cover
Contact Name
Ida Sofiyanti
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747996725
Journal Mail Official
library@unw.ac.id
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak, Ungaran Timur, Kabupaten Semarang
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional dan Call For Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo
ISSN : 29617340     EISSN : 29622913     DOI : -
Core Subject : Health,
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo merupakan jurnal prosiding open access, diterbitkan oleh Program Studi Kebidanan Program Sarjana dan Prodi Pendidikan Profesi Bidan Program Profesi Fakultas Kesehatan, Universitas Ngudi Waluyo, dimana terdiri dari hasil penelitian pada bidang Kebidanan. semua artikel yang akan diterbitkan melalui proses editor yang direview oleh dua reviewer secara double-blind review process. Dewan redaksi menerima artikel : (1) Theoretical articles; (2) Empirical studies; (3) Case studies; (4) Literature Review .
Articles 802 Documents
Edukasi Pijat Commond Cold pada Balita sebagai Upaya Mengurangi Gejala Flu dan Batuk Emi Rafita Sari; Zahrotussalamah; Rini Susanti; Ari Widiyaningsih
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Massage is touch therapy from the masseuse's hands to a person's skin using certain movement techniques. Baby massage is health care in the form of touch therapy with certain techniques given to babies so that treatment and therapy can be achieved. One of the purposes of baby massage is to relieve colds/flu that occurs in children. The common cold (commond cold) is an upper respiratory tract infection that most often occurs in babies and children. Parents often look for ways to relieve cold symptoms in their babies, other than medication. One way you can try is baby massage. Baby massage has many benefits, including helping relieve nasal congestion, coughing, and improving sleep quality. Mothers lack knowledge regarding how to deal with flu symptoms by massaging babies, therefore this service activity was carried out in the Flamboyan toddler mother class in Tengaran Village to increase mothers' knowledge about baby massage as a common cold therapy. Participants were 10 mothers who had babies/toddlers at the toddler class activity on June 8 2024. The activity consists of 3 stages, namely presentation of material, demonstration and evaluation. The methods used are lectures, discussions and demonstrations. The evaluation results show an increase in knowledge from an average of 50% (pretest) to 80% (posttest). It is hoped that mothers can practice massage for their babies/toddlers who have a cold.   Abstrak Pijat merupakan terapi sentuhan dari tangan pemijat kepada kulit seorang dengan Teknik-teknik Gerakan tertentu. Pijat bayi merupakan perawatan Kesehatan berupa terapi sentuh dengan teknik-teknik tertentu yang diberikan kepada bayi sehingga pengobatan dan terapi dapat tercapai. Salah satu tujuan pijat bayi adalah untuk meredakan pilek/flu yang terjadi pada anak. Pilek biasa (commond cold) merupakan infeksi saluran pernapasan atas yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak. Orangtua seringkali mencari cara untuk meredakan gejala pilek pada bayinya, selain dengan obat-obatan. Salah satu  cara yang dapat dicoba adalah dengan pijat bayi. Pijat bayi memiliki banyak manfaat, termasuk membantu meredakan hidung tersumbat, batuk, dan meningkatkan kualitas tidur. Kurangnya pengetahuan ibu terkait cara mengatasi gejala flu dengan memijat bayi, dengan demikian kegiatan pengabdian ini dilakukan di kelas ibu balita Flamboyan Desa Tengaran untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pijat bayi sebagai terapi commond cold. Peserta adalah ibu yang mempunyai bayi/balita pada kegiatan kelas balita tanggal 8 Juni 2024 sejumlah 10 orang. Kegiatan terdiri 3 tahap yaitu pemamaparan materi, dmonstrasi, dan evaluasi. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan dari rata-rata 50% (pretest) meningkat menjadi 80% (posttest). Diharapkan ibu dapat mempraktikkan pijat bayi/ balitanya mengalami flu.
