cover
Contact Name
Akhmad Nurdin
Contact Email
akhmadnurdin.89@gmail.com
Phone
+6285728351590
Journal Mail Official
nurdin@polmanceper.ac.id
Editorial Address
Batur, Tegalrejo, Kec. Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah
Location
Kab. klaten,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Foundry
ISSN : 2087–225     EISSN : 22527117     DOI : -
JURNAL FOUNDRY merupakan media berkala yang memuat beberapa artikel ilmiah dan sudah melalui proses peninjauan dari ahli dibidangnya, yang mulai terbit tahun 2011. JURNAL FOUNDRY menerbitkan makalah dari penelitian eksperimental, kajian ataureview, studi analitis-teoritis, studi terapan, dan simulasi yang berkaitan dengan bidang pengecoran logam dan teknik mesin (konversi energi, material, manufaktur, perancangan). Ruang Lingkup : Bidang teknologi pengecoran logam yang meliputi segala ilmu tentang perkembangan pengecoran logam Bidang konversi energi yang meliputi energi terbarukan, termodinamika, computational fluid dynamic, dll Bidang material yang meliputi komposit polimer, pengelasan, dll Bidang manufaktur yang meliputi proses permesinan, permesinan berbasis CNC, dll Bidang perancangan yang meliputi teknologi tepat guna, computational aided engineering, dll
Articles 67 Documents
VARIASI JUMLAH SUDU TERHADAP BENTUK SUDU MIRING DAN SETENGAH SILINDER PADA PERFORMA KINCIR AIR UNDERSHOT Carolus Borromeus Krishna Sampurno; Yunus Ari Rokhim; Afif Hendri Putranto; Victor Bintang Panunggul; Retno Pangestu
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 1 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i1.69

Abstract

Dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia telah memanfaatkan sumber daya yang sudah disediakan oleh alam. Sumber daya energi merupakan salah satu dari sumber daya alam yang turut serta berperan dalam kesejahteraan masyarakat. Sumber daya energi ini terbagi menjadi dua, yaitu sumber energi terbarukan dan sumber energi tak terbarukan. Kincir air merupakan salah satu teknologi yang dapat digunakan untuk mengolah salah satu sumber daya energi terbarukan. Penggunaan kincir air merupakan salah satu pemanfaatan energi air menjadi pembangkit listrik mikrohidro (PLTMH). Namun tidak semua kincir air dapat dimanfaatkan pada head rendah dan debit yang besar. Kincir air undershot memiliki konstruksi sederhana, dapat dimanfaatkan pada head rendah dan debit kecil namun memiliki efisiensi yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui performa terbaik dari penggunaan jumlah sudu dan penggunaan bentuk sudu dari kincir air undershot. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa performa terbaik dicapai pada penggunaan jumlah sudu setengah silinder dan jumlah sudu 16 buah sudu. Penggunaan bentuk sudu setengah silinder dapat mengurangi gaya hambat yang disebabkan air yang berada di bagian belakang sudu yang mengurangi gaya dorong hasil tumbukan air dengan bagian depan sudu.
OPTIMASI KETEBALAN STRUKTUR CHASSIS SEMI-MONOCOQUE BUS LISTRIK MENGGUNAKAN STATIC STRUCTURAL ANALYSIS Kafi Yusuf Kafi; Sri Hastuti; Nani Mulyaningsih
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.71

Abstract

ABSTRAKPada pengembangan bus listrik medium menggunakan chassis tipe semi-monocoque masih memiliki permasalahan yaitu kelebihan massa pada strukturnya. Chassis merupakan suatu kerangka yang menopang seluruh komponen diatasnya, sehingga chassis harus kuat dan massanya kecil (ringan) untuk meningkatkan efisiensi dari kendaraan. Oleh karena itu untuk mengurangi massa struktur dapat dilakukan optimasi ukuran salah satunya pada ukuran tebal profil chassis kendaraan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variasi tebal profil chassis semi-monocoque bus listrik medium terhadap kekuatan tekan struktur. Penelitian ini dilakukan dengan metode optimasi ukuran pada ketebalan profil chassis dengan variasi ketebalan profil 4,5 mm, 4 mm, dan 3,5 mm menggunakan material stainless steel 201. Proses simulasi dilakukan pada kondisi statis menggunakan beban vertikal dengan bantuan software ANSYS R1 2022. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa struktur chassis semi-monocoque dengan ketebalan 4 mm dalam kondisi optimum. Kekuatan tekan struktur ketebalan tersebut masih dalam keadaan aman dengan parameter tegangan maksimal sebesar 179,33 MPa, displacement sebesar 1,66 mm, dan safety factor sebesar 1,63. Hasil penelitian ini berhasil menurunkan massa chassis semi-monocoque bus listrik medium sebesar 10,01% dari massa awal 325,6 kg menjadi 293 kg.
ANALISIS VARIASI BENTUK MATA PISAU TERHADAP KAPASITAS DAN EFISIENSI PERAJANGAN UBI PADA MESIN GRUBI Yuni Nur Diana; Catur Pramono; Sri Hastuti
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.72

