cover
Contact Name
Rasuna Ulfah
Contact Email
kepgi.gigimulut@gmail.com
Phone
+6285348944686
Journal Mail Official
kepgi.gigimulut@gmail.com
Editorial Address
JL. H. Mistar Cokrokusumo No.1A Banjarbaru 70714 Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Terapis Gigi dan Mulut
ISSN : -     EISSN : 27748839     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Terapis Gigi dan Mulut : Sebagai media publikasi ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan gigi Tujuan Jurnal Menerbitkan, menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi terkini dalam bidang kesehatan gigi melalui penelitian dan tulisan ilmiah Meningkatkan profesionalisme terapis gigi dan mulut dalam pelayanan kesehatan gigi Terbitan jurnal 1 Tahun 2 Kali terbit : Bulan April dan Bulan Nopember
Articles 88 Documents
Hubungan Tingkat Pendapatan Orang Tua dengan Pengalaman Karies Gigi pada Siswa Usia 12 Tahun di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Banjar Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar Raudah, Raudah; Said, Fahmi; Nurwati, Bunga; Fansurna, Anderi
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendapatan mempengaruhi kesehatan termasuk kesehatan gigi dan mulut. Angka kemiskinan di Kabupaten Banjar meningkat menjadi 3,04% pada tahun 2021. Adapun angka karies gigi nasional tahun 2018 mencapai 45,3%, di Kabupaten Banjar 43,34%, dan pada anak usia 12 tahun lebih tinggi yaitu 48,68%. Data UPT Puskesmas Gambut menunjukkan karies gigi anak usia 12 tahun yaitu 11 orang pada tahun 2021 meningkat menjadi 40 orang pada Oktober 2022.Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tingkat pendapatan orang tua dengan pengalaman karies gigi pada siswa usia 12 tahun di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 10 Banjar Kecamatan Gambut Kabupaten Banjar. Jenis penelitian ini adalah survei analitik menggunakan rancangan cross sectional, populasi sebanyak 50 siswa usia 12 tahun, dan teknik pengambilan sampel dengan total sampling.Hasil penelitian sebagian besar pendapatan orang tua adalah rendah yaitu 18 orang tua (36%). Pengalaman karies gigi kategori tinggi dan rendah sama yaitu 17 orang tua (34%). Berdasarkan hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan antara tingkat pendapatan orang tua dengan pengalaman karies gigi pada siswa usia 12 tahun. Kesimpulan penelitian yaitu sebagian besar orang tua memiliki pendapatan rendah dan pengalaman karies gigi siswa 12 tahun kategori tinggi dan rendah tidak berbeda. Saran penelitian yaitu mengajak orang tua untuk mengikuti program asuransi kesehatan untuk membantu biaya pengobatan, khususnya gigi dan mulut.
Hubungan Tingkat Pendidikan Orang Tua dengan Pengalaman Karies Gigi pada Murid Sekolah Dasar Muhammadiyah Martapura Kabupaten Banjar sari, anita maulidya; Salamah, Siti; Fansurna, Anderi; Said, Fahmi
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit gigi dan mulut yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi. Sekolah Dasar Muhammadiyah Martapura Kabupaten Banjar dari 10 murid terdapat rata-rata DMF-T 3,5 dan 70% tingkat pendidikan orang tua dalam kategori rendah. Lingkungan keluarga (orang tua) merupakan pusat pendidikan pertama dan utama bagi seorang anak terutama dalam hal merawat kesehatan gigi dan mulut, tinggi rendahnya tingkat pendidikan yang dicapai orang tua akan menentukan bagaimana cara orang tua mendidik dan membimbing anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan pengalaman karies gigi pada murid Sekolah Dasar Muhammdiyah Martapura Kabupaten Banjar. Jenis penelitian ini bersifat survei analitik dengan rancangan penelitian pendekatan cross sectional, populasi pada penelitian ini berjumlah 43 murid dengan teknik pengambilan sampel total sampling, sehingga diketahui jumlah responden sebanyak 43 murid. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pendidikan orang tua sebagian besar dalam kategori rendah, dan pengalaman karies gigi pada murid sebagian besar termasuk kategori tinggi. Hasil uji statistik penelitian didapatkan nilai p-value =0,001 dengan nilai alpha 0,05 sehingga p < 0,05, Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan pengalaman karies gigi pada murid Sekolah Dasar Muhammadiyah Martapura Kabupaten Banjar. Disarankan adanya peran serta aktif dari orang tua, guru, dan pelayanan kesehatan tentang cara menjaga kesehatan gigi pada anak-anak.
