cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Address: Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan
ISSN : -     EISSN : 30266289     DOI : https://doi.org.10.47134/pjpp
Tourism and Hospitality Journal focuses on main area of discussions. The focus and scope of Tourism and Hospitality Journal include: 1. Tourist Motivation and Behavior: Studying factors influencing the motivation and behavior of tourists, such as destination preferences, travel reasons, and purchasing decisions. 2. Destination Management: Investigating strategies for the development, promotion, and management of tourist destinations to enhance attractiveness and sustainability. 3. Economic Impact: Analyzing the economic impact of tourism at the local, regional, and national levels, including contributions to GDP and employment. 4. Tourism Marketing and Promotion: Examining marketing, branding, and promotional strategies for tourist destinations to attract visitors. 5. Culture and Society: Studying the influence of tourism on culture, local communities, and social issues such as social change and cultural identity. 6. Hotel Management: Analyzing operational, strategic, and financial aspects of hotel industry management. 7. Hotel Marketing: Studying marketing and promotional strategies for hotels to increase room occupancy and profitability. 8. Hotel Sustainability: Investigating sustainability practices in hotel operations, including energy efficiency, waste management, and green policies. 9. Hotel Supply Chain Management: Analyzing supply chain management aspects in providing hotel services. 10. Industry Development: Exploring the latest trends and developments in the hotel industry, such as new hospitality concepts, acquisitions, and brand growth.
Articles 86 Documents
Substitusi Krimer Sawit dalam Pembuatan Es Krim Vanila Luvy Harvin; Tatik Sriwulandari
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5151

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat penerimaan panelis terhadap es krim vanila berbahan dasar krimer sawit sebagai substitusi lemak susu di dalam krim. Latar belakang penelitian ini adalah tingginya ketergantungan industri es krim Indonesia terhadap bahan impor serta potensi krimer sawit sebagai alternatif lokal yang lebih ekonomis. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan tiga formulasi: P1 (50% krimer sawit:50% susu), P2 (70%:30%), dan P3 (100%:0%). Uji organoleptik dilakukan oleh 5 panelis terlatih dan 80 panelis konsumen terhadap empat indikator: tekstur, aroma, rasa, dan warna, menggunakan skala hedonik 4 tingkat. Hasil menunjukkan bahwa formulasi P2 memperoleh nilai rata-rata tertinggi secara keseluruhan, dengan tekstur dan warna yang paling disukai, serta keseimbangan rasa yang baik. Formulasi P1 menonjol pada rasa, sementara P3 unggul dalam tekstur namun kurang diterima dari segi aroma dan rasa. Disimpulkan bahwa formulasi P2 merupakan yang paling optimal dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut sebagai produk es krim berbasis bahan baku lokal.
Pariwisata Hiu Paus dan Perubahan Iklim: Kajian Literatur Tentang Pendekatan Kapasitas dan Daya Dukung Lingkungan di Ekosistem Pesisir Ikhsan Hanif; M. Sarjan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5218

