cover
Contact Name
Nurul Widya
Contact Email
nurulchem@gmail.com
Phone
+628126785912
Journal Mail Official
f.farmasiumsb@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pasir Kandang No. 4, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang , Padang, Provinsi Sumatera Barat, 25171
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research
ISSN : -     EISSN : 27765075     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research (IJPR) is a peer-reviewed open-access journal related to the pharmaceutical sciences and related disciplines, as well as pharmaceutical practice. It is the journal of the Department of Pharmacy, Faculty of Pharmacy, Muhammadiyah University of Sumatera Barat, published semi-annually online and in print by the UMSB Press. IJPR publishes reviews, opinion articles, research papers, and communications including: Pharmacognosy and Pharmaceutical Biology Medicinal and Pharmaceutical Chemistry Pharmacology Pharmacokinetics and Pharmacodynamics Pharmaceutical Technology Pharmaeconomy Community Pharmacy Practice Pharmaceutical Care and Clinical Pharmacy Social Pharmacy
Articles 50 Documents
Formulasi dan Uji Aktifitas Facial Wash Ekstrak Buah Pare (Momordica charantia L) terhadap Bakteri Propionibacterium acnes Ningsih, Wida; Permata, Poppy lizia; Elvina, Ridha; Arel, Afdhil
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 5, No 1 (2025): Indo J Pharm Res 2025 5 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v5i1.7031

Abstract

Abstrak: Produk perawatan kulit wajah yang digunakan sebagai pembersih adalah facial wash. Fungsinya mengatasi masalah kulit wajah, seperti mengangkat sel kulit mati, meremajakan kulit, menghilangkan kotoran, minyak dan melembabkan kulit. Facial wash merupakan kosmetik yang dapat membersihkan kulit wajah dari debu, polusi, dan minyak (sebum). Jerawat merupakan suatu bentuk gangguan pada kulit yang disebabkan oleh kulit yang tidak bersih dan adanya bakteri penyebab jerawat. Buah pare (Momordica charantia L) mengandung metabolit sekunder yang dapat menghambat bakteri penyebab jerawat. Penelitian ini bertujuan membuat facial wash yang mengandung antibakteri dari ektsrak buah pare. Facial wash dibuat dengan konsentrasi ekstrak buah pare 10 %, 12,5% dan 15% yang dilanjutkan pemerikasaan mutu dan penguajian aktifitas terhadap Propionibacterium acnes. Proses ekstraksi buah pare menggunkan metode maserasi dan pengujian antibakteri dengan metode difusi sumuran. Pemeriksaan mutu facial wash meliputi uji organoleptis, uji pH, uji tinggi busa, uji viskositas, uji homogenitas dan uji iritasi. Hasil pengujian menunjukkan semua formula facial wash stabil karena tidak terjadi perubahan selama penyimpanan. Pada pengujian aktivitas antibakteri ekstrak digunakan metode cakram dan didapat hasil diameter zona hambat yang berbeda pada setiap konsentrasi. Diameter zona hambat yang paling besar pada sediaan facial wash menggunakan metode sumuran ditunjukan pada F3 dengan konsentrasi ekstrak 15%  sebesar 9.55 mm.Kata Kunci: Facial wash, Antibakteri, Propionibacterium acnes
Pengaruh Paparan Radikal Bebas terhadap Kerusakan DNA dan Aktivasi Mekanisme Perbaikan DNA pada Sel Epitel Dwi Marlen Untary; Ully Chairunisa; Lia Anggresani; Aurora Alifa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 5, No 2 (2025): Indo J Pharm Res 2025 5 (2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v5i2.7737

