cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Asuhan Kebidanan Continuity of Care Ny. M Umur 27 Tahun di Puskesmas Kota Atambua Kabupaten Belu NTT Abuk, Etilia; Ninik Christiani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In order to accelerate the achievement of the target of reducing maternal mortality and infant mortality, Indonesia has a program that focuses on continuous midwifery services (Continuity of Care). The benefits of continuity of care are being able to determine the need for immediate action for consultation, collaborating with other health workers based on the client's condition, being able to carry out direct care efficiently and safely and being able to evaluate the effectiveness of the results of the midwifery care that has been provided (Trisnawati, 2012). Midwives are health workers whose role is to improve services close to the community. One of them supports COC (continuity of care) and is a place where students provide ongoing care for pregnant, maternity, postpartum and BBL mothers. The aim of COC is to provide midwifery care for pregnant, maternity, postpartum, BBL and KB women at the Atambua City Health Center. The type of method used in Contuinity of Care care is a case study. The method used by the author is to use a case study by taking the case of a pregnant woman. The care provided is comprehensive care starting from pregnancy, maternity, postpartum, newborns, neonates and family planning. The results of Midwifery Care show that Mrs. M, 27 years old, G1P0A0 was assessed twice starting from 37 weeks - 40 weeks 2 days of gestation, in a normal vaginal delivery the baby was born spontaneously at 08.25 WITA, the baby immediately cried, moved actively, the skin was reddish, the gender was female, at 4 weeks postpartum it was given counseling about various contraceptive methods including advantages, disadvantages, side effects and effectiveness and mothers choosing to use injectable birth control to space out pregnancies, this midwifery care recommendation can help in overcoming problems in a complete and sustainable manner for both patients, families and midwives.   Abstrak Dalam rangka mempercepat pencapaian target penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, Indonesia memiliki program yang sudah terfokus pada pelayanan kebidanan yang berkesinambungan (Continuity of Care). Manfaat dari continuity of care yakni dapat menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera untuk konsultasi, kolaborasi dengn tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien, dapat melakukan pelaksanaan asuhan langsung dengan efisien dan aman serta dapat mengevaluasi keefektifan hasil asuhan kebidanan yang telah diberikan (Trisnawati, 2012). Bidan sebagai tenaga kesehatan yang berperan meningkatkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat. Salah satunya yang mendukung COC (continuity of care) dan sebagai tempat mahasiswa melakukan Asuhan berkelanjutan pada ibu hamil, bersalin, nifas dan BBL. Tujuan COC adalah Melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB di Puskesmas Kota Atambua. Jenis metode dalam asuhan Contuinity of Care yang digunakan adalah Study penelaahan kasus (Case Study).Metode yang digunakan penulis yaitu menggunakan studi kasus dengan cara mengambil kasus ibu hamil. Asuhan yang diberikan adalah asuhan secara komprehensif mulai dari hamil, bersalin, nifas, bayi baru lahir, neonatus dan  KB. Hasil Asuhan Kebidanan menunjukan data Ny. M umur 27 tahun G1P0A0 dilakukan pengkajian 2 kali mulai dari umur kehamilan 37 minggu -40 minggu 2 hari, pada persalinan normal pervaginam bayi lahir spontan jam 08.25 WITA bayi langsung menangis, bergerak aktif, kulit kemerahan, jenis kelamin perempuan, Pada 4 minggu postpartum diberikan konseling tentang macam-macam metode alat kontrasepsi meliputi kelebihan, kekurangan, efek samping dan efektivitasnya dan ibu memilih menggunkan KB Suntik untuk menjarakkan kehamilan, rekomendasi asuhan kebidanan ini dapat membantu dalam mengatasi permasalahan secara utuh dan berkesinambungan baik bagi pasien, keluarga dan bidan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny N.S Umur 27 Tahun G1P0A0 di Puskesmas Kota Atambua Mali, Yovita Paru; Widyawati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) is an important indicator of the level of public health. MMR describes the number of women who die per 100,000 live births (KH), from a cause of death related to pregnancy disorders or their treatment (excluding accidents or incidental cases) during pregnancy, childbirth and in the postpartum period (42 days after giving birth) so that comprehensive care is provided to prevent maternal deaths during pregnancy, childbirth and postpartum (Indonesian Health Profile, 2018). Continuity of care in midwifery is a series of continuous and comprehensive service activities starting from pregnancy, delivery, postpartum, newborn care and family planning services that connect needs women's health