cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 369 Documents
Strategi Pengembangan Agroindustri Gula Aren di Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat Lalu Muhammad Yahya; Tajidan Tajidan; Nurtaji Wathoni
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/b8xsgb41

Abstract

Agroindustri gula aren merupakan usaha berbasis sumber daya lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat pedesaan di Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang memengaruhi pengembangan agroindustri gula aren serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan analisis SWOT. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada tiga desa sentra produksi gula aren, yaitu Desa Giri Madia, Desa Gegerung, dan Desa Dasan Geria, dengan jumlah responden sebanyak 30 pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan utama agroindustri gula aren meliputi ketersediaan bahan baku lokal, tenaga kerja, pengalaman usaha, daya simpan produk, dan proses produksi sederhana. Kelemahan utama meliputi keterbatasan modal, rendahnya diversifikasi produk, belum adanya legalitas usaha dan merek dagang, serta proses produksi yang masih tradisional. Peluang pengembangan berasal dari permintaan pasar yang stabil, potensi diversifikasi produk, dukungan pemerintah dan perguruan tinggi, akses pembiayaan UMKM, serta pemasaran digital. Ancaman utama meliputi ketergantungan bahan baku terhadap iklim, rendahnya regenerasi petani aren, persaingan produk sejenis, skala produksi kecil, dan produk substitusi. Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa agroindustri gula aren berada pada Kuadran I sehingga strategi yang direkomendasikan adalah strategi agresif (S-O), yaitu memanfaatkan kekuatan internal untuk mengoptimalkan peluang eksternal melalui peningkatan produksi, diversifikasi produk, legalitas usaha, dan perluasan pemasaran.
Implikasi Penggunaan Ketel Uap terhadap Nilai Tambah dan Kelayakan Agroindustri Tahu di Desa Puyung, Lombok Tengah Tajidan, Tajidan; Ibrahim, Ibrahim; Dian Anugrah Putri Pertiwi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/p2v4mk94

Abstract

Penelitian bertujuan untuk: menganalisis perbandingan nilai tambah pada agroindustri tahu menggunakan Ketel Uap dengan teknologi tradisional/menggunakan wajan; menganalisis perbandingan R/C rasio antara penggunaan Ketel Uap dengan menggunakan wajan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan unit analisis usaha agroindustri tahu di Desa Puyung, Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah. Lokasi Penelitian ditentukan secara purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 30-unit sampling dengan teknik quota accidental sampling. Data dianalisis menggunakan nilai tambah, kelayakan usaha, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah pada agroindustri tahu sebesar Rp11.218/kg menggunakan teknologi ketel uap, dan Rp7.750/kg menggunakan teknologi tradisional, namun tidak berbeda nyata, karena nilai t-hitung lebih kecil daripada nilai t-tabel. Walau demikian nilai R/C Rasio penggunaan teknologi ketel uap lebih besar daripada penggunaan teknologi tradional masing-masing sebesar 1,67, dan 1,45. Oleh karena penggunaan teknologi ketel uap dan teknologi tradisional dari aspek ekonomi layak untuk diterapkan, namun disarankan kepada industrialis tahu untuk menggunakan teknologi ketel uap, karena R/C rasio antar penggunaan teknologi ketel uap berbeda signifikan terhadap teknologi tradisional.
Pengaruh Media Tanam dan Interval Penyiraman terhadap Pertumbuhan dan Komponen Hasil Microgreens Pakcoy (Brassica rapa L.) Ni Made Dwi Yaniastari; I Komang Damar Jaya; A. A. Ketut Sudharmawan
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/czjfjs37

Abstract

Sayuran merupakan sumber gizi penting yang dapat dikonsumsi sebagai microgreens karena memiliki waktu panen singkat, teknik budidaya yang mudah, serta tidak memerlukan ruang luas. Pakcoy (Brassica rapa L.) berpotensi dikembangkan sebagai microgreens karena adaptif dan bernilai gizi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komposisi media tanam, interval penyiraman, serta interaksi keduanya terhadap pertumbuhan dan hasil microgreens pakcoy. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu lima variasi media tanam dan dua interval penyiraman, dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi persentase tumbuh, tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar panen, berat layak konsumsi, dan kadar air. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam dan interval penyiraman berpengaruh signifikan terhadap beberapa parameter pertumbuhan, namun hasil dipengaruhi oleh interaksi kedua faktor tersebut. Perlakuan media tanah 25% : cocopeat 75% dengan penyiraman dua kali sehari menghasilkan berat segar panen dan berat layak konsumsi tertinggi, masing-masing 6,67 g dan 4,67 g.
Identifikasi Hama Pengorok Daun pada Beberapa Varietas Tanaman Alpukat di Dataran Tinggi Sembalun Lombok Timur Dewi Rizki Amalia; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/05knqj26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hama pengorok daun pada beberapa varietas tanaman alpukat di Dataran Tinggi Sembalun Lombok Timur. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 hingga September 2025. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan teknik survey pada kebun miliki petani yang ditanami tujuh varietas alpukat. Ketujuh varietas tersebut adalah Varietas Hass, Lamb Hass, Pinkerton, Red Vietnam, Miki, Aligator, dan Malama. Hasil penelitian ditemukan hanya satu spesies hama pengorok daun pada ketujuh varietas alpukat. Spesies hama pengorok daun alpukat dikelompokkan ke dalam ordo Lepidoptera, Famili Gracillariidae, Genus Phyllocnistis. dan Spesies Phyllocnitis spp. Rata-rata intensitas serangan pada ketujuh varietas adalah 15,26 ± 6,73 % dengan kategori intensitas serangan sedang Serangan tertinggi terdapat pada Varietas pinkerton dengan tingkat serangan 29,49% dan tingkat serangan terendah pada Varietas Lamb Hass dengan tingkat serangan 10,33 %. Jumlah populasi larva hama pengorok daun adalah 280 individu dengan rerata 40 individu per ranting.
Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada Keriting (Lactuca sativa L.) Elya Kadariya; Jayaputra; Liana Suryaningsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/zh6edx94

