cover
Contact Name
Andri Putra Kesmawan
Contact Email
andriputrakesmawan@gmail.com
Phone
+6281990251989
Journal Mail Official
journal@idpublishing.org
Editorial Address
Address: Perumahan Sidorejo, Jl. Sidorejo Gg. Sadewa No.D3, Sonopakis Kidul, Ngestiharjo, Kapanewon, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Public Administration Review
ISSN : -     EISSN : 30308682     DOI : 10.47134/par
Core Subject : Social,
The Indonesian Journal of Public Administration Review ISSN 3030-8682 is a scholarly journal that focuses on the study and analysis within the field of Public Administration in Indonesia. This journal aims to serve as a platform for academics, practitioners, and researchers to share concepts, ideas, and the latest findings related to public administration. Public Policy: Discusses the development and analysis of public policies in Indonesia, including the implementation and impact of these policies on society. Bureaucratic Management: Investigates aspects of bureaucratic management, bureaucratic reform, and the role of bureaucracy in the implementation of government programs. E-Government and Technological Innovation: Examines the application of information technology and e-government in improving the efficiency and effectiveness of public services. Community Participation: Examines community participation in decision-making processes and the implementation of public policies. Decentralization and Regional Autonomy: Examines the development and impact of decentralization and regional autonomy in Indonesia.
Articles 118 Documents
Keadilan Organisasi dan Transparansi Sistem e-Kinerja pada Remunerasi Pegawai Sektor Publik Indonesia Muh. Fanani; Eliza Widoputri; Raisa Rininta; Lita Ginting
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i2.5727

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi manajemen kinerja sektor publik di Indonesia melalui implementasi e-Kinerja dengan fokus pada dimensi keadilan organisasi dan efektivitas remunerasi. Masalah utama yang diidentifikasi adalah munculnya paradoks digitalisasi, ketika instrumen teknologi sering terjebak dalam formalitas administratif yang mengabaikan aspek keadilan kualitatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka integratif untuk mensintesis literatur primer dan dokumen kebijakan terkini. Analisis dilakukan menggunakan model interaktif guna mengeksplorasi keterkaitan antara keadilan organisasi, teori harapan, dan tata kelola remunerasi. Temuan penelitian menunjukkan digitalisasi belum sepenuhnya mampu memitigasi bias penilai dan beban kerja fluktuatif, berimplikasi pada penurunan keyakinan pegawai terhadap nilai imbalan. Hasil sintesis merumuskan urgensi reposisi peran pimpinan dari validator teknis menjadi pengelola makna. Kesimpulan penelitian menekankan keberhasilan manajemen kinerja tidak hanya bergantung pada keandalan infrastruktur teknologi informasi, tetapi pada penguatan keadilan interaksional melalui dialog kinerja manusiawi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan penilaian 360 derajat dan integrasi e-Kinerja dengan sistem promosi serta ASN Corporate University untuk mencegah dehumanisasi penilaian. Ke depan, diperlukan eksplorasi model Agile Performance Management yang lebih adaptif dalam merespons dinamika beban kerja di sektor publik Indonesia.
Assessing E-Governance Performance in Real Property Tax Administration: Insights from the Patas Experience in Bataan Caracas, Wilson S. Jr; Quinto Ronald Q
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5022

Abstract

This study evaluated the effectiveness of the Property Assessment and Tax Administration System (PATAS) implemented across Assessor and Treasury LGUs in the Province of Bataan. The evaluation focused on key dimensions: system risk manageability, transparency, productivity, and efficiency, aiming to formulate an Implementation Roadmap and System Optimization Framework. A mixed-methods approach was utilized, integrating quantitative data gathered from local assessors and treasurers with qualitative insights derived from interviews with PATAS focal persons. The findings indicate that PATAS is generally effective, scoring particularly high in usability due to its user-friendly design and minimal training needs. However, moderate ratings in system reliability, integrity, data quality, and transparency suggest operational challenges, including frequent disruptions, inconsistent updates, and limited audit features. The study's key output is a comprehensive Implementation Roadmap and System Optimization Framework offering actionable strategies to enhance PATAS sustainability and digital governance in Bataan
Collaborative Governance Model Kolaborasi Pemerintahan Dalam Implementasi Kawasan Tanpa Rokok Di Pemerintahan Daerah Maulida Winda; Anggi Safitri; Afrijal
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5754

