cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Terapi Pijat Commond Cold : Strategi Ampuh Mengatasi Pilek dengan Sentuhan Hangat Nurchasanah; rabbania, ririn; Dewi Putri, Septiani; Eti Salafas
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the dry season, the day is hot and the night is very cold. There are several diseases that often occur in this season, one of which is coughs and colds.  Cough and runny nose are symptoms of upper respiratory tract infections in children under 5 years of age. ARI is a major cause of morbidity and mortality from infectious diseases worldwide. ARI is also the third leading cause of death in the world. Cold cough problems in toddlers are often found, because the toddler's immune system is still low so it is very vulnerable to contracting the virus. Parents whose children have a cold cough consider it a natural thing to happen to toddlers. Late and improper handling of cold coughs can aggravate the condition of toddlers so that seizures occur. The purpose of this community service is to increase mothers' knowledge about cold cough massage or commond cold through health counseling. The method of community service activities is to provide material to 28 mothers who have toddlers through interactive lectures and discussions. To evaluate the mother's knowledge is to ask  the mothers about commond cold massage, and the mothers do not know about commond cold massage. From the results of the activity, there was an increase in maternal knowledge about cold cough massage, where mothers of toddlers at Posyandu Nusa Indah Perum Sumber Indah Banyuwangi RT 71 Kel.Batu Ampar Balikpapan were able to practice commond cold massage. It is hoped that with the increase  in knowledge, mothers can do a good and correct cold cough massage in toddlers. So that toddlers are healthy and cold cough symptoms do not get worse.   Abstrak Pada musim kemarau siang hari terasa panas dan malam hari terasa sangat dingin. Ada beberapa penyakit yang sering terjadi di musim ini yaitu salah satunya adalah batuk dan pilek.  Batuk dan pilek merupakan gejala infeksi saluran pernapasan atas pada anak usia di bawah 5 tahun. ISPA yaitu peneybab utama morbiditas dan mortalitas dari penyakit menular di seluruh dunia. ISPA juga merupakan penyebab kematian ketiga di dunia. Masalah batuk pilek pada balita sering dijumpai, dikarenakan sistem imun balita yang masih rendah sehingga sangat rentan terjangkit virus. Orang tua yang anaknya mengalami batuk pilek menganggap itu merupakan hal yang wajar terjadi pada balita. Penanganan yang terlambat dan kurang tepat terhadap batuk pilek dapat memperparah keadaan balita sehinngga terjadi kejang. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat batuk pilek atau commond cold melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan materi kepada 28 ibu yang memiliki balita melalui ceramah interaktif dan diskusi. Untuk mengevaluasi pengetahuan ibu yaitu dengan bertanya kepada ibu-ibu tersebut tentang pijat commond cold, dan ibu-ibu tersebut tidak mengetahui tentang pijat commond cold. Dari hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang pijat batuk pilek, dimana ibu-ibu dari balita di Posyandu Nusa Indah Perum Sumber Indah Banyuwangi RT 71 Kel.Batu Ampar Balikpapan sudah bisa mempraktekkan pijat commond cold. Diharapkan dengan adanya peningkatan pengetahuan ibu dapat melakukan pijat batuk pilek pada balita yang baik dan benar. Agar balita sehat dan gejala batuk pilek tidak semakin parah.