in particular and the personal circumstances of each individual. Comprehensive care is an examination that is carried out completely with simple laboratory tests and counseling. Comprehensive midwifery care includes places for continuous examination activities including midwifery care for pregnancy, midwifery care for childbirth, midwifery care for the postpartum period and midwifery care for newborns and family planning acceptors. Pregnancy care prioritizes continuity of care. It is very important for women to get services from the same professional or from a small team of professionals, because that way the development of their condition at all times will be well monitored and they will also be trusting and open. because they feel like they already know the caregiver. Descriptive and the type of descriptive research used is a case study, namely by examining a problem through a case consisting of a single unit. A single unit here can contain one person, a group of residents who are affected by a problem. After providing care, they have provided comprehensive midwifery care starting from Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Babies and the results are normal pregnancies, births with Caesarean section, normal babies, No There is a gap between theory and cases in Comprehensive Midwifery Care at Ny.M.B and By.Ny.N.S at the Atambua City Community Health Center.   Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal per 100.000 kelahiran hidup (KH), dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) sehingga dilakukan asuhan komprehensif untuk mencegah kematian ibu selama kehamilan, persalinan dan nifas (Profil Kesehatan Indonesia, 2018).Continuity of care dalam kebidanan adalah serangkaian kegiatan pelayanan yang berkelanjutan dan menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, pelayanan bayi baru lahir serta pelayanan keluarga berencana yang menghubungkan kebutuhan kesehatan perempuan khususnya dan keadaan pribadi setiap individu. Asuhan komprehensif merupakan suatu pemeriksaan yang dilakukan secara lengkap dengan adanya pemeriksaan laboratorium sederhana dan konseling. Asuhan kebidanan komprehensif mencakup tempat kegiatan pemeriksaan berkesinambungan diantaranya adalah asuhan kebidanan kehamilan, asuhan kebidanan persalinan, asuhan kebidanan masa nifas dan asuhan kebidanan bayi baru lahir serta akseptor KB. Asuhan kehamilan mengutamakan kesinambungan pelayanan (continuity of care) sangat penting buat wanita untuk mendapatkan pelayanan dari seorang profesional yang sama atau dari satu team kecil tenaga profesional, sebab dengan begitu maka perkembangan kondisi mereka setiap saat akan terpantau dengan baik selain juga mereka menjadi percaya dan terbuka karena merasa sudah mengenal si pemberi asuhan. Deskriptif dan jenis penelitian deskriptif yang digunakan adalah studi penelaahan kasus (Case Study), yakni dengan cara meneliti suatu permasalahan melalui suatu kasus yang terdiri dari unit tunggal. Unit tunggal disini dapat berisi satu orang, sekelompok penduduk yang terkena suatu masalah.Setelah melakukan asuhan telah memberikan asuhan kebidanan secara Komprehensif mulai dari Ibu Hamil, Bersalin, Nifas, Bayi dan hasilnya hamil dengan normal, bersalin dengan section Caesarea, bayi dengan normal, Tidak terdapat kesenjangan antara teori dan kasus pada Asuhan Komprehensif kebidanan pada Ny N.S dan By.Ny.N.S Di Puskesmas Kota Atambua.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC) pada Ny “N” 27 Tahun dengan Gastroenteritis Akut dan Anemia Sedang di UPTD Puskesmas Ungaran Hastuti, Septyana Wachyu; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal Mortality Rate (MMR) and Infant Mortality Rate (IMR) are an important indicator of the level of public health. To reduce the MMR and IMR, this is done with Continuity of Care (CoC) program, namely continuous assistance from pregnancy to 42 days of the postpartum period. This research aims to provide Continuity of Care (CoC) midwifery care for Mrs N aged 27 years with acute gastroenteritis and moderate anemia at the Ungaran Health Center. The data collection method is using interviews, observation with primary and secondary data through the KIA Book, physical examination and this research began in June – August 2024. Based on the results of a comprehensive case study on Mrs N, 27 years old, 35 weeks 4 days pregnant, problems were acute gastroenteritis and moderate anemia. Mrs. N received 2 PRC tranfussion to threat the moderate anemia. During labor, obstructed labor occurred, so a Sectio Caesarea (SC) was performed. Postpartum visit (KF) were carried out 4 times and thepostpartum period was normal, there was no bleeding, good uterine contractions, and the surgical wound was dry. In newborn, anthropometric examination is normal. Neonatal visits (KN) were carried out 3 times and the baby was healthy. Mrs “N” decided to use condom for birth control. After being given comprehensive midwifery care starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonates, care was found to run smoothly and the mother and baby were in good condition. It is hoped that patient can apply the counseling that has been provided so that it provides health benefits for the mother and baby and increases the mother’s knowledge about pregnancy, childbirth, postpartum, newborn, and neonates. Abstrak Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Untuk menurunkan AKI dan AKB dilakukan dengan Continuity of Care (CoC) yaitu pendampingan berkelanjutan dari hamil hingga 42 hari masa nifas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada Ny N umur 27 tahun dengan gastroenteritis akut dan anemia sedang di UPTD Puskesmas Ungaran. Metode pengumpulan data yaitu menggunakan wawancara, observasi dengan data primer dan sekunder melalui Buku KIA, pemeriksaan fisik serta penelitian ini dimulai sejak bulan Juni-Agustus 2024. Pendokumentasian menggunakan SOAP. Berdasarkan hasil studi kasus secara komprehensif pada Ny N dari masa kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus didapatkan Ny N umur 27 tahun hamil 35 minggu 4 hari ditemukan masalah yaitu gastroenteritis akut dan anemia sedang. Ny. N mendapatkan tranfusi 2 PRC untuk penanganan anemia sedang. Saat persalinan terjadi partus macet sehingga dilakukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Kunjungan nifas (KF) dilakukan 4 kali dan masa nifas berlangsung normal, tidak ada perdarahan, kontraksi uterus baik, dan luka operasi kering. Pada bayi baru lahir pemeriksaan antopometri normal. Kunjungan neonatal (KN) dilakukan 3 kali dan bayi dalam keadaan sehat. Ny N memutuskan untuk menggunakan KB kondom. Setelah diberikan asuhan kebidanan secara komprehensif mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus didapatkan asuhan berjalan dengan lancar serta ibu dan bayi dalam kondisi baik. Diharapkan pasien dapat menerapkan konseling yang telah diberikan sehingga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu dan bayi serta menambah pengetahuan ibu tentang kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan neonatus.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) Ny P Umur 25 Tahun di PMB Jumiyati Jumiyati; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Continuity of Care in midwifery is a series of continuous and comprehensive services starting from pregnancy, childbirth, postpartum, Newborn care (BBL), and Family Planning (KB) services that connect the health needs of women and the personal circumstances of each individual (Ningsih, 2017). The purpose of Continuity of Care is to monitor the progress of pregnancy, ensure maternal health and the development of the baby, identify any abnormalities or complications that may occur during pregnancy at an early stage, reduce the use of interventions during childbirth including Cesarean Section (C-Section), and increase the number of normal deliveries compared to women who plan for interventions (Ningsih, 2017). The midwife plays an important role in improving healthcare services for maternal and neonatal care to reduce maternal and infant mortality rates and enhance the health status of mothers and babies. One way to improve healthcare services is through comprehensive care during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and Family Planning services. In this care, the researcher used a descriptive research method with data collection techniques including interviews, observations, physical examinations, supporting examinations, documentation studies, and literature reviews. The research started on May 10, 2024, during the first visit of the mother and ended on August 1, 2024, during a Family Planning service with the implant method at PMB Jumiyati. The midwifery care provided was comprehensive, covering pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum, and Family Planning services. In providing midwifery care, the mother was counseled and decided to use the injectable contraceptive method at PMB Jumiyati. Continuity of care continues to apply midwifery management, maintaining and improving competence in providing care according to midwifery service standards.   Abstrak Continuity of  Care  dalam  kebidanan  adalah  serangkaian kegiatan  pelayanan  yang  berkelanjutan  dan  menyeluruh mulai  dari  kehamilan,  persalinan,  nifas,  pelayanan  Bayi Baru  Lahir  (BBL)  serta  pelayanan  Keluarga  Berencana (KB)    yang    menghubungkan    kebutuhan    kesehatan perempuan dan keadaan pribadi setiap individu (Ningsih, 2017). Tujuan Continuity of Care yaitu untuk memantau kemajuan   kehamilan,   memastikan   kesehatan   ibu   dan tumbuh  kembang  bayi,  mengenal  secara  dini  adanya ketidaknormalan  atau  komplikasi  yang  mungkin  terjadi selama  hamil,  mengurangi  penggunaan  intervensi  pada saat   persalinan   termasuk   SC,   meningkatkan   jumlah persalinan normal dibandingkan dengan perempuan yang merencanakan   persalinan   dengan   tindakan   (Ningsih, 2017). Upaya   Bidan   memiliki   tugas   penting   untuk meningkatkan  pelayanan  kesehatan  bagi  maternal  dan neonatal agar dapat mengurangi angka kematian ibu dan bayi  serta  meningkatkan  derajat  kesehatan  ibu  dan  bayi. Salah satu cara untuk meningkatkan pelayanan kesehatan adalah  dengan  asuhan  komperehensif  dari  kehamilan, persalinan, nifas serta bayi baru lahir danpelayanan KB. Dalam    asuhan    ini    penulis    menggunakan    metode penelitian   deskriptif   teknik   pengumpulan   data   yaitu melalui    wawancara,    observasi,    pemeriksaan    fisik, pemeriksaan  penunjang,  studi  dokumentasi  dan  studi daftar  Pustaka.  