Prenatal Yoga sebagai Upaya Mengurangi Ketidaknyamanan Nyeri Punggung Selama Kehamilan Fitria Prabandari; Juni Sofiana
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pregnancy yoga is a yoga practice designed specifically for pregnant women, with an emphasis on gentle movements, controlled breathing and relaxation. The benefits and importance of prenatal yoga in supporting maternal health and fetal life during pregnancy include improving emotional well-being, increasing body strength and flexibility, improving breathing and blood circulation, preparing mentally and physically for childbirth, community and support for pregnant women. The yoga community service for pregnant women aims to provide education regarding exercise that pregnant women can do to improve their health during pregnancy until delivery. This activity was carried out on June 5 2024 at the Kemambang Village Hall. This community service activity was attended by pregnant women who attended classes for pregnant women at the Kemambang Village Hall in the working area of the UPT Banyubiru Health Center, Semarang Regency. Community Service begins with an anamnesis and physical and obstetric examination before starting yoga, then continues with pregnant women's yoga activities which include warm-up movements, core movements and relaxation movements. Community service went smoothly until the end of the activity, seen from the enthusiasm of pregnant women during the activity and all participants were able to understand the yoga movements of pregnant women and were willing to do it independently at home. The conclusion of this community service activity is that yoga for pregnant women provides many benefits for pregnant women. Advice for midwives is that they always provide education that is interesting and appropriate to the needs of pregnant women so that pregnant women are enthusiastic about attending classes for pregnant women. Abstrak Yoga ibu hamil merupakan praktik yoga yang dirancang khusus untuk ibu hamil, dengan penekanan pada gerakan yang lembut, pernapasan yang terkontrol, dan relaksasi. Manfaat dan pentingnya yoga prenatal dalam mendukung kesehatan ibu dan kehidupan janin selama kehamilan antara lain meningkatkan kesejahteraan emosional, meningkatkan keukatan dan fleksibilitas tubuh, meningkatkan pernafasan dan sirkulasi darah, mempersiapkan mental dan fisik untuk persalinan, komunitas dan dukungan untuk ibu hamil. Pengabdian masyarakat yoga ibu hamil bertujuan memberikan edukasi terkait olah raga yang bisa dilakukan ibu hamil agar meningkatkan kesehatan selama kehamilan hingga persalinan. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 05 Juni 2024 yang bertempat di Balai Desa Kemambang. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini dihadiri oleh ibu hamil yang mengikuti kelas ibu hamil di Balai Desa Kemambang wilayah kerja UPT Puskesmas Banyubiru Kabupaten Semarang. Pengabdian Masyarakat dimulai dengan anamnesa dan pemeriksaan fisik dan obstetric terlebih dahulu sebelum dimulai yoga, kemudian dilanjutkna kegiatan yoga ibu hamil yang meliputi gerakan pemanasan, gerakan inti, dan gerakan relaksasi. Pengabdian kepada masyarakat berlangsung lancer hingga akhir kegiatan dilihat dari antusias ibu hamil selama kegiatan dan seluruh peserta dapat memahami gerakan yoga ibu hamil dan bersedia melakukan secara mandiri di rumah. Simpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah yoga ibu hamil memberikan banyak manfaat untuk ibu hamil. Saran untuk bidan diharapkan selalu memberikan edukasi yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan ibu hamil sehingga ibu hamil antusias dalam mengikuti kelas ibu hamil.
Pijat Bayi untuk Merangsang Tumbung Kembang Ade Lina, Sri; Isfaizah; Soendari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The problem of growth and development of toddlers during the 5th year of life is a serious problem for both developed and developing countries. Factors related to children's growth and development, namely adequate nutrition, a supportive family environment are the basis for children's growth and development. Apart from that, from a personal perspective, children can be given stimulation. One form of stimulation commonly used by parents for babies is tactile stimulation in the form of baby massage. Massage is a good, useful and healthy therapy for your baby. Apart from strengthening the bond between parent and child, baby massage also helps the child's growth and development to be better. The aim of this activity is to introduce baby massage as a solution to stimulate optimal growth and development. Community Service will be carried out in 3 stages, namely the First Stage, making preparations by collaborating with partners. The second stage of implementation, before counseling is carried out, a pretest is carried out to explore the mother's knowledge regarding baby massage. Next, baby massage education and training was carried out by practicing baby massage directly on the phantom. The third stage is to carry out an evaluation by giving a posttest and direct interviews and ending by making an activity report. From the results of community service, it was found that this activity was attended by 20 mothers who had children aged 0-59 months. Before the counseling was carried out regarding baby massage, it was found that the majority of mothers' knowledge was in the poor category, namely 12 people (60%) and after the counseling was carried out, 20 people (100%) had knowledge in the good category. It can be concluded that there was an increase in knowledge before and after counseling regarding baby massage. It is hoped that parents can provide baby massage stimulation so that it will achieve optimal growth and development.   