cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023" : 10 Documents clear
Potensi Interaksi Antibiotik pada Kasus Infeksi Pneumonia di Bangsal Rawat Inap RSUD Dr.Moewar di Surakarta Fransiska, Fransiska Wahyu Bintari Putri; Rahardjoputro, Rolando; Prawistya Sari, Agnes
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.400

Abstract

Pneumonia adalah kondisi dimana seseorang mengalami infeksi yang terjadi pada kantung-kantung udara dalam paru-paru, dapat menyebabkan peradangan pada kantong-kantong udara (alveoli) disalah satuatau kedua paru-paru, yang mengakibatkan alveoli dipenuhi cairan atau nanah sehingga membuat penderita sulit bernafas.Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dan dosis yang tidak benar dapat menyebabkanresistensi pada antibiotik. Penggunaan kombinasi pada antibiotik yang tidak tepat dapat mengakibatkaninteraksi yang tidak diinginkan dan menyebabkan terjadinya efek samping pada obat tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi interaksi antibiotik yang terjadi pada kasus pneumonia dan jenis interaksinya pada penggunaan antibiotik pasien rawat inap di RSUD Dr.Moewardi Surakarta periode Januari-Desember tahun 2022. Pengumpulan data dilakukan secara retrospektif, dengan menggunakan teknik total sampling dimana mengambil semua populasi yang akan dijadikan sampel pada penelitian, yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi menggunakan data rekam medis pasien pneumonia rawat inap. Hasil dari penelitian diperoleh bahwa potensi interaksi antibiotik terjadi pada 111 pasien pneumonia, dari 766 potensi interaksi antibiotik yang terjadi, 17,31% merupakan kategori mayor, 79,49% kategori interaksi moderat, dan 3,20% kategori interaksi minor.
Potensi Interaksi Obat Pada Peresepan Obat Peroral Pasien Dewasa Rawat Inap Diabetes Mellitus Tipe 2 Dengan Komorbiditas Hipertensi Di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Yesi, Yesi Susianti; Prawistya Sari, Agnes; Rahardjoputro, Rolando
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.401

Abstract

Diabetes mellitus termasuk dalam penyakit kronis (menahun) yang diderita pasien selama hidupnya penyakit ini berdampak pada sumber manusia dan melonjaknya biaya kesehatan. Hipertensi termasuk dalam penyakit silent killer karena hampir tidak memiliki gejala awal apabila terdapat gejala sering dianggap sebagai gangguan biasa, dapat mengakibatkan efek yang fatal yaitu kematian. Penyebab diabetes mellitus tipe 2 disertai hipertensi yaitu retensi natrium ginjal yang menyebabkan ekspansi volume, peningkatan resistensi vaskular yang disebabkan karena kurangnya vasodilatasi yang diperantarai nitric oxide dan peningkatan stimulasi simpatetik karena hiperinsulinemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran potensi interaksi obat pada peresepan obat peroral pasien rawat inap diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan rancangan pendekatan depskritif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif. Data penelitian diambil dari rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik responden menunjukkan jenis kelamin yang terbanyak adalah perempuan dibandingkan laki-laki, perempuan sebanyak 61 (61%) sedangkan laki- laki sebanyak 39 (39%). Berdasarkan hasil dari 100 catatan rekam medis pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi di instalasi rawat inap di RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2022 terdapat 64% pasien memiliki kriteria mayor sebanyak 0%, moderate sebanyak 64%, minor sebanyak 0% potensi interaksi obat diabetes mellitus tipe 2 dengan komorbiditas hipertensi.
Pengaruh Perbedaan Pelarut terhadap Hasil Skrining Fitokimia Ekstrak Daun Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Florensia, Shalsabila; Andi Wijaya
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.402