Pijat Tui Na untuk Meningkatkan Nafsu Makan pada Bayi dan Balita di Desa Blater Lor Kec Bandungan Kab Semarang Elis Karmila; Kurnia Pratiwi; Nesi Erista; Widayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tui Na massage is a massage technique using the hands and applying pressure to massage points to relieve symptoms, treat disease, or help restore the patient's health. The benefits of Tui Na massage for babies under five increase appetite, help maximize digestive function so that it can increase your little one's weight. increasing immunity in babies and toddlers. Benefits for mothers increase affection for mother and child. so that mothers can apply Tui Na massage at home. Tui Na massage is effective in increasing toddlers' appetite and weight, Tui Na massage is effective in overcoming feeding difficulties in toddlers by improving blood circulation to the spleen and digestion so it can also help increase toddlers' weight. To prevent an increase in the number of stunted toddlers, treatment must be carried out from an early age. Stunting is a problem of chronic malnutrition in children under five which is caused by insufficient nutritional intake over a long period of time due to the provision of food that is not in accordance with the child's nutritional needs. One of the causes is malnutrition for a long time, which occurs from the time the fetus is in the womb until the beginning of the child's life (the first 1000 days of birth). In midwifery there are several non-pharmacological therapies that can be carried out to increase appetite. Among them are complementary therapies that can be applied by midwives. one of which is baby massage therapy to increase children's appetite. This counseling was carried out using a 2-way method, namely conveying theory and explaining leaflets followed by giving a pre-test and post-test. By providing material that is easy to understand and using language that is easy for partners to digest and understand. The aim of this activity is that it is hoped that mothers can apply Tui Na massage in an effort to overcome symptoms of malnutrition and prevent stunting in babies/toddlers.   Abstrak Pijat Tui Na merupakan teknik pijat menggunakan tangan dan penerapan tekanan pada titik pijat untuk meredakan gejala, mengobati penyakit, atau membantu memulihkan kesehatan pasien, Manfaat pijat Tui Na pada bayi balita meningkatkan nafsu makan, membantu memaksimalkan fungsi pencernaan sehingga dapat meningkatkan berat badan si kecil.meningkatkan imunitas pada bayi dan balita. Manfaat pada ibu meningkat rasa sayang pada ibu dan anak. agar ibu bisa mengaplikasikan pijat Tui Na di rumah. pijat Tui Na efektif meningkatkan nafsu makan dan berat badan balita, pijat Tui Na efektif mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah ke limpa dan pencernaan sehingga dapat juga membantu meningkatkan berat badan balita. Untuk mencegah peningkatan angka balita stunting maka harus dilakukan penangangan sejak dini. Stunting merupakan masalah kurang gizi kronis pada balita yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu yang cukup lama akibat pemeberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi anak. Salah satu penyebabnya  adalah Kekurangan gizi dalam waktu lama itu terjadi sejak janin dalam kandungan sampai awal kehidupan anak (1000 Hari Pertama Kelahiran) Di dalam ilmu kebidanan terdapat beberapa terapi non farmakologi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan napsu makan .Diantaranya Terapi komplementer yang dapat diterapkan oleh bidan salah satunya adalah terapi pijat bayi untuk meningkatkan nafsu makan pada anak. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode 2 arah yaitu penyampaian teori dan menjelaskan leaflet yang diikuti dengan memberikan pre-test dan post-test. Dengan memberikan materi yang mudah di mengerti dan menggunakan bahasa yang mudah di cerna dan di pahami oleh mitra.Tujuan dari adanya kegiatan ini yaitu diharapkan ibu dapat mengaplikasikan pijat Tui Na dalam upaya mengatasi gejala kurang gizi dan mencegah stunting pada bayi/balita .