Abstrak Permasalahan pertumbuhan dan perkembangan balita pada masa 5 tahun kehidupan merupakan masalah serius bagi Negara maju ataupun Negara berkembang. Faktor yang berhubungan dengan tumbuh kembang anak yaitu nutrisi yang tercukupi, lingkungan keluarga yang mendukung merupakan dasar untuk tumbuh kembang anak. Selain itu dari segi personal anak dapat diberikan stimulasi, salah satu bentuk stimulasi yang umum dilakukan orang tua untuk bayi adalah stimulasi taktil dalam bentuk pijat bayi. Pijat merupakan salah satu terapi yang baik, bermanfaat, dan menyehatkan bagi bayi anda, selain mempererat ikatan antara orangtua dengan anak, pijat bayi pun membantu tumbuh kembang anak menjadi lebih baik. Tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan tentang pijat bayi sebagai Solusi untuk merangsang tumbung kembang yang optimal. Pengabdian Masyarakat akan dilaksanakan dalam 3 tahap yaitu Tahap Pertama melakukan persiapan dengan cara melakukan kerja sama dengan mitra. Tahap Kedua tahap pelaksanaan, sebelum dilakukan penyuluhan, dilakukan pretest untuk menggali pengetahuan ibu mengenai pijat bayi. Selanjutnya dilakukan edukasi dan pelatihan pijat bayi dengan mempraktekkan langsung pijat bayi pada phantom. Tahap Ketiga Melakukan evaluasi dengan cara memberikan posttest dan wawancara secara langsung dan diakhiri dengan membuat laporan kegiatan. Dari hasil pengabdian Masyarakat didapatkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 20 orang ibu yang memiliki anak usia 0-59 bulan. Sebelum dilakukan penyuluhan mengenai pijat bayi didapatkan sebagian besar pengetahuan ibu dalam kategori kurang yaitu sebanyak 12 orang (60%) dan setelah dilakukan penyuluhan ibu memiliki pengetahuan dengan kategori baik sebanyak 20 orang (100)%. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan penyeluhan mengenai pijat bayi.  Diharapkan orangtua dapat memberikan stimulasi pijat bayi sehingga akan mencapai pertumbuhan dan perkembangan dengan optimal.
Literatur Review : Senam Nifas terhadap Penyembuhan Luka Perineum, Pola Tidur, Involusi dan Penurunan TFU Nurida Dyah; Hapsari Windayanti; Laeli Fauzia; Lia Indah Fil Mina; Susiani Heni I; Dwi Prasetyo Rini; Sasminayati
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The postpartum period is quite important for midwives to always monitor because less than optimal implementation can cause various problems for the mother which can disrupt the postpartum mother's discomfort due to stitches, sleep disturbances, and uterine involution due to uterine contractions, and if not treated, complications can occur during the postpartum period. such as bleeding, high fever and even convulsions, severe headaches. Postpartum exercises can speed up the return of the uterus. Postpartum exercise helps the body relax and makes the mother feel comfortable, which leads to an increase in the quality of the mother's sleep, and healing of perineal wounds more effectively. The aim of this literature review is to determine the effect of postpartum exercise on perineal wound healing, sleep quality, uterine involution, and reduction in uterine fundal height (TFU) in post partum mothers. The method used in preparing this research is a literature review by analyzing a predetermined number of articles. This research consists of 6 articles which will be analyzed using article selection techniques using article criteria used in accordance with the research objectives. The results of the literature review from these 6 articles show that carrying out postpartum exercise methods for postpartum mothers has a positive influence and is proven to be effective in healing perineal wounds, improving sleep quality, increasing the uterine involution process and accelerating the reduction in uterine fundal height in postpartum mothers. There are 3 conclusions, namely postpartum exercise has a positive influence and is proven to be effective in healing perineal wounds, improving sleep quality or sleep patterns, and increasing the uterine involution process and accelerating the reduction in uterine fundal height in post partum mothers. It is hoped that the application of postpartum exercise methods to post partum mothers can continue.   