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pariwisata hiu paus (Rhincodon typus), kapasitas daya dukung lingkungan, serta pengaruh perubahan iklim terhadap keberlanjutan ekosistem pesisir. Penelitian dilakukan melalui studi literatur sistematis dengan menelaah 20 publikasi ilmiah nasional dan internasional yang relevan, meliputi kajian ekologi hiu paus, dinamika oseanografi, tekanan aktivitas wisata, serta penerapan konsep kapasitas daya dukung lingkungan dalam pengelolaan pariwisata bahari. Literatur-literatur tersebut kemudian dipilih berdasarkan kriteria tahun publikasi, kesesuaian topik penelitian, dan ketersediaan Digital Object Identifier (DOI). Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan sintesis naratif untuk mengidentifikasi pola hubungan, kecenderungan temuan, dan implikasi pengelolaan yang muncul dari berbagai studi. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata hiu paus yang tidak dikelola sesuai kapasitas daya dukung lingkungan sangat berpotensi menyebabkan perubahan perilaku satwa, peningkatan gangguan habitat, serta penurunan kualitas perairan akibat tekanan antropogenik. Selain itu, perubahan iklim, khususnya peningkatan suhu permukaan laut, perubahan pola arus, dan fluktuasi produktivitas plankton, terbukti dapat berpengaruh terhadap distribusi spasial, waktu kemunculan, dan pola migrasi hiu paus di wilayah pesisir tropis. Kondisi tersebut memberikan dampak langsung terhadap stabilitas dan kepastian aktivitas wisata yang bergantung pada keberadaan spesies ini. Temuan penelitian menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata hiu paus memerlukan integrasi antara penilaian kapasitas daya dukung lingkungan yang bersifat dinamis dan strategi adaptasi terhadap perubahan iklim. Pendekatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara konservasi ekosistem laut, keberlanjutan ekonomi, dan kepentingan sosial masyarakat pesisir dalam jangka panjang.
Analisis Studi Kelayakan Usaha UMKM Tiba Coffee Ammar Rizki; Stev Amadeus; Cheryl Waisa; Manjou Odira; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Tiba Coffee berdasarkan aspek pasar, teknis, manajerial, finansial, dan risiko. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tiba Coffee sangat layak untuk dijalankan dan dikembangkan secara berkelanjutan. Analisis finansial menunjukkan kebutuhan investasi awal sebesar Rp 5.500.000 dengan Net Present Value (NPV) positif sebesar Rp 9.350.000, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 65% yang melebihi tingkat diskonto 10%, serta Payback Period selama 9 bulan. Dari aspek non finansial, usaha ini didukung oleh captive market di lingkungan perumahan dan efisiensi operasional yang tinggi karena tidak adanya biaya sewa lokasi. Namun demikian, penguatan aspek legalitas, khususnya pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), perlu segera dilakukan untuk meminimalkan risiko hukum dan menjamin keberlanjutan usaha.
Model Strategi Pendampingan Terpadu untuk Percepatan Sertifikasi Legalitas UMKM Kuliner: Studi Kasus pada Nasi Mercon Cak Mansuro Desmonda Aresta; Sandra Mudita Tanumihardjo; Olivia Olivia; Stantio Rekino Yuki; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan dan menerapkan model pendampingan terpadu dalam mempercepat pemenuhan legalitas dasar usaha pada UMKM kuliner, dengan studi kasus “Nasi Mercon Cak Mansuro”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendampingan dilakukan secara terstruktur melalui identifikasi kebutuhan legalitas, asistensi teknis penggunaan sistem Online Single Submission (OSS), penentuan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), serta koordinasi dengan pemerintah desa dalam penerbitan Surat Keterangan Usaha (SKU). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan terpadu mampu mempercepat penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan SKU pada UMKM yang sebelumnya mengalami kendala pemahaman prosedur dan administratif. Legalitas yang diperoleh memperkuat posisi hukum usaha, meningkatkan kredibilitas, serta membuka akses terhadap pembiayaan dan program pemberdayaan. Temuan ini menegaskan pentingnya pendampingan sebagai strategi efektif dalam mendukung legalitas UMKM.
Analisis Implementasi dan Tantangan Pengurusan Legalitas Usaha Pada UMKM Sektor Kuliner: Studi Kasus Gorengan Nusantara di Ruko Maggriore, Gading Serpong Aditya Riski Putra Septyadi; Diana Michiko; Felix Effny; Salwa Alzena Salsabila; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5243

Abstract

This study aims to analyze the implementation and challenges of business legality fulfillment in culinary MSMEs through a case study of Gorengan Nusantara located in Ruko Maggriore, Gading Serpong, and to evaluate the effectiveness of technical assistance in supporting the licensing process. The research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation during November–December 2025. Observations focused on operational activities and administrative readiness, interviews explored the owner’s experiences and perceptions regarding business legality, and documentation included licensing records and supporting files.The results show that Gorengan Nusantara initially did not possess business legality for the new venture due to time constraints and limited managerial capacity, despite the owner having prior experience with the OSS system. Through structured technical assistance, the MSME successfully obtained a new Business Identification Number (NIB) via the OSS–Amdalnet system. The assistance played a crucial role in determining the appropriate Indonesian Standard Industrial Classification (KBLI), completing environmental screening requirements, and navigating digital licensing procedures. Furthermore, the trademark application as part of Intellectual Property Rights (IPR) registration was submitted on 20 November 2025 and is currently under substantive examination. Although the certificate has not yet been issued, the proof of application provides initial legal protection for the business identity. Overall, the findings demonstrate that technical and administrative assistance significantly improves MSME compliance with business legality requirements by reducing procedural errors, enhancing understanding of digital licensing systems, and accelerating the legalization process. This study highlights the importance of structured assistance programs in strengthening MSME readiness within Indonesia’s digital licensing framework.
Penyusunan Program Potret di Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Giri Swara (RGS) dalam Mempromosikan Potensi Wisata di Wonogiri Fina Rosyada
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 1 (2025): November
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i1.5555