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (Coc) Ny.E Umur 36 Tahun di Klinik Aria Medistra Kabupaten Semarang Jawa Tengah Bq. Yulia Sri Aprian
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning services that connect the health needs of women in particular and the personal circumstances of each individual. This aims to help monitor and detect possible complications that accompany the mother and baby from pregnancy until the mother uses family planning. Midwives have an important role as implementers, such as midwives providing midwifery care for pregnancy and family planning acceptors, midwives as administrators, such as managing community health activities, especially regarding mothers and children, and midwives as educators, such as midwives providing health education and counseling to clients, training and guiding cadres. The midwifery care method at the Aria Medistra Pringapus Clinic, Semarang Regency, Central Java uses descriptive methods, data collection techniques, namely interviews, observation of providing physical examination care, supporting examinations, documentation studies and bibliography studies. The subject of the case study is Mrs. E, the subject is carried out based on the goals to be achieved. This case study was carried out from May to November 2023. The midwifery care provided to Mrs. , neonates twice, and family planning twice. In Mrs. "E" the pregnancy process proceeded physiologically without any problems or complications even at TM III. The entire delivery process took place normally and smoothly without any complications or complications and management was carried out according to 60 APN. On midwifery care during the postpartum period on day 7, the mother complained that breast milk was not flowing smoothly, so the author provided midwifery care by giving IEC Oxytocin Massage to facilitate breast milk flow. In providing birth control midwifery care, the mother was given counseling and decided to use injectable birth control at 42 days postpartum. Continuity of care was provided to Mrs. "E" during pregnancy, childbirth, the postpartum period, newborns, and family planning, examination results are within normal limits and there are no accompanying complications. It is hoped that the midwife profession, in providing continuous midwifery care (continuity of care), will always apply midwifery management, maintain and improve competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu.. Hal ini bertujuan sebagai upaya untuk membantu memantau dan mendeteksi adanya kemungkinan timbulnya komplikasi yang menyertai ibu dan bayi dari masa kehamilan sampai ibu menggunakan KB. Bidan mempunyai peran penting sebagai pelaksana seperti, bidan melakukan asuhan kebidanan kehamilan hingga akseptor KB, bidan sebagai pengelola seperti, mengelola kebiatan-kegiatan kesehatan masyarakat terutama tentang ibu dan anak dan bidan sebagai pendidik seperti, bidan memberikan pendidikan dan penyuluhan kesehatan pada klien, melatih dan membimbing kader. Metode asuhan kebidanan di Klinik Aria Medistra Pringapus Kabupaten Semarang Jawa Tengah menggunakan metode deskriftif teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi pemberian asuhan pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus yaitu Ny. E, subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan yang ingin dicapai. Studi kasus ini dilaksanakan pada bulan mei sampai dengan November 2023. Asuhan kebidanan yang diberikan pada Ny.”E” berlangsung dari masa kehamilan, bersalin, nifas, neonatus sampai KB dengan frekuensi kunjungan hamil sebanyak 2 kali,  Persalinan dilakukan di RS, nifas 2 kali, neonatus 2 kali,serta KB sebanyak 2 kali. Pada Ny.”E” proses kehamilan berjalan dengan fisiologis tidak ada masalah maupun komplikasi walaupun pada TM III. Seluruh proses persalinan berlangsung normal dan lancar tanpa ada penyulit atau komplikasi dan penatalaksanaan telah dilakukan sesuai 60 APN. Pada asuhan kebidanan masa nifas hari ke-7  ibu mengeluh ASI kurang lancar, sehingga penulis memberikan asuhan kebidanan dengan memberikan KIE Pijat Oksitosin untuk memperlancar ASI. Dalam memberikan asuhan kebidanan KB ibu telah diberikan konseling dan memutuskan menggunakan KB Suntik pada 42 hari postpartum Asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) yang telah dilakukan pada Ny. “E” saat hamil, bersalin, masa nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana didapatkan hasil pemeriksaan dalam batas normal dan tidak ada penyulit yang menyertai. Diharapkan profesi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan berkelanjutan (continuity of care) selanjutnya selalu menerapkan manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi dalam memberikan asuahan sesuai standar pelayanan kebidanan.