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Collaborative Governance dalam penerapan kebijakan KTR di pemerintahan daerah dengan fokus pada aktor, pola interaksi, dan faktor yang memengaruhi efektivitas kolaborasi. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur ilmiah dan dokumen kebijakan yang relevan, dengan kerangka analisis Collaborative Governance dari Ansell dan Gash yang mencakup kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan, dan proses kolaboratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi KTR dipengaruhi oleh tingkat kepercayaan antar aktor, ketersediaan sumber daya, riwayat kerja sama, kejelasan regulasi, transparansi, partisipasi, kualitas kepemimpinan, serta intensitas proses kolaboratif. Keberhasilan implementasi KTR cenderung lebih tinggi pada daerah yang memiliki koordinasi lintas sektor yang kuat, kepemimpinan fasilitatif, serta mekanisme komunikasi yang aktif. Namun demikian, masih ditemukan kendala berupa keterbatasan sumber daya, inkonsistensi penegakan aturan, serta koordinasi antar aktor yang belum optimal di beberapa daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas Collaborative Governance dalam implementasi KTR sangat ditentukan oleh kualitas interaksi antar aktor dan konsistensi pelaksanaan kebijakan di tingkat lokal.
Transformasi Kompetensi Interpersonal CPNS melalui Experiential Learning: Studi Program Setneg ke Sekolah (SkS) Adi Ageng Rismoko; Raisa Ayu Rininta; Lita Efrianna Br Ginting
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5823

Abstract

Program onboarding aparatur sipil negara pada umumnya masih didominasi oleh pendekatan klasikal yang berorientasi pada aspek kognitif di dalam kelas, sehingga menghadapi tantangan dalam menjembatani antara pemahaman nilai teoretis dan manifestasi perilaku nyata di lapangan. Program Setneg ke Sekolah (SkS) tahun 2025 menawarkan paradigma baru melalui pendekatan off-the-job training berbasis pengabdian masyarakat, dengan menempatkan 386 CPNS Kementerian Sekretariat Negara di 278 sekolah se-Jabodetabek selama tiga minggu. Penelitian evaluatif ini bertujuan secara khusus untuk menganalisis efektivitas Program SkS sebagai instrumen experiential learning, mengidentifikasi mekanisme internalisasi nilai BerAKHLAK, serta memosisikan program ini dalam lanskap global. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi evaluatif dengan desain mixed-method sekuensial-eksplanatori. Integrasi data dilakukan melalui survei sekolah mitra, pelaporan digital Setneg Talent Scorecard (STS), jurnal reflektif mingguan peserta, serta wawancara mendalam terhadap lima CPNS dan dua mentor program. Mengacu pada kerangka teori Kolb (1984), Chalofsky (2014), serta Werner dan DeSimone (2012), hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial di luar ekosistem birokrasi berkontribusi signifikan terhadap pengembangan kompetensi interpersonal, terutama pada aspek komunikasi lintas konteks, kepemimpinan situasional, dan empati sosial. Sebanyak 89,5% sekolah mitra menilai sikap peserta berada pada kategori sangat baik. Keterlibatan emosional secara aktif dalam tugas nyata terbukti mempercepat internalisasi nilai BerAKHLAK melalui mekanisme meaning of work yang didorong oleh tingginya task significance. Selain itu, kualitas mentoring terbukti memoderasi kedalaman transformasi reflektif yang dicapai peserta. Secara komparatif, SkS menunjukkan karakteristik berbeda dengan keunggulan utama pada dimensi keterlibatan komunitas dibandingkan dengan praktik sektor publik di Singapura, Amerika Serikat, dan Inggris. Kesimpulannya, Program SkS efektif memicu transformasi kompetensi interpersonal dan pergeseran identitas profesional dari orientasi administratif konvensional menuju pelayanan publik yang lebih kontekstual.
Strategi Knowledge-Oriented Leadership (KOL) dalam Membangun Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan Melalui Kapasitas SDM Publik Annisa Rahmi; Vidya Hanartari Mangundjaya
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5836

