cover
Contact Name
Ernita Silviana
Contact Email
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Phone
+6285260295059
Journal Mail Official
jifs@poltekkesaceh.ac.id
Editorial Address
Jurusan Farmasi Poltekkes Kemenkes Aceh Jl. Sukarno-Hatta, Desa Lheu blang, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, 23552
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Farmasi Simplisia
ISSN : 27754510     EISSN : 28091973     DOI : https://doi.org/10.30867/jifs
Core Subject : Health, Science,
Karya yang dipublikasikan dalam jurnal ini meliputi farmasi komunitas, farmasi klinik, obat tradisional, kosmetika, teknologi farmasi,
Articles 100 Documents
Aktivitas Antibakteri Infusa Bunga Jotang (Acmella paniculata) terhadap Staphylococcus aureus azlaini nasution; Aisya Laraswati
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jotang (Acmella paniculata) merupakan tanaman yang termasuk ke dalam suku Asteraceae, mempunyai banyak khasiatdiantaranya bagian bunga dimanfaatkan sebagai obat untuk gigi dan gusi berdarah. Penyakit gigi yang banyak diderita olehmasyarakat Indonesia salah satunya adalah karies gigi, Penyebab utama karies gigi disebabkan oleh Streptococcus mutansyang mampu memfermentasi karbohidrat menghasilkan asam organik yang merusak gigi. Tujuan penelitian untukmengetahui aktivitas antibakteri infusa bunga jotang terhadap Streptococcus mutans pada konsentrasi 100%, 75%, dan50%. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri yaitu metode difusi agar, dengan amoxicillin sebagaikontrol positif. Hasil uji daya hambat infusa jotang pada konsentrasi 50%, 75%, dan 100% berturut-turut diperoleh diameterzona hambat rata-rata sebesar 6,00 mm; 6,06 mm; dan 6,18 mm dan kontrol positif amoxicillin sebesar 9,96 mm. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa infusa bunga jotang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans dengankategori sedang.
Formulasi dan uji aktifitas antioksidan dalam sediaan granul effervescent dengan perbedaan variasi kombinasi sumber asam terhadap laju larut granul dari herba pegagan (centella asiatica (l.) Urb) Munifatul Lailiyah; Sony Andika Saputra; Azkiy Syifa’ Istighfarin
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat salahsatunya antioksidan. Sediaan granul effervescent adalah sediaan yang terdiri dari campuran senyawaasam dan basa yang jika bereaksi dengan air akan membebaskan karbondioksida, sehingga terjadiadanya buih. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan formulasi dan mengetahui ujimutu serta aktivitas antioksidan dalam sediaan granul effervescent dengan variasi kombinasi sumberasam. Metode: Herbal pegagan diformulasikan dalam bentuk sediaan granul effervescent denganperbedaan variasi kombinasi sumber asam. Evaluasi sediaan meliputi uji organoleptik, kadarlembap, kecepatan alir, sudut diam, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, pH, laju larut danaktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruhvariasi kombinasi sumber asam terhadap mutu sediaan yaitu uji kecepatan alir, sudut diam,kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, pH dan laju larut. Namun tidak memiliki pengaruh padauji organoleptik dan kadar lembap. Hasil uji aktivitas antioksidan didapatkan rata-rata nilai IC50 ekstrak 35,28±0,14, formulasi 1 58,27±0,40, formulasi 2 48,83±0,23 dan formulasi 3 74,44±0,01.Kesimpulan: Perbedaan variasi kombinasi sumber asam mempengaruhi uji kecepatan alir, sudutdiam, kompresibilitas, distribusi ukuran partikel, pH dan laju larut, namun tidak mempengaruhi ujiorganoleptik dan kadar lembap serta sediaan granul effervescent herba pegagan memiliki aktivitasantioksidan kategori kuat-sangat kuat.  
PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL DARI FRAKSI – FRAKSI DAUN INSULIN (Smallathus sonchifolius) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Alip Desi Suyono Saputri; Ndaru Septiani Besthari
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman cengkeh (Syzigium aromatocum) merupakan tanaman perkebunan atau industri yang dipergunakan untuk pengobatan, makanan dan minuman. Ekstrak bunga cengkeh memiliki aktivitas biologi sebagaiantibakteri, antijamur, insektisida dan antioksidan. Salah satu senyawa yang memiliki aktivitas tersebut yaitualkaloid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kadar alkaloid total ekstrak kasar dan ekstrak terpurifikasibunga cengkeh dengan menggunakan metode Spektrofotometri Uv-Vis. Metode identifikasi senyawa alkaloidpada ekstrak kasar dan ekstrak terpurifikasi bunga cengkeh dengan metode pereaksi Mayer, Wagner danDragendroff. Penetapan kadar dilakukan dengan metode Spektrofotometri Uv-Vis pada panjang gelombang 279nm dan operating time menit ke-37. Baku pembanding yang digunakan yaitu kafein. Hasil penetapan kadaralkaloid total ekstrak kasar bunga cengkeh didapatkan hasil yaitu 6,806%b/b dengan %KV 2,7882%, dan untukekstrak terpurifikasi bunga cengkeh yaitu 7,675%b/b dengan %KV 1,5834%, sehingga ekstrak bunga cengkehyang memiliki kadar alkaloid tertinggi terdapat pada ekstrak terpurifikasi bunga cengkeh. Untuk Uji TestHomogenity of Variences didapatkan nilai signifikansi sebesar 0,377 > 0,05. Uji Anova didapatkan nilaisignifikansi sebesar 0,003 < 0,05, sehingga dapat diketahui bahwa ada perbedaan yang signifikan antara ekstrakkasar dan ekstrak terpurifikasi bunga cengkeh.
Pengetahuan Konsumen Tentang Gastritis Di Apotek Kimia Farma Kadipiro eka wisnu kusuma eka wisnu kusuma; Merlin Agustina Saleh
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gastritis merupakan inflamasi yang terjadi pada mukosa lambung. Salah satu faktor pemicu adalah penggunaan obat penekan rasa nyeri golongan Non Steroid Antiinflamasi Drugs ( NSAIDs) secaraberlebihan yang dapat mengiritasi dinding lambung. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambarantingkat pengetahuan konsumen tentang gastritis dan pengobatannya di Apotek Kimia Farma KadipiroSurakarta. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan instrumen berupakuesioner. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 110konsumen yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuankonsumen tentang gastritis dan pengobatannya di Apotek Kimia Farma Kadipiro Surakarta adalah kurang (2,73%), cukup (20,91%), dan baik (76,36%). Tingkat pengetahuan dalam upaya pencegahandan pengobatan diperlukan untuk mencegah terjadinya gastritis
Pengaruh Konsentrasi Pelarut Ekstrak Etanol Bawang Daun (Allium Fistulosum L.) Sebagai Antikolesterol Secara Spektrofotometri Visibel Devina Ingrid Anggraini; Libna Dima Pratama
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kolesterol yaitu senyawa kompleks hasil produksi tubuh. Kelebihan kolesterol didalam tubuh akan menyebabkan masalah hiperkolesterolemia. Masyarakat menggunakan obat penurun kolesterol berbahan sintetis seperti obat golongan statin. Obat golongan statin menimbulkan efek samping seperti miopati dan rhabdomiolisis. Bawang daun mengandung senyawa tanin, saponin, flavonoid, dan alkaloid. Flavonoid merupakan senyawa yang berperan sebagai antikolesterol. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi pelarut ekstrak yang digunakan saat ekstraksi bawang daun dalam menurunkan koleserol. Penggunaan konsentrasi pelarut yang berbeda saat ekstraksi dapat berpengaruh terhadap penurunan kolesterol. Penentuan aktivitas antikolesterol dilakukan dengan menggunakan metode Lieberman-Burchard yang dianalisis pada daerah visibel dengan panjang gelombang maksimal 669 nm. Konsentrasi yang digunakan pada ekstrak etanol 70% bawang daun yaitu 20 ppm, 30 ppm, 40 ppm, 50 ppm, dan 60 ppm. Konsentrasi pada ekstrak etanol 96% bawang daun yaitu 40 ppm, 50 ppm, 60 ppm, 70 ppm, dan 80 ppm. Hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulannya bahwa ekstrak etanol 70% bawang daun memiliki kemampuan menurunkan kolesterol dengan nilai EC50 45,439 ppm lebih besar dibadingkan dengan ekstrak etanol 96% bawang daun memiliki kemampuan menurunkan kolesterol dengan nilai EC50 67, 211 ppm.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Terhadap Swamedikasi Batuk Di Apotek Berlian Kandat Kabupaten Kediri djembor walujo; Umul Farida; Istiani Nurmayanti