Promosi Kesehatan Pentingnya Pijat Endorphine terhadap Peningkatan Produksi Asi pada Ibu Menyusui Hamidatusadiah; Kristina Ping; Putri Arintasari Mangesti Rahayu; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Breastfeeding is a natural process for a mother to support and prosper her child after giving birth (Kemenkes RI, 2014). Breast milk is the only best food for babies up to 6 months because it has the most complete and ideal nutritional composition for the growth and development of babies that can meet the nutritional needs of babies for the first 6 months (Bakara, 2019). Endorphine massage in the form of an emphasis on the back helps to expedite the production and release of breast milk, so that the mother feels relaxed, the feeling of fatigue after giving birth will disappear so that it helps stimulate the release of the hormone oxytocin (Wahyuningsih, 2018) This Community Service activity aims to benefit breastfeeding mothers in the village of Kemawi. All breastfeeding mothers can obtain information on ways to increase milk production with endorphine massage. The method used in the implementation is to determine the target of breastfeeding mothers, to conduct a pre-test on endorphine massage on breast milk production, to provide information on endorphine massage to to breast milk production, to demonstrate endorphine massage, to distribute leaflets and posttests. The results of this service show that there is a difference between the pre-test and post-test given the questionnaire, namely breastfeeding mothers before being given the questionnaire who had good knowledge of 6 people (60%), enough knowledge of 3 people (30%), and less knowledge of 1 person (10%) ) while breastfeeding mothers after being given a questionnaire who had good knowledge were 9 people (90%), enough knowledge was 1 person (10%) and knowledge was lacking 0 people (0%)..   Abstrak Menyusui adalah proses alami bagi seseorang ibu untuk menghidupi dan mensejahterakan anak pasca melahirkan (Kemenkes RI, 2014). ASI merupakan satu-satunya makan terbaik bayi sampai 6 bulan karena mempunyai komposisi gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang dapat memenuhi kebutuhan gizi bayi selama 6 bulan pertama (Bakara, 2019). Pijat Endorphine berupa penekanan pada punggung membantu melancarkan produksi dan pengeluaran ASI, sehingga ibu merasa rileks, rasa lelah setelah melahirkan akan hilang sehingga membantu merangsang keluarnya hormon oksitosin (Wahyuningsih, 2018) Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan memberi manfaat ibu menyusui didesa kemawi.Seluruh ibu menyusui dapat memperoleh informasi cara untuk meningkatkan produksi ASI dengan pijat endorphine. Metode yang di gunakan dalam pelaksanaan Menentukan sasaran pada ibu menyusui melakukan pre test tentang pijat endorphine terhadap produksi ASI, Memberikan informasi untuk pijat endorphine terhadap produksi ASI, mendemontrasikan pijat endorphine, pembagian leaflet dan postest Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan antara pre test dan pos test diberikan kuesionerya itu ibu menyusui sebelum diberikan kuesioner yang berpengetahuan baik sebanyk 6 orang (60%), pengetahuan cukup sebanyak 3 orang(30%), dan pengetahuan kurang 1 orang (10%) sedangkan ibu menyusui sesudah diberikan kuesioner yang memiliki pengetahuan baik sebanyak 9 orang (90%), pengetahuan cukup sebanyak 1 orang (10%) dan pengetahuan kurang 0 orang (0%).
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (Coc) dengan Masalah Ketidaknyamanan pada Trimester II Hartini; Aliviani , Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates. The aim of Comprehensive Midwifery Care (COC) for Mrs. A G2P1A0. The method used is case study research, namely comprehensive care for pregnant, maternity, newborn and postpartum women. This is a descriptive research method. The type of descriptive research used is a case study. The sample in this study was a pregnant woman in the second trimester, gestation age 20 weeks 3 days, G2P1A0. Research time June 2023 – November 2023 in the Wonorejo area 02/02, Pringapus The research instrument uses the SOAP documentation method with a varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. A G2P1A0, 39 weeks pregnant with problems of discomfort in the second trimester, complained of cramps in the leg area, and working as an elementary school teacher, what the researcher did regarding maternal complaints was to provide pregnancy yoga specifically for the second trimester. The birth received antibiotics for 5 days and mefemanic acid therapy. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra. In newborns, the results of anthropometric examination were normal, SHK was negative and OEA passed. Mrs. A and her husband decided they didn't want to use birth control.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan Asuhan Kebidanan Komprehensif (COC) pada Ny.A yaitu untuk Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersain, nifas, BBL dan KB pada Ny. A G2P1A0. Metode yang digunakan adalah penelitian studi kasus yaitu asuhan komprehensif pada ibu hamil, bersalin, bayi baru lahir dan nifas ini adalah metode penelitian deskriptif. Jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study) Sampel pada penelitian ini adalah seorang ibu hamil trimester II usia kehamilan 20 minggu 3 hari, G2P1A0. Waktu penelitian Juni 2023 – November 2023 di wilayah Wonorejo 02/02, Pringapus Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. A G2P1A0 usia kehamilan 39 minggu dengan masalah ketidaknyamanan trimester pada 2 ditemukan keluhan keram pada daerah kaki, dan bekerja sebagai seorang guru SD, hal yang dilakukan peneliti terkait keluhan ibu yaitu memberikan yoga hamil khusus trimester II. Persalinan mendapatkan antibiotik selama 5 hari dan terapi asam mefemanat. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra. Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal, SHK negative dan OEA lulus. Ny. A dan suami memutuskan belum ingin menggunakan KB.
