cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Keragaman dan Prediksi Kehilangan Hasil Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Akibat Kompetisi Gulma Teki dan Rumput-rumputan di Lahan Kering I Ketut Ngawit; A. Farid Hemon; Herni Hariani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.3081

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman gulma teki dan rumput-rumputan serta spesies yang paling berpengaruh menurunkan hasil tanaman kedelai di lahan kering. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan teknik survey. Penentuan petak sampel dilakukan secara sistematik random sampling. Petak-petak sampel diletakkan pada 5 titik yang berbeda dengan ukuran 1 m x 1 m. Spesies gulma yang ditemukan pada setiap petak sampel populasinya dihitung dan masing-masing spesies didokumentasikan untuk proses identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 2 spesies gulma teki yaitu Cyperus rotondus L., dan Cyperus iria L. dan10 spesies gulma rumput-rumputan pada saat kedelai berumur 20 - 50 HST. Tujuh spesies dominan dengan nilai SDR selama tumbuh tanaman ≥ 6% - ≤ 12% dan tiga spesies gulma rumput-rumputan yaitu Brachiaria reptans L. Gardner., Axonopus compressus (Swartz.) dan Echinochloa colonum L. Link. ditemukan tidak dominan dengan nilai SDR kurang dari 1%. Daya saing dan dominansi terbobot gulma Leersia hexandra L. Sw., Cyperus Rotondus L., Digitaria spp., Paspalum vaginatum L. Sw., Cynodon dactylon L., Cyperus iria L. dan Eleusine indica Gaertn., lebih besar dibandingkan dengan spesies gulma lainnya, sehingga mampu menghilangkan hasil bobot kering kedelai selama tumbuh tanaman sebanyak 2-5%. Ketujuh spesies gulma ini, harus dikendalikan sejak awal pertumbuhan kedelai, karena mampu mendominansi areal pertanaman dengan keragaman, penyebaran dan kelimpahan yang tinggi. Gulma Brachiaria reptans L. Gardner., Axonopus compressus (Swartz.) dan Echinochloa colonum L. Link., keberadaannya pada tanaman kedelai menyebabkan kehilngan hasil tanaman kedelai sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.
Pengaruh Kerapatan Tanaman Refugia Kacang Tanah Terhadap Intensitas Serangan Hama Ulat Daun (Spodoptera exigua Hubner) pada Bawang Merah I Ketut Ngawit; Jayaputra; Filadoris Jodi Putra Nangur
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3088

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi yang komprehensif tentang invasi, kolonisasi dan intensitas serangan hama Spodoptera exigua Hubner, pada tanaman bawang merah dengan beberapa tingkat kerapatan tanaman refugia kacang tanah. Metode penelitian eksperimen, dengan rancangan acak lengkap yang terdiri atas lima perlakuan kerapatan populasi refugia, yitu R0 tanaman bawang merah tampa perlakuan refugia tanaman kacang tanah, R1, R2, R3 dan R4 tanaman bawang merah dengan perlakuan refugia 1, 2, 3 dan 4 baris tanaman kacang tanah yang ditatam pada sisi guludan bawang merah yang jaraknya 10 cm dari barisan tanaman bawang merah terluar. Parameter yang diamati meliputi intensitas serangan hama S. exigua dan bobot umbi segar bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Perlakuan kerapatan refugia kacang tanah pada bawang merah berpengaruh terhadap intensitas serangan hama S. exigua dan hasil bawang merah. Tanaman bawang merah dengan tanpa refugia dan refugia satu baris tanaman kacang tanah mengalami intensitas serangan hama S. exigua dengan kriteria sedang, dengan persentase serangan berkisar antara >20% - ≤40%. Tanaman bawang merah dengan refugia 2, 3 dan 4 baris tanaman kacang tanah mengalami intensitas serangan hama S.exigua dengan kriteria sangat rendah, dengan persentase serangan berkisar antara > 0% - ≤ 10%. Tanaman bawang merah yang mengalami serangan hama S.exigua dengan kriteria sangat rendah, hasil bobot umbi segar yang diperoleh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman yang mengalami serangan sedang. Hubungan tanaman bawang merah yang terserang hama S. exigua dengan hasil bobot umbi segarnya menunjukkan korelasi yang kuat, signifikan dan berkorelasi negatif.
Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Bioextrim Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Dua Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Halimatussakdiah; Kisman; Jayaputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3558