Abstract

Grubi adalah salah satu makanan oleh-oleh dari Jawa Tengah yang terbuat dari ubi jalar yang dirajang menyerupai bentuk lidi. Proses perajangan ubi jalar masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan konvensional melalui dua tahap pengerjaan dengan kapasitas perajangan 5 kg/jam. Peralatan konvensional dinilai kurang efektif dan efisien untuk melakukan proses perajangan ubi jalar sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) grubi. Oleh karena itu diperlukan teknologi mesin otomatis yang mampu melakukan perajangan ubi jalar dalam satu kali tahap pengerjaan dengan kapasitas produksi dan efisiensi perajangan yang tinggi. Salah satu faktor yang mempengaruhi hasil perajangan adalah bentuk mata pisau perajang, sehingga perlu dilakukan penelitian tentang analisis variasi bentuk mata pisau terhadap kapasitas produksi dan efisiensi perajangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh masing-masing bentuk mata pisau terhadap kapasitas produksi grubi dan efisiensi perajangan yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen menggunakan tiga variasi bentuk mata pisau, yaitu bentuk cakram, tabung, dan horizontal dengan prinsip pengulangan sebanyak 5 kali pengulangan sehingga diperoleh 15 hasil percobaan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis statistik deskriptif dengan parameter dan perhitungan berdasarkan BSN SNI 0838:2008. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bentuk mata pisau horizontal menunjukkan hasil paling optimal dengan kapasitas perajangan mencapai 52,03 kg/jam dengan efisiensi perajangan sebesar 89,71%. Kapasitas perajangan yang dihasilkan pada bentuk mata pisau tabung mencapai 37,51 kg/jam dengan nilai efisiensi perajangan sebesar 78,15%. Kapasitas perajangan paling rendah terdapat pada pengujian dengan bentuk mata pisau cakram yaitu sebesar 35,69 kg/jam dengan nilai efisiensi perajangan sebesar 68,63%. Kata kunci: efisiensi, grubi, kapasitas, mata pisau, perajangan
PENGARUH VOLTAGE PADA PROSES THERMAL SPRAY ALUMINIUM TERHADAP KEKUATAN IKATAN LAPISAN COATING PADA BAJA ST60 Maulana Aziz Hidayanto; Catur Pramono; Sri Hastuti; Akhmad Nurdin; Ibnu Rosyid Al Hassany; Larasanto Larasanto; Bramono Pandupradityo
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.73

Abstract

Thermal spray aluminium adalah salah satu jenis teknologi rekayasa coating. Sifat utama yang menunjukkan kualitas proses thermal spray adalah kekuatan ikatan. Voltage pada thermal spray aluminium secara signifikan mempengaruhi kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh voltage pada proses thermal spray aluminium terhadap kekuatan ikatan lapisan coating pada baja ST 60. Jenis pengujian yang dilakukan yaitu pengujian pull off adhesion, uji bending dan pengamatan SEM (Scanning Electron Microscope). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan jumlah 27 spesimen yang mendapatkan perlakuan berbeda dalam setiap proses pengerjaannya, yaitu variasi voltage 26 V, 32 V dan 38 V. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa voltage yang digunakan berpengaruh pada kekuatan ikatan lapisan coating pada baja ST 60. Nilai kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan paling baik didapat dari proses penyemprotan dengan voltage 38 V dengan nilai kekuatan ikatan lapisan coating 10, 24 MPa dan tidak ada retakan pada lapisan ketika dibengkokkan. Peningkatan nilai voltage yang digunakan pada thermal spray meningkatkan nilai kekuatan ikatan dan kemampuan bending lapisan
PENGARUH METODE INOKULASI TERHADAP KOMPOSISI DAN KEKERASAN BESI COR KELABU Syamsudin, Arif; Zaky AlJufry, Muhammad
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.75

