cover
Contact Name
Abdul Muis
Contact Email
muis@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
bambang.bs@unram.ac.id
Editorial Address
Jln. Pendidikan No. 62 Mataram Fakultas Pertanian Universitas Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 28303431     DOI : https://doi.org/10.29303/jima.v1i3
JIMA (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek merupakan media jurnal elektronik ilmiah yang dikelola oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram. JIMA sebagai wadah untuk penyebaran dan publikasi hasil penelitian dari skripsi atau tugas akhir mahasiswa yang diterbitkan sebanyak tiga periode, yaitu pada Maret, Juli, dan November. Focus JIMA, pada publikasi hasil penelitian, kajian, dan gagasan pengembangan ilmu pengetahuan bidang agrokomplek (agroekoteknologi, agribisnis, ilmu tanah, ilmu kehutanan, dan budidaya perikanan serta ilmu kelautan). JIMA, menerima artikel yang belum pernah dipublikasi dalam bentuk media publikasi apapun. Tim Redaksi JIMA berhak memperbaiki tata tulis artikel tanpa merubah isi tulisan. Artikel dimuat setelah melalui tahap editing dan reviewing.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 341 Documents
Teknik Budidaya Tanaman Nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) di Japan Agricultural (JA) Okinawa Laelatul Azomah; Bambang Budi Santoso; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2628

Abstract

Sebagai negara tropis, Indonesia sangat berpotensi untuk pengembangan buah nanas. Jika dibudidayakan dengan baik, akan memberikan keuntungan yang cukup besar. Harga jual nanas saat ini di masyarakat tergolong sangat murah sebanding dengan kualitasnya yang kurang bagus akibat teknik budidaya yang kurang optimal. Berbeda dengan yang didapatkan di daerah Okinawa Jepang, teknik budidaya nanas sudah intensif sehingga kualitas hasilnya lebih tinggi. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi dan pembelajaran mengenai teknik budidaya nanas yang dilakukan di JA Okinawa (Japan Agricultural Cooperatives Okinawa) Prefektur Okinawa, Jepang. Metode yang digunakan yaitu deskripsi kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi dan data-data dari lembaga koperasi yang terkait. Analisis data berupa analisis deskripsi kejadian. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa teknik budidaya nanas yang dilakukan di JA Okinawa dapat dikatakan sudah termasuk teknik budidaya yang maju, mulai dari pembibitan hingga penanganan pascapanen telah menggunakan peralatan modern dengan penanganan yang teliti dan intensif. Selain itu, produk olahan nanas JA Okinawa telah memenuhi standar JAS (Japanese Agricultural Standard).
Keragaman Serangga Hama pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Desa Kebon Ayu Lombok Barat Hanipathin Purwaningsih; I Made Sudantha; M. Taufik Fauzi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2635

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas sayuran unggulan yang banyak digunakan oleh masyarakat sebagai bahan industri, obat herbal dan yang paling penting adalah sebagai bahan pelengkap bumbu masakan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis dan keragaman serangga pada tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kebon Ayu Lombok Barat yang berlangsung selama 2 bulan yaitu pada bulan Agustus hingga September 2022 pada lahan salah seorang petani. Pengamatan dilakukan secara deskriptif dengan menempatkan lima plot pengamatan dan pada masing-masing plot terdapat satu perangkap kuning, dan pengamatan secara langsung pada tanaman bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima jenis serangga pada area tanaman bawang merah diantaranya yaitu Liriomyza chinensis, Empoasca fabae, Spodoptera exigua, Micraspis crocea dan Conoderus posticus. Nilai indeks keragaman menunjukkan nilai 1,13 yang dikategorikan sebagai keragaman sedang yang dilihat dari nilai H' lebih besar dari 1 dan lebih kecil dari 3.
Peningkatan Karakter Kuantitatif Padi Beras Merah (Oryza sativa L.) Genotipe G16 Hasil Induksi Mutasi dengan Iradiasi Sinar Gamma 200 Gy Dewi Yuliantika; A. A. Ketut Sudharmawan; I Wayan Sudika
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2637