Penelitian  di  mulai  pada   tanggal  10 Mei 2024 pada saat kunjungan 1 ibu dan berakhir pada  tanggal  1  Agustus  2024  saat  pelayanan  KB  metode implant  di  PMB Jumiyati.  Asuhan  kebidana yang dilakukan secara menyeluruh mulai dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas dan pelayanan KB.  Dalam  memberikan  asuhan  kebidanan  KB ibu  telah  diberikan  konseling  dan  memutuskan  untuk menggunakan KB  metode  suntik di PMB Jumiyati.  Asuhan  kebidanan  berkelanjutan  (continuity  of care)     selanjutnya     selalu     menerapkan     manajemen kebidanan, mempertahankan dan meningkatkan kompetensi  dalam  memberikan  asuhan  sesuai  standar pelayanan kebidanan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. P Umur 37 Tahun dengan Warm Compess di Wilayah Kerja Puskesmas Jimbaran Wahyuni, Sri; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The MMR in Semarang Regency in 2021 experienced a significant increase compared to 2020, if in 2020 it was 75.8 per 100,000 KH (7 cases), then in 2021 it will increase to 95.32 per 100,000 KH (10 cases). The greatest number of maternal deaths occurred in mothers aged > 35 years (5 cases), mothers aged 20-35 years (1 case) and mothers aged < 20 years (1 case). The highest mortality occurred during the delivery period (4 cases) and the postpartum period (3 cases). The method in this research is the case study method. Where researchers get information directly from patients based on Continuity of Care for pregnant women, giving birth, newborns, postpartum and family planning. Through the Varney and SOAP approaches. Results: Based on the results of a case study based on Continuity of Care from pregnancy to family planning counseling, it was found that midwifery care for Mrs. P during pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning was in accordance with theory and there were no gaps. Comprehensive midwifery care has been carried out on Mrs. P aged 37 years from pregnancy, childbirth, newborns, postpartum and family planning. The results show that the management is in accordance with theory and facts.   Abstrak AKI di Kabupaten Semarang 2021 mengalami peningkatan yang signifikan bila dibandingkan tahun 2020, bila di tahun 2020 yaitu sebanyak 75,8 per 100.000 KH (7 kasus) maka pada tahun 2021 naik menajdi 95,32 per100.000 KH (10 kasus). Kematian ibu terbesar terjadi pada ibu pada usia > 35 tahun (5 kasus), usia ibu 20-35 tahun (1 kasus) dan usia ibu < 20 tahun (1 kasus). Kematian tertinggi terjadi pada masa bersalin (4 kasus) dan masa nifas (3 kasus). Metode dalam penelitian ini adalah metode studi kasus. Dimana peneliti mendapatkan informasi langsung dari pasien dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, bersalin,, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan Varney dan SOAP.Berdasarkan hasil studi kasus berbasis Continuity of Care mulai dari kehamilan hingga konseling KB di dapatkan hasil bahwa asuhan kebidanan pada Ny.P selama masa kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Telah di lakukan asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny.P  umur 37 tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan sudah sesuai dengan teori dan fakta.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. N dengan Massage Akupresure di PMB Kusbiyanti Brongkol Jambu Kusbiyanti; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the key focuses of the 2030 Agenda, particularly in SDG Goal 3, which targets a reduction in the Maternal Mortality Ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births. However, the MMR in Indonesia remains high, with many deaths caused by pregnancy and childbirth complications. In 2021, Indonesia recorded 7,389 maternal deaths, a 56.69% increase compared to the previous year. The majority of maternal deaths in 2021 were related to COVID-19, hemorrhage, hypertension, and other complications. Data shows that most maternal deaths occurred during the postpartum period (62.27%), followed by pregnancy (24.80%) and childbirth (12.93%). Efforts to reduce MMR and Neonatal Mortality Rate (NMR) in Indonesia include providing comprehensive and high-quality maternal care, starting from prenatal visits, skilled birth attendance, to postpartum and newborn care. One of the main programs is Continuity of Care (COC), which ensures that maternal and