Abstract

Daun tapak liman dapat dimanfaatkan sebagai antihiperurisemia karena mengandung senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid yang diperoleh melalui proses ekstraksi dengan pelarut tertentu. Penggunaan pelarut yang sesuai mempengaruhi hasil penarikan senyawa aktif dalam suatu ekstrak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis pelarut terhadap kandungan senyawa metabolit sekunder daun tapak liman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode posttest only design. Ekstrak daun tapak liman diperoleh secara maserasi selama 3x24 jam menggunakan pelarut etanol 70%, etil asetat, dan n-Heksan dengan perbandingan 1:6. Filtrat hasil maserat yang telah disaring diuapkan menggunakan waterbath agar menjadi ekstrak kental. Ekstrak kental yang didapat selanjutnya diuji skrining fitokimia meliputi uji alkaloid, fenolik, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Rerata rendemen ekstrak etanol 70% adalah 1,04±0,14%, etil asetat sebesar 1,25±0,08%, dan n-Heksan adalah 1,047±0,07% lebih kecil dari acuan pada Farmakope Herbal Indonesia 2017 untuk ekstrak etanol yaitu ≥5,5%. Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan ektrak etanol mengandung flavonoid, tanin, alkaloid, dan steroid. Ekstrak etil asetat mengandung fenolik, alkaloid, dan steroid, sedangkan ekstrak n-heksan mengandung flavonoid dan steroid. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan pelarut dengan kepolaran yang berbeda dapat mempengaruhi keoptimalan penarikan senyawa metabolit sekunder pada uji skrining fitokimia ekstrak daun tapak liman.
Aktivitas Ekstrak Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Terhadap Mencit Yang Diinduksi Glukosa Sebagai Obat Alami Antidiabetes Kharisma, Kharisma Putri Murti Dewi; Ediati, Joko Santoso
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.433

Abstract

Diabetes melitus merupakan kumpulan penyakit metabolik dengan keadaan hiperglikemia yang terjadi karena terdapat kelainan dari sekresi insulin, kerja insulin ataupun keduanya. Di Jawa Tengah pada tahun 2018, diabetes melitus menempati urutan ke dua setelah hipertensi yaitu mencapai angka 20,57%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun kelor yang mengandung flavonoid dan dosis optimum ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk.) dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit yang diinduksi glukosa. Metode penelitian ini yaitu dengan metode eksperimental dengan design penelitian pretest and post test with control group. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi dengan menggunakan pelarut etanol 70%. Ekstrak daunkelor positif mengandung flavonoid. Dalam 0,2091 g ekstrak daun kelor mengandung flavonoid sebesar 6,67 mg/g.Ekstrak daun kelor diberikan pada mencit dengan dengan menggunakan pelarut Dimethylsulfoxide (DMSO) 1% dengan dosis Kelompok I (98mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 48,53%; Kelompok II (147 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 44,38%; Kelompok III (220,5 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 53,03%; Kelompok IV (330,75 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 43,08%; Kelompok V (496,125 mg/kgBB) memiliki potensi penurunan glukosa darah sebesar 32,44%. Pada pengujiannya terhadap mencit, ekstrak daun kelor dapat menurunkan kadar gula darah mencit setelah pemberian induksi. Dosis ekstrak daun kelor yang paling efektif dalam menurunkan kadar gula darah yaitu pada kelompok III (220,5 mg/KgBB) dengan potensi penurunan gula darah sebesar 53,09%.
Uji Aktivitas Analgetik Teh Daun Ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Betina Handayani, Rini; Aulianshah, Vonna; Zakiah, Noni; Putri, Zahrifa Adinda; Halimatussakdiah, Halimatussakdiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.444