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk cair Bioextrim terhadap pertumbuhan dan hasil dua varietas bawang merah. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu faktor Bioextrim yang terdiri dari 4 taraf perlakuan: 1. B0 (tanpa perlakuan) 2. B1 (5 ml/L air) 3. B2 (10 ml/L air) 4. B3 (15 ml/L air), dan faktor kedua terdiri dari dua taraf: 1.Varietas Tajuk 2.Varietas Bima Brebes. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan taraf 5%. Jika hasil keragaman berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut menggunakan BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara faktor Bioextrtim dengan faktor varietas. Tetapi, pemberian konsentrasi pupuk cair bioextrtim berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan dan jumlah daun 42 hst dan 49 hst. Sedangkan penggunaan varietas berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 7 hst dan 14 hst, jumlah anakan, dan jumlah daun 42 hst dan 49 hst.
Keragaman Serangga Hama dan Musuh Alami pada Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur M. Sofian; Hery Haryanto; M. Taufik Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3564

Abstract

Kebutuhan komoditi cabai di NTB sering tidak terpenuhi dikarenakan adanya fluktuasi produksi cabai akibat serangan hama. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman serangga hama dan musuh alaminya pada tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). Penelitian dilakukan pada bulan Juni – September 2023 di lahan budidaya cabai rawit petani di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB dan di Laboratorium Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Mataram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik observasi lapangan dan koleksi spesimen. Pengambilan sampel menggunakan system acak terpilih (Purposive sampling), setiap titik pengamatan dipasang dua jenis perangkap yaitu yellow trap dan pitfall trap. Perangkap dipasang secara menyilang pada masing-masing blok dan diperoleh 6 sampel pada setiap blok. Terdapat 3 blok pada lahan percobaan sehingga diperoleh 36 perangkap. Pengamatan dilakukan saat tanaman berumur 48 HST – 97 HST dengan interval tujuh hari sekali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 11 spesies yang berperan sebagai hama, 14 spesies yang berperan sebagai predator dan 5 spesies yang berperan sebagai parasitoid. Indeks keanekaragaman pada predator sebesar 2.37 dan parasitoid sebesar 1.57 dikategorikan sedang, sedangkan pada hama dikategorikan rendah dengan nilai sebesar 0.92, indeks kemerataan pada populasi hama dikategorikan komunitas tertekan yang didominasi oleh Pseudococcus sp. dan Bemisia tabaci. Sedangkan pada parasitoid dan predator indeks kemerataannya sedang karena setiap spesies memiliki penyebaran yang merata dengan intensitas serangan rata-rata sebesar 6.537% dan tergolong dalam serangan tingkat ringan.
Induksi Pembungaan Manggis (Garcinia mangostana L.) Menggunakan Paklobutrazol Baiq Fhariska Anggraini; Nurrachman; Jayaputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3568

Abstract

Produksi manggis di Indonesia masih tergolong rendah dan tidak stabil setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh pembungaan manggis yang bersifat biennial bearing dan perubahan iklim terutama curah hujan. Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan kerontokan pada bunga dan buah manggis sehingga dapat menurunkan produksi manggis. Agar tanaman manggis berbuah setiap musim dapat dilakukan dengan mengaplikasikan paklobutrazol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian paklobutazol terhadap waktu pembungaan dan hasil tanaman manggis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan. Berbagai konsentrasi paklobutrazol yang diberikan yaitu tanpa perlakuan paklobutrazol (P0), paklobutazol 1.500 ppm/pohon (P1), 2.000 ppm/pohon (P2), dan 2.500 ppm/pohon (P3). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan paklobutazol dapat mempercepat pembungaan dengan meningkatkan rasio C/N pada tanaman manggis. Konsentrasi paklobutrazol 2.000 ppm/pohon (P2) merupakan konsentrasi paling baik dalam meningkatkan jumlah bunga dan jumlah buah tanaman manggis.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Brokoli (Brassica Oleracea L.) pada Berbagai Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk NPK di Dataran Medium Iin Puspitaeni; Nurrachman; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3569

