Jurnal Pengabdian Masyarakat
pada bidang pendidikan, Hukum, Ekonomi, Humaniora, Teknik, Pertanian, Komunikasi, Kesehatan, Multidisiplin ilmu dan Rekayasa
Articles
131 Documents
PKM Peningkatan Ketrampilan Pemasaran Digital Bagi Pelaku UMKM Ensikei Di Kota Kupang
Damaris Y. Koli;
Febriana Inut;
Florida Fahik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): April : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v2i1.262
Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) are one of the supporters of the economy in Indonesia, especially for the lower and middle class people. MSMEs have a strategic role in the government's efforts to overcome poverty and unemployment. One of the MSMEs that has developed in Kupang City is MSME Ensikei, this business started from a home-based business that produces and sells accessories and jewelry from local stones (muti) and also from woven materials with NTT motifs, as well as participating in marketing several products from other local craftsmen. such as: ginger sugar, VCO, fashion, bags and shoes with woven motifs in NTT. Responding to changes due to the COVID-19 pandemic, which resulted in sluggish sales, the easy way is to use digital marketing through social media. To improve the skills of using social media that are appropriate and useful, there needs to be regular training and mentoring for Ensikei MSMEs.
PENYULUHAN PROGRAM FISIOTERAPI UNTUK MENCEGAH SPRAIN ANKLE PADA KOMUNITAS WUSHU DI PERKUMPULAN MASYARAKAT SURAKARTA (PMS)
Farid Rahman;
Erica Dimashanda;
Nawang Galih Wijayandari;
Firya Zalfa' Azza Faa'iza;
Jihadilia Islami Putri;
Calvin Hendrawan Roneta;
Arif Pristianto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i1.264
Ankle sprain merupakan cedera pada sistem muskuloskeletal yang umum dijumpai. Cedera ini dapat terjadi akibat ketidak seimbangan pada pergerakan ankle, seperti saat melakukan gerakan inversi dan plantar fleksi ankle saat menapakkan kaki. Hal tersebut dapat ditemui pada komunitas wushu di Perkumpulan Masyarakat Surakarta. Kejadian Sprain ankle pada komunitas wushu di Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) mencapai sekitar 10% dari total cedera yang pernah terjadi pada para atlet selama menjalankan latihan maupun kompetisi. . Untuk meminimalisir tingkat terjadinya sprain ankle maka kita perlu melakukan pencegahan. Pencegahan yang dapat kita lakukan berupa latihan penguatan otot dan keseimbangan. Tulisan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terkait ankle sprain dan cara mencegah ankle sprain pada atlet wushu di Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) agar meminimalisir terjadinya risiko cedera terutama ankle sprain pada saat melakukan teknik wushu. Kegiatan penyuluhan dan edukasi ini berfokus pada kasus sprain ankle, materi yang dipaparkan berisi definisi, etiologi, pencegahan, dan penanganan terjadinya sprain ankle. Hasil evaluasi berdasarkan banyaknya peserta yang dapat menjawab quiz sebelum dan sesudah pemaparan materi. Berdasarkan banyaknya peserta yang dapat menjawab quiz sesudah pemaparan materi, dapat disimpulkan bahwa peserta telah memahami materi yang diberikan dan sudah lebih mengerti mengenai sprain ankle.
Edukasi Self-Care Management Dan Positioning Untuk Mengatasi Nyeri Punggung Bawah Pada Pembatik Di Kampung Batik Laweyan
Arif Pristianto;
Sarita Sri Astuti;
Annisa Nur Syalfa;
Retno Andriani;
Rizki Nisaa’ Uljanah;
Kharisma Puja Khusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i1.265
Low back pain is a complaint in the form of pain or discomfort felt in the lower back and some spread to the legs, both right and left legs. Low back pain is often complained of by workers who sit a lot (sedentary jobs) such as batik craftsmen. Batik craftsmen or batik artisans are jobs that are carried out in a monotonous position, namely mostly sitting so that many complain of lower back pain. Sitting for long periods of time can cause tension in the lower back muscles. So that this tense muscle over time can cause complaints in the form of pain. The purpose of this activity is to provide education to the batik community about how to independently treat low back pain and the correct position when working as a batik maker. The target of this activity is batik in the village of Batik Laweyan, namely the Teko batik factory and Mahkota batik. The method used in this program is that students make observations or observations directly in the field, conduct dialogues and interviews using a screening form to 20 batik craftsmen. The results obtained are. The average batik maker in Batik Laweyan village complains of lower back pain. The conclusion of this activity is that the monotonous work position factor is very influential on lower back pain, especially those who work as batikmakers
Pelatihan Produksi dan Strategi Pemasaran Kripik Ubi Jalar Di Kelurahan Pal Putih Kota Sorong
-, Susetyowati Sofia;
Evi Mufrihah Zain;
Digor Mufti;
Latifah Dian Iriani;
Ahmad Jamil;
Muhammad Amin;
Agilistya Rahayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.268
Sweet potato is one of the raw materials that is easy to get in West Papua, especially in the Pal Putih village which is located close to the market. The purpose of this training is that mothers or mothers in the Pal Putih village can have skills in processing Sweet Potatoes into Sweet Potato Chips that have good quality. This training not only increases knowledge of mothers in product manufacturing but is also able to implement marketing strategies by paying attention to product quality, packaging, packaging appearance aesthetics, branding and labeling; Housewives who take part in the training are encouraged or motivated to make sweet potato chips business so that they can increase their income. The implementation of activities is carried out with the following steps: Observation; Completion of service licensing and socialization; Training; Material reinforcement; and Discussion. The implementation of Community Service Activities is described as follows: Production training, marketing strategy, entrepreneurship motivation; Training on the initial preparation before producing, the production process, the packaging process, the labeling process.