Asuhan Kebidanan Continuty Of Care (Coc) pada Ny. E Umur 28 Tahun G2P1A0 dengan Ketuban Pecah Dini (KPD) trijayanti, oksi; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The period of pregnancy, childbirth, postpartum, neonate is a physiological condition that may threaten the life of the mother and baby and even cause death. One effort that can be made is implementing a comprehensive midwifery care model that can optimize the detection of high risk maternal neonates. The aim of the research was to analyze the implementation of midwifery care for pregnant women, maternity, postpartum, BBL and family planning. Analytical descriptive observational research method. The case study approach to the implementation of midwifery care includes care for pregnancy, childbirth, newborns, postpartum, and family planning (KB). The sample was a pregnant woman in the third trimester, 32 weeks gestation, G2P1A0. Research time July 2023 – August 2023 at the Dharma Wahyu Agung Clinic. The research instrument uses the SOAP documentation method with a Varney management mindset. Collection techniques use primary data through interviews, observations, physical examinations, KIA books. The results of the care obtained by Mrs. E G2P1A0 32 weeks gestation with complaints of back pain. The mother gave birth normally at 39 weeks 5 days gestation with PROM. The postpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, lochea rubra, mother. In the newborn baby, the results of the anthropometric examination were normal. Mrs. E uses injectable birth control 3 months after the postpartum period.   Abstrak Masa kehamilan, persalinan, nifas, neonatus merupakan suatu keadaan fisiologis yang kemungkinan mengancam jiwa ibu, bayi bahkan menyebabkan kematian. Salah satu upaya yang dapat dilakukan menerapkan model asuhan kebidanan komperehensif yang dapat mengoptimalkan deteksi risiko tinggi maternal neonatal. Tujuan penelitian melakukan analisis pelaksanaan asuhan kebidanan ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB. Metode penelitian observasional desktiptif analitik. Pendekatan studi kasus pada pelaksanaan asuhan kebidanan meliputi asuhan kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan keluarga berecana (KB). Sampel adalah seorang ibu hamil trimester III usia kehamilan 32 minggu, G2P1A0. Waktu penelitian Juli 2023 –Agustus 2023 di Klinik Dharma Wahyu Agung. Instrumen penelitian menggunakan metode dokumentasi SOAP dengan pola pikir manajemen varney. Teknik pengumpulan menggunakan data primer melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, buku KIA. Hasil asuhan didapatkan Ny. E G2P1A0 usia kehamilan 32 minggu dengan keluhan nyeri punggung.. Persalinan ibu dilakukan secara normal pada usia kehamilan 39 minggu 5 hari dengan KPD. Masa nifas berlangsung normal tidak ada pendarahan, kontraksi uterus baik, lochea rubra, ibu.Pada bayi baru lahir hasil pemeriksaan antropometri normal.Ny. E menggunakan KB Suntik 3 bulan setelah masa nifas.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care (COC) Ny.A Umur 30 Tahun di Klinik Pmb Ambarawati Ashari, Ayu; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care (CoC) is continuous care, continuous midwife care can be expressed in the midwife being recognized as a responsible and accountable professional who works in partnership with women during pregnancy, childbirth and the postpartum period. Midwives are required to provide midwifery services with continuity of care starting from ANC, INC, BBL care, postpartum care, neonatal care and quality family planning services. Maternal Mortality Rate in Indonesia from 2021 Indonesia Profile data The number of maternal deaths collected from family health program records at the Ministry of Health increases every year. In 2021 there were 7,389 deaths in Indonesia. This number shows an increase compared to 2020 of 4,627 deaths. Based on causes, the majority