Abstract

Analgetik adalah bahan atau obat yang digunakan untuk menekan atau mengurangi rasa sakit tanpa menyebabkan hilangnya kesadaran.  Nyeri merupakan suatu kejadian sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan ditandai dengan adanya kerusakan jaringan. Penelitian ini bersifat eksperimentel yang bertujuan untuk menentukan efek analgetik teh daun ciplukan (Physalis angulata L.) terhadap Mencit (Mus musculus) Betina dan untuk mengetahui dosis teh daun ciplukan (Physalis angulata L.) yang dapat memberikan efek analgetik pada Mencit (Mus musculus) Betina. Teh daun ciplukan diseduh dengan air panas pada suhu 90⁰C sebanyak 200 mL kemudian kantong teh dicelup naik turun selama 5 menit.  Penelitian ini  dibagi atas  5 kelompok perlakuan yaitu perlakuan kontrol negatif, kontrol positif,  teh daun ciplukan 0,2 mL/20 g BB mencit (dosis I);  teh daun ciplukan 0,4 mL/20 g BB mencit (dosis II); dan teh daun ciplukan 0,6 mL/20 g BB mencit (dosis III).  Hasil uji aktivitas analgetik teh daun ciplukan terhadap mencit betina pada dosis I, dosis II dan dosis III mempunyai aktivitas sebagai analgetik. Berdasarkan uji LSD teh daun ciplukan terhadap mencit betina pada dosis I dan dosis II ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif yaitu paracetamol (p≤0,05), sedangkan dosis III tidak ada perbedaan signifikan dengan kontrol positif yaitu paracetamol (p≥0,05).
Optimasi Tablet Levofloksasin Immediate Release Menggunakan Disintegran Sodium Starch Glycolate (SSG) dan Pengisi Laktosa dengan Metode Simplex Lattice Design (SLD) Shesanthi Citrariana; Akhmad Kharis Nugroho; Yahya Febrianto; Defilia Anograh Riani
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.459

Abstract

Levofloksasin adalah antibiotik yang digunakan dalam terapi utama infeksi paru, juga merupakan sediaan farmasi yang memiliki penerimaan yang baik oleh pasien. Tablet immediate release memerlukan super disintegran yang merupakan eksipien dalam formulasi, perbedaan eksipien yang digunakan dapat memengaruhi bioperformance dari tablet. Optimasi formula digunakan sebagai metode untuk menentukan komposisi eksipien dalam formula. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan optimasi formula tablet levofloksasin dengan metode simplex lattice design menggunakan sodium starch glycolate sebagai superdisintegran. Pembuatan tablet dilakukan dengan proses granulasi basah dan dikempa kemudian dilakukan pengujian sifat fisik berupa kekerasan, kerapuhan, waktu hancur dan disolusi efisiensi pada waktu ke 60 menit. Optimasi nilai prediksi dilakukan dengan cara observasi dan dibandingkan nilai responnya menggunakan one sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan nilai SSG terlihat signifikan pada waktu hancur dengan nilai p<0,05 (0,0056). Hasil formula optimal dengan nilai desirability 0,811 berada pada komposisi SSG sebanyak 8mg/tablet. Pengujian konfirmasi memberikan hasil bahwa antara nilai prediksi vs observasi memberikan nilai yang tidak berbeda p>0,05. Dapat disimpulkan bahwa tablet levofloksasin yang diformulasikan memberikan nilai yang memnuhi kriteria baik sifat fisik dan efisiensi disolusi.
Skrining Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Daun Sirsak (Annona muricata L.) di Kabupaten Majene, Mamuju dan Mamuju Tengah Sahrianti, Nini; Mastura, Andi Asnawiah
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.460

Abstract

Tanaman dengan efek farmakologis dan bioaktivitas yang signifikan terhadap penyakit secara kolektif disebut sebagai "tanaman obat", dan kategori luas ini mencakup tanaman rumah tangga biasa dan spesies eksotik langka. Antioksidan daun sirsak (Annona muricataL) berkhasiat mengobati penyakit jantung, diabetes, asam urat, sulit tidur, anemia, rematik, darah tinggi, kolesterol tinggi, sariawan, dan kanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur kadar metabolit sekunder pada daun sirsak di tiga daerah. Pengambilan daun segar merupakan langkah awal pembuatan ekstrak, dilanjutkan dengan membersihkan daun, memisahkannya menjadi tumpukan basah dan kering, serta mengeringkannya dengan handuk hitam dan blender kasar selama 14 hari. Maserasi dengan etanol 70% dan kloroform selama 5 hari digunakan untuk ekstraksi sebelum dikukus selama 2 x 24 jam. Berdasarkan temuan tersebut, nampaknya flavonoid, tanin, saponin, dan terpenoid dapat ditemukan pada ekstrak etanol 70% daun sirsak. Namun terbukti adanya alkaloid dan steroid pada ekstrak kloroform daun sirsak
Identifikasi Kandungan Bahan Kimia Obat Deksametason Secara Spektrofotometri UV-Vis Pada Jamu Penambah Berat Badan Lidiawti, Dewi; Syam, Fadhila; Sirajuddin, Washliaty; Nurdayanti, Nurdayanti
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.461