Penyuluhan Fisioterapi Mengenai Carpal Tunnel Syndrome pada Pengemudi Ojek Online di Basecamp Purwosari
Wahyu Tri Sudaryanto;
Tiara Paramitha Sugiri Syah Putri;
Alifia Putri Latifah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.271
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) merupakan permasalahan yang umum terjadi pada ekstremitas atas, disebabkan karena adanya kompresi pada nervus medianus yang berjalan melalui terowongan karpal di pergelangan tangan. Gejala yang ditimbulkan akibat CTS yaitu nyeri dan parestesia pada area yang dilalui nervus medianus. Pengemudi ojek merupakan salah satu pekerjaan yang berisiko terserang CTS karena tekanan gerakan repetitif pada pergelangan tangan. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar pengemudi ojek online dapat memahami dan melakukan pencegahan serta penanganan yang tepat pada kasus CTS. Dilakukan survey, observasi, dan perizinan dengan pihak komunitas sebelum dilaksanakannya kegiatan penyuluhan. Materi yang disampaikan pada penyuluhan ini terkait dengan definisi, penyebab, gejala, cara pencegahan, dan penanganan pada kasus CTS. Evaluasi dilakukan dengan kuis sebelum dan sesudah pemaparan materi, yaitu pretest dan posttest. Berdasarkan pretest dan posttest yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman pada komunitas pengemudi ojek online mengenai CTS.
Penyuluhan Tentang Low Back Pain Pada Komunitas Motor “VARIO.SOC”
Wahyu Tri Sudaryanto;
Nadya Aqsha Tamarinda;
Siti Handayani;
Nia Hayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.272
Low back pain (LBP) adalah rasa nyeri pada daerah punggung bawah lebih tepatnya dilokasi antara sudut iga paling bawah sampai ke sacrum. Nyeri punggung lumbosakral aksial mengacu pada nyeri di lumbal atau daerah vertebral L1-L5, dan tulang belakang sakral, atau S1 pada daerah sacrococcygeal. Nyeri punggung bawah terjadi karena pada posisi kerja yang salah atau pembebanan vertebra yang tiga kali lipat lebih berat dibandingkan dengan posisi berdiri. Komunitas motor berisiko terserang LBP dikarenakan melakukan kegiatan touring jarak jauh. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan agar komunitas motor dapat memahami dan melakukan pencegahan serta penanganan yang tepat pada kasus LBP. Materi yang disampaikan pada penyuluhan ini terkait dengan definisi, penyebab, cara pencegahan, dan penanganan pada kasus LBP. Evaluasi dilakukan dengan kuis sebelum dan sesudah pemaparan materi, yaitu pretest dan posttest. Berdasarkan pretest dan posttest yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman pada komunitas mengenai LBP.
Penyuluhan Iliotibial Band Syndrome (ITBS) pada Komunitas Sukoharjo Runners
Zannuba Alifah Chafsoh;
Kintan Candra Surya Paramita;
Rizqy Febriansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.273
Iliotibial Band Syndrome (ITBS) is generally considered an injury to runners. Iliotibial Band Syndrome (ITBS) is one of the most common overuse injuries of the lower extremities. ITBS is the occurrence of inflammation due to friction between the iliotibial band and the underlying tissue structure, this is due to repetitive flexion and extension movements or overuse during activities such as running and cycling. This activity aims to increase the understanding of ITBS to runners in order to minimize the occurrence of injuries and to treat ITBS injuries. This activity focuses on providing education and counseling about ITBS injuries, the material presented includes definitions, etiology, symptoms, prevention, and management of ITBS injuries. Evaluation by being given a questionnaire before and after the delivery of the material. Based on the results of the evaluation carried out by the participants, it was found that many participants were able to answer the questions correctly, it can be concluded that the participants had understood the material regarding ITBS injuries.