Abstract

Selada keriting (Lactuca sativa L.) merupakan sayuran daun bernilai ekonomi tinggi yang memerlukan media tanam dan pemupukan tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan hasil optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK Mutiara 16:16:16 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada keriting. Penelitian dilaksanakan pada Februari hingga Maret 2024 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Mataram menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) Faktorial dua faktor, yaitu komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat segar tanaman, dan berat segar akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam dan dosis pupuk NPK berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan berat segar selada keriting, namun tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah daun , diameter batang, dan berat segar akar. Kombinasi media tanam arang sekam, cocopeat, dan tanah dengan dosis pupuk NPK 16:16:16 memberikan hasil terbaik terhadap berat segar tanaman. Dengan demikian, penggunaaan kombinasi media tanam yang tepat dan dosis pupuk yang optimal dapat meningkatkan hasil selada keriting.
Pengaruh Sistem Budidaya Aerobik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi Beras Merah dan Beras Hitam di Lahan Sawah Kebon Ayu, Lombok Barat Lalu Rosmawan; Wayan Wangiyana; Dwi Ratna Anugrahwati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/04wjvc68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sistem irigasi aerobik terhadap pertumbuhan dan hasil padi beras merah dan beras hitam di lahan sawah. Percobaan dilaksanakan pada bulan Mei hingga Agustus 2025 di Kebon Ayu, Lombok Barat, menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design). Faktor petak utama adalah teknik budidaya (irigasi konvensional dan aerobik), sedangkan anak petak adalah jenis padi (beras merah dan beras hitam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem irigasi aerobik memberikan pengaruh nyata terhadap parameter vegetatif dan komponen hasil. Terdapat interaksi yang signifikan antara sistem irigasi dan varietas pada parameter berat kering jerami, jumlah malai, dan jumlah gabah hampa. Kombinasi varietas padi beras hitam dengan sistem irigasi aerobik (T1V2) menunjukkan performa terbaik dengan berat kering jerami tertinggi (59,45 g) dan hasil gabah tertinggi mencapai 82,91 g/rumpun. Penerapan sistem aerobik secara umum meningkatkan hasil gabah rata-rata menjadi 76,39 g/rumpun, lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional yang hanya mencapai 48,75 g/rumpun. Dengan demikian, sistem irigasi aerobik merupakan strategi efektif untuk meningkatkan produktivitas padi fungsional dan efisiensi penggunaan air di lahan sawah.
Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Bioneensis dan Pupuk Tunggal N-P-K dalam Meningkatkan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum) Syahriandi Akbari Siregar
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/zb1eq708