neonatal health services are continuous from preconception to postpartum, with ongoing involvement of healthcare professionals. In Central Java, the highest maternal mortality rate was recorded in Brebes, while the lowest was in Magelang. In Semarang Regency, in 2022, the MMR was recorded at 87.60 per 100,000 live births, with the leading causes of maternal deaths being hemorrhage and hypertension. The implementation of COC at PMB Kusbiyanti, through continuous home visits and monitoring, meets the standards for improving the quality of maternal care. Overall, the implementation of Continuity of Care is expected to be an effective solution in reducing MMR and NMR in Indonesia. The method used in this study is a case study, which collects direct information from patients based on Continuity of Care for pregnant women, childbirth, newborns, postpartum, and family planning. The approach uses both varney and SOAP methods. Based on the study results conducted from pregnancy through family planning, it was found that the maternal care provided to Ms. N during pregnancy, childbirth, postpartum, newborn care, and family planning aligned with the theoretical framework and there were no gaps identified between theory and practice. Comprehensive care was provided to Ms. N, aged 32, throughout her pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum, and family planning, with management in accordance with both theory and actual practice.   Abstrak Kesehatan ibu adalah salah satu fokus utama dalam Agenda 2030, khususnya Tujuan 3 SDGs yang menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, AKI di Indonesia masih tinggi, dengan banyak kematian yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan. Pada 2021, AKI Indonesia tercatat 7.389 kematian, meningkat 56,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19, perdarahan, hipertensi, dan komplikasi lainnya. Data menunjukkan bahwa kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (62,27%), diikuti oleh masa kehamilan (24,80%) dan persalinan (12,93%). Upaya untuk menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencakup pemberian asuhan kebidanan komprehensif dan berkualitas, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan oleh tenaga terlatih, hingga perawatan pasca persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu program utama adalah Continuity of Care (COC), yang memastikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi berjalan berkesinambungan dari prakonsepsi hingga pasca persalinan, dengan keterlibatan tenaga kesehatan yang terus menerus. Di Jawa Tengah, angka kematian ibu tertinggi tercatat di Kabupaten Brebes, sedangkan angka terendah di Kota Magelang. Di Kabupaten Semarang, pada tahun 2022, AKI tercatat 87,60 per 100.000 kelahiran hidup, dengan penyebab kematian ibu yang dominan adalah perdarahan dan hipertensi. Pelaksanaan COC di PMB Kusbiyanti, dengan pemeriksaan dan kunjungan rumah secara berkelanjutan, sudah memenuhi standar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Secara keseluruhan, implementasi Continuity of Care diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Metode dalam penelitian ini yaitu studi kasus. Dimana mendapatkan informasi pasien secara langsung dengan berbasis Continuity of Care pada ibu hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas dan KB. Melalui pendekatan secara varney dan SOAP. Berdasarkan hasil studi yang telah dilakukan mulai dari kehamilan sampai fase KB. Didapatkan hasil bahwa asuhan keidanan pada Ny.N  selama hamil, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB sesuai dengan teori dan didapatkan tidak ada kesenjangan dengan teori. Telah dilakukan asuhan secara komprehensif pada Ny. N Umur 32 Tahun dari kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, nifas, dan KB didapatkan hasil bahwa penatalaksanaan teori sesuai secara dan fakta.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. I Umur 27 Tahun GIIPIA0 Usia Kehamilan 38 Minggu, dengan Terapi Pijat Oksitosin pada Masa Nifas di PMB Esther Datuarrang Balikpapan Datuarrang, Esther; Rini Susanti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to reduce maternal and infant mortality rates and improve the quality of life of mothers and children is carried out with a good care approach from a health worker in this case a midwife as the spearhead in providing optimal services. For this reason, comprehensive and complete services to a woman from pregnancy preparation, pregnancy, postpartum and family planning as well as care for neonates are provided continuously through continuity of care (CoC) midwifery care, which emphasizes that promotive and preventive efforts are as important as curative and rehabilitative efforts in each life cycle and at each level of service. Case study on Mrs. I, 27 years old, GIIPIA0, 38 weeks of pregnancy. Case study of comprehensive care for Mrs. I was carried out since Antenatal Care in the third trimester of physiology, Intranatal Care (INC) physiological and Newborn (BBL) physiological, Postnatal Care (PNC) physiological, Neonatal Care to using 3-month injection contraception. Physiological care in ANC, INC and BBL, PNC, and Neonatal Care are continuous according to the midwifery care plan. Complementary breast care and oxytocin massage during the postpartum period are given to the mother. There is no gap between theory and practice in providing care to Mrs. I with Continuity of Care (CoC) Midwifery Care.   