Intervensi Penyuluhan Cedera Olahraga Pada Atlet Pencak Silat Pagar Nusa Ranting Gonilan
Zahra Almadani;
Lingga Vitasari;
Ahmad Najib Ali Ziyan;
Wahyu Tri Sudaryanto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.274
Pendahuluan: Olahraga pencak silat merupakan salah satu olahraga yang tidak bisa lepas dari body contact sehingga berdampak pada tingginya kasus cedera. Sayangnya, tingginya prevalensi tinggi ini tidak dibarengi dengan pengetahuan mengenai penanganan pertama cedera menggunakan metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation). Dengan mengetahui adanya pengaruh pengetahuan dan pentingnya pemahaman terkait dampak dan penanganan cedera olahraga khususnya pada olahraga pencak silat maka dari itu, dilakukanlah pengabdian masyarakat berupa penyuluhan cedera olahraga ini bertujuan untuk membekali keilmuan dasar mengenai penanganan cedera pada atlet pencak silat Pagar Nusa Ranting Gonilan. Metode: Pengabdian masyarakat ini dilakukan pada 20 responden atlet pencak silat Pagar Nusa Ranting Gonilan menggunakan media poster dan leaflet dalam memaparkan materi serta mendemonstrasikan teknik penanganan cedera dengan RICE yang kemudian akan dievaluasi menggunakan kuesioner pre-test dan post-test berbasis kertas. Hasil: Didapatkan hasil post-test berupa 1 orang memiliki pengetahuan dengan kategori cukup (8.3%), 2 orang memiliki pengetahuan dengan kategori baik (16.7%), 9 orang memiliki pengetahuan dengan kategori sangat baik (75%) dan tidak ada satupun yang memiliki pengetahuan dalam kategori kurang (0%). Kesimpulan: Terdapat peningkatan pemahaman responden terhadap penangan pertama pada cedera.
Penyuluhan Pemanasan dan Penguatan Otot Pergelangan Tangan Serta Lengan untuk Pemain Nunchaku di Stadion Manahan
Wahyu Tri Sudaryanto;
Nabila Ayundasari;
Halimatus Sa’diah;
Devi Arthamevia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.275
Indonesia Nunchaku Club adalah perkumpulan para penggemar Nunchaku di Indonesia. Pemain Nunchaku berfokus pada penggunaan tangan berlebih selama beberapa jam sehingga pemanasan menjadi hal yang penting sebelum melakukan permainan Nunchaku tersebut. Pemanasan merupakan suatu aktivitas yang perlu dilakukan sebelum melakukan aktifitas yang lebih berat. Tujuan dari pemanasan ini adalah meningkatkan sirkulasi peredaran darah, mengembangkan paru-paru dan meningkatkan detak jantung secara bertahap. Kekuatan otot lengan adalah kemampuan otot lengan atau sekelompok otot lengan seseorang dalam mengerahkan tenaga secara maksimal untuk melakukan kontraksi atau gerakan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman pemain Nunchaku akan pentingnya pemanasan dan penguatan otot pergelangan tangan sebelum memulai latihan. Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah menggunakan media poster dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang pemanasan dan penguatan otot pergelangan tangan dilakukan dengan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi. Dalam Penelitian ini diperoleh hasil bahwa terdapat peningkatan pemahaman komunitas Nunchaku mengenai pentingnya pemanasan sebelum latihan.
EDUKASI DAN PENYULUHAN CEDERA ANKLE PADA KOMUNITAS “BASKET SMAGA”
Wahyu Tri Sudaryanto;
Muhamad Afif Nurochman;
Firstya Gifta Raudyatuzzahra;
Della Annisa Thalib
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2022): Oktober : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas 45 Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30640/abdimas45.v1i2.276
Cedera ankle sprain merupakan jenis cedera akut sistem muskuloskeletal yang menyebabkan kerusakan pada satu atau lebih ligamen pada pergelangan kaki. Ankle sprain dapat terjadi akibat mekanisme gerakan menyamping (lateral) pada ankle, termasuk gerakan inversi yang dilakukan berulang kali ketika ankle melakukan gerakan plantarflexi. Olahraga basket 17 memiliki urutan pertama yang rentan terkena cedera sprain ankle, sedangkan sepak bola dan lari juga merupakan kegiatan atletik yang sering mengalami cedera sprain ankle. Gejala yang muncul setelah terjadinya sprain ankle pada 30-40% pasien dilaporkan bahwa terdapat nyeri kronis, kelemahan otot dan tidak stabil. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman komunitas terkait cedera ankle. Metode: Kegiatan yang dipilih untuk menyampaikan edukasi adalah penyuluhan yang dikemas dengan metode ceramah menggunakan media poster dan leaflet. Evaluasi pengetahuan tentang cedera ankle dilakukan menggunakan kuesioner baik sebelum maupun sesudah proses penyampaian materi.