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyusunan program “Potret” di LPPL Radio Giri Swara Wonogiri sebagai media promosi potensi pariwisata daerah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui kegiatan Magang dan Studi Independen Berdampak, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program “Potret” disusun secara sistematis melalui tahap perencanaan, produksi, dan evaluasi siaran. Format program berupa wawancara naratif yang menampilkan tokoh inspiratif serta informasi destinasi wisata terbukti mampu meningkatkan pengetahuan pendengar mengenai potensi wisata Wonogiri. Selain itu, penayangan rutin dua kali seminggu membantu memperluas jangkauan informasi publik, meskipun dampaknya terhadap peningkatan kunjungan wisatawan belum signifikan karena keterbatasan promosi lintas media. Secara keseluruhan, program “Potret” memiliki peran strategis sebagai media komunikasi publik dan promosi pariwisata lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi kualitas konten, konsistensi jadwal siaran, serta integrasi dengan platform digital diperlukan agar efektivitas promosi wisata melalui radio publik semakin meningkat dan berkelanjutan bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Wonogiri. Temuan ini diharapkan menjadi referensi praktis bagi pengelola media, pemerintah daerah, dan pelaku pariwisata dalam merancang strategi promosi berbasis penyiaran yang lebih efektif dan partisipatif. Selain memberikan kontribusi akademis, penelitian ini juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara lembaga penyiaran, komunitas, dan pemangku kepentingan pariwisata untuk memperkuat citra destinasi lokal secara berkelanjutan. Dengan demikian, pengembangan program siaran yang inovatif, informatif, dan adaptif terhadap perkembangan media digital menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing promosi pariwisata daerah di masa mendatang secara lebih optimal dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta wisatawan potensial yang semakin dinamis dan kompetitif di tingkat regional maupun nasional saat ini.
Strategi Pengembangan Atraksi Seni Tari Jaipong Sebagai Daya Tarik Wisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kampung Tematik Ranca Indah Serpong Tangerang Selatan Sandra Mudita Tanumihardjo; Chan Michael Raditya; Lianny Pangesa; Joseph Denny Radaza Ong; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5800

Abstract

Pengembangan pariwisata berbasis budaya menjadi salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata sekaligus melestarikan budaya lokal. Kampung Wisata Tematik Ranca Indah di Serpong, Tangerang Selatan memiliki potensi budaya berupa seni Tari Jaipong yang sebelumnya pernah menjadi bagian dari aktivitas masyarakat. Namun, sejak pandemi COVID-19, kegiatan wisata dan aktivitas seni di kawasan tersebut mengalami penurunan sehingga Tari Jaipong tidak lagi berjalan secara rutin dan belum dimanfaatkan secara optimal sebagai atraksi wisata budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi dan strategi pengembangan atraksi seni Tari Jaipong sebagai daya tarik wisata berbasis kearifan lokal di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Jaipong masih dipertahankan melalui kegiatan latihan komunitas dan pertunjukan pada acara sosial masyarakat. Selain itu, keberadaan rumah tua yang masih dipertahankan oleh warga juga menjadi bagian dari identitas budaya kawasan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perpaduan antara seni pertunjukan tradisional dan unsur budaya fisik memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai atraksi wisata budaya yang memberikan pengalaman autentik bagi wisatawan. Pengembangan wisata budaya di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah memerlukan keterlibatan masyarakat, pengelolaan yang lebih terstruktur, serta dukungan promosi agar potensi budaya lokal dapat terus dilestarikan dan menjadi daya tarik wisata yang berkelanjutan
Analisis Kemudahan Akses, Informasi, dan Orientasi Wisatawan dalam Meningkatkan Pelayanan di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah Gabriella Hidayat; Diana Michiko; Muhammad Thio Faza Saidina; Tania Jayadiputri; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5814