Abstract

Deksametason ialah bahan kimia yang biasa di tambahkan pada jamu penambah berat tubuh. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan No 006 Tahun 2012 pasal 37, jika seluruh tipe obat tradisional dilarang memiliki bahan kimia obat ( BKO) sintetik. Tipe riset yang dilakukan merupakan eksperimental laboratorium dengan identifikasi isi bahan kimia obat deksametason pada 3 tipe jamu penambah berat tubuh yang tersebar dipasar, menggunakan Spektrofotometri Uv- Vis dengan panjang Gelombang 390nm. Hasil riset memperlihatkan jika ilustrasi jamu penambah berat tubuh JGS, JMJ serta JBS diprediksi memiliki deksametason dengan konsetrasi berturut-turut 123 ppm, 113 ppm, serta 73 ppm
Formulasi Mouthwash Dari Daun Ketapang(Terminalia catappa L) Dengan Metode Infundasi Larasati, Dwi; Eko Kurniantoro, Ferli; Arviani; Shefty Destari, Linda
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.463

Abstract

Ketapang (Terminalia catappa L) memiliki kemampuan sebagai obat alami dengan senyawa metabolit sekunder berperan sebagai antibakteri. Senyawa yang  terkandung  pada tanaman ini berperan untuk  anti jamur dan antibakteri   degan kandungan yaitu alkaloid, flavonoid, tanin, saponin dan asam fenolik. Penelitian ini bertujuan memformulasikan sediaan mouthwash daun ketapang dengan metode infundasi. Formula mouthwash daun ketapang dibuat dengan tiga konsentrasi yaitu 12,5%, 25% dan 50%. Dalam penelitian ini, berbagai konsentrasi mouthwash daun ketapang diuji untuk mengukur kestabilan sifat fisiknya, termasuk pH, homogenitas, organoleptis, dan viskositas. Hasil penelitian terhadap uji organoleptis sediaan berbentuk larutan, rasa manis diikuti rasa menthol dan beraroma daun ketapang.. Sediaan homogen jernih dan tidak terbentuk endapan. Hasil uji pH sediaan pada rentang 5-7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan mouthwash dari daun ketapang pada kontrol negatif menunjukkan  kestabilan dalam uji viskositas, pH, homogenitas, dan organoleptis. Meskipun, pada konsentrasi yang berbeda, hasilnya bervariasi, tetapi tetap menunjukkan kestabilan dalam uji organoleptis, homogenitas, dan pH.
Tingkat Kepuasan Pasien Terhadap Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas Jabon Kabupaten Jombang hariyani, hariyani; Sandra, Vinda Aprillia
JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 2 (2023): Desember 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30867/jifs.v3i2.493

Abstract

Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan upaya kesehatan, yang berperan penting dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Kepuasan pasien merupakan salah satu tujuan dari peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Terpenuhinya standar dalam pelayanan kefarmasian diharapkan dapat memenuhi harapan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Jabon Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 270 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data yang dilakukan pada bulan Mei dengan membagikan kuesioner kepada responden yang telah mendapatkan pelayanan kefarmasian. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dilihat dari 5 dimensi terdiri dari dimensi responsivenes dengan hasil persentase 73,58%, dimensi emphaty dengan hasil persentase 74,94%, dimensi assurance dengan hasil persentase 72,96%, dimensi reliability dengan hasil persentase 76,98%, dimensi tangibles dengan hasil persentase 70,73%. Sehingga persentase rata-rata tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Jabon Kabupaten Jombang berada pada kategori puas dengan persentase 73,46%.

Page 1 of 1 | Total Record : 10