Abstrak Salah satu upaya menurunkan AKI dan AKB serta meningkatkan kualitas hidup ibu dan anak dilakukan dengan pendekatan asuhan yang baik dari seorang tenaga kesehatan dalam hal ini bidan menjadi ujung tombak dalam memberikan pelayanan yang optimal. Untuk itu pelayanan yang menyeluruh dan paripurna pada seorang wanita sejak dari persiapan kehamilan, hamil, nifas dan KB serta asuhan pada neonates di berikan secara berkesinambungan melalui asuhan kebidanan continuity of care (CoC), yang menekankan bahwa upaya promotif dan preventif sama pentingnya dengan upaya kuratif dan rehabilitatif pada tiap siklus kehidupan dan pada tiap level pelayanan. Studi kasus pada Ny. I usia 27 tahun GIIPIA0 Usia Kehamilan 38 minggu. Studi kasus asuhan komprehensif pada Ny. I dilakukan sejak Antenatal Care pada trimester III fisiologis, Intranatal Care (INC) fisiologis dan Bayi Baru Lahir (BBL) fisiologis, Postnatal Care (PNC) fisiologis,  Neonatal Care hingga menggunakan KB suntik 3 bulan. Asuhan fisiologis  pada ANC , INC dan BBL, PNC, dan Neonatal Care berkesinambungan sesuai dengan rencana asuhan kebidanan. Pemberian asuhan komplementer perawatan payudara dan pijat oksitosin pada masa nifas diberikan pada ibu. Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik dalam pemberian asuhan kepada Ny. I dengan Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC).
Implementasi Problem Solving Cycle dalam Pelayanan Kebidanan Komunitas di RT 45 Kelurahan Graha Indah Kota Balikpapan Annisa Efrilian Saepudin; Anggraini, Lisa Siska; Puji Tri Lestari; Nur Chasanah; Astuty Lumbantoruan; Luvi Dian Afriyani
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community midwifery is a midwifery service that emphasizes on psychosocial and cultural aspects in the community. Therefore, a midwife is required to be able to provide services that are individual or group (Wahyuni, 2018). Community midwifery is part of midwifery in the form of a series of knowledge and skills to provide midwifery services to mothers and children in the community in a certain area (Pinem, 2016). Midwifery services are one of the important aspects of the health system that focuses on maternal and child health. Midwives have a strategic role in providing health services, ranging from pregnancy checkups, childbirth, to postpartum care.  The role of midwives is not only limited to health facilities, but also extends to the community, where they can reach and provide education and health services to the wider community.  This activity began with an assessment carried out by direct interviews, observation and door-to-door secondary data collection in RT 45 Graha Indah Village. The assessment, which was carried out on October 14-17, 2024, has found that there are several problems that deserve to be raised to be given the right solution, including problems in pregnant women, breastfeeding mothers, toddlers and adolescents. Based on the description above, students are obliged to analyze, formulate problems, prioritize, enforce problem diagnosis, plan activities, implement them so that evaluation of all series of activities can be carried out and in the end it is hoped that students can improve their health through community activities, especially in RT 45 Graha Indah Village.  We, midwifery students of Ngudi Waluyo University, try to help solve health problems in RT 45 Graha Indah Village by holding several health programs.   Abstrak Kebidanan komunitas adalah pelayanan kebidanan yang menekankan pada aspek - aspek psikososial budaya yang ada di komunitas. Maka seorang bidan dituntut mampu memberikan pelayanan yang bersifat individual maupun kelompok (Wahyuni, 2018). Kebidanan komunitas adalah bagian dari kebidanan yang berupa serangkaian ilmu dan ketrampilan untuk memberikan pelayanan kebidanan pada ibu dan anak yang berada dalam masyarakat diwilayah tertentu (Pinem, 2016). Pelayanan kebidanan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem kesehatan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Bidan memiliki    peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan  kehamilan,  persalinan,  hingga  perawatan pasca-persalinan.  Peran  bidan  tidak  hanya  terbatas  pada fasilitas  kesehatan,  tetapi  juga  meluas  ke  komunitas,  di mana   mereka   dapat   menjangkau   dan   memberikan pendidikan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas.  