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh di saluran pernapasan dan merupakan gejala suatupenyakit atau reaksi tubuh terhadap iritasi di tenggorokan karena adanya lendir, makanan, debu,asap dan sebagainya. Namun pada pelaksanaan swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinyakesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obatdan penggunannya. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui tingkat pengetahuan dan tingkatperilaku swamedikasi batuk serta untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadapperilaku swamedikasi batuk di Apotek Berlian Kandat Kabupaten Kediri. Jenis penelitian yangdigunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan kuesioner. Pengumpulandata dilakukan selama satu bulan terhadap 133 pasien yang datang dan membeli obat batuk.Metode yang digunakan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap perilakuswamedikasi batuk yaitu Korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan tingkatpengetahuan pasien terhadap pengobatan swamedikasi batuk adalah 85,56% dengan kategorisangat tinggi sedangkan untuk tingkat perilaku pasien didapatkan hasil sebesar 91,73% dengankategori sangat tepat. Berdasarkan uji korelasi rank spearman diperoleh p-value sebesar 0,002 (p <0,050) sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkatperilaku swamedikasi batuk. Koefisien korelasi yang diperoleh yaitu 0,732 dimana nilai tersebuttermasuk dalam tingkat keeratan korelasi yang kuat/tinggi. Koefisien korelasi yang bertandapositif menunjukkan bahwa bentuk hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap tingkat perilakuadalah berbanding lurus,artinya yaitu semakin tinggi tingkat pengetahuan, maka semakin baiktingkat perilaku.
Pola Peresepan Obat Hipertensi Pada Pasien Peserta BPJS di RS UNS Sukoharjo Insani Shinta Dzuriyah Sri Mulyani; Retnowati Adiningsih
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi masih menjadi salah satu penyakit yang prevalensinya mengalami peningkatan. Hipertensi bisa menyebabkan timbulnya faktor risiko penyakit lain seperti jantung, gagal ginjal, stroke dan diabetes. Oleh karenaitu, diperlukan upaya penanganan tekanan darah secara tepat untuk menunda dan menghambat terjadinyakomplikasi. Salah satu cara untuk mengontrol hipertensi adalah pemberian terapi obat hipertensi yang tepat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola peresepan obat hipertensi pada pasien peserta BPJS diRumah Sakit UNS Sukoharjo pada periode Juni sampai Desember 2022 dengan jumlah populasi sebanyak 636pasien. Data diambil secara retrospektif dan dianalisa secara dekskriptif yang diambil dari rekam medis pasien diRS UNS Sukoharjo. Data yang diambil dari rekam medis pasien ini meliputi jenis kelamin, usia, derajat hipertensi,diagnosa, golongan dan jenis obat hipertensi. Analisa data yang digunakan adalah univariat dengan data disajikandalam bentuk narasi, tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menggunakan 250 sampel,didapatkan hasil klasifikasi hipertensi terbanyak adalah pre-hipertensi (37,6%) dengan penyakit penyertaterbanyak yaitu jantung (35,2%). Pola peresepan paling banyak adalah penggunaan politerapi (84%) dibandingkanmonoterapi (16%). Golongan obat hipertensi yang paling banyak digunakan adalah CCB (29,3%) dan jenis obathipertensi paling banyak digunakan adalah Captopril (24,4%).  