Abstract

Paparan radikal bebas dikenal dapat menyebabkan kerusakan pada DNA dan mengaktifkan mekanisme perbaikan sel, khususnya pada sel epitel yang sering kali terpapar stresoksidatif dari lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak dari paparan hidrogen peroksida (H₂O₂) terhadap kerusakan DNA dan aktivasi jalur perbaikan DNA dalam sel epitel manusia (HaCaT). Desain dari penelitian ini adalah studi eksperimental in vitro yang melibatkan lima kelompok perlakuan H₂O₂ (0–400 µM). Metode pengukuran yang digunakan mencakup viabilitas sel (MTT), produksi ROS intraseluler (DCFH-DA), tingkat kerusakan DNA (Comet assay, 8-oxo-dG ELISA, dan γ-H2AX), serta ekspresi gen/protein perbaikan DNA (OGG1, APE1, ATM, dan TP53) yang diukur melalui qPCR dan Western blot. Hasil menunjukkan bahwa paparan H₂O₂ menurunkan viabilitas sel secara signifikan pada konsentrasi ≥100 µM (p 0.05) dan meningkatkan produksi ROS secara dosis-respons hingga 7,2 kali lipat poada 400 µM. Kerusakan DNA meningkat seiring peningkatan dosis, ditunjukkan oleh kenaikan tail moment Comet assay (2,1 menjadi 65,0), peningkatan kadar 8-oxo-dG (0,35 menjadi 4,90 ng/mL), serta jumlah γ-H2AX foci per inti (0,8 menjadi 20,5). Ekspresi gen OGG1, APE1, dan ATM meningkat pada dosis rendah–sedang (50–200 µM), sedangkan aktivasi TP53 meningkat tajam pada 400 µM, menunjukkan kecenderungan menuju apoptosis atau penghentian siklus sel. Secara keseluruhan, penelitian ini mengindikasikan bahwa paparan radikal bebas menimbulkan kerusakan DNA yang signifikan dan memicu respons perbaikan DNA, namun pada tingkat paparan tinggi kapasitas perbaikan sel menurun dan jalur stress response p53 menjadi dominan. Temuan ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara paparan oksidatif dan kapasitas perbaikan DNA dalam menjaga stabilitas genom sel epitel.Kata kunci: radikal bebas, ROS, sel epitel, perbaikan DNA, BER, γ-H2AX.
LEVEL OF KNOWLEDGE AND ATTITUDE TOWARDS ANTIBIOTIC USE IN THE COMMUNITY OF JORONG SIMPANG EMPAT NAGARI LINGKUANG AUA DISTRICT OF WEST PASAMAN Rida Rosa; Aprilianda Aprilianda; Isna Desvera; ully chairunisa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 5, No 2 (2025): Indo J Pharm Res 2025 5 (2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v5i2.7738

Abstract

Abstract: Antibiotics are used to prevent and treat infections, their use must be in accordance with a doctor's prescription. The use of antibiotics that are not in accordance with a doctor's prescription will have negative impacts such as resistance to one or more antibiotics, increased side effects of drugs and increased costs in antibiotic treatment. This study aims to determine the level of antibiotic knowledge and attitudes towards the correct use of antibiotics in the community of Jorong Simpang Empat Nagari Lingkuang Aua Kabupaten PasamanBarat. This study is a descriptive study that is observational with a cross-sectional approach to 100 respondents who meet the inclusion criteria. The results of the study obtained were the level of antibiotic knowledge in the community of Jorong Simpang Empat which was included in the good category 53%, the sufficient category 16%, the less category 31% and for the attitude of antibiotic use in the community of Jorong Simpang Empat the good category 59%, the sufficient category 38%, the less category 3% And there is a significant relationship between the level of knowledge and attitudes towards the use of antibiotics with a significance value of 0.001Keywords: level of knowledge, attitudes, antibiotics
Faktor-Faktor yang mempengaruhi Tingkat Pengetahuan Masyarakat tentang DAGUSIBU di Wilayah Kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Sakinah Sakinah; Isra Reslina; Femi Earnestly; Ridha Elvina; Ully Chairunnisa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 5, No 2 (2025): Indo J Pharm Res 2025 5 (2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v5i2.7739

