cover
Contact Name
-
Contact Email
pkk.binahusada@gmail.com
Phone
+6281366289746
Journal Mail Official
pkk.binahusada@gmail.com
Editorial Address
Jl. Syech Abdul Somad No. 28 Kel. 22 Ilir Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bina Husada
ISSN : 18299377     EISSN : 2829887X     DOI : https://doi.org/10.58231/jkbh
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Bina Husada, in general, covers all subjects regarding medical and health. The example of the covered research areas as follows: Medical, the scope topics covered include surgery internal medicine, cardiology, orthopedics, infectious diseases, and HIV/AIDs, obstetrics and gynecology, oncology, neurology, immunology, anesthesia, cardiovascular medicine, complementary medicine, dentistry, oral medicine, and others research about medical Public Health, the scope topics covered include Epidemiology, Health Education and Promotion, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Administration and Policy, Biostatistics, Sexual and Reproductive Health, Hospital Managemen, Nutrition Science.
Articles 84 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PEMBERIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUASIN Ria Hertati; Amalia
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 02 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dokumentasi keperawatan sangat penting dalam memberikan asuhan keperawatan arena pelayanan keperawatan yang diberikan pada klien membutuhkan catatan dan pelaporan yang dapat digunakan sebagai tanggung jawab dan tanggung gugat dari berbagai kemungkinan masalah yang dialami klien baik masalah kepuasan maupun ketidakpuasan terhadap pelayanan yang diberikan. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pemberian asuhan keperawatan di rumah sakit umum daerah Banyuasin Tahun 2021. Pelaksanaan penelitian pada tanggal 10-30 Juni 2021. Desain penelitian adalah kuantitatif menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh perawat rawat inap di RSUD Banyuasin Tahun 2021 yaitu 92 perawat dengan 41 sampel menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen dalam penggumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil analisis bivariat didapatkan tidak ada hubungan umur (p=0,536), jenis kelamin (p=0,705), pendidikan (0,246) dan ada hubungan yang bermakna masa kerja (p=0,019), motivasi (p=0,001) dan imbalan/penghargaan (p=0,013) menyatakan terhadap kinerja perawat dalam asuhan keperawatan. Kesimpulan penelitian ini kinerja perawat dalam asuhan keperawatanhanya dipengaruhi oleh motivasi, masa kerja, imbalan/penghargaan. Diharapkan lebih meningkatkan supervisi kepada perawat berupa monitoring dan evaluasi setiap kegiatan pemberian asuhan keperawatan pasien.
ANALISIS FAKTOR RISIKO TERHADAP KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BUNGAMAS KEC. KIKIM TIMUR KAB. LAHAT Olim Abriansyah; Kardewi
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 02 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis.dan kejadian ini menjado permasalahan kesehatan global yang telah menjadi perhatian dunia selama 2 dekade terakhir. Meningkatnya kasus TB memiliki banyak faktor yang dapat mempengaruhinya. Tujuan Penelitian ini adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bungamas Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat. Metode Penelitian ini menggunakan observasi analitik dengan desain cross sectional dengan uji chi square. Teknik sampling digunakan purposive sampling dengan jumlah 60 responden dan memiliki kriteria inklusi. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 17 April hingga 17 Mei. Hasil analisa didapatkan bahwa masin-masing variabel berhubungan dengan kejadian TB Paru yaitu pengetahuan responden (0.017), status merokok (0.021), luas venyilasi (0.02), dan kelembaban (0.015). Sedangkan variabel yang tidaak berhubungan dengan kejadian TB paru adalah umur (0.095), jenis kelamin (0.301), status gizi (0.08), kepadatan hunian (0.519), dan jenis lantai (0.795). Kesimpulan Faktor yang berhubungan dengan TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bungamas Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Tahun 2021 adalah pengetahuan responden, status merokok, luas venyilasi, dan kelembaban. Diharapkan dapat meningkatkan pengembangan progam promosi kesehatan seperti: penyuluhan dan konseling khususnya mengenai faktor yang menyebabkan Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Bungamas Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat.
HUBUNGAN PELATIHAN DAN REWARD TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BANYUASIN Sabebegen, Maria Yuliantina Susanti; Nainggolan, Sutrisari Sabrina
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i3.93

