cover
Contact Name
Sean Institute
Contact Email
editorjournal@seaninstitute.or.id
Phone
+6281264451404
Journal Mail Official
editorjournal@seaninstitute.or.id
Editorial Address
Komplek New Pratama ASri Blok C, No.2, Deliserdang, Sumatera Utara, Indonesia
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM)
Published by SEAN INSTITUTE
ISSN : -     EISSN : 28293738     DOI : https://doi.org/10.54076
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat (M-PKM) Merupakan jurnal Pengabdian yang diterbitkan oleh Sean Institute.M-PKM merupakan jurnal peer review, open access, dan ilmiah yang ditujukan kepada pelaksana pengabdian dengan fokus adalah PKM pada bidang komputer dan Informatika, PKM pada bidang sains,PKM pada bidang ekonomi dan manajemen, PKM pada bidang pendidikan, PKM pada bidang kesehatan dan hukum, PKM diterbitkan 3 kali dalam setahun
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 119 Documents
Penguatan Literasi Kesehatan Pasien Diabetes Mellitus Type 2 Afnina, Afnina; Eka Afriani; Fathul Jannah; Eva Sulistiany; Elfida, Elfida
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi kesehatan merupakan faktor krusial dalam pengelolaan Diabetes Mellitus Tipe 2 (DMT2), namun akses informasi yang kompleks sering kali menjadi hambatan bagi pasien di tingkat komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi kesehatan dan perilaku pengelolaan penyakit pada pasien DMT2 di Gampong Karang Anyar, Kecamatan Langsa Baro, Kota Langsa melalui pendekatan edukasi berbasis komunitas. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan dukungan data kuantitatif sederhana. Instrumen pengumpulan data meliputi kuesioner literasi kesehatan, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam terhadap 20 ibu-ibu pengajian penderita DMT2 serta 5 tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pemahaman "cukup" (45,0%), namun kepatuhan terhadap kontrol kesehatan rutin masih rendah (40,0%). Analisis tematik mengungkap bahwa penggunaan istilah medis yang rumit dan pendekatan edukasi satu arah menjadi hambatan utama. Sebaliknya, intervensi berbasis komunitas yang bersifat interaktif dan kontekstual di lingkungan informal (seperti masjid) terbukti meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pasien. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi kesehatan memerlukan integrasi antara aspek medis, sosial, dan kultural untuk mendorong perubahan perilaku manajemen diri yang berkelanjutan.
Kriminalisasi Terhadap Gelandangan dan Pengemis Sebagai Bentuk Pelanggaran Hak Asasi Manusia Terhadap Kelompok Marginal Mahdi, Asyrafil; Lysa Angrayni
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aktivitas pengelandangan dan pengemisan kerap dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap ketertiban umum yang termasuk dalam kategori tindak pidana pelanggaran (overtredingen). Hal tersebut tercermin dalam ketentuan Pasal 504 dan 505 KUHP yang merepresentasikan praktik kriminalisasi terhadap pengemis. Di sisi lain, pengaturan dalam KUHP baru menunjukkan adanya pergeseran pendekatan menuju dekriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis. Namun demikian, dalam praktiknya, kriminalisasi masih tetap berlangsung, terutama melalui berbagai Peraturan Daerah yang berorientasi pada penegakan ketertiban umum. Padahal, dalam Undang-undang Dasar Tahun 1945 Pasal 34 ayat (1) dijelaskan bahwa: “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.”. Hal ini membuktikan bahwa konstitusi menjamin perlindungan terhadap gelandangan dan pengemis. Kriminalisasi terhadap gelandangan dan pengemis adalah bentuk pelanggaran hak asasi manusia yang digolongkan sebagai criminalization of poverty. Konsep criminalization of poverty yang berkembang secara global menunjukkan bahwa kebijakan pidana sering digunakan sebagai mekanisme kontrol sosial yang meminggirkan kelompok rentan.
Peningkatan Kompetensi Guru melalui Pelatihan Koding dan Artificial Intelligence di Kabupaten Aceh Utara Mutasar, Mutasar; Hasdyna, Novia; Kesuma Dinata, Rozzi; Niesa, Chaeroen; Fadhilah, Cut
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menghadapi tantangan peningkatan literasi digital di era modern. Namun, keterbatasan pemahaman terhadap pemanfaatan teknologi, khususnya koding dan Artificial Intelligence (AI), menyebabkan proses pembelajaran berbasis digital belum optimal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan koding dan pemanfaatan AI sebagai alat bantu pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan pelatihan interaktif yang meliputi sosialisasi literasi digital, demonstrasi penggunaan koding dan AI, praktik langsung, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 2–3 April 2026 di Kabupaten Aceh Utara, dengan melibatkan guru dari berbagai jenjang pendidikan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pemanfaatan koding dan AI sebesar 78%, disertai perubahan sikap positif dalam penggunaan teknologi secara etis dan produktif. Peserta juga mampu mengimplementasikan dasar-dasar koding serta memanfaatkan AI dalam penyusunan materi pembelajaran. Program ini memberikan dampak nyata dalam meningkatkan literasi digital dan kompetensi guru, serta mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi.