Abstract

Abstrak: DAGUSIBU merupakan salah satu program edukasi kesehatan yang berkaitan dengan obat yang dibuat oleh Ikatan Apoteker Indonesia (IAI). Untuk mewujudkan penggunaan obat rasional, masyarakat harus tahu cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan dan membuang obat dengan benar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan dengan tingkat pengetahuan tentang DAGUSIBU di wilayah kerja Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan metode survei menggunakan kuesioner. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling sebesar sampel 399 responden yang terdiri dari 4 kelurahan. Hasil penelitian uji univariat responden pada pengetahuan sebagian besar memiliki pengetahuan baik (59,8%), cukup (38,8%), rendah (1,5%). Berdasarkan hasil uji chi square didapatkan nilai pendidikan yang signifikan sebesar 0,035  0,05, yang menunjukkan terdapat hubungan pendidikan dengan pengetahuan, sedangkan usia 0,072 0,05, jenis kelamin 0,483 0,05 dan pekerjaan 0,481 0,05 menunjukkan tidak ada hubungan dari faktor-faktor tersebut dengan pengetahuan.Kata kunci: DAGUSIBU; Usia; Jenis Kelamin, Pendidikan; Pekerjaan; Pengetahuan
Pengaruh Pemberian Jinten Hitam (Nigella Sativa L) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Utami Budhi Fadilla; Pratiwi Sugarman Putri
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 5, No 2 (2025): Indo J Pharm Res 2025 5 (2)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v5i2.7736

Abstract

Abstrak: Peningkatan tekanan darah ditandai dengan peningkatan sistolik ≥140 mmHg dan diastolik ≥90 mmHg. Salah satu pengobatan yang digemari Masyarakat Indonesia secara turun temurun Adalah pengobatan dengan menggunakan tanaman herbal. Jinten hitam (Nigella sativa L) merupakan pilihan tanaman herbal yang dapat digunakan dalam mengontrol terjadinya hipertensi. Artikel ini merupakan review dari beberapa Original Research dan Review/Open review yang diambil 10 tahun terakhir yang menjadi sumber referensi dalam artikel ini. Berdasarkan studi literatur yang dilakukan, (Nigella sativa L) memiliki potensi yang besar dalam penurunan tekanan darah. Dosis (Nigella sativa L) yang efektif dalam penurunan tekanan darah pada percobaan hewan uji yaitu berkisar 0,2ml/kgBB, 500mg/kgBB dan 2000mg/kgBB dan pada percobaan klinis melibatkan penderita hipertensi yaitu 600mg dan 1500mg per hari. Meskipun  demikian,  perbedaan  dalam  pemberian  dosis,  durasi pemberian, dan interaksi farmakokinetik antara (Nigella sativa L) masih memerlukan penelitian lebih lanjut melalui uji klinis berskala besar.Kata kunci: Nigella sativa L; Jinten hitam; Hipertensi; Kardiovaskular; Herbal
Profil Penggunaan Obat pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang Andes Surya Putri; Ridha Elvina; Isra Reslina; Isna Desvera
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 6, No 1 (2026): Indo J Pharm Res 2026 6 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v6i1.8459

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular dan memerlukan pengobatan farmakologis jangka panjang. Penelitian ini bertujuan menggambarkan profil penggunaan obat antihipertensi pada pasien rawat jalan hipertensi di Puskesmas Lubuk Buaya Kota Padang. Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif observasional dengan data sekunder dari rekam medis pasien hipertensi periode tahun 2024. Pemilihan sampel dilakukan secara purposive sampling dan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, sehingga diperoleh 89 pasien dari populasi 782 pasien. Data jenis kelamin, umur, pekerjaan, golongan antihipertensi, nama obat, dosis, dan obat penyerta dianalisis secara deskriptif menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Dari 89 pasien, 64 pasien (71,9%) berjenis kelamin perempuan, 45 pasien (50,6%) berumur ≥60 tahun, dan 55 pasien (61,8%) merupakan ibu rumah tangga. Golongan antihipertensi yang paling banyak digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB), yaitu pada 49 pasien (55,1%), terdiri atas amlodipin 5 mg pada 35 pasien dan amlodipin 10 mg pada 14 pasien. Golongan ACE Inhibitor digunakan pada 40 pasien (44,9%), terdiri atas kaptopril 12,5 mg pada 34 pasien dan kaptopril 25 mg pada 6 pasien. Obat penyerta yang ditemukan meliputi antidiabetes, statin, NSAID, analgesik-antipiretik, antihistamin, vitamin, dan obat lainnya. CCB, khususnya amlodipin, merupakan obat antihipertensi yang paling dominan digunakan di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama tersebut.
Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea L.) pada Mencit Jantan (Mus Musculus L.) yang Diinduksi Karagenan Delia Gusrinda; Ridha Elvina; Isra Reslina
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 6, No 1 (2026): Indo J Pharm Res 2026 6 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v6i1.8441