Abstract

Transformasi sektor publik di era VUCA dan BANI menuntut organisasi pemerintah untuk menjadi lebih adaptif, inovatif, dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, Knowledge-Oriented Leadership (KOL) menjadi pendekatan kepemimpinan yang penting dalam mengelola aset pengetahuan organisasi guna menciptakan keunggulan kompetitif berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran KOL dalam membangun sustainable competitive advantage (SCA) berbasis kapasitas sumber daya manusia publik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode sintesis literatur dan analisis konseptual deskriptif. Data diperoleh dari artikel jurnal internasional primer yang dipublikasikan pada rentang tahun 2015–2026 dan dianalisis menggunakan teknik triangulasi data lintas literatur, konteks negara, dan perspektif teoritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KOL berperan penting dalam mendorong knowledge sharing, innovative work behavior (IWB), transformasi digital, dan penguatan public service motivation (PSM). Namun, pengaruh KOL terhadap SCA tidak berlangsung secara langsung, melainkan dimediasi oleh praktik manajemen pengetahuan, iklim inovasi, pemberdayaan psikologis, dan kepercayaan organisasi. Penelitian ini juga menemukan bahwa budaya etis, integritas kepemimpinan, dan transformasi digital menjadi faktor strategis dalam membangun organisasi publik yang resilien dan terpercaya. Meskipun demikian, implementasi kepemimpinan berbasis pengetahuan masih menghadapi tantangan berupa intervensi politik, budaya birokrasi hierarkis, dan kesenjangan implementasi kebijakan.
Implementasi Aplikasi Elektronik Siap Nikah dan Hamil (ELSIMIL) dalam Upaya Pencegahan Resiko Stunting Sejak Tahap PraNikah di Desa Sidorejo Kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo Istiqomah Delia Nanda; Ilmi Usrotin Choiriyah
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5937

Abstract

Aplikasi Elsimil (Elektronik Siap Nikah dan Hamil)merupakan inovasi digital yang dikembangkan oleh BKKBN untuk mencegah Stunting Sejak masa pranikah melalui skrining kesehatan, edukasi, serta pendampingan calon pengantin. penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Aplikasi Elektronik Siap Nikah Dan Hamil(ELSIMIL) dalam upaya pencegahan resiko stunting sejak tahap pranikah di Desa Sidorejo Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Dalam studi ini menggunakan  pendekatan kualitatif deskriptif. Data didapatkan melalui tiga teknik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dianalisis dengan teori implementasi kebijakan Edward III dengan empat indikator yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil dari penelitian tentang implementasi aplikasi ELSIMIL dalam upaya pencegahan resiko stunting sejak tahap pranikah di Desa Sidorejo Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo ini telah dilaksanakan, namun masih terdapat kendala seperti adanya perbedaan pemahaman, penyampaian informasi yang tidak seragam, serta instruksi yang kadang berubah-ubah di antara pelaksana di lapangan, hambatan teknis yang bersumber dari keterbatasan jaringan internet. Oleh karena itu, peningkatan infrastruktur jaringan dan pelatihan berkelanjutan bagi kader TPK serta memperkuat koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memaksimalkan efektivitas aplikasi Elsimil dalam upaya pencegahan risiko stunting.
Kualitas Pelayanan Umum di Puskesmas Prambon Kabupaten Sidoarjo Dwi Rahayu; Lailul Mursyidah
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pelayanan umum di Puskesmas Prambon, Kabupaten Sidoarjo melalui kerangka kerja SERVQUAL yang meliputi lima dimensi pokok: bukti fisik (tangibles), keandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), jaminan (assurance), dan empati (empathy). Metodologi penelitian yang dipakai adalah kualitatif deskriptif, dengan data diperoleh melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi. Informan yang terlibat pada penelitian ini mencakup kepala puskesmas, perekam medis, dan pasien yang sebelumnya telah menerima pelayanan. Hasil penelitian dari setiap indikator yaitu: Dimensi Tangible (bukti fisik) masih memiliki kelemahan pada sarana dan prasarana, seperti kabel tidak tertata dan wastafel rusak, meski fasilitas lain seperti toilet bersih dan kursi tunggu memadai menunjukkan adanya perbaikan. Dimensi Reliability (keandalan) menunjukkan tenaga kesehatan telah melayani sesuai prosedur, namun waktu tunggu dan alur antrean yang membingungkan masih menjadi kendala utama. Dimensi Responsiveness (daya tanggap) mengalami peningkatan melalui sikap ramah, sabar, dan kesediaan petugas membantu pasien yang diapresiasi positif. Dimensi Assurance (jaminan) membaik dengan adanya kotak pengaduan, namun mekanisme tindak lanjut dan identitas penanggung jawab masih perlu diperjelas agar kepercayaan masyarakat meningkat. Dimensi Empathy (empati) menunjukkan perbaikan melalui komunikasi yang lebih baik pasien kini mendapat penjelasan tentang kondisi kesehatannya, bukan hanya resep.
Mengkritik Pemerintah Melalui Video Klip Lagu Negri Ngeri Karya Band Marjinal Mohammad Fadel Atmadiansyah; Ferry Adhi Dharma
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5939