Penguatan Pendidikan Dini dan Pemetaan Wilayah dengan Tingkat Merokok Tinggi untuk Mendukung Kesehatan Ibu dan Anak di Jatibaru Spaga, Kota Bima Zahratul Hayati; Neti Sulami; Susanti, Susanti; Erni Faturahmah; Puput Artika Juni; Jelita Permata sari
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat prevalensi merokok yang tinggi di Indonesia tetap menjadi tantangan utama dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Paparan asap rokok pada ibu hamil dan balita berkontribusi terhadap berbagai risiko kesehatan seperti berat badan lahir rendah, infeksi saluran pernapasan akut, gangguan pertumbuhan dan perkembangan, serta komplikasi kehamilan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Indonesia, paparan asap rokok di rumah tangga masih tinggi dan berdampak pada kelompok rentan. Masalah yang dihadapi oleh mitra di wilayah Jatibaru Spaga, Kota Bima adalah rendahnya kesadaran masyarakat tentang bahaya asap rokok bagi ibu dan anak serta kurangnya pemetaan daerah dengan tingkat merokok tinggi sebagai dasar intervensi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan awal tentang bahaya merokok dan memetakan daerah berisiko untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak. Metode yang digunakan meliputi konseling, diskusi interaktif, distribusi selebaran, tes pra dan pasca, serta pemetaan sederhana berdasarkan observasi dan wawancara. Pesertanya berjumlah 25 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu balita, dan kader kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor pengetahuan rata-rata dari 58,4 menjadi 82,6 setelah intervensi. Pemetaan tersebut mengidentifikasi beberapa titik dengan intensitas merokok aktif yang tinggi di lingkungan rumah tangga. Aktivitas ini secara efektif meningkatkan kesadaran peserta dan berfungsi sebagai dasar untuk perencanaan program area bebas asap rokok berbasis komunitas.
Pengenalan Pengetahuan Tradisional Sumatera Utara melalui Literasi Budaya pada Anak Usia Sekolah di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang Septa, Septa; Muhammad Rasyid Ridlo; M. Nashih Huddin Ubaidillah; Fithria Rizka S
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Arus globalisasi dan perkembangan teknologi digital telah mengancam keberlanjutan pengetahuan tradisional Sumatera Utara, di mana anak-anak semakin jarang berinteraksi dengan warisan budaya lokal seperti cerita rakyat, permainan tradisional, dan seni pertunjukan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan kegiatan literasi budaya dan mengidentifikasi dampaknya terhadap pemahaman anak usia sekolah mengenai pengetahuan tradisional di Desa Paya Itik, Kabupaten Deli Serdang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 13 anak berusia 7-12 tahun sebagai partisipan utama. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan kegiatan literasi budaya yang mengintegrasikan interactive storytelling, permainan tradisional congklak, aktivitas kreatif visual, dan refleksi kolaboratif berhasil merevitalisasi pengetahuan tradisional melalui tiga dimensi transformasi: internalisasi pengetahuan budaya yang mendalam, transformasi sikap positif terhadap identitas budaya Sumatera Utara, dan peningkatan kualitas interaksi sosial melalui pembentukan community of practice. Kesimpulan penelitian membuktikan bahwa pendekatan experiential learning berbasis literasi budaya efektif dalam melestarikan warisan tradisional dan membangun emotional connection yang kuat antara generasi muda dengan budaya leluhur. Disarankan untuk mengimplementasikan model literasi budaya ini secara berkelanjutan dalam kurikulum formal pendidikan dasar dengan dukungan komunitas lokal.