Kegiatan ini diawali dengan pengkajian yang dilakukan dengan cara wawancara langsung, observasi dan pengambilan data sekunder secara door to door di RT 45 Kelurahan Graha Indah. Pengkajian yang dilakukan pada tanggal 14-17 Oktober 2024, maka telah ditemukan adanya beberapa masalah yang layak diangkat untuk diberikan penyelesaian yang tepat diantaranya adalah terdapat masalah pada ibu hamil, ibu menyusui, balita dan remaja. Berdasarkan uraian di atas maka mahasiswa berkewajiban untuk menganalisa, merumuskan   masalah, memprioritaskan, menegakkan diagnosa   masalah, melakukan perencanaan kegiatan, melakukan implementasi sehingga dapat dilakukan evaluasi atas semua rangkaian kegiatan dan pada akhirnya diharapkan    mahasiswa dapat meningkatkan derajat kesehatan melalui   kegiatan komunitas khususnya di RT 45 Kelurahan  Graha Indah.  Kami  mahasiswa  profesi  kebidanan Universitas  Ngudi  Waluyo  mencoba  untuk  membantu memecahkan  masalah-masalah kesehatan yang ada di RT 45 Kelurahan  Graha Indah dengan melakukan beberapa kegiatan program kesehatan.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care (COC) pada Ny. A di Pustu Ngajaran Wilayah Puskesmas Tuntang Sugiarti, Lis; Christiani, Ninik
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Maternal health is one of the main focuses of the 2030 Agenda, particularly Sustainable Development Goal (SDG) 3, which aims to reduce the Maternal Mortality Ratio (MMR) to 70 per 100,000 live births. However, Indonesia’s MMR remains high, with many deaths caused by pregnancy and childbirth complications. In 2021, Indonesia recorded 7,389 maternal deaths, a 56.69% increase compared to the previous year. The majority of these deaths were related to COVID-19, hemorrhage, hypertension, and other complications. Data shows that most maternal deaths occurred during the postpartum period (62.27%), followed by the pregnancy period (24.80%) and childbirth (12.93%). Efforts to reduce MMR and the Infant Mortality Rate (IMR) in Indonesia include providing comprehensive and quality midwifery care, from pregnancy checkups and skilled birth attendance to postpartum and newborn care. One of the main programs is Continuity of Care (COC), which ensures the ongoing health services for mothers and babies from preconception to postpartum, with continuous involvement from healthcare workers. In Central Java, the highest maternal mortality rate was recorded in Brebes Regency, while the lowest was in Magelang City. In Semarang Regency, the MMR in 2022 was recorded at 87.60 per 100,000 live births, with the leading causes of maternal death being hemorrhage and hypertension. The implementation of COC at PMB Kusbiyanti, with continuous checkups and home visits, meets the standards to improve the quality of midwifery services. Overall, the implementation of Continuity of Care is expected to be an effective solution in reducing MMR and IMR in Indonesia. This study uses a case study design to evaluate comprehensive midwifery care for Mrs. A, a 30-year-old mother. The care provided covers pregnancy, childbirth, newborn care, postpartum period, and family planning. Data was collected through interviews, observations, physical examinations, and documentation using the Varney approach and SOAP method. The results of the study show that the midwifery care provided to Mrs. A was consistent with the theory, with no gaps found. Antenatal Care (ANC) visits were conducted 8 times, in line with the standards. The childbirth proceeded normally, with a healthy baby and management according to the 60-step APN. The postpartum period and newborn visits were smooth without complications. The patient plans to use the minipill for contraception after discussing it with her partner. Continuity of Care for Mrs. A has been optimally implemented. The provision of comprehensive midwifery care according to theory contributed to the prevention of complications and supported the health of both the mother and the baby.   Abstrak Kesehatan ibu adalah salah satu fokus utama dalam Agenda 2030, khususnya Tujuan 3 SDGs yang menargetkan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) menjadi 70 per 100.000 kelahiran hidup. Namun, AKI di Indonesia masih tinggi, dengan banyak kematian yang disebabkan oleh komplikasi kehamilan dan persalinan. Pada 2021, AKI Indonesia tercatat 7.389 kematian, meningkat 56,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Sebagian besar kematian ibu pada tahun 2021 terkait COVID-19, perdarahan, hipertensi, dan komplikasi lainnya. Data menunjukkan bahwa kematian ibu paling banyak terjadi pada masa nifas (62,27%), diikuti oleh masa kehamilan (24,80%) dan persalinan (12,93%). Upaya untuk menurunkan AKI dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia mencakup pemberian asuhan kebidanan komprehensif dan berkualitas, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan oleh tenaga terlatih, hingga perawatan pasca persalinan dan bayi baru lahir. Salah satu program utama adalah Continuity of Care (COC), yang memastikan pelayanan kesehatan ibu dan bayi berjalan berkesinambungan dari prakonsepsi