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kritik sosial yang terkandung dalam lirik dan visual musik punk Indonesia, khususnya lagu Negri Ngeri karya Band Marjinal serta lagu Bayar Bayar Bayar karya Sukatani, menggunakan pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Penelitian berfokus pada pengungkapan representamen, objek, dan interpretant yang membentuk pesan perlawanan terhadap ketidakadilan sosial, korupsi, represi aparat, kemiskinan, penggusuran, serta berbagai persoalan struktural yang dialami masyarakat marjinal di Indonesia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan semiotika Peirce. Data diperoleh melalui analisis lirik lagu, visual video musik, dokumentasi, dan studi pustaka yang kemudian dianalisis menggunakan model triadik Peirce yang meliputi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik-lirik seperti “bayar polisi”, “mau gusur rumah”, dan “negeri ngeri” berfungsi sebagai tanda yang merepresentasikan praktik korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, penggusuran paksa, dan ketimpangan sosial. Sementara itu, visual seperti tumpukan sampah, pekerja dengan laptop di lingkungan kumuh, serta konsumsi junk food di tempat pembuangan sampah memperkuat kritik terhadap modernitas semu, konsumerisme, kerusakan lingkungan, dan marginalisasi masyarakat kecil. Analisis menunjukkan bahwa semiotika Peirce mampu menjelaskan proses pembentukan makna secara lebih komprehensif melalui hubungan antara representamen, objek, dan interpretant sehingga menghasilkan kesadaran kolektif mengenai perlunya perubahan sosial. Penelitian ini menegaskan bahwa musik punk tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media komunikasi kritis dan alat perlawanan sosial yang efektif dalam menyuarakan aspirasi kelompok marjinal di Indonesia.
Implementasi Aplikasi Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo (Sipraja) Tipe B di Desa Suko Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Elin Izza Maulidah; Isnaini Rodiyah
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5940

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menggambarkan pelaksanaan implementasi aplikasi Sistem Pelayanan Rakyat Sidoarjo (SIPRAJA) Tipe B di Desa Suko, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo. SIPRAJA merupakan inovasi layanan publik digital yang memudahkan masyarakat mengakses berbagai jenis pelayanan administrasi publik secara efisien melalui aplikasi berbasis Android. Fokus penelitian adalah layanan Tipe B yang melibatkan koordinasi antarinstansi di tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga dinas terkait. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis menggunakan teori implementasi kebijakan George Edward III yang menilai implementasi lewat aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SIPRAJA Tipe B di Desa Suko sudah berjalan dengan baik, didukung oleh komunikasi sosialiasi yang positif, sumber daya manusia yang memadai, komitmen pelaksana yang tinggi, serta struktur birokrasi yang jelas. Namun, masih ditemukan kendala seperti penurunan jumlah pemanfaatan layanan tertentu, kurangnya anggaran, kendala teknis pada server, serta tingkat literasi digital masyarakat yang beragam. Untuk meningkatkan efektivitas implementasi, perlu dilakukan peningkatan sosialisasi, pendampingan pengguna, penguatan sumber daya, dan perbaikan teknologi.
Implementasi Program Kelompok Usaha Bersama dalam Menurunkan Tingkat Kemiskinan di Desa Sukorejo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo Siti Khoirun Nisak; Ilmi Usrotin Choiriyah
Indonesian Journal of Public Administration Review Vol. 3 No. 3 (2026): May
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/par.v3i3.5941

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi Program Kelompok Usaha Bersama di Desa Sukorejo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo.dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan informan dipilih dengan metode purposive sampling. Data diporel melalui 3 teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi, dengan responden anggota KUBE dan pendamping dari Kecamatan yaitu TKSK dan Desa yaitu Sekretaris Desa. Data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, artikel, dan dokumen terkait implementasi kelompok usaha bersama dalam menurunkan tingkat kemiskinan. Hasil dari penelitian tentang implementasi program kelompok usaha bersama di Desa Sukorejo Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo ini menunjukkan bahwa 2 indikator yang dinilai sudah cukup optimal dalam pelaksanaannya. Pertama dari indikator komunikasi yang efektif dan efisien dalam penyampaian informasi baik melalui media komunikasi maupun tatap muka atau langsung. Kedua struktur birokrasi yang baik dan terstruktur serta minimnya fragmentasi. Akan tetapi ada 2 indikator yang belum optimal antara lain yaitu indikator sumberdaya manusia hal ini ditujukan kepada anggota kelompok usaha bersamanya yang belum faham mengenai berwirausaha dan disposisi atau sikap terlihat tidak ada pelatihan ataupun pengembangan tentang wirausaha dan manajemen usaha, monev yang kurang seingga komitmen anggota tidak stabil untuk melaksanakan program sesuai tujuan.

Page 11 of 12 | Total Record : 118