Abstract

Padi beras merah genotipe G16 merupakan salah satu galur padi beras merah yang masih memiliki beberapa kekurangan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekurangan tersebut adalah dengan mutasi menggunakan iradiasi sinar gamma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakter kuantitatif padi beras merah genotipe G16 antara tanaman pembanding dengan tanaman mutan; dan mengetahui peningkatan karakter kuantitatif hasil iradiasi sinar gamma yang dibandingkan dengan tetua (genotipe G16). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2021 hingga Oktober 2021 di Desa Nyur Lembang, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan bersekat (augmented design) dengan menggunakan tiga varietas pembanding yaitu tetua G16, Inpago Unram, dan Inpari 33 dengan ulangan sebanyak tiga kali, sedangkan tanaman mutan terdiri dari 24 genotipe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan iradiasi sinar gamma 200 Gy menyebabkan perbedaan karakter pada tanaman mutan yang dibandingkan dengan tetua dan varietas unggul, khususnya pada variabel respon tinggi tanaman, jumlah gabah hampa/ malai, dan berat gabah bernas/ rumpun; penggunaan iradiasi juga menyebabkan umur berbunga lebih genjah dan jumlah anakan nonproduktif lebih sedikit dibanding tetuanya.
Kepadatan Populasi dan Intensitas Serangan Hama Kutu Putih (Hemiptera: Pseudococcidae) pada Pembibitan Nanas (Ananas comosus L.) di Okinawa Lalu Muh. Sapriandi; Bambang Supeno; Hery Haryanto
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2643

Abstract

Kutu putih adalah salah satu hama yang sering ditemukan pada pembibitan nanas di Okinawa. Kutu putih menyerang tanaman nanas dengan menyerap nutrisi maupun menjadi vektor penyakit yang dapat secara serius mempengaruhi pertumbuhan nanas. Kutu putih dapat menyerang tanaman meskipun dilakukan budidaya dalam green house. Bibit nanas yang terserang hama tentunya tidak akan mampu menujang peningkatan produksi karena dan berpotensi menyebarkan hama dari pembibitan ke lahan pertanian yang lebih luas. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Kepadatan Populasi dan Intensitas serangan hama kutu putih pada pembibitan nanas di Okinawa. Penelitian ini dilangsungkan pada bulan Desember 2022 di green house pembibitan nanas milik koperasi JA Okinawa di Pulau Yagaji, Prefektur Okinawa, Jepang. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif, data diperoleh dengan teknik survey dan dengan pengambilan sampel secara acak. Pengambilan sampel di tiap lokasi sebanyak 10%. Ditemukan kepadatan populasi kutu putih sebanyak 0,92 individu per tanaman. Rata-rata Intensitas serangan hama kutu putih sebesar 8,77% dan kerusakan yang ditimbulkan kutu putih dalam kategori serangan yang ringan.
Karakter Kuantitatif Kacang Tanah Lokal Lombok Utara pada Tumpangsari dengan Berbagai Varietas dan Jumlah Tanaman Sorgum per Lubang Nida Yusrina; Dwi Ratna Anugrahwati; Sumarjan; Akhmad Zubaidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.2664