Abstract

Pelayanan kesehatan khususnya pelayanan keperawatan yang dilakukan secara terus menerus dan menjadi salah satu kontribusi dalam menentukan kualitas rumah sakit. Profesionalisme perawat dalam memberikan pelayanan keperawatan dapat mempengaruhi hasil kinerja perawat. Apabila kinerja perawat tidak optimal akan berakibat pada kepuasan pasien dan keluarga. Hal tersebut dapat berdampak pada kualitas mutu pelayanan rumah sakit. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat diantaranya pelatihan dan reward. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Banyuasin. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan random sampling sebanyak 74 orang perawat yang bekerja diruang rawat inap dan bersedia menjadi responden. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariat. Uji yang digunakan adalah uji chi square dengan nilai p ? 0,05. Hasil uji statistik menggunakan chi square didapatkan ada hubungan antara pelatihan dengan kinerja perawat (p-value 0,002) dan ada hubungan antara reward dengan kinerja perawat (p-value 0,022). Hasil penelitian ini diharapkan agar lebih banyak memberikan kesempatan kepada perawat untuk mengikuti pelatihan-pelatihan dan mengikuti seminar demi meningkatkan kinerjanya.
PENGARUH WALKING EXERCISE TERHADAP NILAI KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INAP RSUD TUGU JAYA KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR TAHUN 2022 Nopi Eprianti; Yofa Anggriani Utama; Sutrisari Sabriana Nainggolan
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 02 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia saat ini berada diposisi kelima terbanyak didunia penderita diabetes melitus, yaitu sebesar 19,5 juta dengan prevalensi sebesar 10,6 %. Fenomena ini membutuhkan penatalaksanaan yang tepat, salah satunya dengan melakukan walking exercise yang merupakan salah satu jenis aktivitas fisik sederhana yang dianjurkan untuk penderita DM tipe 2 dalam menstabilkan kadar gulanya sebagai terapi non farmakologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh walking exercise terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Desain penelitian menggunakan pra eksperimental dengan pendekatan one  grup  pretest-posttest  design,  total  sampel  25  responden, dengan tekhnik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan SOP walking exercise dan alat glukometer. Hasil uji statistik didapatkan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebelum intervensi (pretest) yaitu 293,80 mg/dl sedangkan nilai rata-rata kadar glukosa darah setelah intervensi (posttest) 274,48 mg/dl. Dari data tersebut dapat dilihat adanya penurunan nilai rata-rata kadar glukosa darah sebesar 19,32 mg/dl. Hasil uji statistik paired t test terhadap kadar glukosa darah pretest dan posttest, menunjukkan nilai p=0.001 atau nilai p<0.05. Kesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara walking exercise terhadap nilai kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Walking exercise efektif untuk mengontrol kadar gula darah dalam rentang normal dan dapat menjadi rekomendasi penatalaksanaan DM tipe 2 secara nonfarmakologis.  
HUBUNGAN MUTU PELAYANAN KEPERAWATAN DENGAN KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP DI RUANG RAWAT INAP MEDANG RSUD SEKAYU TAHUN 2021 Hernita, Hernita; Yusnilasari, Yusnilasari; Nisa, Hanik Khairun
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i03.95

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sangatlah penting, karena mempengaruhi kepuasan pasien. Berdasarkan kunjungan pasien di RSUD Sekayu tingkat kepuasan pasien pada tahun 2020 sebesar 83,33% mengalami penurunan dibandingakan tahun 2019 sebesar 7 % yang artinya mutu pelayanan di rumah sakit juga masih belum maksimal.Diketahui hubungan mutu pelayanan keperawatan dengan kepuasan pasien di ruang rawat inap medang RSUD Sekayu.Jenis penelitian ini kuantitatif dengan survei analitik, pendekatan cross sectional, populasi penelitian ini berjumlah 70 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik simpel random sampling dengan besar sampel 60 responden sesuai kriteria inkulsi-eksklusi. Uji Kendall Tau yang digunakan dalam analisis penelitian ini. Hasil didapatkan reponden yang paling banyak dengan mutu pelayanan dimensi reliability baik sebanyak 47 responden (78,3%), assurances kategori baik sebanyak 51 responden (85%), dimensi tangible kategori baik sebanyak 49 responden (81,7%), dimensi emphaty kategori baik sebanyak 45 responden (75%) dan dimensi responsiviness kategori baik sebanyak 45 responden (75%). Hasil uji Kendall Tau didapatkan ada hubungan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang medang RSUD Sekayu (p= 0,000). Ada hubungan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien di ruang medang RSUD Sekayu (p= 0,000). Diharapkan kepada petugas kesehatan rumah sakit untuk meningkatkan dan memperbaiki semua kualitas dimensi mutu pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA TB PARU DI RSUD TUGU JAYA TAHUN 2022 Ruspiana, Nia; Ersita, Ersita
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i03.96