Perbedaan Tingkat Pengetahuan Kesehatan Gigi dan Mulut Terhadap Penyuluhan dengan Media Permainan Ular Tangga Pada Murid Kelas III dan IV di SDN Sungai Landas Kecamatan Karang Intan Nisa, Khoirun; Astu Rahman, Waljuni; Ulfah, Rasuna; Nurwati, Bunga
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya angka masalah kesehatan gigi dan mulut dipengaruhi oleh perilaku yang selalu mengabaikan kondisi kesehatan gigi dan mulut. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dengan penyuluhan kesehatan gigi dan mulut. Salah satu strategi yang dapat digunakan yaitu dengan metode bermain menggunakan media permainan ular tangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap penyuluhan dengan media permainan ular tangga pada murid kelas III dan IV di SDN Sungai Landas Kecamatan Karang Intan. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah “One Group Pre-testPost-test”, pengukuran pengetahuan sebelum dan sesudah menggunakan pengolahan data dengan menggunakan uji Paired Sample Test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rata-rata pengetahuan sebelum penyuluhan dengan media permainan ular tangga yaitu 9,07 dan sesudah penyuluhan menjadi 12,25. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Paired Sample Test. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada perbedaan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut terhadap penyuluhan dengan media permainan ular tangga pada murid kelas III dan IV di SDN Sungai Landas Kecamatan Karang Intan. Dengan adanya media permainan ular tangga dapat dijadikan bahan strategi belajar yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan.
HUBUNGAN PENGGUNAAN GIGI TIRUAN LEPASAN YANG TIDAK ERGONOMIS DENGAN STATUS GIZI PADA USIA 45-74 TAHUN DI MASYARAKAT RT 12 KELURAHAN KEMUNING KOTA BANJARBARU Santoso, Aldi; Sab'atul Habibah, Siti; Sari, Emilda; Kisworo Utami , Naning
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tidak semua pelayanan perawatan gigi tiruan berhasil, karena banyak ditemui keluhan-keluhan pasien, yang mengakibatkan terganggunya fungsi mastikasi yang akan berpengaruh terhadap pemilihan makanan, sehingga nantinya mempengaruhi asupan makanan seseorang dan status nutrisinya.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan gigi tiruan lepasan yang tidak ergonomis dengan status gigi pada usia 45-74 tahun di masyarakat RT 12 kelurahan kemuning kota Banjarbaru.Berdasarkan jumlah status gizi pada usia 45-74 tahun sebanyak 24 jiwa (48%) berkategori Gemuk lebih banyak dari yang memiliki status gizi berkategori kurus 19 jiwa (38%) dan yang memiliki status gizi berkategori normal 7 jiwa (14%). Responden normal paling sedikit dalam pemakaian gigi tiruan baik yang ergonomis maupun yang tidak ergonomis, responden dengan status gizi kurus dan gemuk paling banyak menggunakan gigi tiruan yang tidak ergonomis.Kesimpulannya ada hubungan penggunaan gigi tiruan lepasan yang tidak ergonomis dengan status gizi pada usia 45-74 tahun di masyarakat RT 12 kelurahan kemuning kota Banjarbaru. Saran yang diberikan yaitu Jika ada gangguan pada penggunaan gigi tiruan diharapkan untuk melakukan pengecekan, agar tidak terjadi luka yang dapat mempengarahi status gizi penggunanya.