Abstrak Masa nifas cukup penting bagi bidan untuk selalu memantau karena penerapan yang kurang optimal dapat menimbulkan berbagai masalah pada ibu yang dapat mengganggu ketidaknyamanan ibu nifas akibat luka jahitan, gangguan tidur, dan involusi uterus akibat kontraksi rahim, dan jika tidak ditangani dapat terjadi komplikasi pada masa nifas seperti pendarahan, demam tinggi bahkan kejang-kejang, sakit kepala parah. Senam nifas dapat mempercepat pengembalian rahim. senam nifas membantu tubuh menjadi rileks dan membuat ibu merasa nyaman yang menyebabkan peningkatan kualitas tidur ibu baik, dan penyembuhan luka perineum lebih efektif.  Tujuan dari literature reviuw ini untuk mengetahui pengaruh senam nifas terhadap penyembuhan luka perineum, kualitas tidur, involusi uterus, dan penurunan Tinggi Fundus Uteri (TFU) pada ibu post partum. Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini yaitu literature reviuw dengan menganalisis sejumlah artikel yang telah ditentukan. Penelitian ini terdiri dari 6 artikel yang akan di analisis dengan teknik penyeleksian artikel menggunakan kriteria artikel yang digunakan sesuai dengan tujuan penelitian. Hasil literature review dari 6 artikel tersebut, menunjukkan bahwa dengan melakukan metode senam nifas pada ibu post partum memiliki pengaruh positif dan terbukti efektif terhadap penyembuhan luka perineum, peningkatan kualitas tidur, peningkatan proses involusi uterus dan mempercepat penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum. Terdapat 3 kesimpulan yaitu senam nifas memiliki pengaruh positif dan terbukti efektif terhadap penyembuhan luka perineum, peningkatan kualitas tidur atau pola tidur, dan peningkatan proses involusi uterus serta mempercepat penurunan tinggi fundus uteri pada ibu post partum. Diharapkan penerapan  metode senam nifas pada ibu post partum dapat terus dilakukan.
Literature Review: Skrining Pranikah Calon Pengantin terhadap Kesehatan Reproduksi dan Penyakit Genetika Hanik Ekowati; Hapsari Windayanti; Sri Sutarti; Haryati; Dina Fitrianingtyas; Martiningsih; Dhini Kusumastuti
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pre-marital screening is conducted as the first step to ensure the health of prospective mothers and children as early as possible, even before the fertilization process occurs. Reproductive health is a state of physical, mental, and social well-being not only related to the reproductive system and its functions but also to its processes. A literature review was conducted to obtain further information on aspects related to the implementation of pre- marital screening for prospective couples. The data sources used in this study were PubMed and Google Scholar databases. The sources for this literature review considered inclusion criteria such as journals published between 2020 and 2024, written in English or Indonesian, and fully accessible. Meanwhile, exclusion criteria included journals written in languages other than English or Indonesian, as well as secondary articles or reviews. This literature review was conducted to examine the Pre-marital Screening of Prospective Couples Towards Reproductive Health and Genetic Diseases. The review results indicate that pre- marital screening is crucial because findings from journals explain the increase in knowledge and interest among women of childbearing age in undergoing pre-marital screening to ensure the preparation of prospective mothers and children and to prevent the inheritance of genetic diseases from one partner, which can be harmful, and strongly advocate for marriage cancellation compliance. Abstrak Skrining pranikah dilakukan sebagai langkah pertama untuk memastikan kesehatan calon ibu serta calon anak sedini mungkin, bahkan sebelum proses pembuahan terjadi. Kesehatan reproduksi merupakan kondisi sejahtera secara raga, mental serta sosial tidak hanya perihal yang berkaitan dengan sistem reproduksi dan guna serta prosesnya.tinjauan literatur yang bertujuan untuk mendapatkan informasi lebih lanjut tentang aspek-aspek yang terkait dengan penerapan skrining pra-nikah pada calon pengantin. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah basis data PubMed dan Google Scholar. Sumber untuk melakukan tinjauan literatur ini memperhatikan kriteria inklusi berupa jurnal yang diterbitkan antara tahun 2020 hingga 2024, ditulis dalam bahasa Inggris atau Indonesia, dan dapat diakses secara penuh. Sedangkan, kriteria eksklusi meliputi jurnal yang ditulis dalam bahasa selain Inggris atau Indonesia, serta artikel atau jurnal sekunder seperti artikel ulasan atau review. Penelitian tinjauan Pustaka ini dilakukan untuk menelaah Skrining Pranikah Calon Pengantin Terhadap Kesehatan Reproduksi dan Penyakit Genetika. Hasil tinjauan menunjukkan skrining pranikah itu sangat penting dilaksanakan dikarenakan hasil dari jurnal menjelaskan peningkat pengetahuan dan minat wanita usia subur melakukan skrining pranikah untuk memastikan dalam mempersiapkan calon ibu dan anak serta mencegah penurunan penyakit genetik yang diwariskan salah satu pasangan sehingga dapat merugikan dan secara kuat untuk mematuhi pembatalan pernikahan.