Abstract

Pengecoran besi cor kelabu membutuhkan proses inokulasi untuk lebih banyak membentuk grafit pada benda cor. Grafit yang terbentuk akan berpengaruh pada sifat mekanik benda cor baik kekuatan tarik, kekerasan, dan lainnya. Proses inokulasi dapat dilakukan di tanur peleburan atau di ladel penampung cairan logam. Cara penambahan inokulan ke dalam cairan juga dapat dilakukan dengan beberapa metode. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh metode inokulasi pada proses pengecoran besi cor kelabu terhadap komposisi kimia dan kekerasan benda cor. Metode inokulasi dilakukan dengan tiga cara yakni inokulan dibungkus, dicurah, dan campuran sebagian dibungkus serta sebagian dicurah. Pengamatan hasil pada benda cor meliputi komposisi kimia yang terjadi dan kekerasan yang diperoleh. Pengecoran besi cor kelabu FC 250 dilakukan penuangan ke cetakan pada suhu 1434 ºС dengan menggunakan cetakan green sand. Hasil uji komposisi menunjukkan kadar karbon besi cor pada inokulasi dengan inokulan dibungkus sebesar 2,40 % atau 0,01% lebih rendah dibandingkan dengan yang dicurah dan campuran antara curah dan bungkus. Kekerasan Brinel pada besi cor dengan metode inokulan dibungkus sebesar 2,32 % atau 0,05 lebih rendah dibandingkan dengan metode inokulasi dengan dicurah dan campuran antara curah serta bungkus. Kekerasan Brinell benda cor yang dibuat dengan cara inokulan dibungkus, dicurah, dan campuran antara bungkus dan curah berturut-turut sebesar 217, 229, 223 HB. Hal ini menunjukkan bahwa karbon yang berubah menjadi grafit dan silikon yang membantu proses penggrafitan akan mendorong penurunan kekerasan benda cor.
KARAKTERISTIK PROKSIMAT BRIKET KULIT SINGKONG DAN TEMPURUNG KELAPA DENGAN VARIASI PEREKAT TETES TEBU (MOLASE) Rizky Hermawan; Endang Mawarsih; Sigit Iswahyudi; Arif Rahman
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.79

Abstract

Untuk meningkatkan nilai jualnya, limbah kulit singkong dapat diolah menjadi briket arang. Kulit singkong memiliki nilai kalori sebesar 3843,84 kal/gram, sehingga cocok digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan briket arang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan membuat briket dari campuran kulit singkong dan tempurung kelapa dengan tetes tebu. Briket yang telah dicetak dengan variasi perekat yang telah ditentukan selanjutnya akan dilakukan pengujian terhadap nilai kalor, kadar air, kadar abu, volatile matters dan fixed carbon. Dari penelitian yang telah dilakukan menggunakan Variasi menggunakan perekat tetes tebu dengan variasi 5%, 7%, dan 9% didapatkan karakteristik briket Rata-rata nilai kalor yang paling rendah ada pada presentase perekat 7% dengan nilai rerata 5520,688% kal/g. Sedangkan Kadar air tertinggi briket kulit singkong dan tempurung kelapa paling tinggi didapat dalam presentase perekat 9% pada nilai 5,4823%. Kadar abu didapatkan didalam presentase perekat 5%, pada nilai 15,1314 %, Volatile matters briket memiliki rata-rata nilai paling rendah didapatkan pada konsentrasi perekat 7% dengan nilai 10,79211% , Volatile matters briket memiliki rata-rata nilai paling rendah didapatkan pada konsentrasi perekat 7% dengan nilai 10,79211%, fixed carbon kulit singkong dan tempurung kelapa memiliki ratarata nilai paling rendah didapatkan pada konsentrasi perekat 9% dengan nilai 67,3862%.
PENGARUH KOMPOSISI KOKAS TERHADAP KEKERASAN DAN KOMPOSISI KIMIA PRODUK SUGAR MILL ROLL DENGAN MATERIAL FC 250 Ridwan Afandi; Syauqii Asy-Syahiid
JURNAL FOUNDRY Vol. 6 No. 2 (2023): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v6i2.85