Abstract

Ketidakpatuhan pasien TB dalam mengkonsumsi obat, akan meningkatkan resistensi terhadap OAT yang menyebabkan pengobatan akan semakin lama dan sulit. Dukungan keluarga mempunyai peran penting dalam mengupayakan agar penderita patuh minum obat sehingga pengobatannya bisa dijalanai secara teratur dan tuntas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat pada penderita TB Paru di RSUD Tugu Jaya. Penelitian ini dilakukan pada 13 - 30 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, Populasi dalam penelitian ini adalah semua pasien TB Paru dari mulai Januari - Maret 2022 yang tidak resisten terhadap pengobatan Lini I dan mendapatkan terapy OAT di RSUD Tugu Jaya. Sampel pada penelitian adalah pasien TB Paru, sampel berjumlah 32 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) dan kuesioner dukungan keluarga, kemudian dianalisis secara Univariat dan Bivariat dengan uji Fisher Exact Test. Hasil penelitian berdasarkan distribusi dukungan keluarga penderita TB Paru di RSUD Tugu Jaya dari 32 responden sebagian besar memiliki dukungan yang baik sebanyak 27 responden (84.4%), Distribusi kepatuhan minum obat penderita TB Paru di RSUD Tugu Jaya dari 32 responden sebagian besar patuh terhadap pengobatan sebanyak 28 responden (87.5%). Hasil uji statistik dengan menggunakan fisher exact test didapatkan nilai p= 0.000 (p < 0.05) yang artinya ada hubungan yang bermakna dukungan keluarga dengan kepatuhan minum obat TB Paru. Diharapkan pihak RSUD Tugu Jaya bisa menjadikan penelitian ini sebagai masukan dalam perencanaan program selanjutnya serta Pihak RSUD Tugu Jaya mampu mengoptimalkan peran keluarga dan melakukan evaluasi pada penderita yang tidak patuh dalam pengobatan.
PENGARUH TERAPI PROGRESSIVE MUSCLE RELAXATION (PMR) TERHADAP TANDA DAN GEJALA PADA PASIEN RESIKO PERILAKU KEKERASAN DI RUMAH SAKIT ERNALDI BAHAR PALEMBANG TAHUN 2021 Verawati, Verawati; Akhriansyah, Mareta; Agustina, Nuriza; Surahmat, Raden
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i03.99

Abstract

Angka perilaku kekerasan cukup tinggi pada klien skizofrenia.Perilaku seseorang yang menujukkan resiko perilaku kekerasan tersebut perlu dilakukan penanganan berupa tindakan keperawatan. Penanganan resiko perilaku kekerasan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu farmakologi dan non farmakologi. Salah satu bentuk terapi non farmakologis yang dapat diajarkan kepada klien dalam mengendalikan perilaku kekerasan adalah dengan menggunakan teknik Progressive muscle relaxation (PMR) yang merupakan salah satu bentuk tindakan ners spesialis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi progressive muscle relaxation terhadap tanda dan gejala pada pasien resiko prilaku kekerasan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang tahun 2021 penelitian ini menggunakan desain “pre ekperimental one group pre and post test design”Populasi penelitian yaitu seluruh pasien skizofrenia yang memiliki resiko perilaku kekerasan di Rumah Sakit Ernaldi Bahar Palembang. Sampel penelitian ini sebanyak 28 sampel. Analisa data penelitian ini menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian didapatkan skor tanda dan gejala sebelum dilakukan terapi otot progresif didapatkan rerata skor 40,64 sedangkanrerata skor setelah dilakukan terapi otot progresif yaitu34,14. Hasil uji statistik menggunakan uji wilcoxon menunjukkan ada perbedaan yang bermaknatotal skor tanda dan gejala sebelum dan setelah dilakukan terapi progresif mucsle relaxation(p value=0,000). Terapi progresif mucsle relaxation terbukti dapat menurunkan skor tanda dan gelaja resiko prilaku kekerasan. Diharapkan perawat dapat menerapkan terapi tersebut pada pasien skizofrenia yang mengalami perilaku kekerasan karena terapi ini dapat membantu pasien dalam menurunkan tanda dan gejala resiko prilaku kekerasan tersebut.
PENGARUH TERAPI BERMAIN TERHADAP KECEMASAN ANAK USIA 6-12 TAHUN YANG MENGALAMI HOSPITALISASI DI RUMAH SAKIT Apriani, Devi; Kardewi, Kardewi
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i03.100

