam sebagai respons terhadap tantangan era digital dan perkembangan ilmu pengetahuan. Kajian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui studi literatur untuk menganalisis bentuk inovasi metodologi pembelajaran, integrasi kurikulum sains dan agama, serta transformasi kelembagaan pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan teknologi digital, penerapan pembelajaran berbasis masalah, dan pengembangan kurikulum integratif mampu meningkatkan kualitas pendidikan Islam tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual dan adab. Selain itu, keberhasilan inovasi dipengaruhi oleh dukungan regulasi, kesiapan sumber daya manusia, dan kemampuan lembaga dalam menyeimbangkan teknologi dengan pembentukan karakter. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu menghasilkan generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, berakhlak mulia, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Analisis Tingkat Kebisingan pada Area Produksi PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) A Ferina Herbourina Bonita; Ummu Khaerat Rahmawan; Suci Fajriani S; Rifdah Wardani; Anindya Monika Putri; Danisarah Prilly; A. Suci Setiani Annisa; Yusniar Anggraeny; Roswati Roswati
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pekerjaan di sektor industri mempunyai potensi bahaya yang cukup tinggi yang pada akhirnya menyebabkan kecelakaan kerja yang dapat mengakibatkan kerugian baik terhadap harta maupun jiwa manusia, sehingga perlu diusahakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, dan menentukan pengendalian kebisingan di lingkungan kerja PT. Industri Kapal Indonesia (Persero) sebagai bagian dari penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan melakukan pengukuran langsung tingkat kebisingan menggunakan Sound Level Meter di delapan titik lokasi kerja dan membandingkannya dengan Nilai Ambang Batas (NAB) 85 dB(A) berdasarkan Permenaker No. 5 Tahun 2018. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa empat dari delapan lokasi melebihi NAB, yaitu Graving Dock (94,4 dB), Air Bag Dock (91,6 dB), Slip Way 92,7 dB), dan Plater Shop Fabrikasi (101,4 dB). Tingkat kebisingan tertinggi berada di Plater Shopabrikasi (101,4 dB) yang disebabkan oleh aktivitas pemotongan, pengelasan, dan memukul besi. Paparan kebisingan di atas NAB dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen (Noise-Induced Hearing Loss), kelelahan, dan stres kerja. Oleh karena itu, diperlukan pengendalian kebisingan melalui pendekatan eliminasi dan substitusi, pengendalian teknis seperti pemasangan sekat peredam suara, pengendalian administratif seperti rotasi pekerja, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) berupa earplug/earmuff.
Peningkatan Literasi Lingkungan dan Keterampilan Pengelolaan Limbah Elektronik melalui Workshop 3R Berbasis Hands-on Learning di SMA Negeri 65 Jakarta Barat Tasdik Darmana; Syarif Hidayat; Ridha Yasser
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan penggunaan perangkat elektronik di kalangan pelajar telah berkontribusi terhadap bertambahnya volume limbah elektronik (e-waste) yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Rendahnya pemahaman mengenai pengelolaan limbah elektronik dan minimnya keterampilan pemeliharaan perangkat menjadi tantangan dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi lingkungan, pengetahuan, dan keterampilan siswa SMA Negeri 65 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, dalam pengelolaan limbah elektronik berbasis prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif melalui tahapan survei awal, sosialisasi, workshop praktik pengelolaan limbah lampu LED, pendampingan oleh mahasiswa, serta evaluasi dan refleksi kegiatan. Materi yang diberikan mencakup dampak limbah elektronik terhadap lingkungan, perubahan iklim, pemeliharaan perangkat elektronik, serta pemanfaatan kembali komponen elektronik yang masih layak digunakan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap pentingnya pengelolaan limbah elektronik. Pendekatan hands-on learning terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi peserta, keterampilan dasar pengelolaan e-waste, serta membentuk sikap peduli lingkungan. Program ini berpotensi menjadi model edukasi berkelanjutan dalam mendukung pengurangan limbah elektronik dan transisi menuju lingkungan yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Pengaruh Perbedaan Persepsi Siswa Akuntansi Terhadap Kode Etik Auditor Internal Dan Auditor Eksternal Di Sekolah SMAN 4 Cilegon Akhmad Nofiata; Yudha Eka Febrian