Edukasi Slow Deep Breathing pada Akseptor KB IUD di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan Purba, Endang Onalisa; Juhriani; Sari, Kartika
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Use of the contraceptive device IUD (Intra Uterine Device) in new birth control acceptors who are installed after delivery. An IUD, or spiral, is a small object made of flexible plastic that has a copper coil or also contains hormones, is inserted into the uterus through the vagina, and has threads. Increasing the use of IUDs will reduce the number of unwanted pregnancies in the future, thereby reducing maternal and infant mortality rates in Indonesia. Several factors that influence anxiety in IUD family planning acceptors are: age, physical condition, social culture, education, and knowledge. There are quite a lot of side effects from the IUD, such as expulsion, infection, and perforation. This is what makes the mother feel afraid and anxious; the anxiety felt by the mother can have an impact on the mother's psychology. One method to reduce anxiety in IUD contraceptive acceptors is slow, deep breathing. The aim of this community service is to increase knowledge of IUD family planning acceptors and calm, slow, deep breathing through health education. The method of community service activities is to provide material to 30 mothers of toddlers through interactive lectures and discussions. To evaluate the mother's knowledge, ask the IUD family planning acceptor about slow, deep breathing. From the results of the activity, it was found that there was an increase in the knowledge of IUD family planning acceptors about slow deep breathing at the Ibnu Sina Rapak Clinic in Balikpapan, and they were able to practice slow deep breathing. It is hoped that by increasing knowledge of IUD family planning acceptors, they will be able to carry out slow, deep breathing properly and correctly in order to reduce the level of anxiety in IUD family planning acceptors.   Abstrak Penggunaan alat kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) pada akseptor KB baru yang dipasang pasca persalinan.AKDR atau IUD atau spiral adalah suatu benda kecil yang terbuat dari plastik yang lentur, mempunyai lilitan tembaga atau juga mengandung hormon dan dimasukkan kedalam rahim melalui vagina dan mempunyai benang. Peningkatan penggunaan IUD akan dapat mengurangi jumlah kehamilan yang tidak diinginkan dimasa depan, sehingga akan mengurangi angka kematian ibu dan bayi di Indonesia. Beberapa faktor yang mempengaruhi kecemasan pada akseptor KB IUD adalah: usia, keadaan fisik, sosial budaya, pendidikan dan pengetahuan. Efek samping yang terdapat pada IUD memang cukup banyak seperti ekspulsi, infeksi, perforasi, Hal inilah yang membuat ibu merasa takut dan merasa cemas, dengan adanya cemas yang dirasakan oleh ibu ini bisa berdampak pada psikologis ibu. Salah satu metode untuk menurunkan kecemasan pada akseptor KB IUD adalah dengan slow deep breathing. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan akseptor KB IUD tenang slow deep breathing melalui penyuluhan kesehatan. Metode kegiatan pengabdian masyarakat yaitu memberikan materi kepada 30 ibu yang memiliki balita melalui ceramah interaktif dan diskusi. Untuk mengevaluasi pengetahuan ibu yaitu dengan bertanya kepada akseptor KB IUD tersebut tentang slow deep breathing. Dari hasil kegiatan diperoleh terjadi peningkatan pengetahuan akseptor KB IUD tentang slow deep breathing di Klinik Ibnu Sina Rapak Balikpapan sudah bisa mempraktekkan slow deep breathing. Diharapkan dengan adanya peningkatan oengetahuan akseptor KB IUD dapat melakukan slow deep breathing yang baik dan benar, agar dapat menunrunkan tingkat kecemasan pada akseptor KB IUD.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Terjadinya Kenakalan pada Remaja Trianingsih; Hapsari Windayanti; Silvie Nurbaeni; Fitriyatul Munawaroh; Agustin Dwiningrum; Vidya Efliliana; Asmanah; Domingas Da Costa; Yuni Frischila