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI NANO-PARTIKEL EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb) TERHADAP Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Dian Puspitasari; Mahmudzin Hanafi; Didik Wahyudi
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme salah satunya bakteri. Daunpandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) mengandung senyawa kimia antibakteri yang telahdibuktikan dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Pembuatan nano-partikel digunakan untuk menanggulangi permasalahan dari bahan alam yaitusenyawa zat aktif hanya sedikit yang dapat mencapai target tempat aksi. Tujuan penelitian ini adalahuntuk mengetahui aktivitas antibakteri nano-partikel ekstrak daun pandan wangi terhadapStaphylococcus aureus dan Escherichia coli. Ekstrak daun pandan wangi diperoleh melalui prosesmaserasi dengan menggunakan etanol 70%. Pembuatan nano-partikel berdasarkan pada interaksielektostatik antara gugus amino kitosan dengan muatan negatif dari gugus polianiontripolyphosphate (TPP). Hasil uji Particle Size Analizer (PSA) didapat formula yang terbaikkemudian di uji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia colimenggunakan metode sumuran dibuat larutan uji dengan konsentrasi 40%, 50%, dan 60% sertadibandingkan dengan kontrol positif Amoksisillin dan kontrol negatif nano-partikel tanpa ekstrakdaun pandan wangi. Hasil menunjukkan bahwa dalam 1ml nano-partikel ekstrak daun pandan wangidengan konsentrasi 60% memiliki daya hambat paling besar yaitu 11 mm dan 7 mm terhadapStaphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Manfaat Famili Zingiberaceae Terhadap Imunomodulator COVID-19 Dina Masyithah; Noni Zakiah; Berwi F Pamudi; Rini Handayani
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem imun berperan penting dalam mempengaruhi infeksi penyakit Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Tanaman lokal Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai imunomodulator dalam penanganan COVID-19 seperti family Zingiberaceae. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi dengan mengidentifikasi mengenai manfaat tanaman dari famili Zingiberaceae terhadap imunomodulator untuk mencegah penyakit infeksi Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Metode yang digunakan dalam penyusunan penelitian ini menggunakan pendekatan literature review. Data yang dikumpulkan berupa literatur primer dan sekunder serta mencantumkan 3 kata kunci yaitu: Zingiberaceae, imunomodulator, dan Corona Virus Disease-19 (COVID-19). Data dianalisis dengan cara mendeskripsikan aspek yang diteliti mencakup identifikasi, penilaian, dan interpretasi dalam penelitian ini. Adapun hasil kajian dalam penelitian ini adalah bahwa tanaman famili Zingiberaceae seperti Zingiber officinale Var. Rubrum (Akar dan Rimpang), Curcuma xanthorrhiza Roxb (Rimpang), Curcuma domestica Linn (Rimpang), Kaemferia galanga L (Rimpang), memiliki aktivitas sebagai imunostimulan. Maka dari itu, penggunaan tanaman-tanaman sebagai imunomodulator perlu diperhatikan karena memiliki komponen manfaat farmakologi yang beragam.
Antibakteri PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT MELINJO HIJAU DAN MERAH (Gnetum gnemon L) TERHADAP Staphylococcus aureus: PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT MELINJO HIJAU DAN MERAH (Gnetum gnemon L) TERHADAP Staphylococcus aureus diva nadia humaira; Noni Zakiah; Vonna Aulianshah
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 3 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Along with the increase in bacterial resistance in the world of health, it is necessary to find new drugs. Melinjo skin has components of bioactive compounds that are thought to have antibacterial potential. this research aims to determine the antibacterial in inhibition ability of the ethanol extract of green and red melinjo peels (Gnetum gnemon L) againts Staphylococcus aureus. This research was experimental, the antibacterial test used the disc diffusion method with a Completely Randomized Design (CRD) which was divided into 3 treatments namely aquades (P0) green melinjo peel extract (P1) red melinjo peel extract (P2) with 6 repetitions each. Phytochemical test results showed that the ethanol extract of green and red melinjo peels contained alkaloids, steroids, terpenoids, flavonoids, phenolics and tannins. The result of the ANOVA test showed that the ethanol extract of green and red melinjo peels was very influential in inhibiting the growth of Staphylococcus aureus (P=0,000). Further Duncan test results showed that the largest average diameter of the inhibiyion zone was the green melinjo peel extract (15,9 mm) and was significantly different from the red melinjo peel extract (10 mm). Green and red melinjo peel extract can inhibit Staphylococcus aureus`

Page 5 of 10 | Total Record : 100