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui respon perlakuan berbagai dosis pupuk kandang kambing dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman brokoli (Brassica oleracea L.). Metode yang digunakan adalah metode eksperimental yaitu dengan melakukan percobaan di lapangan yang bertempat di Desa Lantan, Kec. Batukliang Utara, Lombok Tengah. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial yang terdiri dari dua faktor perlakuan yaitu: (1) dosis pupuk kandang kambing (K) yaitu K1 = 10 ton/ha, K2 = 15 ton/ha dan K3 = 20 ton/ha, (2) dosis pupuk NPK (N) yaitu: N1 = 200 kg/ha N2 = 400 kg/ha N3 = 600 kg/ha, sehingga diperoleh 9 perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analysis Of Variance pada taraf nyata 5% untuk mengetahui pengaruh masing-masing perlakuan dan apabila terdapat beda nyata maka diuji lanjut menggunakan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk kandang kambing dan pupuk NPK tidak berpengaruh nyata terhadap laju tinggi tanaman, laju jumlah daun, laju diameter batang, warna daun, bobot bunga dan bobot brangkasan basah tanaman brokoli. Secara mandiri pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap laju tinggi tanaman, laju jumlah daun, laju diameter batang, bobot bunga dan bobot brangkasan basah. Perlakuan N2 merupakan perlakuan terbaik pada laju tinggi tanaman yaitu 0,37 cm/minggu, laju jumlah daun yaitu 0,65 helai/minggu dan laju diameter batang yaitu 0,63 mm/minggu. Sedangkan pada bobot bunga dan bobot brangkasan basah, perlakuan terbaik ditunjukkan pada perlakuan N3 dengan berat masing-masing yaitu 105,01 g/tanaman dan 669,34 g/tanaman.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) di Musim Hujan terhadap Perlakuan Pupuk Organik dan Phonska Plus Fahrurrozi; Nurrachman; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3571

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis pupuk Kandang Kambing dan NPK yang optimal dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit yang ditanam di musim hujan pada tanah liat. Penelitian menggunakan metode eksperimental yang dilaksanakan di lahan desa Setenget, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Percobaan dilakukan selama 5 bulan mulai dari Desember 2022 sampai April 2023. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial 2 (dua) faktor. Faktor pertama yaitu pupuk organik yang terdiri dari tiga aras dan faktor ke dua pupuk phonska plus yang terdiri dari tiga aras. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam atau analisis menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dengan taraf nyata 5%. Apabila terdapat berbeda nyata atau signifikan, maka dilakukan uji lanjut dengan uji beda nyata jujur (BNJ) pada taraf 5%. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat pengaruh yang signifikan dari kombinasi kotoran kambing dan NPK terhadap laju pertumbuhan tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman, bobot buah per tanam dan berat buah per hektar. Kotoran kambing secara independen tidak memiliki efek nyata pada semua parameter pengamatan. Secara independen, pupuk phonska plus memiliki pengaruh signifikan terhadap hasil jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per hektar.
Efektivitas Pemberian Amelioran Mengandung Mikoriza Untuk Meningkatkan Hasil dan Serapan Nitrogen Serta Fosfor Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt) di Tanah Pasiran Muhammad Adya Purnama; Wahyu Astiko; Irwan Muthahanas
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 3 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i3.3820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif pemberian amelioran mengandung mikoriza untuk meningkatkan hasil dan serapan nitrogen dan fosfor tanaman jagung manis (Zea mays saccharata Sturt). Percobaan ini dilakukan di Moncok Karya, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Laboratorium Mikrobiologi dan Laboratorium Fisika dan Kimia Tanah Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Percobaan disusun menggunakan rancangan acak kelompok yang terdiri dari atas lima perlakuan amelioran, yaitu PO: Kontrol (tanpa amelioran), PA: arang sekam padi + mikoriza, PK: kompos + mikoriza , PS: pupuk kandang sapi + mikoriza, dan PC: campuran arang sekam padi, kompos, pupuk kandang sapi dan mikoriza (1.1.1.1). Hasil penelitian menunjukkan aplikasi amelioran campuran arang sekam padi + kompos + pupuk kandang sapi + mikoriza (1:1:1:1) efektif meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, konsentrasi P tersedia dan N total tanah, serapan N dan P oleh tanaman, jumlah spora dan kolonisasi pada akar serta bobot brangkasan basah dan kering tanaman di tanah pasiran. Formulasi amelioran campuran arang sekam padi + kompos + pupuk kandang sapi + Mikoriza (1:1:1:1) memberikan pengaruh yang nyata terhadap peningkatan pertumbuhan dan hasil jagung manis yang tertinggi. Untuk meningkatkan konsentrasi hara tanah, serapan hara tanaman, pertumbuhan dan hasil jagung manis dapat menggunakan formulasi amelioran campuran arang sekam padi + kompos + pupuk kandang sapi + mikoriza (1:1:1:1).
Identifikasi Karakter Beberapa Genotipe Mutan Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) Inpago Unram 1 Zumratul Jamila; Ni Wayan Sri Suliartini; A. Farid Hemon
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.4266