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan kualitas layanan pada destinasi pariwisata berbasis masyarakat melalui kemudahan akses, ketersediaan informasi, dan orientasi wisatawan. Ketiga aspek tersebut berperan penting dalam membentuk pengalaman, kepuasan, serta keberlanjutan pengelolaan destinasi. Berbagai studi menunjukkan bahwa aksesibilitas, informasi digital, sistem penunjuk arah, serta tata kelola berbasis masyarakat menjadi faktor utama dalam meningkatkan daya saing desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran akses, informasi, dan orientasi wisatawan dalam meningkatkan layanan di Kampung Wisata Tematik Ranca Indah, Tangerang Selatan. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2026 dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Ketua Kampung Wisata dan Ketua Pokdarwis, serta didukung oleh observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan dipengaruhi oleh akses masuk dan keluar yang terintegrasi, identitas destinasi yang jelas, ketersediaan informasi layanan, serta penataan elemen orientasi di dalam kawasan. Program seperti pembuatan logo, penyusunan SOP wisata, penetapan aturan pengunjung, dan pemasangan banner terbukti meningkatkan visibilitas, alur layanan, dan kesiapan pengelolaan. Hal ini menunjukkan bahwa optimalisasi ketiga aspek tersebut mampu meningkatkan citra destinasi dan kenyamanan wisatawan.
Pelestarian Bacang Vegan Sebagai Kuliner Khas Kampung Wisata Tematik Ranca Indah, Serpong, Kota Tangerang Selatan Joshua Imanuel; Talitha Ferina Aileen; Olivia; Kelly Virginia Putri; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5838

Abstract

Gastronomic tourism is a rapidly growing form of tourism because it integrates culinary experiences with the local cultural values of a destination. This study aims to analyze efforts to preserve vegan bacang as a signature dish of the Ranca Indah Thematic Tourism Village in Serpong, South Tangerang City, and to examine its role in supporting the development of community-based gastronomic tourism. The study employs a qualitative approach using a descriptive method. Data collection was conducted through observation, semi-structured interviews, and documentation. Informants were selected using purposive sampling, involving tourism village managers, Pokdarwis (Community-Based Tourism Group) officials, culinary business operators, and community members involved in gastronomic tourism activities. Data were analyzed using interactive analysis techniques, including data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that culinary management in the Ranca Indah Thematic Tourism Village is carried out in a participatory manner by involving the community in the production, innovation, and promotion of local cuisine.  Vegan bacang is a culinary innovation that preserves traditional processing techniques while using plant-based ingredients as an adaptation to changing consumer preferences, which are increasingly focused on health and sustainability. Beyond serving as a food product, vegan bacang functions as a vehicle for cultural preservation, a symbol of local culinary identity, a tool for gastronomic tourism education, and a source of income for the community. Nevertheless, its development still faces challenges, including limited human resources and suboptimal digital promotion. Therefore, collaboration among the community, government, academia, and industry stakeholders is essential to strengthen the management, marketing, and sustainability of community-based gastronomic tourism.
Peran Amenitas dalam Mendukung Daya Tarik Wisatawan Kampung Tematik Ranca Indah Serpong Tangerang Selatan Daniel Axel Gerrits; Gracia Nathania; Muhamad Farkhan Aziz; Trefi Ikva Putri; Budi Setiawan
Jurnal Pariwisata dan Perhotelan Vol. 3 No. 2 (2026): February
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/pjpp.v3i2.5892

Abstract

Kampung Tematik Ranca Indah di Serpong, Tangerang Selatan adalah lokasi wisata berbasis komunitas yang selalu mengembangkan fasilitas untuk menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan kualitas destinasi. Amenitas memainkan peran vital dalam menghadirkan kenyamanan, keamanan, kebersihan, serta pengalaman wisata yang baik bagi para pengunjung. Studi ini bertujuan untuk menganalisis keadaan amenitas dan menilai peran amenitas dalam meningkatkan daya tarik pengunjung di Kampung Tematik Ranca Indah. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari pengelola kampung wisata dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang dipilih secara sengaja. Analisis data dilaksanakan dengan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sementara keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Penelitian menunjukkan bahwa amenitas yang ada mencakup toilet umum, mushola, tempat sampah terintegrasi, fasilitas kesehatan dasar, tempat pengisian air minum, area memancing, serta fasilitas edukasi berupa sudut baca. Adanya amenitas itu dapat meningkatkan kenyamanan, keamanan, kebersihan, dan kualitas pengalaman wisatawan saat berkunjung. Selain itu, penggabungan fasilitas dengan atraksi lokal seperti Rumah Tua 1932 dan Sumur Tujuh juga memperkuat identitas destinasi wisata yang berbasis masyarakat. Penelitian ini mengungkapkan bahwa partisipasi masyarakat lokal dalam pengembangan amenitas memiliki kontribusi signifikan terhadap daya tarik pengunjung dan keberlanjutan tujuan wisata perkotaan berbasis komunitas.