of maternal deaths in 2021 were related to COVID-19 with 2,982 cases, bleeding with 1,330 cases, and hypertension in pregnancy with 1,077 cases (Indonesian Health Profile, 2021). In this study, the author uses descriptive research methods, data collection techniques, namely through interviews, observation, physical examination, supporting examination, documentation study and bibliography study. The subject in this case study is purposive, which means that the subject is selected based on certain goals to be achieved. This research starts from September 16 2023 to November 11 2023. Comprehensive midwifery care for Mrs. The results of the case during pregnancy did not reveal any abnormal complaints that occurred in the patient, delivery was carried out in hospital due to bleeding that occurred in the patient and to prevent complications in the mother and baby, care for the newborn and postpartum was carried out on the 7th day after delivery where the condition of the mother and baby are healthy, there are complaints during the postpartum period but they can be resolved well so that no complications occur for the mother. In family planning care, the mother chooses to use contraceptive implants with the aim that the patient does not want her breast milk production to be disrupted if she uses contraception and wants to postpone having children because she already has enough children.   Abstrak Continuity of Care (CoC) merupakan perawatan yang berkesinambungan, perawatan bidan yang berkesinambungan dapat dinyatakan dalam bidan diakui sebagai seorang profesional yang bertanggung jawab dan ankuntabel yang bekerja dalam kemitraan dengan wanita selama kehamilan, persalinan dan periode postpartum. Bidan diharuskan memberikan pelayanan kebidanan yang continuity of care mulai dari ANC, INC, Asuhan BBL, asuhan postpartum, asuhan neonatus dan pelayanan KB yang berkualitas. Angka Kematian Ibu di Indonesia dari data Profil Indonesia Tahun 2021 Jumlah kematian ibu yang dihimpun dari pencatatan program kesehatan keluarga di Kementerian Kesehatan meningkat setiap tahun. Pada tahun 2021 menunjukkan 7.389 kematian di Indonesia. Jumlah ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2020 sebesar 4.627 kematian. Berdasarkan penyebab, sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19 sebanyak 2.982 kasus, perdarahan sebanyak 1.330 kasus, dan hipertensi dalam kehamilan sebanyak 1.077 kasus (Profil Kesehatan Indonesia, 2021). Dalam asuhan ini penulis menggunakan metode penelitian deskriptif teknik pengumpulan data yaitu melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, studi dokumentasi dan studi daftar pustaka. Subjek pada studi kasus ini yaitu secara purposive yag artinya pengambilan subjek dilakukan berdasarkan adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai. Penelitian ini dimulai sejak tanggal 16 September 2023 sampai dengan 11 November 2023. Asuhan Kebidanan komprehensif pada Ny.A umur 30 tahun di PMB Ambarawati meliputi kehamilan dimulai dari usia kehamilan 32 minggu, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan Keluarga Berencana dengan pendekatan manajemen kebidanan menurut pendokumentasian menggunakan metode SOAP. Hasil dari kasus selama masa kehamilan tidak ditemukan keluhan yang abnormal yang terjadi pada pasien, persalinan yang dilakukan di rumah sakit disebabkan perdarahan yang terjadi pada pasien serta untuk mencegah terjadinya komplikasi pada ibu dan bayi, asuhan bayi baru lahir dan nifas dilakukan pada hari ke-7 setelah persalinan dimana kondisi ibu dan bayi dalam keadaan yang sehat, terdapat keluhan pada masa nifas tetapi dapat teratasi dengan baik sehingga tidak terjadi komplikasi pada ibu. Asuhan keluarga berencana ibu memilih menggunakan kontrasepsi implant dengan tujuan pasien tidak mau jika menggunakan kontrasepsi produksi ASI nya terganggu dan ingin menunda punya anak karena anaknya sudah cukup.