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juvenile delinquency is a topic that never escapes our society. Juvenile delinquency is one of the problems that has a big impact on the future, because adolescents are the next generation of the nation, religion and the safety of the nation lie in the hands of today's teenagers. Youth are the future asset of a nation. However, nowadays there are a lot of things that happen to teenagers, one of which is juvenile delinquency where many teenagers commit fights, robberies, drugs, motorcycle gangs, quitting school, pregnancy outside marriage. Not only that, there are many teenagers who experience depression, suicide and others. Juvenile delinquency is an act that deviates from the norms in society. The purpose of this study is to find out what factors affect juvenile delinquency and what we can do as a form of countermeasure for juvenile delinquency. This study uses a method, namely Systematic Literature Review (SLR) from national and international journals regarding factors related to juvenile delinquency in Indonesia and abroad using a research design in the form of cross sectional and case control. The results obtained in this study are that the causative factors that affect juvenile delinquency are two internal factors and external factors. These two factors have a great influence on the occurrence of juvenile delinquency, these two factors are directly related to each other in adolescent individuals.   Abstrak Kenakalan remaja merupakan suatu bahasan yang tidak pernah luput dari masyarkat kita. Kenakalan remaja merupakan salah satu masalah yang berdampak besar pada masa depan, karena remaja adalah generasi penerus bangsa,agama dan keselamatan bangsa terletak ditangan para remaja masa kini. Remaja merupakan asset masa depan suatu bangsa. Namun pada masa kini banyak sekali yang terjadi pada diri remaja salah satunya kenakalan remaja dimana banyak anak remaja yang melakukan perkelahian, perampokan, narkoba, genk motor, berhenti dari sekolah, kehamilan di luar pernikahan. Tidak hanya itu ada banyak remaja yang mengalami Depresi,bunuh diri dan lain-lain. Kenakalan remaja merupakan suatu tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang ada di Masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kenakalan remaja dan apa yang dapat kita lakukan sebagai bentuk penanggulangan untuk kenakalan remaja. Penelitian ini menggunakan metode  yaitu Systematic Literature Review (SLR) berasal dari jurnal Nasional dan Internasional mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan Kenakalan remaja yang ada di Indonesia dan luar negeri dengan menggunakan rancangan penelitian berupa cross sectional dan case control. Hasil yang diperoleh pada penelitian ini bahwa faktor penyebab yang mempengaruhi kenakalan remaja ada dua faktor internal dan faktor eksternal. Kedua faktor ini berpengaruh besar atas terjadinya kenakalan remaja, dua faktor ini saling berkesinambungan secara langsung pada individu remaja.
Efektivitas Peran Kesehatan Komunitas dalam Peningkatan Status Kesehatan Ibu Hamil, Ibu Nifas, Bayi/ Balita dan Remaja RW 02 di Kelurahan Umanen Salomi Y. Jopudara; Dano, Suliani; Rambu Lika Yuliana; Elvira G. Amaral; Yunitha T. Pidhi; Kartika Sari
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwifery services are an important aspect of the health system which focuses on maternal and child health. Midwives have a strategic role in providing health services, starting from pregnancy checks, childbirth, to post-natal care. The role of midwives is not only limited to health facilities, but also extends to the community, where they can reach and provide education and health services to the wider community. The significance and challenges of community midwifery services consist of: Access and availability of Health services, Health education and awareness, Women's empowerment, Collaboration with local stakeholders. WHO (2023), in their latest report, emphasizes the importance of improving the quality and accessibility of midwifery services in communities to achieve Sustainable Development Goals (SDGs) targets related to maternal and child health. They also highlight the important role of midwives in providing integrated and sustainable health services at the community level. UNICEF (2023), in their annual report, highlights the success of several community midwife empowerment programs in improving maternal and child health indicators in various developing countries. This report also provides practical guidance for strengthening the capacity of midwives through ongoing training and support. Lancet Global Health (2023), through a recent research article, shows that community-based interventions led by midwives are able to significantly reduce maternal and newborn mortality rates. Based on the results of the study carried out over 7 days from 21-24 May 2024, it was found that there were several problems that were worthy of being raised for appropriate solutions, including problems with catin, pregnant women, mothers giving birth, babies, toddlers and teenagers. Based on the description above, students are obliged to analyze, formulate problems, prioritize, diagnose problems, plan activities, implement them so that all series of activities can be evaluated and ultimately it is hoped that students can improve their health status through community activities, especially in Umanen Village. We, students of the midwifery profession at Ngudi Waluyo University, are trying to help solve the health problems that exist in Umanen Village by holding several health programs.   