Abstract

Inflamasi merupakan respons biologis tubuh terhadap cedera jaringan dan umumnya diobati dengan obat antiinflamasi nonsteroid atau steroid yang dapat menimbulkan efek samping. Bunga telang (Clitoria ternatea L.) mengandung flavonoid, antosianin, polifenol, dan metabolit sekunder lain yang berpotensi memberikan aktivitas antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antiinflamasi topikal ekstrak etanol bunga telang pada mencit putih jantan (Mus musculus L.) yang diinduksi karagenan. Penelitian meliputi persiapan simplisia, ekstraksi secara maserasi menggunakan etanol 96%, skrining fitokimia, pembuatan krim ekstrak pada konsentrasi 1%, 2%, dan 2,5%, serta uji antiinflamasi pada 15 ekor mencit yang dibagi menjadi lima kelompok (n=3). Karagenan 4,5% diberikan secara subkutan pada punggung dan ketebalan edema diukur setiap jam selama 6 jam menggunakan jangka sorong digital. Rendemen ekstrak sebesar 13,48%, sedangkan skrining fitokimia menunjukkan hasil positif untuk alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan terpenoid. Rata-rata ketebalan edema kelompok karagenan sebesar 0,753 ± 0,047 mm; Voltaren 0,117 ± 0,015 mm; ekstrak 1% 0,377 ± 0,055 mm; ekstrak 2% 0,277 ± 0,021 mm; dan ekstrak 2,5% 0,153 ± 0,047 mm. ANOVA satu arah menunjukkan perbedaan bermakna (p0,05), sedangkan uji Tukey menunjukkan kelompok ekstrak 2,5% tidak berbeda bermakna dari kontrol positif (p0,05). Ekstrak etanol bunga telang menunjukkan aktivitas antiinflamasi topikal, dengan konsentrasi 2,5% memberikan efek paling besar dan mendekati aktivitas Voltaren.
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Sikumpai (Hymenachne amplexicaulis Rudge Nees) dengan Metode DPPH Reta Surya Sintyah; Femi Earnestly; Rida Rosa
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 6, No 1 (2026): Indo J Pharm Res 2026 6 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v6i1.8460

Abstract

Daun sikumpai (Hymenachne amplexicaulis Rudge Nees) merupakan tanaman yang secara tradisional digunakan oleh masyarakat Minangkabau dan termasuk dalam ramuan tawa nan ampek. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun sikumpai serta menentukan potensinya sebagai sumber antioksidan alami. Penelitian dilakukan secara eksperimental di laboratorium dengan pendekatan kuantitatif. Daun sikumpai dikumpulkan dari Lubuk Minturun, Padang, diidentifikasi secara botani, dibuat menjadi simplisia, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak dievaluasi melalui penetapan parameter spesifik dan nonspesifik serta skrining fitokimia. Aktivitas antioksidan ditentukan menggunakan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) dengan asam galat sebagai pembanding. Absorbansi diukur menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum 516 nm. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya flavonoid dan saponin. Ekstrak etanol daun sikumpai menunjukkan aktivitas antioksidan dengan nilai IC₅₀ rata-rata sebesar 10,09 ppm, sedangkan asam galat memiliki nilai IC₅₀ sebesar 0,83 ppm. Keduanya termasuk kategori aktivitas antioksidan sangat kuat. Uji One Way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna antar kelompok konsentrasi
Identifikasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Ekstrak Daun Gambir (Uncaria gambir Roxb.) Siska Prisillia Erita; Dedi Satria; Nurul Widya
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 6, No 1 (2026): Indo J Pharm Res 2026 6 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v6i1.8472