hingga pasca persalinan, dengan keterlibatan tenaga kesehatan yang terus menerus. Di Jawa Tengah, angka kematian ibu tertinggi tercatat di Kabupaten Brebes, sedangkan angka terendah di Kota Magelang. Di Kabupaten Semarang, pada tahun 2022, AKI tercatat 87,60 per 100.000 kelahiran hidup, dengan penyebab kematian ibu yang dominan adalah perdarahan dan hipertensi. Pelaksanaan COC di PMB Kusbiyanti, dengan pemeriksaan dan kunjungan rumah secara berkelanjutan, sudah memenuhi standar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan. Secara keseluruhan, implementasi Continuity of Care diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam menurunkan AKI dan AKB di Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus untuk mengevaluasi asuhan kebidanan secara komprehensif pada Ny. A, seorang ibu berusia 30 tahun. Pelaksanaan asuhan meliputi kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi menggunakan pendekatan secara varney dan SOAP. Hasil studi menunjukkan bahwa asuhan kebidanan pada Ny. A sesuai dengan teori tanpa ditemukan kesenjangan. Kunjungan ANC dilakukan sebanyak 8 kali sesuai standar. Persalinan berjalan normal, dengan bayi lahir sehat dan penatalaksanaan sesuai 60 langkah APN. Masa nifas dan kunjungan bayi baru lahir berjalan lancar tanpa komplikasi. Pasien merencanakan penggunaan kontrasepsi minipil setelah berdiskusi dengan pasangan. Continuity of Care pada Ny. A telah diterapkan secara optimal. Implementasi asuhan kebidanan komprehensif sesuai teori berkontribusi pada pencegahan komplikasi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi.
Asuhan Kebidanan Continuity of Care pada Ny. W Usia 35 Tahun GIIPIA0 di RSIA Asih Balikpapan Iswati, Dian Dwi; Masruroh
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Comprehensive and complete services for a woman from pregnancy preparation, pregnancy, postpartum and family planning as well as care for neonates are provided continuously through continuity of care (CoC) midwifery care, which emphasizes that promotive and preventive efforts are as important as curative and rehabilitative efforts in each life cycle and at each level of service. During the pregnancy process, health problems can arise and pose a risk to the mother and fetus. Problems related to lack of amniotic fluid called oligohydramnios are one of the risks during pregnancy because amniotic fluid is very important for fetal growth and development. For this reason, skilled midwives are needed to carry out clinical procedures with analytical, critical and precise abilities in managing care for women through a continuity of care approach. The case study research method on Mrs. W, 35 years old, GIIPIA0, 38 weeks of gestation at the first contact on July 13, 2024 at RSIA ASIH Balikpapan until the 4th postpartum visit on the 40th day, the mother gave birth by cesarean section. Case study of comprehensive care for Mrs. W was conducted since Antenatal Care in the third trimester, Intranatal Care (INC) Pre-Cesarean and Newborn (BBL), Postnatal Care (PNC) Post-Cesarean, Neonatal Care until using IUD KB. ANC care, INC Pre-Cesarean and BBL, PNC Post-Cesarean, and Neonatal Care were continuous according to the midwifery care plan. There was no gap between theory and practice in providing care to Mrs. W with Continuity of Care (CoC) Midwifery Care.   Abstrak Pelayanan yang menyeluruh dan paripurna pada seorang wanita sejak dari persiapan kehamilan, hamil, nifas dan KB serta asuhan pada neonates di berikan secara berkesinambungan melalui asuhan kebidanan continuity of care (CoC), yang menekankan bahwa upaya promotif dan preventif sama pentingnya dengan upaya kuratif dan rehabilitatif pada tiap siklus kehidupan dan pada tiap level pelayanan.Selama proses kehamilan gangguan kesehatan dapat muncul dam memberikan resiko bagi ibu dan janin. Masalah yang berkaitan dengan kurangnya cairan amnion yang disebut oligohidramnion merupakan salah satu resiko selama kehamilan karena cairan amnion sangat penting bagi tumbuh kembang janin. Untuk itu dibutuhkan tenaga bidan yang terampil melakukan prosedur klinis dengan kemampuan analisis, kritis dan tepat dalam penatalaksanaan asuhan pada perempuan melalui pendekatan continuity of care. Metode penelitian studi kasus pada Ny. W usia 35 tahun GIIPIA0 Usia Kehamilan 38 minggu pada kontak pertama pada tanggal 13 Juli 2024 di RSIA ASIH Balikpapan hingga kunjungan nifas ke-4 pada hari ke 40, ibu dengan persalinan sectio caesarea. Studi kasus asuhan komprehensif pada Ny.W dilakukan sejak Antenatal Care pada trimester III, Intranatal Care (INC) Pra sectio caesarea dan Bayi Baru Lahir (BBL), Postnatal Care (PNC) Post sectio caesarea,  Neonatal Care hingga menggunakan KB IUD. Asuhan ANC, INC Pra sectio caesarea dan BBL, PNC Post sectio caesarea, dan Neonatal Care berkesinambungan sesuai dengan rencana asuhan kebidanan. Tidak ada kesenjangan antara teori dan praktik dalam pemberian asuhan kepada Ny. W dengan Asuhan Kebidanan Continuity of Care (CoC).