Abstrak Pelayanan kebidanan merupakan salah satu aspek penting dalam sistem kesehatan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Bidan memiliki peran strategis dalam memberikan pelayanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan kehamilan, persalinan, hingga perawatan pasca-persalinan. Peran bidan tidak hanya terbatas pada fasilitas kesehatan, tetapi juga meluas ke komunitas, di mana mereka dapat menjangkau dan memberikan pendidikan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas. Signifikan dan tantangan pelayanan kebidanan komunitas terdiri dari: Akses dan ketersediaan pelayanan Kesehatan, Pendidikan dan kesadaran Kesehatan, Pemberdayaan perempuan, Kolaborasi dengan pemangku kepentingan local. WHO (2023), dalam laporan terbaru mereka, menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kebidanan di komunitas untuk mencapai target Sustainable Development Goals (SDGs) terkait kesehatan ibu dan anak. Mereka juga menyoroti peran penting bidan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan di tingkat komunitas. UNICEF (2023), dalam laporan tahunan mereka, menyoroti keberhasilan beberapa program pemberdayaan bidan di komunitas dalam meningkatkan indikator kesehatan ibu dan anak di berbagai negara berkembang. Laporan ini juga memberikan panduan praktis untuk memperkuat kapasitas bidan melalui pelatihan dan dukungan berkelanjutan. Lancet Global Health (2023), melalui artikel penelitian terbaru, menunjukkan bahwa intervensi berbasis komunitas yang dipimpin oleh bidan mampu secara signifikan mengurangi angka kematian ibu dan bayi baru lahir. Berdasarkan hasil pengkajian yang dilakukan selama 7 hari tertanggal 21-24 Mei 2024, maka telah ditemukan adanya beberapa masalah yang layak diangkat untuk diberikan penyelesaian yang tepat diantaranya adalah terdapat masalah pada catin, ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, balita dan remaja. Berdasarkan uraian di atas maka mahasiswa berkewajiban untuk menganalisa, merumuskan masalah, memprioritaskan, menegakkan diagnosa masalah, melakukan perencanaan kegiatan, mengimplementasikannya sehingga dapat dilakukan evaluasi atas semua rangkaian kegiatan dan pada akhirnya diharapkan mahasiswa dapat meningkatkan derajat kesehatan melalui kegiatan Komunitas khususnya di Kelurahan Umanen. Kami mahasiswa profesi kebidanan Universitas Ngudi Waluyo mencoba untuk membantu memecahkan masalah – masalah kesehatan yang ada di Kelurahan Umanen dengan mengadakan beberapa program kesehatan.
Terapi Akupresure untuk Mengatasi Nyeri Haid pada Remaja di PMB Rachma Soraya Kota Semarang Soraya, Rachma; Alfianing, Rahayu; Nasifah, Isri
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea is pain that occurs in the lower abdomen experienced by women before menstruation or during menstruation without any signs of pathology and usually occurs with cramps. Menstrual pain or dysmenorrhea is a condition that bothers most women during menstruation, regardless of age, with the highest percentage being in early teens who have just experienced menarche (first menstruation). Various types of treatment, both pharmacological and non-pharmacological, have been studied to treat dysmenorrhea. The pharmacological treatment that is often used by most women is NSAIDs (Nonsteroidal Anti-Inflammatory Drugs) such as mefenamic acid, ibuprofen, sodium niclofenate and nephroxen Proverawati and Misaroh. Non-pharmacological treatment can be done in various ways, such as warm compresses, massage, physical exercise, and relaxation therapy such as acupuncture therapy and acupressure tears. Acupressure is a non-pharmacological therapy that is adapted to teenagers' conditions. The purpose of menstrual pain acupressure is to reduce the discomfort and symptoms associated with menstruation. This community service activity aims to provide teenagers with information about managing menstrual pain. The methods used in this community service are health education about discomfort during menstruation, and health education about acupressure for menstrual pain. Based on the results of the post test, it can provide an illustration that community service activities can increase community understanding and knowledge, as evidenced by the high average post test score, namely 90% good after the counseling was carried out.   