Asuhan Kebidanan Continuity Of Care pada Ny “A” Usia 22 Tahun di PMB Diyah Tawangmangu Surani; Risma Aliviani Putri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal mortality rate and infant mortality rate are important indicators of public health status, therefore it is important for health workers to provide ongoing health services to mothers to monitor maternal health from pregnancy, childbirth, postpartum to the selection ofcontraceptives. Meanwhile, health services for children are started at the first neonatal visit according to the Newest Management Standards for Young Infants (MTBM) and counseling for newborn care including exclusive breastfeeding and umbilical cord care. The purpose of this midwifery care is to implement comprehensive Continuity Of Care (COC) midwifery care for Mrs. A at PMB Diyah Tri Wardani Tawangmangu with a descriptive approach carried out by history taking and observing patients from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns, and families. planned and documented with the SOAP model. The results obtained from the COC assistance to Mrs. A is in pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and family planning that runs physiologically and there is no gap between theory and case. The conclusion of this study is that as health workers, midwives can apply COC midwifery care in improving the quality of services that require continuous relationships between patients and health workers, namely monitoring the condition of pregnant women from early pregnancy to delivery to health workers, monitoring newborns. from signs of infection, postnatal complications as well as facilitators for couples of childbearing age in family planning services.   Abstrak Salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat adalah dengan melihat jumalh kematian ibu dan bayi dalam suatu negara, oleh karena itu pelayanan kesehatan kepada ibu secara berkelanjutan penting dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk mengawasi kesehatan ibu dari masa kehamilan, persalinan, nifas sampai saat pemilihan alat kontrasepsi. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan pada anak dimulai pertama kali pada kunjungan neonatus sesuai Standar Manajemen Terbaru Bayi Muda (MTBM) dan konseling tentang bagaimana merawat bayi baru lahir yang didalamnya diberikan edukasi tentang ASI Ekslusif dan bagaimana merawat tali pusat. Tujuan asuhan kebidanan ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity Of Care (COC) pada NY. A di PMB Diyah Tri Wardani Tawangmangu dengan pendekatan secara diskriptif yang dilakukan dengan anamnesa dan observasi kepada pasien dari masa kehamilan, bersalin, nifas sampai saat pemilihan alat kontrasepsi. Sedangkan untuk pelayanan kesehatan pada anak dimulai pertama kali pada kunjungan neonatus sesuai Standar Manajemen Terbaru Bayi Muda (MTBM) dan konseling tentang bagaimana merawat bayi baru lahir yang didalamnya diberikan edukasi tentang ASI Ekslusif dan bagaimana merawat tali pusat. Tujuan asuhan kebidanan ini adalah menerapkan asuhan kebidanan komprehensif secara Continuity Of Care (COC) pada NY. A di PMB Diyah Tri Wardani Tawangmangu dengan pendekatan secara diskriptif yang dilakukan dengan anamnesa dan observasi kepada pasien dari masa kehamilan, bersalin, nifas, bayi baru lahir dan keluarga berencana dan didokumentasikan dengan model SOAP. Hasil yang didapat dari pendampingan secara COC pada Ny. A adalah dari masa kehamilan hingga masa persalinan kemudian nifas serta bayi baru lahir hingga ibu menggunakan kontrasepsi berjalan secara fisiologis dan tidak ada penyulit. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebagai tenaga kesehatan bidan dapat menenerapkan asuhan kebidanan secara COC dalam meningkatkan kualitas pelayanan yang membutuhkan hubungan terus menerus antara pasien dan tenaga kesehatan, yaitu memantau kondisi ibu hamil mulai dari awal kehamilan sampai proses persalinan ke bidan , serta memantau perkembangan bayi baru lahir, adakah komplikasi setelah melahirkan serta fasilitator untuk pasangan usia subur dalam pelayanan keluarga berencana.
Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.T Umur 33 Tahun di Klinik Dharma Wahyu Agung Anjas Sukmaningsih; Isri Nasifah
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) in Indonesia is still high compared to other countries in ASEAN. Based on data from the 2015 Inter-Census Population Survey (SUPAS), the Maternal Mortality Rate (MMR) again showed a decline to 305 per 100,000 KH and the Infant Mortality Rate (IMR) 22 per 1000 KH. And based on data from the Ministry of Health in 2022, the MMR in Indonesia reached 207 per 100,000. The method in this research is the case study method. Where researchers get information directly from patients based on Continuity of Care for pregnant women, giving birth, newborns, postpartum and family planning. Through the Varney and SOAP approaches. Based on the results of a case study based on Continuity of Care from pregnancy to family planning counseling, it was found that midwifery care for Mrs. R during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and there were no gaps. Comprehensive midwifery care has been carried out on Mrs. R aged 33 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. The results show that the management is in accordance with theory and facts.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara lain di ASEAN. Berdasarkan data Survey Penduduk Antar Sensus (SUPAS) tahun 2015, anagka Kematian Ibu (AKI) kembali menunjukan penurunan menjadi 305 per 100.000 KH dan Angka Kematian Bayii (AKB) 22 per 1000 KH. Dan berdasarkan data dari Kementrian Kesehatan 2022 menyebutkan AKI di Indonesia mencapai 207 per 100.000. Metode dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Dimana peneliti mendapatkan informasi langsung dari pasien dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin,, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan Varney dan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus berbasis Continuity of Care mulai dari kehamilan hingga konseling KB di dapatkan hasil bahwa asuhan kebidanan pada Ny.R selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB sesuai dengan teori dan tidak ada kesenjangan. Telah di lakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.R umur 33 tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan fakta.
Literatur Review Keefektivitasan Metode Kolostrum Terhadap Lama Pelepasan Tali Pusat Oktiningrum, Mudy; Rochmi, Dilma; Aulia , Fayza
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 2 No. 2 (2023): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infection is one of the important causes of high morbidity and mortality rates in newborns throughout the world. The emergence of infection in the umbilical cord due to actions or care that do not meet hygiene requirements. Cord infections can be avoided with proper cord care. Umbilical cord care using colostrum is a new method of umbilical cord care. The length of time for shedding the remaining umbilical cord can be accelerated using the colostrum method. Literature Review This review aims to determine the effectiveness of the colostrum method on the length of umbilical cord removal. The method used is a literature review, sources include computerized database system search studies (Pubmed, The Corhrain Collaboration, Elsevier, Google Scholar). The questions used to conduct journal reviews are adapted to PICO analysis. So there are 5 journals used. Umbilical cord care using colostrum is effective at a faster time of umbilical cord release, because there is a significant difference in the average value between the umbilical cord care group using colostrum and the umbilical cord care group using dry gauze. Colostrum treatment is umbilical cord care using a thick, yellowish liquid that comes out before breast milk matures, or breast milk that comes out on days 1 to 3 after birth.   Abstrak Infeksi merupakan salah satu penyebab penting tingginya angka kesakitan dan kematian bayi baru lahir di seluruh dunia. Timbulnya infeksi pada tali pusat dikarena tindakan atau perawatan yang tidak memenuhi syarat kebersihan. Infeksi talipusat dapat dihindari dengan perawatan talipusat yang benar. Perawatan tali pusat menggunakan kolostrum merupakan metode baru dalam perawatan talipusat. Lamanya waktu dalam pelepasan sisa talipusat ini dapat dipercepat dalam menggunakan metode kolostrum. Kajian Literatur Review ini bertujuan untuk mengetahui keefektivitasan metode kolostrum terhadap lama pelepasan tali pusat. Metode yang digunakan adalah tinjauan literartur, sumber meliputi studi pencarian sistem database terkomputerisasi (Pubmed, The Corhrain Collaboration, Elsevier, Google Scholar).  Pertanyaan yang digunakan untuk melakukan review jurnal yaitu disesuaikan dengan Analisis PICO. Sehingga jurnal yang digunakan berjumlah 5 Jurnal. Perawatan tali pusat dengan menggunakan kolostrum efektif lebih cepat waktu lepasnya tali pusat, karena ada perbedaan yang signifikan nilai rata-rata antara kelompok perawatan tali pusat menggunakan kolostrum dengan kelompok perawatan tali pusat menggunakan kasa kering. Perawatan kolostrum adalah perawatan tali pusat dengan menggunakan cairan kental berwarna kekuningan yang keluar sebelum ASI matur, atau ASI yang keluar pada hari ke 1 sampai hari ke 3 paska lahir.