Abstract

Sugar Mill Roll merupakan komponen yang digunakan untuk menggiling tebu untuk diambil saripatinya. Produk ini dibuat dengan spesifikasi material FC 250 dengan pembuatan cetakan menggunakan metode Furan Process sedangkan untuk peleburannya menggunakan tanur kupola yang menggunakan kokas sebagai bahan utamanya. Meletusnya krisis Rusia-Ukraina menyebabkan kenaikan harga komoditas seperti minyak, gas, dan pangan, termasuk juga harga kokas yang diimpor dari Rusia. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penggunaan kokas impor (variabel 1) dan kokas campuran (variabel 2) terhadap komposisi kimia, metalografi dan kekerasan pada produk sugar mill roll. Perbandingan dari 2 variabel kokas yang digunakan dilakukan dengan 2 kali peleburan tanur kupola yang berbeda. Variabel 1 yaitu peleburan tanur kupola menggunakan 100% kokas impor, variabel 2 yaitu peleburan tanur kupola dengan menggunakan 25% kokas impor dan 75% kokas lokal. Hasil peleburan kemudian diambil sampelnya untuk dilakukan pengujian komposisi, pengujian kekerasan dan pengujian metalografi. Nilai rata-rata kekerasan sampel uji dengan kokas variabel 1 adalah 207 HB sedangkan kokas variabel 2 yaitu 193 HB. Berdasarkan standar JIS G5501, FC 250 memiliki range nilai kekerasan 180-240 HB, yang berarti nilai rata-rata kekerasan kedua variabel kokas masuk ke dalam spesifikasi. Grafit dominan pada sampel benda uji dengan kokas variabel 2 dominan pada grafit pendek dengan persentase 69,62% sedangkan pada sampel benda dari kokas variabel 1 memiliki grafit pendek sebesar 42,85%. Fasa dominan yang terbentuk adalah fasa perlit, dengan persentasi perlit 88% untuk kokas variabel 1 dan 82,75% untuk kokas variabel 2.
ANALISIS MESIN ROTARY DRYER UNTUK PENGERINGAN BAHAN BAKU PELET REFUSE DERIVED FUEL (RDF) MENGGUNAKAN SOFTWARE SIMULATION ANSYS Dzikron Muchlisin; Rahman Saleh, Arif; Iswahyudi, Sigit; Mujiarto, Sigit
JURNAL FOUNDRY Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v7i1.80

Abstract

Badan Pusat Statistik Kota Magelang pada tahun 2018 menyatakan sebanyak 121.872 jiwa. banyaknya penduduk mempengaruhi mengakibatkan sampah yang semakin melonjak. Total jumlah volume sampah di Kota Magelang sebanyak 280,19m^3 dengan komposisi sampah RDF (Refuse Derived Fuel) sebesar 72,6%, sampah plastik sebesar 9,65%, dan sampah kertas 8,25% (BPS, 2016 dalam Kota Magelang Dalam Angka 2016). Mesin pengering “rotary dryer” ini bekapasitas 30 kg dengan silinder drum pengering berdimensi 90 cm X 60 cm serta memiliki ketebalan dinding 4 mm, dilengkapi saluran masuk, burner, blower, motor listrik 1 HP yang ditranmisikan dengan gear box, dan bahan bakar LPG. Berdasarkan hasil simulasi Ansys yang telah dilakukan dengan suhu 330°C pada Aluminium Alloy 6061 dengan kecepatan putar tabung 1100 rpm. Saluran masuk diatur dengan kecepatan 15 m/s dan dipengarungi gaya grafitasi 9,81 m/s setelah disimulasikan menghasilkan temperatur maksimum sebesar 330,0316 °C dan nilai minimum 30,638°C, kemudian untuk kecepatan velosity menghasilkan nilai minimal 72.65794 m/s dan nilai maksimum sebesar 142.2872 m/s. Hasil uji equivalent stress maximum (von mises) simulasi Finite Element Analysis (FEA) dengan tekanan yang didapatkan dari kapasitas 30 kg dan berat tabung pengering 30,25 kg. Sehingga hasil nilai von mises yang terjadi pada sebesar 0.32553 MPa.
PERANCANGAN ANKLE KAKI PALSU BAWAH LUTUT UNTUK MENUNJANG KEBUTUHAN SALAT Dedy Hermawan; Suyitno, Suyitno; Hilmy , Fuad
JURNAL FOUNDRY Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v7i1.90