Abstract

Penyakit dan hospitalisasi sering kali menjadi krisis pertama yang harus dihadapi anak. Hospitalisasi bisa menyebabkan anak mengalami trauma baik jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak negatif ini justru berkaitan dengan lamanya dan banyaknya jumlah pasien, berbagai prosedur invasif, serta adanya kecemasan orang tua, gejala-gejala yang timbul berupa respon regresi,cemas terhadap perpisahan,apatis,ketakutan, gangguan tidur. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya pengaruh terapi bermain terhadap kecemasan anak usia 6-12 tahun yang mengalami hospitalisasi di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pre eksperimental dan jenis penelitian one-group pretest-posttest design. Waktu penelitian pada bulan Juli. Populasi dalam penelitian ini adalah 98 orang dengan jumlah sampel 40 orang menggunakan tehnik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisoiner. Analisa data memggunkan uji wilcoxon.Hasil penelitian ini didapatkan score kecemasan anak sebelum dilakukan terapi bermain adalah 50,08. score kecemasan anak sesudah dilakukan terapi bermain adalah 47,38. Ada pengaruh terapi bermain terhadap respon kecemasan anak di Rumah Sakit Palembang dengan (p Value = 0,000).Untuk perawat di Rumah sakit diharapkan membuat jadwal khusus untuk pelaksanaan terapi bermain mengambar mewarnai sebagai pendekatan agar dapat mengurangi kecemasan anak-anak yang menjalani hospitalisasi.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGETAHUAN IBU POST PARTUM TENTANG SENAM NIFAS DI PUSKESMAS SEMUNTUL KEC. RANTAU BAYUR KAB. BANYUASIN TAHUN 2021 Wulandari, Wulandari; Nurbaiti, Meta
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 03 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58231/jkbh.v14i3.101

Abstract

Pada ibu post partum involusi uterus merupakan proses yang sangat penting karena ibu memerlukan perawatan yang khusus, bantuan dan pengawasan demi pulihnya kesehatan seperti sebelum hamil. Salah satu indikator dalam proses involusi adalah tinggi fundus uteri. Apabila fundus uteri berada di atas batas normal maka hal ini menandakan di dalam rahim terjadi sesuatu. Salah satunya adalah perdarahan di dalam rahim. Salah satu cara agar kontraksi uterus tetap baik adalah dengan olahraga sederhana, yang bisa digunakan adalah senam nifas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pengetahuan ibu post partum tentang senam nifas di Puskesmas Semuntul Kec. Rantau Bayur Kab. Banyuasin Tahun 2021. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 26 April sampai 12 Juni 2021. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu post partum dengan jumlah sampel 73 responden. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan pendidikan dengan Pengetahuan dengan nilai  p value 0, 030< ? (0,05),  ada hubungan antara pekerjaan dengan Pengetahuan  dengan nilai p value 0, 038 < ? (0,05) dan tidak ada hubungan antara  umur dengan Pengetahuan Ibu Post Partum Tentang Senam Nifas di Puskesmas Semuntul Kec. Rantau Bayur Kab. Banyuasin Tahun 2021 dengan nilai p value 0, ,286 < ? (0,05). Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan bahan masukan untuk menambah kegiatan program KIA dengan memberikan edukasi tentang senam hamil pada program Puskesmas.
PENGALAMAN IBU DALAM MENGHADAPI SIBLING RIVALRY DENGAN JARAK KELAHIRAN 2 TAHUN SAMPAI 7 TAHUN DI PUSKESMAS 23 ILIR PALEMBANG TAHUN 2019 Cindy Okvidwianza; Sutrisari Sabrina Nainggolan
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 13 No 01 (2021): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sibling rivalry adalah kompetisi antara saudara kandung untuk mendapatkan cinta kasih, afeksi, dan perhatian dari satu kedua orang tuanya, atau untuk mendapatkan pengakuan atau suatu yang lebih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman ibu dalam menghadapi sibling rivalry dengan jarak kelahiran 2 tahun sampai 7 tahun di puskesmas 23 ilir Palembang tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan wawancara mendalam dan observasi untuk menggambarkan pengalaman ibu dalam menghadapi sibling rivalry dengan jarak kelahiran 2 tahun sampai 7 tahun di puskesmas 23 ilir Palembang tahun 2019, selanjutnya dilakukan analisis dengan menggunakan Colaizzi dan keabsahan data menggunakan rigour dan trustwortines. Berdasarkan hasil penelitian, tanda anak mengalami sibling rivalry merupakan cara anak untuk menunjukkan bahwa anak ingin selalu terus diperhatikan dan penyebab dari anak yang mengalami sibling rivalry karena mereka takut akan terbaginya kasih sayang orang tua mereka. Cara orang tua menghadapi sibling rivalry yaitu dengan memberikan pengertian sebaik mungkin yang mudah dipahami oleh anak. Hambatan saat menghadapi sibling rivalry pasti akan tetap ada, walaupun dengan berbicara pelan. Cara ibu mengatasi hambatan yang ditemukan saat menghadapi anak sibling rivalry yaitu dengan mencoba untuk memberikan penjelasan kepada anak.Perasaan ibu saat menghadapi anak-anaknya karena sulitnya untuk memberitahu anak agar tidak lagi berbuat sesuatu terhadap saudaranya. Diharapkan untuk puskesmas agar meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan dalam menghadapi sibling rivalry pada anak yang melibatkan keluarga terutama orang tua. Serta diharapkan ibu untuk bisa menerapkan apa yang diinformasikan petugas kesehatan ke kehidupan sehari-hari dalam menghadapi anak-anaknya dengan sibling rivalry.