PEMBERDAYAAN UMKM KEMUNING MANDIRI MELALUI PELATIHAN PEMBUATAN ARUS KAS DI DESA COGREG KECAMATAN PARUNG KABUPATEN BOGOR, JAWA BARAT Anjarwati, Sri; Yolifiandri, Yolifiandri; Apriani, Ari; Magita, Magita; Kamil, Islamiah; Khaled, Januar; Suryadi, Edy; Windiati, Windiati
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan pelaku UMKM Kemuning Mandiri dalam menyusun laporan arus kas sederhana menggunakan Microsoft Excel. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya kemampuan dalam pencatatan transaksi keuangan serta belum adanya laporan arus kas yang tersusun secara sistematis. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui observasi, penyampaian materi, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung penyusunan laporan arus kas. Kegiatan dilaksanakan di Desa Cogreg, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dengan melibatkan pelaku UMKM setempat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan keuangan usaha dan mampu menyusun laporan arus kas sederhana secara lebih terstruktur. Penggunaan Microsoft Excel membantu peserta dalam melakukan pencatatan transaksi secara lebih praktis dan efektif. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pengelolaan keuangan UMKM secara berkelanjutan
EDUKASI: PENYAKIT DEGENERATIF DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA LANSIA DI DESA PARIKSINOMBA Nova Siregar; Jefry Banjarnahor; Hengky Simamora; Gloria Tambunan
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 03 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami berbagai masalah kesehatan akibat proses penuaan. Seiring bertambahnya usia, fungsi organ tubuh mengalami penurunan sehingga meningkatkan risiko terjadinya penyakit degeneratif seperti hipertensi, diabetes melitus, dan asam urat. Penyakit degeneratif menjadi salah satu penyebab utama menurunnya kualitas hidup lansia apabila tidak dilakukan pencegahan dan penanganan sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Pariksinomba pada 22 Mei 2025. Sasaran kegiatan Adalah Lanjut Usia sebanyak 60 orang. Bentuk kegiatan adalah edukasi tentang penyakit degeneratif dan Pemeriksaan Kesehatan fisik, cek asam urat, gula darah serta melakukan senam pada lansia. Hasil pemeriksaan kesehatan menunjukkan bahwa beberapa lansia memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah di atas normal, dan kadar asam urat yang meningkat. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin sebagai upaya deteksi dini penyakit degeneratif pada lansia. Pelaksanaan senam lansia berlangsung dengan baik dan diikuti secara aktif oleh peserta. Kegiatan senam membantu meningkatkan kebugaran fisik serta memberikan suasana yang menyenangkan bagi lansia. Secara umum, kegiatan ini memberikan manfaat positif bagi masyarakat, khususnya lansia, dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala
Implementation of Moringa Leaf Brownies Innovation as an Effort to Support Breast Milk Production and Prevent Stunting in Toddlers Widya Ramadhini; Nurul Jannah
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa leaves (Moringa oleifera) are a local food source rich in nutrients such as protein, iron, calcium, and vitamins that are beneficial for breastfeeding mothers and toddlers. Moringa leaves are known to help support breast milk production and fulfill nutritional needs in efforts to prevent stunting. However, their utilization in the community is still limited to vegetable preparations, making it necessary to develop more attractive and easily consumable food innovations. This activity was carried out through several stages, including socialization, preparation of ingredients, production of moringa leaf brownies, packaging, and distribution to the community. In addition to product distribution, educational sessions were also conducted regarding the benefits of moringa leaves for breast milk production and stunting prevention in toddlers. Moringa leaf brownies were developed as a functional food with high nutritional value and greater community acceptance compared to conventional moringa leaf preparations. The results of the activity showed that moringa leaf brownies were well accepted by the community and have the potential to become an alternative local food product to help increase breast milk production in breastfeeding mothers and support the nutritional needs of toddlers in efforts to prevent stunting.
Pengembangan Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” Sebagai Sarana Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendukung Program Desa Sehat Berkelanjutan Supriatin Supriatin; Mohamad Sadli; Lili Amaliah; Maretalinia Maretalinia
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 02 (2026): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, April-Juni 2026
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan masyarakat di tingkat desa memerlukan pendekatan promotif dan preventif yang berbasis pada pemberdayaan komunitas serta pemanfaatan lingkungan sebagai media edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” sebagai sarana promosi kesehatan dan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung program Desa Sehat Berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Desa Megu Cilik, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon pada tanggal 7 Juni 2026 dengan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis masyarakat (community-based participatory approach). Tahapan kegiatan meliputi observasi dan identifikasi masalah, perencanaan bersama, pelaksanaan kegiatan, pendampingan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari penataan taman, penanaman tanaman obat keluarga (TOGA), edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga kegiatan senam sehat bersama. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya perilaku hidup sehat serta pemanfaatan taman sebagai ruang edukatif dan aktivitas sosial. Taman Holistik “Taman Harmoni Sehat” juga berpotensi menjadi media promosi kesehatan yang berkelanjutan dengan dukungan perangkat desa dan kader kesehatan. Dengan demikian, pengembangan taman holistik ini efektif dalam meningkatkan kesadaran kesehatan dan memperkuat pemberdayaan masyarakat desa.

Page 12 of 12 | Total Record : 119