Abstract

Tanaman tomat merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan banyak manfaat bagi kesehatan manusia. Produktivitas tomat mengalami tantangan, termasuk penurunan kesuburan tanah. Oleh karena itu, penerapan teknologi pertanian yang berkelanjutan, termasuk penggunaan pupuk hayati, menjadi sangat relevan untuk meningkatkan hasil dan kualitas produksi tomat. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberiaan dosis Pupuk Hayati Bioneensis dan Pupuk Tunggal N-P-K serta interaksinya terhadap produksi tanaman tomat. Penelitian ini dilakukan Jl. A.H Nasution Kecamatan Medan Johor Kota Medan, dimulai bulan Maret sampai dengan juli 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, yaitu Faktor pertama Dosis Pupuk Hayati Bioneensis (B)  dimana B1 = 10 gr/tanaman, B2 = 20 gr/tanaman, B3 = 30 gr/tanaman, dan Faktor kedua  Pupuk Tunggal N, P, K (P), dimana P1 = Urea 50 kg/ha (9,6 g/plot), SP36 37,5 kg/ha (7,2 g/plot), KCl 25 kg/ha (4,8 g/plot), P2 = Urea 100 kg/ha (19,24 g/plot), SP36 75 kg/ha (14,44 g/plot), KCl 50 kg/ha (9,6 g/plot), P3 = Urea 200 kg/ha (38,48 g/plot), SP36 150 kg/ha (28,88 g/plot), KCl 100 kg/ha (19,24 g/plot). Hasil Penelitian menunjukkan Penggunaan Dosis Pupuk Hayati Bioneensis dan pupuk tunggal N-P-K serta Interaksinya berpengaruh tidak nyata  jumlah buah, bobot buah per sampel,dan berat basah akar tanaman per sampel. Dengan perlakuan terbaiknya yaitu B2 (Pupuk Hayati Bioneensis 20 gr/tanaman).  Dengan perlakuan terbaik yaitu B2P3 Pupuk Hayati Bionensis 20 gr/tanaman dan Pupuk Tunggal N, P, K dosis : Urea 200 kg/ha (38,48 g/plot), SP36 150 kg/ha (28,88 g/plot), KCl 100 kg/ha (19,24 g/plot).
Karakterisasi Morfologi Enam Galur Melon (Cucumis melo L.) di CV Multi Global Agrindo Elvara Risma Sandiana; Elea Nur Aziza; Agus Wartapa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/hs66gz92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi sifat morfologi enam galur melon (Cucumis melo L.) berdasarkan karakter kualitatif dan kuantitatif di CV Multi Global Agrindo. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Karangpandan (500 mdpl) pada bulan Juli hingga Oktober 2025. Metode penelitian menggunakan standar deskriptor IPGRI dan NAKTuinbouw dengan analisis klaster melalui software OriginPro. Hasil menunjukkan variabilitas genetik substansial pada karakter vegetatif (daun) dan generatif (buah) sebagai penciri utama pembeda antar galur, sementara karakter bunga cenderung stabil. Analisis dendrogram mengidentifikasi galur 5 sebagai outlier tunggal dengan tingkat kemiripan genetik hanya 3,32% didukung oleh kemanisan maksimal 15% Brix dan struktur jaringan (net) buah yang sangat tebal. Galur 3 unggul pada bobot buah, galur 1 memiliki umur panen paling cepat, dan galur 6 potensial sebagai produk premium dengan daging buah jingga kemerahan. Lingkungan mikro dengan suhu 36,3 - 40  dan sistem irigasi tetes mendukung kelangsungan hidup tanaman hingga 100%. Galur 5 sangat potensial dimanfaatkan sebagai tetua donor dalam program pemuliaan hibrida. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi referensi dalam pemanfaatan plasma nutfah lokal untuk perakitan varietas melon hibrida unggul yang mampu mengurangi ketergantungan pada benih impor.
Perbedaan Karakteristik Ekologis Sampah Organik dari Sumber Pasar Tradisional dan Food Court Melalui Pengomposan Aerob Nazilla Sarasati; Winarsih
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 5 No. 2 (2026): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/13ye7w04

Abstract

Sampah organik dari sisa sayuran, buah tidak layak konsumsi, dan limbah makanan pedagang merupakan permasalahan yang membutuhkan penanganan tepat. Cara memanfaatkan sampah organik dengan mengolah sampah menjadi kompos. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif. Penelitian ini bertujuan membandingkan karakteristik awal dan akhir ekologis sampah organik dari Pasar Tradisional dan Food Court. Parameter ekologis meliputi kompos padat (kadar air, suhu, warna, bau, rasio C/N, dan pH) dan pupuk organik cair (nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K), dan pH), lalu dibandingkan dengan baku mutu SNI 19-7030-2004. Hasil penelitian diperoleh karakteristik awal pada sampah Pasar Tradisional didominasi batang sayur bayam yaitu 17,23%, berwarna dan hijau segar serta bau khas bahan segar, sampah Food Cout didominasi sepenuhnya sisa makanan dan lauk-pauk yang bercampur dengan kuah, berwarna orange kekuningan serta bau yang lebih menyengat. Hasil uji kualitas kompos kadar air yaitu 15,2% untuk sampah pasar tradisional dan 17,7% untuk sampah Food Court, serta rasio C/N tinggi pada sampah Pasar Tradisional yaitu 144,65 dan kompos padat Food Court sebesar 59,49. Tingginya rasio C/N pada sampah Pasar Tradisional, mengindikasikan proses dekomposisi belum optimal. Perbandingan standar kualitas kompos (SNI) 19-7030-2004, parameter yang memenuhi baku mutu adalah N-total kompos padat serta nitrogen pada kompos cair. Parameter lain belum mencapai kondisi yang sesuai dengan standar, sehingga menunjukkan bahwa kompos yang dihasilkan memerlukan waktu lebih lama untuk proses pematangan.