Abstrak Dismenore merupakan nyeri yang terjadi pada perut bagian bawah yang dialami oleh wanita sebelum menstruasi maupun selama menstruasi tanpa disertai tanda patologi dan biasanya terjadi kram. Nyeri haid atau dismenore merupakan suatu keadaan yang mengganggu sebagian besar wanita saat menstruasi tanpa memandang usia dengan presentase paling banyak di usia remaja awal yang baru mengalami menarche (pertama kali haid). Berbagai macam cara pengobatan baik itu farmakologi maupun nonfarmakologi yang telah diteliti untuk mengatasi dismenore, pengobatan farmakologi yang sering digunakan sebagian besar wanita adalah golongan NSAIDs (Nonsteroidal Anti-Inflamatori Drugs) seperti asam mefenamat, ibuprofen, natrium niklofenat dan nefroxen Proverawati dan Misaroh. Pengobatan nonfarmakologi dapat dilakukan berbagai cara seperti kompres hangat, massage, latihan fisik, dan terapi relaksasi seperti terapi akupunktur dan tearpi akupresure. Akupresure merupakan salah satu terapi non farmakologis yang disesuaikan dengan kondisi remaja. Tujuan akupresure nyeri haid untuk mengurangi ketidaknyamanan dan gejala yang berhubungan dengan menstruasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan agar para remaja dapat memperoleh informasi tentang penanganan nyeri haid. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Pendidikan kesehatan tentang ketidaknyamanan saat haid, dan Pendidikan kesehatan tentang Akupresure untuk nyeri haid. Berdasarkan hasil post test, dapat memberikan gambaran bahwa dengan kegiatan pengabdian masyarakat dapat meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat, yang dibuktikan dengan tingginya rata-rata pada skor post test yaitu 90% baik setelah dilakukan penyuluhan.
Literatur Review : Faktor Faktor yang Mempengaruhi Akseptor KB dalam Memilih Alat Kontrasepsi IUD Sucilasmi; Indraeni, Elisa; Wigati, Sri; Retnaningrum, Nurina Devi; Yunita, Puput; Pereira, Justa; Soares, Saturnina
Prosiding Seminar Nasional dan CFP Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo Vol. 3 No. 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Kebidanan Universitas Ngudi Waluy
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

family planning is an action that helps individuals or married couples to achieve certain goals in order to  avoid  unwanted  births.  know  the  factors  that influence family planning acceptors in choosing contraception. Method; using a mixed-method. Quantitative design is used to determine factors of knowledge, education, age, and husband's support.  Data collection  comes  from  primary  and  secondary data, the data collection method used is a questionnaire. That the four variables together do not have a significant effect on the use of non-hormonal contraceptives with an opportunity of 0.2776> 0.05. The magnitude of the influence of the four independent variables together can be seen from the Pseude R- value of 13%. that the factors of age, education, knowledge, and husband's support did not have a significant effect on the choice of contraceptives.   Abstrak Keluarga    berencana    suatu    tindakan    yang membantu    individu    atau    pasangan    suami    istri    untuk mendapatkan tujuan tertentu agar tidak terjadi kelahiran yang tidak   diinginkan.   mengetahui   faktor-faktor   yang mempengaruhi   akseptor   KB   dalam   memilih   kontrasepsi. Metode; menggunakan   mixed   method.   Desain   kuantitatif digunakan untuk mengetahui faktor pengetahuan, pendidikan, usia dan dukungan suami. Pengumpulan data berasal dari data primer   dan    sekunder, metode   pengumpulan   data   yang digunakan  adalah  kuesioner.  Bahwa keempat variabel tersebut  secara  bersama-sama  tidak  berpengaruh  signifikan terhadap  penggunaan  alat  kontrasepsi  non  hormonal  dengan peluang  sebesar  0,2786>  0,05.  Besarnya  pengaruh  keempat variabel independen secara bersama-sama dapat dilihat dari nilai Pseude   R   sebesar   13%.   Bahwa   faktor   usia, pendidikan,    pengetahuan,    dan    dukungan    suami    tidak berpengaruh signifikan terhadap pemilihan alat kontrasepsi.