Hubungan Perilaku Orang Tua dalam Membimbing Menyikat Gigi dengan Karies Gigi pada Anak Tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Martapura Diyani, Annisa; Salamah, Siti; Ulfah, Rasuna; Isnawati, Isnawati
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak tunagrahita memiliki tingkat keparahan masalah kesehatan gigi dan mulut yang tinggi. Persentase masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak tunagrahita lebih tinggi 30% dibanding anak normal. Peran serta orang tua sangat diperlukan dalam membimbing, memberikan pengertian, mengingatkan, dan menyediakan fasilitas kepada anak agar dapat memelihara kesehatan gigi dan mulutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku orang tua dalam membimbing menyikat gigi dengan karies gigi pada anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Martapura. Jenis penelitian ini adalah penelitian survei analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini 261 orang. Pengambilan sampel menggukan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 56 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku orang tua dalam membimbing menyikat gigi sebagian besar kurang baik sebanyak 31 responden (55,4%), sedangkan untuk karies gigi sebagian besar pada kategori tinggi sebanyak 34 responden (60,7%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-Square, didapatkan nilai  = 0,010 dengan  = 0,05 dengan demikian <. Kesimpulan penelitian ini yaitu ada hubungan perilaku orang tua dalam membimbing menyikat gigi dengan karies gigi pada anak tunagrahita di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Martapura. Adapun saran yaitu perlu adanya kerja sama dengan puskesmas untuk menjalankan program pelayanan UKGS di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Martapura dengan memberikan penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut serta mengikutsertakan orang tua untuk mengikuti kegiatan jika ada yang berkaitan tentang kesehatan gigi dan mulut
Hubungan Jenis Air Konsumsi dengan Erosi Gigi pada Siswa di Bantaran Sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar Septia Armayani, Dilla; Amperawati, Metty; Nuryati, Sri; Rahmawati, Ida
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah perairan seperti sungai Martapura mempunyai pH sebesar 6,06 – 6,6, sedangkan air sumur mempunyai pH sebesar 6,69 – 7,13. Potensial of Hydrogen (pH) air pada kondisi asam dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada gigi salah satunya adalah erosi gigi. Air yang bersifat asam dapat mengakibatkan menurunnya kekerasaan permukaan enamel gigi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jenis air konsumsi dengan erosi gigi pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar. Rancangan penelitian ini menggunakan Cross Sectional, sampel penelitian diambil menggunakan teknik Purposive Sampling sebesar 68 siswa, uji statistik menggunakan uji Chi Square.Dari hasil penelitian didapatkan jenis air konsumsi yang terbanyak pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar yaitu air sungai (54,4%) dan air sumur (45,6%). Erosi gigi pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar sebagian besar siswa tidak mengalami erosi gigi (76,5%). Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan hasil ρ=0,021 <????=0,05.Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan jenis air konsumsi dengan erosi gigi pada siswa di bantaran sungai SMP Negeri 1 Martapura Timur Kabupaten Banjar. Disarankan untuk siswa yang masih mengonsumsi air sungai dan air sumur untuk keperluan sehari-hari diharapkan untuk menggantinya dengan air galon atau air isi ulang agar tidak terjadi erosi gigi.
Hubungan Pengetahuan tentang Karies Gigi dengan Motivasi Menambal Gigi (Studi Pengukuran Performance Treatment Index) pada Siswa Usia 12-17 Tahun di SMPN 2 Martapura Timur Prameswari, Rahmayani Indah; Rahman, Waljuni Astu; Isnawati, Isnawati; Danan, Danan
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 1 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut data dari World Health Organization (WHO), penyakit gigi dan mulut masih diderita 90% penduduk Indonesia, salah satunya disebabkan oleh faktor pengetahuan. Pengetahuan terkait penyakit gigi dan mulut termasuk karies gigi penting untuk terbentuknya motivasi pada seseorang dalam menjaga kesehatan gigi dan mulutnya, termasuk motivasi untuk menambal giginya yang berlubang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang karies gigi dengan motivasi menambal gigi (studi pengukuran Performance Treatment Index) pada siswa usia 12-17 tahun di SMPN 2 Martapura Timur. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 129 orang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner dan lembar pemeriksaan DMF-T dan PTI. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan tentang karies gigi siswa sebagian besar tinggi. Namun, motivasi menambal gigi siswa sebagian besar masih rendah. Hasil analisis uji korelasi menunjukkan nilai korelasi (r) = 0,103 dan nilai r = 0,245 dimana nilai r > α (0,245 > 0,05) sehingga Ha ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan pengetahuan tentang karies gigi dengan motivasi menambal gigi (studi pengukuran Performance Treatment Index) pada siswa usia 12-17 tahun di SMPN 2 Martapura Timur. Disarankan adanya kerjasama dengan petugas kesehatan untuk melaksanakan kegiatan pelayanan asuhan kesehatan gigi dan mulut di bidang promotif, preventif, dan kuratif yang terencana dan berkesinambungan di sekolah tersebut
Perbedaan Efektivitas Berkumur Air Rebusan Daun Salam dengan Daun Kemangi Terhadap pH Saliva pada Siswa Kelas VII di MTSN 7 Hulu Sungai Tengah Sari, Renata; Metty Amperawati; Sari, Emilda