Abstract

Keragaman yang tinggi dibutuhkan untuk program pemuliaan sebagai bahan dasar seleksi untuk karakter yang diinginkan. Identifikasi karakter pada tanaman perlu dilakukan untuk mengetahui deskripsi atau karakter pada setiap tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan karakter beberapa genotipe mutan padi beras merah Inpago Unram 1. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan April sampai dengan bulan November 2022 di Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan yang diuji (5 genotipe mutan (M2) dan 2 kontrol yaitu Inpago Unram 1 dan Situ Patenggang). Hasil penelitian diperoleh bahwa beberapa genotipe yang telah diuji memiliki karakter yang berbeda beda. Genotipe G2 (D3G22-14) unggul pada karakter tinggi tanaman, Inpago Unram 1 unggul pada karakter jumlah anakan produktif, genotipe G1 (D3G3-1) unggul pada karakter panjang malai dan berat gabah berisi per rumpun, Situ Patenggang unggul pada karakter jumlah gabah berisi per malai, genotipe G3 (D3G17-2) unggul pada karakter jumlah gabah hampa per malai, dan genotipe G5 (D3G38-5) unggul pada karakter berat 100 butir dan berat gabah hampa per rumpun. Selain itu diketahui beberapa genotipe memiliki karakter lebih baik dari pembandingnya Inpago Unram 1 dan Situ Patenggang.
Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Cabai Merah (Capsicum annum L.) Di Lahan Kering Yang Ditumpangsarikan dengan Tanaman Kacang Tanah Pada Waktu Tanam Berbeda Marlina; I Komang Damar Jaya; Jayaputra
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v3i2.4671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu tanam kacang tanah di antara barisan dua varietas tanaman cabai pada sistem tumpangsari terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah (Capsicum annum L.) di lahan kering. Penelitian eksperimental dilaksanakan di lahan kering dusun Amor-amor desa Gumantar kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara dari bulan Maret sampai Agustus 2023. Waktu tanaman kacang tanah yang diuji adalah bersamaan, dua minggu dan empat minggu setelah tanam (MST) cabai. Sementara dua varietas tanaman cabai yang diuji adalah varietas hibrida Baja MC F1 dan varietas lokal Landung. Perlakuan ditata secara faktorial menggunakan rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara waktu tanam dengan varietas. Pertumbuhan tanaman cabai tidak dipengaruhi oleh varietas namun hasil varietas Landung lebih tinggi dari varietas Baja CM F1. Waktu tanam kacang tanah di antara tanaman cabai yang menghasilkan hasil cabai tertinggi adalah 4 MST. Untuk mendapatkan hasil cabai yang tinggi di lahan kering, disarankan untuk melakukan tumpangsari dengan kacang tanah dengan waktu tanam 4 MST tanaman cabai.

Page 8 of 35 | Total Record : 341