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakter kuantitatif kacang tanah lokal Lombok Utara, heritabilitas, korelasi kacang tanah pada tumpangsari dengan berbagai varietas dan jumlah tanaman sorgum per lubang. Penelitian dilaksanakan di Dusun Papak, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada bulan Juni 2022 sampai September 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu varietas tanaman sorgum (Bioguma, Numbu, Pahat, Samurai, Super Agritan) dan jumlah tanaman sorgum per lubang (1, 2, dan 3 tanaman per lubang). Percobaan dilakukan dengan 15 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan varietas sorgum yang ditumpangsarikan dengan kacang tanah memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun kacang tanah pada 78 HST, jumlah polong, jumlah biji kacang tanah. Jumlah tanaman sorgum per lubang tidak berpengaruh terhadap semua parameter tanaman kacang tanah. Kombinasi perlakuan varietas sorgum dan jumlah tanaman sorgum per lubang memberikan pengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun pada 78 HST, jumlah polong, jumlah biji kacang tanah. Nilai heritabilitas jumlah cabang, bobot brangkasan kering, polong hampa tergolong rendah. Nilai koefisien korelasi yang berpengaruh pada hasil (t/ha) kacang tanah yaitu jumlah polong, bobot brangkasan kering, bobot polong kering dan jumlah biji.
Pengaruh Jenis Pupuk Tambahan Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Yang Ditanam Di Luar Musim Linda Yustiana; I Komang Damar Jaya; Uyek Malik Yakop
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.2794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis pupuk tambahan dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) yang ditanam di luar musim. Satu penelitian lapang dilakukan di lahan kering Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara dari bulan Oktober 2021 hingga Maret 2022. Perlakuan yang diuji adalah tanpa pupuk tambahan, tambahan pupuk organik (Go Tama) dan tambahan pupuk anorganik (pupuk mono kalium phospat = MKP). Sementara itu, varietas yang diuji adalah varietas Dewata 43 F1 dan varietas Sret. Rancangan acak kelompok petak terbagi dengan tiga ulangan digunakan untuk menata perlakuan. Petak utama adalah jenis pupuk tambahan dan varietas ditempatkan di anak petak. Hasil penelitian menunjukkan ada interaksi antara pupuk tambahan dengan varietas pada parameter berat buah per tanaman. Berat buah per tanaman paling tinggi dihasilkan pada varietas Dewata 43 F1 dengan perlakuan pupuk tambahan MKP. Varietas Dewata 43 lebih pendek dari varietas Sret namun memberikan hasil yang lebih tinggi. Pupuk tambahan organik berpengaruh lebih baik dari perlakuan tanpa pupuk tambahan dan MKP pada variabel pertumbuhan namun pada variabel hasil, pupuk MKP lebih baik.
Karakter Kuantitatif dan Toleransi Beberapa Galur Tanaman Kacang Tanah yang Ditanam pada Intensitas Cahaya Rendah Addien Hidayat; A. Farid Hemon; Baiq Erna Listiana
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.3032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter kuantitatif dan nilai indeks toleransi beberapa galur F6 tanaman kacang yang ditanam pada intensitas cahaya rendah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-September 2022 di dalam rumah plastik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)-Split Plot Design dengan faktor cekaman sebagai petak utama dan faktor galur kacang tanah sebagai anak petak. Faktor cekaman terdiri atas 2 aras perlakuan, yaitu: cekaman intensitas cahaya rendah dan tanpa cekaman, sedangkan faktor galur terdiri dari 10 aras perlakuan, yaitu: Takar-1, Domba, Bison, G2T5, G19-UI, G2D7, G3D3, G3D1, G300-II, dan G200-I. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 60 unit penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur-galur yang diteliti memiliki performa pertumbuhan dan hasil yang relatif sama, dengan nilai laju pertumbuhan cabang tertinggi ditunjukkan oleh G300-II dan nilai luas daun total tertinggi oleh Bison. Kombinasi terbaik pada kondisi cekaman intensitas cahaya rendah untuk parameter laju pertumbuhan jumlah daun dan luas daun total ditunjukkan oleh Takar-1. Berdasarkan karakter kuantitatif jumlah polong berisi dan bobot polong kering per tanaman terdapat lima galur yang nilai indeks sensitivitasnya agak toleran, yaitu G19-UI, Domba, G2T5, G2D7, dan G300-II.
Uji Daya Hasil Beberapa Varietas Sorgum (Sorghum bicolor L.) yang Ditumpangsarikan dengan Kacang Tanah (Arachis hypogea L.) Lokal Lombok Utara Nurhalida; Dwi Ratna Anugrahwati; Akhmad Zubaidi
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji daya hasil beberapa varietas sorgum, heritabilitas, korelasi antara hasil sorgum dengan karakter kuantitatif yang lainnya pada tumpangsari dengan kacang tanah. Percobaan dilaksanakan pada lahan yang terletak di Dusun Papak, Desa Segara Katon, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara pada bulan Juni 2022 sampai Oktober 2022. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang diatur secara split plot dengan petak utama adalah pola tanam (monokultur, tumpangsari) dan anak petak terdiri dari varietas sorgum (Bioguma, Numbu, Pahat, Samurai, Super Agritan). Percobaan dilakukan dengan 10 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 30 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan pola tanam memberikan pengaruh nyata terhadap diameter batang, bobot berangkasan kering, bobot malai, bobot biji dan hasil sorgum. Varietas sorgum yang ditumpangsarikan dengan kacang tanah memberikan pengaruh yang nyata pada hampir semua parameter pengamatan, kecuali pada parameter lebar daun. Kombinasi pola tanam dan beberapa varietas sorgum memberikan pengaruh nyata terhadap sudut daun, panjang daun, bobot berangkasan kering, panjang malai, bobot malai, bobot biji, bobot 1000 biji, jumlah biji per rumpun dan hasil sorgum. Nilai heritabilitas tinggi tanaman, sudut daun, panjang daun, panjang malai, bobot malai, bobot biji, bobot 1000 biji, jumlah biji, bobot berangkasan kering dan hasil sorgum tergolong tinggi (>50%). Nilai koefisien korelasi yang berpengaruh terhadap hasil sorgum yaitu diameter batang, bobot malai, jumlah biji dan bobot berangkasan kering.
Pengaruh Media Tanam Campuran Dalam Polybag Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Ciplukan (Physalis angulata L.) I Ketut Ngawit; Bambang Budi Santoso; Nurul Qomariyah
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i3.3076