Abstract

Penggunaan ankle kaki palsu bawah lutut sebagai alat bantu pengganti organ tubuh yang hilang telah banyak digunakan di seluruh dunia. Ankle kaki palsu bawah lutut digunakan untuk kalangan difabel, baik karena cacat sejak lahir atau amputasi karena penyakit. Ankle kaki palsu bawah lutut jenis solid ankle belum mampu digunakan untuk menunjang gerakan salat seacara normal. Penggunaan aluminium A356 pada produksi ankle kaki palsu bawah lutut memiliki hasil yang sangat baik dan mempunyai keunggulan mudah ditemukan dipasar Indonesia. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mendapatkan rancangan, prototipe, dan hasil uji prototipe ankle kaki palsu bawah lutut yang dapat digunakan untuk salat secara normal tanpa harus dilepaskan. Perancangan ankle kaki palsu bawah lutut dilakukan dengan menggunakan software CAD dan CAE untuk mengetahui kekuatan dan perubahan bentuk pada desain. Hasil rancangan dibuat prototipe menggunakan material aluminum A356. Ankle kaki palsu bawah lutut harus mampu menunjang gerakan salat dengan jangkauan dorsofleksi 20º dan plantarfleksi 50º. Keamanan ankle kaki palsu bawah lutut diperoleh dengan mengetahui nilai deformasi (total deformation), tegangan (stress), dan regangan (strain) dengan pembebanan 120 kg. Desain ankle kaki palsu bawah lutut memiliki kekuatan dan keamanan yang baik dengan nilai deformasi 88.775 mm, tegangan 44.261 Mpa, dan nilai regangan 0.00026. Pengujian prototipe memiliki hasil yang baik dengan mampu malalui proses pengujian yang dilakukan sebanyak 20.000 siklus dan terbagi dalam 2 tahap pengujian. Kata Kunci: Ankle kaki palsu, salat, aluminium A356, dorsofleksi, plantarfleksi.
ANALISIS LAJU KOROSI DAN KEREKATAN CAT PADA PELAPISAN PELAT BAJA SPHC JIS G3131 DI BAGIAN PERISAI KOLONG KENDARAAN ANGKUTAN RINGAN Assidik, Faqih; Nurhadi, Nurhadi; Taufik, Ikhwan
JURNAL FOUNDRY Vol. 7 No. 1 (2024): JURNAL FOUNDRY
Publisher : LPPM Politeknik Manufaktur Ceper

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62944/jf.v7i1.93

Abstract

Perisai kolong mobil merupakan salah satu komponen yang digunakan untuk melindungi kendaraan angkutan ringan. Kurangnya perawatan dapat menimbulkan korosi yang dapat menimbulkan kerusakan pada perisai kolong mobil, sehingga dapat mempersingkat masa pakai perisai kolong mobil. Korosi terjadi pada perisai kolong mobil dapat menyebabkan pengeroposan pada perisai kolong mobil, sehingga perisai menjadi rapuh dan mudah patah atau putus. Penelitian ini dilakukan untuk menghambat laju korosi pada perisai kolong mobil. Spesimen material perisai kolong mobil yang digunakan baja SPHC JIS G3131. Penelitian dilakukan pengecatan powder coating pada baja SPHC untuk menganalisis kerekatan dan laju korosinya. Variasi peyemprotan dalam penelitian ini yaitu 15 cm, 20 cm, dan 25 cm. Hasil pengujian kerekatan cat dengam metode pengujian pull off adhesion didapatkan hasil pengukuran paling efektif pada variasi 25 cm dengan nilai 0,56 Mpa. Hasil uji laju korosi dengan metode EIS efektif pada variasi 25 cm dengan nilai korosinya -41267ohm.cm2. Penelitian baja SPHC dengan dilakukannya pelapisan cat powder coating dapat menurunkan nilai laju korosi dan memperpanjang umur baja SPHC.