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman mengenai kode etik auditor perlu ditanamkan sejak jenjang pendidikan menengah sebagai upaya membangun karakter dan meningkatkan literasi profesi akuntansi. Namun, sebagian siswa masih belum memahami secara komprehensif perbedaan peran auditor internal dan auditor eksternal beserta prinsip-prinsip etika yang menjadi landasan profesi tersebut. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa SMAN 4 Cilegon mengenai perbedaan kode etik auditor internal dan auditor eksternal serta pentingnya penerapan etika profesi dalam praktik akuntansi. Kegiatan dilaksanakan dengan metode penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus (case method), dan sesi tanya jawab yang melibatkan siswa kelas XI dan XII. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi, diskusi, serta pemberian pertanyaan evaluatif pada akhir kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mampu memahami perbedaan fungsi auditor internal dan auditor eksternal, menjelaskan prinsip-prinsip kode etik auditor, serta menganalisis penyelesaian kasus sederhana yang berkaitan dengan pelanggaran etika profesi. Metode pembelajaran partisipatif yang diterapkan juga mendorong peningkatan kemampuan berpikir kritis, partisipasi aktif, dan kesadaran siswa terhadap pentingnya integritas, objektivitas, profesionalisme, kompetensi, dan kerahasiaan dalam profesi auditor. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan literasi profesi akuntansi serta memperkuat pembentukan karakter siswa yang berintegritas sebagai bekal melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Peningkatan Literasi Audit Bagi Pelaku UMKM Dalam Mendukung Tata Kelola Usaha Yang Baik Rahadian Amrullah; Fadli Nuryasin
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia yang berkontribusi terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, serta pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, masih banyak pelaku UMKM yang menghadapi berbagai kendala dalam pengelolaan usaha, terutama rendahnya literasi audit, pencatatan keuangan yang belum sistematis, lemahnya pengendalian internal, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi digital. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kualitas informasi keuangan dan belum optimalnya penerapan tata kelola usaha yang baik (good business governance). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan literasi audit pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan sebagai upaya mendukung pengelolaan usaha yang lebih transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi observasi, identifikasi kebutuhan mitra, pelatihan literasi audit, pendampingan pencatatan keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi keuangan digital, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai fungsi audit, pentingnya pencatatan keuangan yang terstruktur, penerapan pengendalian internal, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha. Selain itu, peserta mulai memahami pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan usaha serta menerapkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tanggung jawab dalam menjalankan bisnis. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan keberlanjutan UMKM melalui penerapan tata kelola usaha yang lebih baik.
Penguatan Literasi Administrasi Kesehatan Berbasis Manajemen Strategis dalam Mendukung Sistem Informasi Kesehatan Posyandu di Desa Sipituhuta Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan Tahun 2026 Crisna Lumban Gaol; Dewi Purba; Dewi A.L.Hutagaol; Kino Siboro
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang memiliki peran penting dalam penyediaan data kesehatan ibu dan anak di tingkat desa. Data yang dihasilkan Posyandu menjadi sumber informasi yang mendukung perencanaan, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program kesehatan. Namun, kualitas data kesehatan sering kali dipengaruhi oleh keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader dalam melakukan pencatatan, pengelolaan, dan pelaporan administrasi kesehatan. Berdasarkan hasil observasi di Desa Sipituhuta Kecamatan Doloksanggul Kabupaten Humbang Hasundutan, ditemukan bahwa sebagian kader Posyandu belum memahami fungsi strategis data kesehatan, pencatatan masih belum lengkap, serta pelaporan kegiatan belum dilakukan secara optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi administrasi kesehatan berbasis manajemen strategis bagi kader Posyandu agar mampu menghasilkan data kesehatan yang akurat, lengkap, dan tepat waktu sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan masyarakat. Metode yang digunakan meliputi observasi awal, penyuluhan, pelatihan pengisian register Posyandu, simulasi pengolahan data kesehatan sederhana, serta evaluasi kegiatan. Peserta kegiatan berjumlah 25 kader Posyandu. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader mengenai pentingnya administrasi kesehatan dalam sistem informasi kesehatan, peningkatan kemampuan kader dalam pencatatan dan pelaporan data kesehatan, serta meningkatnya kesadaran kader terhadap pemanfaatan data sebagai dasar perencanaan program kesehatan masyarakat. Kegiatan ini mendukung penerapan konsep manajemen strategis pelayanan kesehatan melalui penguatan sistem informasi kesehatan berbasis masyarakat.