Abstract

Gambir (Uncaria gambir Roxb.) merupakan tumbuhan famili Rubiaceae yang mengandung senyawa polifenol, terutama katekin dan tanin, yang berpotensi memberikan aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak dan fraksi daun gambir serta menentukan fraksi yang paling aktif. Penelitian dilakukan melalui ekstraksi maserasi menggunakan metanol, dilanjutkan fraksinasi cair-cair menggunakan n-heksana, kloroform, etil asetat, dan air. Aktivitas antibakteri diuji dengan metode difusi cakram terhadap Propionibacterium acnes, Staphylococcus epidermidis, dan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 10, 50, 100, 150, dan 200 mg/mL, dengan kloramfenikol 10 mg/mL sebagai kontrol positif dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dan fraksi daun gambir memiliki aktivitas antibakteri terhadap ketiga bakteri uji, sedangkan terhadap P. aeruginosa aktivitas hanya terlihat pada fraksi etil asetat dan air. Fraksi etil asetat memberikan daya hambat paling luas terhadap P. acnes sebesar 20,2 mm pada 150 mg/mL, S. epidermidis sebesar 12,1 mm pada 100 mg/mL, dan P. aeruginosa sebesar 8,3 mm pada 200 mg/mL. Pada pengujian konfirmasi terhadap P. acnes pada 200 mg/mL, fraksi etil asetat menghasilkan diameter daya hambat rata-rata 14,4 mm dengan kategori kuat. Uji one-way ANOVA menghasilkan p = 0,000 (α = 0,05), menunjukkan adanya pengaruh perlakuan ekstrak/fraksi yang signifikan terhadap diameter daya hambat P. acnes.
Dampak Video Edukasi terhadap Tingkat Pemahaman Penggunaan Antibiotik di Kecamatan Kampar Utara Zakyah Fadhilah Yahni; Ridha Elvina; Dedi Satria; Dini Rizki Amalia
Indonesian Journal of Pharmaceutical Research Vol 6, No 1 (2026): Indo J Pharm Res 2026 6 (1)
Publisher : Department of Pharmacy, Muhammmadiyah University of Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/ijpr.v6i1.8461

Abstract

Penggunaan antibiotik yang tepat diperlukan untuk menjamin efektivitas terapi dan meminimalkan risiko resistensi antibiotik. Media edukasi, khususnya video, dapat mempermudah penyampaian informasi kesehatan dan meningkatkan pemahaman masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak video edukasi terhadap tingkat pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik di Kecamatan Kampar Utara. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan wawancara semi-terstruktur terhadap 15 informan dari berbagai kelompok usia dan latar belakang pekerjaan. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan Health Belief Model (HBM), Theory of Planned Behavior (TPB), dan Social Cognitive Theory (SCT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi memberikan dampak positif terhadap pemahaman masyarakat mengenai penggunaan antibiotik yang tepat, meliputi penggunaan sesuai resep dokter, aturan dosis yang benar, dan pentingnya menyelesaikan pengobatan. Video edukasi juga mendorong sikap yang lebih hati-hati, patuh, dan rasional dalam menggunakan antibiotik. Namun, ditemukan beberapa hambatan, terutama pada informan usia lebih tua dalam memahami istilah medis dan mengikuti kecepatan penyampaian video. Kesimpulannya, video edukasi dapat meningkatkan pengetahuan, persepsi, dan sikap masyarakat terhadap penggunaan antibiotik secara rasional di Kecamatan Kampar Utara.