Abstract

Penelitian eksperimental ini bertujuan untuk mendapatkan campuran media tanam yang mampu mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan yang ditanam dalam polybag. Percobaan dirancang dengan rancangan acak lengkap dengan 6 perlakuan, yaitu campuran media tanam tanah; tanah + pupuk organik + sekam; tanah + pupuk organik + kompos; tanah + pupuk organik +abu sekam; tanah + pupuk organik + arang sekam; dan tanah + pupuk organik + mass. Parameter yang diamati adalah, tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, berat biomassa segar tanaman, berat biomassa kering tanaman, total jumlah bunga, persentase bunga jadi buah, total jumlah buah, total berat buah dan rata-rata berat buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campuran media tanam berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ciplukan yang ditanam dalam polybag. Hasil buah ciplukan tertinggi diperoleh pada perlakuan media tanah + pupuk organik + kompos (F2) dengan total jumlah buah tanaman-1 23,7 buah dan total bobot buah tanaman-1 97,0 g. Sedangkan hasil paling rendah diperoleh pada perlakuan media tanah (F0) dengan total jumlah buah sebanyak 3,3 buah tanaman-1 dengan total bobot buah tanaman-1 hanya 8,0 g. Kualitas buah ciplukan yang terbaik yang diukur dengan berat rata-rata buah tanaman-1 didapatkan pada campuran media tanam F2 dengan bobot 4,413 g dan yang terendah pada campuran media tanam F0 dan F1 dengan bobot masing-masing 2,410 g dan 2,633 g. Jika melakukan menanaman ciplukan di dalam pot atau polybag disarankan untuk menggunakan media tanam dengan campuran tanah halus + pupuk organik + kompos dengan formula 2 : 1 : 1 (v/v).
Keanekaragaman Gulma Berdaun Lebar Dan Prediksi Kehilangan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merrill.) Akibat Kompetisinya Di Lahan Kering I Ketut Ngawit; Taufik Fauzi; Kurnia Muliani
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek Vol. 2 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agrokomplek
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jima.v2i2.3079

Abstract

Tujuan peneliti ini untuk mengetahui spesies gulma berdaun lebar yang berpengaruh terhadap kehilangan hasil tanaman kedelai, sehingga dalam usaha pengendaliannya dapat ditentukan skala prioritas, suatu spesies gulma harus segera dikendalikan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif dan pengumpulan data dilakukan dengan teknik survei. Pengamatan terhadap populasi dan pertumbuhan gulma serta tanaman kedelai dilakukan pada lima petak sampel yang berukuran 1 m2 dan distribusinya ditentukan dengan random sampling. Parameter pengematan, jumlah spesies gulma berdaun lebar, jumlah populasi masing-masing spesies gulma petak-1, jumlah populasi tanaman kedelai petak-1, bobot biomas kering gulma, dan bobot biomas kering tanaman kedelai tanaman-1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan 11 spesies gulma berdaun lebar pada tanaman kedelai, saat umur tanaman 20 - 35 HST. Empat spesies cukup dominan dengan nilai SDR ≥ 3,57% - ≤ 5,73%, dua spesies kurang dominan dengan nilai SDR ≥ 1,34% - ≤ 2,80%, dan lima spesies tidak dominan namun selalu ditemukan dengan nilai SDR < 1,0%. Daya saing dan dominansi terbobot gulma Amaranthus spp., S. nodiliflora L., Acalypha spp. dan A. conycoides L., lebih besar dibandingkan spesies gulma lainnya, sehingga keempat spesies gulma tersebut mampu menghilangkan hasil kedelai selama tumbuh tanaman masing-masing sebanyak 4,82%, 3,90%, 2,41% dan 2,32%. Gulma berdaun lebar Physalis angulate, Phillanthus niruri, H. Indicum, E. Soncifolia, Centella asiatica, Euphorbia hirta dan Portulaca oleraceae, keberadaannya pada tanaman kedelai tidak perlu dikendalikan karena kehilngan hasil tanaman kedelai akibat kompetisinya sangat rendah, yaitu kurang dari 1%.

Page 7 of 35 | Total Record : 341