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 4 No. 2 (2023): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saliva memiliki peran penting dalam mempertahankan integritas enamel dengan modulasi remineralisasi untuk mencegah terjadinya karies gigi. kandungan yang terdapat dalam daun kemangi dapat meningkatkan saliva karena rasa yang pahit dan kesat dapat menyebabkan terjadinya rangsangan sekresi kelenjar saliva sehingga produksi saliva meningkat dan dapat meningkatkan nilai pH saliva.             Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas berkumur air rebusan daun salam dengan daun kemangi terhadap pH saliva pada siswa kelas VII di MTSN 7 Hulu Sungai Tengah. Penelitian bersifat eksperimen semu dengan rancangan penelitian pretest dan posttest. Pengambilan sampel secara purposive sampling serta menggunakan uji Independent Sample T-Test.             Hasil penelitian pH saliva sebelum berkumur air rebusan daun salam 5.75 sesudah berkumur air rebusan daun salam 6.73. Sebelum berkumur air rebusan daun kemangi 5.66 sesudah berkumur air rebusan daun kemangi 7.40. Dari uji statistik angka pada Levene’s Test for Equality of Variances kolom sig bernilai 0.579 dengan nilai kemaknaan 0,05 berarti nilai p > α. Jadi yang dibaca pada baris Equal variances assumed kolom sig (2-tailed) p = 0,000 dengan nilai alpa 0,05.             Kesimpulannya ada perbedaan efektivitas berkumur air rebusan daun salam dengan daun kemangi terhadap pH saliva pada siswa kelas VII di MTSN 7 Hulu Sungai Tengah. Disarankan menggunakan air rebusan daun kemangi sebagai obat kumur untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut
Perbedaan Mengunyah Buah Bengkoang dengan Buah Pepaya terhadap Indeks Plak pada Siswa Kelas VII dan VIII Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum Kabupaten Banjar Rahmawati, Nur; Rahmawati, Ida; Nuryati, Sri; Astu Rahman, Waljuni
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jtgm.v5i1.85

Abstract

School age is the right time to improve the ability to maintain dental hygiene. Based on data from the UPT Puskesmas Martapura 2 which had conducted screening related to teeth and mouth at Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum in September 2022, out of 29 students, 27 students experienced dental caries and 2 students had a Debris Index with an average of 3.0 (high). This study aims to determine the difference between chewing bengkoang fruit and papaya fruit on the Plaque Index in Class VII and VIII students of Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum, Banjar Regency. This research is an analytic research with a quasi-experimental design and samples were taken by purposive sampling technique with a total sample of 58 respondents. The results showed that the difference in the average (mean) plaque index before and after chewing bengkoang fruit was 2.0765 and the average (mean) plaque index before and after chewing papaya was 1.2358. The results of this study indicate that the difference in the average (mean) bengkoang fruit is greater than papaya fruit. Bengkoang fruit is better at lowering the dental plaque index than papaya fruit. The results of the analysis test using the Independent T-Test obtained the value of ρ<α, so that Ho was rejected and Ha was accepted. In conclusion, there is a difference between chewing bengkoang fruit and papaya fruit on the Plaque Index in class VII and VIII students of Madrasah Tsanawiyah Manbaul Ulum, Banjar Regency. The advice given is that students can keep their teeth and mouth clean and eat foods that are good for their teeth and mouth such as bengkoang fruit or papaya fruit which are proven to reduce plaque found on the tooth surface.
Hubungan Pengetahuan Karies dengan Karies Gigi Molar Pertama Permanen Pada Murid Umur 10-12 Tahun di SDN Kelayan Selatan 10 Kota Banjarmasin Annisa, Nurul; Rahmawati, Ida; Astu Rahman, Waljuni; Salamah, Siti
JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT Vol. 5 No. 1 (2024): JURNAL TERAPIS GIGI DAN MULUT
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jtgm.v5i1.86

Abstract

Based on the results of a preliminary study conducted on October 17, 2022 at SDN Kelayan Selatan 10 Kota Banjarmasin. Out of 10 students, 3 students had good knowledge and 7 had less knowledge. Meanwhile, 9 of them had permanent first molar dental caries. The purpose of this study was to determine the relationship between caries knowledge and permanent first molar dental caries in students aged 10-12 years at SDN Kelayan Selatan 10 Kota Banjarmasin. This research type uses Analytical Survey, the research design uses Cross-Sectional and the sampling uses Total Sampling method with a sample size of 60 students. The data were analyzed using the Chi Square test. The research results showed that caries knowledge was mostly in the poor category, and permanent first molar caries was mostly in the caries category. The statistical analysis resulted in a ρ-value of 0.000, indicating a significance level of p < a (0.05). Thus, the null hypothesis (Ho) was rejected, and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. In conclusion, there is a relationship between caries knowledge and permanent first molar dental caries in students aged 10-12 years at SDN Kelayan Selatan 10 Kota Banjarmasin. It is suggested that the School and Public Health Center can cooperate in the implementation of dental and oral health care service activities which contain promotive, preventive, and curative activities to increase optimal dental health status.