Penyuluhan Literasi Kesehatan tentang Pencegahan BBLR melalui Pendekatan Data Science di Lingkungan Kampus Quratih Adawiyah; Riyan Agus Faisal Hasibuan; Halimah Tusakdiyah Harahap; Noprida Wati Ritonga
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang berkontribusi terhadap meningkatnya risiko kesakitan dan kematian bayi. Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah meningkatkan literasi kesehatan melalui kegiatan edukasi yang inovatif dan mudah dipahami. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan mahasiswa mengenai pencegahan BBLR melalui pendekatan data science di lingkungan kampus. Sasaran kegiatan adalah 25 mahasiswa yang berasal dari lima program studi, yaitu Sistem Informasi, Teknologi Informasi, Administrasi Kesehatan, Kebidanan, dan Keperawatan. Metode yang digunakan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan penyuluhan, diskusi interaktif, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi penyuluhan disampaikan melalui visualisasi data berupa grafik dan infografis yang menampilkan informasi mengenai faktor risiko, dampak, serta upaya pencegahan BBLR. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah mengikuti penyuluhan, yang ditunjukkan oleh meningkatnya rata-rata nilai post-test dibandingkan pre-test. Selain itu, peserta memberikan respons positif terhadap penggunaan visualisasi data karena dinilai lebih menarik, mudah dipahami, dan membantu menginterpretasikan informasi kesehatan berdasarkan data. Pendekatan ini juga meningkatkan partisipasi peserta selama sesi diskusi. Dengan demikian, penyuluhan literasi kesehatan melalui pendekatan data science terbukti menjadi alternatif edukasi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pencegahan BBLR. Kegiatan serupa diharapkan dapat diterapkan secara berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi digital yang lebih inovatif untuk mendukung program promosi kesehatan di lingkungan perguruan tinggi maupun masyarakat. Kata Kunci: Berat Badan Lahir Rendah, Literasi Kesehatan, Data Science, Penyuluhan Kesehatan, Mahasiswa.
Penerapan Manajemen Mutu dalam Meningkatkan Kepuasan Pelanggan: Studi Kasus pada UMKM Percetakan Ulfa Printing Dwi irtiyah R. A. Saibi; Dara Ayu Artika; Lusiana Lusiana
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-July 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor percetakan menghadapi persaingan yang semakin ketat sehingga mutu produk dan layanan menjadi penentu keberlangsungan usaha. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan manajemen mutu pada Ulfa Printing dan menganalisis implikasinya terhadap kepuasan pelanggan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap lima informan yang dipilih secara purposive pemilik, dua karyawan, dan dua pelanggan serta observasi dan dokumentasi. Data dianalisis dengan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulfa Printing menerapkan prinsip-prinsip manajemen mutu secara informal namun konsisten: fokus pada pelanggan melalui mekanisme persetujuan (ACC) desain berbasis WhatsApp, pengendalian mutu tiga lapis pada tahap desain, cetak, dan finishing, keterlibatan karyawan melalui briefing harian, serta perbaikan berkelanjutan berbasis evaluasi catatan keluhan. Pelanggan menyatakan puas pada kelima dimensi kualitas jasa reliability, responsiveness, assurance, empathy, dan tangibles dengan catatan perbaikan pada fasilitas ruang tunggu dan sistem pencatatan pesanan yang masih manual. Formalisasi SOP dan digitalisasi pencatatan pesanan direkomendasikan untuk menjaga konsistensi mutu seiring pertumbuhan usaha.